Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Wisata Katsunuma | Kebun Anggur & Kilang Wine

Wisata Katsunuma | Kebun Anggur & Kilang Wine
Panduan wisata Katsunuma di Koshu, sentra anggur Yamanashi: susun tur kebun dan kilang wine, pahami etika mencicipi, musim, dan pilihan bagi nonpeminum.

Ringkasan Cepat

Sekilas Daya Tarik

Katsunuma di Kota Koshu, Prefektur Yamanashi, dikenal sebagai tempat kelahiran wine Jepang, dengan kebun anggur di lereng, kilang wine, dan rumah-rumah petani yang berdampingan. Pengunjung dapat mencicipi wine dari anggur Koshu, mengunjungi kilang wine, serta menikmati kuliner dan sejarah setempat; periksa terlebih dahulu persyaratan reservasi dan transportasi setelah mencicipi wine.

Daya Tarik Utama

Lanskap budaya berupa kebun anggur dan deretan kilang wine Katsunuma di lereng, anggur Koshu dan wine Jepang, serta Daizenji yang dijuluki "kuil anggur" dan memiliki Aula Yakushi berstatus Harta Nasional.

Akses

Gerbang utama kawasan ini adalah Stasiun Katsunuma-Budokyo di Jalur JR Chuo. Dari Shinjuku, perjalanan memakan waktu sekitar 1,5 jam atau lebih dengan berpindah dari kereta ekspres Azusa/Kaiji ke kereta lokal; dari stasiun, Anda dapat menikmati pemandangan Cekungan Kofu dan kebun anggur.

Transportasi di Lokasi

Selain kereta, taksi, dan berjalan kaki, bus komunitas wilayah Katsunuma di Kota Koshu menghubungkan stasiun, Budo no Oka, dan berbagai kilang wine dengan tarif tetap 300 yen per perjalanan. Pengunjung yang mengemudi tidak boleh mencicipi wine.

Pusat Wisata

Katsunuma Budo no Oka menyediakan lebih dari 100 label wine pilihan di gudang bawah tanah. Dengan membeli tastevin (cangkir pencicip wine) seharga 2.200 yen, Anda dapat mencicipi wine sepuasnya selama jam operasional. Tersedia pula onsen (pemandian air panas) dan penginapan.

Tips Perencanaan

Sistem reservasi, jam operasional, dan hari libur setiap kilang wine berbeda, jadi periksa situs resminya. Jangan memasukkan terlalu banyak tujuan dalam satu hari, dan rencanakan transportasi setelah mencicipi wine.

Cara Menikmati Kunjungan

Pilih aktivitas berupa kunjungan kilang, mencicipi wine, menikmati kuliner, dan berbelanja sesuai minat; saat mencicipi, mulailah dari wine bercita rasa ringan lalu beralih ke yang lebih kuat. Kebun anggur adalah lahan pribadi, jadi jangan masuk tanpa izin; pemandangannya berubah sepanjang musim, dari tunas baru pada musim semi hingga panen pada musim gugur.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Yamanashi

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Panduan Wisata Katsunuma | Kota Anggur dan Wine di Yamanashi

Katsunuma di Kota Kōshū, Prefektur Yamanashi, dikenal sebagai tempat lahirnya wine Jepang (nihon wain). Di sini kebun anggur, winery (tempat pembuatan wine), dan rumah-rumah petani berdampingan dalam jarak yang berdekatan sebagai sebuah kawasan penghasil anggur.

Di Katsunuma, Kota Kōshū, kebun anggur, tempat pembuatan wine, dan deretan rumah petani berada dalam jarak dekat, sehingga kehidupan sehari-hari kawasan penghasil anggur ini menjadi bagian dari pemandangan perjalanan.

Alih-alih menjadikan minum wine sebagai satu-satunya tujuan, cobalah perhatikan kontur lahan, hamparan kebun, dan pekerjaan warga setempat. Dengan begitu, ciri khas Katsunuma akan terasa lebih hidup dan berdimensi.

Kebun Anggur yang Membentuk Kehidupan Sehari-hari Kota

Lanskap Katsunuma lahir dari kegiatan warga yang menanam, memanen, dan membuat wine dari anggur sesuai kondisi alam setempat.

Lanskap budaya "Kebun Anggur dan Kelompok Winery Katsunuma" ini diteliti sebagai pemandangan yang memadukan budidaya anggur, pembuatan wine, dan kehidupan masyarakat setempat.

