Cara Memilih dari 10 Kuil Shinto dan Kuil Buddha Terbaik di Kagawa
Menyusuri kuil Shinto dan kuil Buddha di Kagawa akan terasa jauh lebih bermakna jika kamu tidak hanya melihat popularitas, tetapi memadukan tiga budaya berbeda: Shinto, Buddha, dan ziarah Shikoku.
Daftar berikut bukan peringkat, melainkan untuk membandingkan tempat-tempat sesuai tujuan perjalananmu.
Berikut ringkasan jenis tiap tempat dan aspek budaya yang perlu diperhatikan.
| Nama | Jenis | Sorotan | Cocok untuk perjalanan |
|---|---|---|---|
| Kotohira-gu | Kuil Shinto | Ziarah Konpira | Pertama kali ke Kagawa |
| Kuil utama Zentsu-ji | Kuil | Tempat lahir Kukai | Fokus sejarah |
| Tamura-jinja | Kuil Shinto | Ichinomiya Sanuki | Budaya kuil Shinto |
| Iwaseo Hachiman-gu | Kuil Shinto | Dewa pelindung Takamatsu | Jalan-jalan kota |
| Sanuki Kokubun-ji | Kuil | Kuil ke-80 | Pengenalan ziarah |
| Negoro-ji | Kuil | Kuil gunung Goshikidai | Alam dan ibadah |
| Yashima-ji | Kuil | Kuil ke-84 | Wisata Yashima |
| Yakuri-ji | Kuil | Kuil Goken-zan | Pemandangan puncak |
| Shido-ji | Kuil | Kuil tua tepi laut | Jalan-jalan Tosan |
| Okubo-ji | Kuil | Kuil penutup | Budaya ziarah |
Jika Baru Pertama ke Kagawa, Pilih Kuil Shinto dan Kuil yang Ikonik
Jika ingin merasakan sekaligus pengalaman ibadah khas Kagawa, jadikan Kotohira-gu (Kotohira-gū) dan kuil utama Zentsu-ji (Zentsū-ji) sebagai poros, sehingga kamu bisa menyentuh baik kepercayaan kuil Shinto maupun kepercayaan kepada Kobo Daishi.
Keduanya berada di kawasan Kotohira (Kotohira) dan Zentsuji, berjarak nyaman untuk ditempuh dengan mobil, sehingga cocok untuk itinerary hari pertama jika ingin merasakan budaya keagamaan Kagawa secara efisien.
Jika Tertarik dengan Ziarah Shikoku, Perhatikan Nomor Kuilnya
88 Tempat Suci Shikoku memiliki nomor kuil dari ke-1 hingga ke-88, dan di Kagawa, 23 kuil dari ke-66 hingga ke-88 disebut "Dojo Nirwana" (Nehan no Dōjō).
Karena Sanuki Kokubun-ji (ke-80) hingga Okubo-ji (ke-88) yang diperkenalkan dalam artikel ini berada di bagian akhir ziarah, kamu bisa bepergian dengan perasaan menutup perjalanan ziarah.
Jika Ingin Menikmati Pemandangan Alam Juga, Padukan Kuil Gunung
Pada kuil-kuil di kawasan pegunungan Goshikidai, Yashima, Goken-zan, dan Tosan (Tōsan), bukan hanya area kuil, tetapi juga bentang alam dan vegetasi di sekitarnya menjadi bagian dari pengalaman ibadah.
Ada pula kuil yang berada di pegunungan setinggi 200~400 meter, sehingga kamu bisa beribadah sekaligus menikmati pemandangan yang menghadap ke Laut Pedalaman Seto dan pusat kota Takamatsu.
Tempat Kepercayaan Representatif Kagawa yang Dikunjungi di Kotohira·Zentsuji
Di kawasan Sanuki bagian barat, memadukan kunjungan ke kuil Shinto dengan kuil-kuil yang berkaitan dengan Kobo Daishi (Kōbō Daishi) membuatmu bisa merasakan budaya keagamaan Kagawa secara berdimensi.
Keduanya memiliki area yang luas dengan tangga batu dan jalan menuju kuil yang panjang, sehingga pada dasarnya sebaiknya ditelusuri dengan santai memakai sepatu yang nyaman.
