Nikmati Perjalanan ke Jepang!

10 Kuil & Power Spot Ibaraki | Kashima Jingu & Oarai Isosaki

10 Kuil & Power Spot Ibaraki | Kashima Jingu & Oarai Isosaki
Panduan 10 kuil dan power spot Ibaraki: Kashima Jingu, Oarai Isosaki, dan Tsukubasan Shrine. Kenali rute, daya tarik, dan etika ziarah.

Ringkasan Cepat

Sekilas daya tarik

Ziarah kuil dan tempat spiritual (power spot) Ibaraki menarik karena dapat menikmati sekaligus kuil tepi laut yang memandang Samudra Pasifik, alam Gunung Tsukuba dan Gunung Oiwa, serta sejarah terkait keluarga Tokugawa.

Daya tarik utama

Tiga kuil khas Ibaraki: hutan seluas sekitar 70 hektar dan batu Kaname-ishi di Kuil Kashima, torii Kamiiso yang berdiri di atas laut di Kuil Oarai Isosaki, dan ziarah gunung suci di Kuil Tsukubasan.

Kuil yang bisa dikunjungi

10 spot: Kuil Kashima, Kuil Oarai Isosaki, Kuil Tsukubasan, Kuil Kasama Inari, Kuil Hitachi Izumo Taisha, Kuil Oiwa, Kuil Sakatsura Isosaki, Kuil Ikisu, Kuil Omika, dan Kuil Tokiwa.

Tips akses

Kuil Kashima dalam jangkauan berjalan dari Stasiun JR Kashima-Jingu. Area Kashima-Kamisu dan area Hitachi berjauhan, jadi bila mengandalkan transportasi umum, tipsnya adalah jangan menjejalkan terlalu banyak dalam satu hari.

Cara memilih per tema

Membagi arah berdasarkan sudut pandang perjalanan — Kuil Kashima untuk kepercayaan dewa perang, Kuil Oarai Isosaki untuk pemandangan tepi laut menakjubkan, dan Kuil Hitachi Izumo Taisha untuk jodoh — membuat kunjungan tidak melelahkan.

Cara menikmati musiman

Musim semi menampilkan plum dan sakura di sekitar Gunung Tsukuba, Kuil Sakatsura Isosaki dengan kamelia dari musim dingin hingga awal musim semi, dan plum Taman Kairakuen di Mito puncaknya pertengahan Februari–pertengahan Maret. Area ini banyak daya tarik luar ruangan.

Hal yang bisa dialami

Anda dapat mengenal budaya kepercayaan Jepang, seperti tata cara ziarah berupa membungkuk di depan torii, temizu (ritual menyucikan tangan dan mulut), dua bungkuk dua tepuk satu bungkuk, menerima goshuin (stempel kuil), membeli jimat, serta pendakian ziarah Kuil Oiwa yang menyusuri gunung.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Ibaraki

Pilih Kuil dan Spot Spiritual di Ibaraki Berdasarkan Laut, Gunung, dan Sejarah

Wisata keliling kuil dan spot spiritual (power spot) di Ibaraki menarik karena Anda bisa menikmati sekaligus kuil tepi laut yang memandang Samudra Pasifik, alam Gunung Tsukuba dan Gunung Oiwa, serta sejarah yang terkait keluarga Tokugawa.

Diawali Kashima-jingū dan Ōarai Isosaki-jinja, kawasan ini mudah dimasukkan ke perjalanan sehari atau menginap semalam dari arah Tokyo, dan mudah bagi wisatawan mancanegara pertama kali untuk menyentuh budaya ibadah Jepang.

Pertama, memilih kuil dengan suasana berbeda sesuai tujuan perjalanan akan memudahkan Anda berkeliling.

Susun Dahulu Cara Memilih 10 Spot Kuil di Ibaraki

Meski sama-sama kuil, kesan perjalanan berubah antara tempat yang memandang laut, tempat berjalan di jalur gunung, dan tempat yang mudah dipadukan dengan jalan-jalan kota.

Dalam perjalanan singkat, jangan terlalu memperluas area; memilih dengan membagi arah seperti Kashima, Ōarai, Mito, Kasama, dan Gunung Tsukuba akan lebih santai.

