Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Taman Uriwari Sekitei | Bekas Tambang Batu Takahata

Taman Uriwari Sekitei | Bekas Tambang Batu Takahata
Panduan Taman Uriwari Sekitei di Takahata, Yamagata: dinding batu terpahat, lanskap gua, ruang bergema, spot foto, dan etika jelajah.

Ringkasan Cepat

Tempat Seperti Apa

Taman Uriwari Sekitei adalah taman hasil penataan bekas tambang batu Takahata di Kota Takahata, Prefektur Yamagata—spot foto tempat Anda dapat merasakan tekstur batu dan gema suara dikelilingi dinding batu setinggi sekitar 30 m.

Sorotan

Dinding batu setinggi sekitar 30 m di ujung setelah melewati gua kecil, permukaan batu bersisa jejak pemotongan, serta warna dan bayangan batu Takahata (tuf) yang kekuningan.

Akses

Sekitar 15 menit berkendara dari Stasiun Takahata di JR Yamagata Shinkansen. Di dekat pintu masuk tersedia parkir untuk beberapa mobil penumpang, dan di sisi barat laut persimpangan tersedia parkir untuk bus besar.

Hal yang Bisa Dialami

Di Taman Uriwari Sekitei, selain memotret dengan latar dinding batu, Anda dapat menguji gema suara di panggung musik terbuka dan gua batu galian, serta merasakan keheningan bekas tambang batu.

Etika Penggunaan

Jangan menguasai jalur dan bergantianlah dalam waktu singkat, jangan masuk ke tempat yang sulit dimasuki, dan hindari berteriak. Penggunaan privat memerlukan formulir izin penggunaan, dan penerbangan drone memerlukan pengajuan formulir izin terbang.

Cara Menikmati Sesuai Cuaca dan Musim

Pada hari cerah, warna kuning dan bayangan batu Takahata mudah terlihat; saat hujan atau sehabis hujan pijakan mudah licin, jadi perhatikan pijakan saat berjalan. Awal musim panas saat hijau menonjol hingga musim gugur saat warna batu jernih adalah waktu yang nyaman untuk berjalan.

Hal yang Dicek Sebelum Berkunjung

Saat digunakan untuk sewa privat, ada kemungkinan pembatasan masuk. Toilet portabel hanya 1 unit dan dibongkar pada musim dingin; pada musim dingin akses tidak memungkinkan karena salju, jadi periksa terlebih dahulu.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Yamagata

Apa Itu Uriwari Sekitei Kōen | Spot Foto Bekas Tambang Batu Takahata-ishi di Yamagata

Uriwari Sekitei Kōen (taman batu bekas tambang) adalah sebuah taman yang dibangun di bekas lokasi penambangan batu Takahata-ishi, yang terletak di Kota Takahata, Distrik Higashiokitama, Prefektur Yamagata.

Karena dikelilingi dinding batu setinggi sekitar 30 m yang terbelah, tempat ini berbeda dari taman kota pada umumnya dan cocok dinikmati mulai dari tekstur batu hingga gema suaranya.

Penambangan batu berlanjut hingga tahun 2010, dan bekas tambang itu sendiri kini populer sebagai spot foto (tempat foto) dengan lanskap yang tetap terjaga.

Mengenal Asal Usul Nama Uriwari Membuat Pemandangan Terasa Lebih Dekat

Menurut informasi setempat, nama "Uriwari" berasal dari legenda bahwa saat melon (uri) didinginkan di mata air jernih tambang batu, melon tersebut sampai terbelah (wari).

Karena nama ini menggabungkan air yang dingin dengan kenangan tambang batu, Anda bisa menjelajah sambil membayangkan kehidupan penduduk setempat, bukan sekadar membaca nama tempat.

Takahata-ishi adalah Batu Tuf Berwarna Kekuningan

Takahata-ishi adalah batu tuf (batuan dari abu vulkanik yang mengeras) berwarna kekuningan, batuan lokal yang telah digunakan untuk ruang makam periode Kofun maupun pagar batu rumah penduduk.