1. Kotohira-gu | "Ziarah Konpira" Menaiki 785 Anak Tangga Batu
Kotohira-gu dicintai dengan nama "Konpira-san" (Konpira-san), dan proses menaiki anak tangga batu jalan ibadah menuju area kuil itu sendiri meninggalkan kesan mendalam.
Sampai ke Kuil Utama ada 785 anak tangga, dan hingga Kuil Bagian Dalam (Izutama-jinja / Izutama-jinja) totalnya 1.368 anak tangga batu; dari jalan ibadah utama hingga Kuil Utama diperkirakan sekitar 30 menit sekali jalan.
Dewa yang dipuja adalah Ōmononushi-no-kami, yang dikenal sebagai dewa pelindung laut, dan Kaisar Sutoku (Emperor Sutoku); di sepanjang jalan menuju Kuil Utama berjajar gerbang, bangunan kuil, dan persembahan, yang menghadirkan sejarah panjang keterkaitan antara kepercayaan dan perjalanan di Jepang.
Waktu akses di dalam area berbeda menurut lokasi dan musim, dan jika khawatir dengan stamina, kamu juga bisa mempertimbangkan naik taksi hingga sekitar anak tangga ke-500.
Fasilitas museum dan ruang pameran seperti Rumah Pusaka dan Rumah Takahashi Yuichi (Takahashi Yuichi Kan) menetapkan syarat pemotretan masing-masing, jadi periksa keterangan di pintu masuk sebelum menggunakan kamera.
2. Kuil Utama Zentsu-ji | Tempat Lahir yang Berkaitan dengan Kobo Daishi·Kukai
Kuil utama Zentsu-ji adalah kuil ke-75 dari 88 Tempat Suci Shikoku dan merupakan kuil pusat aliran Zentsu-ji dari Buddha Shingon, yang diyakini sebagai tempat Kobo Daishi·Kukai (Kūkai) lahir pada tahun ke-5 era Hoki (774).
Kompleks Timur (Garan) yang memiliki aula utama (Kondō) dan pagoda lima tingkat, serta Kompleks Barat (Tanjōin) yang berpusat pada Mieidō (Mieidō) memiliki suasana berbeda, dan berjalan di area seluas sekitar 45.000 meter persegi memperlihatkan luasnya peran kuil ini.
Di bawah Mieidō terdapat "Kaidan-meguri" (Kaidan-meguri), tempat kamu meraba dinding sambil menyusuri lorong yang gelap gulita; dengan membayar biaya masuk, kamu bisa merasakan pengalaman khas tempat kelahiran Kobo Daishi.
Hindari memotret di dalam aula atau saat berlangsung upacara keagamaan, dan jika menginginkan kunjungan atau pengalaman khusus, periksa informasi resmi terlebih dahulu.
Kuil Shinto dan Tempat Suci Shikoku yang Mudah Dikunjungi di Pusat Kota Takamatsu
Di sekitar Takamatsu, ciri khasnya adalah mudahnya memasukkan ke dalam satu itinerary kuil Shinto yang menyampaikan sejarah Provinsi Sanuki dan kuil-kuil ziarah Shikoku.
Dipadukan dengan wisata dalam kota, kamu juga bisa merasakan bahwa kepercayaan setempat masih berlanjut ke kehidupan masa kini.
3. Tamura-jinja | Menyentuh Budaya Ichinomiya Provinsi Sanuki
Tamura-jinja adalah ichinomiya (kuil peringkat pertama) Provinsi Sanuki yang diyakini didirikan pada tahun ke-2 era Wado (709), dan merupakan sesuatu yang tak boleh dilewatkan untuk memahami budaya kuil Shinto Kagawa.
Semula dianggap sebagai kuil pemujaan dewa air yang bersemayam di lokasi mata air; di dalam areanya terdapat beberapa bangunan kuil, dan alih-alih terburu-buru hanya melihat Aula Utama, beribadah secara berurutan sambil memeriksa papan petunjuk lebih menyampaikan keragaman dewa dan kepercayaan.
Di wilayah Ichinomiya-cho, Kota Takamatsu yang sama, juga terdapat Ichinomiya-ji (Ichinomiya-ji), kuil ke-83, sehingga kamu bisa merasakan lanskap keagamaan Jepang di mana kuil Shinto dan kuil Buddha berdekatan.
4. Iwaseo Hachiman-gu | Kuil yang Dicintai sebagai Dewa Pelindung·Penjaga Utama Takamatsu
Iwaseo Hachiman-gu diyakini didirikan pada tahun ke-18 era Engi (918) dan telah dipuja sebagai dewa pelindung·penjaga utama Takamatsu.
