Nikmati Perjalanan ke Jepang!

10 Pemandangan Ibaraki | Oarai, Hitachi & Fukuroda

10 Pemandangan Ibaraki | Oarai, Hitachi & Fukuroda
Panduan 10 pemandangan terbaik Ibaraki: torii Kamiiso Oarai, Stasiun Hitachi, Air Terjun Fukuroda, dan Hitachi Seaside Park untuk foto.

Ringkasan Cepat

Sekilas daya tarik

Wisata pemandangan Ibaraki menawarkan 10 spot menarik. Dari torii Kamiiso dan Stasiun Hitachi berdinding kaca hingga Air Terjun Fukuroda setinggi 120 m, Anda dapat menikmati pemandangan laut, gunung, air terjun, bunga, dan tepi air dalam satu perjalanan.

Pemandangan laut menakjubkan

Matahari terbit di torii Kamiiso Pantai Oarai, Samudra Pasifik yang dipandang dari Stasiun Hitachi berdinding kaca desain Kazuyo Sejima, serta teluk dan Rokkakudo di Pantai Izura.

Tempat terkenal bunga dan tepi air

Nemophila (sekitar 5,3 juta) dan kochia di Taman Tepi Laut Hitachi, kincir angin gaya Belanda di Taman Umum Kasumigaura, dan Taman Iris Suigo Itako (sekitar 500 jenis, 1 juta tanaman).

Kedahsyatan gunung, air terjun, dan lembah

Air Terjun Fukuroda yang termasuk Tiga Air Terjun Terkenal Jepang, Jembatan Gantung Besar Ryujin setinggi sekitar 100 m dari permukaan danau, Gunung Tsukuba yang memandang Dataran Kanto (ketinggian 877 m), dan Lembah Hananuki dengan daun merahnya.

Memilih berdasarkan tipe pemandangan

Memilih berdasarkan 4 sumbu — "memandang laut", "dikelilingi bunga", "melihat dari tempat tinggi", dan "berjalan di tepi air" — membuat kesan perjalanan tidak tumpang tindih.

Daya tarik musiman

Nemophila pertengahan April–awal Mei, kochia pertengahan Oktober, dan daun merah Lembah Hananuki pertengahan–akhir November. Tampilannya berubah tergantung kondisi mekar.

Etika pemotretan

Tenang di kuil, sisakan jalur di stasiun, utamakan pijakan dan cuaca di tepi laut dan lembah, serta foto dari jalur di ladang bunga. Hindari melewati pagar dan area batu berbahaya.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Ibaraki

Sebelum Menjelajahi 10 Spot Pemandangan Terbaik di Ibaraki

Spot pemandangan terbaik di Ibaraki (wisata Ibaraki) sangat menarik karena Anda bisa menikmati panorama laut, gunung, air terjun, bunga, hingga tepian air dalam satu perjalanan, mulai dari Kamiiso no Torii (gerbang torii di batu karang) di Pantai Ōarai, Stasiun Hitachi berdinding kaca, sampai Air Terjun Fukuroda setinggi 120 meter.

Ibaraki adalah prefektur dengan ragam pemandangan yang luas, mulai dari pantai yang menghadap Samudra Pasifik, gunung dan air terjun di kawasan Okukuji, panorama tepi danau di sekitar Danau Kasumigaura, hingga taman yang dipenuhi bunga musiman.

Jika ini kunjungan pertama Anda, dengan menyadari perbedaan antara "memandang laut", "dikelilingi bunga", "melihat dari tempat tinggi", dan "berjalan di tepian air", kesan setiap tempat pun tidak akan terasa mirip meski sama-sama pemandangan indah.

Dalam artikel ini, kami memilih 10 spot pemandangan terbaik di Ibaraki yang mudah dinikmati wisatawan mancanegara untuk berfoto dan berjalan-jalan, dengan menghindari jenis pemandangan yang terlalu seragam.

Agar Anda mudah menentukan tema perjalanan, mari kita susun terlebih dahulu berdasarkan jenis pemandangannya.

