Cara memilih 15 tempat wisata rekomendasi di Kagawa
Untuk menikmati tempat-tempat populer tanpa terburu-buru, penting untuk mengelompokkan tempat-tempat di area yang sama dan menentukan prioritas antara taman, sejarah, pemandangan laut, dan wisata pulau.
Daripada menjejalkan pulau dan sisi daratan utama dalam satu hari, membaginya ke dalam jadwal yang berbeda membuat Anda bisa menikmatinya dengan tenang.
Jadikan Takamatsu sebagai titik awal dan gabungkan tempat wisata per area
Pusat kota Takamatsu mudah untuk berkeliling taman dan reruntuhan kastel, sementara di arah Kotohira, Marugame, dan Sakaide Anda bisa memadukan kuil dan wihara, kastel, serta pemandangan Jembatan Seto Ōhashi.
Chichibugahama dan Taman Kotohiki berada di sisi barat yang disebut Seisan, sehingga pada hari yang bertujuan menikmati matahari terbenam, merencanakan dengan berfokus pada area sekitarnya akan memudahkan pergerakan.
Tentukan prioritas tempat wisata berdasarkan tema perjalanan
Tempat yang sebaiknya dipilih berbeda-beda bagi orang yang ingin mengamati cagar budaya dengan saksama, orang yang ingin berfoto, dan orang yang ingin menghabiskan waktu bersama anak.
Tabel berikut merangkum ciri khas 15 tempat dan jenis wisatawan yang cocok untuk masing-masing.
| Tempat | Ciri khas | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Taman Ritsurin | Taman bergaya bangsawan | Taman·foto |
| Taman Tamamo | Parit air laut | Reruntuhan kastel·sejarah |
| Yashima | Panorama Laut Pedalaman Seto | Pemandangan·jalan santai |
| Museum Shikoku Mura | Museum terbuka rumah tua | Arsitektur·folklor |
| Kuil Kotohira-gū | Jalan tangga batu | Berdoa·berjalan keliling kota |
| Kastel Marugame | Tembok batu dan menara utama asli | Kastel·panorama |
| Kuil utama Zentsū-ji | Terkait Kōbō Daishi | Budaya Buddha |
| Taman Peringatan Seto Ōhashi | Pemandangan jembatan dan laut | Arsitektur·keluarga |
| Chichibugahama | Pantulan di genangan pasang surut | Matahari terbenam·foto |
| Zenigata Sunae | Lukisan pasir raksasa | Panorama·sejarah |
| Naoshima | Seni kontemporer | Seni·wisata pulau |
| Angel Road | Jalan yang muncul mengikuti air laut | Pemandangan laut |
| Taman Zaitun Shodoshima | Zaitun dan kincir angin | Foto·jalan santai |
| Kankakei | Ngarai dan batu unik | Alam·daun musim gugur |
| Akuarium Shikoku | Pameran lanskap perairan Shikoku | Keluarga·hari hujan |
Tempat wisata taman·reruntuhan kastel·sejarah yang ingin dikunjungi di Takamatsu
Di Takamatsu, Anda bisa membandingkan budaya bangsawan zaman Edo, kastel yang terkait dengan Laut Pedalaman Seto, dan budaya kehidupan berbagai daerah di Shikoku dalam satu area.
1. Taman Ritsurin, Tempat Pemandangan Indah Istimewa|taman bergaya bangsawan untuk menyusuri kolam dan bukit buatan
Taman Ritsurin (Ritsurin-kōen) adalah taman cagar budaya yang ditetapkan sebagai Tempat Pemandangan Indah Istimewa tingkat nasional pada tahun 1953, tempat kolam, bukit buatan, dan pohon pinus yang terawat rapi berpadu dengan latar Gunung Shiun (Shiun-zan).
Dengan luas total sekitar 75 hektare termasuk Gunung Shiun, taman ini meraih penilaian tertinggi tiga bintang dalam Michelin Green Guide Japon, dan dibangun selama lebih dari seratus tahun sebagai kediaman kedua para penguasa domain Takamatsu.
Karena sudut pemandangan berubah setiap kali Anda melangkah di jalur taman, pemahaman Anda akan semakin mendalam jika tidak berhenti hanya di sekitar pintu masuk, melainkan mengamati komposisi keseluruhan taman dari jembatan dan tepi air.
