Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kuil Izusan: Ziarah Penghubung Laut & Gunung, Tips Tangga Batu

Kuil Izusan: Ziarah Penghubung Laut & Gunung, Tips Tangga Batu
Jelajahi Kuil Izusan, pemandangan laut dan tradisi pemujaan gunung. Simak tips akses, pakaian untuk tangga batu, bersuci, berdoa, dan membaca papan sejarah.

Ringkasan Cepat

Ziarah yang Menghubungkan Laut dan Gunung

Kuil Izusan adalah kuil tua dengan kawasan suci yang membentang dari sisi laut hingga ke atas gunung, tempat perubahan pemandangan dapat dirasakan saat menaiki tangga batu.

Lokasi Bangunan Kuil dan Hongu-sha

Bangunan kuil berada sekitar 1,5 km di timur laut Stasiun Atami pada ketinggian sekitar 170 m, sedangkan Hongu-sha berada di pegunungan pada ketinggian sekitar 390 m.

Tentukan Titik Kedatangan Terlebih Dahulu

Jika menggunakan transportasi umum, periksa perbedaan ketinggian dari tempat turun hingga bangunan kuil pada peta. Bahkan jika menggunakan mobil, pertahankan pilihan untuk beralih ke transportasi umum sesuai lebar jalan dan kepadatan.

Persiapkan Naik dan Turun Tangga Batu Secara Terpisah

Saat naik Anda mudah kehabisan napas, sedangkan saat turun lutut dan pijakan lebih terbebani. Pada hari ketika hujan atau angin kencang mengubah kondisi pijakan, persingkat jarak berjalan kaki.

Berjalan Tenang dari Penyucian hingga Berdoa

Di tempat penyucian, ikuti cara yang tertera. Di depan aula pemujaan, tunggu orang di depan selesai berdoa sebelum maju ke hadapan dewa.

Kaitan dengan Yoritomo dan Kepercayaan Sōtō Daigongen

Kuil Izusan, yang dipuja oleh Minamoto no Yoritomo dan Hōjō Masako serta dahulu disebut Sōtō Daigongen, dikenal sebagai tempat memohon perlindungan untuk keberuntungan besar dan perjodohan.

Periksa Goshuin dan Fotografi Setelah Berdoa

Setelah berdoa, periksa jam layanan goshuin dan benda-benda suci di kantor kuil. Saat memotret, periksa tanda larangan dan ambil foto dari tempat berpijak yang stabil.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Shizuoka

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Rasakan hubungan laut dan gunung di Kuil Izusan-jinja

Saat mengunjungi Kuil Izusan-jinja, perhatikan bukan hanya bangunan utama, tetapi juga kawasan suci yang membentang ke arah laut dan gunung.

Setelah mengetahui bahwa tempat-tempat ibadah bersambung di lahan dengan perbedaan ketinggian, cara Anda melihat kompleks dan merencanakan kunjungan akan berubah.

Amati perubahan pemandangan saat menaiki tangga batu

Di tangga batu, utamakan pijakan Anda; jika ada tempat yang aman untuk berhenti di tengah jalan, berbaliklah dan lihat pemandangannya.

Perubahan jarak dari laut dan tampilan pepohonan di sekitar akan membuat Anda merasakan bahwa kompleks ini berada di lereng gunung.

Saat mengambil foto, jangan menghalangi bagian tengah tangga dan sisakan ruang agar pengunjung lain dapat lewat.

Pahami bahwa kepercayaan berlanjut melampaui bangunan utama

Jangan hanya menjadikan bangunan utama sebagai tujuan; bacalah petunjuk kuil untuk memahami hubungannya dengan sisi laut dan sisi gunung.

Area yang dapat dilalui saat ini belum tentu sama dengan area yang memiliki makna sepanjang sejarah.

Walau tidak menyusuri seluruh jalan yang panjang, Anda dapat membayangkan luasnya kepercayaan hanya dengan memastikan arah dan bentuk lahannya.

Ketahui posisi bangunan utama dan Hongū-sha

Bangunan utama berada sekitar 1,5 km di timur laut Stasiun Atami, pada ketinggian sekitar 170 m.

Lebih jauh di pegunungan, pada ketinggian sekitar 390 m, terdapat Hongū-sha; kawasan suci berlanjut dari sisi laut hingga ke puncak gunung.

Periksa beban tangga batu dan transportasi sebelum berkunjung

Di Izusan-jinja, cara berjalan akan berbeda tergantung dari mana Anda memasuki kompleks.

