Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Rute 1 Hari Morioka: Kota Kastil & 3 Mi Khas Legendaris

Rute 1 Hari Morioka: Kota Kastil & 3 Mi Khas Legendaris
Panduan wisata Morioka 1 hari: Taman Kastil Morioka, Sungai Nakatsu, dan 3 mi khas—wanko soba, reimen, serta jajamen.

Ringkasan Cepat

Daya Tarik Sekilas

Itinerary satu hari yang menghubungkan wisata kota kastil di sekitar Taman Situs Kastil Morioka dengan tiga mi khas Morioka—wanko soba, reimen Morioka, dan jajamen Morioka—dengan berjalan kaki

Sorotan Pagi

Menyusuri tembok batu granit, parit, dan sisa-sisa jalan di Taman Situs Kastil Morioka, sambil merasakan tata kota kastil klan Nanbu secara langsung

Cara Menikmati Tiga Mi Khas Morioka

Pilih menu utama makan siang: wanko soba bila mementingkan pengalaman, reimen Morioka berkuah tulang sapi bila ingin yang segar, atau jajamen yang diaduk untuk mengembangkan rasa

Jalan-jalan Kota Sore

Menyusuri tepi Sungai Nakatsu dan menyentuh era lain Morioka melalui arsitektur modern seperti Gedung Bata Merah Bank Iwate yang dirancang Tatsuno Kingo dkk

Perkiraan Biaya

Tiket lantai 2 Museum Sejarah dan Budaya Morioka 450 yen untuk umum, 300 yen untuk pelajar SMA, 150 yen untuk pelajar SD dan SMP; zona berbayar Gedung Bata Merah Bank Iwate 300 yen untuk umum, 100 yen untuk pelajar SD dan SMP

Perkiraan Perjalanan dan Waktu

Tempat-tempat utama di pusat kota mudah dihubungkan dengan berjalan kaki, bisa ditempuh sekitar 10–20 menit tergantung lokasi, dan disusun mengikuti ritme makan dan jalan-jalan

Cara Berjalan Menurut Musim

Sakura biasanya indah dari awal hingga akhir April, daun merah pada musim gugur, dan pada musim dingin suhu turun hingga di bawah nol sehingga sesuaikan pakaian dan urutan fasilitas dalam ruangan

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Iwate

Contoh Itinerary Sehari Menikmati Kota Kastil Morioka dan Tiga Mi Khas

Pusat kota Morioka adalah area kompak yang bisa dijelajahi dengan berjalan kaki, menghubungkan reruntuhan kastil di Taman Bekas Kastil Morioka, deretan bangunan di tepi Sungai Nakatsu, arsitektur modern berbata merah, dan budaya mi berupa Tiga Mi Khas Morioka.

Untuk jalan-jalan pertama di kota kastil Morioka, dibanding menjejalkan tempat wisata sejak pagi, dengan alur melihat suasana kota kastil terlebih dahulu lalu menikmati mi khas daerah sedikit demi sedikit, kenangan kota dan pengalaman kuliner akan terhubung secara alami.

Tiga Mi Khas Morioka merujuk pada tiga mi khas daerah, yaitu wanko soba, Morioka reimen, dan Morioka jajamen.

Pagi Membaca Kota Kastil dari Taman Bekas Kastil Morioka

Jika memulai perjalanan dari sekitar Taman Bekas Kastil Morioka (dahulu Taman Iwate), Anda lebih mudah merasakan langsung latar belakang Morioka tumbuh sebagai kota kastil klan Nanbu.

Dengan berjalan sambil melihat tembok batu bertumpuk granit, sisa-sisa parit, dan jalan yang menuju Sungai Nakatsu, tersampaikanlah bahwa pusat kota saat ini bertumpuk di atas sejarah.

Siang Jadikan Salah Satu dari Tiga Mi Khas Morioka sebagai Bintang Utama

Karena makan menjadi sibuk jika Anda mencoba makan ketiga mi khas sekaligus, tentukan satu sebagai bintang utama saat siang agar terasa memuaskan.

