Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Wisata Iwate 2 Hari 1 Malam Tanpa Mobil: Morioka & Hiraizumi

Wisata Iwate 2 Hari 1 Malam Tanpa Mobil: Morioka & Hiraizumi
Panduan wisata Iwate 2 hari 1 malam tanpa mobil: hari 1 jelajahi Morioka, hari 2 naik Jalur Tohoku ke Hiraizumi dan Chuson-ji. Tips bagasi, kereta & cuaca.

Ringkasan Cepat

Daya Tarik Singkat

Rencana perjalanan 2 hari 1 malam di Iwate tanpa mobil yang menghubungkan kota kastel Morioka dan Situs Warisan Dunia Hiraizumi dengan kereta.

Susunan Rencana 2 Hari

Hari ke-1 berjalan kaki menjelajahi pusat Kota Morioka, lalu pada hari ke-2 naik kereta di Jalur Utama JR Tohoku menuju Hiraizumi untuk mengunjungi Kuil Chusonji dan Kuil Motsuji.

Taman Reruntuhan Kastel Morioka

Situs bersejarah nasional yang ditata dari reruntuhan kastel Domain Morioka; dinding batu dan perbedaan ketinggian area benteng (kuruwa) memperlihatkan struktur pusat kota kastel.

Jalan-jalan di Sepanjang Sungai Nakatsu

Di tepi sungai tersebar monumen sastra bagi para penyair dan penulis tanka yang terkait dengan Morioka, dan hiasan giboshi di Jembatan Kaminohashi dan Shimonohashi juga layak dilihat.

Daya Tarik Kuil Chusonji

Sambil mendaki jalan setapak Tsukimizaka, pengunjung dapat melihat berbagai warisan budaya, termasuk Konjikido (Aula Emas), yang menuturkan sejarah klan Fujiwara dari Oshu.

Taman Tanah Suci Kuil Motsuji

Di sini masih tersisa taman berlatar ajaran Tanah Suci dan reruntuhan bangunan kuil, dan pemandangan di sekitar kolam memberi kesan berbeda tergantung posisi melihatnya.

Cara Berkeliling Hiraizumi

Dalam rencana perjalanan 2 hari 1 malam di Iwate tanpa mobil, selain Chusonji dan Motsuji terdapat Reruntuhan Kanjizaio-in, Reruntuhan Muryoko-in, Gunung Kinkeisan, dan tempat lainnya. Gunakan juga transportasi lokal agar tidak perlu menempuh semuanya dengan berjalan kaki.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Iwate

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Cara menyusun perjalanan 2 hari 1 malam yang menghubungkan Morioka dan Hiraizumi tanpa mobil

Rute contoh di Iwate ini mengajak Anda berjalan kaki di pusat Morioka pada hari pertama, lalu naik kereta ke Hiraizumi pada hari kedua untuk mengunjungi aset-aset komponen Warisan Dunia.

Dengan berfokus pada dua kawasan di Prefektur Iwate yang luas dan mudah dijangkau dari stasiun, daya tarik sejarah, sastra, serta taman dapat dirangkai dengan nyaman meski tanpa mobil.

Jadwal kereta dan ketentuan pembukaan fasilitas dapat berubah, jadi periksa kembali setiap informasi menjelang hari kunjungan dan sisakan kelonggaran agar rencana dapat dikurangi.

Hari pertama, menuju pusat kota dari Stasiun Morioka

Setelah tiba di Stasiun Morioka, titipkan barang bawaan lalu pergilah dengan berjalan kaki atau bus keliling kota ke Taman Reruntuhan Kastel Morioka, Sungai Nakatsugawa, dan kawasan Uchimaru yang dipenuhi bangunan bersejarah.

Dengan menghubungkan tepi sungai dan reruntuhan kastel dalam satu arah, Anda tidak perlu banyak mengulang jalan yang sama dan dapat merasakan hubungan antara topografi kota dan bangunan sambil berjalan.


Hari kedua, pilih aset komponen di Hiraizumi untuk dikunjungi

Pada pagi hari, naik Jalur Utama Tōhoku JR dari Morioka ke Hiraizumi, lalu jadikan Stasiun Hiraizumi sebagai titik awal untuk terutama mengunjungi Chūson-ji dan Mōtsū-ji.

