Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Tsukioka Onsen dan Shibata: Wisata Kota Lama Tanpa Mobil

Tsukioka Onsen dan Shibata: Wisata Kota Lama Tanpa Mobil
Nikmati Tsukioka Onsen dan Shibata 2 hari 1 malam tanpa mobil. Cek bus dari Niigata, taman Shimizuen, kastel, etika onsen, dan penyesuaian musim dingin.

Ringkasan Cepat

Daya tarik Tsukioka Onsen dan Shibata

Tanpa mobil, Anda dapat mengunjungi Tsukioka Onsen yang terkenal dengan air hijau zamrud dan kota kastel Shibata dengan Taman Shimizuen serta Kastel Shibata. Naiklah bus langsung dari Stasiun Niigata, lalu nikmati pemandian kaki gratis dan Tsukiakari no Niwa pada malam hari di kawasan onsen. Lanjutkan dengan bus ke Stasiun Shibata untuk menggabungkan kunjungan ke taman dan bangunan bersejarah.

Daya tarik kawasan onsen dan kota kastel

Tsukiakari no Niwa dengan deretan lentera andon, Taman Shimizuen berupa taman untuk berjalan mengelilingi lanskap yang ditetapkan sebagai Tempat Berpemandangan Indah Nasional, hunian Ashigaru Nagaya beratap jerami, serta gerbang utama dan tembok batu Kastel Shibata.

Akses dari Stasiun Niigata

Dari tempat naik bus sewaan di pintu selatan Stasiun Niigata, naik bus langsung ke Tsukioka Onsen sekitar 60 menit (berangkat pukul 13.00 dan 15.30, tarif sekali jalan 1.500 yen). Stasiun JR Tsukioka dan kawasan onsen berada di lokasi berbeda.

Perkiraan tiket masuk

Pemandian kaki di kawasan onsen, Gensen no Mori, dan Tsukiakari no Niwa gratis; tiket dewasa Taman Shimizuen 700 yen. Kastel Shibata gratis dan tidak memerlukan reservasi selama periode pembukaan, yang umumnya April–November; kastel tutup pada musim dingin dari Desember hingga akhir Maret.

Perjalanan dan waktu menuju Shibata

Dari Tsukioka Onsen ke Stasiun Shibata, bus langsung memakan waktu sekitar 25 menit (berangkat pukul 10.20 dan 11.15). Taman Shimizuen berjarak sekitar 7 menit berjalan kaki dari stasiun, dan Kastel Shibata sekitar 20 menit.

Tips menghadapi kepadatan bus langsung

Tidak perlu reservasi; penumpang dilayani sesuai urutan kedatangan, maksimal 50 orang per keberangkatan. Datanglah lebih awal ke tempat naik bus pada akhir pekan dan libur panjang, lalu bayar dengan uang tunai atau PayPay.

Pengalaman di kawasan onsen

Di Gensen no Mori, Anda dapat merendam tangan dan meminum air dari mata air panas; di Niigata Beika DEN, Anda dapat mencoba memanggang senbei (kerupuk beras Jepang) dengan tangan. Pada malam hari, nikmati pemandangan payung tradisional Jepang yang diterangi lampu dari pemandian kaki.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Niigata

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Wisata Tsukioka Onsen dan Kota Kastel Shibata Tanpa Mobil

Tsukioka Onsen di Kota Shibata, Prefektur Niigata, adalah kawasan pemandian air panas yang dapat dicapai dengan bus dari Stasiun Niigata atau Stasiun Shibata.

Sebelum berkunjung, periksa tanggal pembukaan Kastel Shibata, operasional bus, dan status pembukaan setiap fasilitas.

Penitipan Bagasi dan Hal yang Perlu Disampaikan Saat Memesan Penginapan

Tanyakan kepada penginapan apakah Anda dapat menitipkan bagasi sebelum waktu check-in, lalu bawa tas kecil saat berjalan-jalan agar lebih ringan.

Bus langsung yang berangkat dari Stasiun Niigata pukul 13:00 tiba di kawasan onsen sekitar pukul 14:00, jadi pastikan penginapan menerima penitipan bagasi jika Anda akan tiba sebelum waktu check-in.