Kandidat yang mudah dipilih: wanko soba jika mengutamakan pengalaman, Morioka reimen jika ingin makan yang menyegarkan, dan Morioka jajamen jika ingin menikmati cara makan mengaduk untuk membangun rasa.

Sore Melebarkan Langkah ke Tepi Sungai Nakatsu dan Arsitektur Modern

Setelah makan siang, jika Anda berjalan ke area yang menyisakan arsitektur modern seperti sekitar Sungai Nakatsu dan Iwate Bank Red Brick Building, Anda bisa melihat wajah Morioka yang berpindah dari kota kastil ke kota modern.

Bukan hanya mengambil foto, dengan berhenti di atas jembatan atau di tepi sungai, tersisa perasaan bahwa Sungai Nakatsu membatasi pusat kota secara lembut.

Cara Melihat Rangkaian Perjalanan yang Menentukan Alur Sehari

Dibanding membagi secara detail dengan angka, menyusunnya dengan ritme makan dan jalan-jalan membuatnya lebih mudah disesuaikan dengan cuaca dan tingkat keramaian toko.

Spot utama di pusat kota mudah dihubungkan dengan berjalan kaki, dan karena bisa berpindah sekitar 10–20 menit tergantung lokasi, alur keseluruhan lebih mudah dipikirkan bila dibagi berdasarkan peran seperti berikut.

Alur Area Cara Menikmati
Paruh awal Sekitar reruntuhan kastil Melihat tembok batu
Siang Pusat kota Memilih mi
Paruh akhir Sekitar Sungai Nakatsu Menyusuri deretan bangunan
Penutup Kawasan kuliner Kesan yang tersisa dengan mi

Memulai Jalan-jalan Kota Kastil dari Taman Bekas Kastil Morioka

Taman Bekas Kastil Morioka adalah tempat yang mudah dijadikan titik awal jalan-jalan kota kastil.

Kastil Morioka adalah kastil dataran-perbukitan (hirayama-jiro) yang pembangunannya dimulai oleh Nanbu Nobunao, penguasa domain pertama, pada tahun 1597 (Keichō 2), dan hampir selesai pada masa penguasa ketiga Shigenao tahun 1633 (Kan'ei 10). Dibanding membayangkan bangunan kastil, akan lebih berkesan bila Anda berkeliling dengan kesadaran menyusuri pusat kota masa lalu sambil melihat tembok batu dan bentang alam yang tersisa.

Merasakan Kerangka Kastil Morioka melalui Tembok Batu Granit

Di reruntuhan Kastil Morioka, dengan memperhatikan perbedaan tinggi dan cara penumpukan tembok batu granit lokal, terlihatlah struktur kastil yang tidak dapat dipahami hanya dari peta datar.

Tembok batu Kastil Morioka dibangun dari granit yang dihasilkan di dalam dan sekitar kastil, dan perbedaan cara penumpukannya juga terlihat, jadi dengan mengubah sudut berjalan Anda bisa menikmati perubahan keperkasaan dan bayangannya.

Menyusuri Kerangka Kota Kastil dengan Menyadari Sisa Parit dan Jalan

Kota kastil Morioka menata parit dan jalan dengan kastil sebagai pusat, dan terhubung pula dengan kerangka pusat kota saat ini.

Taman ini dibuka pada tahun 1906 (Meiji 39) sebagai Taman Iwate, dan pada peringatan 100 tahun pembukaan tahun 2006 diberi nama panggilan Taman Bekas Kastil Morioka.

Setelah keluar dari taman, dengan menyadari cara berbeloknya jalan kota dan kedekatannya dengan Sungai Nakatsu, Anda tidak hanya melihat tempat wisata sebagai titik-titik, melainkan lebih mudah memahami seluruh kota sebagai bidang.