Sesuaikan dengan stamina dan kondisi teman perjalanan, lalu periksa rute pergi dan pulang secara terpisah.

Tentukan lebih dahulu pintu masuk saat tiba

Jika menggunakan transportasi umum, lihat lebih dahulu di peta perbedaan ketinggian dan rute jalan kaki dari tempat turun hingga bangunan utama.

Jika naik mobil, periksa juga tempat parkir dan jalur menuju pintu masuk, serta siapkan kemungkinan beralih ke transportasi umum sesuai lebar jalan dan kepadatan.

Jika ada beberapa penjelasan rute, memilih jalan yang dapat dilalui teman perjalanan dengan aman lebih penting daripada jalan yang tampak paling singkat.

Anggap tanjakan dan turunan sebagai beban yang berbeda

Saat menaiki tangga batu, napas mudah terengah-engah; saat turun, lutut dan pijakan kaki lebih mudah terbebani.

Jangan habiskan tenaga pada perjalanan pergi; masukkan waktu istirahat dengan mempertimbangkan perjalanan pulang.

Jika hujan atau angin kencang mengubah kondisi pijakan, Anda juga perlu mempertimbangkan untuk memperpendek area yang semula direncanakan.

Pilih cara berpindah sesuai stamina

Berikut sudut pandang untuk memilih sarana perjalanan, disusun menurut stamina dan tujuan.

Prioritas Pertimbangan memilih rute Persiapan
Berfokus pada ibadah Pintu masuk dekat bangunan utama Periksa rute pulang lebih dahulu
Menikmati pemandangan Bagian tangga batu yang aman Cari tempat beristirahat
Menghemat tenaga Kurangi perbedaan ketinggian Bandingkan sarana perjalanan

Lakukan penyucian hingga penghormatan dengan tenang

Setelah memasuki kompleks, perhatikan pergerakan pengunjung lain dan lakukan penyucian serta penghormatan secara berurutan.

Daripada terburu-buru sekadar mengikuti bentuk tata cara, utamakan mendekati tempat suci dengan hati yang tenang.

Ikuti papan petunjuk dan kondisi setempat di chōzuya

Jika chōzuya dapat digunakan, pastikan lebih dahulu cara yang tertera sebelum menyucikan diri.

Cara menggunakan gayung atau air mungkin berbeda dari biasanya, jadi jangan menilai hanya berdasarkan kebiasaan lama.

Jika ada petunjuk untuk tidak menggunakannya, jangan memaksa menyentuhnya; tenangkan hati lalu lanjutkan perjalanan.

Jaga urutan dan jarak di depan haiden

Tunggulah dengan jarak yang sesuai hingga orang di depan selesai memberi penghormatan, lalu maju ke hadapan tempat suci saat giliran Anda tiba.

Menyiapkan uang persembahan dan barang bawaan lebih dahulu akan mencegah Anda berhenti terlalu lama di depan haiden.

Jangan bandingkan isi doa Anda dengan orang lain; setelah selesai, berikan tempat kepada orang berikutnya.

Periksa goshuin dan benda suci setelah beribadah

Walau ingin menerima goshuin atau benda suci, alur yang wajar adalah beribadah di hadapan tempat suci terlebih dahulu, baru menuju tempat penyerahan.

Sebelum berkunjung, periksa informasi yang tersedia, lalu pastikan jam pelayanan dan caranya pada papan petunjuk di lokasi.

Jika ada orang yang menunggu, pastikan posisi antrean dan jangan menghalangi jalan di dalam kompleks.

Pahami sejarah melalui aliran kepercayaan, bukan hanya tokoh

Izusan-jinja memiliki sejarah yang diwariskan terkait kepercayaan kaum samurai.

Jangan hanya mengikuti nama tokoh terkenal; memikirkan mengapa tempat ini menjadi ruang untuk berdoa akan memperdalam pemahaman Anda.

Mulai dari kisah Minamoto no Yoritomo dan Hōjō Masako

Konon Minamoto no Yoritomo dan Hōjō Masako menaruh kepercayaan yang mendalam pada Izusan-jinja.

Jangan menyederhanakannya hanya sebagai kisah cinta; perhatikan juga keadaan Yoritomo dan arti doa bagi kaum samurai.

Jika penjelasan tentang tradisi dan fakta sejarah ditampilkan berdampingan, jangan mencampurnya sebagai fakta dengan tingkat kepastian yang sama; terimalah dengan menghormati ungkapan dalam petunjuk.

