Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Desa Film Nijushi no Hitomi Shodoshima: Nostalgia Showa

Desa Film Nijushi no Hitomi Shodoshima: Nostalgia Showa
Panduan Desa Film Nijushi no Hitomi di Shodoshima: susuri sekolah kayu, museum sastra, budaya Showa, panorama Laut Seto, dan etika berkunjung.

Ringkasan Cepat

Daya tarik dalam satu kalimat

Desa Film Nijushi no Hitomi yang berdiri di tepi laut Pulau Shodoshima, Prefektur Kagawa, adalah fasilitas wisata tempat Anda merasakan dunia film "Nijushi no Hitomi". Set terbuka seluas sekitar 10.000 meter persegi tempat Anda menyusuri gedung sekolah kayu dan suasana kota awal era Showa.

Daya tarik utama

Gedung sekolah kayu menghadap laut, Museum Sastra Tsuboi Sakae, bioskop Shochikuza, Kinema-no-Iori bernuansa retro Showa, dan jalan tepi laut yang menghadap Laut Pedalaman Seto.

Akses

Desa Film Nijushi no Hitomi terletak di Semenanjung Tanoura, Pulau Shodoshima; nyaman dengan mobil atau taksi dan tersedia parkir gratis. Kapal penyeberangan dari Dermaga Olive Navi sekitar 10 menit sekali jalan (cek hari operasi).

Jam buka & tarif

Pukul 9:00–17:00, buka sepanjang tahun. Tiket masuk dewasa ¥850–1.000, anak SD ¥430–500, bervariasi menurut periode.

Perkiraan waktu

Jika hanya berkeliling sekitar 60 menit. Jika menikmati foto, makan, dan belanja, sediakan sekitar 1–2 jam agar lebih leluasa.

Tiket terusan & area sekitar

Ada tiket terusan dengan Misaki no Bunkyojo (bekas Sekolah Dasar Noma cabang Tanoura) yang berada sekitar 700 meter sebelum Desa Film. Membandingkan kedua gedung sekolah akan memperdalam pemahaman.

Yang bisa dialami

Menyusuri sekolah dan kehidupan desa zaman dulu, mengenal latar karya di museum sastra, dan menikmati foto bernuansa retro Showa berlatar laut dan bangunan.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Kagawa

Apa Itu Nijūshi no Hitomi Eigamura

Nijūshi no Hitomi Eigamura (Desa Film Twenty-Four Eyes) adalah fasilitas wisata di Semenanjung Tanoura, Kota Shōdoshima, Prefektur Kagawa, tempat Anda bisa merasakan dunia film "Nijūshi no Hitomi" (Twenty-Four Eyes).

Di area seluas sekitar 10.000 meter persegi di tepi laut, berjajar gedung sekolah kayu, rumah nelayan, kedai teh, toko oleh-oleh, dan bioskop, sehingga Anda bisa menghabiskan waktu seolah masuk ke desa awal era Shōwa.

Karena bisa menikmati alam Shōdoshima dan budaya film sekaligus, tempat ini juga mudah dijelajahi bagi wisatawan yang tidak mengenal karya bersejarah ini.

Bisa Dinikmati Seolah Berjalan di Lokasi Film

Nijūshi no Hitomi Eigamura adalah fasilitas yang memanfaatkan set terbuka untuk pengambilan gambar film.

Sambil berkeliling melihat bagian dalam bangunan, Anda bisa merasakan suasana sekolah dan desa Jepang zaman dulu, meski belum pernah menonton filmnya.

Pemandangan Tepi Laut yang Memikat

Fasilitas ini menghadap Laut Pedalaman Seto (Setonaikai), sehingga Anda bisa memandang laut melewati gedung sekolah kayu dan deretan kota bergaya lama.

Pada hari cerah, cahayanya lembut sehingga cocok untuk berjalan santai sambil berfoto.

Mudah Dimasukkan ke Rencana Wisata Pertama ke Shōdoshima

Jam buka dari pukul 09.00 hingga 17.00 dan diumumkan buka setiap hari sepanjang tahun.

Harga tiket masuk untuk dewasa 900 hingga 1.000 yen, anak SD 450 hingga 500 yen, dan berubah tergantung periode.

Perkiraan waktu berkeliling sekitar 60 menit, namun jika ingin menikmati foto, makan, dan belanja, sebaiknya siapkan sekitar 1 sampai 2 jam agar lebih leluasa.

Hubungan Film "Nijūshi no Hitomi" dengan Shōdoshima

"Nijūshi no Hitomi" adalah karya yang berasal dari novel karya Tsuboi Sakae, dan menjadi salah satu tema budaya penting saat membicarakan Shōdoshima.

