Apa Itu Sake? Dasar-Dasar yang Perlu Diketahui Sebelum Mencoba
Sake (nihonshu) adalah minuman fermentasi khas Jepang yang dibuat dari beras, kōji (beras yang diinokulasi jamur kōji), dan air. Minuman ini cocok dipadukan dengan washoku (masakan Jepang) maupun berbagai jenis masakan lain, dan menjadi salah satu minuman beralkohol paling representatif dari Jepang.
Bagi wisatawan yang baru pertama kali mencicipi sake, cukup memahami 3 hal saja, yaitu jenis, suhu, dan etika minum, agar lebih mudah menemukan sake yang sesuai dengan selera.
Berdasarkan indikasi geografis, hanya seishu (sake murni) yang dibuat dari beras produksi dalam negeri Jepang dan diproduksi di Jepang yang boleh dilabeli sebagai Nihonshu (Sake Jepang).
Memahami Proses Pembuatannya Memudahkan Anda Memilih
Proses pembuatan sake dimulai dari mengukus beras yang sudah dipoles, membuat kōji, menumbuhkan shubo (starter ragi) dan moromi (campuran fermentasi utama), lalu diperas pada tahap akhir.
Kōji yang berfungsi mengubah pati beras menjadi gula adalah elemen penting yang menopang cita rasa khas sake.
Teknik "fermentasi paralel ganda" di mana jamur kōji dan ragi bekerja bersamaan dalam satu tangki dikenal sebagai teknik fermentasi yang langka di dunia.

Cara Membaca Label Sake: Perbedaan Junmai, Ginjō, dan Honjōzō
Istilah "Junmai", "Ginjō", dan "Honjōzō" yang sering Anda temui di toko atau menu adalah nama tokutei meishō-shu (sake bernama khusus), yaitu sake yang memenuhi syarat tertentu terkait bahan baku dan seimaibuai (tingkat pemolesan beras).
Anda tidak perlu menghafal semua detailnya, cukup pahami 3 hal berikut agar lebih mudah membaca label sake.
Cara Membaca Label Sake untuk Pemula
- Junmai-shu (sake murni): Sake yang hanya menggunakan beras, kōji, dan air sebagai bahan baku. Tipe ini paling terasa umami dan kekayaan rasa khas beras.
- Ginjō-shu / Daiginjō-shu: Ginjō-shu disyaratkan memiliki seimaibuai 60% atau kurang, sedangkan Daiginjō-shu 50% atau kurang. Ciri khasnya adalah aroma buah yang harum dan mewah (ginjō-ka).
- Honjōzō-shu: Menggunakan beras putih dengan seimaibuai 70% atau kurang, lalu ditambahkan sedikit alkohol untuk menghasilkan rasa yang ringan dan bersih.
Selain itu, terdapat 8 jenis tokutei meishō-shu seperti "Tokubetsu Junmai-shu", "Junmai Ginjō-shu", dan "Junmai Daiginjō-shu" yang dikategorikan berdasarkan kombinasi bahan baku dan seimaibuai.
Jika Bingung, Mulailah dari Label
Label adalah titik awal saat memilih sake, dan biasanya juga mencantumkan daerah produksi (prefektur), nama kura (tempat pembuatan sake), jenis beras, serta nihonshu-do (tingkat manis-kering sake).
Jika bingung, jangan hanya memilih berdasarkan nama. Tanyakan aroma dan rasa kepada staf agar lebih mudah menemukan sake yang sesuai dengan selera Anda.

Tips Memesan Sake di Restoran: Sampaikan Arah Rasa yang Anda Suka
Aroma dan cita rasa sake biasanya diperkenalkan dalam 4 tipe, yaitu "Kunshu", "Sōshu", "Junshu", dan "Jukushu".
Klasifikasi ini disusun dengan 2 sumbu, yaitu kekuatan aroma dan kepekatan rasa, sehingga memudahkan pemula menyampaikan selera mereka.
