Nikmati Perjalanan ke Jepang!

10 Wisata Sehari di Kagawa: Alam, Kota & Pulau

10 Wisata Sehari di Kagawa: Alam, Kota & Pulau
Jelajahi 10 wisata sehari di Kagawa: Taman Ritsurin, Yashima, Kotohira, Marugame, Chichibugahama, Shodoshima, Naoshima. Dilengkapi ide rute dan tips feri.

Ringkasan Cepat

Daya Tarik Wisata Sehari di Kagawa

Kagawa memiliki destinasi wisata sehari yang dapat dipilih berdasarkan tema, seperti taman, sejarah, tepi laut, dan perjalanan ke pulau, termasuk Taman Ritsurin, Yashima, Kuil Kotohiragu, Chichibugahama, dan Naoshima; dengan tidak memaksakan wilayah yang berjauhan ke dalam satu rencana serta menentukan sarana transportasi dan kapal pulang lebih dahulu, Anda dapat menikmati pemandangan dan budaya khas Kagawa tanpa terburu-buru.

Daya tarik utama

Daya tariknya meliputi taman bergaya kaiyu di Taman Ritsurin, pemandangan Laut Pedalaman Seto dari Yashima, jalur 785 anak tangga menuju Kuil Kotohiragu, dinding batu Kastel Marugame yang tertinggi di Jepang, serta pantulan di Chichibugahama.

Akses ke pulau

Dari Pelabuhan Takamatsu, feri ke Naoshima memakan waktu sekitar 50 menit, kapal penumpang ke Pelabuhan Ieura di Teshima sekitar 35 menit, feri ke Megijima sekitar 20 menit, dan perjalanan ke Ogijima melalui Megijima sekitar 40 menit.

Perkiraan biaya

Tiket Taman Ritsurin adalah 500 yen untuk dewasa dan 170 yen untuk siswa sekolah dasar serta sekolah menengah pertama. Feri ke Naoshima berharga 680 yen untuk dewasa, sedangkan kunjungan ke Kuil Kotohiragu dilakukan dengan menaiki tangga batu.

Perkiraan waktu dan jarak berjalan

Perjalanan satu arah ke bangunan utama Kuil Kotohiragu memakan waktu sekitar 30 menit dan 785 anak tangga; hingga kuil bagian dalam jumlahnya 1.368 anak tangga. Yashima berada sekitar 292 m di atas permukaan laut, dan Kastel Marugame memiliki jalan menanjak, sehingga sebaiknya mengenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan.

Waktu terbaik untuk menikmati pemandangan

Untuk melihat pantulan seperti cermin di Chichibugahama, saat terbaik adalah magic hour sekitar 30 menit sebelum dan sesudah matahari terbenam ketika air surut bertepatan dengan waktu terbenamnya matahari. Dedaunan musim gugur di Ngarai Kankakei biasanya paling indah dari awal hingga akhir November.

Aktivitas yang dapat dinikmati

Di Kagawa, Anda dapat menikmati berjalan-jalan di taman, menyusuri kota kastel dan kota di depan kuil, menikmati pemandangan dari Yashima dan Ngarai Kankakei, berfoto di Chichibugahama, serta menjelajahi seni kontemporer dan permukiman di Naoshima dan Teshima.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Kagawa

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Prefektur Kagawa adalah kawasan yang cocok untuk wisata sehari, tempat kamu bisa menikmati taman-taman terkenal seperti Ritsurin-koen, kota kastil, pemandangan tepi laut seperti Chichibugahama, dan pulau-pulau di Laut Pedalaman Seto sebagai satu destinasi.

Dalam wisata sehari, alih-alih menjejalkan banyak hal, menentukan lebih dulu kawasan yang ingin dikunjungi dan jenis pengalaman yang diinginkan akan membuatmu tidak terburu-buru oleh perjalanan.

Jika akan menggunakan kapal, fasilitas seni, atau kereta gantung, sebelum berangkat periksa dulu status operasional, hari buka, dan perlu-tidaknya reservasi di situs web resmi.

Rangkuman 10 Tempat Wisata Sehari yang Direkomendasikan di Kagawa

Jika ini kunjungan pertamamu ke Kagawa, memutuskan apakah akan berfokus pada alam, jalan-jalan kota, atau wisata pulau akan memudahkanmu mempersempit pilihan.

Tabel berikut merangkum ciri khas setiap tempat dan jenis wisatawan yang cocok.