Jika menitipkan bagasi di penginapan, pastikan juga hingga pukul berapa Anda bisa kembali untuk mengambilnya.

Jika ingin menitipkan bagasi di Shibata, cari tahu dahulu lokasi penitipan, ukuran barang yang diterima, dan jam pengambilannya.

Saat memesan penginapan, sampaikan juga kebutuhan berikut sekaligus agar pengaturannya lebih lancar.

  • Bahan makanan yang ingin dihindari
  • Ketentuan penggunaan jika menginginkan pemandian privat
  • Ketersediaan layanan informasi dalam bahasa selain Jepang

Jika membutuhkan informasi dalam bahasa selain Jepang, tanyakan bahasa yang tersedia kepada penginapan atau pusat informasi wisata.



Cara Menuju Tsukioka Onsen Tanpa Mobil dengan Bus Langsung dari Stasiun Niigata

Naik Bus Langsung ke Tsukioka Onsen dari Pintu Selatan Stasiun Niigata

Bus langsung menuju Tsukioka Onsen berangkat dari area keberangkatan bus carter di pintu selatan Stasiun Niigata, dengan waktu perjalanan sekitar 60 menit.

Tarif sekali jalan untuk dewasa maupun anak-anak adalah 1.500 yen (bayi dan balita yang dipangku gratis), dengan 2 keberangkatan per hari dari Stasiun Niigata, yaitu pukul 13:00 dan 15:30.

Sebelum berangkat, periksa jadwal bus yang akan digunakan dan apakah penginapan menyediakan antar-jemput.

Pastikan lokasi naik sebelum berangkat, tanpa menganggapnya sama dengan tempat naik bus reguler.

Jika tiba dengan Shinkansen, pilih keberangkatan bus yang menyisakan waktu untuk makan siang di stasiun dan berjalan menuju tempat naik di pintu selatan.



Tarif Bus Langsung, Cara Membayar, dan Persiapan Jika Penuh

Bus dari Stasiun Niigata maupun Stasiun Shibata tidak memerlukan reservasi dan melayani penumpang berdasarkan urutan kedatangan, dengan pembayaran tunai atau PayPay.

Kapasitas setiap keberangkatan maksimal 50 penumpang, jadi sebaiknya datang lebih awal ke tempat naik pada akhir pekan dan libur panjang.

Siapkan juga uang tunai tanpa hanya mengandalkan kartu IC transportasi agar tidak terburu-buru saat naik.

Karena Anda mungkin tidak dapat naik jika bus penuh, hindari jadwal terlalu ketat yang membuat keterlambatan langsung berdampak pada waktu makan malam di penginapan.

Jika bus pukul 13:00 dari Stasiun Niigata penuh, pilihan lainnya adalah naik kereta JR ke Stasiun Shibata, lalu menyambung bus menuju Tsukioka Onsen yang berangkat pukul 15:30.

Tempat naik dan turun di Tsukioka Onsen berada di samping pintu masuk Imai; beberapa penginapan menyediakan antar-jemput ke halte ini, jadi tanyakan saat memesan.



Stasiun JR Tsukioka dan Kawasan Tsukioka Onsen Berada di Lokasi Berbeda

Stasiun Tsukioka di Jalur Utama JR Uetsu berbeda lokasi dengan kawasan Tsukioka Onsen, sehingga tiba di stasiun ini tidak berarti Anda dapat langsung mulai berjalan-jalan di kawasan onsen.

Jika menggunakan kereta melalui Stasiun Tsukioka, periksa ketersediaan antar-jemput penginapan dan ketentuan pemesanannya.

Saat mencari cara menuju lokasi, periksa rute hingga nama penginapan Anda agar perjalanan lanjutan dari stasiun tidak terlewat.


Pemandian Kaki Gratis dan Tempat Wisata di Tsukioka Onsen

Kawasan Tsukioka Onsen memiliki fasilitas untuk menikmati air panas serta toko-toko yang menjual kuliner Niigata.

Menikmati Suasana Onsen di Pemandian Kaki Gratis Ashiyu Yutabi

Ashiyu Yutabi adalah pemandian kaki gratis untuk menikmati air panas Tsukioka Onsen dengan santai.

