Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kuil Akagami Goshado | 999 anak tangga batu dan 5 bangunan

Kuil Akagami Goshado | 999 anak tangga batu dan 5 bangunan
Naiki 999 tangga batu terjal, 25 menit dari parkir Monzen, ke 5 bangunan Properti Budaya Penting. Hindari hak tinggi/sandal; coba AR di lokasi.

Ringkasan Cepat

Lima bangunan Warisan Budaya Penting di pegunungan Oga

Goshado Kuil Akagami berada di lereng Gunung Honzan di Semenanjung Oga. Tempat ziarah yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Penting Nasional ini memiliki 5 bangunan kuil dengan desain sama, yang dibangun pada pertengahan zaman Edo dan berjajar setelah pendakian 999 anak tangga batu.

Legenda 999 anak tangga yang dibangun oleh oni

Konon, oni dan penduduk desa bertaruh bahwa penduduk akan menyerahkan seorang anak perempuan jika oni membangun 1000 anak tangga dalam semalam. Ketika tinggal 1 anak tangga, oni mendengar ayam berkokok lalu berhenti sehingga jumlahnya menjadi 999; kisah ini juga dikaitkan dengan asal-usul Namahage.

Lima bangunan kuil dan gevel karahafu

Dengan Akagami Gongendo di tengah sebagai poros, dua bangunan dengan desain sama berjajar di setiap sisi. Masing-masing memiliki atap bergaya irimoya, serambi kohai, dan gevel karahafu melengkung di bagian depan.

Peninggalan di kompleks dan patung karya Enku

Di kompleks ini masih terdapat peninggalan Nagatoko, Gerbang Chumon, Kumano-do, dan Bishamon-do, serta kolam dan sumur. Patung kayu berdiri Bodhisattva Kannon Bermuka Sebelas karya Enku juga disemayamkan di sini, tetapi tidak selalu dipamerkan.

Akses dari Area Parkir Monzen

Titik awalnya adalah Area Parkir Monzen di Monzen, Honzan, Funagawaminato, Kota Oga. Pengendara memarkir kendaraan di dekat tikungan tajam pada jalan menanjak setelah Pelabuhan Perikanan Monzen; dari depan Stasiun JR Oga, pengunjung dapat menggunakan Jalur Oga Minami.

Sekitar 25 menit berjalan kaki dari area parkir

Perjalanan menanjak dari Area Parkir Monzen ke Goshado Kuil Akagami memerlukan sekitar 25 menit berjalan kaki. Karena durasinya dapat berbeda tergantung kecepatan berjalan dan kondisi permukaan, perkirakan waktu untuk naik, berkunjung, dan turun secara terpisah.

Alas kaki dan persiapan cuaca untuk menaiki tangga batu

Karena tinggi dan lebar anak tangga batu tidak seragam, hindari sepatu hak tinggi dan sandal, pilih alas kaki antiselip, serta bawa barang dengan cara yang membebaskan kedua tangan. Saat hujan atau pada musim daun gugur maupun salju, pertimbangkan untuk tidak memaksakan pendakian.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Akita

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Apa Itu Goshadō Kuil Akagami? 5 Bangunan Warisan Budaya Penting di Pegunungan Oga

Goshadō Kuil Akagami (Akagami Jinja Goshadō) berada di lereng Gunung Motoyama, bagian barat daya Semenanjung Oga. Tempat ibadah ini memiliki 5 bangunan kuil bergaya sama yang berjajar setelah Anda menaiki tangga batu.

Dengan mengamati bersama arsitektur yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Penting Nasional, sejarah Shugendō, dan legenda tentang oni yang membangun tangga batu, Anda dapat menyentuh ingatan tempat ini yang tidak terlihat hanya dari lanskapnya.

5 bangunan dari pertengahan zaman Edo berjajar mendatar

5 bangunan, yaitu San-no-miya-dō, Marebito Gongen-dō, Akagami Gongen-dō, Hachiōji-dō, dan Jūzenji-dō, telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Penting.