Melengkapi Latar Belakang Kota Kastil di Morioka History and Culture Museum

Dengan mampir ke Morioka History and Culture Museum yang bersebelahan dengan Taman Bekas Kastil Morioka, Anda bisa merangkum asal-usul klan Nanbu dan kota kastil di paruh awal perjalanan.

Ruang pameran tetap sejarah di lantai 2 adalah 450 yen untuk umum, 300 yen untuk siswa SMA, dan 150 yen untuk siswa SD dan SMP, sedangkan lantai 1 bisa dimasuki gratis. Jam buka mulai pukul 9.00 (April–Oktober hingga pukul 19.00, November–Maret hingga pukul 18.00), dan penerimaan masuk ruang pameran lantai 2 hingga 30 menit sebelum tutup.

Karena tutup pada setiap Selasa ketiga tiap bulan dan pergantian tahun, serta isi pameran dan program bisa berubah, akan lebih tenang bila Anda memeriksa syarat masuk dan informasi jam buka sebelum berkunjung.


Cara Memilih dan Menyantap Tiga Mi Khas Morioka saat Siang

Tiga Mi Khas Morioka, meski sama-sama masakan mi, sangat berbeda dalam cara makan, suhu, dan susunan rasa.

Semangkuk siang, jika dipilih bukan hanya berdasarkan suasana hati hari itu, melainkan juga kecocokan dengan jalan-jalan sore, alur perjalanan menjadi tertata.

Wanko Soba, Mi untuk Menikmati Pengalaman lewat Seruan

Wanko soba adalah budaya mi yang sangat kental pengalamannya, di mana soba yang dibagi kecil-kecil dinikmati dalam interaksi dengan pelayan.

Kesadaran cenderung tertuju pada jumlah yang dimakan, namun dengan menikmati termasuk suasana tempat seperti seruan "dokkoi janjan" dan cara memegang mangkuk, Anda bisa merasakan ciri khas Morioka. Menutup tutup mangkuk menjadi tanda Anda sudah kenyang.


Morioka Reimen, Mi untuk Menikmati Mi Kenyal dan Kaldu Tulang Sapi

Morioka reimen adalah masakan untuk menikmati kombinasi mi kenyal semi-transparan yang dibuat dari tepung terigu dan pati, dengan kaldu dingin berbahan dasar tulang sapi.

Karena disertai rasa pedas dan asam kimchi, telur rebus, mentimun, dan buah musiman, serta sering dijumpai di restoran yakiniku dan sejenisnya, cara memilih toko berubah tergantung apakah Anda menyantapnya sebagai penutup makan atau menjadikan reimen sebagai bintang utama.

Morioka Jajamen, Mi yang Diselesaikan dengan Mengaduk

Morioka jajamen adalah masakan yang menyenangkan, di mana mi pipih mirip udon dipadukan dengan miso daging, mentimun, daun bawang, dan jahe, lalu disantap dengan mendekatkannya ke selera sendiri sambil menambahkan minyak cabai atau cuka sesuai selera.

Ada juga budaya menikmati sup penutup bernama "chītantan" (keitantan / sup telur ayam) dengan menambahkan telur dan air rebusan ke mi dan piring yang tersisa setelah makan. Bagi pemula, akan lebih mudah disantap bila mencoba dengan tenang mengikuti panduan toko.

Memilih Tiga Mi Khas dengan Membandingkan Perbedaan Cara Makan

Tiga mi khas akan lebih tidak mudah gagal bila dipilih berdasarkan tingkat lapar dan selera teman seperjalanan.

Mi Suasana Hati Cara Menikmati
Wanko soba Fokus pengalaman Saling seruan
Morioka reimen Menyegarkan Tekstur & kaldu
Jajamen Suka variasi rasa Mengaduk & menyesuaikan

Sore Menyusuri Jejak Kota Kastil di Sekitar Sungai Nakatsu

Jalan-jalan sore, jika berpindah dari reruntuhan Kastil Morioka ke tepi Sungai Nakatsu, Anda lebih mudah merasakan bahwa kota Morioka berkembang bersama tepi air.