Jam penggunaan adalah pukul 8:00–21:00 dan buka setiap hari.

Fasilitas ini dilengkapi panggung pertunjukan Tsukimidai dan pusat informasi Furatto, sehingga cocok disinggahi untuk beristirahat di kawasan onsen.

Pada malam hari, payung-payung tradisional Jepang berwarna-warni yang menghiasi Tsukimidai diterangi lampu dan dapat dinikmati sambil merendam kaki.

Bawalah handuk untuk mengeringkan kaki di dalam tas dan kenakan pakaian yang memudahkan Anda melepas serta mengenakan kembali sepatu dan kaus kaki.

Jika lupa membawa handuk, cobalah bertanya kepada ryokan (penginapan tradisional Jepang) terdekat apakah mereka menjualnya.


Mencoba Pemandian Tangan dan Air Onsen untuk Diminum di Gensen-no-Mori

Gensen-no-Mori (hutan sumber air panas) berada di tempat asal Tsukioka Onsen dan memiliki fasilitas merendam tangan serta patung untuk disiram air panas.

Tempat ini dikenal sebagai lokasi memohon kulit indah dan jodoh, dengan jam penggunaan pukul 8:00–22:00 serta tanpa biaya.

Berbeda dengan pemandian kaki, di sini Anda dapat menyisipkan pengalaman menyentuh air panas dengan tangan saat berjalan-jalan.

Tersedia pula fasilitas minum air panas belerang, yang dikenal dengan julukan jenaka sebagai onsen yang mengaku paling tidak enak rasanya di Jepang.

Jika ingin mencobanya, baca cara minum dan peringatan yang terpasang di lokasi, serta jangan menganggap semua air onsen lainnya boleh diminum sesuka hati.


Kuliner Niigata dan Pengalaman Memanggang Senbei di Toko Kawasan Onsen

Niigata Jimono UMAMI menjual miso, kaldu dashi, dan acar, sedangkan Niigata Beika DEN menawarkan belanja camilan beras serta pengalaman memanggang senbei (kerupuk beras) secara manual.

UMAMI menyediakan Otameshi Gohan, sajian nasi untuk mencicipi beberapa jenis acar dalam porsi kecil, sementara DEN menawarkan set senbei panggang sendiri seharga 1.500 yen, yang dapat dihias menggunakan kecap asin.

Hari tutup dan waktu istirahat siang berbeda untuk setiap toko, jadi periksa hari operasional dan ketentuan pendaftaran toko tempat Anda ingin mengikuti pengalaman.

Sebagai contoh, UMAMI buka pukul 9:30–18:00 (istirahat 12:00–13:00) dan tutup pada Rabu, sedangkan DEN buka pukul 9:30–18:00 (istirahat 13:00–14:00) serta tutup pada Senin, Rabu, dan Jumat.

Sebelum memilih makanan untuk dibawa pulang, periksa juga cara penyimpanan dan bahan-bahannya.

Di Tsukioka Brewery yang berada di kawasan onsen, Anda dapat menggunakan Wi-Fi gratis dan mengisi daya perangkat.



Karakter Air Tsukioka Onsen dan Taman Tsukiakari-no-Niwa

Keuntungan menginap adalah dapat menikmati air panas dan makanan dengan santai, tanpa terburu-buru berendam di sela kegiatan keliling kota.

Saat menginap, pastikan pula jadwal makan malam dan jam penggunaan pemandian bersama.

Air Berwarna Hijau Zamrud dan Etika Berendam

Tsukioka Onsen bermula pada tahun Taishō 4 (1915), ketika air panas secara tidak sengaja memancar saat pengeboran minyak.

Air panasnya mengandung belerang, natrium, dan klorida, dengan suhu sumber 51°C, dan juga dikenal sebagai Bijin-no-Yu (air panas kecantikan).

Tsukioka Onsen terkenal dengan air berwarna hijau zamrud, tetapi warnanya sedikit berubah sesuai musim, cuaca harian, dan kondisi atmosfer.

