Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Naik Shinkansen Jepang: Joshaken, Tokkyuken & Green Car

Naik Shinkansen Jepang: Joshaken, Tokkyuken & Green Car
Naik Shinkansen Jepang butuh joshaken (tiket dasar) + tokkyuken (ekspres khusus). Pilih shitei-seki (reservasi), jiyu-seki (non-reservasi), atau Green Car.

Ringkasan Cepat

Pesona singkat

Panduan cara naik Shinkansen yang mudah dipahami bahkan untuk kunjungan Jepang pertama. Anda dapat memahami secara bertahap dari struktur tiket hingga etika naik dan di dalam kereta.

Tiket yang diperlukan

Shinkansen pada dasarnya memerlukan "tiket dasar + tiket ekspres". Saat menggunakan Green Car, juga diperlukan "tiket Green Car".

Cara memilih kursi

Kursi reservasi memberikan jaminan kursi sehingga aman bahkan di musim padat; kursi non-reservasi memungkinkan memilih kursi kosong dengan bebas tetapi mungkin tidak kebagian di musim sibuk.

Cara membeli tiket

Tiket dapat dibeli di loket Midori no Madoguchi di stasiun, mesin tiket reservasi, layanan online seperti Ekinet/SmartEX, atau menggunakan layanan tanpa tiket kertas yang terintegrasi dengan kartu IC.

Estimasi waktu

Tokyo ke Shin-Osaka diperkirakan sekitar 2 jam 30 menit.

Hal yang perlu diperhatikan tentang aturan bagasi

Pada Shinkansen Tokaido, Sanyo, Kyushu, dan Nishi-Kyushu, bagasi besar dengan total 3 sisi lebih dari 160 cm hingga 250 cm wajib reservasi sebelumnya; tanpa reservasi dikenakan biaya 1.000 yen.

Tips naik dengan lancar

Untuk tiket kertas, masukkan tiket dasar dan tiket ekspres bertumpuk dua ke gerbang; sebaiknya tiba di peron 5–10 menit sebelum berangkat.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Semua area

Bersponsor

Rencanakan perjalanan ke Jepang

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Cara Naik Shinkansen: Dasar-Dasar Tiket yang Harus Diketahui Lebih Dahulu

Cara naik Shinkansen memang sedikit membingungkan bagi yang baru pertama kali berkunjung ke Jepang, namun dengan memahami sistem tiketnya terlebih dahulu, perjalanan Anda akan jauh lebih lancar.

Shinkansen memiliki sistem tiket yang sedikit lebih rumit dibandingkan kereta konvensional (zairai-sen).

Pada dasarnya, Anda menaiki Shinkansen dengan kombinasi "tiket dasar" (jōshaken) dan "tiket ekspres khusus" (tokkyūken). Tiket dasar diperlukan untuk perjalanan dari stasiun keberangkatan ke stasiun tujuan, sedangkan tiket ekspres khusus dibutuhkan sebagai tambahan untuk menaiki kereta cepat Shinkansen.

Persyaratan akan berbeda antara kursi reservasi (shitei-seki) dan kursi non-reservasi (jiyū-seki). Jika Anda memilih gerbong Green Car (gerbong kelas premium), maka diperlukan tiket Green tambahan.

Ada pula kereta yang seluruhnya merupakan kursi reservasi, seperti "Hayabusa" pada Tōhoku/Hokkaidō Shinkansen dan "Komachi" pada Akita Shinkansen. Sedangkan "Nozomi" pada Tōkaidō/Sanyō Shinkansen juga dioperasikan dengan seluruh kursi reservasi pada periode-periode puncak kepadatan.

Perbedaan Kursi Reservasi dan Kursi Non-Reservasi

Kursi reservasi adalah sistem di mana Anda duduk di nomor gerbong dan nomor kursi yang sudah ditetapkan sebelumnya, memberikan rasa aman karena kursi Anda terjamin bahkan di musim padat.

Kursi non-reservasi memungkinkan Anda menggunakan kursi kosong di gerbong khusus non-reservasi, sehingga lebih fleksibel tanpa terikat jadwal kereta tertentu.

Namun, pada musim liburan panjang (golden week), terkadang Anda tidak bisa mendapatkan tempat duduk di gerbong non-reservasi. Karena itu, periksa terlebih dahulu sistem kursi pada kereta yang akan Anda naiki.

Hal yang Perlu Ditentukan Sebelum Membeli Tiket Shinkansen

Agar tidak bingung di loket atau mesin tiket, sebaiknya atur dulu kondisi perjalanan Anda.