Dibanding berkeliling fasilitas wisata dengan terburu-buru, dengan berjalan menghubungkan jembatan, tepi sungai, rumah dagang tua, dan arsitektur modern, perjalanan menjadi lebih tenang.

Menikmati Ruang Kosong Kota di Tepi Sungai Nakatsu

Sekitar Sungai Nakatsu adalah tempat yang mudah memperlambat kecepatan berjalan meski berada di dalam pusat kota.

Dengan memandang permukaan sungai, jembatan, dan bangunan di tepi sungai, Anda bisa menciptakan waktu tenang khas Morioka bahkan di sela-sela waktu makan.

Melihat Morioka Modern di Iwate Bank Red Brick Building

Di area yang menyisakan arsitektur modern seperti Iwate Bank Red Brick Building, Anda bisa menyentuh Morioka dari zaman yang berbeda dengan kota kastil.

Bangunan ini selesai dibangun pada tahun 1911 (Meiji 44) sebagai Kantor Pusat Morioka Bank, dan merupakan Properti Budaya Penting nasional yang dirancang oleh Tatsuno Kingo, perancang Stasiun Tokyo, dan Kasai Manji yang berasal dari Morioka.

Jam buka pukul 10.00–17.00 (masuk terakhir pukul 16.30) dengan tutup pada Selasa dan pergantian tahun. Zona berbayar adalah 300 yen untuk umum (16 tahun ke atas), 100 yen untuk siswa SD dan SMP, dan gratis untuk anak prasekolah. Namun, akan lebih mudah menyusun rencana bila Anda memeriksa ada tidaknya kunjungan dalam ruangan dan pameran sebelum berkunjung.

Hormati Suasana Kehidupan di Depan Rumah Dagang dan Toko Lama

Di jalan yang berjejer bangunan dan toko tua, tempat itu sekaligus merupakan ruang kehidupan dan perdagangan warga lokal, selain menjadi tempat wisata.

Jangan menghalangi sekitar pintu masuk, dan jika ingin memotret bagian dalam toko atau produk, utamakan memeriksa panduan setempat atau menanyakan kepada staf.

Sore hingga Malam Menutup Perjalanan dengan Tiga Mi Khas Morioka

Sejak sore hari, dengan menikmati satu lagi mi yang tidak dipilih saat siang, Anda bisa melihat luasnya budaya kuliner Morioka.

Tidak perlu memaksakan menghabiskan ketiganya. Penting untuk menyesuaikan dengan kondisi tubuh selama perjalanan, seperti berbagi dengan teman seperjalanan, memilih porsi ringan, atau menyisakannya untuk keesokan hari.

Morioka Reimen Juga Mudah Dipadukan sebagai Penutup Makan

Morioka reimen adalah masakan yang banyak dinikmati orang dengan memadukannya dengan makanan seperti yakiniku.

Karena tingkat kepedasan dan penanganan bahan berbeda-beda menurut toko, dan banyak toko yang memungkinkan pemesanan "betsu-kara" dengan rasa pedas disajikan terpisah, bagi pemula akan lebih tenang bila membaca penjelasan saat memesan dan memilih rasa yang tidak memaksakan.

Morioka Jajamen Juga Cocok sebagai Camilan Malam

Morioka jajamen memiliki kesenangan membuat rasa sendiri sambil mengaduk miso daging, bumbu penyedap, serta cuka dan minyak cabai.

Jika menyantapnya di akhir perjalanan, sebaiknya tentukan apakah akan mencoba hingga sup penutup chītantan (keitantan / sup telur ayam) sesuai tingkat lapar Anda.

Utamakan Situasi Hari Kunjungan saat Memilih Toko

Restoran terkadang mengubah isi sajian dan cara penerimaan.

Khususnya jika Anda memikirkan wanko soba yang bersifat pengalaman atau toko populer, tujulah setelah memeriksa status operasional toko, perlu tidaknya reservasi, dan syarat penggunaan.

