Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Esashi Fujiwara no Sato Iwate: Jelajahi Budaya Heian

Esashi Fujiwara no Sato Iwate: Jelajahi Budaya Heian

Panduan Esashi Fujiwara no Sato di Oshu: jelajahi taman sejarah era Heian, kisah klan Oshu Fujiwara, Kyara Gosho, kostum, dan spot foto.

Ringkasan Cepat

Daya tarik dalam satu kalimat

Taman sejarah Esashi Fujiwara no Sato di Oshu, Iwate, adalah taman tema yang merekonstruksi sekitar 120 bangunan arsitektur Heian di lahan sekitar 20 hektare, tempat Anda bisa larut dalam dunia klan Fujiwara Oshu.

Daya tarik utama

Sekelompok bangunan rekonstruksi yang menghadirkan budaya Heian, seperti Kyara Gosho yang merekonstruksi gaya shinden-zukuri (arsitektur kediaman bangsawan Heian), balai pemerintahan simetris, serta Tsunekiyo-kan dan Kiyohira-kan.

Akses

Sekitar 15 menit berkendara dari Stasiun Mizusawa-Esashi jalur Tohoku Shinkansen, sekitar 25 menit dari Stasiun JR Mizusawa. Karena jumlah bus terbatas, lebih praktis menggunakan taksi.

Biaya masuk

Dewasa ¥1.000, siswa SMA ¥800, siswa SD/SMP ¥500, di bawah usia SD gratis.

Hal yang bisa dialami

Anda bisa menikmati pengalaman merasakan suasana samurai dan bangsawan Heian, seperti mengenakan kostum era bergaya Heian dan baju zirah, memanah, dan permainan kai-awase (mencocokkan kerang).

Daya tarik sebagai lokasi syuting

Dikembangkan seiring produksi drama Taiga NHK "Homura Tatsu", dan menjadi latar banyak drama sejarah serta film. Pameran terkait juga bisa dilihat di Museum Lokasi Syuting.

Cara menikmati pemotretan

Di dalam Esashi Fujiwara no Sato pada dasarnya bebas memotret, dan Anda bisa membidik foto layaknya drama sejarah dari komposisi gerbang dan bangunan (kecuali drone dan area terlarang).

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Iwate

Apa Itu Rekishi Kōen Esashi Fujiwara no Sato?

Menyelami Budaya Periode Heian di Tanah Bersejarah Klan Ōshū Fujiwara

Rekishi Kōen Esashi Fujiwara no Sato (Taman Sejarah Esashi Fujiwara no Sato) adalah taman sejarah bertema periode Heian yang terletak di Esashi, Kota Ōshū, Prefektur Iwate.

Tempat wisata ini dibangun pada tahun 1993, bertepatan dengan pengambilan gambar drama sejarah (taiga drama) "Homura Tatsu" yang menggambarkan kebangkitan dan keruntuhan klan Ōshū Fujiwara.

Di atas lahan luas sekitar 20 hektar, dibangun kembali sekitar 120 bangunan besar dan kecil.

Esashi dikenal sebagai tanah yang erat kaitannya dengan klan Ōshū Fujiwara, dan di dalam taman Anda bisa berjalan-jalan sambil menikmati suasana bangunan serta kehidupan masyarakat pada periode Heian.

Bagi wisatawan mancanegara, tempat ini menawarkan kesempatan untuk merasakan budaya dan sejarah wilayah Tōhoku yang berbeda dengan Kyoto.

Daya tariknya tidak hanya berupa budaya bangsawan yang gemerlap, tetapi juga ruang yang merekonstruksi kediaman para samurai serta pusat pemerintahan yang berkembang di Tōhoku, sehingga mudah dinikmati sebagai pemandangan bahkan bagi yang tidak terlalu paham sejarah Jepang.

Spot Foto dengan Arsitektur Heian yang Nyaman untuk Dijelajahi

Di dalam taman berjajar pilar-pilar berwarna merah vermilion, taman berpasir putih, dan bangunan bergaya kayu.

Hanya dengan memandang penampilan luar bangunannya saja, Anda sudah bisa merasakan sensasi seakan masuk ke dunia drama sejarah Jepang.

Pengambilan foto di dalam taman pada dasarnya bebas, tetapi area terlarang dan pengambilan gambar dengan drone tidak diperbolehkan.

