Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Panduan Saihoji (Jogi Nyorai): Spot Wajib & Cara Berziarah

Panduan Saihoji (Jogi Nyorai): Spot Wajib & Cara Berziarah

Saihoji (Jogi Nyorai), kuil Sendai bersejarah klan Taira. Lihat Sanmon, Sadayoshido, Pagoda 5 Tingkat & Hondo—panduan ziarah lengkap untuk pemula.

Ringkasan Cepat

Sekilas Daya Tariknya

Jogi Nyorai Saihoji berdiri di pegunungan Aoba, Kota Sendai, sebagai tempat ziarah yang terkait dengan Klan Heike selama sekitar 800 tahun. Pengunjung dapat menikmati pagoda lima tingkat, Mausoleum Sadayoshi-do, dan sankaku-aburaage khas.

Sorotan Utama

Gerbang sanmon yang dibangun tahun 1932 (Showa 7), Sadayoshi-do (mausoleum Taira no Sadayoshi), pagoda lima tingkat setinggi sekitar 29 m, aula utama dengan patung utama Jogi Amida Nyorai, dan Tenno-zuka yang menyimpan peninggalan Kaisar Antoku.

Akses

Menuju Jogi Nyorai Saihoji: lebih dari 1 jam dengan rute 844/845/846 dari halte No. 14 terminal bus pintu barat Stasiun Sendai. Dengan mobil dari arah Stasiun Sendai sekitar 60 menit; tersedia parkir gratis 300 mobil.

Tiket Masuk & Jam Berdoa

Masuk gratis. Area aula utama buka pukul 7:45–16:15; area Sadayoshi-do dan pagoda lima tingkat pukul 8:00–16:15.

Estimasi Waktu

Jika berjalan perlahan sambil berdoa, sekitar 60–90 menit, sehingga bisa berkeliling kompleks dengan santai.

Etika & Catatan Berdoa

Di dalam aula dan tempat berdoa bersikap tenang dan jangan menghalangi alur upacara doa. Saat memotret, perhatikan sekitar; drone tanpa izin dilarang.

Pengalaman

Mengikuti upacara doa harian untuk keselamatan keluarga, jodoh baik, dan keselamatan di jalan; menyalin sutra di Sadayoshi-do; serta menikmati sankaku-aburaage khas di jalan menuju kuil.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Miyagi

Apa Itu Jōgi Nyorai Saihō-ji?

Gokurakuzan Saihō-ji adalah kuil aliran Jōdo-shū yang terletak di Ōkura, Aoba-ku, Sendai, dan dikenal dengan nama akrab "Jōgi Nyorai" atau "Jōgi-san" sebagai tempat berdoa.

Memuja Amida Nyorai (Buddha Amitābha) yang berkaitan dengan klan Taira, tempat ini telah lama diwariskan sebagai tempat berdoa masyarakat.

Tempat ini telah menjadi pusat kepercayaan selama sekitar 800 tahun.

Nama "Jōgi" dikatakan berasal dari Taira no Sadayoshi, pengikut utama klan Taira yang berlindung di tempat ini setelah Pertempuran Dan-no-ura, yang mengubah namanya sendiri menjadi "Jōgi" untuk menghindari perhatian publik.

Kemudian, pada tahun Hōei ke-3 (1706), kuil ini didirikan sebagai "Gokurakuzan Saihō-ji" oleh Hayasaka Genbē Ryōnen.

Jika Anda berjalan setelah mengetahui sejarahnya, makna bangunan dan doa di dalam area kuil lebih mudah dipahami.

Daya Tarik Wajib Lihat di Jōgi Nyorai Saihō-ji

Di area kuil terdapat sanmon (gerbang utama), shōrō-dō (menara lonceng), Goibyō Sadayoshi-dō, temizuya, dan tempat penerimaan jimat, serta dilanjutkan dengan pagoda lima tingkat dan Dai-hondō (bangunan utama besar) sebagai daya tariknya.

Tempat ini juga patut dilihat sebagai arsitektur yang mewariskan teknik Kesen Daiku (para tukang kayu ahli Kesen) hingga saat ini.

Jika ini kunjungan pertama Anda, mulailah dari gerbang, dan saat masuk lebih dalam, sadari alur menuju pusat doa—ini akan memudahkan Anda berjalan.

Sanmon adalah Pintu Masuk yang Pertama Harus Diperhatikan

Sanmon adalah gerbang bergaya rōmon yang pertama menyambut pengunjung yang datang beribadah.

Didirikan pada tahun Shōwa ke-7 (1932) dengan desain dan pengerjaan Hanawa Kikuzō dari Kesen Daiku, ukiran-ukiran detail seperti patung Kongō Rikishi, Bodhisattva Seshin dan Mujaku, karajishi, dan tiga monyet juga menjadi daya tarik.

Penampilannya yang penuh dekorasi mengesankan, dan hanya dengan berdiri di pintu masuk Anda dapat merasakan suasana area kuil.

Sadayoshi-dō Adalah Tempat yang Mudah Merasakan Sejarah dengan Tenang

Goibyō Sadayoshi-dō adalah rokkakudō (paviliun segi enam) yang berdiri di atas makam Taira no Sadayoshi.