Cara Menyusuri Morioka dan Etika yang Perlu Diketahui Wisatawan ke Jepang

Pusat kota Morioka adalah area yang cocok untuk jalan-jalan kota yang tenang.

Dengan sedikit kepedulian dalam momen makan, memotret, dan berpindah, Anda bisa menikmati perjalanan tanpa mengganggu kehidupan warga lokal.

Sesuaikan dengan Alur Tiap Toko di Restoran

Tiga Mi Khas Morioka terkadang berbeda cara pemesanan dan panduan cara makannya menurut toko.

Saat tidak paham, akan lebih tenang bila Anda mengonfirmasi terlebih dahulu kepada staf, dan mengikuti panduan toko dalam penanganan bumbu di meja dan peralatan makan.

Utamakan Kepedulian pada Orang dan Bagian Dalam Toko saat Memotret

Pemandangan Taman Bekas Kastil Morioka dan tepi Sungai Nakatsu banyak tempat yang mudah dipotret, namun di sisi lain diperlukan kepedulian pada momen yang merekam orang atau bagian dalam toko.

Jika ingin memotret bagian dalam toko, pameran, produk, atau staf, periksalah pengumuman dan panduan, dan bila tidak jelas, tanyakan sebelum memotret.

Ubah Cara Menyusuri Morioka Sesuai Musim

Morioka cenderung membuat waktu berada di luar ruangan menjadi panjang di tengah jalan-jalan kota, dan karena ada hari yang dingin hingga di bawah nol derajat saat musim dingin, pakaian dan cara beristirahat yang sesuai musim berkaitan dengan kenyamanan perjalanan.

Bunga sakura di Taman Bekas Kastil Morioka sering bisa dinikmati pada awal hingga akhir April, dan daun musim gugur (koyo) berubah tampilannya pada periode musim gugur yang semakin dalam, jadi dengan menukar urutan fasilitas dalam ruangan atau makan sesuai cuaca, Anda menjadi lebih nyaman menghabiskan waktu.

Situasi Tindakan Baik Tindakan yang Ditahan
Restoran Membaca panduan Memotret tanpa izin
Jalan-jalan kota Menepi Menghalangi jalan
Fasilitas pameran Memeriksa pengumuman Lampu kilat
Belanja Menyapa Mengacak produk

Rangkuman

Itinerary sehari Morioka adalah perjalanan yang mudah disusun dengan alur merasakan kerangka kota kastil di Taman Bekas Kastil Morioka, menyusuri deretan bangunan di sekitar Sungai Nakatsu, dan menumpuk kenangan kuliner dengan Tiga Mi Khas Morioka.

Karena wanko soba, Morioka reimen, dan Morioka jajamen berbeda-beda baik cara makan maupun suasananya, kepuasan akan meningkat bila Anda tidak memaksakan menjejalkannya, melainkan memilih sesuai suasana hati dan tingkat lapar.

