Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Mata Air Maruike, Kagoshima: Air Jernih & Jalur Batu

Mata Air Maruike, Kagoshima: Air Jernih & Jalur Batu
Mata Air Maruike di Yusui menawarkan air jernih dari dasar pasir, kolam bersakura, dan jalur batu. Termasuk 100 sumber air terkenal di Jepang, dekat Kurino.

Ringkasan Cepat

Tentang Mata Air Maruike

Maruike Yusui di Yusui, Prefektur Kagoshima, adalah kolam tempat air tanah dari kaki Pegunungan Kirishima memancar; dipilih oleh Kementerian Lingkungan Hidup sebagai salah satu dari 100 Sumber Air Terkenal Jepang pada 1985, tempat ini dilindungi sebagai sumber air yang menunjang kehidupan di kawasan Kurino.

Debit dan Asal Mata Air

Maruike Yusui menghasilkan sekitar 60.000 ton air per hari dengan suhu sekitar 18 derajat. Air ini diyakini berasal dari hujan yang turun di sekitar ketinggian 600m di Gunung Kurino, kemudian mengalir di bawah tanah selama sekitar 35 tahun sebelum memancar.

Peran sebagai Sumber Air Sehari-hari

Air yang memancar digunakan untuk kebutuhan sehari-hari di hampir seluruh kawasan Kurino dan memasok lebih dari 90% kebutuhan air di wilayah bekas Kurino, sehingga pengunjung diminta berhati-hati agar tidak mencemari kolam dan saluran air.

Daya Tarik: Permukaan Kolam dan Saluran Berlapis Batu

Permukaan kolam tampak biru atau hijau bergantung pada terangnya langit dan bayangan pepohonan; gerakan air yang memancar dapat terlihat dari dasar berpasir, dan aliran jernih dapat dinikmati sambil berjalan di jalur batu di sepanjang saluran.

Pemandangan Musiman dan Acara

Pada musim semi, bunga sakura mengelilingi kolam, sedangkan kunang-kunang dapat terlihat pada awal musim panas. Pada awal September setiap tahun diadakan “Malam Apresiasi Mata Air Maruike”, ketika sekitar 3000 lentera bambu menerangi kolam.

Mengambil Air dan Etika Berkunjung

Jika ingin membawa pulang air, gunakan tempat pengambilan air yang telah disediakan dan jangan memasukkan wadah langsung ke kolam atau saluran. Jangan melewati pagar atau masuk ke saluran air, dan lakukan pengamatan dari jalur pejalan kaki.

Akses

Stasiun terdekat adalah Stasiun Kurino di Jalur JR Hisatsu, beberapa menit berjalan kaki. Lokasinya sekitar 5 menit dengan mobil dari Persimpangan Kurino di Jalan Tol Kyushu dan tersedia area parkir.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Kagoshima

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Mata Air Maruike, sumber dalam 100 Mata Air Terkenal Jepang yang menopang kehidupan

Mata Air Maruike berada di Koba, Kota Yūsui, Distrik Aira, Prefektur Kagoshima, berupa kolam tempat air tanah dari kaki Gunung Kirishima memancar.

Selain menjadi tempat wisata untuk menikmati permukaan air yang jernih, sumber ini dijaga sebagai sumber air penting yang menopang kehidupan di kawasan Kurino.

Terpilih sebagai salah satu dari 100 Mata Air Terkenal Jepang pada 1985

Pada 1985, Mata Air Maruike dipilih oleh Kementerian Lingkungan Hidup sebagai salah satu “100 Mata Air Terkenal Jepang”.

Mata Air Maruike di kaki Gunung Kirishima merupakan sumber air berharga yang digunakan untuk air leding, irigasi, dan kebutuhan sehari-hari.

Penting untuk tidak memaknai “mata air terkenal” hanya dari keindahan pemandangannya, tetapi juga sebagai air yang terhubung dengan kehidupan setempat dan kegiatan pelestarian.

Kolam yang memancarkan sekitar 60.000 ton air per hari

Debit Mata Air Maruike sekitar 60.000 ton per hari, dengan suhu air sekitar 18 derajat.

Air memancar seakan mendorong pasir di dasar kolam yang airnya jernih, lalu mengalir dari kolam menuju saluran air.

Dengan mencermati dasar kolam, Anda dapat membayangkan tempat air berasal dan menemukan hal yang berbeda dibandingkan jika hanya melihat permukaannya.

Dimanfaatkan sebagai air kebutuhan sehari-hari kawasan Kurino

Air yang memancar dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari di hampir seluruh kawasan Kurino.

Sumber ini memasok air untuk lebih dari 90% wilayah bekas Kota Kurino, sehingga terlihat betapa erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.