Daripada mengharapkan warna yang persis sama dengan foto, nikmati karakter air panas pada hari kunjungan Anda.

Di pemandian bersama, periksa tanda di pintu masuk dan jam penggunaan; jika memiliki tato, tanyakan ketentuan pemakaian kepada penginapan saat memesan.

Berikut etika dasar yang perlu diperhatikan saat menggunakan onsen Jepang, sesuai situasinya.

Situasi Hal yang dilakukan Hal yang dihindari
Sebelum berendam Membasuh tubuh dan membilas busa Masuk kolam tanpa membasuh tubuh
Di dalam kolam Berendam dengan tenang Mencelupkan handuk atau rambut
Selama di area pemandian Memperhatikan kenyamanan orang lain Menggunakan ponsel



Menikmati Lampion Malam di Tsukiakari-no-Niwa

Tsukiakari-no-Niwa (taman cahaya bulan) adalah taman Jepang dengan deretan lampion andon beragam motif tradisional di sepanjang koridor.

Masuk ke taman gratis, dengan jam pembukaan pukul 8:00–22:00 dan lampion menyala pukul 17:00–22:00.

Anda bisa menikmati warna serta motifnya pada siang hari dan cahayanya pada malam hari, sehingga taman ini cocok untuk jalan-jalan singkat saat menginap.

Pastikan rute kembali ke penginapan, lalu ambil foto tanpa menghalangi jalur atau menjadikan orang lain sebagai subjek utama foto tanpa izin.

Pada hari bercuaca buruk, Anda boleh melewatkan jalan-jalan malam dan menikmati waktu di penginapan.


Taman Shimizu-en, Ashigaru Nagaya, dan Kastel Shibata

Naik Bus Langsung Pagi dari Tsukioka Onsen ke Stasiun Shibata

Perjalanan bus langsung dari Tsukioka Onsen ke Stasiun Shibata memerlukan sekitar 25 menit.

Ada 2 keberangkatan per hari dari Tsukioka Onsen, yaitu pukul 10:20 dan 11:15, dengan tarif dewasa 500 yen dan anak-anak 300 yen (bayi dan balita yang dipangku gratis).

Tempat naik dan turun di kawasan onsen berada di samping pintu masuk Imai, jadi sebaiknya periksa rute dari penginapan terlebih dahulu.

Jangan terlalu lama berbelanja pada pagi hari; atur waktu check-out dengan menghitung mundur dari jadwal keberangkatan bus.

Berjalan Mengelilingi Kolam Shimizu-en, Taman yang Ditetapkan sebagai Tempat Berpemandangan Indah Nasional

Shimizu-en, sekitar 7 menit berjalan kaki dari Stasiun Shibata, adalah taman yang dibangun sebagai bagian dari kediaman kedua keluarga Mizoguchi, penguasa Domain Shibata.

Taman bergaya Kyoto dengan jalur mengelilingi kolam ini ditetapkan sebagai Tempat Berpemandangan Indah tingkat nasional; ruang teh dan bangunan lain ditata di sekitar kolam besar berbentuk aksara air dalam tulisan kursif Jepang.

Taman ini konon dibuat oleh Agata Sōchi, pejabat urusan upacara teh keshogunan, dan menghadirkan Ōmi Hakkei (delapan pemandangan Ōmi), yang menggambarkan tempat-tempat indah di sekitar Danau Biwa.

Jam buka Maret–Oktober adalah pukul 9:00–17:00 dan November–Februari pukul 9:00–16:30, dengan tiket masuk dewasa 700 yen, siswa SMA, mahasiswa, dan pengunjung usia 70 tahun ke atas 600 yen (dengan menunjukkan identitas), serta siswa SD dan SMP 300 yen (gratis pada Minggu dan hari libur nasional).

Jangan berhenti hanya pada pemandangan dari pintu masuk; cobalah berganti posisi sambil membandingkan susunan permukaan air, pepohonan, dan bangunan.

Penting pula untuk tetap berada di jalur taman dan tidak menginjak lumut maupun tanaman.