Spot Jenis Pemandangan Cocok untuk Perjalanan
Kamiiso no Torii Laut dan torii Jalan pagi
Stasiun Hitachi Stasiun dan laut Wisata kereta
Pantai Izura Teluk Jalan tepi laut
Hitachi Seaside Park Bukit bunga Wisata musiman
Taman Kasumigaura Danau dan kincir Santai
Taman Iris Itako Suijō dan bunga Wisata awal musim panas
Air Terjun Fukuroda Air terjun dan ngarai Jelajah alam
Jembatan Ryūjin Jembatan dan jurang Panorama
Gunung Tsukuba Barisan gunung Suasana mendaki
Ngarai Hananuki Sungai dan daun musim gugur Jalan musim gugur

Tips Memilih 10 Pemandangan Terbaik Ibaraki Berdasarkan Musim dan Area

Daripada menentukan peringkat seperti sebuah ranking, memilih berdasarkan musim atau area perjalanan akan membuat Anda menikmati pemandangan Ibaraki tanpa terburu-buru.

Spot di tepi laut mudah dipengaruhi cuaca dan angin, sedangkan gunung dan ngarai kenyamanan berjalannya berubah tergantung kondisi jalan setapak.

Hal yang Perlu Dicek di Informasi Resmi Sebelum Berkunjung ke Jepang

Taman, jembatan gantung, area pengamatan air terjun, dan spot bunga terkenal, kadang syarat penggunaannya berubah karena cuaca, pekerjaan konstruksi, atau persiapan acara.

Harga tiket masuk, status buka taman, aturan masuk, iluminasi (lampu malam), dan kondisi mekarnya bunga sebaiknya dicek melalui panduan resmi fasilitas atau pemerintah daerah sebelum berangkat agar lebih tenang.

Spot Pemandangan Terbaik Ibaraki untuk Menikmati Laut dan Langit

Di tepi laut Ibaraki, berjajar pemandangan dengan suasana berbeda meski sama-sama Samudra Pasifik, seperti torii kuil, bangunan stasiun, hingga tebing dan teluk.

Bagi Anda yang ingin berfoto dengan latar laut, jangan memaksakan mendekat ke tepi ombak; membuat komposisi dari tempat yang agak jauh akan lebih tenang dinikmati.

Pantai Ōarai / Kamiiso no Torii | Torii di Karang dan Panorama Matahari Terbit

Kamiiso no Torii (gerbang torii di batu karang) milik Ōarai Isosaki-jinja (kuil Ōarai Isosaki) adalah pemandangan yang menjadi simbol Ōarai, tempat torii yang berdiri di karang pantai berpadu dengan ombak Samudra Pasifik.

"Kamiiso" yang dipercaya sebagai tempat turunnya dewa dianggap sebagai area terlarang, dan matahari terbit yang muncul dari balik torii dikenal sebagai pemandangan yang menarik banyak orang untuk menyaksikan matahari terbit pertama di tahun baru.

Ekspresinya berubah tergantung waktu dan cuaca, seperti cahaya pagi, laut yang lembut saat mendung, hingga momen ombak pecah menjadi putih.

Karena ini tempat yang terkait dengan kuil, meski untuk keperluan foto, penting untuk tidak berisik dan tidak memasuki area terlarang atau tebing karang yang berbahaya.


Stasiun Hitachi | Samudra Pasifik dari Aula Acara Panorama Berdinding Kaca

Stasiun JR Hitachi dikenal sebagai bangunan stasiun berdinding kaca yang desainnya diawasi oleh arsitek Kazuyo Sejima, dan Anda bisa memandang Samudra Pasifik dari aula acara panorama di ujung timur lorong bebas.

Pada 2014, stasiun ini meraih Brunel Award, penghargaan internasional untuk desain kereta api, sehingga mendapat pengakuan internasional dari sisi desain.

Mudah disinggahi di tengah perjalanan, dan Anda bisa menikmati pemandangan di mana arsitektur stasiun menyatu dengan garis cakrawala.

Di ujung aula acara panorama terdapat SEA BiRDS CAFE yang menjorok ke laut, tempat Anda bisa beristirahat sambil memandang Samudra Pasifik.