Tempat Daya tarik utama Cocok untuk siapa
Ritsurin-koen Taman Jepang Jalan santai yang tenang
Yashima Panorama dan sejarah Wisata sekitar Takamatsu
Kotohira-gu Ziarah dan kawasan di depan kuil Pengalaman budaya
Kastil Marugame Menara utama dan tembok batu Penyuka kastil
Chichibugahama Pemandangan tepi laut Jalan-jalan berfoto
Kankakei Ngarai dan pemandangan gunung Penyuka alam
Naoshima Seni kontemporer Penyuka arsitektur
Teshima Alam dan seni Wisata pulau yang santai
Megijima Legenda dan pemandangan pulau Wisata pulau singkat
Ogijima Gang-gang dan kota pelabuhan Menyusuri perkampungan

Jika baru pertama kali, jelajahi satu kawasan secara mendalam

Tempat-tempat wisata Kagawa terbagi menjadi beberapa kawasan, seperti sekitar Takamatsu, arah Kotohira·Marugame, arah Mitoyo·Shodoshima, dan pulau-pulau di Laut Pedalaman Seto.

Jika menggabungkan kawasan yang berjauhan dalam satu hari, waktu tinggal bisa menjadi lebih singkat karena koneksi kereta dan kapal.

Lebih realistis untuk menggabungkan tempat-tempat dengan tema yang berdekatan, seperti taman dengan jalan-jalan di puncak gunung, ziarah dengan kota kastil, atau tepi laut dengan jalan-jalan di sekitarnya.

Wisata pulau, rencanakan mulai dari kapal pulang-pergi

Pada hari kamu menjadikan pulau sebagai tujuan, penting untuk memeriksa lebih dulu bukan hanya jadwal keberangkatan, tetapi juga jadwal kepulangan.

Sebagai contoh, dari Pelabuhan Takamatsu ke Naoshima sekitar 50 menit dengan feri, ke Pelabuhan Ieura (Ieura Port) di Teshima sekitar 35 menit dengan kapal penumpang, dan ke Megijima sekitar 20 menit dengan feri, sehingga waktu tempuh berbeda-beda tiap pulau.

Karena operasional dapat berubah akibat cuaca dan kondisi laut, pada hari keberangkatan periksalah panduan resmi dari operator transportasi.

Tempat wisata sehari di sekitar Takamatsu untuk menikmati alam dan sejarah

Jika menjadikan Takamatsu sebagai basis, Ritsurin-koen tempat kamu menikmati keindahan taman dan Yashima yang menghadap Laut Pedalaman Seto adalah pilihan yang mudah diambil.

Keduanya tidak hanya menawarkan pemandangan, tetapi juga kesempatan menyentuh sejarah dan budaya Kagawa.

1. Ritsurin-koen | Menyusuri taman Jepang yang dijalin oleh kolam dan pohon pinus

Ritsurin-koen adalah taman daimyo bergaya kelana dengan kolam, bukit buatan, dan pohon pinus yang ditata dengan latar Gunung Shiun.

Ditetapkan sebagai Tempat Berpemandangan Indah Istimewa tingkat nasional, taman ini memikat dengan pemandangan "satu langkah, satu pemandangan", saat wujud kolam, jembatan, dan kedai teh berubah sesuai posisi kamu berjalan.

Taman ini juga meraih penilaian tertinggi tiga bintang dalam Michelin Green Guide Japon, dan dari segi luas, ia termasuk salah satu taman warisan budaya terbesar di dalam negeri.

Tiket masuk 500 yen untuk dewasa dan 170 yen untuk pelajar SD dan SMP; jam buka berbeda menurut musim, dan pada Juli·Agustus buka dari pukul 5.30 hingga 19.00.

Daripada hanya melihat tempat-tempat utama dalam waktu singkat, berjalan perlahan menyusuri jalur taman dan mengamati bentuk cabang pinus atau bayangannya di permukaan air akan memudahkanmu merasakan komposisi taman.

Pengalaman seperti ruang minum teh di taman atau pesiar perahu Jepang memiliki syarat penggunaan yang berbeda, jadi jika ada yang ingin kamu coba, periksalah panduan resmi.


2. Yashima | Menghadap Laut Pedalaman Seto dan pusat kota Takamatsu

Yashima adalah dataran tinggi lava setinggi sekitar 292 meter di atas permukaan laut dan merupakan tempat berpemandangan indah bersejarah di Takamatsu, yang dikenal sebagai panggung "Pertempuran Yashima" dalam Perang Genpei.