Pengunjung hendaknya sadar bahwa mereka meminjam sumber air ini untuk berkunjung dan bertindak agar tidak mengotori kolam maupun saluran air.

Hujan di Gunung Kurino memancar setelah sekitar 35 tahun

Air jernih Mata Air Maruike bukanlah hujan yang jatuh ke permukaan lalu langsung mengalir ke kolam.

Mengetahui proses panjang air bergerak di bawah kawasan vulkanik membuat Anda dapat merasakan waktu yang terakumulasi dalam setiap tetes di depan mata.

Hujan yang turun di sekitar ketinggian 600 meter

Titik awal air ini adalah hujan yang turun di sekitar ketinggian 600 meter di Gunung Kurino.

Air hujan meresap ke tanah, mengalir melalui lapisan geologi, lalu bergerak menuju Maruike.

Karena air yang disimpan gunung memancar di pusat kota, Maruike juga menjadi tempat yang menghubungkan alam kaki Gunung Kirishima dengan kehidupan manusia.

Mengalir di bawah tanah selama sekitar 35 tahun

Hujan membutuhkan sekitar 35 tahun untuk muncul kembali di permukaan sebagai Mata Air Maruike.

Jika membayangkan air yang Anda lihat pada hari kunjungan telah melewati waktu panjang di bawah tanah, pemandangan air yang terus memancar akan terasa berbeda.

Walau hanya berwisata singkat, cobalah menyadari panjangnya siklus air dan menikmatinya dengan tenang.

Memuja dewa air dan menjaga sumber bersama masyarakat

Upaya menjaga air telah berlangsung sejak dahulu, dan dewa air dipuja di titik pancaran.

Warga setempat juga melakukan kegiatan bersih-bersih, sehingga mutu air dan pemandangan terpelihara melalui perawatan sehari-hari.

Tidak menyentuh fasilitas maupun tanaman di tepi air secara berlebihan dan membawa pulang sampah adalah bentuk kerja sama dasar yang dapat dilakukan pengunjung.

Daya tarik Mata Air Maruike: permukaan air, dasar pasir, dan saluran

Jangan mengakhiri kunjungan setelah melihat kolam hanya dari satu arah; bandingkan sedikit demi sedikit cahaya, aliran air, dan pepohonan di sekelilingnya untuk merasakan pesonanya.

Dengan mengalihkan pandangan dari kolam ke saluran, Anda juga dapat mengikuti bagaimana mata air mengalir menuju kota.

Permukaan jernih yang berubah warna karena cahaya

Permukaan Maruike memberi kesan biru atau hijau yang berbeda tergantung kecerahan langit dan posisi bayangan pepohonan.

Bukan hanya hari cerah yang cocok dinikmati; pada hari berawan, bentuk dasar kolam dan tanaman air kadang lebih mudah terlihat.

Jangan terburu-buru mengambil satu foto. Ubah tempat berdiri dan sudut pandang untuk mencari perbedaan pantulan serta kejernihannya.

Air yang memancar dari dasar pasir dan jalan setapak berbatu

Di dasar pasir kolam, air yang memancar menciptakan gerakan kecil dan menunjukkan adanya aliran di bawah permukaan yang tenang.

Dari sekitar kolam menuju sepanjang saluran, Anda dapat menikmati aliran jernih sambil berjalan di jalan setapak berbatu.

Tepi air dapat basah dan licin, jadi jangan berjalan sambil melihat layar; berhentilah terlebih dahulu saat mengambil foto.

Menikmati pemandangan musiman berupa sakura dan kunang-kunang

Mata Air Maruike dapat dikunjungi sepanjang tahun, tetapi tumbuhan dan makhluk hidup di sekitarnya mengubah suasana tepi air.

Jangan beranggapan bahwa bunga pasti mekar atau kunang-kunang pasti muncul pada hari tertentu; hormati cuaca dan kondisi alam pada tahun tersebut.

Menikmati sakura yang mengelilingi permukaan air pada musim semi

Pada musim semi, sakura mekar di sekitar kolam sehingga permukaan air dan bunga dapat dinikmati bersamaan.

Melihat kolam dari sela-sela dahan menciptakan kedalaman, sedangkan berkeliling ke sisi saluran menghadirkan pemandangan deretan sakura yang bertemu dengan aliran air.

Pada musim hanami pun jangan menghalangi jalan, dan berhati-hatilah agar sampah, makanan, atau minuman tidak masuk ke sumber air kebutuhan sehari-hari.

Tepi air dengan kunang-kunang pada awal musim panas

Pada awal musim panas, kunang-kunang dapat terlihat di sekitar Maruike.

Jika mengamati pada malam hari, jangan arahkan cahaya kuat ke tepi air, pertahankan suasana tenang, dan bersiaplah menghadapi pijakan yang gelap.