Mengenal Kehidupan Prajurit Ashigaru Domain Shibata di Ashigaru Nagaya

Ashigaru Nagaya (rumah deret prajurit berpangkat rendah) berada di dekat Shimizu-en, di seberang Sungai Shibata, dan merupakan hunian kayu beratap jerami.

Bangunan ini adalah rumah deret yang terdiri atas 8 unit, dibangun pada tahun Tenpō 13 (1842), dan ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting nasional.

Bayangkan kehidupan para ashigaru melalui bentuk rumah yang sederhana ini.

Perhatikan luas ruangan dan bentuk rumahnya, serta ikuti petunjuk di lokasi mengenai area yang dapat dikunjungi.

Di samping tempat parkir Shimizu-en, terdapat pula Kediaman Ishiguro, rumah samurai dari akhir zaman Edo yang dipindahkan dan dipugar serta ditetapkan sebagai properti budaya kota, yang dapat dikunjungi tanpa biaya.

Kediaman Ishiguro memperlihatkan rumah seorang pengikut penguasa domain dengan tunjangan 70 koku.



Melihat Gerbang Utama dan Dinding Batu Kastel Shibata

Kastel yang dibangun di dataran rendah ini memiliki dinding batu dengan teknik kirikomihagi, yaitu batu yang dipasang rapat tanpa celah, serta dinding namako dengan perpaduan putih dan hitam yang menarik perhatian.

Gerbang utama dan bekas menara sudut Ninomaru yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting nasional masih tersisa, dan kastel ini juga termasuk dalam daftar 100 Kastel Terbaik Jepang.

Menara tiga lantai yang dahulu menjalankan fungsi menara utama merupakan bangunan rekonstruksi, dengan bentuk unik berupa atap menyerupai huruf T yang dihiasi 3 patung shachihoko (makhluk berkepala harimau dan bertubuh ikan), tetapi bagian dalam tidak dibuka, jadi nikmatilah dari luar.

Periode kunjungan adalah April–November, pukul 9:00–17:00 (hingga 16:30 pada November), tanpa biaya masuk dan tanpa reservasi; tergantung kondisi salju, kastel terkadang mulai dibuka sejak akhir Maret.

Karena tutup pada musim dingin (Desember hingga akhir Maret), rencanakan terutama untuk melihat bagian luarnya.

Bekas menara sudut Ninomaru tidak dapat dimasuki pada 24 Juli–30 November 2026 karena pekerjaan konservasi dan perbaikan.

Perjalanan berjalan kaki dari Stasiun Shibata ke kastel sekitar 20 menit, jadi pilih jadwal kereta yang juga menyisakan waktu untuk kembali ke stasiun setelah berkunjung.

Di Ekimae Kankō Annaijo (pusat informasi wisata depan stasiun), lantai 1 gedung administrasi Ikunesu Shibata, tersedia penyewaan sepeda biasa seharga 400 yen untuk 3 jam (termasuk pajak), dengan syarat menunjukkan identitas penanggung jawab kontrak dan surat persetujuan wali bagi pengguna di bawah umur yang tidak didampingi wali.

Periode penyewaan direncanakan pada 7 Maret–6 Desember 2026, dengan penerimaan pukul 9:00–15:00 dan pengembalian terakhir pukul 16:00; karena layanan reservasi sedang dihentikan, datanglah langsung ke loket penyewaan.

Jika pulang menuju Niigata, Anda dapat menggunakan Jalur JR Hakushin dari Stasiun Shibata.



Persiapan Menghadapi Hujan, Salju, dan Hari Tutup

Untuk perjalanan tanpa mobil, utamakan waktu transportasi pulang yang leluasa daripada menambah jumlah tempat kunjungan.

Menyiapkan pilihan rute jalan kaki yang lebih pendek sesuai cuaca dan status pembukaan fasilitas akan membantu perjalanan Anda.

Bangunan Bersejarah Zōshunkaku di Dekat Stasiun Shibata

Zōshunkaku, dekat Stasiun Shibata, merupakan bangunan bekas wisma penerimaan tamu Ōkura Kihachirō yang dipindahkan dari Tokyo.