Di puncak, kamu bisa berjalan di sekitar titik-titik pandang seperti Yashima-ji, kuil ke-84 dalam ziarah Shikoku, dan Shishi-no-Reigan, sambil memandang pulau-pulau Laut Pedalaman Seto, pusat kota Takamatsu, dan Jembatan Besar Seto.

Ada pula "Yashimaru", fasilitas interaksi modern yang dibuka pada 2022, dan cirinya adalah kamu bisa menikmati kenangan akan kuil bersejarah dan bekas medan perang bersama arsitektur modern di tempat yang sama.

Ke puncak bisa dicapai dari Stasiun Takamatsu dengan mobil, atau berpindah dari kereta ke bus antar-jemput, dan di puncak juga ada beberapa titik pandang yang bisa dinikmati secara gratis.

Karena penutupan fasilitas di puncak dan panduan transportasi dapat berubah, periksalah informasi resmi sebelum berkunjung.


Menikmati ziarah dan jalan-jalan kota kastil di Kotohira·Marugame

Bagi yang ingin merasakan budaya dan sejarah Kagawa dengan berjalan kaki, Kotohira dan Marugame sangat cocok.

Karena ada jalan menanjak, tangga batu, dan kemiringan di dalam kastil, berkunjung dengan sepatu yang nyaman untuk berjalan akan membuatmu lebih tenang.

3. Kotohira-gu | Menyusuri jalan ziarah 785 anak tangga dan kawasan di depan kuil

Kotohira-gu, yang akrab dengan sebutan "Konpira-san", adalah kuil yang kamu tuju menuju kompleksnya dengan menaiki jalan ziarah tangga batu sebanyak 785 anak tangga hingga kuil utama.

Kuil utama berada di ketinggian sekitar 251 meter di atas permukaan laut, sekitar 30 menit sekali jalan dari jalan ziarah utama, dan jika naik lebih tinggi lagi ke kuil dalam (Kuil Izutama), totalnya menjadi 1,368 anak tangga.

Di sepanjang jalan ziarah berjajar toko oleh-oleh dan rumah makan, sehingga jalan-jalan kota sebelum dan sesudah ziarah pun menjadi bagian dari perjalanan.

Di dalam kompleks, jangan menghalangi arus para peziarah, dan jika ada papan pengumuman tentang pemotretan bangunan kuil atau tempat pemberian jimat, ikutilah petunjuk tersebut.

Yang penting, jangan terburu-buru menaiki tangga batu, dan majulah sambil beristirahat sesuai dengan kekuatan fisikmu.


4. Kastil Marugame | Melihat dari dekat menara kayu dan tembok batu tertinggi di Jepang

Kastil Marugame dikenal dengan menara utama dari kayu yang termasuk salah satu dari dua belas menara kastil yang masih ada, serta tembok batunya yang disusun tinggi.

Tembok batu yang disusun dalam empat tingkat membanggakan ketinggian tertinggi di Jepang dan membentuk kurva landai yang disebut "kemiringan kipas" (ogi no kobai).

Saat berjalan di dalam kastil, kamu bisa menikmati dua pemandangan berbeda: lekuk tembok batu yang dipandang dari bawah, dan lanskap kota Marugame yang dipandang dari atas.

Karena status pembukaan menara dan gerbang dapat berubah, periksalah panduan dari Kota Marugame atau asosiasi pariwisata sebelum masuk kastil.

Jangan menyentuh benda cagar budaya, dan di tempat sempit saling mengalahlah saat menikmatinya.


Menyentuh alam laut dan ngarai di Mitoyo·Shodoshima

Jika ingin menikmati pemotretan tepi laut, Chichibugahama menjadi pilihan; jika ingin menikmati pemandangan gunung, Kankakei di Shodoshima menjadi pilihan lain.

Karena pemandangan dan syarat penggunaan keduanya mudah berubah menurut cuaca, pemeriksaan pada hari itu tak boleh dilewatkan.

5. Chichibugahama | Memotret langit yang terpantul di kubangan pasang surut

Chichibugahama adalah pantai sepanjang sekitar 1 kilometer, sebuah pesisir yang juga disebut "Danau Garam Uyuni-nya Jepang" berkat foto-foto yang memanfaatkan kubangan air yang muncul saat surut dan pantulan langit.