Karena banyak juga orang yang menggunakan stasiun, saat berhenti di lorong, usahakan tidak menghalangi jalur lalu lalang orang di sekitar.


Pantai Izura / Taman Tanjung Izura | Tepi Laut dengan Teluk dan Rokkakudō

Kawasan sekitar Pantai Izura (Izura-kaigan) di Kota Kitaibaraki menarik dengan pemandangan laut bervariasi yang terbentuk dari 5 teluk besar-kecil dan tebing curam setinggi sekitar 50 meter, dan terpilih dalam "100 Pantai Terbaik Jepang".

Dari Taman Tanjung Izura, Anda bisa memandang Rokkakudō (paviliun segi enam) yang tampak seolah mengapung di antara ombak serta lekuk-lekuk garis pantai.

Rokkakudō adalah bangunan yang dirancang pemikir Tenshin Okakura sebagai tempat merenung, sehingga bagi Anda yang tertarik pada seni dan sastra, menyusuri jejaknya akan menambahkan latar budaya pada pemandangan laut.

Spot Pemandangan Terbaik Ibaraki untuk Menikmati Bunga dan Tepian Air

Spot bunga terkenal di Ibaraki bukan hanya bunganya, tetapi juga topografi dan tepian air yang menjadi latar belakang, seperti bukit luas, tepi danau, dan kawasan suijō (perairan berkanal), menjadi daya tariknya.

Karena kondisi mekarnya bunga berubah setiap tahun, jangan mematok jadwal hanya berdasarkan perkiraan musim; kepuasan Anda akan meningkat jika mengecek informasi mekar resmi sebelum berkunjung.

Dengan menyusun cara pandangnya per musim, muncul pula kesenangan untuk mengunjungi kembali tempat yang sama.

Musim Tampilan Cara Menikmati
Semi (musim semi) Warna bunga lembut Jalan di bukit
Awal panas Bunga tepi air Jalan tepi sungai
Panas (musim panas) Hijau pekat Istirahat di tepi danau
Gugur (musim gugur) Merah dan kuning Cari daun musim gugur
Dingin (musim dingin) Langit jernih Pandang kejauhan

Hitachi Seaside Park | Nemophila dan Kochia di Bukit Miharashi

Bukit Miharashi di Hitachi Seaside Park dikenal dengan pemandangan bunga musiman dan langit yang membentang, seperti nemophila di musim semi dan kochia di musim gugur.

Nemophila biasanya mekar biru sekitar 5,3 juta batang pada pertengahan April hingga awal Mei, sedangkan kochia mewarnai seluruh bukit menjadi merah menyala sekitar pertengahan Oktober.

Pemandangan dari atas bukit, dengan perpaduan warna bunga, warna langit, dan keluasan yang dekat dengan laut, membuat bukan hanya fotonya tetapi juga waktu berjalan itu sendiri menjadi kenangan perjalanan.

Taman ini luas dengan luas rencana 350 hektar dan luas operasional 237,1 hektar, jadi menentukan area tujuan lebih dulu sebelum berjalan akan membuat Anda tetap tenang meski baru pertama kali.


Taman Kasumigaura | Memandang Kincir Angin Model Belanda di Tepi Danau

Taman Kasumigaura di Kota Tsuchiura adalah taman yang kaya alam di tepi Danau Kasumigaura.

Di sekitar kincir angin model Belanda setinggi sekitar 25 meter yang menjadi simbol taman, mudah untuk mengambil foto perpaduan danau, langit, dan kincir, cocok untuk perjalanan santai berjalan-jalan.

Saat cuaca cerah, cahaya di permukaan danau terasa mengesankan, dan bila dipandang bersama bunga musiman seperti tulip di musim semi, ketenangan tepian air pun semakin terasa.

Taman Iris Itako | Menikmati Festival Iris dan Bunga Iris (Hana-shōbu)

Taman Iris Itako (Suigō Itako Ayame-en) di Kota Itako adalah spot tepi air terkenal untuk menikmati pemandangan ayame dan hana-shōbu (bunga iris Jepang) di awal musim panas, dengan sekitar 500 jenis dan 1 juta rumpun ditanam.

