Mata Air Maruike, sumber dalam 100 Mata Air Terkenal Jepang yang menopang kehidupan
Mata Air Maruike berada di Koba, Kota Yūsui, Distrik Aira, Prefektur Kagoshima, berupa kolam tempat air tanah dari kaki Gunung Kirishima memancar.
Selain menjadi tempat wisata untuk menikmati permukaan air yang jernih, sumber ini dijaga sebagai sumber air penting yang menopang kehidupan di kawasan Kurino.
Terpilih sebagai salah satu dari 100 Mata Air Terkenal Jepang pada 1985
Pada 1985, Mata Air Maruike dipilih oleh Kementerian Lingkungan Hidup sebagai salah satu “100 Mata Air Terkenal Jepang”.
Mata Air Maruike di kaki Gunung Kirishima merupakan sumber air berharga yang digunakan untuk air leding, irigasi, dan kebutuhan sehari-hari.
Penting untuk tidak memaknai “mata air terkenal” hanya dari keindahan pemandangannya, tetapi juga sebagai air yang terhubung dengan kehidupan setempat dan kegiatan pelestarian.
Kolam yang memancarkan sekitar 60.000 ton air per hari
Debit Mata Air Maruike sekitar 60.000 ton per hari, dengan suhu air sekitar 18 derajat.
Air memancar seakan mendorong pasir di dasar kolam yang airnya jernih, lalu mengalir dari kolam menuju saluran air.
Dengan mencermati dasar kolam, Anda dapat membayangkan tempat air berasal dan menemukan hal yang berbeda dibandingkan jika hanya melihat permukaannya.
Dimanfaatkan sebagai air kebutuhan sehari-hari kawasan Kurino
Air yang memancar dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari di hampir seluruh kawasan Kurino.
Sumber ini memasok air untuk lebih dari 90% wilayah bekas Kota Kurino, sehingga terlihat betapa erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.
Pengunjung hendaknya sadar bahwa mereka meminjam sumber air ini untuk berkunjung dan bertindak agar tidak mengotori kolam maupun saluran air.

Hujan di Gunung Kurino memancar setelah sekitar 35 tahun
Air jernih Mata Air Maruike bukanlah hujan yang jatuh ke permukaan lalu langsung mengalir ke kolam.
Mengetahui proses panjang air bergerak di bawah kawasan vulkanik membuat Anda dapat merasakan waktu yang terakumulasi dalam setiap tetes di depan mata.
Hujan yang turun di sekitar ketinggian 600 meter
Titik awal air ini adalah hujan yang turun di sekitar ketinggian 600 meter di Gunung Kurino.
Air hujan meresap ke tanah, mengalir melalui lapisan geologi, lalu bergerak menuju Maruike.
Karena air yang disimpan gunung memancar di pusat kota, Maruike juga menjadi tempat yang menghubungkan alam kaki Gunung Kirishima dengan kehidupan manusia.
Mengalir di bawah tanah selama sekitar 35 tahun
Hujan membutuhkan sekitar 35 tahun untuk muncul kembali di permukaan sebagai Mata Air Maruike.
Jika membayangkan air yang Anda lihat pada hari kunjungan telah melewati waktu panjang di bawah tanah, pemandangan air yang terus memancar akan terasa berbeda.
Walau hanya berwisata singkat, cobalah menyadari panjangnya siklus air dan menikmatinya dengan tenang.
Memuja dewa air dan menjaga sumber bersama masyarakat
Upaya menjaga air telah berlangsung sejak dahulu, dan dewa air dipuja di titik pancaran.
Warga setempat juga melakukan kegiatan bersih-bersih, sehingga mutu air dan pemandangan terpelihara melalui perawatan sehari-hari.
Tidak menyentuh fasilitas maupun tanaman di tepi air secara berlebihan dan membawa pulang sampah adalah bentuk kerja sama dasar yang dapat dilakukan pengunjung.