Biaya masuk dan jam buka dapat berubah menurut musim, jadi periksalah informasi di situs web resmi sebelum berkunjung.
2. Reruntuhan Kastel Takamatsu (situs bersejarah)·Taman Tamamo|reruntuhan kastel yang terhubung dengan laut
Taman Tamamo (Tamamo-kōen) adalah taman yang ditata di atas reruntuhan Kastel Takamatsu, sebuah situs bersejarah tingkat nasional, dengan ciri khas parit yang mengalirkan air laut dari Laut Pedalaman Seto secara langsung.
Kastel Takamatsu termasuk salah satu dari tiga kastel air besar Jepang bersama Kastel Imabari dan Kastel Nakatsu, sebuah kastel laut sejati yang dibangun oleh Ikoma Chikamasa.
Saat berjalan sambil mengamati menara jaga (yagura), gerbang, dan taman, Anda bisa membayangkan betapa dalam kaitan Kastel Takamatsu dengan transportasi laut.
Periksalah informasi resmi terlebih dahulu mengenai status acara dan pembukaan fasilitas.
3. Yashima|titik pandang yang menyuguhkan Laut Pedalaman Seto dan pusat kota Takamatsu
Yashima dikenal sebagai panggung Perang Genpei dan merupakan tempat berpemandangan indah yang dari puncaknya Anda bisa memandang pusat kota Takamatsu serta pulau-pulau Laut Pedalaman Seto.
Tak hanya panorama, dengan menyusuri Yashima-ji, kuil ke-84 ziarah Shikoku, bersama situs bersejarah dan fasilitas pertemuan modern “Yashima-ru”, Anda bisa merasakan budaya Yashima yang berlapis dari zaman kuno hingga kini.
Puncaknya mudah terpengaruh cuaca, sehingga sepatu yang nyaman untuk berjalan dan pakaian yang mudah menyesuaikan suhu tubuh sangat cocok.
4. Museum Shikoku Mura|belajar tentang kehidupan Shikoku melalui rumah-rumah tua
Museum Shikoku Mura (Shikoku-mura) adalah museum terbuka tempat Anda bisa mengunjungi rumah dan bengkel kerja yang dipindahkan dan direstorasi dari berbagai penjuru Shikoku.
Bukan hanya tampak luar bangunannya, saat mengamati balok (hari), peralatan, dan struktur yang berbeda menurut daerah, tersampaikanlah kearifan hidup yang menyesuaikan diri dengan iklim dan pekerjaan.
Karena Anda berjalan di jalan menanjak terbuka dan di alam, pada hari hujan berhati-hatilah dengan pijakan dan ikuti petunjuk mengenai area yang boleh dimasuki serta penutupan sementara.
Tempat wisata untuk menikmati sejarah dan pemandangan jembatan di Kotohira·Marugame·Sakaide
Bagian tengah Prefektur Kagawa menghimpun kota ziarah, kastel bertembok batu, kuil yang terkait dengan Kōbō Daishi, dan taman tempat mempelajari Jembatan Seto Ōhashi.
Di kuil dan wihara, berdoalah dengan tenang sambil menyadari bahwa tempat ini bukan hanya objek wisata, melainkan juga tempat keimanan.
5. Kuil Kotohira-gū|berdoa dengan menaiki 785 anak tangga batu
Kuil Kotohira-gū akrab dikenal dengan nama “Konpira-san”, sebuah kuil yang jalan menuju berdoanya berupa 785 anak tangga batu membentang dari kota depan gerbang hingga ke kuil utama.
Dewa utama yang dipuja adalah Ōmononushi-no-Kami, yang diimani sebagai dewa pertanian dan pelindung laut, dan Kaisar Sutoku juga dipuja bersamanya.
Jika melangkah lebih jauh hingga kuil dalam (Kuil Izutama-jinja), anak tangga batunya mencapai 1.368 anak tangga, sehingga sebaiknya tentukan sejauh mana Anda berdoa sesuai dengan kondisi fisik.