Pahami kepercayaan setempat melalui hubungannya dengan Hashiriyu

Untuk memahami kepercayaan Izusan-jinja, bukan hanya bangunan di lereng gunung yang penting; hubungannya dengan Hashiriyu di sisi laut juga menjadi petunjuk.

Dengan membayangkan bagaimana orang memandang air panas yang muncul alami sebagai sesuatu yang suci, Anda dapat melihat hubungan antara kawasan pemandian air panas dan kuil.

Jika Anda juga mengunjungi Hashiriyu, jangan menganggapnya sebagai bagian dari fasilitas yang sama; periksa syarat kunjungan dan rute perjalanan masing-masing.

Ketahui hubungan nama “Izu” dengan Sōtō Gongen

Izusan-jinja dahulu disebut “Izu no Miya” dan “Sōtō Daigongen”, serta telah dipuja sebagai dewa pelindung keberuntungan besar dan perjodohan.

Konon nama tempat “Izu” juga berasal dari berkah dewa Hashiriyu.

Bedakan peran bangunan suci dan pemandangan di kompleks

Saat menjumpai beberapa bangunan suci atau tempat menarik, daripada menghafal namanya, perhatikan apa yang dipuja dan di mana letaknya.

Jangan mendatangi semuanya dengan kecepatan yang sama; gunakan waktu untuk tempat yang menarik minat Anda.

Pastikan posisi dan area kunjungan pada peta petunjuk

Jika ada peta petunjuk, periksa posisi antarbangunan dan area yang berlanjut ke jalur gunung.

Jika menuju tempat ibadah di sisi gunung, jangan menganggapnya sekadar perpanjangan kompleks; cari tahu secara terpisah kondisi jalan dan perkiraan waktu tempuh.

Jika perlengkapan atau waktu tidak cukup, jangan memaksakan diri masuk lebih jauh dan batasi kunjungan di sekitar bangunan utama.

Pilih tempat yang diperhatikan sesuai tujuan

Sesuai tujuan kunjungan, Anda dapat mengubah tempat yang dilihat dan cara menghabiskan waktu di kompleks seperti berikut.

Minat Hal yang diperhatikan Cara menikmati waktu
Tata cara ibadah Alur penyucian dan penghormatan Menunggu giliran dengan tenang
Sejarah Hubungan asal-usul dan tokoh Membaca kembali petunjuk
Pemandangan Arah laut dan gunung Menikmati dari tempat aman

Jangan lupakan sikap hormat terhadap tempat ibadah

Izusan-jinja adalah tempat wisata sekaligus tempat untuk memanjatkan doa.

Walau menikmati foto dan percakapan, bertindaklah agar tidak mengganggu orang yang beribadah dan upacara Shinto.

Periksa tanda larangan dan keadaan sekitar sebelum memotret

Di sekitar bangunan utama dan tempat penyerahan benda suci, periksa papan petunjuk untuk memastikan lokasi yang boleh difoto.

Walau berada di tempat yang mengizinkan foto, jangan berdiri lama di hadapan tempat suci atau memotret orang lain dalam ukuran besar tanpa izin.

Saat memotret pemandangan, jangan memaksakan diri mendekati tepi tangga batu; tentukan komposisi dari tempat dengan pijakan stabil.

Berbicara pelan dan bergerak dengan tenang

Jangan berbicara keras di dalam kompleks, dan atur suara ponsel agar tidak terdengar ke sekeliling.

Jangan menyentuh tanaman, batu, atau benda persembahan; berjalanlah hanya di area yang diizinkan.

Sepakati pintu masuk dan tempat beristirahat bersama teman perjalanan agar tidak perlu saling memanggil dengan suara keras jika berpisah.

Sebelum keluar, periksa apakah ada barang tertinggal, ingat kembali anak tangga dan kondisi lalu lintas pada jalan yang dilalui, lalu mulailah perjalanan pulang.

Jika merasa lelah, kurangi rencana wisata setelahnya dan sisakan tenaga agar dapat berpindah dengan aman.

Ringkasan | Kunjungi Izusan-jinja sesuai kemampuan

Di Izusan-jinja, rasakan kepercayaan yang membentang ke laut dan gunung, serta lakukan penyucian hingga penghormatan dengan tenang.

Penting untuk memeriksa lebih dahulu beban tangga batu dan jalur gunung, lalu memilih area kunjungan sesuai stamina dan cuaca.