Di Nijūshi no Hitomi Eigamura tidak hanya ada bangunan yang merekonstruksi dunia film, tetapi juga pameran terkait penulis aslinya.

Meski tidak mengenal karyanya, Anda bisa berjalan sambil merasakan sosok guru dan anak-anak, kehidupan pulau, serta latar zaman perang.

Karya Aslinya Novel Tsuboi Sakae

Tsuboi Sakae adalah penulis asal Shōdoshima yang dikenal sebagai penulis asli "Nijūshi no Hitomi".

Di dalam Eigamura terdapat Tsuboi Sakae Bungakukan (museum sastra), sehingga orang yang tertarik pada karya atau penulisnya bisa mampir sambil berjalan-jalan.

Ceritanya Bukan Kisah Nyata

"Nijūshi no Hitomi" adalah karya yang ditulis sebagai novel, dan bukan kisah nyata.

Oleh karena itu, saat berjalan di Eigamura, akan lebih mudah dipahami jika menikmatinya sebagai dunia sastra dan film yang berlandaskan pemandangan Shōdoshima dan suasana zaman, bukan sebagai "catatan tokoh nyata".

Pemahaman Makin Dalam Bila Dipadukan dengan Misaki no Bunkyōjō

Sekitar 700 meter sebelum Eigamura terdapat bekas SD Nōma cabang Tanoura yang dibuka untuk umum sebagai Misaki no Bunkyōjō (sekolah cabang tanjung).

Dengan membandingkan suasana gedung sekolah kayunya, Anda bisa merasakan keterkaitan antara dunia film dan arsitektur sekolah yang nyata.

Spot Utama yang Wajib Dilihat di Eigamura

Nijūshi no Hitomi Eigamura bukan sekadar tempat melihat bangunan, melainkan tempat untuk merasakan kehidupan zaman dulu dan budaya film dengan mampir satu per satu.

Bisa dijelajahi dalam waktu singkat, tetapi jika ingin menikmati pameran dan foto, menentukan tempat yang akan dilihat akan memudahkan Anda berkeliling.

Spot Daya tarik Cara menikmati
Gedung sekolah kayu Suasana kelas Merasakan sekolah lama
Museum sastra Tsuboi Sakae Dunia penulis asli Mengetahui latar karya
Bioskop Shōchikuza Budaya film Menyentuh karya
Kinema no An Kota era Shōwa Jalan-jalan retro
Jalan tepi laut Pemandangan Setouchi Berfoto

Merasakan Sekolah Lama di Gedung Sekolah Kayu

Salah satu bangunan yang menjadi simbol Eigamura adalah gedung sekolah kayu yang menghadap laut.

Melihat meja, kursi, dan papan tulis di kelas membuat Anda mudah membayangkan kehidupan sekolah Jepang zaman dulu.

Mengetahui Latar Karya di Museum Sastra Tsuboi Sakae

Di Tsuboi Sakae Bungakukan, Anda bisa memahami "Nijūshi no Hitomi" lebih dalam melalui pameran tentang kehidupan dan karya penulis aslinya.

Bahkan wisatawan yang tidak begitu paham film atau sastra pun bisa menemukan petunjuk mengapa karya ini selalu dikaitkan dengan Shōdoshima.

Menyentuh Suasana Film di Bioskop Shōchikuza

Di dalam desa terdapat bioskop Shōchikuza, tempat Anda bisa menyentuh budaya film terkait "Nijūshi no Hitomi".

Mampir ke bioskop setelah berjalan di set luar ruangan akan membuat suasana bangunan dan dunia karya lebih mudah terhubung.

Menikmati Nuansa Retro Shōwa di Kinema no An

Di Kinema no An, Anda bisa menikmati galeri film Jepang tahun 1950-an dan ruang bernuansa nostalgia.

Papan reklame berwarna dan tekstur bangunannya juga cocok bagi yang ingin mengambil foto bernuansa retro Shōwa.

Informasi Harga dan Fasilitas yang Perlu Diketahui Sebelum Berkunjung

Nijūshi no Hitomi Eigamura adalah fasilitas yang banyak menghabiskan waktu berjalan di luar ruangan, namun juga memiliki fasilitas pameran, toko, dan tempat makan.

Memikirkan keseimbangan antara jalan-jalan luar ruangan dan kunjungan dalam ruangan sesuai cuaca dan teman seperjalanan akan membuat kunjungan lebih nyaman.