Nama kuil ini diyakini berasal dari memuja roh yang dibagi dari "Iwashimizu Hachiman-gu" di Kyoto di "Gunung Kamenoo" lalu menggabungkan kedua namanya, sehingga menarik bahwa bentang alam dan legenda setempat tetap tersimpan dalam nama kuil.
Berada dalam jarak berjalan kaki dari Stasiun Ritsurin-kōen-kitaguchi jalur JR Kōtoku (Ritsurin-kōen-kitaguchi Station) dan mudah dijangkau dari pusat kota; sadarilah bahwa ini bukan sekadar tempat wisata, melainkan juga tempat berdoa warga setempat, dan bertindaklah dengan tenang saat berlangsung upacara atau doa.
5. Sanuki Kokubun-ji | Kuil ke-80 tempat Kuil Kuno dan Budaya Ziarah Bertumpang Tindih
Sanuki Kokubun-ji adalah kuil ke-80 dari 88 Tempat Suci Shikoku, tempat sejarah kuil kuno bernama kokubun-ji yang dibangun atas titah Kaisar Shomu (Emperor Shōmu) pada tahun ke-13 era Tenpyo (741) bertumpang tindih dengan budaya ziarah masa kini.
Arca utamanya adalah Kannon Seribu Tangan Berwajah Sebelas, dan jika saat beribadah di aula utama dan aula Daishi kamu juga memperhatikan sistem kuil negara kuno yang tersisa dalam nama kuil, pemahamanmu akan bertambah dalam.
Goshuin (goshuin) dan nōkyō (nōkyō) diterima sebagai bukti ibadah, jadi alur yang santun adalah beribadah dulu di aula utama dan aula Daishi lalu menuju loket nōkyō.
Menyusuri Kuil di Atas Gunung di Yashima·Goken-zan
Di Yashima dan Goken-zan di bagian timur Takamatsu terdapat kuil-kuil tempat pemandangan dan kepercayaan berpadu.
Di atas gunung, cuaca dan kondisi pijakan bisa berbeda dari kota, jadi memeriksa pakaian dan cara berpindah terlebih dahulu akan lebih tenang.
6. Yashima-ji | Kuil ke-84 yang Diziarahi Bersama Sejarah Yashima
Yashima-ji adalah kuil ke-84 dari 88 Tempat Suci Shikoku, dengan bangunannya berdiri di tengah lanskap bersejarah di puncak Yashima pada ketinggian sekitar 293 meter.
Terletak di Yashima yang juga dikenal sebagai bekas medan Perang Genpei, selain aula utama dan aula Daishi, di dalam areanya juga dipuja Minoyama Daimyōjin (Minoyama Daimyōjin) yang dicintai lewat legenda tanuki, sehingga terlihat budaya keagamaan khas Jepang di mana kepercayaan setempat berdampingan di dalam sebuah kuil.
Meski dipadukan dengan panorama atau penelusuran situs bersejarah Yashima, menyelesaikan ibadah terlebih dahulu lalu berjalan-jalan di sekitarnya membuatmu lebih mudah mengganti suasana hati.
7. Yakuri-ji | Kuil ke-85 di Lereng Goken-zan
Yakuri-ji adalah kuil ke-85 dari 88 Tempat Suci Shikoku, sebuah kuil gunung yang terletak di lereng Goken-zan pada ketinggian 375 meter.
Dari kaki gunung kamu juga bisa naik dengan kereta gantung Yakuri (sekitar 4 menit dari Stasiun Yakuri-tozanguchi ke Stasiun Sanjō), sehingga orang yang khawatir dengan stamina pun mudah beribadah.
Selain aula utama dan aula Daishi, ada banyak titik menarik seperti Aula Shōten yang memuja Shōten (Kangiten / Shōten·Kangiten) yang menghimpun kepercayaan akan kelancaran usaha, Chūjōbō-dō, dan menara lonceng, sehingga terlihat bahwa objek kepercayaan tidak hanya satu.
Di dalam kawasan gunung, jangan melewati pagar atau tanda dilarang masuk, dan berjalanlah hanya di jalan ibadah yang ditunjukkan secara resmi.