Batu tuf yang terbentuk dari abu vulkanik yang memadat ini mudah diolah, sehingga sejak lama sangat dihargai sebagai bahan bangunan di Kota Takahata.

Saat melihat dinding batu di dalam taman, Anda dapat menikmatinya sebagai lanskap yang berlapis-lapis dengan jejak pahatan dan raut pelapukan, bukan sekadar benda buatan yang seragam.

Menikmati Keheningan Khas Bekas Tambang Batu

Di tempat yang dikelilingi batu, gema langkah kaki dan suara terdengar berbeda dari biasanya.

Alih-alih bersorak keras, cobalah mendekat ke dinding batu dan rasakan pantulan suara serta udara yang dingin, maka suasana khas tempat ini akan lebih terasa.

Hal yang Wajib Dilihat di Dinding Batu dan Gua Takahata-ishi serta Cara Menikmatinya

Daya tarik Uriwari Sekitei Kōen bukan hanya berfoto dengan latar dinding batu, tetapi juga jejak penambangan yang tetap tersisa sebagai ruang.

Saat Anda mengarahkan pandangan ke atas, ke samping, dan ke bawah, dinding batu yang sama akan tampak berbeda.

Merasakan Kemegahan Dinding Batu Setinggi Sekitar 30 m

Setelah menembus gua kecil, Anda akan menemukan dinding batu setinggi sekitar 30 m.

Jika terlalu dekat, keseluruhannya sulit terlihat, jadi lihatlah dulu garis besarnya dari posisi agak jauh, lalu alihkan pandangan ke detail permukaan batu agar kesan lebih tertata.

Berjalan di Gua dengan Memperhatikan Cahaya di Pintu Keluar

Di tempat gelap seperti gua, cahaya di pintu keluar memunculkan bentuk batu.

Saat berfoto, penting untuk tidak menghalangi lorong dan berhenti di posisi yang membuat orang di belakang dapat lewat dengan nyaman.

Di Panggung Musik Terbuka dan Gua Galian, Dengarkan Gemanya

Menurut informasi yang tersedia, di dalam taman terdapat panggung musik terbuka tempat suara bergema di dinding batu, serta gua galian yang terbentuk dari menggali batu.

Karena gemanya yang bagus, ruang ini terkadang digunakan sebagai lokasi konser atau acara jazz, jadi saat kunjungan biasa pun, cobalah rasakan penyebaran suara dengan tenang untuk merasakan bentang alam yang dikelilingi dinding batu.

Jadikan Warna dan Bayangan Takahata-ishi sebagai Objek Utama Foto

Warna kekuningan Takahata-ishi bisa tampak lembut atau menonjolkan bayangan yang kuat, tergantung cuaca dan arah cahaya.

Bahkan saat memasukkan orang ke dalam foto, sisakan bidang dinding batu yang luas agar skala khas bekas tambang lebih mudah tersampaikan.

Dengan menata perbedaan cara pandang, Anda akan lebih mudah memilih tempat untuk berhenti di lokasi.

Tempat yang Dilihat Titik Perhatian Cara Memotret
Depan dinding batu Jejak pahatan Agak menjauh
Dekat gua Cahaya dan bayangan Beri ruang lorong
Ruang terbuka Gema suara Dengarkan dengan tenang
Sekitar kaki Tekstur batu Sudut pandang rendah

Etika Berkunjung ke Uriwari Sekitei Kōen yang Perlu Diketahui Wisatawan Asing

Meski lanskap batu ini mudah menghasilkan foto yang menarik, karena Anda berjalan di bentang bekas tambang, etika sebagai tempat wisata dan kesadaran akan keselamatan sangatlah penting.

Alih-alih tata krama khusus, yang penting adalah hal-hal dasar seperti tidak menghalangi lorong, tidak masuk ke tempat yang sulit dijangkau, dan tidak terlalu berisik.

Perhatikan Pijakan dan Bagian Atas Secara Bersamaan

Saat berjalan sambil mendongak ke dinding batu atau gua galian, perhatian terhadap pijakan cenderung berkurang.

