Apa Itu Onigashima Daidōkutsu? Bertemu Legenda Momotarō di Pulau Megijima
Onigashima Daidōkutsu (gua besar Pulau Iblis) adalah spot wisata di Pulau Megijima, Kota Takamatsu, Prefektur Kagawa, tempat Anda bisa merasakan dunia legenda Momotarō sekaligus suasana petualangan menjelajahi gua.
Megijima juga dikenal dengan nama Onigashima (Pulau Iblis), dan meski hanya berjarak sekitar 20 menit naik feri dari Pelabuhan Takamatsu, Anda akan merasa seolah semakin mendekati panggung cerita rakyat sejak menyeberang ke pulau ini.
Daripada hanya menjadikan gua sebagai tujuan, berjalanlah sambil menikmati pelabuhan, jalan-jalan pulau, pemandangan, hingga angin laut, agar wisatawan asing pun lebih mudah memahami budaya cerita rakyat Jepang.
Alasan Megijima Disebut Onigashima
Megijima memiliki cerita turun-temurun sebagai tempat tinggal iblis yang muncul dalam kisah Momotarō, dan dalam panduan wisata pun pulau ini diperkenalkan dengan nama lain Onigashima (Pulau Iblis).
Meski Anda tidak terlalu mengenal cerita rakyat Jepang, dengan membayangkan kisah Momotarō yang pergi menumpas iblis, Anda akan lebih mudah menangkap kesan dari pajangan di dalam gua maupun nama-nama tempatnya.
Onigashima Daidōkutsu di Lereng Tengah Washigamine
Menurut Asosiasi Pariwisata Onigashima dan panduan wisata Prefektur Kagawa, gua besar ini terletak di bagian tengah pulau, di lereng tengah Washigamine (gunung setinggi 188 m).
Gua ini diperkenalkan memiliki luas 4.000 m² dan kedalaman 400 m, dan di dalamnya direkonstruksi aula besar iblis, ruang keluarga, hingga ruang tunggu penjaga iblis.
Konon gua ini dibuat sekitar tahun 100 SM, dan salah satu daya tariknya adalah bagaimana legenda Momotarō dilekatkan pada ruang batu yang telah melewati waktu yang sangat panjang ini.
Kata-Kata yang Sebaiknya Diingat Sebelum Perjalanan
Dengan sedikit mengenal nama tempat dan nama fasilitas, Anda tidak akan mudah tersesat saat melihat papan petunjuk di pelabuhan maupun tanda-tanda di dalam pulau.
Mengingat nama Jepang beserta tulisan romaji-nya akan memudahkan Anda saat menggunakan aplikasi peta maupun pencarian.
Berikut kami rangkum kata-kata yang sering terlihat di sekitar gua dalam bentuk yang mudah digunakan selama perjalanan.
| Kata | Cara Baca | Arti |
|---|---|---|
| 女木島 | Megijima | Nama pulau |
| 鬼ヶ島 | Onigashima | Nama lain |
| 鷲ヶ峰 | Washigamine | Nama gunung (188 m) |
| おにの館 | Onino-yakata | Pusat di pelabuhan |

Menyusuri Hal yang Wajib Dilihat di Onigashima Daidōkutsu sebagai Sebuah Cerita
Di Onigashima Daidōkutsu, bukan hanya kegelapan alami dan tekstur batu, tetapi juga pajangan rekonstruksi yang membayangkan kehidupan para iblis yang membentuk kesan perjalanan Anda.
Daripada melihat pajangan satu per satu, berjalanlah dengan perasaan seperti memasuki dunia iblis dalam kisah Momotarō, agar kunjungan singkat pun lebih membekas di ingatan.
Membayangkan Aula Besar Iblis
Di dalam gua direkonstruksi ruang-ruang yang mengingatkan pada adegan berkumpulnya para iblis, seperti aula besar dan ruang keluarga iblis.
Dengan menyusurinya seperti membaca sebuah kisah besar, pengalaman ini bukan sekadar melihat benda pajangan, melainkan seolah masuk ke latar belakang cerita rakyat.
Memperhatikan Ruang Tunggu Penjaga Iblis
Nama ruang tunggu penjaga iblis membuat kita membayangkan sosok yang menjaga gua.
Dalam cerita rakyat Jepang, rasa seram dan humor sering hidup berdampingan, dan suasana itu juga terasa dari ekspresi serta penempatan iblisnya.
Udara Sejuk di Dalam Gua Bahkan saat Musim Panas
Dalam panduan wisata resmi Prefektur Kagawa, diperkenalkan bahwa di dalam gua terasa sejuk bahkan saat musim panas dan terdapat suasana yang misterius.