Contoh Frasa Bahasa Jepang yang Mudah Diucapkan
- Furūtī na kaori ga suki desu (Saya suka aroma buah - tipe Kunshu, biasanya Daiginjō atau Ginjō)
- Karukute namerakana mono ga ii desu (Saya suka yang ringan dan halus - tipe Sōshu, banyak pada Namazake atau Honjōzō)
- Koku ya umami ga aru mono o nomitai desu (Saya ingin yang punya kekayaan rasa dan umami - tipe Junshu, banyak pada Junmai-shu)
- Ryōri ni awaseyasui mono o erabitai desu (Saya ingin yang cocok untuk dipasangkan dengan makanan - Sōshu atau Junshu yang cocok untuk menemani hidangan)
Cara Memesan yang Direkomendasikan untuk Wisatawan
Jika ragu memilih gelas pertama, pilih izakaya atau toko sake yang menyediakan "nomi-kurabe set" (paket cicip-banding) berisi 3 hingga 5 jenis dalam gelas kecil.
Harga satu set biasanya sekitar 1.000 hingga 2.000 yen, dan semakin banyak toko yang menawarkan tema seperti perbandingan antar daerah atau perbandingan Ginjō dan Junmai.
Setelah mengetahui selera Anda, lain kali Anda dapat dengan mudah menyampaikan preferensi dengan menggabungkan label dan rasa, misalnya "Junmai yang ringan" atau "Ginjō yang harum".
Reishu dan Kanzake: Menikmati Sake dalam Berbagai Suhu
Sake adalah minuman beralkohol yang langka di dunia karena dapat dinikmati pada rentang suhu yang sangat luas, mulai dari sekitar 5°C hingga sekitar 55°C.
Aroma dan rasa yang berubah drastis tergantung pada suhu juga merupakan kenikmatan khas yang hanya dimiliki sake.
Suhu Mengubah Kesan Sake
Reishu (sake dingin) dinikmati pada suhu sekitar 10 hingga 15°C, dengan istilah berbeda seperti "Yuki-bie (5°C)", "Hana-bie (10°C)", dan "Suzu-bie (15°C)". Pada suhu ini aroma terasa bersih dan rasa di mulut tajam serta menyegarkan.
Kanzake (sake hangat) memiliki tingkatan seperti "Hinata-kan (30°C)", "Hitohada-kan (35°C)", "Nuru-kan (40°C)", "Jō-kan (45°C)", "Atsu-kan (50°C)", dan "Tobikiri-kan (55°C ke atas)". Saat dihangatkan, aroma beras dan kōji akan mekar dan umami meluas dengan lembut.
Secara umum, suhu "Hitohada-kan hingga Jō-kan (35 hingga 45°C)" dianggap paling lezat dan cocok untuk Junmai-shu serta Honjōzō-shu.
Sakazuki Juga Bagian dari Pengalaman
Gelas wine mudah menangkap aroma sehingga cocok untuk menikmati aroma buah yang harum dari Ginjō-shu atau Daiginjō-shu.
Tokkuri (botol kecil), katakuchi (kendi bermulut), dan ochoko (cangkir kecil) adalah sakazuki (wadah sake) yang membuat Anda lebih mudah merasakan suasana khas Jepang.
Saat minum sake hangat, kadang digunakan juga sakazuki logam bernama "chirori" yang dihangatkan dengan teknik yusen (mandi air panas).

Etika Minum Sake dan Tips Keselamatan untuk Wisatawan
Di Jepang, minum minuman beralkohol secara hukum hanya diperbolehkan bagi mereka yang berusia 20 tahun ke atas, dan mengemudi dalam keadaan mabuk sangat dilarang.
Saat menikmati sake pun, penting untuk minum dalam jumlah yang wajar dan tidak mengemudi setelah minum.
Tidak Memaksakan Diri Adalah yang Paling Penting
Jika Anda tidak bisa minum atau tidak kuat alkohol, tidak masalah untuk menolak dengan jelas.