Mengunjungi Kuil Tua yang Diselimuti Alam di Goshikidai·Tosan
Dari Goshikidai hingga Tosan, kuil-kuil tersebar di lingkungan yang berbeda-beda: hutan, tepi laut, dan kawasan pegunungan.
Ini adalah kawasan tempat kamu tidak hanya mengetahui asal-usul kuil, tetapi juga bisa membayangkan dari pemandangan sekitar mengapa tempat itu menjadi lokasi laku spiritual dan doa.
8. Negoro-ji | Kuil ke-82 yang Bersemayam di Hutan Goshikidai
Negoro-ji adalah kuil ke-82 dari 88 Tempat Suci Shikoku, sebuah kuil beraliran Tendai yang bersemayam di Aomine (Aomine) di Goshikidai.
Nama kuil diyakini berasal dari legenda bahwa keharuman terus keluar dari tunggul pohon suci yang dipahat menjadi Senju Kannon sang arca utama, sehingga menyandang kisah khas kuil gunung tempat hutan dan kepercayaan berpadu.
Dikenal pula sebagai tempat daun musim gugur; di dalam area, jangan keluar dari jalan ibadah agar tidak merusak lumut dan pepohonan, dan berhati-hatilah di tempat yang licin pada musim gugurnya daun atau saat hujan.
9. Shido-ji | Kuil ke-86 yang Tersisa di Kota Tepi Laut
Shido-ji adalah kuil ke-86 dari 88 Tempat Suci Shikoku, sebuah kuil tua tepi laut yang dekat dengan Teluk Shido dan bernama gunung Fudaraku-san (Fudaraku-san).
Pemandangan tempat tumbuhan di area dan bangunan saling bertumpang tindih memiliki pesona berbeda dari kuil gunung, dan kamu juga bisa merasakan sejarah tanah yang terhubung dengan laut.
Jika berkunjung setelah mengetahui "legenda penyelam wanita (ama) mengambil kembali permata" yang juga berkaitan dengan teater Noh "Ama", kamu bisa memandang bangunan dan makam bukan sekadar pemandangan tua, melainkan panggung sebuah kisah.
10. Okubo-ji | Kuil ke-88 yang Menutup Ziarah Shikoku
Okubo-ji adalah kuil ke-88 dari 88 Tempat Suci Shikoku, kuil yang melambangkan penutupan ziarah sebagai "kuil kechigan (kechigan / terpenuhinya nazar)".
Ada budaya orang-orang yang menuntaskan ziarah panjang mempersembahkan tongkat peziarah kongō-zue (kongō-zue) dan topi sugegasa (sugegasa), sehingga pelancong yang baru pertama datang pun bisa merasakan suasana pencapaian dan syukur yang menyelimuti area kuil.
Karena berada di kawasan pegunungan Kota Sanuki (Sanuki City), periksa kondisi lalu lintas menurut musim dan cuaca melalui informasi resmi pemerintah daerah atau operator transportasi sebelum berangkat.
Etika Ibadah yang Perlu Dijaga di Kuil Shinto dan Kuil Buddha Kagawa
Kuil Shinto dan kuil Buddha berbeda tata caranya, tetapi dasar yang sama adalah penghormatan terhadap tempat berdoa.
Alih-alih meniru bentuk secara sempurna, yang penting adalah sikap bertindak dengan tenang dan mengutamakan petunjuk di tempat.
Berhenti Sejenak di Torii dan Gerbang Kuil
Di kuil Shinto, torii (torii), dan di kuil Buddha, sanmon (sanmon / gerbang gunung) merupakan pintu masuk ke kawasan suci, sehingga membungkuk sedikit sebelum melewatinya adalah tindakan yang santun.
Lakukan Penyucian Air dengan Tenang Memakai Sedikit Air
Saat bisa menggunakan temizuya (temizuya), sucikan diri tanpa membiarkan gayung atau air menyentuh mulut secara langsung dan tanpa memercikkan air ke sekitar.
Pisahkan Urutan Ibadah dan Pemotretan
Di depan aula sembahyang atau aula utama, selesaikan dulu doamu lalu periksa apakah pemotretan diperbolehkan, dengan memperhatikan agar tidak memotret wajah orang yang sedang berdoa atau isi ema.
Ketahui Gerakan Dasar yang Berbeda antara Kuil Shinto dan Kuil Buddha
Bila di tempat terdapat papan petunjuk mengenai tata cara, utamakan petunjuk itu di atas segalanya.
