Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kurokabe Square Nagahama|Kota Kaca di Jalan Hokkoku

Kurokabe Square Nagahama|Kota Kaca di Jalan Hokkoku
Kurokabe Square di Nagahama berpusat pada bekas Bank Kurokabe, kini Kurokabe Glass House. Jelajahi toko kaca, lokakarya, dan akses dari Stasiun JR Nagahama.

Ringkasan Cepat

Apa itu Kurokabe Square

Kurokabe Square di Kota Nagahama, Prefektur Shiga, adalah kawasan kota tua di sepanjang Hokkoku Kaido yang nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki. Toko kaca, studio, galeri, dan restoran tersebar di kawasan ini, dengan Kurokabe Glass Kan—bangunan bekas bank—sebagai pusatnya.

Sejarah yang berawal dari “Bank Kurokabe”

Kurokabe Glass Kan yang menjadi pusatnya merupakan bekas cabang Nagahama dari Bank Nasional ke-130 yang selesai dibangun pada Meiji 33 (1900). Karena dindingnya berplester hitam, bangunan ini dijuluki “Bank Kurokabe”; setelah diselamatkan melalui gerakan pelestarian, bangunan tersebut dibuka sebagai pusat karya kaca pada Heisei 1 (1989).

Daya tarik Kurokabe Glass Kan

Di Kurokabe Glass Kan yang berada di Kurokabe Ichigokan (Gedung No. 1), selain barang keseharian seperti peralatan makan, aksesori, dan pena kaca, Anda juga bisa membandingkan produk kaca luar negeri seperti Bohemian glass.

Kelas membuat kaca

Tersedia kelas membuat kaca tiup, kaca potong, fusing, dan lainnya. Hari penyelenggaraan, usia peserta, kuota, biaya, dan waktu pengambilan karya berbeda-beda per kelas; pemesanan diutamakan dan ada hari libur kelas.

Jalan-jalan di Hokkoku Kaido

Di sepanjang Hokkoku Kaido dan lorong sekitarnya, tersebar toko yang memanfaatkan bangunan tua. Gunakan peta jalan-jalan untuk mengecek lokasi, jam buka, dan hari libur toko yang ingin dikunjungi, lalu nikmati kegiatan berbelanja, seni, dan pemandangan kota tua dalam satu rute.

Jam buka dan hari libur

Kurokabe Square adalah gabungan banyak toko, jadi tidak ada tiket masuk bersama maupun hari libur seragam. Kurokabe Glass Kan buka pukul 10:00〜17:00 tanpa hari libur tetap, sedangkan toko-toko lain yang dikelola langsung libur pada hari yang berbeda-beda, seperti Senin, Selasa, atau Rabu.

Akses

Sekitar 5 menit berjalan kaki ke arah timur laut dari Stasiun JR Nagahama; jika naik mobil, sekitar 10 menit dari Nagahama IC di Jalan Tol Hokuriku. Parkirlah di tempat parkir berbayar di sekitar lokasi, lalu berkeliling dengan berjalan kaki.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Shiga

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Kurokabe Square di Kota Nagahama, Prefektur Shiga, adalah kawasan wisata jalan kaki dengan toko kaca, studio, galeri, dan tempat makan yang tersebar di antara deretan bangunan tua di sepanjang Hokkoku Kaidō.

Pusat kawasan ini adalah Museum Kaca Kurokabe, yang menempati bekas gedung bank yang dahulu disebut “Bank Kurokabe” karena dinding plester hitamnya.

Karena tempat ini bukan taman hiburan yang dimasuki melalui satu gerbang, melihat sejarah bangunan, memilih toko, dan menghabiskan waktu berjalan menyusuri jalanan merupakan pengalaman wisata itu sendiri.

Hari buka dan ketersediaan aktivitas berbeda di setiap toko, sehingga penting untuk memeriksa informasi masing-masing toko serta peta jalan kaki sebelum berkunjung.

Apa itu Kurokabe Square|Kota tua dan budaya kaca Nagahama

Nama Kurokabe Square tidak hanya merujuk pada Museum Kaca Kurokabe, tetapi merupakan sebutan umum untuk kawasan yang mencakup berbagai toko dan jalan di sekitarnya.

Fasad bangunan tua yang berdampingan dengan karya kaca modern membentuk pemandangan khas Nagahama.

Kawasan jalan kaki dengan toko-toko di sepanjang Hokkoku Kaidō

Hokkoku Kaidō adalah jalur bersejarah yang melewati pusat kota lama Nagahama.