Pantulan bak cermin lebih mudah terlihat ketika berbagai syarat terpenuhi bersamaan, seperti saat waktu surut berimpit dengan matahari terbenam, tak ada angin sehingga permukaan air tak beriak, dan magic hour sekitar 30 menit di sekitar matahari terbenam.

Karena waktu surut berubah setiap hari, memeriksa lebih dulu tanggal dan waktu yang cocok untuk memotret pada "kalender waktu terbaik pemandangan indah" di situs web resmi Biro Pertukaran Pariwisata Kota Mitoyo akan membuatmu lebih tenang.

Jangan hanya berfokus pada memotret; perhatikan juga tanah becek di bawah kaki dan orang-orang di sekitar, serta pilihlah posisi yang tidak menghalangi lalu lintas atau pemotretan orang lain.

Demi menjaga lingkungan pantai, prinsip dasarnya adalah tidak meninggalkan sampah dan membawanya pulang.

6. Kankakei | Memandang keindahan ngarai Shodoshima dari kereta gantung

Kankakei adalah destinasi alam unggulan Shodoshima yang termasuk salah satu dari tiga ngarai terindah di Jepang, tempat kamu bisa menikmati pemandangan yang terbentuk oleh batu-batu aneh, dinding batu, dan tumbuhan gunung.

Ada titik-titik menarik yang disebut 12 pemandangan sisi depan dan 8 pemandangan sisi belakang, dan dari kereta gantung, pandangan terbuka bukan hanya ke ngarai, tetapi juga hingga ke langit dan Laut Pedalaman Seto.

Wajah gunung berubah menurut musim, mulai dari hijau muda, hijau pekat, hingga daun musim gugur, dan puncak keindahan saat lebih dari 50 jenis tumbuhan daun musim gugur mewarnai biasanya berlangsung dari awal November hingga akhir November tiap tahunnya.

Karena cuaca buruk atau pemeriksaan peralatan dapat mengubah operasional, periksalah baik kapal ke Shodoshima maupun kereta gantung di situs web resmi.

Tempat seni dan perkampungan yang ingin dikunjungi dalam wisata pulau Kagawa

Di pulau-pulau Laut Pedalaman Seto, kamu tidak hanya menjumpai seni kontemporer, tetapi juga pemandangan yang berakar pada kehidupan pulau, seperti pelabuhan, gang, sawah berundak, dan tepi laut.

Pelabuhan Takamatsu adalah pusat rute menuju berbagai pulau, tetapi jadwal dan cara berpindah berbeda-beda tiap pulau.

Dalam wisata sehari, memfokuskan diri pada satu pulau dan menentukan cakupan aktivitas berdasarkan fasilitas yang ingin dilihat dan kapal pulang akan membuatmu lebih tenang.

7. Naoshima | Menyusuri seni kontemporer dan lanskap kota tua

Naoshima adalah pulau seni tempat museum, karya luar ruang, dan arsitektur seperti Museum Seni Chichu (Chichu Art Museum), Benesse House, dan Art House Project hidup berdampingan dengan perkampungan pulau.

Dari Pelabuhan Takamatsu, sekitar 50 menit dengan feri (dewasa 680 yen), atau sekitar 30 menit dengan kapal penumpang cepat, kamu tiba di Pelabuhan Miyanoura (Miyanoura Port), dan dari pelabuhan ke distrik Honmura atau kawasan Benesse bisa ditempuh dengan bus milik kota dan bus antar-jemput gratis.

Alih-alih terburu-buru mengelilingi karyanya saja, berjalan dengan turut menyertakan jalan dari pelabuhan menuju perkampungan dan pemandangan tepi laut akan membuatmu merasakan suasana seluruh pulau.

Museum dan fasilitas seni memiliki hari tutup dan sistem reservasi, dan aturan pemotretan pun berbeda-beda tiap karya.

Persempit fasilitas yang akan kamu kunjungi, dan periksa informasi jam buka pada kalender resmi seperti milik Benesse Art Site Naoshima.


8. Teshima | Menikmati pemandangan sawah berundak dan Museum Seni Teshima

Teshima adalah pulau tempat kamu bisa menikmati lereng landai, sawah berundak, pemandangan laut, dan seni kontemporer sekaligus; dari Pelabuhan Takamatsu ke Pelabuhan Ieura sekitar 35 menit dengan kapal penumpang.