Perbedaan gerakan ibadah secara umum dapat diringkas sebagai berikut.
| Situasi | Kuil Shinto | Kuil Buddha |
|---|---|---|
| Pintu masuk | Membungkuk di torii | Membungkuk di gerbang |
| Jalan ibadah | Hindari bagian tengah | Berjalan dengan tenang |
| Ibadah | Disertai tepuk tangan | Merapatkan telapak tangan |
| Keluar | Membungkuk di torii | Membungkuk di gerbang |
Akses dan Cara Memilih Titik Awal untuk Menyusuri Kuil Kagawa
Untuk menyusuri kuil Shinto dan kuil Buddha di Kagawa, menjadikan pusat kota Takamatsu sebagai titik awal memungkinkanmu berkeliling secara efisien dengan memadukan kereta, bus, dan mobil sewaan.
Karena tiap kawasan cocok dengan moda yang berbeda, memilih transportasi sesuai tujuan mengurangi waktu terbuang.
Kuil yang Mudah Dijangkau dengan Transportasi Umum
Kotohira-gu berada dalam jarak berjalan kaki dari Stasiun Kotohira (JR Kotohira Station) dan Stasiun Kotoden Kotohira (Kotoden Kotohira Station) milik Kereta Listrik Takamatsu-Kotohira (Kotoden), dan sekitar 1 jam dari Takamatsu dengan JR, sehingga menjadi tempat yang mudah diakses.
Iwaseo Hachiman-gu dan Tamura-jinja juga bisa dijangkau dari pusat kota Takamatsu dengan kereta·bus, sehingga menggabungkannya ke dalam satu hari yang berfokus pada transportasi umum membuat perpindahan lebih mudah.
Kuil Puncak·Pegunungan yang Nyaman dengan Mobil
Untuk kuil di kawasan pegunungan Goshikidai·Tosan seperti Negoro-ji dan Okubo-ji, berkeliling dengan mobil sewaan memberi lebih banyak kelonggaran waktu daripada mengandalkan bus yang jarang.
Yakuri-ji memiliki kereta gantung Yakuri, dan Yashima-ji memiliki Yashima Skyway serta bus antar-jemput, sebagai cara naik ke puncak, jadi memeriksanya terlebih dahulu akan lebih tenang.
Kiat Menyusun Perjalanan Kuil Kagawa Tanpa Memaksakan Diri
Karena kuil di dalam Prefektur Kagawa terbagi di kota, tepi laut, puncak gunung, dan kawasan pegunungan, penting untuk tidak menjejalkannya dalam satu hari hanya karena terlihat dekat di peta.
Pada hari memakai transportasi umum, pusatkan rencana di sekitar stasiun dan kota, dan pada hari mengunjungi kuil gunung, berikan kelonggaran untuk kondisi lalu lintas dan cuaca.
Bagi per Kawasan dengan Takamatsu sebagai Titik Awal
Membagi hari dalam satuan seperti pusat kota Takamatsu, Yashima·Goken-zan, Goshikidai, Kotohira·Zentsuji, dan Tosan membuat satu hari tidak mudah habis hanya untuk berpindah tempat.
Jangan Terlalu Menjadikan Goshuin sebagai Tujuan
Goshuin dan nōkyō pada dasarnya diterima setelah ibadah, dan jam penerimaannya berbeda tiap kuil, jadi ikuti petunjuk pada hari itu.
Rangkuman | Menikmati Budaya Kepercayaan Kagawa per Kawasan
Menyusuri kuil Shinto dan kuil Buddha Kagawa adalah perjalanan yang menghubungkan budaya berbeda: ziarah Konpira di Kotohira-gu, kepercayaan kepada Kobo Daishi di kuil utama Zentsu-ji, dewa pelindung Takamatsu, dan kuil-kuil di bagian akhir ziarah Shikoku.
Alih-alih terburu-buru mengelilingi hanya tempat-tempat terkenal, mengarahkan perhatian pada perbedaan antara kuil Shinto dan kuil Buddha, sejarah tiap tanah, dan alam sekitar akan menyampaikan makna ibadah secara lebih mendalam.
Untuk pemotretan, area yang boleh dimasuki, dan penanganan goshuin, utamakan papan petunjuk di tempat dan informasi resmi, serta berkelilinglah tanpa melupakan penghormatan kepada orang-orang yang berdoa.





Ulasan (0)