Pemandangan dengan kanal air dan jembatan menghadirkan suasana suijō khas Jepang, bukan sekadar hamparan bunga.

Pada Festival Iris Suigō Itako di awal musim panas, diadakan acara seperti perahu pengantin dan wisata perahu dayung, tetapi karena isinya berubah tergantung waktu, cek status penyelenggaraan di informasi resmi Kota Itako sebelum berkunjung.


Spot untuk Merasakan Kedahsyatan Alam di Gunung, Air Terjun, dan Ngarai

Selain pemandangan laut dan bunga, di Ibaraki pemandangan gunung di sekitar Okukuji dan Gunung Tsukuba juga sangat mengesankan.

Karena air terjun, jembatan gantung, puncak gunung, dan ngarai sangat berubah tampilannya tergantung cuaca, penting untuk menikmatinya dalam batas yang aman untuk berjalan, bukan memaksakan perpindahan.

Air Terjun Fukuroda | Situs Pemandangan Indah Nasional Setinggi 120 m yang Berubah Tiap Musim

Air Terjun Fukuroda (Fukuroda no Taki) di Kota Daigo memiliki tinggi 120 meter dan lebar 73 meter, dikenal sebagai salah satu dari Tiga Air Terjun Terkenal Jepang, dan pada 2015 juga ditetapkan sebagai Situs Pemandangan Indah Nasional.

Karena mengalir turun di dinding batu dalam empat tingkat, air terjun ini juga disebut "Yodo no Taki (air terjun empat kali)", dan kesannya berubah tergantung debit air dan musim, dengan daya tarik berbeda setiap kunjungan, seperti hijau segar, daun musim gugur, hingga air terjun beku (hyōbaku) di musim dingin.

Di area pengamatan air terjun, ikuti jalur dan petunjuk, dan saat berfoto pun tidak menghentikan arus orang akan lebih nyaman.


Jembatan Gantung Besar Ryūjin | Panorama Ngarai 100 m dari Permukaan Danau

Jembatan Gantung Besar Ryūjin (Ryūjin Ōtsuribashi) di Kota Hitachiōta adalah jembatan gantung khusus pejalan kaki yang memandang alam Ngarai Ryūjin dari tempat tinggi, dengan bentang tengah 375 meter dan panjang total 446 meter, salah satu yang terpanjang di Jepang.

Tingginya dari permukaan danau bendungan sekitar 100 meter, dan di atas jembatan, barisan gunung, danau bendungan, serta warna musiman terbentang di pandangan, sehingga Anda bisa merasakan perubahan pemandangan sambil berjalan.

Pada hari berangin kencang atau saat ramai, jangan terlalu asyik berfoto, dan perhatikan tempat berhenti di atas jembatan.


Gunung Tsukuba | Gunung Pemujaan Setinggi 877 m yang Memandang Dataran Kantō

Gunung Tsukuba (Tsukuba-san) memiliki dua puncak, yaitu Nantai-san (871 meter) dan Nyotai-san (877 meter), sejak dulu dikenal sebagai gunung pemujaan dan termasuk dalam 100 Gunung Terkenal Jepang.

Dari atas gunung terdapat pemandangan yang memandang Dataran Kantō, sehingga Anda bisa merasakan keluasan kota dan alam sekaligus.

Meski tanpa mendaki gunung, dengan mengunjungi sekitar Tsukubasan-jinja (kuil Tsukubasan) di kaki gunung atau menggunakan kereta gantung (cable car) dan ropeway, Anda tetap bisa menyentuh pemandangan khas Gunung Tsukuba.


Ngarai Hananuki | Jalur Jalan Kaki dengan Jembatan Gantung Shiomidaki dan Daun Musim Gugur

Ngarai Hananuki (Hananuki-keikoku) di Kota Takahagi adalah spot alam yang menyambungkan pemandangan sungai jernih Hananuki, air terjun, jembatan gantung, dan pepohonan.