Warisan Dunia “Hiraizumi” terdiri atas beberapa aset komponen, sehingga rencana untuk melihat kuil dan taman dengan saksama lebih sesuai daripada terburu-buru mengunjungi semuanya.


Tentukan poros perjalanan terlebih dahulu

Susun perpindahan dan pengalaman selama 2 hari dalam tabel berikut agar perjalanan jarak jauh tidak menumpuk dengan banyak wisata jalan kaki.

Jadwal Kawasan utama Poros perjalanan Pengalaman utama
Hari 1 Pusat Morioka Berjalan kaki・transportasi kota Reruntuhan kastel dan tepi sungai
Sore Sekitar Stasiun Morioka Berjalan kaki Budaya kuliner dan istirahat
Hari 2 Hiraizumi Kereta・transportasi lokal Kuil dan taman

Pagi hari pertama|Berjalan ringan dari Stasiun Morioka

Setelah tiba di stasiun, titipkan bagasi besar di loker atau tempat menginap, lalu mulailah berjalan-jalan di kota dengan tas kecil yang membuat kedua tangan bebas.

Pastikan jam penggunaan dan cara mengambil kembali barang, serta pilih tempat penitipan yang tidak mengganggu makan malam atau keberangkatan pagi berikutnya.

Periksa informasi transportasi kota di stasiun

Banyak tempat di pusat Morioka dapat dicapai dengan berjalan kaki, tetapi memadukan bus rute atau bus keliling sesuai tingkat kelelahan dan cuaca dapat membantu menyesuaikan beban.

Pastikan lokasi naik, kondisi operasi, dan cara pembayaran melalui petunjuk setempat atau informasi operator transportasi, serta jangan menyusun rencana yang hanya bergantung pada layanan terakhir.

Simpan urutan berjalan di peta

Jika titik-titik yang ingin dikunjungi, seperti Stasiun Morioka, Jembatan Kaiunbashi, Taman Reruntuhan Kastel Morioka, dan tepi Nakatsugawa, disusun lebih dahulu di peta, Anda akan lebih mudah menjaga arah.

Gunakan jembatan dan persimpangan sebagai penanda, lalu siapkan urutan alternatif agar fasilitas dalam ruangan dapat diprioritaskan ketika hujan atau salju menyulitkan perjalanan kaki.

Lihat dinding batu dan perbedaan ketinggian kota di Taman Reruntuhan Kastel Morioka

Taman Reruntuhan Kastel Morioka ditata dari bekas kastel Domain Morioka; dinding batu dan perbedaan ketinggian antarpetaknya membantu membaca lokasi yang dahulu menjadi pusat kota kastel.

Reruntuhan Kastel Morioka ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional dan merupakan tempat berharga yang menyampaikan struktur kastel hingga masa kini.

Saat berkeliling, perhatikan cara batu disusun dan arah lereng, lalu pikirkan hubungannya dengan jalan serta kawasan perkantoran pemerintah saat ini untuk memperdalam pemahaman.

Mundur sedikit untuk melihat keseluruhan dinding batu

Bandingkan bentuk permukaan dari dekat dengan tinggi dan lengkungannya dari sisi alun-alun agar perbedaan fungsi setiap bagian terlihat.

Ketika tanah basah, tangga dan tepi batu mudah licin; saat memotret pun berhentilah di tempat aman tanpa menghalangi jalur.

Periksa status pembukaan taman

Ketentuan penggunaan sebagian area dapat berubah karena acara atau pemeliharaan, jadi utamakan informasi Kota Morioka dan penanda di lokasi.

Jangan melampaui tanda larangan masuk atau pagar; jika ada tempat yang tidak dapat dikunjungi, alihkan rencana ke tepi Nakatsugawa atau fasilitas budaya di sekitarnya.


Telusuri sastra dan pemandangan jembatan di sepanjang Nakatsugawa

Di tepi Sungai Nakatsugawa yang mengalir melalui pusat Morioka tersebar monumen sastra bagi penyair yang berkaitan dengan kota ini, sehingga hubungan antara Morioka dan sastra dapat dirasakan.