Karena pembatasan pengambilan gambar bisa saja diberlakukan tergantung cuaca, acara, atau kondisi syuting, sebaiknya periksa informasi hari itu jika Anda berkunjung dengan tujuan berfoto agar lebih tenang.

Daya Tarik Utama: Arsitektur Heian seperti Kyara no Gosho dan Seichō

Merasakan Suasana Shinden-zukuri di Kyara no Gosho

Salah satu daya tarik utama di dalam taman adalah "Kyara no Gosho", rekonstruksi kediaman bangsawan periode Heian.

Bangunan ini menggunakan gaya shinden-zukuri (gaya arsitektur kediaman bangsawan Heian), dengan bangunan utama (shinden) yang menghadap ke selatan sebagai pusat dan ruang-ruang di sisi timur, barat, serta utara yang terhubung oleh koridor, dan konon merupakan satu-satunya rekonstruksi semacam ini di Jepang.

Lengkungan atap yang anggun serta halaman depan yang luas memberikan kesan mendalam.

Jika Anda berjalan sambil membayangkan suasana istana seperti yang muncul dalam sastra klasik atau drama sejarah Jepang, tata letak bangunan dan pemandangan tamannya akan terasa semakin menarik.

Melihat Sejarah Ōshū di Seichō dan Kediaman Samurai

"Seichō" (balai pemerintahan) adalah bangunan yang menggambarkan tempat berlangsungnya urusan politik dan upacara penting, dengan aula utama (seiden) sebagai pusat dan bangunan-bangunan yang ditata secara simetris di kiri dan kanan.

Dengan memandang bangunan yang tertata simetris, Anda akan lebih mudah merasakan atmosfer kekuasaan dan upacara pada masa itu.

Di "Tsunekiyo no Yakata", yang merekonstruksi kediaman samurai kecil khas Tōhoku, serta "Kiyohira no Yakata", yang dibangun dengan gaya awal shinden-zukuri, Anda bisa merasakan suasana kehidupan para samurai Tōhoku dan klan Ōshū Fujiwara.

Tsunekiyo no Yakata bercirikan atap jerami (kayabuki) pada bangunan utamanya, sedangkan Kiyohira no Yakata bercirikan atap "tochibuki" yang terbuat dari susunan papan kayu tipis.

Tempat ini cocok bagi Anda yang ingin mengenal sejarah Tōhoku secara lebih utuh, tidak hanya budaya bangsawannya saja.

Mengabadikan Kenangan Perjalanan lewat Pengalaman Periode Heian

Menikmati Foto dengan Kostum Tradisional dan Baju Zirah

Di Rekishi Kōen Esashi Fujiwara no Sato tersedia pengalaman mengenakan kostum tradisional dan baju zirah (yoroi).

Anda bisa berfoto dengan mengenakan busana bergaya periode Heian, atau merasakan suasana menjadi seorang samurai dengan memakai baju zirah.

Pengalaman berkostum ini merupakan kegiatan wisata yang mudah dinikmati meskipun Anda tidak mengerti bahasa Jepang.

Jika berfoto bersama teman seperjalanan, ini akan menjadi kenang-kenangan khas perjalanan ke Tōhoku.

Menyelami Budaya Heian dengan Panahan dan Kai-awase

Di dalam taman juga diperkenalkan berbagai pengalaman yang berkaitan dengan budaya dan sejarah, seperti panahan (yumiya) dan kai-awase.

Panahan adalah pengalaman yang membuat Anda dapat merasakan dunia para samurai.

Kai-awase (permainan mencocokkan kerang) adalah pengalaman yang memudahkan Anda membayangkan permainan anggun ala budaya Heian.

Bagi Anda yang ingin mencoba pengalaman secara langsung, bukan sekadar melihat pameran, sebaiknya periksa dulu jadwal pelaksanaannya pada hari itu sebelum ikut serta.

Bisa Dinikmati sebagai Lokasi Syuting Film dan Drama

Berjalan sambil Mencari Pemandangan Drama Sejarah

Rekishi Kōen Esashi Fujiwara no Sato juga dikenal sebagai lokasi syuting film dan drama.

Di dalam taman terdapat bangunan dan pemandangan yang sering digunakan untuk syuting, sehingga bagi penggemar drama sejarah, sekadar berjalan-jalan pun sudah terasa memuaskan.

Dengan memperhatikan sudut bangunan, area di depan gerbang, dan pemandangan halaman yang luas, Anda bisa mencari pemandangan yang mirip dengan komposisi adegan drama sejarah yang biasa dilihat di layar.