Jika Anda juga memperhatikan bangunan dan persembahan di sepanjang jalan, Anda bisa merasakan penyebaran keimanan yang telah menghimpun para peziarah dari berbagai daerah.
Naiki anak tangga batu dengan sepatu antiselip, dan saat lelah jangan memaksakan diri untuk terus maju, tetapi berdoalah sesuai dengan kondisi fisik Anda sendiri.
6. Kastel Marugame|melihat tembok batu tertinggi di Jepang dan menara utama asli
Kastel Marugame (Marugame-jō) disebut “kastel tembok batu”, dan tembok batunya yang disusun empat tingkat dengan tinggi total sekitar 60 meter dikenal sebagai yang tertinggi di Jepang.
Menara utamanya adalah salah satu dari dua belas menara utama asli yang tersisa sejak zaman Edo, dan mewariskan hingga kini sejarah kastel yang dibangun sejak era klan Ikoma.
Dengan mengamati lekuk tembok batu dari bawah dan menikmati perubahan sudut pandang sambil menaiki bagian dalam kastel, Anda bisa memahami pembangunan kastel yang memanfaatkan kontur medan.
Karena jalan menuju area sekitar menara utama menanjak, pada musim panas perhatikanlah istirahat dan asupan cairan.
7. Kuil utama Zentsū-ji|berdoa di tempat kelahiran Kōbō Daishi Kūkai
Kuil utama Zentsū-ji adalah kuil utama aliran Zentsū-ji dari mazhab Shingon, sekaligus kuil ke-75 ziarah 88 tempat suci Shikoku.
Kompleksnya terbagi menjadi Bangsal Timur yang memiliki kompleks bangunan kuil (garan) dan Bangsal Barat yang berpusat pada Tanjō-in yang dibangun di tempat kelahiran Kūkai; di sini Anda bisa menyentuh keimanan yang terkait dengan Kōbō Daishi Kūkai, yang lahir pada tahun 774, serta lanskap kuil dengan deretan bangunan dan pagoda.
Boleh atau tidaknya memotret dan memasuki bagian dalam bangunan berbeda-beda menurut tempatnya, jadi periksalah papan pengumuman dan petunjuk kuil, serta bersikaplah tenang selama upacara.
8. Taman Peringatan Seto Ōhashi|mengenal struktur jembatan dan Laut Pedalaman Seto
Taman Peringatan Seto Ōhashi adalah taman tepi laut di Bannosu, Kota Sakaide, tempat Anda bisa berjalan santai secara gratis sambil memandang Jembatan Seto Ōhashi.
Di dalam taman yang ditata untuk memperingati pembukaan Jembatan Seto Ōhashi pada tahun 1988, Anda bisa mempelajari pekerjaan pembangunan jembatan dan strukturnya melalui film layar penuh dan pameran di Balai Peringatan Seto Ōhashi.
Dari menara pandang berputar Seto Ōhashi Tower, Anda bisa menikmati panorama 360 derajat pada ketinggian 108 meter dari permukaan tanah.
Bukan sekadar memandang jembatan sebagai pemandangan, dengan mengenal teknologi pembangunannya dan perannya menghubungkan Honshu dengan Shikoku, Anda pun dapat memahami Kagawa lebih mendalam sebagai gerbang perjalanan.
Balai peringatan dan taman memiliki jam buka dan hari tutup yang berbeda, jadi periksalah informasi masing-masing sebelum berkunjung.
Tempat wisata untuk menyusuri matahari terbenam dan pemandangan pesisir di Seisan
Di bagian barat Prefektur Kagawa, Anda bisa menikmati pemandangan pesisir yang nuansanya berubah menurut pasang surut air laut dan arah matahari terbenam.
Alih-alih tergesa-gesa hanya demi foto, penting untuk memberi diri kelonggaran waktu sesuai kondisi alam dan bertindak untuk menjaga lingkungan pantai berpasir dan titik pandang.
9. Chichibugahama|memotret matahari terbenam yang terpantul di genangan pasang surut
Chichibugahama adalah pantai berpasir sepanjang sekitar 1 km di kawasan Nio, Kota Mitoyo, sebuah pesisir tempat Anda bisa memotret pantulan langit dan orang di genangan yang terbentuk saat air surut.