Pengusaha asal Shibata, Ōkura Kihachirō, membangunnya pada tahun Meiji 45 (1912) di tepi Sungai Sumida, Mukōjima, Tokyo, untuk menjamu tokoh penting politik dan bisnis serta tamu terhormat dari luar negeri.

Lokasinya sekitar 3 menit berjalan kaki dari pintu barat Stasiun Shibata, dengan jam buka pukul 9:00–16:00, tiket dewasa 500 yen dan siswa SD serta SMP 400 yen; tutup pada Kamis (atau hari berikutnya jika merupakan hari libur nasional) serta 29 Desember–3 Januari, dan ada waktu tertentu ketika kunjungan tidak tersedia karena penggunaan privat atau keperluan lain.

Bus langsung dari Tsukioka Onsen menuju Stasiun Shibata juga memungkinkan penumpang turun di depan Zōshunkaku.


Periksa Hari Tutup Shimizu-en

Ketentuan hari tutup Shimizu-en berbeda sesuai musim, jadi periksalah hari pembukaan setelah menentukan tanggal perjalanan.

Pada prinsipnya taman tutup setiap Selasa (jika bertepatan dengan hari libur nasional, taman buka dan tutup pada hari berikutnya), tetapi buka setiap hari pada April, Mei, Oktober, dan November, serta tutup selama liburan Tahun Baru pada 27 Desember–2 Januari.

Bus langsung dari Tsukioka Onsen menuju Stasiun Niigata berangkat pukul 10:15 dan 14:10.


Periksa Musim Terbaik dan Periode Pembukaan Kastel Shibata

Sakura di Kastel Shibata biasanya mencapai puncak pada awal hingga pertengahan April, bertepatan dengan awal periode pembukaan kastel.

Untuk daun musim gugur di Shimizu-en, gunakan awal hingga pertengahan November sebagai patokan dan periksa perkembangan warnanya sebelum berkunjung.

Kastel Shibata pada umumnya tutup selama musim dingin, dari Desember hingga akhir Maret; pada hari bersalju atau membeku, batasi jarak berjalan kaki.


Rangkuman Wisata Tsukioka Onsen dan Shibata Tanpa Mobil

Daya tarik Tsukioka Onsen adalah pemandian kaki dan onsen di penginapan, sementara pusat Kota Shibata menawarkan taman serta sejarah kota kastel.

Dengan memastikan terlebih dahulu tempat naik-turun dan jadwal keberangkatan bus langsung, waktu makan di penginapan, dan hari buka tempat kunjungan, Anda dapat mengurangi kebingungan di lokasi.