Melihat Kaitan dengan Karya Audiovisual di Roke Shiryōkan

Di dalam taman terdapat "Roke Shiryōkan" (museum dokumentasi syuting) yang memperkenalkan suasana syuting, cerita di balik layar, serta informasi lokasi syuting.

Bukan hanya bagi yang paham film dan drama Jepang, bahkan bagi yang tidak mengenal judul karyanya, mengetahui bahwa tempat ini pernah digunakan sebagai latar berbagai karya audiovisual akan mengubah cara Anda menikmati jalan-jalan di sini.

Daya tariknya adalah tempat ini tidak hanya dapat dinikmati sebagai spot bersejarah, tetapi juga sebagai lokasi yang terhubung dengan budaya audiovisual modern.

Etika Berkunjung yang Perlu Diketahui Wisatawan Mancanegara

Berfotolah dengan Tetap Memperhatikan Sekitar

Pengambilan gambar di dalam taman maupun di bagian dalam bangunan pada dasarnya bebas.

Namun, area terlarang dan pengambilan gambar dengan drone tidak diperbolehkan.

Selain itu, saat berlangsungnya acara atau syuting, pengambilan gambar maupun rekaman menggunakan kamera, ponsel, atau video bisa saja dibatasi.

Jika ingin mengunggah ke media sosial, perhatikanlah agar pengunjung lain tidak ikut terfoto.

Periksa Aturan Makan-Minum dan Membawa Hewan Peliharaan Sebelum Berkunjung

Di dalam taman terdapat aturan terkait makan-minum dan membawa hewan peliharaan.

Pengunjung diimbau untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman selain yang dijual di dalam taman.

Pengunjung juga diimbau untuk tidak membawa masuk hewan atau hewan peliharaan, kecuali anjing pemandu dan anjing pendamping (anjing bantu).

Dengan memeriksa aturan kunjungan sebelum melakukan perjalanan, Anda tidak akan mudah kebingungan di lokasi.

Harga Tiket Masuk, Jam Buka, dan Cara Menuju ke Sana

Perkiraan Harga Tiket Masuk dan Jam Buka

Harga tiket masuk adalah 1.000 yen untuk dewasa, 800 yen untuk siswa SMA, dan 500 yen untuk siswa SD dan SMP, sedangkan anak di bawah usia SD gratis.

Jam buka umumnya pukul 9:00–17:00, dan pada periode musim dingin (1 November–akhir Februari) pukul 9:30–16:00.

Pengunjung diimbau untuk masuk paling lambat 1 jam sebelum taman tutup.

Hari libur taman adalah 1 Januari, dan taman bisa saja tutup sementara karena bencana alam atau pemeliharaan fasilitas.

Disarankan Memeriksa Transportasi Umum Terlebih Dahulu

Rekishi Kōen Esashi Fujiwara no Sato terletak di Esashi Iwayadō, Kota Ōshū, Prefektur Iwate.

Dari Stasiun Mizusawa-Esashi di jalur Tōhoku Shinkansen sekitar 15 menit berkendara, dari Stasiun Mizusawa di jalur JR Tōhoku Honsen sekitar 25 menit berkendara, dan dari Mizusawa IC di Jalan Tol Tōhoku sekitar 15 menit berkendara.

Dari stasiun terdekat disarankan menggunakan taksi, sedangkan bus perlu diperhatikan karena jumlah keberangkatannya terbatas dan memerlukan pergantian moda.

Jika wisatawan mancanegara hendak menuju ke sana dengan transportasi umum, akan lebih tenang bila Anda memeriksa terlebih dahulu sarana transportasi untuk perjalanan pulang.

Kesimpulan | Rasakan Budaya Heian Tōhoku di Rekishi Kōen Esashi Fujiwara no Sato

Rekishi Kōen Esashi Fujiwara no Sato adalah tempat wisata di mana Anda bisa menikmati sejarah klan Ōshū Fujiwara dan arsitektur periode Heian sambil berjalan-jalan secara langsung.

Dengan mengelilingi bangunan seperti Kyara no Gosho dan Seichō, Anda dapat menyentuh salah satu sisi sejarah Jepang yang tetap hidup di Tōhoku.

Dengan memadukan berbagai pengalaman seperti kostum tradisional, baju zirah, dan panahan, perjalanan Anda akan lebih membekas baik dalam foto maupun kenangan.