Karena area Kashima/Kamisu dan area Hitachi berjauhan, bila mengandalkan transportasi umum, kuncinya adalah tidak menjejalkan terlalu banyak dalam satu hari.

Tabel di bawah menyusun kuil yang diperkenalkan kali ini berdasarkan sudut pandang perjalanan.

Nama Sudut Perjalanan Kecocokan
Kashima-jingū Pemujaan dewa perang Pecinta sejarah
Ōarai Isosaki-jinja Torii tepi laut Wisata panorama
Tsukubasan-jinja Ziarah gunung suci Jelajah alam
Kasama Inari-jinja Pemujaan Inari Jalan-jalan kota
Hitachinokuni Izumo Taisha Jodoh Pasangan
Oiwa-jinja Tempat suci gunung Wisata tenang
Sakatsura Isosaki-jinja Laut dan rimbun pohon Jalan tepi pantai
Ikisu-jinja Tiga Kuil Timur Keliling suijō
Ōmika-jinja Bintang dan batu Pecinta mitologi
Tokiwa-jinja Sejarah Mito Jalan-jalan taman

Cara Menikmati Kuil yang Cocok bagi Wisatawan Mancanegara

Di kuil, bukan hanya melihat bangunannya, melainkan mencakup membungkuk sebelum melewati torii, temizu (menyucikan diri dengan air), ibadah, hingga cara menghadapi pepohonan dan batu di dalam area kuil, semua menjadi pengalaman.

Meski tidak bisa membaca bahasa Jepang, dengan mengetahui istilah dasar seperti torii (gerbang kuil), sandō (jalan menuju kuil), haiden (aula ibadah), omamori (jimat), dan goshuin (stempel ziarah), Anda tidak akan mudah bingung di lokasi.

Di tempat pemberian goshuin dan omamori, sering dipajang hatsuho-ryō (biaya), dan besaran serta cara pelayanannya berbeda tergantung kuil dan barang yang diberikan.

Tampilan Kuil Ibaraki yang Berubah Menurut Musim

Karena kuil di Ibaraki banyak memiliki daya tarik di luar ruangan, menyadari perbedaan pemandangan tiap musim akan meningkatkan kepuasan perjalanan.

Di musim semi, ada plum di sekitar Gunung Tsukuba dan sakura di area kuil, sedangkan di Sakatsura Isosaki-jinja ada kamelia dari musim dingin hingga awal musim semi, jadi waktu terbaiknya berbeda tiap kuil.

Karena waktu mekar bunga tertentu atau tanggal acara bisa berubah, bila menjadikan bunga atau upacara sebagai tujuan, cek informasi resmi sebelum berangkat.

Musim Tampilan Catatan
Semi (musim semi) Bunga dan hijau segar Cek acara
Panas (musim panas) Laut dan naungan pohon Antisipasi panas
Gugur (musim gugur) Area kuil yang tenang Aktivitas sebelum senja
Dingin (musim dingin) Udara jernih Persiapan penghangat

Rasakan Ciri Khas Ibaraki di Kashima-jingū, Ōarai Isosaki-jinja, dan Tsukubasan-jinja

Bila baru pertama kali berkeliling kuil di Ibaraki, memilih dari tiga kuil dengan ciri jelas berupa sejarah, laut, dan gunung akan memudahkan membentuk poros perjalanan.

Karena suasana masing-masing sangat berbeda, jangan memaksakan menjejalkan dalam satu hari; berkeliling sambil memadukan dengan wisata sekitar akan membuat ibadah lebih tenang.

Kashima-jingū | Ichinomiya Provinsi Hitachi yang Memuja Takemikazuchi-no-Ōkami

Kashima-jingū (kuil Kashima) adalah ichinomiya (kuil peringkat tertinggi) Provinsi Hitachi yang memuja Takemikazuchi-no-Ōkami sebagai dewa utama, terletak di Kyūchū, Kota Kashima, Prefektur Ibaraki.