Di Kurokabe Square, toko-toko yang memanfaatkan bangunan lama tersebar di sepanjang jalan dan gang sekitarnya, sehingga pengunjung dapat berjalan untuk mencari karya kaca, kerajinan, makanan, dan penganan manis.

Antarfasilitas terhubung melalui jalan umum dan kawasan pertokoan; saat berpindah tempat, jangan mengganggu mobil, sepeda, atau kehidupan warga setempat.

“Nomor gedung” menjadi penanda untuk mengenali bangunan

Sebutan seperti Kurokabe Gedung Pertama, Gedung Kedua, dan Gedung Ketiga Belas membantu membedakan setiap fasilitas.

Tidak semuanya menjalankan jenis usaha yang sama; masing-masing memiliki fungsi berbeda, seperti belanja, pameran, pengalaman membuat karya, dan bersantap.

Periksa nomor gedung dan nama resmi toko yang ingin dikunjungi, lalu simpan lokasinya di peta agar tujuan lebih mudah ditemukan meskipun jalan-jalannya tampak serupa.

Sejarah Museum Kaca Kurokabe|Pengembangan kota sambil mempertahankan gedung bank

Kisah Kurokabe Square berawal dari upaya melestarikan sebuah bangunan yang dicintai warga dan menggunakannya untuk fungsi baru.

Daripada hanya melihat museum kaca saat ini, mengetahui perubahan fungsinya dari bank, gereja, hingga pusat budaya kaca akan menambah sudut pandang saat mengamati bangunan.

Perubahan utamanya dapat dirangkum sebagai berikut.

Periode Fungsi bangunan Hubungan dengan kota
Zaman Meiji Cabang bank Dijuluki Bank Kurokabe
Zaman Showa Gereja Katolik Digunakan oleh masyarakat
Setelah gerakan pelestarian Museum kaca Pusat wisata jalan kaki

Nama “Kurokabe” lahir dari bank berdinding plester hitam

Bangunan ini selesai pada tahun Meiji 33 (1900) sebagai Cabang Nagahama Bank Nasional Nomor 130.

Karena dinding plester hitamnya sangat mencolok, warga mulai menyebutnya “Bank Kurokabe”, dan kenangan itu kemudian diwariskan dalam nama fasilitas berikutnya.

Pada bagian luar, perhatikan kontras antara dinding hitam dan bingkai jendela putih, lalu bandingkan dengan arsitektur bergaya Jepang di sekitarnya.

Tokoh-tokoh setempat berupaya melestarikan dan memanfaatkannya

Setelah berfungsi sebagai bank, bangunan ini digunakan untuk usaha lain dan sebagai gereja Katolik, lalu dijual setelah gereja tersebut pindah.

Tokoh-tokoh setempat ingin melestarikan dan memanfaatkan bangunan ini, lalu mendirikan Kurokabe Co., Ltd. dengan investasi dari Pemerintah Kota Nagahama dan perusahaan swasta.

Alih-alih membekukan bangunan tua semata-mata sebagai benda pelestarian, pilihan untuk terus menggunakannya sebagai toko mendorong pemanfaatan bangunan tua lain di sekitarnya.

Kurokabe Square dibuka dengan kaca sebagai poros utama

Kurokabe Co., Ltd. meninjau industri kaca di Jepang dan memilih kaca sebagai inti usaha barunya.

Pada tahun pertama era Heisei (1989), Kurokabe Square dibuka dan mulai berkembang dari Museum Kaca Kurokabe, studio, serta tempat makan.

Sejarah gedung bank dan kebaruan karya kaca yang hadir di satu tempat menjadi ciri khas kawasan ini.

Daya tarik Museum Kaca Kurokabe|Menikmati arsitektur dan karya bersama-sama

Museum Kaca Kurokabe di Kurokabe Gedung Pertama mudah dijadikan titik awal wisata jalan kaki.

Selain berbelanja, membandingkan bagian luar dan dalam bangunan serta warna dan teknik kaca akan memperlihatkan daya tariknya sebagai ruang pamer.

Mulailah dengan mengamati dinding hitam dan bingkai jendela putih dari luar

Jika Anda melihat bangunan dari sedikit kejauhan sebelum masuk, akan tampak bahwa dinding hitam, bingkai jendela putih, dan ornamen bergaya Barat menciptakan irama yang berbeda dari rumah machiya di sekitarnya.

Jangan melangkah ke trotoar atau badan jalan untuk mengambil foto; lihatlah keseluruhan bangunan dari posisi yang tidak menghalangi orang lewat.

