Apa itu Kinojō | Benteng Gunung Kuno Abad ke-7 yang Tersisa di Sōja, Okayama
Kinojō (benteng gunung kuno) adalah benteng gunung kuno yang tersisa di Gunung Kinojō (Kinojōzan, ketinggian sekitar 400 m) di Kota Sōja, Prefektur Okayama.
Nama resmi situs cagar budaya ini adalah "Kinojōzan", dan tempat ini ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional pada 25 Maret 1986.
Pada tahun 2006, juga terpilih sebagai salah satu dari 100 Benteng Terkenal di Jepang (nomor 69), dan dikenal sebagai tempat wisata yang mewakili benteng gunung kuno.
Sebagai benteng yang dibangun di puncak gunung, bentuknya sedikit berbeda dengan benteng Jepang yang umumnya dikenal dengan menara utama (tenshu) dan tembok batu.
Hal pertama yang akan dirasakan pengunjung adalah besarnya skala sistem pertahanan yang memanfaatkan topografi gunung.
Tembok benteng melingkari lereng Gunung Kinojō, dan Anda dapat membayangkan bagaimana orang-orang zaman kuno berusaha melindungi tempat ini.
Karena namanya tidak tercantum dalam buku sejarah, benteng ini telah lama dianggap sebagai benteng yang penuh misteri.
Dari hasil penelitian penggalian, diperkirakan kemungkinan besar dibangun pada paruh kedua abad ke-7.
Teori yang berlaku adalah bahwa setelah Pertempuran Baekgang (Hakusukinoe) pada tahun 663, ini adalah salah satu pangkalan pertahanan yang dibangun oleh Pemerintahan Yamato di sepanjang pantai Setouchi untuk berjaga terhadap invasi Dinasti Tang dan Silla.
Tempat ini cocok tidak hanya bagi mereka yang tertarik pada sejarah kuno Jepang, tetapi juga bagi wisatawan yang ingin merasakan alam dan legenda kawasan Okayama.

Hal yang Wajib Dilihat di Kinojō | Gerbang Barat dan Kakuro yang Direstorasi
Salah satu hal yang melambangkan Kinojō adalah Gerbang Barat (Nishi-mon) yang telah direstorasi.
Gerbang Barat memiliki lebar sekitar 12 m dan merupakan gerbang benteng terbesar di dalam benteng.
Wujud gerbang yang berdiri di puncak gunung membantu pengunjung membayangkan suasana benteng gunung kuno secara visual.
Di dekat Gerbang Barat, juga telah direstorasi kakuro (menara sudut), yang dibangun menonjol dari tembok benteng.
Kakuro adalah fasilitas untuk melindungi titik lemah tembok benteng dari samping, dan merupakan peninggalan yang memungkinkan Anda merasakan kreativitas pertahanan benteng gunung kuno.
Di sekitar gerbang, jika Anda juga memperhatikan tembok benteng dan perbedaan ketinggian topografi, Anda akan memahami mengapa tempat ini dipilih untuk pertahanan.
Tembok benteng Kinojō membentang sekitar 2,8 km mengelilingi puncak ketujuh hingga kedelapan Gunung Kinojō, dan area di dalam benteng mencapai sekitar 30 hektar.
Di tembok benteng dibangun 4 gerbang benteng dan 6 gerbang air (suimon), dan terlihat bahwa meskipun berada di tengah gunung, ini adalah fasilitas pertahanan yang dibangun secara terencana.
Daripada hanya memotret Gerbang Barat, cobalah memandang pegunungan sekitar dan dataran Kibi dari depan dan belakang gerbang.
Pada hari cerah, terkadang Anda dapat melihat hingga ke arah Setouchi.
Bangunan, tanggul tanah (dorui), tembok batu, dan panorama menyatu menciptakan pemandangan khas Kinojō.

Membayangkan Pertahanan dan Kehidupan Kuno dari Peninggalan di Dalam Benteng
Daya tarik Kinojō bukan hanya bangunan yang telah direstorasi.
Di dalam benteng, ditemukan bekas bangunan berfondasi batu (soseki), bekas bangunan bertiang pancang (hottate-bashira), tameike (kolam penampungan air), noroshi-ba (tempat api isyarat), dan bengkel pandai besi.