Kuil kuno yang dipercaya didirikan pada tahun pertama Kaisar Jinmu ini memiliki rimbun pepohonan (jusō) seluas sekitar 70 hektar, dan hanya dengan berjalan di sandō pun Anda bisa merasakan ketenangan yang berbeda dari kuil di perkotaan.

Dikenal sebagai dewa pendirian negara Jepang, seni bela diri, dan pertandingan, tetapi bagi wisatawan mancanegara, kuil ini juga menarik sebagai tempat menyentuh mitologi Jepang dan sejarah kawasan timur.

Karena terdapat berbagai daya tarik seperti gerbang menara (rōmon) berpernis merah, bangunan kuil yang disumbangkan Tokugawa Hidetada, jalan ibadah dalam menuju okumiya, kaname-ishi (batu penambat), hingga kolam Mitarashi, disarankan berjalan perlahan alih-alih hanya berfoto.

Terletak dalam jarak jalan kaki dari Stasiun JR Kashima-jingū, Anda bisa beribadah dengan berjalan di area kuil.


Ōarai Isosaki-jinja | Ibadah sambil Memandang Laut dan Kamiiso no Torii

Ōarai Isosaki-jinja (kuil Ōarai Isosaki) adalah kuil tepi laut di Isohama-chō, Kota Ōarai, yang memuja Ōnamuchi-no-Mikoto dan Sukunahikona-no-Mikoto.

Kuil kuno yang dipercaya sebagai tempat turunnya dewa pada tahun 856 di periode Heian ini, dengan Kamiiso no Torii yang berdiri di karang di atas laut, dikenal sebagai pemandangan yang menjadi simbol wisata kuil Ibaraki.

Terutama pada hari tahun baru atau pagi buta, banyak peziarah yang mengincar matahari terbit yang muncul dari dalam torii, dan ada pula orang yang datang menyesuaikan dengan waktu matahari terbit.

Karena torii juga merupakan objek pemujaan, saat memotret penting untuk tidak memaksa mendekat ke karang atau pantai, dan memandang sambil memperhatikan ombak serta pijakan.

Karena bisa menikmati area kuil sekaligus laut, dengan melirik ke Aqua World Aquarium Prefektur Ibaraki Ōarai atau sekitar Pantai Ōarai, Anda bisa melewati waktu khas kota tepi laut.


Tsukubasan-jinja | Kuil Kuno yang Menjadikan Gunung Suci Tsukuba sebagai Perwujudan Dewa

Tsukubasan-jinja (kuil Tsukubasan) adalah kuil kuno yang berada di Tsukuba, Kota Tsukuba, yang memuliakan Gunung Tsukuba setinggi 877 m sebagai perwujudan dewa (goshintai).

Memuja Tsukuba-otokonokami (Izanagi-no-Mikoto) di Nantai-san dan Tsukuba-onnanokami (Izanami-no-Mikoto) di Nyotai-san, kuil ini juga akrab bagi peziarah yang memohon jodoh, keselamatan keluarga, dan keselamatan lalu lintas.

Karena cuaca gunung mudah berubah, kunjungilah dengan sepatu yang nyaman berjalan, dan bila hendak melanjutkan hingga arah mendaki atau puncak, buat rencana yang tidak memaksakan diri.

Hanya di sekitar bangunan kuil pun suasananya sudah terasa, tetapi dengan memakai kereta gantung (cable car) atau ropeway Gunung Tsukuba, orang yang tidak percaya diri dengan staminanya pun bisa menikmati panorama gunung.


Keliling Spot Spiritual yang Tenang di Kuil Tepi Laut dan Tepian Air

Di kawasan tepi laut dan suijō Ibaraki, terdapat tempat pemujaan yang terikat erat dengan air.

Karena bisa beribadah sambil merasakan angin laut atau udara tepi sungai, tempat ini cocok bagi wisatawan yang mencari waktu tenang dibanding tempat wisata yang ramai.

Sakatsura Isosaki-jinja | Sandō Kamelia dan Torii yang Memandang Laut

Sakatsura Isosaki-jinja (kuil Sakatsura Isosaki) adalah kuil yang berada di tepi laut Isozaki-chō, Kota Hitachinaka.