Bentuknya saat ini dicapai pada tahun Shōwa ke-2 (1927), dan hingga tahun Heisei ke-11 (1999) digunakan sebagai hondō (bangunan utama).

Saat ini mudah untuk menyatukan tangan dalam doa dengan tenang, dan juga diperkenalkan sebagai tempat shakyō (menulis sutra).

Pagoda Lima Tingkat dan Dai-hondō Sangat Mengubah Kesan Area Kuil

Pagoda lima tingkat adalah pagoda setinggi sekitar 29 meter yang selesai pada tahun Shōwa ke-61 (1986) sebagai simbol doa untuk perdamaian abadi umat manusia.

Setiap tanggal 7 dari bulan Maret hingga November diadakan gokaichō (pembukaan khusus), dan Anda dapat bersembahyang di hadapan honzon (patung utama) dari depan.

Dai-hondō yang berada di depannya adalah bangunan dengan honzon Jōgi Amida Nyorai, yang dipercaya dapat mengabulkan satu permohonan sekali seumur hidup, dan doa dilakukan setiap hari.

Pengunjung yang tidak menerima doa pun dapat beribadah di dalam bangunan.

Itinerary Jōgi Nyorai Saihō-ji untuk Kunjungan Pertama

Pertama, lewati sanmon, lalu tenangkan hati di area temizuya, kemudian lanjutkan ke Sadayoshi-dō, Dai-hondō, dan pagoda lima tingkat—dengan demikian Anda akan menangkap alur area kuil secara alami.

Jika ingin berjalan dengan saksama dan beribadah, siapkan sekitar 60-90 menit secara keseluruhan agar dapat berkeliling dengan santai.

Perkiraan Saat Berjalan

  • Yang dilihat di sisi pintu masuk: Sanmon, shōrō-dō, temizuya
  • Tempat merasakan sejarah: Sadayoshi-dō, Tennōzuka
  • Pusat doa: Dai-hondō
  • Tempat menikmati perubahan pemandangan: Sekitar pagoda lima tingkat

Di Tennōzuka, ada gundukan yang dikatakan sebagai tempat peninggalan Kaisar Antoku dikubur untuk mendoakan ketenangan jiwanya, dan dua pohon keyaki yang berdiri di sampingnya yang tumbuh menyatu seperti satu pohon telah dipuja sebagai pohon suci pengikat jodoh.

Tidak hanya pengikat jodoh, tempat ini juga dikenal sebagai tempat yang dikunjungi oleh mereka yang ingin memiliki anak.

Karena ini adalah tempat yang berkaitan dengan kepercayaan, lebih aman untuk melihat pergerakan jamaah di sekitar sebelum mengambil foto.

Merasakan Budaya Doa melalui Doa dan Shakyō

Ciri khas Jōgi Nyorai Saihō-ji adalah tidak hanya melihat bangunan, tetapi juga masih hidup sebagai tempat berdoa hingga kini.

Di Dai-hondō, doa dilakukan setiap hari.

Layanan doa mencakup berbagai permohonan seperti keselamatan keluarga, kesehatan tubuh, perjodohan, keselamatan lalu lintas, dan lainnya.

Jika waktunya cocok, mengikuti layanan doa selain sekadar beribadah dapat membantu Anda merasakan lebih dekat budaya doa yang dilestarikan kuil ini.

Selain itu, Sadayoshi-dō diperkenalkan sebagai tempat shakyō, juga cocok untuk mereka yang ingin menghabiskan waktu dengan tenang setelah berkeliling area kuil.

Ini adalah tempat yang cocok bagi mereka yang ingin memiliki waktu tenang, berbeda dari perjalanan mengunjungi tempat wisata yang ramai.

Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Akses ke Jōgi Nyorai Saihō-ji

Lokasinya di Ōkura aza Jōge 1, Aoba-ku, kota Sendai, Prefektur Miyagi, dan harga tiket masuk gratis.

Jam buka gerbang: area Dai-hondō pukul 7:45-16:15, area Sadayoshi-dō dan area pagoda lima tingkat pukul 8:00-16:15.

Jika menggunakan transportasi umum, dari peron 14 Terminal Bus Stasiun Sendai Pintu Barat, naik bus ke arah Jōgi (jalur 844, 845, 846).

Waktu tempuh sekitar 1 jam lebih.

Dengan mobil, sekitar 60 menit dari arah Stasiun Sendai, dan Anda dapat menggunakan tempat parkir gratis di area kuil (sekitar 300 mobil).

Pada musim dingin kemungkinan ada salju dan es, jadi perlu perhatian dalam berkendara seperti memasang ban musim dingin.

Kuliner Khas Jōgi yang Ingin Dinikmati di Sepanjang Jalan Menuju Kuil

Di sepanjang jalan menuju kuil, berjejer toko-toko yang menjual "sankaku aburaage" (tahu goreng segitiga) yang dikenal sebagai kuliner khas Jōgi, dan Anda dapat menikmati yang baru digoreng dengan shichimi atau kecap.