Tidak hanya di area yang ditata untuk wisata, tetapi juga pada para-para anggur di sepanjang jalan maupun kebun yang menyusuri lereng, terlihat karakter lahan yang memadukan pertanian dan kehidupan warga.

Karena kebun merupakan tempat produksi sekaligus tanah milik pribadi, penting untuk membedakan mana lokasi yang boleh dipandang dari luar dan mana yang boleh dimasuki.

Mengenal Wine Jepang lewat Anggur Kōshū

Katsunuma adalah kawasan tempat kamu bisa mengenal anggur Kōshū yang telah lama diwariskan sekaligus mempelajari budaya wine Jepang secara terpadu.

Anggur Kōshū merupakan salah satu varietas khas Prefektur Yamanashi. Ada teori yang menyebutkan bahwa varietas ini masuk sekitar 1.300 tahun lalu melalui Jalur Sutra, dan sejak era Meiji pembuatan wine mulai berkembang luas di seluruh kawasan Katsunuma.

Bahkan wine putih yang sama-sama dibuat dari anggur Kōshū pun bisa memberi kesan berbeda tergantung aroma, tingkat keasaman, aftertaste, dan metode pembuatannya.

Daripada memilih hanya berdasarkan nama varietas, cobalah tanyakan kebun mana yang digunakan produsen dan cita rasa seperti apa yang mereka tuju. Dengan begitu, kamu lebih mudah memahami latar belakang setiap botol.

Merasakan Suasana Kawasan Anggur Sejak Tiba di Stasiun

Dari Stasiun Katsunuma-budōkyō (jalur JR Chūō Honsen) yang menjadi pintu masuk kawasan ini, terdapat titik untuk memandang lereng sekitar dan kebun anggur, sehingga kamu bisa merasakan bentang alam kawasan penghasil anggur sejak baru tiba.

Dari Stasiun Shinjuku, perjalanan memakan waktu sekitar 1,5 jam atau lebih dengan berganti dari kereta ekspres Azusa/Kaiji ke kereta biasa. Dari depan stasiun, terbentang pemandangan cekungan Kōfu (Kōfu bonchi) dan kebun anggur.

Periksa peta di pusat informasi wisata stasiun atau lewat informasi wisata resmi Kota Kōshū. Susun dulu rute tanjakan, moda transportasi, dan jam reservasi agar perjalanan selanjutnya lebih tenang.

Cara Menyusun Itinerary Berkeliling Winery Katsunuma

Yang menentukan kepuasan wisata berkeliling winery di Katsunuma bukanlah jumlah winery yang dikunjungi, melainkan menentukan prioritas antara tur, mencicipi (tasting), belanja, dan makan.

Karena hari operasional dan cara penerimaan tamu berbeda-beda di setiap fasilitas, sebaiknya pilih beberapa kandidat lalu periksa informasi resmi masing-masing.

Memilih Tujuan Berdasarkan Tujuan Perjalanan

Orang yang ingin mempelajari fasilitas pembuatan wine dan orang yang ingin menikmati segelas wine sambil memandang kebun akan memilih winery yang berbeda.

Bentuk pengalamannya beragam: ada fasilitas yang berpusat pada toko, fasilitas yang mengadakan tur dengan sistem reservasi, hingga fasilitas yang bisa dipadukan dengan makan atau kudapan ringan.

Berikut ringkasan poin yang perlu diperiksa saat merencanakan, dibedakan berdasarkan minat wisatawan.

Tujuan Perjalanan Cara Memilih Yang Perlu Diperiksa
Belajar proses Melayani tur Reservasi & bahasa
Membandingkan rasa Jenis tasting Syarat pendaftaran
Menikmati kuliner Ada tempat makan Reservasi tempat duduk
Mencari oleh-oleh Toko langsung Layanan pengiriman

Menyamakan Syarat Reservasi lewat Situs Resmi

Tur winery belum tentu bisa dimasuki dengan bebas; kadang ada syarat berupa reservasi terlebih dahulu, jam penerimaan tamu, hari libur, dan syarat partisipasi.

Karena halaman reservasi terkadang berada di situs terpisah, pastikan nama fasilitas, tanggal kunjungan, jumlah peserta, dan bahasa yang diinginkan sudah dipilih dengan benar.