Dikenal sebagai kuil yang memuja Sukunahikona-no-Mikoto dan Ōnamochi-no-Mikoto, kuil ini akrab bagi orang-orang yang memohon kesembuhan penyakit dan umur panjang.

Sandō yang tertutup seperti terowongan oleh kamelia dan pohon tabu berumur lebih dari 300 tahun sepanjang sekitar 300 m sangat mengesankan, dan saat kamelia mencapai masa terbaiknya dari musim dingin hingga awal musim semi, area kuil pun tampak semarak.

Ini adalah kuil yang berpasangan dengan Ōarai Isosaki-jinja tetapi lokasinya berbeda, dan karena juga dikenal dengan "kura-kura keberuntungan" di area kuil, cek lokasinya sebelum menuju ke sana.

Ikisu-jinja | Mengunjungi Salah Satu dari Tiga Kuil Timur (Tōgoku Sansha)

Ikisu-jinja (kuil Ikisu) adalah kuil di Kota Kamisu yang bersama Kashima-jingū dan Katori-jingū disebut Tōgoku Sansha (Tiga Kuil Timur).

Memuja Kunado-no-Kami sebagai dewa utama, serta memuja Ame-no-Torifune-no-Kami dan tiga dewa Sumiyoshi di aula pendamping, kuil ini dipuja sebagai dewa pelindung lalu lintas dan penolak bala pembawa keberuntungan.

Oshioi di area kuil dianggap sebagai salah satu dari Tiga Mata Air Suci Jepang, dan bersama pemandangan suijō, memperdalam kesan perjalanan.

Dengan melakukan keliling Tiga Kuil Timur bersama Kashima-jingū dan Katori-jingū, Anda akan lebih mudah memahami keterkaitan keyakinan dan geografi di tenggara Ibaraki.

Menyentuh Jodoh, Pemujaan Inari, dan Sejarah Tokugawa di Kasama dan Mito

Kasama dan Mito adalah area yang mudah menambahkan jalan-jalan kota dan jelajah sejarah pada ibadah kuil.

Alih-alih hanya mengunjungi kuil sebagai titik, dengan melirik jalan, taman, dan fasilitas budaya di sekitarnya, alur perjalanan akan terasa lebih alami.

Kasama Inari-jinja | Nikmati Pemujaan Inari bersama Kota Depan Gerbang

Kasama Inari-jinja (kuil Kasama Inari) adalah kuil di Kota Kasama yang memuja Uka-no-Mitama-no-Kami, termasuk salah satu dari Tiga Inari Terbesar Jepang.

Dipercaya didirikan pada tahun Hakuchi ke-2 (651) dan memiliki sejarah sekitar 1.360 tahun, di sini Anda bisa menyentuh pemujaan Inari yang terkait kemakmuran usaha dan panen melimpah.

Sebagai kuil terkenal yang dikunjungi sekitar 3,5 juta orang per tahun, di area kuil Anda bisa merasakan suasana bangunan kuil dan sandō, sambil memperhatikan budaya keyakinan Jepang yang berkaitan dengan rubah dan Inari.

Karena Kasama juga dikenal sebagai kota keramik "Kasama-yaki", setelah beribadah Anda bisa menyentuh jalan-jalan kota di jalan depan gerbang dan keliling tempat pembakaran, sehingga terasa lengkap sebagai pengalaman budaya.


Hitachinokuni Izumo Taisha | Kuil Ōkuninushi-no-Ōkami dan Jodoh

Hitachinokuni Izumo Taisha adalah kuil di Fukuhara, Kota Kasama, yang memuja Ōkuninushi-no-Ōkami.

Dikenal sebagai kuil jodoh dan kemakmuran usaha, kuil ini memiliki suasana yang mudah disinggahi bahkan dalam perjalanan pasangan, keluarga, maupun bersama teman.

Di area kuil, sambil memandang shimenawa (tali suci) besar berbobot hingga beberapa ton serta bangunan kuil, Anda bisa merasakan bagaimana keyakinan Izumo berakar di Ibaraki.