Jika dilihat dari depan, susunan dengan bangunan tengah sebagai sumbu dan masing-masing 2 bangunan di kiri-kanannya menghadirkan kesatuan pada skala dan lapisan atap.

Kuil yang dilindungi klan Satake, penguasa Domain Akita

Bangunan yang ada sekarang didirikan atas perintah klan Satake, penguasa Domain Akita, pada pertengahan zaman Edo.

Tahun pembangunan dan perbaikannya diketahui, sehingga bangunan ini dinilai penting untuk memahami arsitektur kuil dan wihara masa awal modern di prefektur tersebut.

Pusat latihan Shugendō di Motoyama dan situs keagamaan abad pertengahan

Motoyama dibuka sebagai pusat latihan Shugendō yang memuja Akagami Gongen. Di kompleksnya masih tersisa jejak Chūmon, Kumano-dō, Bishamon-dō, Nagatoko, serta kolam dan sumur.

Jangan hanya memotret 5 bangunan lalu kembali. Dengan memperhatikan seluruh kompleks, termasuk tanggul tanah dan parit yang membagi lereng gunung, Anda dapat membayangkan ruang keagamaan pada masa lalu.

Legenda 999 Anak Tangga Batu: Kisah Oni dan Penduduk Desa

Tangga batu di jalur menuju kuil berkaitan dengan legenda Oga bahwa oni menyusunnya dalam satu malam.

Saat berjalan, nikmati legenda ini sebagai cerita yang mewariskan budaya Namahage dan budaya setempat, bukan sebagai fakta sejarah.

Taruhan oni dan penduduk desa tentang 1000 anak tangga

Menurut cerita, penduduk desa mengatakan kepada oni bahwa mereka akan menyerahkan seorang gadis jika oni mampu membangun 1000 anak tangga dalam satu malam; jika gagal, oni tidak boleh lagi turun ke desa.

Konon, ketika tinggal 1 anak tangga lagi menuju selesai, oni mendengar ayam berkokok dan berhenti bekerja, sehingga jumlahnya menjadi 999 anak tangga.

Legenda yang dikaitkan dengan asal-usul Namahage

Ada pula cerita bahwa Namahage bermula ketika penduduk desa meniru oni yang tidak lagi datang ke desa dan berkeliling pada Tahun Baru.

Karena terdapat beberapa versi cerita di kawasan ini, bacalah papan penjelasan dan materi di kompleks untuk menikmati luasnya tradisi tersebut.

Pengalaman AR melalui smartphone

Di kompleks terdapat 2 titik pengalaman AR yang memungkinkan Anda melihat legenda tangga batu dan suasana masa lalu melalui smartphone.

Saat melihat layar, selalu berhenti di tempat yang datar, jangan menggunakan smartphone sambil berjalan, dan jangan menghalangi jalan pengunjung lain.

Melihat Arsitektur Goshadō: Atap, Kōhai, dan Ukiran

Setelah menyelesaikan tangga batu, tampak pemandangan depan 5 bangunan yang berdiri berdekatan.

Setelah memastikan susunan keseluruhannya yang hampir simetris, perhatikan detail atap dan area pintu masuk 1 bangunan setiap kali agar perbedaannya lebih mudah dikenali.

Gunakan Akagami Gongen-dō di tengah sebagai patokan

Goshadō menempatkan Akagami Gongen-dō di tengah, dengan 2 bangunan bergaya sama di masing-masing sisi.

Pertama, lihat keseluruhan dari tengah lalu bandingkan tinggi, jarak, dan garis atap untuk memahami komposisi 5 bangunan.

Bagian depan dengan atap irimoya-zukuri dan karahafu

Setiap bangunan memiliki atap irimoya-zukuri dan serambi pemujaan kōhai di bagian depan, sementara karahafu melengkung dipasang di atas pintu masuk.