Pada hari kunjungan, siapkan layar reservasi atau email konfirmasi agar bisa langsung ditunjukkan sehingga proses pendaftaran berjalan lancar.

Merancang Perjalanan Tanpa Hanya Mengandalkan Jalan Kaki

Di Katsunuma, kebun dan permukiman tersebar di lereng, sehingga tempat yang tampak dekat di peta pun sebenarnya memiliki perbedaan ketinggian.

Padukan kereta, bus warga kawasan Katsunuma, taksi, dan jalan kaki. Pilih cara berpindah agar orang yang akan mencicipi wine tidak perlu menyetir.

Bus warga kawasan Katsunuma yang dioperasikan Kota Kōshū bertarif 300 yen sekali naik tanpa memandang jarak, dan menghubungkan Budō no Oka, Stasiun Katsunuma-budōkyō, serta berbagai winery.

Karena hari dan jam operasional bus bisa berubah, periksa panduan resmi Kota Kōshū atau operator transportasi menjelang keberangkatan.

Jangan Menjejalkan Terlalu Banyak Tujuan

Saat tasting, kamu perlu waktu untuk mendengarkan penjelasan, mencium aroma, dan menyampaikan selera.

Jika terus terburu-buru mengejar reservasi berikutnya, kamu akan kehilangan waktu untuk memahami perbedaan lahan dan gaya tiap pembuat wine. Karena itu, sisipkan waktu istirahat di sela perpindahan agar lebih tenang.

Pertimbangkan juga kemungkinan harus berjalan sambil membawa botol yang dibeli, dan perkirakan moda transportasi setelah barang bawaan bertambah.

Etika Saat Mencicipi dan Membeli Wine

Tasting di Katsunuma bukanlah ajang mengadu jumlah yang diminum, melainkan pengalaman untuk mengenali seleramu sendiri dan karakter khas kawasan penghasil anggur.

Menilai sendiri seberapa banyak yang bisa kamu minum, serta menikmatinya secara wajar sambil minum air dan makan, juga merupakan bentuk kesopanan kepada para pembuat wine.

Yang Menyetir Tidak Boleh Tasting

Jika kamu berencana mengemudikan mobil atau sepeda, jangan menyentuh minuman beralkohol sedikit pun.

Seperti di Katsunuma Budō no Oka (kompleks wisata wine milik Kota Kōshū), ada juga fasilitas yang tidak menjual wadah tasting bagi pengemudi.

Jika bepergian berkelompok dengan mobil, tentukan penanggung jawab pengemudi yang tidak minum alkohol sebelum berangkat, dan penting agar orang di sekitarnya pun tidak menawarinya wine.

Ketersediaan minuman non-alkohol atau kunjungan hanya untuk belanja bisa kamu pastikan lewat panduan masing-masing fasilitas.

Membandingkan Aroma dan Rasa

Saat mencoba beberapa wine, lebih mudah menangkap perbedaannya jika kamu mulai dari yang berkesan ringan menuju yang aroma dan rasanya kuat.

Minumlah air di sela-sela tegukan dan hindari parfum atau kosmetik beraroma kuat agar kamu dan orang di sekitar dapat mencium aroma wine dengan jelas.

Kamu tidak perlu menghabiskan semuanya; nikmati dalam takaran yang wajar sesuai panduan fasilitas.

Menyampaikan Selera kepada Staf

Menyampaikan selera dengan kata-kata sederhana seperti "suka yang kering (dry)" atau "lebih suka keasaman yang lembut" akan memudahkanmu mendapat rekomendasi.

Karena ketersediaan layanan bahasa Inggris atau alat penerjemah berbeda-beda di tiap fasilitas, menyiapkan nama varietas dan selera di catatan smartphone juga cara yang efektif.

Sikap dasar saat tasting bisa kamu periksa lewat perbandingan berikut.

Tindakan Yang Sebaiknya Diperhatikan Yang Sebaiknya Dihindari
Tasting Bandingkan sedikit demi sedikit Terburu-buru minum
Aroma Pastikan dengan tenang Memakai wangi menyengat
Percakapan Sampaikan selera Memotong penjelasan
Pembelian Tanyakan cara penyimpanan Membuka tanpa izin

Menyusuri Lanskap Kebun Anggur dengan Cermat

Keindahan kebun anggur Katsunuma bukanlah pemandangan yang ada semata untuk wisatawan, melainkan lanskap yang dijaga sebagai tempat kerja para petani.