Item Isi Catatan
Jam buka 09.00–17.00 Periksa sebelum masuk
Hari libur Buka sepanjang tahun Perhatikan kondisi fasilitas
Tiket masuk Dewasa 900–1.000 yen Berubah per periode
Anak SD 450–500 yen Berubah per periode
Tiket gabungan Gabungan Misaki no Bunkyōjō Pilih sesuai tujuan

Tiket Masuk Berubah per Periode

Harga tiket masuk Nijūshi no Hitomi Eigamura memiliki tarif dewasa 900 yen, 1.000 yen, 850 yen, dan anak SD 450 yen, 500 yen, 430 yen tergantung pembagian periode.

Jika ingin berkunjung sekaligus ke Misaki no Bunkyōjō, memilih tiket gabungan akan memperjelas tujuan perjalanan.

Periksa Aksesibilitas dan Penitipan Barang

Di Eigamura tersedia peminjaman kursi roda, dan meski tidak ada loker koin, tersedia layanan penitipan barang.

Namun, karena di dalam area ada tempat luar ruangan maupun bangunan tua yang mempertahankan suasana lama, jika Anda khawatir soal mobilitas, berkelilinglah dalam batas yang tidak memberatkan.

Bisa Makan dan Beristirahat

Di dalam desa terdapat kafe dan tempat makan, sehingga Anda bisa beristirahat di tengah kunjungan.

Anda juga boleh membawa bekal, tetapi sampah harus dibawa pulang.

Cara Menuju dan Pertimbangan Perpindahan

Karena Nijūshi no Hitomi Eigamura berada di Semenanjung Tanoura di Shōdoshima, penting untuk memikirkan terlebih dahulu sarana transportasi di dalam pulau.

Shōdoshima adalah pulau yang diakses dengan feri, jadi rute perjalanan akan berubah tergantung kombinasi bus, mobil, taksi, dan perahu penyeberangan setelah tiba di pulau.

Lebih Mudah Berpindah dengan Mobil atau Taksi

Jika berwisata ke beberapa tempat di dalam Shōdoshima, menggunakan mobil atau taksi akan memudahkan perpindahan.

Karena di Eigamura tersedia tempat parkir gratis, fasilitas ini juga mudah dimasukkan ke perjalanan dengan mobil sewaan.

Memeriksa Jadwal Penting untuk Transportasi Umum

Jika menggunakan bus, durasi tinggal akan berubah tergantung jumlah armada dan koneksinya.

Memeriksa jadwal pulang terlebih dahulu akan memudahkan Anda mengatur waktu untuk pameran dan makan.

Ada Periode yang Bisa Menggunakan Perahu Penyeberangan

Ada periode ketika Anda bisa menggunakan perahu penyeberangan dari dermaga Olive Navi hingga Nijūshi no Hitomi Eigamura, dengan waktu tempuh sekali jalan sekitar 10 menit.

Karena perahu penyeberangan dipengaruhi cuaca dan kondisi operasional, jika ingin menggunakannya, periksalah hari dan jam operasinya sebelum merencanakan.

Foto dan Etika

Nijūshi no Hitomi Eigamura adalah tempat yang membuat ingin berfoto karena memiliki bangunan retro era Shōwa, gedung sekolah kayu, dan pemandangan tepi laut.

Namun, penting untuk memotret sambil memperhatikan benda pameran dan pengunjung lain.

Situasi Rekomendasi Catatan
Gedung sekolah kayu Foto seluruh kelas Jangan terlalu menyentuh pameran
Tepi laut Masukkan bangunan dan laut Perhatikan pijakan
Jalan retro Shōwa Jadikan papan reklame latar Jangan menghalangi jalan
Sekitar bioskop Nikmati tampilan luar Periksa tanda di dalam
Tempat makan Foto makanan Jangan terlalu merekam orang sekitar

Perhatikan saat Orang Lain Terekam

Di fasilitas wisata, pengunjung lain terkadang ikut terekam dalam foto.

Jika ingin mempublikasikan foto yang menampilkan wajah orang secara jelas, perhatikan sudut dan waktu pengambilan gambar.

Perlakukan Benda Pameran dengan Hati-hati

Gedung sekolah dan benda pameran adalah elemen penting yang menyampaikan suasana zaman dulu.

Bedakan tempat yang boleh diduduki dan tempat yang hanya untuk dilihat sebagai pameran, lalu berkelilinglah sesuai tanda petunjuk.

Periksa Syarat untuk Membawa Hewan Peliharaan

Di Eigamura, membawa hewan peliharaan diperbolehkan, namun masuk ke dalam bangunan terkadang dibatasi.

Jika berkunjung dengan anjing, gunakan tali atau tas pembawa dan perhatikan jarak dengan pengunjung lain.

Kesimpulan | Menikmati Nijūshi no Hitomi Eigamura dengan Nyaman

Nijūshi no Hitomi Eigamura adalah fasilitas wisata di tepi laut Shōdoshima tempat Anda bisa menikmati dunia film "Nijūshi no Hitomi", bangunan retro era Shōwa, dan latar sastra sekaligus.