Saat menengadah untuk melihat bentuk atap dan ukiran, jangan terlalu dekat dengan bangunan. Amati juga kerusakan dan bekas perbaikan dari luar area terlarang.

Nama dan urutan melihat 5 bangunan

Ke-5 bangunan yang berjajar di depan masing-masing memiliki nama sendiri dan bersama-sama membentuk satu kelompok warisan budaya bernama Goshadō.

Nama dan posisinya dapat dirangkum sebagai berikut.

Perkiraan posisi Nama bangunan Unsur yang dilihat
Tengah Akagami Gongen-dō Sumbu komposisi keseluruhan
Di kedua sisi bagian tengah Marebito Gongen-dō dan Hachiōji-dō Kesamaan atap dan kōhai
Bagian luar San-no-miya-dō dan Jūzenji-dō Ujung dan kedalaman susunan 5 bangunan

Daya Tarik di Kompleks: Situs, Sumur, dan Patung Buddha Enkū

Di sekitar Goshadō terdapat situs dan lokasi legenda yang menunjukkan bahwa tempat ini dahulu merupakan pusat kepercayaan gunung.

Ikuti batas area terbuka dan papan petunjuk, serta berkelilinglah dengan tenang sambil mengingat bahwa tempat ini suci.

Ruang masa lalu yang diceritakan Nagatoko, kolam, dan sumur

Di kompleks masih terdapat Nagatoko yang dahulu digunakan untuk pembacaan sutra pagi dan petang, jejak Chūmon, Kumano-dō, dan Bishamon-dō, serta kolam dan sumur.

Peninggalan tersebut membantu Anda memahami kompleks bukan hanya melalui bangunan yang terlihat sekarang, melainkan sebagai ruang tempat orang dahulu berdoa, berlatih, dan menjalani kehidupan.

Patung kayu Bodhisattva Kannon Sebelas Wajah karya Enkū

Di Goshadō disemayamkan patung kayu Bodhisattva Kannon Sebelas Wajah yang dibuat oleh biksu Enkū pada awal zaman Edo.

Patung setinggi 171 cm ini merupakan warisan budaya yang ditetapkan prefektur, tetapi tidak selalu dipamerkan. Jangan berasumsi pasti dapat melihatnya dan periksa informasi pembukaan.

Lokasi legenda seperti Sumur Sugatami

Di kompleks terdapat petunjuk menuju lokasi yang berkaitan dengan cerita setempat, seperti Sumur Sugatami no Ido dan Kolam Mitarashi no Ike.

Hindari tindakan berbahaya seperti membungkuk untuk melihat ke dalam sumur atau kolam, berdiri di tepinya, atau menyentuh air. Amatilah sebagai lokasi yang menandai legenda.

Menaiki 999 Anak Tangga dengan Hati-hati: Siapkan Alas Kaki, Pakaian, dan Istirahat

Anak tangga batu menuju Goshadō tidak seragam tinggi maupun lebarnya, berbeda dengan tangga yang tertata di fasilitas wisata.

Jangan menilai hanya dari stamina. Rencanakan kunjungan yang tidak memaksakan diri dengan mempertimbangkan pijakan, cuaca, dan perjalanan turun saat kembali.

Hindari sepatu hak tinggi dan sandal

Karena permukaan anak tangga tidak rata, hindari berkunjung dengan sepatu hak tinggi atau sandal.

Pilih sepatu antiselip yang menopang pergelangan kaki dan bawa barang kecil agar kedua tangan bebas, sehingga Anda lebih mudah menjaga keseimbangan di anak tangga.

Manfaatkan tongkat dan waktu istirahat

Tongkat tersedia di gazebo dekat tempat parkir, tetapi periksa ketersediaannya di lokasi.

Beristirahatlah di tempat yang luas sebelum terengah-engah, berhenti tanpa menghalangi pengunjung di belakang, dan sisakan tenaga untuk turun.