Di kebun dan jalan pertanian, dibutuhkan kesadaran untuk mengutamakan pekerjaan, kendaraan, dan kehidupan warga sekitar.

Jangan Masuk Kebun Tanpa Izin

Meski suasana di bawah para-para anggur tampak menarik, jangan memasuki kebun yang tidak disebutkan sebagai kebun wisata atau area kunjungan.

Pada dasarnya, jangan menyentuh ranting, daun, tandan, tiang penyangga, dan peralatan pertanian, serta jangan membawa pulang buah yang jatuh.

Jika ingin memetik anggur, pilih kebun yang secara resmi menerima wisatawan, lalu ikuti panduan reservasi dan cara pemetikan.

Jangan Mengganggu Pekerjaan Tani dan Lalu Lintas Warga

Di jalan sempit terkadang lewat kendaraan pertanian, jadi jangan berhenti di tengah jalan atau membentangkan barang bawaan.

Jangan menjadikan pintu masuk lahan pribadi atau area depan rumah sebagai tempat istirahat; gunakan fasilitas terbuka untuk umum atau area yang telah ditentukan.

Jika berjalan dalam rombongan besar, jangan melebar ke samping, dan penting untuk menyisakan ruang agar warga setempat bisa lewat.

Memotret dengan Memperhatikan Batas Lahan dan Orang Lain

Meski memotret dari jalan umum, jangan mengambil gambar jarak dekat bagian dalam rumah petani atau tempat tinggal warga maupun orang yang sedang bekerja tanpa izin.

Di dalam winery, kadang ada pembatasan pemotretan terhadap fasilitas produksi, gudang penyimpanan, atau label produk, jadi tanyakan dulu kepada staf.

Drone memerlukan perhatian terhadap peraturan tiap kawasan atau fasilitas, pengelolaan keselamatan, serta larangan terbang di atas lahan pribadi. Karena itu, keputusan yang aman adalah tidak menggunakannya selama izin belum bisa dipastikan.

Bersiap Menghadapi Tanjakan dan Cuaca

Di kawasan yang banyak kebunnya, ada ruas jalan yang minim tempat berteduh dari sinar matahari, serta jalan yang mudah licin saat hujan.

Siapkan sepatu yang nyaman untuk berjalan, pakaian yang mudah menyesuaikan suhu tubuh, dan air minum. Jika kamu lebih lelah dari perkiraan, kurangi jumlah tempat yang dikunjungi.

Jangan terlalu fokus pada pemandangan; berjalanlah sambil memperhatikan batas jalan kendaraan dan kondisi permukaan yang dipijak.

Cara Menikmati Katsunuma yang Berubah Seiring Musim

Kebun anggur Katsunuma berubah warna dan suasana pekerjaannya menurut musim, sehingga jalan yang sama pun memberi kesan berbeda.

Jangan membatasi diri hanya pada musim panen; dengan memadukan belajar tentang wine, kuliner, dan jalan-jalan santai, pilihan perjalananmu akan semakin luas.

Musim Semi: Mencari Perubahan di Kebun

Musim semi adalah saat kebun mulai berubah sedikit demi sedikit, sehingga kamu dapat membayangkan siklus budidaya selama setahun melalui perubahan ranting dan tunas.

Bersiaplah menghadapi perbedaan suhu pagi dan sore. Memadukan jalan-jalan di luar ruangan dengan tur di dalam ruangan akan membuat perjalanan lebih nyaman.

Musim Panas: Menyadari Para-Para Hijau dan Terik Matahari

Musim panas memikat dengan pemandangan dedaunan yang lebat, tetapi utamakan istirahat di tempat teduh dan cukupi asupan cairan.

Karena masa dan varietas untuk memetik anggur berbeda-beda di tiap kebun, periksa panduan resmi termasuk kondisi buahnya.

Musim Gugur: Menghormati Pekerjaan Masa Panen

Musim gugur adalah puncak panen anggur, sehingga suasana khas kawasan penghasil anggur terasa lebih kuat. Namun, pada masa ini kebun dan winery juga sangat sibuk.

Di Katsunuma Budō no Oka, setiap tahun pada 3 November diadakan Festival Wine Baru (shinshu wain matsuri), dan masa ini dikenal sebagai saat berjajarnya wine baru dari varietas Kōshū dan lainnya.