Karena harga, jam buka, reservasi, dan boleh tidaknya memotret berbeda-beda menurut toko dan fasilitas, periksalah panduan sebelum berkunjung, dan di lokasi utamakan pengumuman serta arahan staf.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Morioka Sandai Men adalah sebutan untuk tiga mi khas daerah, yaitu wanko soba, Morioka reimen, dan Morioka jajamen. Ketiganya berbeda dalam cara makan, suhu, maupun cara meraciknya: wanko soba bersifat pengalaman interaktif, reimen memakai kuah tulang sapi, dan jajamen disajikan dengan mencampur pasta miso daging. Kesamaan ketiganya adalah sejarahnya yang berakar dari budaya kuliner Manchuria dan Semenanjung Korea yang diolah ulang di Morioka.
A. Daya tarik terbesar Morioka Castle Ruins Park adalah dinding batu (ishigaki) dari granit lokal yang disusun tinggi. Ini adalah salah satu contoh dinding batu kastel yang terjaga baik di Tohoku yang mulai dibangun oleh Nanbu Nobunao pada 1597; meski bangunan seperti menara utama tidak lagi tersisa, dinding batu dengan gaya susunan berbeda masih mengikuti kontur tanah. Bayangan pada dinding batu berubah drastis jika dilihat dari sudut yang berbeda, jadi jika ditelusuri bersama sisa-sisa parit, kerangka benteng akan tampak lebih tiga dimensi.
A. Dari Morioka Station ke Castle Ruins Park sekitar 15 menit jalan kaki, atau sekitar 6-10 menit dengan bus keliling "Den-Den Mushi". Den-Den Mushi bertarif seragam 150 yen sekali naik, berangkat dari peron 15 (arah kanan) dan peron 16 (arah kiri) di depan Morioka Station. Tiket terusan sehari seharga 400 yen untuk dewasa, jadi cocok dipakai pada hari saat Anda ingin mengelilingi reruntuhan benteng, Nakatsugawa, dan Red Brick Building sekaligus untuk mengurangi beban perjalanan.
A. Sebagai patokan, 10-15 mangkuk wanko soba setara satu porsi kake soba, tetapi jumlahnya sangat berbeda tiap orang. Anda makan mengikuti seruan pelayan "hai, jan-jan" (ajakan untuk terus menambahkan soba), dan menutup tutup mangkuk menjadi tanda bahwa Anda sudah kenyang. Pada akhir pekan peminat pengalaman ini sering menumpuk, jadi jika jumlah orang sudah pasti, sebaiknya reservasi lebih dulu agar tantangan hari itu berjalan lancar.
A. Di banyak kedai, tingkat kepedasan Morioka reimen bisa dipilih dari beberapa tingkat, dan jika memesan "betsu-kara" (kimchi pedas disajikan terpisah), Anda bisa menambahkan pedasnya sendiri belakangan. Ciri khasnya adalah mi bening yang kenyal dan kuah tulang sapi, dan konon berasal dari Shokudoen yang buka pada 1954. Sering ditambahkan buah musiman seperti semangka di musim panas dan apel di musim dingin, dan keseimbangan rasa manis serta asam inilah yang menjadi ciri khas Morioka reimen.
A. Chiitantan (keitantan) adalah sup penutup yang dibuat dengan memecahkan telur mentah ke piring bekas jajamen, lalu menuangkan pasta miso daging dan air rebusan mi. Setelah selesai makan, serahkan piring berisi telur sambil berkata "chiitan onegaishimasu" (tolong buatkan chiitan), maka air rebusan akan dituangkan untuk Anda. Kiatnya adalah menyisakan sedikit miso daging, daun bawang, dan mi agar rasa sup akhirnya menjadi lebih dalam.
A. Zona berbayar Iwate Bank Red Brick Building bertarif 300 yen untuk umum, 100 yen untuk siswa SD dan SMP, serta gratis untuk anak prasekolah. Buka pukul 10.00-17.00 (masuk terakhir 16.30), tutup pada hari Selasa serta akhir dan awal tahun. Bangunan ini selesai pada 1911 sebagai kantor pusat Morioka Bank dan merupakan Properti Budaya Penting Nasional karya Tatsuno Kingo dan Kasai Manji, jadi tak hanya bagian luar, membandingkan desain tangga dan bingkai jendela pun akan menyampaikan pesona arsitektur modernnya.
A. Ruang pameran tetap sejarah di lantai 2 Morioka History and Culture Museum bertarif 450 yen untuk umum, 300 yen untuk siswa SMA, dan 150 yen untuk siswa SD dan SMP, sedangkan lantai 1 bisa dimasuki gratis. Buka mulai pukul 9.00 (hingga 19.00 pada April-Oktober, dan hingga 18.00 pada November-Maret), tutup setiap Selasa ketiga tiap bulan serta akhir dan awal tahun. Karena bersebelahan dengan Morioka Castle Ruins Park, mampir sebelum berjalan-jalan untuk memahami asal-usul klan Nanbu dan kota benteng akan mengubah cara Anda memandang dinding batu dan jalanan yang ditelusuri setelahnya.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.