Sinar matahari yang kuat atau hujan mengubah pantulan pada permukaan kaca, sehingga bangunan yang sama dapat memberi kesan berbeda menurut waktunya.

Bandingkan produk kaca untuk berbagai kegunaan

Di dalam museum tersedia berbagai barang untuk kehidupan sehari-hari, seperti perlengkapan meja, aksesori, miniatur, pena kaca, dan dekorasi interior musiman.

Jangan hanya memilih berdasarkan warna atau bentuk; pertimbangkan apakah untuk penggunaan sehari-hari atau hiasan dan apakah mudah dibawa pulang agar lebih mudah menemukan barang yang sesuai.

Jika membeli barang yang mudah pecah, tanyakan kepada staf mengenai cara membawanya selama perjalanan dan pengemasannya agar lebih tenang.

Mengenal budaya kaca dari luar negeri

Museum Kaca Kurokabe juga menjual produk kaca dari luar negeri, termasuk kaca Bohemia.

Dengan melihat karya buatan Nagahama berdampingan dengan kerajinan tradisional luar negeri, Anda dapat membandingkan perbedaan teknik potong, warna, dan hiasannya.

Jika tersedia penjelasan produk atau nama perajin, periksa tempat pembuatan dan tekniknya, lalu nikmati sebagai karya kerajinan, bukan sekadar cendera mata.

Pengalaman membuat kaca|Periksa reservasi, batas usia, dan cara penerimaan

Di Kurokabe Square, pengunjung tidak hanya melihat karya, tetapi juga dapat mengikuti aktivitas mengolah kaca sendiri.

Namun, hari pelaksanaan, batas usia, kapasitas, biaya, dan waktu penerimaan karya sangat berbeda pada setiap program.

Isi aktivitas menentukan tingkat kesulitan dan hasil akhir

Tersedia beberapa aktivitas, seperti kaca tiup, kaca potong, dan fusing.

Dalam kaca tiup, kaca cair dibentuk; pada kaca potong, kaca disentuhkan ke mata pisau berputar untuk mengukir pola; sedangkan pada fusing, kaca berwarna disusun lalu dilebur bersama di dalam tungku.

Dalam aktivitas yang menggunakan api, pisau, atau mesin, dengarkan penjelasan staf dan jangan melewatkan prosedur keselamatan.

Periksa ketersediaan program pilihan menjelang hari kunjungan

Ada aktivitas yang menerima peserta setiap saat dan ada yang memiliki jadwal tertentu; beberapa juga memprioritaskan reservasi atau memiliki hari libur.

Sebagian program dapat menghentikan reservasi baru karena pemeliharaan studio, jadi setelah tanggal perjalanan ditentukan, periksa ketersediaan di halaman reservasi.

Sebelum mendaftar, periksa batas usia anak, ketentuan pendampingan orang tua, dan ongkos kirim setelah pembuatan untuk setiap program.

Ada karya yang tidak dapat dibawa pulang pada hari yang sama

Karya yang harus diselesaikan di dalam tungku membutuhkan waktu dan mungkin dikirim pada hari lain.

Jangan beranggapan karya dapat diterima selama perjalanan; penting untuk menanyakan perkiraan selesai, alamat pengiriman, dan ketersediaan pengiriman ke luar negeri di meja penerimaan.

Ketika menuliskan alamat, sampaikan nama negara, kode pos, dan nomor telepon dengan tepat, serta tanyakan penanganan jika terjadi kerusakan.

Cara berjalan di Hokkoku Kaidō|Menghubungkan belanja, seni, dan suasana kota

Kesenangan Kurokabe Square tidak berakhir di toko tujuan; dalam perjalanan menuju bangunan berikutnya, Anda dapat bersentuhan dengan sejarah kota dan pemandangan kehidupan sehari-hari.

Menyesuaikan cara singgah dengan minat akan membantu memberi kepuasan meskipun waktu terbatas.

Daya tarik menurut minat dirangkum berikut ini.

Minat Daya tarik utama Sudut pandang terkait
Arsitektur Fasad museum kaca Berjalan di Hokkoku Kaidō
Kerajinan Toko Pengalaman membuat karya
Fotografi Jalan dengan rumah machiya Pameran dan cahaya
Budaya kuliner Toko produk lokal Makanan dan penganan manis

Periksa lokasi dan hari libur toko pada peta jalan kaki

Kurokabe Square menyediakan peta jalan kaki.