Tujuh bekas bangunan berfondasi batu telah dikonfirmasi, dan diperkirakan merupakan gudang untuk menyimpan makanan dan senjata.
Di bengkel pandai besi, ditemukan 12 tungku, yang menunjukkan bahwa peralatan dan persenjataan kemungkinan diperbaiki di dalam benteng.
Ketika mengetahui peninggalan ini, Kinojō tidak hanya terlihat sebagai tempat pengawasan, tetapi juga sebagai tempat yang memiliki pergerakan orang dan barang.
Kata benteng gunung (yamashiro) mudah memunculkan kesan pertempuran, namun kenyataannya berbagai fungsi diperlukan, seperti penyimpanan makanan, pengamanan air, komunikasi, dan pembuatan peralatan.
Jika Anda berjalan sambil memeriksa papan petunjuk dan informasi pameran, topografi di depan mata akan terasa lebih hidup sebagai "bekas fasilitas zaman kuno".
Sebelum atau sesudah kunjungan, jika Anda melihat model dan pameran di Pusat Pengunjung Kinojōzan Kota Sōja, akan lebih mudah merangkum pemandangan yang Anda lihat di lokasi.
Di pusat pengunjung, dipamerkan model yang mereproduksi keseluruhan Kinojō dengan skala sekitar 1:1000, serta dinding tanggul tanah yang dikupas dari tembok benteng asli.

Legenda Ura dan Legenda Momotarō | Latar Belakang yang Memperdalam Kisah Kinojō
Kinojō adalah tempat yang sering dikaitkan dengan Legenda Ura yang diceritakan turun-temurun di kawasan Kibi.
Ura dikisahkan sebagai pangeran asing yang datang dari seberang lautan, dan menjadi tokoh yang dikalahkan oleh Kibitsuhiko no Mikoto.
Di Kinojō, ada legenda bahwa Ura pernah tinggal di sini.
Jika Anda berkunjung setelah mengetahui legenda ini, situs benteng di puncak gunung tidak akan terlihat hanya sebagai reruntuhan, tetapi sebagai tempat yang membawa kisah kawasan tersebut.
Di Okayama, Legenda Ura juga diperkenalkan sebagai asal-usul Legenda Momotarō di kemudian hari, dengan Kibitsuhiko no Mikoto digambarkan sebagai Momotarō dan Ura sebagai oni (raksasa).
Kelompok cagar budaya terkait Legenda Ura telah diakui sebagai Warisan Jepang dengan judul "Okayama, Kota Tempat Lahirnya 'Legenda Momotarō'".
Namun, legenda bukanlah fakta sejarah itu sendiri.
Di Kinojō, akan lebih mudah dipahami jika Anda memisahkan dan menikmati antara wujud sebagai benteng gunung kuno yang diketahui dari penelitian penggalian, dan kisah Ura yang diturunkan di kawasan tersebut.

Cara Berjalan di Kinojō | Perkiraan Waktu dan Rute Kunjungan
Saat berkunjung ke Kinojō, Anda dapat memilih area berjalan kaki sesuai tujuan.
Dari Pusat Pengunjung Kinojōzan Kota Sōja hingga Gerbang Barat yang direstorasi, sekitar 15 menit berjalan kaki satu arah, dan dapat dikunjungi dalam waktu sekitar 30 menit pulang-pergi.
Jalur ke Gerbang Barat tertata cukup mudah dilalui, dan dalam waktu singkat pun Anda dapat merasakan pemandangan khas Kinojō.
Jika menyusuri keliling luar mengikuti tembok benteng, rutenya sekitar 2,8 km dan perkiraan waktunya sekitar 1 jam.
Jika Anda ingin melihat dengan saksama bekas bangunan berfondasi batu, gerbang air, dan tempat api isyarat, sebaiknya sediakan waktu yang cukup agar dapat berkeliling dengan tenang.
Pilihlah sepatu yang nyaman untuk berjalan, dan berkunjunglah dengan memperhatikan pijakan dan cuaca.