Daya tarik Mata Air Maruike: permukaan air, dasar pasir, dan saluran
Jangan mengakhiri kunjungan setelah melihat kolam hanya dari satu arah; bandingkan sedikit demi sedikit cahaya, aliran air, dan pepohonan di sekelilingnya untuk merasakan pesonanya.
Dengan mengalihkan pandangan dari kolam ke saluran, Anda juga dapat mengikuti bagaimana mata air mengalir menuju kota.
Permukaan jernih yang berubah warna karena cahaya
Permukaan Maruike memberi kesan biru atau hijau yang berbeda tergantung kecerahan langit dan posisi bayangan pepohonan.
Bukan hanya hari cerah yang cocok dinikmati; pada hari berawan, bentuk dasar kolam dan tanaman air kadang lebih mudah terlihat.
Jangan terburu-buru mengambil satu foto. Ubah tempat berdiri dan sudut pandang untuk mencari perbedaan pantulan serta kejernihannya.
Air yang memancar dari dasar pasir dan jalan setapak berbatu
Di dasar pasir kolam, air yang memancar menciptakan gerakan kecil dan menunjukkan adanya aliran di bawah permukaan yang tenang.
Dari sekitar kolam menuju sepanjang saluran, Anda dapat menikmati aliran jernih sambil berjalan di jalan setapak berbatu.
Tepi air dapat basah dan licin, jadi jangan berjalan sambil melihat layar; berhentilah terlebih dahulu saat mengambil foto.

Menikmati pemandangan musiman berupa sakura dan kunang-kunang
Mata Air Maruike dapat dikunjungi sepanjang tahun, tetapi tumbuhan dan makhluk hidup di sekitarnya mengubah suasana tepi air.
Jangan beranggapan bahwa bunga pasti mekar atau kunang-kunang pasti muncul pada hari tertentu; hormati cuaca dan kondisi alam pada tahun tersebut.
Menikmati sakura yang mengelilingi permukaan air pada musim semi
Pada musim semi, sakura mekar di sekitar kolam sehingga permukaan air dan bunga dapat dinikmati bersamaan.
Melihat kolam dari sela-sela dahan menciptakan kedalaman, sedangkan berkeliling ke sisi saluran menghadirkan pemandangan deretan sakura yang bertemu dengan aliran air.
Pada musim hanami pun jangan menghalangi jalan, dan berhati-hatilah agar sampah, makanan, atau minuman tidak masuk ke sumber air kebutuhan sehari-hari.
Tepi air dengan kunang-kunang pada awal musim panas
Pada awal musim panas, kunang-kunang dapat terlihat di sekitar Maruike.
Jika mengamati pada malam hari, jangan arahkan cahaya kuat ke tepi air, pertahankan suasana tenang, dan bersiaplah menghadapi pijakan yang gelap.
Jumlah kunang-kunang dan hari kemunculannya dipengaruhi kondisi alam, jadi jangan berharap pasti dapat melihatnya dan nikmatilah musim di tepi air.
Acara lokal untuk menyampaikan rasa syukur atas mata air terkenal
Di Mata Air Maruike, “Malam Syukur Mata Air Terkenal Maruike” biasanya diselenggarakan pada awal September setiap tahun sebagai ungkapan terima kasih atas berkah air.
Cahaya sekitar 3.000 lentera bambu menerangi kolam dan sekitarnya, menciptakan pemandangan berbeda dari permukaan air jernih pada siang hari.
Isi dan tanggal acara berubah setiap tahun; jika berkunjung untuk acara tersebut, periksa pengumuman penyelenggaraan dari Kota Yūsui.