Menepati jam reservasi dan tidak menghalangi pintu masuk kebun atau area bongkar muat adalah dasar agar kunjunganmu menyenangkan.

Musim Dingin: Menengok Proses Pembuatan Wine dan Sejarah

Musim dingin cocok untuk perjalanan yang berfokus pada proses pembuatan wine dan sejarah kawasan, bukan sekadar lanskap luar ruangan.

Karena kadang terjadi penutupan sementara atau perubahan isi tur, periksa informasi operasional tujuanmu sekaligus ketersediaan reservasi.

Dengan memahami karakter tiap musim, kamu bisa mengubah fokus perjalanan seperti berikut.

Musim Sudut Pandang Lanskap Fokus Rencana
Musim Semi Tunas & kebun Antisipasi beda suhu
Musim Panas Para-para hijau Antisipasi panas
Musim Gugur Suasana panen Reservasi lebih awal
Musim Dingin Ranting & bentang alam Cek jam operasional

Katsunuma yang Bisa Dinikmati Juga oleh yang Tidak Minum Wine

Daya tarik Katsunuma bukan hanya alkohol, tetapi juga lanskap kebun anggur, buah-buahan, kuliner, arsitektur, dan sejarah industrinya.

Selagi teman seperjalanan mencicipi wine, kamu bisa menyusun rencana agar masing-masing menikmati kawasan penghasil anggur yang sama dari sudut pandang berbeda.

Menjadikan Katsunuma Budō no Oka sebagai Basis Perjalanan

Katsunuma Budō no Oka yang dikelola Kota Kōshū berada di atas bukit kecil yang dikelilingi kebun anggur, dan bisa dimanfaatkan sebagai basis untuk mengenal budaya wine.

Di cave (gudang) wine bawah tanah tersedia lebih dari 100 label wine rekomendasi Kota Kōshū. Jika membeli wadah khusus tastevin (2.200 yen), kamu bebas keluar-masuk selama jam operasional dan dapat tasting tanpa batas waktu, serta wadahnya boleh dibawa pulang.

Ada pula restoran wine dengan pemandangan, pemandian air panas "Tenkū no Yu", dan penginapan, sehingga fasilitas ini mudah dijadikan tempat bertemunya orang yang tasting dan yang tidak.

Dari Stasiun Katsunuma-budōkyō, jaraknya sekitar 15–20 menit berjalan kaki, atau bisa ditempuh dengan bus warga maupun taksi. Namun, karena layanan yang tersedia dan cara pendaftaran bisa berubah, periksa panduan resmi pada hari kunjungan.

Menelusuri Sejarah Industri

Di Katsunuma terdapat tempat yang menyimpan bangunan dan dokumen yang menuturkan pembuatan wine serta modernisasi kawasan.

Tersebar pula situs bersejarah yang memperlihatkan perjalanan kawasan penghasil anggur, seperti Daizen-ji "budō-dera" (kuil anggur), yang aula Yakushi-dō-nya berstatus Harta Nasional dan terkait dengan tradisi budidaya anggur Kōshū.

Dengan mengetahui bukan hanya rasa dalam botol, tetapi juga proses meluasnya industri dari budidaya, pembuatan wine, distribusi, hingga pariwisata, cara pandangmu terhadap kota ini pun berubah.

Di fasilitas yang menetapkan hari buka atau syarat pemotretan, utamakan papan pengumuman di pintu masuk dan panduan staf.

Menikmati Anggur dan Kuliner Setempat

Anggur menghadirkan ciri khas kawasan ini bukan hanya dalam bentuk wine, tetapi juga sebagai buah segar, produk olahan, dan kudapan.

Karena pengalaman memanen dan penjualan hasil bumi bergantung pada musim dan kondisi pertumbuhan, jangan menganggap stok pasti tersedia; pastikan dulu sebelum berkunjung.

Jika kamu menyampaikan saat reservasi bahwa ada anggota yang tidak minum wine, kamu akan lebih mudah mendapat panduan pilihan minuman dan makanan.

Kesimpulan | Menikmati Katsunuma, Kota Anggur dan Wine

Di Katsunuma, alih-alih mengejar jumlah winery, lebih cocok menikmati perjalanan yang menghubungkan lanskap kebun anggur, penjelasan para pembuat wine, dan sejarah kawasan secara perlahan.