Sebelum berfoto, pastikan tempat Anda berdiri, dan jika ada batu basah atau perbedaan ketinggian, jangan memaksakan diri untuk berpindah.

Hindari Jalur Lalu Lalang Pengunjung Lain Saat Memotret

Saat berfoto dengan latar dinding batu, orang cenderung berkumpul di tempat yang sama.

Jangan menempati terlalu lama, dan setelah selesai memotret, beri ruang bagi orang berikutnya agar suasana tenang tetap terjaga.

Ajukan Izin untuk Drone dan Penggunaan Eksklusif

Jika ingin menggunakan Uriwari Sekitei Kōen secara eksklusif, diperlukan surat pengajuan izin penggunaan, dan jika ingin menerbangkan drone (pesawat nirawak), diperlukan penyerahan formulir pemberitahuan penerbangan.

Karena masuk bisa dibatasi saat digunakan secara eksklusif untuk pemotretan atau acara, akan lebih tenang bila Anda memeriksa status penggunaan sebelum berkunjung.

Untuk tindakan yang mudah membingungkan di lokasi, akan lebih mudah dinilai bila dipisahkan antara yang OK dan yang sebaiknya dihindari.

Situasi OK Yang Dihindari
Pemotretan foto Bergantian singkat Menempati lorong
Dekat gua Cek pijakan Berpindah paksa
Cek suara Bicara pelan Teriak atau berisik
Drone Ajukan izin Terbang tanpa izin

Cara Menikmati Uriwari Sekitei Kōen yang Berubah Menurut Musim dan Cuaca

Taman batu terbuka ini memberi kesan yang berbeda menurut musim dan cuaca, meski di tempat yang sama.

Saat berkunjung, selain cara pandang, perhatikan juga pijakan dan syarat penggunaan fasilitas agar dapat menjelajah dengan tenang.

Pada Hari Cerah, Warna Takahata-ishi Lebih Mudah Terlihat

Pada hari yang cerah, warna kekuningan Takahata-ishi dan bayangan dinding batu lebih mudah terlihat.

Karena di bawah cahaya kuat muncul perbedaan terang-gelap, dalam foto masukkan tidak hanya sebagian dinding batu, tetapi juga bentuk bayangan agar komposisi terasa alami.

Saat Hujan atau Sesudah Hujan, Utamakan Pijakan

Saat hujan atau sesudah hujan, pijakan batu dan tanah bisa terasa licin.

Alih-alih terburu mengejar pemandangan, penting untuk memastikan tempat berjalan satu per satu dan tidak memaksakan pose foto di tempat yang basah.

Pada Musim Dingin, Konfirmasi Salju dan Pembongkaran Fasilitas Sebelumnya

Toilet sederhana di dalam taman hanya ada satu unit, dan dibongkar selama musim dingin.

Karena pada musim dingin (musim gugur telah berlalu dan cuaca sangat dingin) akses tidak dimungkinkan akibat tumpukan salju, mohon periksa informasi terbaru sebelum berkunjung di musim dingin.

Dari awal musim panas ketika hijau tampak indah hingga musim gugur (musim ketika udara sejuk dan warna batu tampak jernih) adalah masa yang mudah dijelajahi, dan dengan menentukan cara pandang tiap musim, Anda dapat berjalan dengan tujuan meski di dinding batu yang sama.

Kondisi Cara Pandang Hal yang Diperhatikan
Cerah Warna cerah Lihat juga bayangan
Berawan Tekstur lembut Foto keseluruhan
Sesudah hujan Batu tampak pekat Utamakan pijakan
Musim dingin Tidak bisa diakses karena salju Konfirmasi awal

Menikmati Lebih Dalam dengan Menggabungkan Budaya Takahata di Sekitarnya

Daripada hanya melihat Uriwari Sekitei Kōen, dengan memperhatikan bagaimana Takahata-ishi digunakan di dalam kota, pemahaman perjalanan Anda akan semakin mendalam.

Setelah melihat kemegahan dinding batu, alihkan pandangan ke arsitektur dan sejarah kota, maka bekas tambang batu akan terlihat sebagai bagian dari budaya lokal.