Buka gerbang dari pukul 8 hingga 17, pemberian goshuin dan omamori dari pukul 9 hingga 16.30 sebagai patokan, dan lakukan foto kenangan dengan pertimbangan dalam batas penggunaan pribadi.

Tokiwa-jinja | Kuil Mito yang Ingin Dipadukan dengan Kairaku-en

Tokiwa-jinja (kuil Tokiwa) adalah kuil yang memuja Tokugawa Mitsukuni dan Tokugawa Nariaki yang terkait dengan domain Mito.

Karena bersebelahan dengan Kairaku-en, salah satu dari Tiga Taman Terkenal Jepang, cirinya adalah mudah dipadukan dengan sejarah Mito dan jalan-jalan taman.

Giretsukan di area kuil adalah fasilitas yang menangani tulisan peninggalan kedua tokoh dan bahan-bahan terkait ilmu Mito (Mito-gaku), cocok bagi orang yang tertarik pada sejarah Jepang dari masa pra-modern hingga modern.

Plum di Kairaku-en mencapai masa terbaiknya dari pertengahan Februari hingga pertengahan Maret dan sekitarnya menjadi ramai, jadi cek informasi resmi terlebih dahulu mengenai acara dan info buka taman agar lebih tenang.


Menyusuri Kuil dan Spot Spiritual Ibaraki yang Bersemayam di Gunung dan Batu

Di bagian utara Ibaraki, terdapat kuil yang bisa dirasakan menjadikan gunung dan batu sebagai objek pemujaan.

Di tempat yang berjalan di tengah alam, meski untuk beribadah, dibutuhkan perhatian pada pakaian dan pijakan, bukan sekadar suasana berwisata.

Oiwa-jinja | Tempat Suci yang Tenang di Pegunungan Hitachi

Oiwa-jinja (kuil Oiwa) adalah kuil yang berada di tempat kaya alam di Irishiken-chō, Kota Hitachi.

Dalam "Hitachinokuni Fudoki" tertulis "dewa langit bersemayam di puncak Kabire", dan seluruh Gunung Oiwa memuja 188 dewa, dikenal sebagai tempat suci pemujaan sejak zaman dahulu.

Bila hendak melanjutkan ke arah puncak Gunung Oiwa, berbeda dengan jalan-jalan kota biasa, diperlukan kesadaran akan tōhai (ziarah mendaki gunung).

Tōhai dipatok dari pukul 6 hingga 15, jangan menyimpang dari jalur yang ditunjukkan, dan beribadahlah dalam batas yang tidak memaksakan sesuai cuaca dan kondisi tubuh.

Ōmika-jinja | Merasakan Mitologi Dewa Bintang dan Batu Shukukon-seki

Ōmika-jinja (kuil Ōmika) adalah kuil yang berada di Ōmika-chō, Kota Hitachi.

Dalam sejarah resminya, disebutkan Takehazuchi-no-Mikoto sebagai dewa utama dan Mikaboshi Kagaseo sebagai dewa penguasa tanah.

Bangunan utama bersemayam di atas Shukukon-seki (batu penyegel jiwa) yang dipercaya menyegel dewa bintang, dengan nuansa mitologi kuat terkait batu dan bintang, menjadi tempat menarik pula bagi orang yang tertarik pada kisah dengan dewa-dewa Kashima dan Katori.

Karena menuju bangunan utama ada pula jalan mendaki karang dengan berpegangan pada rantai, meski suasana area kuil tenang, pemahaman akan lebih dalam bila menyusurinya dengan tenang memakai sepatu yang nyaman berjalan sambil membaca sejarahnya.

Etika Ibadah dan Cara Berkeliling yang Perlu Diketahui Wisatawan Mancanegara

Kuil, sebelum menjadi tempat wisata, adalah tempat masyarakat setempat mempersembahkan doa.

Tidak perlu menghafal tata cara secara sempurna, tetapi hanya dengan kesadaran untuk berjalan tenang dan tidak mengganggu orang yang berdoa, kesannya akan sangat berubah.

Tata Cara Ibadah Dasar dari Torii hingga Aula Ibadah

Di depan torii, membungkuk ringan, dan di sandō berjalan sambil menghindari bagian tengah yang dianggap jalan dewa akan terasa sopan.