Dengan merasakan perbedaan antara angin laut serta sinar matahari di luar dengan kegelapan dan kesejukan di dalam gua, perubahan bentang alam dan ruang pulau ini akan terasa lebih berkesan.
Waktu yang dibutuhkan untuk berkeliling gua sekali jalan kira-kira 20–30 menit, dan jika berjalan tanpa terburu-buru, Anda bisa menikmati gema cerita hingga tuntas.
Foto yang Menangkap Adegan Cerita
Saat mengambil foto, daripada hanya memotret patung iblis dalam ukuran besar, sertakan permukaan batu dan kedalaman lorong agar nuansa khas gua lebih tersampaikan.
Di tempat gelap, berhentilah di posisi yang tidak menghalangi langkah orang di sekitar, dan jaga jarak agar tidak merusak pajangan maupun lorong.

Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Menuju Onigashima Daidōkutsu dari Pelabuhan Megi
Perjalanan mengunjungi Onigashima Daidōkutsu dimulai begitu Anda tiba di Pelabuhan Megi.
Periksa panduan di sekitar Pelabuhan Megi, lalu rapikan barang bawaan dan alas kaki sebelum menuju arah gua, agar perpindahan di dalam pulau terasa lebih tenang.
Menjadikan Onino-yakata sebagai Titik Awal Perjalanan
Onino-yakata yang berada di pelabuhan diperkenalkan sebagai pusat penjelajahan pulau yang sekaligus berfungsi sebagai ruang tunggu kapal.
Karena di sini mudah memeriksa informasi tentang perjalanan ke arah gua maupun berjalan-jalan di pulau, mampir lebih dulu setelah tiba akan memudahkan Anda menyusun alur kegiatan.
Bus Penghubung Beroperasi Menyesuaikan Jadwal Kedatangan
Menurut panduan Asosiasi Pariwisata Onigashima, dari Onino-yakata di pelabuhan menuju gua besar tersedia bus penghubung yang beroperasi menyesuaikan kedatangan feri.
Tarif bus penghubung untuk pulang-pergi adalah 1.000 yen untuk dewasa dan 500 yen untuk anak-anak, sedangkan sekali jalan 700 yen untuk dewasa dan 300 yen untuk anak-anak.
Karena transportasi di dalam pulau bisa terpengaruh cuaca maupun kondisi operasional, akan lebih aman bila Anda bergerak setelah melihat panduan setempat atau informasi resmi.
Membawa Barang yang Sesuai untuk Gua
Karena di dalam gua terdapat kegelapan dan perubahan kondisi pijakan, sepatu yang nyaman untuk berjalan dan barang bawaan yang membuat kedua tangan bebas sangat cocok.
Berjalan di tempat sempit sambil membawa barang besar akan membuat diri sendiri maupun orang sekitar sulit bergerak, jadi membuat diri ringkas di pelabuhan akan membuat kunjungan lebih nyaman.
Berikut kami rangkum hal-hal yang sebaiknya diperiksa kembali sebelum berangkat, berdasarkan tujuan persiapannya.
| Item | Pertimbangan | Alasan |
|---|---|---|
| Sepatu | Nyaman dipakai jalan | Antisipasi pijakan |
| Barang | Dibuat ringan | Nyaman di lorong |
| Pakaian | Mudah disesuaikan | Antisipasi perbedaan suhu |
| Jadwal | Beri kelonggaran | Cocok untuk wisata pulau |

Cara Menuju Onigashima Daidōkutsu dan Informasi Akses
Menuju Onigashima Daidōkutsu, alur dasarnya adalah menyeberang ke Pulau Megijima dengan feri dari Pelabuhan Takamatsu, lalu dari Pelabuhan Megi melanjutkan dengan bus penghubung atau berjalan kaki.
Karena Anda berganti dari kapal ke transportasi dalam pulau, merencanakan termasuk jadwal kapal pulang akan membuat waktu di pulau bisa digunakan dengan tenang.
Dari Pelabuhan Takamatsu ke Megijima dengan Feri
Dari Pelabuhan Takamatsu ke Megijima berjarak sekitar 20 menit dengan feri Shiyūjima Kaiun.
Karena jumlah pelayaran hanya beberapa kali pulang-pergi dalam sehari, periksa jadwal pelayaran sebelum berangkat dan sesuaikan waktu kunjungan gua dengan jadwal kapal pulang agar lebih aman.