Kadar alkohol sake sekitar 15 hingga 16 derajat, sedikit lebih tinggi dari wine, sehingga jika diminum seperti bir atau chūhai, efek mabuknya akan datang lebih cepat.
Sake bisa terasa karakternya bahkan dalam jumlah kecil, jadi mengutamakan cara membandingkan daripada kuantitas akan membuat pengalaman wisata Anda lebih menyenangkan.
Yawaragi-mizu sebagai Pendamping
Dalam dunia sake, air yang diminum di sela-sela disebut "Yawaragi-mizu", yang setara dengan chaser dalam minuman beralkohol Barat.
Sebagai patokan, minumlah air dengan jumlah yang sama dengan sake di antaranya. Cara ini membantu menghindari mabuk berat dan menyegarkan kembali indra perasa sehingga Anda dapat menikmati sake dengan lebih tenang.
Di izakaya, Anda hampir selalu bisa mendapatkan air gratis dengan mengatakan "Omizu kudasai (Tolong air)".
Etika Kecil Saat Bersulang dan Menuangkan Sake
Saat bersulang, ucapkan "Kanpai" bersama-sama dan angkat gelas setinggi mata.
"Oshaku" yaitu menuangkan sake untuk orang lain adalah budaya khas Jepang. Memegang tokkuri dengan kedua tangan akan memberi kesan sopan.
Hal yang Perlu Dipastikan Sebelum Berkunjung ke Sakagura atau Tempat Mencicipi Sake
Jika Anda berencana mengunjungi sakagura (tempat pembuatan sake) atau fasilitas mencicipi, jangan menentukan keputusan di lokasi. Pastikan informasi yang diperlukan melalui panduan resmi tempat tujuan.
Terutama, periksa apakah perlu reservasi, ada tidaknya mencicipi dan biayanya, kebijakan pengambilan foto, ketersediaan layanan bahasa Inggris atau bahasa lain, apakah bisa membeli saja tanpa tur, serta apakah tersedia pengiriman ke luar negeri.
Pada periode puncak pembuatan sake bulan November hingga Maret, beberapa kura membatasi tur, dan ada juga kura yang tutup pada musim panas, sehingga pengecekan sebelum kunjungan sangat penting.
Hal yang Sering Terlewat oleh Wisatawan Asing
Pada hari Anda merencanakan mencicipi sake, sebaiknya rencanakan juga moda transportasi pulang-pergi agar lebih tenang.
Sebagian besar sakagura terletak di luar jangkauan jalan kaki dari stasiun terdekat, sehingga lebih realistis menggunakan transportasi umum atau taksi daripada rental mobil.
Dengan asumsi tidak boleh mengemudi setelah minum, pilihlah rute perjalanan yang tidak memaksakan diri.
Tempat Belajar Sake di Tokyo
Jika Anda tidak sempat berkunjung ke kura di daerah, di "Japan Sake Information Center" di Shinbashi, Tokyo (dikelola oleh Japan Sake and Shochu Makers Association) Anda dapat mencicipi sake dan shōchū dari seluruh Jepang dengan biaya.
Tempat ini gratis untuk masuk dan terkadang ada staf berbahasa Inggris, sehingga populer di kalangan wisatawan sebagai tempat untuk memahami gambaran umum sake dalam waktu singkat.
Kesimpulan: Memahami Sake Melalui Label dan Suhu
Jika Anda merasa sake itu rumit, jalan pintas paling mudah adalah mulai dari memperhatikan istilah pada label dan perbedaan suhu.
Pahami secara garis besar arti Junmai, Ginjō, dan Honjōzō, sampaikan selera Anda dengan kata-kata singkat seperti "furūtī", "ringan", atau "koku", lalu bandingkan sedikit demi sedikit sambil menyelingi dengan Yawaragi-mizu. Dengan cara ini, Anda akan lebih mudah menemukan sake favorit selama perjalanan wisata di Jepang.
Jika Anda memahami 3 hal yaitu jenis, suhu, dan etika minum, pengalaman pertama menikmati sake pun akan terasa lebih dekat dan menyenangkan.