Pilih 2~3 toko yang ingin dikunjungi, periksa jam buka dan hari liburnya, kemudian tentukan urutan berjalan melalui gang dan jalan di antaranya.

Hari libur berbeda untuk setiap toko, sehingga toko tujuan mungkin tutup meskipun kawasan secara keseluruhan sedang beroperasi.

Utamakan kehidupan warga dan kegiatan usaha saat memotret kota

Bangunan tua dan pantulan kaca menggoda untuk diabadikan, tetapi di dalam toko periksa tanda izin sebelum memotret.

Jangan mengambil foto besar rumah pribadi, orang lewat, atau staf tanpa izin, dan jangan menghalangi pintu masuk toko atau gang sempit dalam waktu lama.

Saat mendekati barang, pastikan tas atau pakaian luar tidak menyentuh kaca; jika bersama anak, berjalan sambil bergandengan tangan akan lebih aman.

Jam buka dan akses|Persiapan sebelum mengunjungi Kurokabe Square

Karena Kurokabe Square merupakan kumpulan banyak toko, kawasan ini bukan satu fasilitas dengan tiket masuk bersama atau hari tutup yang seragam.

Meskipun memulai dari Museum Kaca Kurokabe, periksa informasi toko, aktivitas, dan tempat makan tujuan secara terpisah.

Hari libur toko yang dikelola langsung juga berbeda

Jam buka normal Museum Kaca Kurokabe adalah pukul 10 hingga 17 dan tidak memiliki hari libur tetap.

Sementara itu, toko lain yang dikelola langsung menetapkan hari libur berbeda, seperti Senin, Selasa, Rabu, atau hari kerja.

Karena mungkin ada perubahan sementara atau jam buka khusus acara, periksa informasi setiap toko sebelum berkunjung.

Sekitar 5 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Nagahama

Dari Stasiun JR Nagahama ke Kurokabe Square diperlukan sekitar 5 menit berjalan kaki ke arah timur laut.

Karena dekat dengan stasiun, tempat ini mudah dimasukkan dalam perjalanan kereta; jika waktu kembali ke Stasiun Nagahama ditentukan lebih dulu, jangkauan jalan kaki dapat disesuaikan.

Cara yang mudah dipahami adalah menyimpan lokasi Museum Kaca Kurokabe di peta terlebih dahulu, kemudian menggunakan peta jalan kaki untuk menjelajahi area sekitarnya.

Jika berkendara, gunakan tempat parkir berbayar di sekitar

Dengan mobil, perjalanan dari Persimpangan Nagahama di Jalan Tol Hokuriku memakan waktu sekitar 10 menit.

Mobil penumpang harus menggunakan tempat parkir berbayar di sekitar; jangan mencoba berkendara hingga tepat di depan toko tujuan, tetapi parkirlah lalu berkeliling dengan berjalan kaki.

Pada hari libur atau saat acara, jalan dan tempat parkir dapat padat; sediakan waktu yang cukup dan kurangi kecepatan di kota lama yang ramai pejalan kaki.

Ringkasan|Berjalan menyusuri kisah bangunan dan kaca di Kurokabe Square

Kurokabe Square adalah kawasan wisata jalan kaki yang bermula dari pelestarian bangunan yang disebut Bank Kurokabe, lalu menghubungkan budaya kaca dengan suasana Hokkoku Kaidō.

Dengan mengamati arsitektur Museum Kaca Kurokabe, memilih karya, lalu mengikuti pengalaman membuat karya atau berjalan di gang, Anda dapat merasakan pesona Nagahama, tempat kota lama dan kerajinan baru hidup berdampingan.