Bila temizuya (tempat menyucikan diri) bisa digunakan, sucikan tangan dan mulut sebelum menuju aula ibadah.

Di aula ibadah, masukkan saisen (uang persembahan), dan dengan dasar dua kali membungkuk, dua kali tepuk tangan, satu kali membungkuk, sampaikan rasa syukur atau doa dengan tenang.


Pemotretan Perlu Pertimbangan terhadap Tempat Keyakinan

Torii dan bangunan kuil adalah tempat yang membuat ingin diabadikan dalam foto, tetapi di tempat yang ada tanda larangan foto atau pembatasan masuk, ikutilah petunjuknya.

Hindari memotret besar orang yang sedang berdoa, pendeta kuil (shinshoku), miko (pelayan kuil wanita), atau peziarah lain tanpa izin.

Di tepi laut dan pegunungan, penting pula untuk tidak masuk ke tempat berbahaya demi mencari komposisi yang bagus.

Goshuin dan Omamori Ikuti Petunjuk di Lokasi

Goshuin adalah stempel atau bukti ziarah yang diterima setelah beribadah, sedikit berbeda maknanya dari stamp rally.

Karena tempat penerimaan dan hari pelayanan bisa berbeda tergantung kuil, bila menginginkannya, cek pengumuman resmi.

Pilih omamori sesuai keinginan, dan setelah dibawa pulang pun perlakukan dengan baik.

Dengan menyusun tindakan yang boleh dan yang sebaiknya dihindari saat beribadah, Anda bisa bertindak tenang meski pertama kali.

Situasi Boleh Yang Dihindari
Torii Membungkuk Lewat sambil ribut
Sandō Berjalan di tepi Menghalangi jalan
Aula ibadah Berdoa tenang Menguasai lama
Pemotretan Cek tanda Foto tanpa izin
Alam Ikuti jalur Melanggar larangan masuk

Kesimpulan | Tips Menikmati Wisata Kuil Ibaraki dengan Tenang

Kuil dan spot spiritual di Ibaraki memiliki ekspresi berbeda tiap tempat, seperti hutan lebat Kashima-jingū, torii tepi laut Ōarai Isosaki-jinja, dan pemujaan gunung Tsukubasan-jinja.

Di Kasama dan Mito mudah dipadukan dengan jalan-jalan kota dan jelajah sejarah, sedangkan di Oiwa-jinja dan Ōmika-jinja Anda bisa melewati waktu tenang menyentuh alam dan mitologi.

Bila baru pertama kali berkunjung, mempersempit arah yang ingin dituju dan mengecek acara serta aturan pemotretan di informasi resmi sebelum berangkat akan lebih tenang.