Jangan lupa menjaga sumber air saat mengambil air dan berjalan-jalan
Mata Air Maruike memiliki tempat pengambilan air yang telah disediakan, tetapi bukan tempat untuk masuk ke kolam itu sendiri demi mengambil air.
Baik untuk berwisata, memotret, maupun mengambil air, Anda perlu merasa sedang diberi kesempatan menggunakan milik bersama masyarakat setempat.
Ambil air di tempat yang telah disediakan
Jika ingin membawa pulang air, gunakan tempat pengambilan air yang ditentukan dan jangan masukkan wadah langsung ke kolam atau saluran.
Saat ramai, jangan memenuhi tempat dengan berjajar banyak wadah; bergiliranlah dengan orang-orang yang menunggu.
Siapkan wadah bersih sebelumnya dan pastikan pula apakah air yang tumpah membuat pijakan menjadi licin.
Jangan merusak kolam, saluran, atau tanaman
Walau ingin melihat air jernih dari dekat, aturan dasarnya adalah tidak melewati pagar atau memasukkan kaki ke saluran.
Jangan memindahkan tanaman maupun batu, jangan menangkap satwa liar, dan lakukan pengamatan dari trotoar.
Penggunaan atau penguasaan area taman memerlukan permohonan, jadi tanyakan kepada Kota Yūsui mengenai pemotretan atau acara yang melampaui kunjungan biasa.
Cara menuju dan berjalan-jalan di Mata Air Maruike
Mata Air Maruike berada di pusat kota dan mudah dikunjungi dengan berjalan kaki dari stasiun kereta.
Jika datang dengan mobil, perhatikan pejalan kaki dan jalan permukiman di sekitar kolam, lalu berkendaralah dengan tenang.
Beberapa menit berjalan kaki dari Stasiun JR Kurino
Stasiun terdekat adalah Stasiun Kurino di Jalur JR Hisatsu, hanya beberapa menit berjalan kaki.
Anda dapat menggunakan lorong bebas di stasiun untuk menuju sisi Maruike; setelah tiba, periksa papan petunjuk.
Jumlah kereta dan kondisi operasi berbeda menurut hari, jadi periksa terlebih dahulu jadwal pergi maupun pulang.
Sekitar 5 menit berkendara dari Simpang Susun Kurino
Dari Simpang Susun Kurino di Jalan Tol Kyūshū, perjalanan dengan mobil memakan waktu sekitar 5 menit.
Tersedia tempat parkir di lokasi, tetapi saat ramai hindari parkir sembarangan di tepi jalan dan ikuti petunjuk.
Wadah berisi air akan menjadi berat, jadi sesuaikan jumlah yang dibawa dengan kemampuan fisik dan kencangkan agar tidak terguling di dalam mobil.
Berjalan pulang-pergi di sepanjang saluran
Setelah tiba, lihat titik pancaran dan permukaan air di sekitar kolam, lalu lanjutkan ke jalan berbatu di sepanjang saluran untuk mengikuti arah air mengalir keluar.
Mengubah sudut pandang terhadap kolam pada perjalanan pergi dan pulang memudahkan Anda menyadari perbedaan warna akibat cahaya dan bayangan pepohonan.
Walau hanya berjalan singkat, melihat kolam, saluran, lalu ruang kehidupan secara berurutan membantu memahami peran Mata Air Maruike secara menyeluruh.
Ringkasan daya tarik dan etika berkunjung ke Mata Air Maruike
Di Mata Air Maruike, Anda dapat menikmati permukaan jernih salah satu dari 100 Mata Air Terkenal Jepang, gerakan air yang memancar dari dasar pasir, jalan berbatu di sepanjang saluran, serta sakura dan kunang-kunang musiman.
Mengetahui bahwa hujan di Gunung Kurino membutuhkan sekitar 35 tahun untuk memancar dan menjadi air kebutuhan sehari-hari masyarakat akan memperlihatkan sekaligus pemandangan dan kehidupan.
Ambil air di tempat yang telah disediakan, jangan masuk ke kolam atau saluran, dan pilih cara yang wajar untuk berkunjung dari Stasiun JR Kurino atau Simpang Susun Kurino.



Ulasan (0)