Berbeda dengan tempat wisata perkotaan yang beraspal, ada bagian di mana Anda berjalan di jalan tanjakan atau jalan alami.
Etika dan Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berkunjung | Untuk Melindungi Cagar Budaya di Puncak Gunung
Kinojō adalah situs bersejarah di puncak gunung dan tempat yang dilindungi sebagai cagar budaya.
Jangan memanjat tembok batu atau tanggul tanah, dan jangan memasuki area terlarang.
Saat mengambil foto, jangan menghalangi jalur, dan perhatikan juga pergerakan pengunjung lain agar kunjungan tetap nyaman.
Penting juga untuk membawa pulang sampah dan tidak membawa keluar tumbuhan atau batu.
Karena di area pegunungan kadang muncul hewan liar atau lebah, jangan membuat suara keras atau membiarkan makanan terbuka.
Bagi orang yang berkunjung dari luar negeri, "berjalan dengan tenang dan mengamati" situs benteng itu sendiri menjadi pengalaman menikmati cagar budaya Jepang.
Cara Menuju dan Jam Buka | Informasi Dasar Kinojō yang Perlu Dikonfirmasi Sebelum Berkunjung
Pusat Pengunjung Kinojōzan Kota Sōja yang menjadi pintu masuk Kinojō berada di 1101-2 Kuroo, Kota Sōja, Prefektur Okayama.
Jam buka adalah 9:00–17:00 (masuk hingga 16:30), dan hari libur adalah Senin (jika hari libur nasional, maka hari kerja berikutnya) dan akhir tahun hingga awal tahun (29 Desember–3 Januari).
Masuk gratis, dan tersedia tempat parkir untuk sekitar 70 kendaraan.
Jika menggunakan mobil, jaraknya sekitar 8 km dari Okayama Sōja IC di Jalan Tol Sanyō (Sanyō Jidōshadō), melalui Taman Sunagawa.
Karena ada bagian jalan yang sempit, bus besar tidak dapat melewatinya, dan bus mikro serta bus kecil pun terbatas pada kendaraan dengan lebar maksimal 2,1 m dan panjang total maksimal 7 m.
Jika menggunakan transportasi umum, perkiraan adalah sekitar 5 km berjalan kaki dari Stasiun Hattori di Jalur JR Kibi (Momotarō-sen), atau sekitar 30 menit naik taksi dari Stasiun JR Sōja.
Situs bersejarah di gunung memiliki tingkat kemudahan berjalan yang berbeda tergantung musim dan cuaca.
Setelah hujan, pijakan dapat menjadi licin.
Pada musim panas siapkan minuman dan topi, dan pada musim dingin gunakan pakaian hangat serta sepatu antiselip agar dapat berjalan dengan nyaman.
Khususnya, mohon konfirmasi sebelum berangkat mengenai status operasional pusat pengunjung, kondisi jalan, dampak cuaca, dan ada tidaknya pembatasan akses.
Kesimpulan | Menikmati Benteng Gunung Kuno dan Legenda Ura dengan Santai di Kinojō
Kinojō adalah Situs Bersejarah Nasional di Kota Sōja, Prefektur Okayama, tempat Anda dapat merasakan wujud benteng gunung kuno abad ke-7 dan Legenda Ura dari Kibi.
Melalui Gerbang Barat dan kakuro yang direstorasi, tembok benteng sepanjang sekitar 2,8 km yang mengelilingi gunung, serta bekas bangunan berfondasi batu dan bengkel pandai besi yang tersisa di dalam benteng, Anda dapat membayangkan sebagian pertahanan dan kehidupan zaman kuno.
Jika mengetahui latar belakang Legenda Ura dan Legenda Momotarō, lapisan kisah tersebut akan menambah kedalaman pada pemandangan yang Anda lihat.
Saat berkunjung, sadari bahwa Anda sedang berjalan di cagar budaya di puncak gunung, lalu periksa kondisi pijakan, cuaca, serta petunjuk yang diperlukan.
Bukan sebagai fasilitas wisata yang mencolok, melainkan sebagai tempat untuk merasakan sejarah sambil berjalan dengan tenang, Kinojō akan menambah kedalaman pada perjalanan Anda di Okayama.