Di kuil, tahan suara keras, hormati waktu orang yang berdoa, dan nikmatilah perlahan udara laut, gunung, dan sejarah khas Ibaraki.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Ciri khas kuil di Ibaraki adalah bisa dipilih berdasarkan tiga tema yaitu laut, gunung, dan sejarah. Suasananya sangat berbeda, seperti Oarai Isosaki Jinja yang menghadap Samudra Pasifik, Tsukubasan Jinja yang memandang gunung suci, dan Tokiwa Jinja yang berkaitan dengan Tokugawa, sehingga berkeliling dengan membagi arah seperti Kashima, Oarai, Mito, Kasama, dan Hitachi akan lebih ringan. Daripada menjejalkan dalam sehari, mempersempit ke 2-3 arah akan memungkinkan Anda menikmati tiap kuil dengan saksama.
A. Kashima Jingu adalah Ichinomiya Provinsi Hitachi yang memuja Takemikazuchi no Okami, dan merupakan kuil pusat dari sekitar 600 Kashima Jinja di seluruh Jepang. Dipercaya didirikan pada tahun pertama Kaisar Jimmu, jalan ziarah dalam yang diselimuti rimbunan pohon seluas sekitar 70 hektar memiliki ketenangan yang tidak ada di kuil kota. Kaname-ishi yang dipercaya menahan ikan lele raksasa penyebab gempa adalah salah satu dari tujuh keajaiban Kashima, yang bahkan setelah Tokugawa Mitsukuni menyuruh menggalinya tujuh hari tujuh malam, dasarnya tak terlihat.
A. Dari Stasiun JR Kashima Jingu sekitar 10 menit berjalan kaki, dan jika hanya berziarah di aula utama sekitar 30-45 menit. Jika berjalan di jalan ziarah dalam hingga Okumiya, Kaname-ishi, dan Kolam Mitarashi mencapai 2-3 km, jadi sebaiknya siapkan lebih dari 1 jam. Kolam Mitarashi adalah air suci yang dipercaya permukaannya selalu setinggi dada baik bagi dewasa maupun anak, dan menjadi spot sejuk tersembunyi dengan udara dingin yang mengalir bahkan di musim panas.
A. Torii Kamiiso berdiri di atas karang di laut, dan pada Hari Tahun Baru pendeta melakukan upacara pemujaan matahari terbit pertama di pesisir, menjadikannya spot matahari terbit representatif Ibaraki. Namun jalan sekitar macet sejak tengah malam pada malam Tahun Baru, dan tempat parkir dekat torii penuh sebelum fajar. Jika mengincar matahari terbit, siapkan diri untuk tiba tengah malam atau parkir agak jauh, dan karena ombak di area batu tinggi, memandang dari sisi jalan prefektur dengan hati-hati pada pijakan akan lebih aman.
A. Tsukubasan Jinja adalah kuil tua yang menjadikan Gunung Tsukuba setinggi 877 m sebagai objek pemujaan, dan jika hanya berziarah di sekitar bangunan kuil tidak perlu mendaki. Jika ingin menikmati pemandangan puncak, kereta kabel Tsukubasan (Stasiun Miyawaki-Stasiun puncak, pulang-pergi untuk dewasa 1.070 yen) atau ropeway (Tsutsujigaoka-Nyotaisan, pulang-pergi untuk dewasa 1.300 yen) akan praktis. Karena cuaca gunung mudah berubah, kunjungilah dengan sepatu yang nyaman berjalan.
A. Ziarah Tiga Kuil Timur adalah ziarah mengelilingi Kashima Jingu, Katori Jingu di Chiba, dan Ikisu Jinja, yang sejak dahulu dikenal di wilayah Kanto sebagai penyucian setelah ziarah ke Ise. Jika ketiga kuil dihubungkan di peta, bentuknya menyerupai segitiga sama kaki dan dipercaya sebagai pelindung wilayah timur. Oshioi di Ikisu Jinja dikenal sebagai salah satu dari tiga mata air suci Jepang. Jimat Tiga Kuil Timur juga populer, jadi sebaiknya cek ketersediaannya di lokasi jika ingin mendapatkannya.
A. Waktu ziarah Oiwa Jinja adalah pukul 06.00 hingga 17.00, dan ziarah mendaki ke Gunung Oiwa dari pukul 06.00 hingga 15.00 sebagai patokan. Ini adalah tempat suci kuno yang memuja 188 dewa di seluruh Gunung Oiwa, dan hingga puncak adalah jalan gunung sungguhan dengan waktu pulang-pergi 1,5-2,5 jam. Berbeda dari jalan-jalan kota biasa, sepatu yang nyaman berjalan dan pakaian yang mudah bergerak sangat penting. Jangan menyimpang dari jalan ziarah depan atau belakang yang ditunjukkan, dan lakukan ziarah mendaki sesuai kemampuan dengan menyesuaikan cuaca dan kondisi tubuh.
A. Kasama Inari Jinja memuja Uka no Mitama no Kami, didirikan tahun 651 (Hakuchi ke-2), dan merupakan salah satu dari tiga Inari besar Jepang yang dikunjungi sekitar 3,5 juta orang per tahun. Di jalan depan kuil berjajar bengkel keramik "Kasama-yaki", membuat jalan-jalan kota setelah berziarah menjadi berkesan. Kuliner khas Kasama inari sushi membungkus isian unik seperti soba, kenari, dan maitake, dan bisa dinikmati dengan membandingkan rasanya.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.