Dengan memperhatikan pula ornamen giboshi yang tersisa di Jembatan Kaminohashi dan Shimonohashi, Anda dapat membayangkan secara lebih nyata peran sungai sebagai poros transportasi dan lanskap.

Baca teks monumen bersama pemandangan sekitarnya

Jangan sekadar terburu-buru memotret tulisan; amati aliran air, pepohonan, dan jalanan di seberang sambil memikirkan arti lokasi tempat karya itu diletakkan.

Di dekat permukiman tenang atau jalan warga, kecilkan suara dan berjalanlah di sisi agar tidak menghalangi pejalan kaki maupun pesepeda.

Utamakan cuaca dan ketinggian air di tepi sungai

Setelah hujan atau saat air naik, jangan mendekati tepian; nikmati pemandangan dari jalur yang telah ditata dan dari atas jembatan.

Pada musim dingin atau pagi hari juga mungkin ada es, jadi ambil langkah pendek, gunakan sepatu antiselip, dan berjalanlah dalam batas kemampuan.

Nikmati budaya kuliner Morioka dengan waktu yang fleksibel

Di Morioka, hidangan mi dan kue setempat dapat ditambahkan ke rencana perjalanan, tetapi jika hanya mengandalkan tempat populer, waktu tunggunya bisa panjang.

Menyiapkan beberapa pilihan dan secara fleksibel berpindah ke sekitar stasiun atau jalan lain ketika ramai adalah kunci agar kelelahan tidak terbawa ke wisata Hiraizumi keesokan harinya.


Hitung mundur waktu makan malam dari perjalanan pagi berikutnya

Agar dapat naik kereta hari kedua dengan leluasa, hindari tidur terlalu larut dan pilih tempat makan yang mudah untuk kembali ke stasiun atau penginapan.

Hari buka, cara reservasi, dan menu yang tersedia dapat berubah; jika ada tempat tujuan, periksa informasi operasionalnya.

Kenali rute kembali ke Stasiun Morioka selagi terang

Agar tidak berjalan lama di jalan yang belum dikenal setelah matahari terbenam, periksa pada siang hari jembatan dan halte bus menuju stasiun.

Jika cuaca memburuk, mempersingkat jalan-jalan lalu makan dan beristirahat di gedung stasiun atau dekat penginapan juga merupakan pilihan yang tepat.

Pagi hari kedua|Naik kereta dari Morioka ke Hiraizumi

Sebelum berangkat, periksa waktu dan kondisi operasi kereta melalui informasi JR East; jika ada transit, berikan waktu yang cukup untuk sambungan.

Di Stasiun Hiraizumi, kereta Jalur Tōhoku berangkat ke arah Morioka dan Ichinoseki, jadi pastikan arah dan peron sebelum naik.

Periksa tiket dan transit terlebih dahulu

Tiket yang diperlukan berbeda menurut kereta dan rute, jadi jangan menganggap seluruh perjalanan dapat diselesaikan hanya dengan kartu IC transportasi; pastikan di stasiun.

Catat pula kereta berikutnya untuk berjaga-jaga jika ada keterlambatan, dan tentukan prioritas agar satu tempat kunjungan di Hiraizumi dapat dikurangi bila perlu.

Lihat dahulu jadwal pulang di Stasiun Hiraizumi

Setelah tiba, periksa terlebih dahulu kereta pulang dan padukan tempat kunjungan terakhir dengan sarana perjalanan agar dapat kembali ke stasiun jauh sebelum keberangkatan.

Jika membawa barang, pastikan ada tidaknya tempat penitipan dan ketentuan penggunaannya agar tidak berjalan di jalur masuk kuil dengan bagasi besar.

Amati dengan saksama hubungan antara jalur masuk dan bangunan kuil di Chūson-ji

Chūson-ji adalah salah satu kuil penyusun Warisan Dunia Hiraizumi; ketika mendaki jalur masuk, Anda akan menjumpai sejumlah bangunan dan properti budaya.

Kompleksnya mencakup lereng, jadi kenakan sepatu yang sudah nyaman dan periksa ketentuan penerimaan pameran serta kunjungan ibadah melalui informasi setempat.