Jumlah kunang-kunang dan hari kemunculannya dipengaruhi kondisi alam, jadi jangan berharap pasti dapat melihatnya dan nikmatilah musim di tepi air.

Acara lokal untuk menyampaikan rasa syukur atas mata air terkenal

Di Mata Air Maruike, “Malam Syukur Mata Air Terkenal Maruike” biasanya diselenggarakan pada awal September setiap tahun sebagai ungkapan terima kasih atas berkah air.

Cahaya sekitar 3.000 lentera bambu menerangi kolam dan sekitarnya, menciptakan pemandangan berbeda dari permukaan air jernih pada siang hari.

Isi dan tanggal acara berubah setiap tahun; jika berkunjung untuk acara tersebut, periksa pengumuman penyelenggaraan dari Kota Yūsui.

Jangan lupa menjaga sumber air saat mengambil air dan berjalan-jalan

Mata Air Maruike memiliki tempat pengambilan air yang telah disediakan, tetapi bukan tempat untuk masuk ke kolam itu sendiri demi mengambil air.

Baik untuk berwisata, memotret, maupun mengambil air, Anda perlu merasa sedang diberi kesempatan menggunakan milik bersama masyarakat setempat.

Ambil air di tempat yang telah disediakan

Jika ingin membawa pulang air, gunakan tempat pengambilan air yang ditentukan dan jangan masukkan wadah langsung ke kolam atau saluran.

Saat ramai, jangan memenuhi tempat dengan berjajar banyak wadah; bergiliranlah dengan orang-orang yang menunggu.

Siapkan wadah bersih sebelumnya dan pastikan pula apakah air yang tumpah membuat pijakan menjadi licin.

Jangan merusak kolam, saluran, atau tanaman

Walau ingin melihat air jernih dari dekat, aturan dasarnya adalah tidak melewati pagar atau memasukkan kaki ke saluran.

Jangan memindahkan tanaman maupun batu, jangan menangkap satwa liar, dan lakukan pengamatan dari trotoar.

Penggunaan atau penguasaan area taman memerlukan permohonan, jadi tanyakan kepada Kota Yūsui mengenai pemotretan atau acara yang melampaui kunjungan biasa.

Cara menuju dan berjalan-jalan di Mata Air Maruike

Mata Air Maruike berada di pusat kota dan mudah dikunjungi dengan berjalan kaki dari stasiun kereta.

Jika datang dengan mobil, perhatikan pejalan kaki dan jalan permukiman di sekitar kolam, lalu berkendaralah dengan tenang.

Beberapa menit berjalan kaki dari Stasiun JR Kurino

Stasiun terdekat adalah Stasiun Kurino di Jalur JR Hisatsu, hanya beberapa menit berjalan kaki.

Anda dapat menggunakan lorong bebas di stasiun untuk menuju sisi Maruike; setelah tiba, periksa papan petunjuk.

Jumlah kereta dan kondisi operasi berbeda menurut hari, jadi periksa terlebih dahulu jadwal pergi maupun pulang.

Sekitar 5 menit berkendara dari Simpang Susun Kurino

Dari Simpang Susun Kurino di Jalan Tol Kyūshū, perjalanan dengan mobil memakan waktu sekitar 5 menit.

Tersedia tempat parkir di lokasi, tetapi saat ramai hindari parkir sembarangan di tepi jalan dan ikuti petunjuk.

Wadah berisi air akan menjadi berat, jadi sesuaikan jumlah yang dibawa dengan kemampuan fisik dan kencangkan agar tidak terguling di dalam mobil.

Berjalan pulang-pergi di sepanjang saluran

Setelah tiba, lihat titik pancaran dan permukaan air di sekitar kolam, lalu lanjutkan ke jalan berbatu di sepanjang saluran untuk mengikuti arah air mengalir keluar.

Mengubah sudut pandang terhadap kolam pada perjalanan pergi dan pulang memudahkan Anda menyadari perbedaan warna akibat cahaya dan bayangan pepohonan.

Walau hanya berjalan singkat, melihat kolam, saluran, lalu ruang kehidupan secara berurutan membantu memahami peran Mata Air Maruike secara menyeluruh.

Ringkasan daya tarik dan etika berkunjung ke Mata Air Maruike

Di Mata Air Maruike, Anda dapat menikmati permukaan jernih salah satu dari 100 Mata Air Terkenal Jepang, gerakan air yang memancar dari dasar pasir, jalan berbatu di sepanjang saluran, serta sakura dan kunang-kunang musiman.