Periksa terlebih dahulu jam buka, hari libur, dan penerimaan aktivitas di setiap toko, lalu berjalanlah sambil menghormati kehidupan serta kegiatan usaha masyarakat setempat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Kurokabe Square adalah kawasan wisata yang dijelajahi dengan berjalan kaki di sepanjang Hokkoku Kaido di Nagahama, dengan sekitar 30 tempat berupa toko kaca, bengkel, galeri, restoran, dan usaha lainnya yang tersebar di sana. Kawasan ini bukan taman hiburan yang dimasuki melalui gerbang; pengalaman wisatanya justru terletak pada waktu yang dihabiskan berjalan di antara deretan bangunan lama dan mengunjungi toko-toko. Karena hari operasional setiap toko berbeda, pilih tempat yang ingin dikunjungi lalu periksa lokasi dan hari liburnya pada peta jalan kaki.
A. Bangunan Kurokabe Glass Shop selesai dibangun pada tahun ke-33 era Meiji sebagai cabang Nagahama dari Bank Nasional ke-130. Karena dinding plester hitamnya, bangunan ini dikenal dengan sebutan akrab “Bank Kurokabe”; kemudian pernah digunakan sebagai gereja Katolik dan untuk keperluan lain sebelum warga setempat berupaya melestarikannya. Pada tahun pertama Heisei, bangunan ini lahir kembali sebagai Kurokabe Building No. 1 dan Glass Shop, serta menjadi titik awal untuk berjalan-jalan di kota. Melihat bagian luarnya sambil mengingat sejarahnya sebagai bank akan menambah daya tariknya.
A. Nama “Kurokabe” berasal dari dinding plester hitam yang masih tersisa pada bangunan Kurokabe Glass Shop. Kenangan akan bangunan yang digunakan sebagai bank pada era Meiji dan disebut “Bank Kurokabe” oleh warga kemudian diwariskan sebagai nama kawasan. Di depan bangunan, bandingkan kontras antara dinding hitam dan bingkai jendela putih, serta perbedaan antara desain bergaya Barat dan machiya Jepang di sekitarnya, untuk menyadari ritme khas yang diciptakan bangunan ini di sepanjang jalan.
A. Hokkoku Kaido adalah jalur bersejarah yang melewati kota lama Nagahama dan dahulu dilalui orang serta barang. Di sepanjang jalan masih terdapat toko-toko yang memanfaatkan machiya dan bangunan lama, yang tetap mempertahankan jejak masa tersebut. Berjalan di jalan ini sambil mengunjungi toko kaca dan kedai manisan memungkinkan Anda bukan hanya berbelanja, tetapi juga bersentuhan secara alami dengan sejarah Nagahama yang berkembang sebagai kota persinggahan dan dengan pemandangan kehidupan sehari-harinya.
A. Kurokabe Square dapat dicapai dengan berjalan sekitar lima menit ke arah timur laut dari Stasiun Nagahama di Jalur Utama JR Hokuriku. Lokasinya yang dekat dengan stasiun membuatnya mudah dimasukkan ke dalam perjalanan kereta. Dengan mobil, kawasan ini sekitar 10 menit dari Simpang Susun Nagahama di Jalan Tol Hokuriku. Simpan lokasi Kurokabe Glass Shop di peta terlebih dahulu, lalu gunakan peta jalan kaki untuk menjelajahi kawasan sekitar agar tidak mudah tersesat di antara jalan-jalan yang mirip.
A. Tidak ada tempat parkir besar yang khusus untuk kawasan ini, sehingga pengunjung yang datang dengan mobil perlu menggunakan tempat parkir berbayar atau parkir milik kota di sekitarnya. Kawasan ini berjarak sekitar 10 menit dari Simpang Susun Nagahama di Jalan Tol Hokuriku. Jangan mencoba mengemudi sampai tepat di depan toko tujuan; parkirlah terlebih dahulu lalu jelajahi dengan berjalan kaki. Pada hari libur atau saat ada acara, jalan dan tempat parkir ramai, jadi berangkatlah dengan waktu yang cukup.
A. Kurokabe Glass Shop buka pukul 10.00–17.00 dan tidak memiliki hari libur tetap. Namun, kawasan ini merupakan kumpulan toko yang berdiri sendiri, sehingga toko lain memiliki hari libur berbeda, seperti Senin atau Selasa, dan jam buka yang berbeda pula. Walaupun banyak toko di kawasan tersebut buka, toko yang ingin Anda kunjungi bisa saja tutup, jadi periksa informasi setiap toko sebelum datang.
A. Kurokabe Square menawarkan beberapa pengalaman pembuatan, termasuk kaca potong dan fusing. Reservasi baru untuk peniupan kaca dihentikan karena pemeliharaan bengkel. Hari penyelenggaraan, batas usia, kapasitas, dan biaya berbeda menurut kursus, dan ada pula kegiatan yang memprioritaskan reservasi atau memiliki hari tanpa kelas. Karya yang diselesaikan dalam tungku mungkin memerlukan sekitar tiga bulan sebelum dapat diterima, jadi periksa ketersediaan, cara pengambilan, dan ongkos kirim sebelum mendaftar.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Kumpulan Rute Rekomendasi

Rute yang menampilkan artikel ini

Kumpulan Artikel Rekomendasi

Artikel rangkuman yang menampilkan artikel ini

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.