Kaitan antara Bekas Stasiun Takahata dan Takahata-ishi

Menurut informasi publik, di pusat kota terdapat bekas gedung Stasiun Takahata yang dibuat dari Takahata-ishi, dilestarikan, dan terdaftar sebagai Benda Cagar Budaya Berwujud Terdaftar Nasional.

Bila Anda melihat bahan batunya sendiri di bekas tambang lalu melihat bangunan batu, akan lebih mudah membayangkan alur perubahan material menjadi bangunan.

Mengenal Pemanfaatan Batu yang Berlanjut Sejak Periode Kofun

Menurut informasi yang tersedia, Takahata-ishi juga telah digunakan untuk ruang makam periode Kofun, yang menjadi petunjuk untuk memikirkan sejarah kawasan ini.

Alih-alih hanya melihatnya sebagai wisata, dengan mengetahui bahwa batu ini berkaitan dengan kehidupan, kepercayaan, dan arsitektur, makna lanskapnya akan semakin meluas.

Nilai Menghabiskan Waktu sebagai Tempat yang Tenang

Uriwari Sekitei Kōen lebih merupakan tempat untuk berhenti sejenak di ruang yang dikelilingi batu, bukan tempat menikmati atraksi yang ramai.

Bahkan dalam kunjungan singkat, jika Anda mendengarkan suara sekitar sekali sebelum berfoto, keheningan khas bekas tambang akan berkesan.

Cara Menuju, Harga Tiket Masuk, dan Informasi yang Perlu Diperiksa Sebelum Berkunjung ke Uriwari Sekitei Kōen

Uriwari Sekitei Kōen mudah dikunjungi untuk kunjungan biasa, dan terletak sekitar 15 menit berkendara dari Stasiun Takahata jalur JR Yamagata Shinkansen.

Karena bisa berbeda dari kunjungan biasa tergantung penggunaan eksklusif atau kondisi fasilitas, dengan memeriksa pembatasan masuk dan informasi fasilitas sebelum memasukkannya ke rencana perjalanan, Anda dapat mengurangi beban mengubah rencana di lokasi.

Perkiraan Cara Menuju dan Tempat Parkir

Menurut informasi yang tersedia, di dekat pintu masuk taman terdapat ruang parkir untuk beberapa mobil, dan di sisi barat laut persimpangan tersedia pula tempat parkir untuk bus besar.

Jika Anda merencanakan penggunaan rombongan atau kunjungan dengan kendaraan besar, akan lebih tenang memeriksa informasinya lebih dahulu daripada memutuskan di lokasi.

Konfirmasi Ada Tidaknya Acara Penggunaan Eksklusif

Jika sedang digunakan secara eksklusif untuk pemotretan atau acara, masuk bisa dibatasi.

Terutama bila berkunjung dengan tujuan berfoto, periksalah ada tidaknya penggunaan eksklusif dan informasi fasilitas sebelum berangkat.

Catat Kontak untuk Pertanyaan

Untuk penggunaan eksklusif atau hal yang tidak jelas, silakan menghubungi Seksi Pertukaran Wisata, Bagian Perdagangan dan Pariwisata Kota Takahata (telepon 0238-52-4482).

Karena wisatawan asing terkadang sulit melakukan konfirmasi dalam bahasa Jepang, praktis untuk membagikan halaman informasi agar Anda dapat berkonsultasi dengan penginapan atau rekan seperjalanan.

Rangkuman

Uriwari Sekitei Kōen adalah spot foto di Kota Takahata, Prefektur Yamagata, tempat Anda dapat merasakan dinding batu setinggi sekitar 30 m, gua, dan gema suara sambil berjalan di bekas tambang Takahata-ishi.

Bukan sekadar berfoto, dengan mengenal asal usul nama dan cara pemanfaatan Takahata-ishi, lanskap batu akan terlihat terhubung dengan sejarah kawasan.