Jangan memadatkan semua tujuan dalam satu rencana; pilih persinggahan sesuai cuaca dan kecepatan berjalan, serta sisakan waktu untuk bersantai di onsen.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Tsukioka Onsen adalah kawasan pemandian air panas di Kota Shibata, Prefektur Niigata, yang terkenal dengan air belerang berwarna hijau zamrud. Kawasan ini bermula pada 1915 ketika air panas muncul saat pengeboran minyak, dan suhu sumber airnya 51°C. Hingga kini, hampir 30 geigi (seniman yang menampilkan tarian dan nyanyian dalam jamuan) tergabung di sini, dan pertunjukan mereka dapat dinikmati di penginapan tertentu. Jika ingin mengundang geigi, tanyakan syarat pertunjukan dan jamuan kepada penginapan saat memesan kamar agar bisa mengatur waktu serta anggaran di luar biaya menginap.
A. Di Gensen no Mori, tempat asal mula Tsukioka Onsen, Anda bisa mencoba minum air onsen yang dijuluki sendiri sebagai “onsen dengan rasa paling tidak enak di Jepang”. Fasilitas ini gratis; ikuti petunjuk di lokasi mengenai jumlah air dan cara meminumnya. Tersedia juga rendam tangan yang dapat digunakan tanpa melepas pakaian. Selain minum air onsen, pilih pengalaman yang sesuai seperti mencium aromanya atau mencoba rendam tangan, sehingga kunjungan singkat pun tetap memberi kesan khas kawasan onsen.
A. Daya tarik Kastel Shibata adalah menara tiga tingkat dengan 3 shachi (hiasan atap berkepala harimau dan berbadan ikan), tetapi bagian dalamnya tidak dapat dimasuki. Menara tiga tingkat yang digunakan antara lain untuk pengintaian ini direkonstruksi pada 2004 dan berada di area Pasukan Bela Diri Jepang, sehingga hanya dapat dilihat dari seberang parit. Kunjungan umum pada dasarnya tersedia April–November dan gratis. Bagian dalam bekas menara sudut Ninomaru tidak dapat dilihat karena pekerjaan konservasi dan perbaikan, jadi jelajahi bagian yang dibuka seperti gerbang utama sambil memperhatikan bentuk atap dan susunan shachi.
A. Bus langsung ke Tsukioka Onsen berangkat dari tempat naik bus sewaan di pintu keluar selatan Stasiun Niigata, dengan waktu tempuh sekitar 60 menit dan tarif sekali jalan 1.500 yen, sama untuk dewasa maupun anak. Ada 2 keberangkatan setiap hari, pukul 13:00 dan 15:30, tanpa reservasi dan berdasarkan urutan kedatangan. Pembayaran bisa dengan tunai atau PayPay, tetapi kartu IC transportasi tidak diterima. Jika tidak sempat naik bus pukul 13:00, Anda juga bisa mempertimbangkan JR Hakushin Line ke Stasiun Shibata lalu menyambung bus ke onsen yang berangkat pukul 15:30.
A. Dari Stasiun Tsukioka di JR Uetsu Main Line ke kawasan Tsukioka Onsen jaraknya sekitar 4 km, sehingga berjalan kaki membutuhkan waktu dan stamina yang cukup. Naik taksi biasanya sekitar 10 menit; jika ingin menggunakan antar-jemput penginapan, periksa ketersediaannya dan apakah perlu menghubungi lebih dahulu saat memesan kamar. Masukkan nama penginapan sebagai tujuan saat mencari rute agar bisa memeriksa keseluruhan perjalanan, termasuk ruas dari stasiun ke kawasan onsen.
A. Bus langsung dari Tsukioka Onsen menuju Stasiun Niigata berangkat pukul 10:15 dan 14:10, sedangkan yang menuju Stasiun Shibata pukul 10:20 dan 11:15. Perjalanan ke Stasiun Niigata sekitar 60 menit dengan tarif 1.500 yen, dan ke Stasiun Shibata sekitar 25 menit dengan tarif dewasa 500 yen. Keduanya berangkat dari samping pintu masuk Imai, dan pada pagi hari ada 2 bus dengan tujuan berbeda yang berangkat berselisih 5 menit. Jangan langsung naik saat bus datang; periksa tujuan sekaligus jam berangkatnya untuk menghindari salah bus.
A. Tiket masuk Shimizuen seharga 700 yen untuk dewasa dan 300 yen untuk siswa SD serta SMP, dengan jam buka pukul 9:00–17:00, atau hingga 16:30 pada November–Februari. Siswa SMA, mahasiswa, dan pengunjung berusia 70 tahun ke atas membayar 600 yen dengan menunjukkan bukti. Tiket yang sama juga berlaku untuk Ashigaru Nagaya (hunian bersama bagi samurai berpangkat rendah) di seberang sungai, sedangkan Ishiguro Residence gratis. Jangan langsung menyimpan tiket setelah mengunjungi taman; masukkan Ashigaru Nagaya sebagai kelanjutan kunjungan agar tidak melewatkan fasilitas yang tercakup dalam tiket.
A. Ketentuan bagi pengunjung bertato berbeda menurut penginapan dan pemandian, jadi sebutkan pemandian yang ingin digunakan saat memesan dan pastikan aturannya. Untuk pemandian privat yang hanya digunakan kelompok Anda maupun bak mandi dalam kamar, tetap ikuti ketentuan penginapan dan jangan menganggapnya pasti boleh digunakan. Aturan dasarnya adalah membersihkan tubuh sebelum masuk ke kolam dan tidak mencelupkan handuk ke air. Belerang dapat mengubah warna perak, jadi lepas aksesori saat berganti pakaian dan kumpulkan dalam kantong kecil agar lebih mudah menghindari barang tertinggal.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.