Perpindahan dari Pelabuhan Megi ke Gua Besar
Dari Pelabuhan Megi ke gua besar, Anda bisa menuju dengan bus penghubung yang beroperasi menyesuaikan kedatangan feri.
Jika berjalan kaki, perkiraannya sekitar 30 menit termasuk tanjakan, jadi pilihlah moda perpindahan sesuai stamina dan cuaca.
Perkiraan Harga Tiket Masuk Gua dan Jam Buka
Harga tiket masuk gua adalah 600 yen untuk dewasa (SMA ke atas), 300 yen untuk anak (SD/SMP), dan 500 yen untuk usia 65 tahun ke atas.
Jam buka adalah pukul 8.35–16.55 (pendaftaran terakhir pukul 16.40) dan buka setiap hari sepanjang tahun.
Karena tarif dan jadwal dapat berbeda tergantung musim maupun kondisi operasional, harap periksa panduan resmi seperti dari Asosiasi Pariwisata Onigashima sebelum berkunjung.
Cara Berjalan dan Etika yang Perlu Diperhatikan di Dalam Gua
Onigashima Daidōkutsu adalah spot wisata, sekaligus tempat yang harus disusuri dengan memperhatikan kegelapan dan lebar lorong.
Dengan mengetahui etikanya, Anda bisa menikmati pajangan dengan tenang dan meninggalkan waktu yang menyenangkan bagi wisatawan lain.
Berjalan Perlahan sambil Melihat Pijakan
Di dalam gua, mata terkadang sulit beradaptasi tepat setelah masuk dari luar yang terang.
Jangan terburu-buru; berjalanlah sambil melihat pijakan dan gerakan orang di depan agar lebih aman saat berkunjung.
Menjaga Jarak dengan Pajangan
Patung iblis dan pajangan rekonstruksi adalah elemen penting yang menciptakan suasana cerita.
Jangan menyentuh atau bersandar, dan saat mengambil foto pun tentukan komposisi dari jarak sedikit jauh dari pajangan agar orang sekitar juga mudah melihat.
Memperhatikan Penggunaan Suara dan Cahaya
Di dalam gua, suara mudah bergema dan cahaya kuat bisa mudah masuk ke pandangan orang lain.
Bicaralah dengan suara pelan, dan saat menggunakan lampu atau ponsel pintar, jangan mengarahkannya ke orang, agar kunjungan tetap tenang.
Berikut kami rangkum tindakan yang perlu diperhatikan di dalam gua, dibagi menjadi yang boleh dan yang sebaiknya dihindari.
| Situasi | Boleh | Dihindari |
|---|---|---|
| Berjalan | Perlahan | Berlari |
| Foto | Memotret singkat | Menguasai lorong |
| Pajangan | Melihat dari jauh | Menyentuh |
| Percakapan | Pelan | Suara keras |

Cara Menikmati Megijima yang Tak Berhenti di Gua Saja
Jika berkunjung ke Onigashima Daidōkutsu, menikmati juga pemandangan khas Megijima sebelum dan sesudah gua akan membuat wisata pulau di Seto Inland Sea (laut pedalaman Seto) terasa lebih utuh.
Alur berpindah dari dunia cerita rakyat ke pemandangan laut membuat daya tarik spot ini terasa lebih berlapis.
Menikmati Pemandangan dan Seto Inland Sea Bersamaan
Sekitar gua dekat dengan Washigamine yang setinggi 188 m, dan pada hari cerah pemandangan Seto Inland Sea pun menambah kesan perjalanan.
Setelah menyusuri ruang gelap di dalam gua, melihat laut yang terang membuat sensasi pandangan yang terbuka terasa lebih kuat.
Menikmati Kibidango di Dekat Gua
Diperkenalkan bahwa di toko suvenir dekat gua, Anda bisa menikmati kibidango (kue bola dari tepung millet), camilan yang akrab dalam kisah Momotarō.
Menikmati cita rasa yang terkait dengan cerita di tengah perjalanan akan membuat kesan sebagai pengalaman budaya semakin mendalam.
Merasakan Wajah Pulau di Sekitar Pelabuhan Megi
Sekitar Pelabuhan Megi adalah tempat di mana Anda mudah merasakan suasana pulau bahkan saat menunggu kapal.
Dengan berjalan sambil melihat panduan wisata, bangunan pelabuhan, dan pemandangan tepi laut, Anda bisa menyentuh keseharian Megijima yang tidak terlihat hanya dari gua.