Cara pemandangan terpantul di permukaan air diibaratkan dengan Danau Garam Uyuni di Bolivia, Amerika Selatan, dan terpilih pula ke dalam “100 Matahari Terbenam Terindah Jepang”.
Mudah tidaknya pantulan terlihat dipengaruhi oleh ketinggian air, angin, kondisi permukaan air, dan keadaan langit, jadi periksalah panduan waktu terbaik resmi saat air surut bertepatan dengan matahari terbenam sebelum berkunjung.
Saat memotret, memegang kamera pada posisi rendah memudahkan memanfaatkan permukaan air, tetapi hal mendasarnya adalah tidak menghalangi jalur orang di sekitar dan tidak meninggalkan sampah di pantai.
10. Zenigata Sunae “Kan'ei Tsūhō”|memandang dari titik pandang di Taman Kotohiki
Zenigata Sunae adalah lukisan pasir raksasa berbentuk koin “Kan'ei Tsūhō” yang digambar di pasir Pantai Ariakehama.
Berupa lonjong sepanjang 122 meter dari timur ke barat, 90 meter dari utara ke selatan, dan berkeliling 345 meter, konon dibuat dalam satu malam oleh penduduk setempat pada tahun ke-10 era Kan'ei (tahun 1633).
Disusun sedemikian rupa sehingga terlihat sebagai lingkaran sempurna bila dipandang dari titik pandang di puncak Taman Kotohiki, sehingga Anda bisa menikmati alam pesisir sekaligus kisah yang diwariskan di daerah tersebut.
Di titik pandang, jangan melewati pagar, dan saat ramai, bertenggang rasalah dengan tidak menempati tempat yang sama dalam waktu lama.
Pemandangan pesisir dapat dinikmati dengan cara berbeda menurut waktu, seperti berikut.
| Waktu | Tempat yang sesuai | Cara menikmati |
|---|---|---|
| Pagi | Taman Kotohiki | Jalan santai yang tenang |
| Siang | Zenigata Sunae | Mengamati kontur medan |
| Sore | Chichibugahama | Mengamati ketinggian air dan cahaya |
Tempat wisata untuk menyentuh seni kontemporer dan kehidupan pulau di Naoshima
Di Naoshima, bukan hanya museum seni dan karya luar ruang, tetapi pemandangan pelabuhan dan permukiman itu sendiri pun menjadi bagian dari pengalaman menikmati karya.
Karena pulau ini juga merupakan tempat tinggal warga, berjalanlah dengan menyeimbangkan menikmati karya dan kepedulian terhadap komunitas.
11. Naoshima|pulau seni untuk menyusuri museum·Honmura·Miyanoura
Area wisata utama Naoshima terbagi menjadi kawasan museum tempat berkumpulnya Chichu Art Museum dan Benesse House Museum, kawasan Honmura yang memiliki Art House Project, serta kawasan Miyanoura yang dikenal dengan labu merah.
Dengan memadukan seni kontemporer, arsitektur, karya yang memanfaatkan rumah tua, dan pemandangan pelabuhan, Anda bisa merasakan sejarah pulau dan kegiatan kreatif masa kini secara utuh.
Bahkan pada karya luar ruang pun ada yang tidak boleh disentuh, dan yang penting adalah tidak memasuki tanah pribadi atau jalan permukiman tanpa izin.
Wisata Naoshima sebaiknya memeriksa lebih dulu hari buka dan cara perpindahan
Fasilitas di pulau memiliki hari libur dan cara pemesanan yang berbeda-beda, dan pengoperasian kapal serta bus lokal juga sangat memengaruhi jadwal perjalanan.
Jika lebih dulu mempersempit karya yang ingin dilihat lalu menghitung mundur dari waktu kembali ke pelabuhan, Anda bisa menikmatinya tanpa tergesa-gesa berpindah.
Meski menggunakan sepeda sewaan, tetap berhati-hatilah terhadap tanjakan, pejalan kaki, dan kendaraan setempat, serta gunakan tempat parkir sepeda yang ditentukan.
Menikmati tempat wisata alam·ramah keluarga di Shodoshima dan Utazu
Shodoshima adalah pulau tempat Anda bisa sekaligus menikmati jalur air laut, pemandangan zaitun, dan keindahan ngarai, sementara Utazu memiliki akuarium yang mudah disinggahi tanpa memandang cuaca.