Mengetahui bahwa hujan di Gunung Kurino membutuhkan sekitar 35 tahun untuk memancar dan menjadi air kebutuhan sehari-hari masyarakat akan memperlihatkan sekaligus pemandangan dan kehidupan.

Ambil air di tempat yang telah disediakan, jangan masuk ke kolam atau saluran, dan pilih cara yang wajar untuk berkunjung dari Stasiun JR Kurino atau Simpang Susun Kurino.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Mata Air Maruike adalah kolam di Koba, Kota Yusui, Prefektur Kagoshima, tempat air tanah dari kaki Pegunungan Kirishima memancar. Permukaannya yang jernih menjadi daya tarik dan dipilih oleh Kementerian Lingkungan sebagai salah satu dari 100 Mata Air Terkenal Jepang pada 1985. Pada saat yang sama, tempat ini merupakan sumber air penting yang menopang kehidupan di kawasan Kurino. Penting untuk menjaga sumber air dan tidak mencemari kolam atau saluran air.
A. Air Mata Air Maruike berasal dari hujan yang turun pada ketinggian sekitar 600 meter di Gunung Kurino, meresap ke tanah, mengalir melalui lapisan geologi, lalu memancar keluar. Konon diperlukan sekitar 35 tahun sebelum air muncul di permukaan. Mengetahui bahwa air yang terlihat hari ini telah menghabiskan waktu bertahun-tahun di bawah tanah mengubah cara memandang aliran yang terus memancar dan membuat waktu mengamatinya dengan tenang lebih bermakna.
A. Mata Air Maruike dipilih sebagai salah satu dari 100 Mata Air Terkenal Jepang pada 1985 sebagai sumber air melimpah, dengan sekitar 60.000 ton air per hari memancar dari dasar pasir yang jernih. Air ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari di hampir seluruh kawasan Kurino dan sangat terkait dengan kehidupan masyarakat. Mengetahui bahwa air ini dijaga bukan hanya karena keindahannya, tetapi juga melalui kegiatan pembersihan warga, memperdalam makna pemandangannya.
A. Permukaan air yang jernih berubah kesan antara biru dan hijau sesuai kecerahan langit serta posisi teduh, dan di dasar pasir juga terlihat gerakan kecil air yang memancar. Bukan hanya cuaca cerah yang baik untuk berkunjung; pada hari berawan, dasar kolam dan tanaman air terkadang lebih mudah terlihat. Dari sekitar kolam, lanjutkan ke jalan berbatu di sepanjang saluran untuk mengikuti air yang mengalir menuju kota sambil mengubah posisi saat memandang.
A. Mata Air Maruike sangat dekat dengan Stasiun Kurino di Jalur JR Hisatsu, sekitar tiga menit berjalan kaki. Anda dapat menggunakan lorong bebas di stasiun untuk menuju sisi kolam, jadi periksa petunjuk setelah tiba. Dengan mobil, lokasinya sekitar lima menit dari Simpang Susun Kurino di Jalan Tol Kyushu, dan tersedia tempat parkir. Jumlah kereta terbatas, jadi memeriksa jadwal pulang lebih dahulu akan memberi ketenangan.
A. Pada musim semi, bunga sakura bermekaran di sekitar kolam dan tempat ini dikenal sebagai lokasi untuk menikmati permukaan air bersama bunga. Pada awal musim panas, kunang-kunang beterbangan di sekitarnya dan memberi pesona lain pada tepian air malam hari. Namun, mekarnya bunga dan kemunculan kunang-kunang dipengaruhi cuaca, jadi jangan menetapkan tanggal tertentu; kunjungilah sambil menghormati kondisi alam pada tahun tersebut. Saat mengamati pada malam hari, hindari mengarahkan cahaya kuat ke arah air.
A. Tempat ini merupakan objek wisata sekaligus sumber air kebutuhan sehari-hari masyarakat, sehingga aturan dasarnya adalah tidak memasuki kolam atau saluran air dan tidak melewati pagar. Jangan memindahkan tanaman atau batu, jangan menangkap makhluk hidup, dan lakukan pengamatan dari jalur. Bawa pulang sampah agar makanan, minuman, atau sampah tidak masuk ke air. Pengambilan gambar atau acara yang menggunakan atau menguasai area taman memerlukan pengajuan, jadi periksa terlebih dahulu dengan Kota Yusui.
A. Mata Air Maruike memiliki tempat pengambilan air yang memungkinkan pengunjung membawa pulang air jernih. Namun, jangan memasukkan wadah langsung ke kolam atau saluran; gunakan tempat yang ditentukan. Saat ramai, jangan menguasai tempat dengan banyak wadah dan saling bergiliran dengan orang yang menunggu. Siapkan wadah bersih terlebih dahulu dan periksa apakah air yang tumpah membuat pijakan menjadi licin.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.