Terutama saat puncak daun musim gugur pada pertengahan hingga akhir November, di sekitar jembatan gantung Shiomidaki (Shiomidaki Tsuribashi), terowongan daun momiji dan aliran sungai berpadu, sehingga Anda bisa merasakan warna musim sambil berjalan.

Di ngarai, bawa pulang sampah Anda, dan jangan berjalan tergesa-gesa di atas batu basah atau tumpukan daun gugur.


Etika yang Perlu Diperhatikan Saat Berfoto di Spot Pemandangan Terbaik

Di spot pemandangan terbaik, orang yang berfoto, yang berjalan-jalan, dan yang beribadah kadang berkumpul di tempat yang sama.

Demi menghasilkan foto yang bagus pun, menghindari menguasai tempat terlalu lama dan masuk ke area berbahaya, serta menjaga suasana tempat itu, akan membuat kesan perjalanan lebih baik.

Dengan mengetahui etika dasar per situasi, Anda tidak akan mudah bingung meski dalam perjalanan ke Jepang.

Situasi Yang Diperhatikan Yang Dihindari
Kuil Berfoto dengan tenang Mengganggu ibadah
Stasiun Beri ruang di lorong Meninggalkan tripod
Tepi laut Cek ombak Memaksa masuk karang
Ladang bunga Foto dari jalur Masuk ke petak bunga
Jembatan gantung Lihat sekitar Berhenti mendadak
Ngarai Lihat pijakan Membuang sampah

Jaga Ketenangan di Kuil dan Tempat Budaya

Di tempat yang terkait keyakinan seperti Kamiiso no Torii dan sekitar Gunung Tsukuba, sadarilah bahwa sebelum menjadi spot foto, tempat itu adalah tempat berdoa.

Bila ada orang yang terekam dalam foto, ambil jarak, dan diperlukan kepekaan untuk tidak terus mengarahkan kamera ke orang yang sedang beribadah.

Utamakan Pijakan dan Cuaca di Tepi Laut dan Ngarai

Pantai, air terjun, dan ngarai, meski cerah, kadang pijakannya basah atau anginnya kencang.

Hindari perilaku seperti melewati pagar, berdiri di ujung batu, atau turun mendekat ke aliran air demi berfoto.

Nikmati Pemandangan dari Jalur di Spot Bunga Terkenal

Ladang bunga terlihat makin indah bila didekati, tetapi masuk ke petak bunga menjadi penyebab kerusakan pemandangan.

Dengan mengatur komposisi dari jalur atau tempat yang ditentukan, Anda bisa menghasilkan foto yang indah sambil menjaga bunga.

Kesimpulan

Spot pemandangan terbaik di Ibaraki bukan hanya Kamiiso no Torii di Pantai Ōarai, pemandangan laut Stasiun Hitachi, atau kedahsyatan Air Terjun Fukuroda setinggi 120 meter, tetapi bisa dinikmati secara luas hingga bukit bunga, tepi danau, ngarai, dan panorama gunung.

Dalam perjalanan pertama ke Jepang, dengan memilah pemandangan yang ingin dilihat menjadi "laut", "bunga", "gunung", dan "tepian air", Anda bisa menjumpai panorama dengan kesan berbeda meski tinggal singkat.