Karena objek-objek wisata di pulau berjauhan, aturlah lebih dulu cara perpindahan seperti pelabuhan, bus lokal, dan mobil sewaan.
12. Angel Road|jalan pasir yang muncul mengikuti pasang surut air laut
Angel Road adalah tempat berpemandangan indah tempat, ketika air surut, muncul jalan pasir yang menuju pulau di lepas pantai, dan disebut juga “jalan setapak malaikat”.
Waktu yang bisa dilalui berubah tiap hari, sehingga perlu memeriksa tabel pasang surut resmi dan bertindak dengan mempertimbangkan pula waktu kembali.
Batu dan pasir yang basah mudah membuat terpeleset, dan jika ada pembatasan masuk, ikutilah petunjuk di lokasi.
13. Rest area Taman Zaitun Shodoshima|memandang kincir angin dan laut
Di Taman Zaitun Shodoshima, Anda bisa menikmati pemandangan berlatar kebun zaitun, kincir angin Yunani berwarna putih, dan Laut Pedalaman Seto.
Sambil berjalan di dalam taman, ini adalah tempat Anda bisa merasakan iklim sejuk dan suasana tenang Shodoshima, yang dianggap sebagai tempat lahirnya budi daya zaitun di Jepang.
Properti untuk berfoto dan layanan tiap fasilitas dapat berubah, jadi jika ada pengalaman yang ingin Anda coba, periksalah informasi resmi.
14. Kankakei|memandang batu unik dan pemandangan ngarai sepanjang musim
Kankakei adalah tempat berpemandangan indah di Shodoshima yang termasuk salah satu dari tiga ngarai terindah di Jepang, tempat Anda bisa menikmati tebing batu, batu unik, dan warna gunung yang berubah tiap musim.
Selain memandang dari kereta gantung yang menghubungkan puncak dengan Stasiun Kōun, di titik pandang dan jalur jalan santai Anda juga bisa menjumpai pemandangan dari sudut pandang yang berbeda.
Puncak keindahan daun musim gugur biasanya sekitar awal November hingga akhir November, dan saat ngarai bersemu merah dan kuning, jumlah pengunjung menjadi sangat banyak.
Saat angin kencang atau cuaca buruk dapat memengaruhi transportasi dan operasional fasilitas, jadi periksalah status pengoperasian dan petunjuk jalur pejalan kaki pada hari itu.
15. Akuarium Shikoku|mengenal lanskap perairan berbagai daerah Shikoku di dalam gedung
Akuarium Shikoku berada di Kota Utazu, sebuah akuarium bertema “akuarium yang menjelajahi Shikoku” dengan mengangkat Laut Pedalaman Seto, Samudra Pasifik, sungai-sungai Shikoku, dan lainnya.
Mudah dipadukan dengan wisata tepi laut, dan bahkan saat membawa anak atau di hari hujan pun Anda bisa belajar tentang lingkungan alam Shikoku.
Pameran dan program dapat berubah tergantung kondisi kesehatan satwa dan cuaca, jadi periksalah jadwal resmi pada hari itu.
Ringkasan|mari menikmati tempat wisata rekomendasi di Kagawa berdasarkan area
Pada perjalanan pertama ke Kagawa, menjadikan tempat-tempat favorit di sisi daratan utama sebagai poros, seperti Taman Ritsurin dan Taman Tamamo di Takamatsu serta kuil Kotohira-gū di Kotohira, memudahkan Anda memahami sejarah dan budaya daerah.
Jika mengutamakan matahari terbenam pilihlah Chichibugahama, jika seni kontemporer pilihlah Naoshima, dan jika ingin alam serta pemandangan khas pulau pilihlah Shodoshima, dan menyusunnya sebagai hari terpisah agar ada kelonggaran waktu adalah pilihan yang realistis.
Di kuil, wihara, dan permukiman bertindaklah dengan tenang, di pesisir jagalah lingkungan alam, dan berangkatlah setelah memeriksa informasi kapal·ketinggian air·jam buka di situs web resmi.











Ulasan (0)