Berbagi Cerita Bersama Keluarga dan Teman
Momotarō adalah cerita rakyat yang dikenal luas di Jepang, jadi membicarakan tokoh dan gambaran iblis di tengah perjalanan akan membuatnya lebih menyenangkan sebagai pengalaman budaya.
Jika membawa anak, daripada terlalu menonjolkan rasa seram, berjalanlah seolah mencari ekspresi iblis dan detail pajangan agar terasa lebih akrab.
Menikmati Waktu Pulau Tanpa Terburu-buru
Di pulau terpencil, perjalanan dan waktu menunggu pun menjadi bagian dari wisata.
Jangan terlalu memadatkan jadwal; sisakan waktu menunggu di pelabuhan dan waktu menikmati angin laut agar tercipta gema khas Megijima.
Cara Menikmati Onigashima Daidōkutsu Sesuai Musim dan Cuaca
Antara di dalam dan di luar gua, tingkat terang-gelap dan sensasi yang dirasakan berbeda.
Dengan menyesuaikan pakaian dan cara berjalan sesuai musim dan cuaca, Anda lebih mudah menikmati kunjungan gua sekaligus berjalan-jalan di pulau.
Memperhatikan Perbedaan Suhu saat Musim Panas
Karena diperkenalkan bahwa di dalam gua terasa sejuk bahkan saat musim panas, tempat ini mudah membuat Anda merasakan perbedaan dengan panas di luar.
Masuk dalam keadaan berkeringat terkadang membuat Anda merasa kedinginan, jadi menyiapkan luaran tipis akan memudahkan penyesuaian.
Menikmati Musim Sakura dan Festival Seni
Megijima berubah suasananya sesuai musim, seperti saat musim sakura (bunga sakura mekar di musim semi) maupun selama penyelenggaraan Setouchi Triennale (festival seni internasional Seto Inland Sea) yang diadakan tiga tahun sekali.
Karya onigawara (genteng hias bermotif iblis) terkait Setouchi Triennale dapat dilihat di dalam dan sekitar gua, sehingga cara menikmati berjalan-jalan di pulau pun meluas tergantung waktu kunjungan.
Berhati-hati saat Berpindah pada Hari Hujan atau Berangin
Di pulau, kesan pijakan maupun transportasi laut berubah tergantung cuaca.
Pada hari yang hujan atau berangin, akan lebih aman bila Anda bertindak sambil memeriksa panduan setempat, termasuk perpindahan dari pelabuhan dan pergerakan saat pulang, bukan hanya soal gua.
Memanfaatkan Perbedaan Terang-Gelap untuk Foto
Di dalam gua ada kegelapan; di luar, cahaya laut dan langit membentuk kesan.
Bahkan pada hari yang sama, nuansa foto berubah di dalam gua, di sekitar pintu keluar, dan di tempat berpemandangan, jadi memperhatikan perbedaan cahaya akan memberi variasi pada catatan perjalanan.
Berikut kami rangkum poin yang perlu diperhatikan tiap musim dan cuaca, baik dari sisi kunjungan gua maupun berjalan-jalan di pulau.
| Kondisi | Di dalam gua | Berjalan di pulau |
|---|---|---|
| Hari panas | Antisipasi dingin | Jaga hidrasi |
| Hari hujan | Hati-hati pijakan | Waspada licin |
| Hari berangin | Tetap tenang | Cek operasional |
| Hari cerah | Perbedaan terang-gelap | Nikmati pemandangan |
Kesimpulan: Menikmati Cerita dan Waktu Pulau di Onigashima Daidōkutsu
Onigashima Daidōkutsu adalah spot wisata tempat Anda bisa merasakan legenda Momotarō yang diwariskan di Megijima, bersama pajangan, ruang, dan pemandangan pulau.
Jika melihat pajangan rekonstruksi seperti aula besar dan ruang keluarga iblis sebagai sebuah cerita, kesannya akan mudah membekas bahkan bagi wisatawan asing yang tidak mengenal cerita rakyat Jepang.
Jaraknya yang dekat, sekitar 20 menit naik feri dari Pelabuhan Takamatsu, juga menjadi daya tarik, dan dengan mengetahui harga tiket masuk, jam buka, serta jadwal bus penghubung, Anda bisa menikmati wisata pulau di Seto Inland Sea bahkan hanya dalam setengah hari.
Sebelum berkunjung, periksa panduan resmi mengenai status operasional, harga tiket masuk, dan transportasi dalam pulau, dan di lokasi berjalanlah dengan tetap memperhatikan pijakan serta orang sekitar, agar Anda bisa menikmati petualangan gua dan wisata pulau Seto Inland Sea dengan tenang.