Pertimbangkan dengan cermat saat hujan, daun berguguran, dan musim salju

Anak tangga menjadi licin saat basah karena hujan atau tertutup daun, dan bahaya meningkat jika ada salju atau es.

Saat cuaca buruk, pertimbangkan untuk tidak mendaki. Jika ada petir, angin kencang, atau jarak pandang buruk, utamakan keselamatan dan kembalilah.

Hal yang diperiksa Persiapan sebelum berkunjung Tindakan di lokasi
Alas kaki Sepatu berjalan antiselip Pastikan bagian tengah anak tangga sebelum melangkah
Cuaca Periksa hujan, angin, dan salju Jangan memaksakan diri jika berbahaya
Stamina Siapkan cukup air dan waktu Beristirahat di tempat luas
Fotografi Perlengkapan yang membuat kedua tangan bebas Berhenti sebelum memotret

Cara Menuju Goshadō Kuil Akagami: Berjalan dari Tempat Parkir Monzen

Titik awal kunjungan adalah Tempat Parkir Monzen di Funagawaminato Honzan Monzen, Kota Oga.

Kondisi jalan pesisir dan operasional bus rute dapat berubah, jadi periksa informasi jalan dan transportasi pada hari keberangkatan.

Dengan mobil, gunakan tempat parkir di kawasan Monzen

Tempat parkir berada di dekat tikungan tajam pada jalan menanjak setelah melewati Pelabuhan Perikanan Monzen.

Jangan parkir di jalan atau lahan pribadi. Ikuti rambu setempat dan lanjutkan dari tempat parkir ke jalur tangga batu.

Periksa kembali jadwal bus rute

Dengan transportasi umum, Anda dapat naik Jalur Oga Minami dari depan Stasiun JR Oga menuju Tempat Parkir Monzen.

Jumlah perjalanan, rute, dan nama halte dapat berubah. Periksa jadwal Kota Oga atau operator, lalu susun perjalanan dengan menghitung mundur dari bus pulang.

Hitung waktu pulang-pergi dan kunjungan secara terpisah

Pendakian dari tempat parkir ke Goshadō memerlukan waktu sekitar 25 menit berjalan kaki, tetapi dapat berbeda menurut kecepatan berjalan dan kondisi permukaan.

Perkirakan secara terpisah waktu mendaki, melihat kompleks, beristirahat, dan turun dengan hati-hati agar dapat kembali ke tempat parkir sebelum matahari terbenam.

Ringkasan Goshadō Kuil Akagami: Menelusuri Legenda dan Arsitektur dengan Hati-hati

Goshadō Kuil Akagami adalah tempat bertemunya legenda 999 anak tangga batu, 5 bangunan Warisan Budaya Penting, situs Shugendō, dan budaya Namahage Oga di satu gunung.

Jangan jadikan menaiki tangga sebagai tujuan semata. Memahami dengan tenang ruang kepercayaan yang berlanjut dari jalur masuk hingga kompleks akan memperdalam kunjungan Anda.

Hal yang perlu dijaga sebelum berangkat dan di dalam kompleks

Sebelum berangkat, periksa cuaca, transportasi, dan informasi pembukaan, lalu siapkan sepatu antiselip, air minum, serta barang bawaan yang membuat kedua tangan bebas.