Karena harga tiket masuk, status buka taman, transportasi, acara, dan aturan pemotretan bisa berubah, cek informasi resmi sebelum berangkat, dan nikmatilah pemandangan Ibaraki dengan mengutamakan keselamatan serta etika di lokasi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Pemandangan indah Ibaraki terbagi besar menjadi empat jenis: "laut", "bunga", "gunung", dan "tepian air". Mulai dari pemandangan laut seperti Torii Kamiiso di pesisir Oarai dan Stasiun Hitachi berdinding kaca, bukit bunga nemophila di Hitachi Seaside Park, hingga pemandangan gunung seperti Air Terjun Fukuroda setinggi 120 m dan Jembatan Gantung Ryujin Ohashi, cakupannya luas. Membagi pilihan perjalanan berdasarkan poros pemandangan membuat kesan tidak mudah tumpang tindih meski dalam kunjungan singkat.
A. Karena Torii Kamiiso adalah torii yang berdiri di atas karang tempat dewa Oarai Isosaki Jinja dipercaya turun, dan pemandangannya yang berpadu dengan matahari terbit dari Samudra Pasifik sangat ikonik. "Kamiiso" tempat turunnya dewa adalah area terlarang yang tidak bisa dimasuki, dan banyak peziarah berkumpul untuk melihat matahari terbit pertama melalui torii. Karena posisi cahaya pagi berubah menurut musim, mengecek waktu matahari terbit terlebih dahulu dan tiba lebih awal akan menghindari kehilangan komposisi yang diincar.
A. Dari Stasiun JR Oarai sekitar 5 menit dengan taksi, atau dengan bus turun di halte "Oarai Isosaki Jinja-shita" langsung sampai. Di sepanjang pesisir ada tempat parkir gratis di sisi Oarai Marine Museum (sekitar 50 mobil, 06.30-17.00) yang bisa digunakan gratis di luar musim berenang. Karena tempat parkir sisi kuil memiliki tanjakan curam dan jalan sempit, akan berguna mengingat bahwa memotret torii lebih mudah dari tempat parkir sisi laut.
A. Gratis, dan dari ruang observasi Event Hall di ujung timur lorong bebas Stasiun JR Hitachi, Anda bisa memandang Samudra Pasifik. Bangunan stasiun berdinding kaca ini disupervisi arsitek Kazuyo Sejima, dan memenangkan Brunel Award untuk desain perkeretaapian pada 2014. Sea Birds Cafe yang menjorok ke arah laut di ujung ruang observasi buka pukul 07.00, sehingga Anda bisa menikmati sarapan sambil memandang cakrawala di pagi hari.
A. Nemophila biasanya mekar biru sekitar 5,3 juta batang pertengahan April hingga awal Mei, mewarnai seluruh Miharashi no Oka. Tiket masuk adalah 450 yen untuk dewasa, tetapi pada puncak nemophila menjadi tarif musiman sekitar 800 yen untuk dewasa. Taman ini luas dengan area terbuka 237,1 hektar, dan dari West Gate ke bukit memakan waktu jalan 10-15 menit, jadi masuk tepat setelah pembukaan memungkinkan mengabadikan foto bukit dengan sedikit orang.
A. Festival Iris Suigo Itako biasanya diadakan akhir Mei hingga akhir Juni. Sekitar 1 juta rumpun iris Jepang (hanashobu, bunga ungu atau putih yang mekar di awal musim panas) dari 500 varietas mekar di sepanjang kanal, dan puncak terbaiknya biasanya sekitar 10 Juni. Masuknya gratis dan bebas sepanjang hari. Karena acara seperti perahu pengantin dan pelayaran perahu dayung terbatas pada hari dan waktu tertentu, mengunjunginya pada hari yang cocok akan memberi nuansa khas suigo.
A. Tiket masuk Air Terjun Fukuroda adalah 500 yen untuk dewasa dan 300 yen untuk anak, dan Anda melewati terowongan pengamatan sepanjang 276 m untuk keluar tepat di depan air terjun. Ini adalah salah satu dari tiga air terjun terindah Jepang setinggi 120 m dan lebar 73 m, yang ditetapkan sebagai tempat pemandangan nasional pada 2015. Dari Dek Pengamatan ke-2 yang dicapai dengan lift di dalam terowongan, seluruh air terjun yang jatuh dalam empat tingkat terlihat, dan kesannya sangat berbeda dari Dek Pengamatan ke-1 yang hanya menampilkan tingkat bawah.
A. Biaya melintas Jembatan Gantung Ryujin Ohashi adalah 320 yen untuk dewasa dan 210 yen untuk pelajar SD-SMP, dengan tinggi sekitar 100 m dari permukaan danau. Panjang jembatan adalah 375 m, dan dianggap sebagai salah satu jembatan gantung khusus pejalan kaki terbesar di Jepang. Di tengah jembatan ada "jendela intip" berdinding kaca yang memungkinkan memandang lembah tepat di bawah. Karena pada hari berangin mudah terasa goyang, memegang topi atau barang ringan dengan tangan agar tidak terbang akan lebih aman.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.