Cocok sebagai pengisi perut sebelum dan sesudah ibadah, atau untuk istirahat sejenak setelah berkeliling area kuil.

Poin yang Perlu Diperhatikan di Lokasi

  • Bertindak dengan tenang di dalam bangunan dan tempat berdoa
  • Jangan menghalangi jalur orang yang sedang menjalani doa
  • Pemotretan drone pada dasarnya dilarang tanpa izin
  • Periksa fasilitas dan cendera mata sesuai panduan di lokasi

Di Dai-hondō, pengguna kursi roda juga dapat menerima doa, dan di bangunan kantor kuil ada toilet untuk kursi roda.

Ini adalah tempat yang mengutamakan perhatian terhadap jamaah, jadi berjalan dengan perasaan yang sedikit lebih tenang daripada wisata biasa akan membuat Anda lebih menyatu dengan suasananya.

Kesimpulan

Jōgi Nyorai Saihō-ji adalah kuil di mana Anda dapat merasakan sekaligus sejarah yang berkaitan dengan klan Taira, kedalaman kepercayaan rakyat, dan alur area kuil yang berlanjut dari sanmon hingga Dai-hondō.

Dengan melangkah keluar dari pusat kota Sendai, dan tidak hanya melihat bangunan tetapi juga memperhatikan suasana sebagai tempat berdoa, pesona tempat ini akan lebih tersampaikan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Gokurakuzan Saihoji adalah kuil aliran Jodo di Distrik Aoba, Kota Sendai, Prefektur Miyagi, yang sejak sekitar 800 tahun dikenal sebagai "Jogi Nyorai" atau "Jogi-san". Asal-usulnya bermula ketika Taira no Sadayoshi, vasal utama klan Taira yang melarikan diri pasca Pertempuran Dan-no-Ura, mengabadikan Amitabha Tathagata; secara historis nama "Sadayoshi" dibaca onyomi sebagai "Jogi" oleh penduduk lokal.
A. Patung utama Jogi Amida Nyorai dikenal dengan keberkahan untuk mengabulkan satu permohonan besar dalam hidup, dan menarik peziarah dari seluruh Jepang untuk berdoa tentang jodoh, anak, dan persalinan. Menurut adat lama setempat, daripada berdoa berulang-ulang, pengunjung dianjurkan memusatkan hati pada satu permohonan paling tulus ketika datang berziarah.
A. Tidak ada biaya masuk; area Daihondo buka 7:45–16:15 dan area Sadayoshi-do serta pagoda lima tingkat buka 8:00–16:15. Pendaftaran doa ditutup sedikit sebelum jam tutup, jadi jika ingin mendaftar sebaiknya tiba di Daihondo paling lambat sekitar pukul 15:30 agar bisa beribadah dengan tenang.
A. Naik Bus Kota Sendai jurusan Jogi (rute 844, 845, 846) dari peron 14 area bus Pintu Keluar Barat Stasiun Sendai sekitar 75 menit, lalu turun di halte terakhir "Jogi"; tarif sekali jalan 1.160 yen. Karena bus hanya 1–2 kali per jam, sebaiknya catat juga jadwal kembali sebelum naik agar tidak menunggu lama di halte setelah berziarah.
A. Dari arah Stasiun Sendai melalui Rute Nasional 457 sekitar 60 menit, dan tersedia parkir gratis untuk sekitar 300 mobil. Jalan pegunungan dapat tertutup salju atau es di musim dingin, jadi pada Desember–Maret sebaiknya bawa ban studless atau rantai, dan terutama waspadai jalan beku saat pagi hari.
A. Rute klasik adalah Sanmon → menara lonceng → Sadayoshi-do → Daihondo → pagoda lima tingkat → Tennozuka, dengan estimasi waktu 60–90 menit. Dalam area kuil terdapat lereng landai dan tangga batu yang tersebar, dan dari Sadayoshi-do ke pagoda lima tingkat jaraknya cukup jauh, jadi mengenakan sneaker yang nyaman akan membantu Anda mencapai pagoda dengan lebih mudah.
A. Goshuin (kaligrafi peringatan kunjungan kuil) bisa diterima di kantor pemberkatan Daihondo, dan tersedia beberapa jenis termasuk goshuin biasa, goshuin Sadayoshi-do, dan goshuin pagoda lima tingkat. Goshuin Sadayoshi-do kadang juga dibagikan di depan Sadayoshi-do pada hari tertentu, dan tersedia buku goshuin berlatar putih dengan lambang kuil emas; memeriksa lokasi pemberian sebelum berziarah akan memudahkan rute.
A. Di "Jogi Tofu-ten" depan kuil, abura-age Jogi berbentuk segitiga yang baru digoreng dijual 180 yen per lembar, dan paket 4 lembar 720 yen. Cara umum makannya adalah menambahkan shichimi dan kecap di tempat; abura-age yang baru digoreng menonjolkan aroma kulit dan kelembutan bagian dalamnya, jadi sebaiknya nikmati di lokasi terlebih dahulu sebelum membeli untuk dibawa pulang.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.