Museum Seni Teshima karya seniman Rei Naito dan arsitek Ryue Nishizawa adalah bangunan menyerupai tetesan air yang berdiri di sudut sawah berundak yang direvitalisasi, tempat perubahan angin, cahaya, air, dan suara pun menjadi bagian dari pengalaman menikmati karya.

Karena pulau ini banyak jalan menanjak dan letak pelabuhan dengan fasilitasnya juga berjauhan, periksalah lebih dulu jadwal operasional bus dan informasi penyewaan sepeda (termasuk sepeda listrik).

Jangan masuk ke lahan pertanian atau tanah milik pribadi, dan pandanglah sawah berundak dari tempat yang telah ditentukan.

9. Megijima | Menyentuh legenda Onigashima dan pemandangan tepi laut

Megijima, yang juga disebut sebagai model Onigashima (Pulau Iblis) dalam legenda Momotaro, bisa dicapai dengan mudah sekitar 20 menit dari Pelabuhan Takamatsu dengan feri "Meon 2".

Di Washigamine yang berada di tengah pulau terdapat Gua Besar Onigashima dengan kedalaman sekitar 400 meter, dan kamu bisa menikmati wisata pulau singkat bersama pemandangan tenang pelabuhan dan perkampungan.

Karena transportasi seperti bus menuju puncak gunung ke arah gua dapat berubah menurut musim dan hari operasional, kamu perlu memeriksanya lebih dulu, bukan memikirkannya setelah tiba di pelabuhan.

Karena gang-gang di pulau juga merupakan jalan kehidupan sehari-hari penduduk, berjalanlah dengan tenang tanpa berbicara keras atau menghalangi jalan.


10. Ogijima | Menyusuri gang menanjak dan kota pelabuhan

Ogijima adalah pulau dengan lanskap perkampungan yang khas, tempat rumah-rumah berkumpul di lereng dan gang-gang sempit bersambungan; dari Pelabuhan Takamatsu melalui Megijima sekitar 40 menit dengan feri.

Sambil menyusuri jalan-jalan perkampungan dan tempat-tempat yang menghadap laut, seperti Ogi Koryukan "Jiwa Ogijima" yang juga berfungsi sebagai ruang tunggu pelabuhan, kamu bisa mencari dengan iramamu sendiri pemandangan pulau tempat kucing-kucing tinggal.

Karena gang-gang memiliki tangga dan kemiringan, dan ada pula tempat yang dekat dengan pintu depan rumah warga, pilihlah sepatu yang nyaman untuk berjalan dan berhati-hatilah agar tidak masuk ke tanah milik pribadi.

Karena hari operasional rumah makan dan fasilitas bisa terbatas, menyiapkan minuman dan keperluan lain sebelum berangkat akan membuatmu lebih tenang.

Cara menyusun wisata sehari di Kagawa tanpa memaksakan diri

Wisata sehari di Kagawa lebih mudah meningkatkan kepuasan dengan menentukan lebih dulu moda transportasi dan waktu selesai, ketimbang jumlah tempat yang ingin dikunjungi.

Terutama pada perjalanan yang menggunakan kapal, susunlah rencana setelah memastikan rute pulang.

Jika prioritas saat merencanakan disusun menurut tujuan perjalanan, hasilnya sebagai berikut.

Jenis perjalanan Pilihan basis Yang perlu diperiksa lebih dulu
Taman dan panorama Takamatsu Jam buka fasilitas
Ziarah dan kastil Kotohira·Marugame Koneksi kereta
Tepi laut dan alam Mitoyo·Shodoshima Cuaca dan operasional
Wisata pulau seni Sekitar Pelabuhan Takamatsu Kapal dan reservasi

Jadikan jumlah langkah berjalan sebagai patokan untuk jalan-jalan kota

Wisata Kagawa mencakup tempat-tempat dengan perbedaan ketinggian, seperti 785 anak tangga batu Kotohira-gu, jalan menanjak Kastil Marugame, dan jalur jalan santai di puncak Yashima.

Ringankan bawaanmu, pilih sepatu antiselip, dan pada musim panas perhatikan asupan cairan serta istirahat.

Untuk wisata pulau, persempit pilihan dan sisakan kelonggaran

Jika mencoba mengelilingi museum, perkampungan, dan tepi laut sekaligus, kamu mudah terburu-buru oleh jadwal kapal dan transportasi di dalam pulau.