Saat membeli tiket, prosesnya akan melibatkan konfirmasi stasiun keberangkatan, stasiun tujuan, tanggal dan waktu naik, jenis kereta, jumlah penumpang, dan jenis kursi.

  • Stasiun keberangkatan dan stasiun tujuan
  • Tanggal dan jam keberangkatan
  • Jenis kereta (Nozomi, Hikari, Kodama, dll.)
  • Kursi reservasi atau kursi non-reservasi
  • Jumlah pengguna (dewasa, anak-anak)

Dengan kondisi-kondisi ini sudah ditetapkan, Anda akan lebih mudah memilih baik di loket maupun di mesin tiket.

Khususnya untuk pengguna pertama kali, akan lebih mudah dipahami jika Anda mengatur prioritasnya: pilih kursi reservasi jika ingin pasti mendapat tempat duduk, atau kursi non-reservasi jika ingin lebih fleksibel.

Sebagai patokan waktu tempuh, Tokyo–Shin-Ōsaka membutuhkan sekitar 2 jam 30 menit dengan "Nozomi", Tokyo–Kyoto sekitar 2 jam 15 menit, dan Tokyo–Hakata sekitar 5 jam.

Di Mana Bisa Membeli Tiket Shinkansen?

Tiket Shinkansen dapat dibeli di "Midori no Madoguchi" (loket reservasi) di stasiun, mesin tiket kursi reservasi (shitei-seki kenbaiki), dan layanan reservasi online milik berbagai perusahaan JR seperti Ekinet, SmartEX, Express Reservation, dan e5489.

Bagi wisatawan asing, beberapa layanan juga menyediakan opsi pemesanan online sebelum keberangkatan ke Jepang dan pengambilan tiket di stasiun setelah tiba di Jepang.

Jika Anda menggunakan Japan Rail Pass (JR Pass), metode penukaran dan pemesanan kursi reservasi berbeda dari tiket biasa, sehingga sebaiknya konfirmasi cara penggunaannya di awal masa tinggal Anda.

Selain tiket fisik (kertas), untuk layanan yang mendukungnya, Anda juga bisa menggunakan tiket tanpa kertas (ticketless) yang terhubung dengan kartu IC transportasi seperti Suica atau ICOCA.

Namun, jalur yang didukung dan pengaturan awal yang diperlukan berbeda-beda tergantung produknya, jadi pastikan untuk memeriksa panduan saat melakukan reservasi.

Memahami Alur dari Gate Masuk ke Peron Shinkansen

Saat Menggunakan Tiket Kertas

Jika Anda masuk langsung dari stasiun Shinkansen, masukkan "tiket dasar" dan "tiket ekspres khusus" secara bersamaan (ditumpuk 2 lembar) ke dalam gate otomatis Shinkansen.

Saat berpindah dari kereta konvensional, panduannya adalah memasukkan tiket kereta konvensional bersama tiket Shinkansen secara bersamaan.

Setelah melewati gate, tiket tetap dibutuhkan untuk pemeriksaan di dalam kereta atau saat keluar di stasiun tujuan.

Penting untuk tidak lupa mengambil tiket yang keluar dari mesin gate otomatis setelah Anda memasukkannya.

Saat Menggunakan Tiket Tanpa Kertas (Ticketless)

Untuk layanan yang mendukungnya, beberapa di antaranya memungkinkan Anda menghubungkan informasi reservasi ke kartu IC transportasi dan masuk dengan menempelkan (touch) di gate.

Meskipun tidak memerlukan tiket kertas, jenis kereta yang didukung dan kebutuhan pengaturan awal berbeda tergantung produk, jadi periksa di layar reservasi Anda.

Jika Anda menggabungkan kartu IC dan tiket kertas saat berpindah dari kereta konvensional, panduannya adalah masukkan tiket kertas terlebih dahulu, baru kemudian tempelkan kartu IC.

Memahami Tampilan Peron Membuat Anda Tidak Bingung Naik Shinkansen

Di peron, mulailah dengan memastikan kondisi kereta yang tercantum di tiket atau layar reservasi Anda (nama kereta, waktu keberangkatan, nomor gerbong, nomor kursi).

Setelah itu, gunakan papan informasi keberangkatan elektronik dan tanda nomor gerbong di lantai peron untuk mempersempit arah yang harus dituju.

Untuk kursi reservasi, naiklah sesuai kondisi yang telah dipesan; untuk kursi non-reservasi, pilihlah gerbong non-reservasi yang ditetapkan pada setiap kereta.