Karena aturan pengambilan gambar dan jadwal pelaksanaan pengalaman dapat berubah, pastikan untuk memeriksa informasi dari pihak fasilitas sebelum berkunjung.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Esashi Fujiwara no Sato adalah taman tema sejarah era Heian di Kota Oshu, Prefektur Iwate. Di lahan seluas sekitar 20 hektar direproduksi sekitar 120 bangunan, dan terdapat "Kyara Gosho", satu-satunya di Jepang yang mereproduksi shinden-zukuri, yaitu rumah bangsawan Heian. Tempat ini ditata seiring syuting drama besar NHK "Honoo Tatsu" dan memiliki sejarah dibuka pada tahun 1993.
A. Karena Esashi Fujiwara no Sato adalah lokasi syuting drama sejarah tempat banyak drama dan film diambil gambarnya. Tempat ini juga digunakan untuk karya seperti drama besar "Hikaru Kimi e" dan "Kamakura-dono no 13-nin", sehingga wisatawan benar-benar bisa berdiri pada lanskap yang sama dengan para aktor. Berjalan setelah melihat materi syuting akan membuat pemandangan kantor pemerintahan dan Kyara Gosho terhubung dengan adegan-adegan cerita.
A. Biaya masuk 1.000 yen untuk dewasa, 800 yen untuk siswa SMA, 500 yen untuk siswa SD dan SMP, dan gratis untuk anak di bawah usia SD. Dengan tiket pradijual atau tiket rekreasi di minimarket, Anda bisa masuk tanpa antre di loket. Karena pada hari tertentu sebagian area dibatasi akibat syuting, memeriksa status pembukaan hari itu di media sosial resmi sebelum datang akan membantu menghindari area yang ingin dilihat sedang ditutup.
A. Dari Stasiun Mizusawa-Esashi di Shinkansen Tohoku, Anda bisa tiba sekitar 15 menit dengan mobil. Karena jadwal bus rute terbatas dan akses pada dasarnya mengandalkan taksi, mengatur taksi dari stasiun akan lebih praktis. Bila dengan mobil, sekitar 15 menit dari Mizusawa IC di Jalan Tol Tohoku, dan tersedia tempat parkir gratis untuk 600 mobil.
A. Bila menelusuri seluruh area dengan saksama, waktu yang dibutuhkan sekitar 2 jam, sedangkan jika hanya melihat titik-titik utama bisa selesai dalam sekitar 40 menit. Lahan yang luas ini memiliki beberapa bagian naik-turun dan jarak ke Kyara Gosho cukup jauh, jadi sepatu yang nyaman adalah pilihan tepat. Bagi yang waktunya terbatas, memprioritaskan kantor pemerintahan dan Kyara Gosho akan efisien untuk menyusuri pemandangan adegan terkenal yang dipakai dalam syuting.
A. Ini adalah satu-satunya bangunan di Jepang yang mereproduksi shinden-zukuri, kediaman bangsawan Heian, dalam ukuran sebenarnya. Bahkan kolam taman dan watadono (koridor yang menghubungkan bangunan) dibuat dengan setia, sehingga Anda bisa merasakan dunia istana Heian yang biasanya hanya terlihat di buku pelajaran. Ini adalah titik ikonik yang digunakan untuk adegan istana dalam banyak drama besar.
A. Di dalam taman, Anda bisa dengan santai menikmati pengalaman mengenakan busana zaman dulu dan mencoba baju zirah. Sudut tempat berfoto kenangan dengan mengenakan zirah atau helm cukup mudah dinikmati, sedangkan bagi yang ingin menikmati secara menyeluruh, "Paket Menjelma Bangsawan Heian" memungkinkan Anda mengenakan kariginu (busana bangsawan pria) atau tsubo-shozoku (busana keluar untuk wanita) dan berfoto sambil menyusuri taman selama sekitar 1 jam.
A. Di dalam taman, pemotretan untuk keperluan pribadi bebas dilakukan (kecuali drone, dan ada batasan saat acara). Karena ketentuan rincinya mengikuti papan informasi di lokasi sebagai prioritas, periksalah panduan di pintu masuk. Taman Kyara Gosho mendapat cahaya pagi yang menyebar, sehingga komposisi dengan bangunan yang memantul di kolam bisa terpotret dengan indah.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.