Rencana yang menentukan satu tempat yang paling ingin dilihat, lalu memilih sisanya sesuai waktu dan kondisi fisik, adalah yang cocok.

Siapkan rencana cadangan untuk hari bercuaca buruk

Jika merencanakan pulau atau tepi laut yang mudah terpengaruh angin kencang atau hujan, menyiapkan pilihan yang bisa dialihkan seperti Ritsurin-koen, museum, atau kawasan pertokoan di dalam Kota Takamatsu akan membuatmu lebih tenang.

Untuk informasi perubahan transportasi atau fasilitas, periksalah panduan resmi dari pihak pengelola, bukan situs rangkuman.

Etika wisata yang ingin dijaga di tempat alam·kuil·fasilitas seni

Tempat-tempat wisata Kagawa mencakup benda cagar budaya, tempat keyakinan, lingkungan alam, dan ruang hidup penduduk.

Menyadari bahwa ini bukan sekadar fasilitas untuk wisatawan akan memudahkanmu memilih perilaku yang peduli pada masyarakat setempat.

Mari periksa perilaku dasar untuk tiap situasi pada tabel berikut.

Situasi Yang perlu diperhatikan Yang perlu dihindari
Kuil dan wihara Berziarah dengan tenang Masuk ke area terlarang
Museum Memeriksa papan pengumuman Memotret tanpa izin
Perkampungan pulau Mengalah di jalan kehidupan sehari-hari Masuk ke tanah milik pribadi
Pesisir dan gunung Membawa pulang sampah Memetik tumbuhan

Sebelum memotret, periksa papan pengumuman dan sekitarmu

Bahkan karya luar ruang pun cara pemotretannya bisa dibatasi, dan di dalam museum aturannya bisa berbeda tiap karya.

Saat memotret orang, mintalah persetujuan yang bersangkutan, dan saat memotret rumah warga atau bagian dalam toko pun pastikan sudah mendapat izin.

Kunjungi pulau sebagai tempat kehidupan penduduk

Hindari perilaku seperti berdiri lama di gang sempit, menghalangi jalan dalam rombongan besar, atau menerobos masuk ke tanah milik pribadi.

Di kawasan yang layanan toko atau transportasinya terbatas, wisatawan yang bertindak dengan waktu yang longgar juga merupakan bentuk kepedulian yang penting.

Menikmati tanpa mengubah keadaan alam

Jangan membawa pulang kerang dari pesisir atau tumbuhan dari gunung, dan nikmati pemandangan dari jalur atau tempat menonton yang telah ditentukan.

Perhatikan pasang surut air laut, keadaan di bawah kaki, angin kencang, dan sejenisnya, dan jika merasakan bahaya, hentikan pemotretan atau jalan santai.

Rangkuman | Pilih tempat wisata sehari Kagawa berdasarkan tema

Dalam wisata sehari di Kagawa, kamu bisa memilih perjalanan menikmati alam dan sejarah di Ritsurin-koen atau Yashima, perjalanan menyusuri kota di Kotohira-gu atau Kastil Marugame, perjalanan menikmati pemandangan di Chichibugahama atau Kankakei, atau perjalanan menyeberang ke pulau-pulau Laut Pedalaman Seto seperti Naoshima dan Teshima.

Alih-alih menjejalkan banyak tempat dalam satu hari, penting untuk merencanakan dengan berpusat pada tema yang paling ingin kamu alami, seperti taman, ziarah, kastil, laut, atau seni.