Saat menikmati sejarah dan pemandangan, jangan lupakan penghormatan terhadap tempat berdoa; resapi kompleks ini dengan langkah Anda sendiri.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Kuil Izusan adalah kuil kuno di Izusan, Kota Atami, dengan kawasan suci yang membentang dari Hashiriyu di sisi laut hingga Kuil Hongu di pegunungan. Dewa yang dipuja adalah Izusan Okami, yang dahulu juga dikenal sebagai Izu Daigongen atau Hashiriyu Daigongen. Dewa ini dipercaya memberikan keberuntungan besar, perlindungan dari kemalangan di segala arah, kemakmuran dan keharmonisan, serta jodoh; kuil ini juga dihormati oleh tokoh kalangan samurai seperti Minamoto no Yoritomo dan Tokugawa Ieyasu.
A. Kuil Izusan adalah tempat Minamoto no Yoritomo dan Hojo Masako bersama-sama berdoa untuk kebangkitan kembali klan Minamoto dan menaruh keyakinan mendalam. Asosiasi Pariwisata Kota Atami memperkenalkannya sebagai tempat keduanya menjalin ikatan, sehingga kuil ini juga dikenal untuk memohon jodoh. Selain melihat legenda percintaannya, memandang kuil ini sebagai tempat berdoa hingga Yoritomo mengalahkan klan Taira dan mendirikan Keshogunan Kamakura membantu memahami alasan kuil ini dihormati kalangan samurai.
A. Naiklah bus dari tempat naik bus nomor 4 di Stasiun JR Atami; perjalanan ke halte Izusan Jinja-mae memakan waktu sekitar 7 menit. Anda dapat menggunakan rute Nanao Danchi, rute melingkar Nanaohara, atau rute melingkar Izusan. Dari halte ke bangunan kuil terdapat 189 anak tangga batu, jadi periksa jadwal bus pulang terlebih dahulu, kenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan, dan sediakan waktu yang cukup.
A. Dari sekitar Hashiriyu di Pantai Izusan hingga bangunan utama Kuil Izusan terdapat 837 anak tangga batu. Dari halte Izusan Jinja-mae ke bangunan kuil terdapat 189 anak tangga, sedangkan dari Jalan Nasional 135 sekitar 600 anak tangga. Anda tidak perlu berjalan melewati semuanya; pilih titik awal sesuai kondisi fisik dan teman perjalanan, lalu beristirahat dengan mempertimbangkan tenaga untuk turun maupun naik.
A. Goshuin Kuil Izusan dapat diperoleh di kantor atau loket pemberian benda kuil dari 9:00 hingga 16:00. Situs resmi tidak mencantumkan besaran persembahan maupun jenis goshuin, sehingga tidak dapat dipastikan bahwa jumlahnya 300 yen atau hanya ada 1 jenis. Datanglah ke loket setelah bersembahyang dan siapkan uang tunai, termasuk uang receh, agar Anda dapat mengecek besaran persembahan dan cara pemberiannya pada pengumuman hari itu.
A. Informasi resmi mengenai kunjungan ke area Kuil Izusan tidak mencantumkan biaya masuk atau waktu penutupan gerbang. Loket yang menyediakan jimat dan goshuin buka dari 9:00 hingga 16:00, sedangkan pendaftaran upacara doa dilayani dari 9:30 hingga 14:30. Jika ingin memperoleh benda kuil atau mengikuti upacara doa, datanglah pada jam layanan yang sesuai dan sisakan waktu untuk mulai kembali sebelum tangga batu menjadi gelap.
A. Kuil Izusan memiliki tempat parkir untuk sekitar 30 mobil penumpang di samping bangunan kuil. Dari jalan kota tempat halte Izusan Jinja-mae berada, Anda dapat naik melalui jalan kecil di sebelah kiri kuil untuk menghindari tangga batu yang panjang. Bus besar tidak dapat parkir di sana. Jika khawatir dengan lebar jalan atau kepadatan di lokasi, menggunakan bus reguler dari Stasiun Atami akan memudahkan perencanaan.
A. Kuil Hongu berada di pegunungan pada ketinggian sekitar 390 m di atas permukaan laut; dari bangunan utama kuil, perjalanan melalui jalur gunung memakan waktu sekitar 1 jam, melewati tempat penghormatan dari kejauhan, Kuil Hakusan, dan Yui Myojin Honsha. Di sisi laut, Kuil Hashiriyu terletak sekitar 800 anak tangga di bawah bangunan utama dan meneruskan kepercayaan yang memuja mata air panas suci Hashiriyu sebagai dewa. Jika hendak ke Hongu, rencanakan perjalanan terpisah dari berjalan-jalan di area kuil dan siapkan perlengkapan serta waktu untuk menempuh jalur gunung.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.