Pastikan Anda tidak naik ke kereta dengan seluruh kursi reservasi padahal berniat menggunakan kursi non-reservasi—periksa kembali kondisi kursi sebelum naik untuk berjaga-jaga.

Banyak stasiun Shinkansen memiliki waktu berhenti yang singkat, jadi tiba di peron 5–10 menit sebelum keberangkatan akan memberi Anda waktu yang cukup untuk naik dengan tenang.

Hal yang Perlu Diperhatikan tentang Bagasi dan Etika di Dalam Kereta

Jangan Letakkan Koper Besar di Lorong

Perhatikan agar tidak meletakkan bagasi di lorong, dek, atau di depan pintu naik-turun, agar tidak menghalangi lalu lintas penumpang lain.

Saat menggunakan rak bagasi di atas kursi, hindari menaruh barang yang terlalu berat atau tidak stabil, dan letakkan dengan cara yang tidak menghalangi lalu lalang.

Koper berukuran sekitar bagasi kabin pesawat (total 3 sisi dalam 160 cm) cukup mudah dimasukkan ke rak di atas kursi atau di bawah kaki di depan kursi.

Bagasi Besar Mungkin Memerlukan Konfirmasi Sebelumnya

Pada Tōkaidō/Sanyō/Kyūshū/Nishi-Kyūshū Shinkansen, jika Anda membawa "bagasi ekstra besar" dengan total ketiga sisinya melebihi 160 cm tetapi tidak lebih dari 250 cm, Anda perlu memesan terlebih dahulu "kursi dengan tempat khusus bagasi ekstra besar".

Jika membawa bagasi ekstra besar tanpa reservasi terlebih dahulu, akan dikenakan biaya tambahan sebesar 1.000 yen (termasuk pajak).

Namun, peralatan olahraga, alat musik, kursi roda, dan kereta bayi tidak memerlukan reservasi terlebih dahulu terlepas dari ukurannya.

Karena penanganan berbeda antara jalur dan kereta, jika Anda merasa koper Anda berukuran besar, sebaiknya periksa panduan perusahaan JR yang Anda gunakan sebelum berangkat.

Jangan Menghalangi Alur Naik-Turun

Keterlambatan saat naik atau turun dapat memengaruhi keterlambatan seluruh rangkaian kereta, jadi perhatikan agar tidak menghalangi area dekat pintu.

Baik di peron maupun di dalam kereta, beri ruang untuk jalur penumpang yang turun—dengan begitu pergerakan akan lebih lancar.

Etika Telepon dan Makan di Dalam Kereta

Di dalam Shinkansen, panggilan telepon di kursi sebaiknya dihindari—jika perlu menelepon, lakukanlah dengan berpindah ke dek (area sambungan antargerbong).

Makan dan minum di kursi diperbolehkan, namun makanan dengan aroma kuat sebaiknya dihindari sebagai bentuk perhatian terhadap sekitar.

Pada beberapa gerbong, tempat sampah terletak di sekitar dek—mengumpulkan sampah Anda sebelum turun akan membuat proses turun lebih lancar.

Fasilitas dan Layanan di Dalam Shinkansen

Sebagian besar gerbong Shinkansen dilengkapi dengan toilet, wastafel, dan ruang multifungsi (tamokuteki-shitsu). Pada Tōkaidō/Sanyō/Kyūshū Shinkansen, gerbong yang mendukungnya juga menyediakan Wi-Fi gratis (Shinkansen Free Wi-Fi).

Papan informasi dan pengumuman di dalam kereta tersedia dalam bahasa Jepang, Inggris, Mandarin, dan Korea pada banyak jalur, sehingga wisatawan asing tidak mudah melewatkan informasi tujuan.

Kursi dilengkapi dengan fungsi reclining (sandaran yang bisa dimiringkan), meja lipat, dan stop kontak (umumnya di kursi dekat jendela, baris paling depan, dan baris paling belakang—tergantung jenis gerbong), sehingga Anda dapat melakukan perjalanan jauh dengan nyaman.

Kesimpulan: Tips agar Tidak Bingung dengan Cara Naik Shinkansen Pertama Kali

Cara naik Shinkansen akan lebih mudah dipahami jika Anda mengetahui dasar tiketnya (tiket dasar + tiket ekspres khusus), menentukan kondisi kereta dan kursi yang akan dipilih terlebih dahulu, dan memastikan cara masuk gate.