Sebelum berangkat, periksa situs web resmi operator transportasi dan fasilitas, dan nikmati perjalananmu di Kagawa sambil memperhatikan kehidupan setempat dan lingkungan alam.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Ritsurin Garden, Yashima, Kotohira-gu, Marugame Castle, Chichibugahama Beach, Kankakei Gorge, dan Naoshima merupakan beberapa pilihan perjalanan sehari. Membatasi rencana pada dua atau tiga tempat di area transportasi yang sama membantu menghindari terbuangnya waktu wisata karena menunggu sambungan kapal atau kereta. Pilih satu tujuan utama—taman, ibadah, kastel, pemandangan matahari terbenam, atau wisata pulau—lalu tandai waktu perjalanan di peta sebelum menggabungkan tujuan agar jadwal lebih santai.
A. Tiket masuk adalah ¥500 untuk orang dewasa dan ¥170 untuk siswa SD serta SMP, sedangkan anak prasekolah gratis. Pada Juli dan Agustus, taman buka pukul 05.30–19.00; pada bulan lain jam bukanya berubah sesuai matahari terbit dan terbenam. Masuk gratis pada Tahun Baru dan 16 Maret, hari peringatan pembukaan taman. Pagi hari juga menawarkan udara jernih, pantulan hijau pohon pinus yang indah di permukaan air, serta kesempatan menikmati keindahan “satu langkah, satu pemandangan” saat pengunjung lebih sedikit.
A. Ritsurin Garden adalah taman daimyo untuk berjalan-jalan, dengan kolam, bukit buatan, dan pohon pinus yang ditata dengan Gunung Shiun sebagai latar belakang. Taman ini ditetapkan sebagai Tempat Keindahan Pemandangan Istimewa dan merupakan salah satu taman properti budaya terbesar di Jepang. Taman memperoleh tiga bintang, penilaian tertinggi, dalam Michelin Green Guide Japan; daya tarik utamanya adalah “satu langkah, satu pemandangan,” karena panorama berubah sepenuhnya di setiap langkah. Terdapat sekitar 1.400 pohon pinus, dan bentuk cabangnya yang dirawat dengan baik juga layak dilihat.
A. Ada 785 anak tangga menuju kuil utama yang memuliakan dewa utama, dan total 1.368 menuju kuil bagian dalam, yaitu kuil cabang jauh di dalam gunung. Dari jalur utama, waktu satu arah menuju kuil utama sekitar 30–40 menit, lalu sekitar 30 menit lagi satu arah menuju kuil bagian dalam. Dahulu tandu yang dipanggul orang digunakan hingga sekitar anak tangga ke-365, dan tradisi beristirahat di kedai teh saat mendaki masih ada. Anak tangga batu tidak rata, jadi beristirahatlah sesuai stamina.
A. Dinding batu Marugame Castle dikenal dengan tinggi total sekitar 60 m dan lengkungan yang disebut “kemiringan kipas.” Tiket masuk menara utama adalah ¥400 untuk orang dewasa, sedangkan siswa SD dan SMP gratis. Setelah melihat ke atas empat tingkat dinding batu dari bawah, memandang Kota Marugame dari menara utama membantu merasakan perbedaan ketinggiannya. Menara ini juga merupakan yang terkecil di antara 12 menara kastel asli Jepang yang masih tersisa dari zaman Edo atau sebelumnya.
A. Waktu yang paling mudah untuk mendapatkan foto seperti cermin adalah sekitar 30 menit sebelum dan sesudah matahari terbenam pada hari ketika air surut bertepatan dengan senja dan angin lemah. Tanggal terbaik berbeda setiap bulan, jadi bandingkan waktu air surut dan matahari terbenam dalam “Kalender Waktu Terbaik Menikmati Pemandangan” dari Otoritas Pariwisata dan Pertukaran Kota Mitoyo. Berjongkok rendah dan memotret dekat permukaan genangan pasang membuat pantulan langit dan orang lebih mudah masuk dalam satu foto.
A. Tarif Kankakei Ropeway berubah sesuai musim: tiket dewasa pulang-pergi ¥2.160–¥2.700 dan satu arah ¥1.200–¥1.500. Tarif anak pada setiap periode umumnya sekitar setengah tarif dewasa, dan perjalanan gondola memerlukan sekitar lima menit. Dedaunan musim gugur biasanya berada pada puncaknya dari awal hingga akhir November; karena perbedaan ketinggian, perubahan warna daun bergerak dari puncak ke kaki gunung, sehingga pemandangan dapat berbeda menurut lokasi bahkan pada hari yang sama.
A. Dari Takamatsu Port, feri memerlukan sekitar 50 menit dengan tarif dewasa ¥680, sedangkan kapal penumpang cepat memerlukan sekitar 30 menit dan sekitar ¥1.590 untuk tiba di Miyanoura Port. Feri adalah kapal besar yang juga dapat membawa mobil dan memungkinkan penumpang menikmati pemandangan Laut Pedalaman Seto dengan santai dari dek, sehingga lebih cocok jika memiliki cukup waktu. Dari Miyanoura Port, bus kota dan bus antar-jemput gratis menuju kawasan Honmura serta Benesse, dan karya seni “Red Pumpkin” di pelabuhan juga menjadi tempat foto populer.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.