Penting untuk memeriksa syarat reservasi dan moda transportasi lewat informasi resmi, tidak menyetir setelah tasting, serta berjalan dengan memperhatikan kebun dan kehidupan warga.

Baik yang minum maupun tidak, pilihlah pengalaman yang sesuai minatmu, dan resapilah dengan saksama budaya Katsunuma, kota yang dibesarkan oleh anggur dan wine.

"

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Katsunuma, yang berada di Kota Koshu, Prefektur Yamanashi, merupakan salah satu kawasan penghasil wine terkemuka di Jepang, dengan banyak kebun anggur dan winery. Anggur Koshu telah dibudidayakan sejak lama, sedangkan produksi wine berkembang secara serius sejak era Meiji. Kebun anggur, fasilitas produksi, dan rumah-rumah petani letaknya berdekatan, sehingga Anda dapat menikmati suasana serta lanskap khas daerah penghasil wine sambil berjalan kaki.
A. Perjalanan dari Stasiun Shinjuku ke Stasiun Katsunuma-budokyo memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan kereta ekspres Azusa atau Kaiji. Namun, tidak semua kereta ekspres berhenti di stasiun tersebut; bila kereta Anda tidak berhenti, bergantilah ke kereta lokal di Stasiun Enzan atau Kofu. Dari peron dan area depan stasiun, Anda dapat melihat Lembah Kofu serta kebun anggur yang membentang di sekitarnya.
A. Untuk mencicipi wine di gudang bawah tanah, Anda perlu membeli wadah khusus bernama tastevin seharga 2.200 yen. Di dalam gudang tersedia sekitar 180 jenis wine produksi Prefektur Yamanashi, dan wadah tersebut dapat dibawa pulang setelah sesi mencicipi. Pengunjung yang tidak minum alkohol tetap dapat masuk untuk melihat-lihat; agar lebih aman, gunakan transportasi umum atau taksi dan tentukan siapa yang akan mencicipi dalam rombongan.
A. Wisatawan yang akan mencicipi wine sebaiknya tidak mengemudi. Kombinasikan kereta, bus komunitas, taksi, dan berjalan kaki untuk berkeliling. Bus Komunitas Area Katsunuma Kota Koshu menghubungkan Budo no Oka dengan sejumlah winery dan mengenakan tarif tetap 300 yen sekali jalan. Karena kebun-kebun anggur berada di lereng dengan perbedaan ketinggian yang cukup besar, pertimbangkan berat botol belanjaan dan pilih rute yang lebih banyak menurun.
A. Tidak semua winery dapat dikunjungi tanpa reservasi. Banyak fasilitas menetapkan jadwal kunjungan, hari libur, jam layanan, dan persyaratan peserta masing-masing. Karena halaman reservasi kadang berada di situs terpisah, pastikan nama fasilitas, tanggal kunjungan, jumlah peserta, dan bahasa layanan sudah dipilih dengan benar. Pada hari kunjungan, siapkan email konfirmasi agar dapat segera ditunjukkan saat pendaftaran.
A. Tujuan mencicipi bukanlah berlomba menghabiskan sebanyak mungkin, melainkan membandingkan sedikit demi sedikit, biasanya dari wine yang ringan menuju yang aromanya lebih kuat. Minumlah air di sela-sela pencicipan agar perbedaan rasa lebih mudah dikenali. Hindari parfum atau kosmetik beraroma kuat agar tidak mengganggu pengunjung lain saat menilai aroma. Anda tidak perlu menghabiskan seluruh wine; nikmati secukupnya sesuai panduan fasilitas.
A. Musim petik anggur di Katsunuma dimulai dengan varietas Delaware pada akhir Juli dan berlangsung hingga sekitar November. Pada Agustus, varietas utama biasanya berganti ke Kyoho dan Shine Muscat, lalu sejak September tersedia Kairoji dan Koshu. Waktu panen berbeda menurut varietas dan kebun, jadi periksa jadwal serta ketersediaan terbaru sebelum berkunjung.
A. Orang yang tidak minum alkohol tetap dapat menikmati onsen dan fasilitas pemandangan di Katsunuma Budo no Oka. Pilihannya mencakup restoran dengan pemandangan, onsen Tenku no Yu, anggur segar, dan berbagai produk olahan anggur. Tempat ini juga cocok dijadikan titik pertemuan kembali bagi anggota rombongan yang mencicipi wine dan yang tidak minum.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.