Kurangi kecepatan di lereng Tsukimizaka

Jalur masuk berlanjut melewati pepohonan dan lereng, jadi beri jalan bagi orang dari belakang dan beristirahatlah sesuai kondisi fisik.

Daun basah atau salju membuat permukaan lebih licin; meski memakan waktu lebih lama dari rencana, jangan terburu-buru menuruni lereng.

Nikmati properti budaya sesuai petunjuk setempat

Properti budaya, termasuk Konjikidō, merupakan peninggalan penting yang menyampaikan kepercayaan dan sejarah klan Ōshū Fujiwara.

Ada aturan mengenai pemotretan, rute kunjungan, dan area yang dibuka; ikuti petunjuk petugas dan nikmatilah dengan tenang.


Rasakan gagasan Hiraizumi di Taman Tanah Murni Mōtsū-ji

Mōtsū-ji adalah aset komponen Warisan Dunia Hiraizumi; taman yang berlatar gagasan Tanah Murni dan reruntuhan kompleks kuilnya memungkinkan Anda memikirkan tata ruang masa lalu.

Lanskap di sekeliling kolam memberi kesan berbeda sesuai titik pandang, jadi jangan terburu-buru bergerak dan perhatikan hubungan antara bekas bangunan dan permukaan air.

Bedakan cara melihat Chūson-ji dan Mōtsū-ji

Dengan menjadikan jalur masuk dan bangunan kuil sebagai poros di Chūson-ji, lalu kolam dan reruntuhan kompleks sebagai poros di Mōtsū-ji, Anda tidak akan melihat kedua kuil dengan cara yang sama dan lebih mudah merangkum perbedaannya.

Periksa sudut pandang perbandingan pada tabel berikut dan pilih tempat yang hendak diperhatikan saat berkunjung.

Tempat Poros pengamatan Cara berjalan
Chūson-ji Jalur masuk dan bangunan kuil Beristirahat di lereng
Mōtsū-ji Kolam dan reruntuhan kompleks Berjalan perlahan di tepi air
Sekitar aset komponen Topografi dan jarak Memilih transportasi

Periksa ketentuan kunjungan pada hari itu

Jam penerimaan, biaya kunjungan, dan perubahan akibat acara tidak tetap, jadi periksa informasi dari setiap kuil dan Asosiasi Pariwisata Hiraizumi pada hari kunjungan.

Hindari rencana yang mengharuskan masuk terburu-buru menjelang penutupan; jika tidak dapat berkunjung, alihkan ke sekitar stasiun atau aset komponen luar ruang.

Jangan memaksakan semua perpindahan antar-aset komponen dengan berjalan kaki

Hiraizumi memiliki sejumlah aset komponen, termasuk Chūson-ji, Mōtsū-ji, reruntuhan Kanjizaiō-in, reruntuhan Muryōkō-in, dan Gunung Kinkei.

Gunakan transportasi setempat sesuai kondisi fisik dan cuaca; bepergian tanpa mobil bukan berarti harus berjalan di seluruh ruas.




Ringkasan|Hubungkan perlahan kota Morioka dengan doa Hiraizumi

Untuk menjelajahi Iwate selama 2 hari 1 malam tanpa mobil, alur yang jelas adalah berjalan di Taman Reruntuhan Kastel Morioka dan sepanjang Nakatsugawa pada hari pertama, lalu naik kereta ke Hiraizumi keesokan harinya.

Dengan berfokus pada topografi kota kastel dan sastra di Morioka, serta jalur masuk Chūson-ji dan Taman Tanah Murni Mōtsū-ji di Hiraizumi, Anda dapat menikmati ciri khas setiap kawasan secara mendalam.

Pada hari perjalanan, periksa informasi operasi kereta, pembukaan fasilitas, ketentuan kunjungan, dan cuaca; hindari memaksakan berjalan jauh dan susun perjalanan yang aman.



Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Alur yang mudah dipahami adalah berjalan kaki di pusat kota Morioka pada hari ke-1, lalu pada hari ke-2 pindah ke Hiraizumi dengan JR Tohoku Main Line untuk mengunjungi situs Warisan Dunia. Di Morioka, gunakan jalan kaki dan bus kota; di Hiraizumi, kombinasikan kereta dengan transportasi setempat. Dengan memisahkan perjalanan jauh dan wisata jalan kaki ke hari yang berbeda, Anda bisa menikmati sejarah dan taman secara santai meski tanpa mobil.
A. Taman Reruntuhan Kastil Morioka adalah taman yang ditata di bekas kastil Domain Morioka, dengan daya tarik berupa tembok batu dari susunan granit dan perbedaan ketinggian antar-area benteng (kuruwa). Tempat ini ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional. Perhatikan cara penyusunan batu dari dekat, lalu bandingkan tinggi dan lengkungan tembok dari sisi lapangan untuk membaca kontur tanah yang dahulu menjadi pusat kota kastil; pada hari ketika tanah basah, berhati-hatilah di tepi batu.
A. Cara dasarnya adalah naik JR Tohoku Main Line dari Stasiun Morioka ke Stasiun Hiraizumi, dan pada beberapa kereta perlu transit di tengah jalan. Di Stasiun Hiraizumi berhenti kereta tujuan arah Morioka dan arah Ichinoseki, jadi periksa tujuan dan peron sebelum naik. Untuk berjaga-jaga jika terjadi keterlambatan, catat juga kereta berikutnya dan tentukan prioritas agar Anda bisa mengurangi satu tempat kunjungan bila perlu, sehingga lebih tenang.
A. Tiket masuk reguler Kuil Chuson-ji adalah 1.000 yen untuk dewasa, 700 yen untuk siswa SMA, 500 yen untuk siswa SMP, dan 300 yen untuk siswa SD, dan berlaku untuk Sankozo, Konjikido (Aula Emas), Kyozo (gudang sutra), serta Ooido lama (aula pelindung). Jam kunjungan adalah 8.30–17.00 pada 1 Maret–3 November, dan 8.30–16.30 pada 4 November–akhir Februari. Penerbitan tiket berakhir 10 menit sebelum tutup.
A. Konjikido adalah aula Amida yang seluruhnya dilapisi daun emas, yang mewariskan kejayaan dan keyakinan klan Fujiwara Oshu hingga kini. Pada tahun 1951, bangunan ini ditetapkan sebagai bangunan Harta Nasional yang pertama. Kini Konjikido berada di dalam aula pelindung berdinding kaca, dan ada aturan mengenai pemotretan serta rute kunjungan, jadi ikuti arahan petugas dan nikmati dengan tenang.
A. Taman Tanah Suci di Kuil Motsu-ji adalah Tempat Keindahan Alam dengan reruntuhan bangunan kuil yang ditata mengelilingi Kolam Oizumi-ga-ike, dan daya tariknya terletak pada cara taman ini mengekspresikan ajaran Tanah Suci melalui ruang. Taman ini memiliki penetapan ganda sebagai Tempat Keindahan Alam Khusus dan Situs Bersejarah Khusus. Kesan di sekitar kolam berubah tergantung posisi berdiri, jadi jangan terburu-buru dan perhatikan hubungan antara permukaan air dan reruntuhan bangunan untuk membayangkan pemandangan masa lalu.
A. Kuil Warisan Dunia memiliki banyak tanjakan, tangga batu, dan jalan setapak berkerikil, jadi paling aman datang dengan sepatu yang nyaman dan sudah biasa dipakai. Ada pula tanjakan yang terus berlanjut seperti lereng Tsukimizaka di Kuil Chuson-ji. Daun gugur yang basah dan hari bersalju bisa licin, jadi sisihkan waktu yang cukup, beri jalan kepada orang di belakang Anda, dan berjalanlah dengan kecepatan yang nyaman agar tidak mudah lelah.
A. Monumen sastra di tepi sungai berada dekat jalan permukiman dan rumah warga, jadi berjalanlah dengan tenang dan jangan menghalangi lalu lintas. Daripada terburu-buru memotret prasastinya saja, pandangi aliran Sungai Nakatsu dan deretan bangunan di seberang sambil membayangkan latar belakang karya-karyanya agar lebih meresapi suasananya. Saat air sungai naik, jangan mendekati tepi air.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.