Di lokasi, jangan menggunakan smartphone sambil berjalan dan jangan menyentuh bangunan atau warisan budaya. Salinglah memberi jalan dan jagalah ketenangan Goshadō.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Goshado di Kuil Akagami adalah tempat peribadatan di lereng Gunung Honzan, Semenanjung Oga, dengan lima bangunan kuil bergaya sama yang berjajar mendatar. Kelimanya merupakan Properti Budaya Penting yang ditetapkan oleh negara dan memiliki sejarah sebagai tempat latihan Shugendo untuk berdoa dan bertapa di pegunungan. Pemandangan kelompok bangunan di ujung tangga batu menjadi semakin menarik jika dilihat sebagai ruang tempat arsitektur bertumpang tindih dengan peninggalan kepercayaan gunung.
A. Lima bangunan yang ada sekarang dibangun pada tahun Hoei 6 (1709) atas perintah klan Satake, penguasa Domain Akita. Karena tahun pembangunan dan perbaikannya diketahui dengan jelas, bangunan-bangunan ini dinilai penting untuk mengkaji arsitektur kuil Buddha dan Shinto pada zaman modern awal di prefektur tersebut. Setelah rusak selama sekitar 300 tahun, perbaikan berskala besar dilakukan pada tahun fiskal 1998–2001 (tahun Heisei 10–13), sehingga wujudnya sekarang tetap terpelihara.
A. Tangga batu ini terkait dengan legenda Oga tentang oni yang mencoba membangun 1.000 anak tangga dalam satu malam. Ketika hanya tersisa 1 anak tangga lagi, ayam berkokok dan oni berhenti bekerja, sehingga jumlahnya menjadi 999. Konon, Namahage juga bermula dari penduduk desa yang menirukan sosok oni yang tidak lagi datang ke desa; menikmatinya sebagai cerita, bukan sejarah, dapat membuat perjalanan menaiki tangga lebih menyenangkan.
A. Titik awal ziarah adalah Area Parkir Monzen di Honzan Monzen, Funagawaminato, Kota Oga; dari sana Anda menaiki jalur ziarah berupa tangga batu. Dengan transportasi umum, Anda dapat naik bus Jalur Oga Minami dari depan Stasiun JR Oga menuju Area Parkir Monzen. Jadwal layanan dan halte dapat berubah, jadi akan lebih aman jika memeriksa jadwal Kota Oga atau operator lalu menyusun rencana mundur dari perjalanan pulang.
A. Sebagai patokan, perjalanan naik dengan berjalan kaki dari Area Parkir Monzen ke Goshado memakan waktu sekitar 25 menit, tetapi dapat berbeda menurut kecepatan berjalan dan kondisi permukaan karena tinggi serta lebar anak tangganya tidak seragam. Perkirakan secara terpisah waktu untuk naik, melihat-lihat kompleks, beristirahat, dan turun dengan hati-hati, lalu susun rute agar dapat kembali ke area parkir sebelum matahari terbenam; dengan begitu Anda dapat berziarah dengan tenang tanpa dikejar waktu.
A. Karena tangga batunya tidak rata, hindari sepatu hak tinggi dan sandal, serta pilih sepatu antiselip yang menopang pergelangan kaki. Membawa barang dalam jumlah kecil agar kedua tangan bebas akan memudahkan Anda menjaga keseimbangan di tangga. Tangga sangat licin saat basah oleh hujan, ketika tertutup daun gugur, atau saat bersalju; demi keselamatan, pertimbangkan juga untuk tidak mendaki saat cuaca buruk.
A. Di Goshado tersimpan patung kayu berdiri Bodhisattva Kannon Bermuka Sebelas yang dibuat oleh Enku, seorang biksu dari awal zaman Edo. Patung setinggi 171 cm ini merupakan properti budaya yang ditetapkan oleh prefektur, tetapi tidak selalu dipamerkan kepada umum. Jangan berasumsi bahwa patung dapat dilihat; periksa terlebih dahulu apakah sedang dibuka untuk umum sebelum berkunjung agar tidak perlu mengubah rencana jika tidak dapat melihatnya.
A. Akagami Gongen-do berada di tengah, Kyakujin Gongen-do dan Hachioji-do berada di kedua sisinya, sedangkan Sannomiya-do dan Juzenji-do berada di bagian luar, membentuk susunan yang hampir simetris. Setiap bangunan memiliki atap bergaya irimoya yang memadukan kemiringan berbeda di bagian depan, serta kohai, yaitu bagian menjorok untuk beribadah, dengan karahafu berbentuk lengkung di atasnya. Setelah melihat keseluruhan dari tengah, bandingkan atap dan ukirannya untuk mengenali perbedaannya.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.