Memeriksa jam buka, tiket masuk, tiket gabungan, dan hari operasi perahu penyeberangan sebelum berkunjung akan membuat perpindahan dan kunjungan di hari itu lebih lancar.

Meski tidak mengenal karyanya, dengan berjalan di gedung sekolah kayu dan kota tepi laut, Anda bisa merasakan waktu yang tenang khas Shōdoshima.

Hargai benda pameran dan perhatikan pengunjung lain, lalu nikmati dunia sastra dan film dengan santai.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Ini adalah fasilitas wisata di Semenanjung Tanoura, Kota Shodoshima, Prefektur Kagawa, yang menghidupkan kembali dunia film "Nijushi no Hitomi (Twenty-Four Eyes)". Di area tepi laut seluas sekitar 10.000 meter persegi berdiri gedung sekolah kayu, rumah nelayan, dan kedai teh, sehingga Anda serasa masuk ke desa awal era Showa. Meski belum pernah menonton filmnya, Anda tetap bisa merasakan suasana sekolah dan desa Jepang tempo dulu.
A. Karena ini tempat langka di Jepang yang membuka set film terbuka apa adanya sebagai fasilitas wisata. Cerita aslinya adalah novel karya Sakae Tsuboi, penulis kelahiran Shodoshima, dengan kehidupan pulau dan latar zaman perang sebagai inti kisahnya. Pengalaman menjelajah pameran akan terasa lebih dalam jika dinikmati sebagai dunia sastra dan film, bukan kisah nyata.
A. Biaya masuk (tiket untuk memasuki fasilitas) adalah 900-1.000 yen untuk dewasa dan 450-500 yen untuk siswa SD. Tergantung musim, ada pula tarif 850 yen dan 430 yen. Tersedia juga tiket terusan dengan "Misaki no Bunkyojo" yang berjarak sekitar 700 meter, sehingga cocok bagi yang ingin membandingkan kedua gedung sekolah kayu tersebut.
A. Jam buka pukul 9.00-17.00 dan buka setiap hari, dengan perkiraan waktu kunjung sekitar 60 menit. Namun, jika ingin menikmati foto, makan, dan belanja, sebaiknya luangkan 1-2 jam agar lebih leluasa. Karena fasilitas ini berpusat pada jalan-jalan di area terbuka, mengatur pembagian waktu antara pameran dalam ruangan dan jalan-jalan di luar akan membuat kunjungan lebih nyaman saat musim panas yang terik atau musim dingin yang berangin dingin.
A. Pada dasarnya naik Shodoshima Olive Bus jalur Tanoura Movie Village dari arah Pelabuhan Tonosho, Pelabuhan Ikeda, atau Pelabuhan Kusakabe. Turun di halte terakhir "Tanoura Movie Village" dan pintu masuk langsung terlihat, tetapi jumlah armadanya tidak banyak. Bila menuju dari Pelabuhan Sakate atau berbagai tempat di pulau, menyusun jadwal pergi dan pulang terlebih dahulu akan lebih menenangkan.
A. Tersedia tempat parkir gratis, sehingga cocok dikunjungi dengan mobil sewaan atau taksi. Karena tempat-tempat menarik di Shodoshima seperti Kankakei dan Olive Park tersebar dan armada bus juga terbatas, berkeliling dengan mobil lebih fleksibel jika ingin mengunjungi beberapa tempat. Movie Village terletak di ujung semenanjung, dan perjalanan menyusuri tepi laut di sepanjang jalan juga menjadi daya tariknya.
A. Perahu penyeberangan menghubungkan Dermaga Olive Navi dan Dermaga Movie Village dengan rute laut sekali jalan sekitar 10 menit. Pelayaran umumnya berlangsung dari musim semi hingga akhir musim gugur, dan bisa dibatalkan tergantung cuaca. Karena Anda bisa memandang gedung sekolah Semenanjung Tanoura dari sisi laut yang sulit terlihat dengan mobil, ini menjadi pengalaman kedatangan yang berkesan khas Movie Village.
A. Di dalam Movie Village, Anda bisa makan dan beristirahat di tempat seperti Cafe Cinema Club. Menu khasnya adalah "set makan siang sekolah" berupa roti goreng, sup kari, jeruk beku, dan susu botol yang disajikan dengan peralatan makan aluminium, menghidupkan kembali makan siang sekolah era Showa. "Hishio-don" yang menggunakan bumbu asal Shodoshima juga populer. Membawa bekal diperbolehkan, tetapi pastikan untuk membawa pulang sampah Anda.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.