Khususnya, jangan lupa mengambil tiket kertas, jangan tertukar antara kursi reservasi dan non-reservasi, dan periksa aturan bagasi besar lebih dulu—hal-hal ini akan sangat membantu untuk perjalanan pertama Anda.

Pada hari keberangkatan, periksa kondisi kereta Anda dengan tenang sambil melihat tiket atau layar reservasi.

Karena ketentuan rinci berbeda antara jalur dan produk, jika Anda bingung, jadikan panduan resmi dari perusahaan JR yang digunakan (JR East, JR Central, JR West, JR Kyushu, JR Hokkaido) sebagai acuan utama Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Untuk naik Shinkansen, biasanya dibutuhkan dua jenis tiket: "joshaken" (tiket dasar) dan "tokkyuken" (tiket limited express); jika menggunakan Green Car, diperlukan juga "green ken" (tiket Green Car). Di gerbang tiket, masukkan dua tiket sekaligus ke slot agar dibaca otomatis. Ambil kembali tiket yang keluar karena masih diperlukan sampai stasiun tujuan.
A. Shitei-seki (kursi reservasi) adalah kursi dengan nomor yang sudah ditentukan, sedangkan "jiyu-seki" (kursi non-reservasi) dapat ditempati bila masih kosong. Biaya limited express untuk jiyu-seki biasanya 530 yen lebih murah daripada shitei-seki pada periode normal, sedangkan shitei-seki bisa naik 200 atau 400 yen pada masa ramai atau sangat ramai. Pilihan realistisnya adalah shitei-seki saat musim ramai dan jiyu-seki pada hari kerja atau masa sepi.
A. Waktu tempuh Shinkansen Tokyo–Shin-Osaka sangat berbeda menurut jenis kereta. Nozomi minimal sekitar 2 jam 21 menit, Hikari sekitar 3 jam, dan Kodama sekitar 4 jam sebagai patokan. Kodama berhenti di stasiun paling banyak, sehingga punya cukup waktu untuk membeli ekiben di stasiun antara, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi perjalanan tanpa terburu-buru.
A. Tiket dapat dibeli di Midori no Madoguchi, mesin tiket "shitei-seki" (kursi reservasi), atau layanan reservasi online JR seperti Ekinet dan SmartEX. Jika reservasi online ditautkan dengan kartu IC transportasi, Anda bisa masuk dengan tap di gerbang tanpa mencetak tiket kertas. Cara ini membantu menghindari antrean loket pada masa ramai.
A. Agar peluang mendapat tempat duduk di "jiyu-seki" (kursi non-reservasi) lebih besar, antre lebih awal di posisi naik. Pada periode normal, datang sekitar 15–20 menit sebelum keberangkatan; pada masa ramai, tunggulah sekitar 40–60 menit sebelumnya di dekat gerbong jiyu-seki. Di stasiun awal, naik dimulai setelah pembersihan, sehingga memperhitungkan waktu antre akan membuat perjalanan lebih tenang.
A. Bila membawa barang berukuran ekstra besar ke Shinkansen, diperlukan reservasi kursi khusus terlebih dahulu. Pada Shinkansen Tokaido, Sanyo, Kyushu, dan Nishi-Kyushu, barang dengan total tiga sisi lebih dari 160 cm hingga 250 cm masuk dalam kategori ini. Reservasi tidak dikenai biaya tambahan, namun tanpa reservasi dikenakan biaya 1.000 yen, sehingga mengamankan kursi paling belakang lebih awal akan memudahkan pergerakan.
A. Jika tertinggal meski memiliki tiket "shitei-seki" (kursi reservasi), pada hari yang sama Anda umumnya dapat naik gerbong "jiyu-seki" (kursi non-reservasi) pada kereta berikutnya dengan rute yang sama tanpa prosedur tambahan. Karena aturan biasanya tidak mengizinkan pindah ke shitei-seki kereta berikutnya, lebih hemat waktu langsung menuju peron jiyu-seki daripada kembali ke loket.
A. Untuk melihat Gunung Fuji di Shinkansen Tokaido, memilih kursi E gerbong biasa atau kursi D green car akan berada di sisi pegunungan tanpa tergantung arah perjalanan. Karena area yang terlihat terbatas, memperhatikan jendela mulai setelah melewati Stasiun Mishima akan mengurangi risiko melewatkannya. Kursi sebaliknya lebih mudah melihat laut atau pemandangan kota, sehingga dapat dipilih sesuai tujuan.

Bersponsor

Rencanakan perjalanan ke Jepang

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.