Meski mudah diakses sekitar 15 menit berkendara dari Stasiun Takahata JR, karena pembatasan masuk saat penggunaan eksklusif, penggunaan drone, serta kondisi tidak dapat diakses akibat salju di musim dingin memerlukan konfirmasi awal, periksa dulu informasinya sebelum berangkat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Taman Batu Uriwari adalah taman yang menata bekas tempat penggalian batu Takahata di Kota Takahata, Prefektur Yamagata. Ada ruang yang dikelilingi dinding batu yang telah dibuka, aula musik terbuka, serta gua hasil penggalian, dan setelah menembus gua muncul dinding batu setinggi sekitar 30 m. Anda bisa merasakan sensasi tak biasa seperti lokasi syuting film atau iklan.
A. Diinformasikan berasal dari legenda bahwa ketika melon (uri) didinginkan di mata air jernih tempat pemotongan batu, melon itu pecah (wari) karena dinginnya air. Jika berjalan setelah mengetahui makna namanya, kontras antara lanskap batu keras bekas penggalian dan kisah yang membayangkan dinginnya air akan terasa menarik. Mengingatnya bukan sekadar dinding batu, melainkan nama yang menyimpan ingatan tanah ini, akan membuatnya berkesan.
A. Batu Takahata adalah batu tufa berwarna kekuningan, yaitu bahan batu daerah yang mudah diolah dan terbentuk dari abu vulkanik yang mengeras. Digunakan untuk kamar batu makam era Kofun dan pagar batu rumah rakyat, serta dipakai pula pada bekas bangunan Stasiun Takahata. Jika melihat bahannya sendiri di Taman Batu lalu pergi ke bangunan stasiun, Anda bisa merasakan alur batu alam berubah menjadi bangunan kehidupan.
A. Penggalian batu Takahata di tempat ini berlangsung hingga era Heisei tahun ke-22 (2010). Selama sekitar 90 tahun batu ditambang sebagai "Uriwari Choba", dan jejak pekerjaan itu tersisa sebagai lanskap. Tinggi dinding yang dipahat tegak lurus menceritakan kedalaman yang digali selama bertahun-tahun.
A. Kunjungan perorangan biasa gratis, dan ini taman yang bisa dimasuki serta disusuri dengan bebas. Jika menggunakan area secara eksklusif untuk sesi pemotretan atau acara, diperlukan pengajuan izin penggunaan ke pemerintah kota. Karena fasilitasnya sedikit, singgah di Michi no Eki Takahata (area istirahat tepi jalan Takahata) untuk membeli sake lokal atau anggur setempat sebelum atau sesudah jalan-jalan akan memperluas cakupan perjalanan.
A. Sekitar 15 menit dengan mobil dari Stasiun Takahata jalur JR Yamagata Shinkansen, dan sekitar 10 menit dari Nanyo Takahata IC di Jalan Tol Tohoku Chuo. Karena tempat ini kurang praktis dikunjungi hanya dengan transportasi umum, mengombinasikan taksi atau mobil sewaan akan memudahkan pergerakan. Mengelilingi pula Michi no Eki Takahata (area istirahat tepi jalan Takahata) dan bekas bangunan Stasiun Takahata dengan mobil akan membuat Anda bisa menikmati budaya batu secara berkesinambungan.
A. Di dekat pintu masuk ada ruang parkir untuk beberapa mobil penumpang, dan di sisi barat laut persimpangan juga tersedia tempat parkir untuk bus besar. Ada 1 unit toilet sederhana, tetapi ada pengumuman bahwa toilet sementara ini ditutup atau dipindahkan pada musim dingin. Karena fasilitasnya minimal, jika berencana berlama-lama, selesaikan istirahat di Michi no Eki Takahata (area istirahat tepi jalan Takahata) sebelum menuju ke sana.
A. Pemotretan pribadi bisa dinikmati, tetapi untuk sesi pemotretan atau penggunaan untuk acara kadang ada pembatasan masuk. Untuk penggunaan eksklusif diinformasikan perlu pengajuan izin penggunaan, dan untuk drone perlu pemberitahuan penerbangan. Karena dinding batu memantulkan suara dan langkah kaki, mencoba gema sebentar sambil memperhatikan sekitar akan membuatnya berkesan.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.