Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kuil Masumida Ichinomiya: Daya Tarik & Ziarah Budaya Kuil

Kuil Masumida Ichinomiya: Daya Tarik & Ziarah Budaya Kuil
Panduan Kuil Masumida di Ichinomiya: Owari Ichinomiya, Amenohoakari, akses dari stasiun, sejarah nama kota, etika foto, dan musim terbaik.

Ringkasan Cepat

Daya Tarik Singkat

Kuil Masumida adalah Owari Ichinomiya (kuil utama Provinsi Owari lama) di Kota Ichinomiya, Prefektur Aichi. Kuil bersejarah ini memuja Ame-no-hoakari-no-mikoto dan menjadi asal-usul nama kota.

Sorotan

Sorotan Kuil Masumida adalah tampilan gerbang menara dan bangunan kuil, Kuil Hatori dalam area yang dikenal untuk jodoh dan kelahiran lancar, serta omokaru-ishi untuk meramal terkabulnya harapan.

Cara Menuju ke Sana

Sekitar 8 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Owari-Ichinomiya atau Stasiun Meitetsu Ichinomiya. Mobil sekitar 20 menit dari Meishin Owari-Ichinomiya IC, sekitar 10 menit dari pintu keluar Ichinomiya-Higashi Nagoya Expressway.

Jam Ziarah · Doa

Tempat pemberian jimat pukul 09.00–17.00, pendaftaran doa 09.00–16.00. Ziarah gratis, doa berbayar; kecuali rombongan, reservasi sebelumnya tidak diperlukan.

Parkir

Masuk dari sisi barat kuil; mobil biasa sekitar 80 unit dengan tarif 100 yen per jam, bus wisata sekitar 5 unit dengan 2.000 yen per unit.

Festival dan Keramaian

Pada masa Festival Tōka pada 3 April dan Festival Tanabata Ichinomiya berskala satu juta pengunjung, area kuil dan sekitarnya ramai, jadi transportasi umum lebih praktis.

Hal yang Bisa Dialami

Anda dapat mengalami alur ziarah kuil dari torii (gerbang kuil), temizuya (tempat penyucian tangan), hingga aula pemujaan, serta menikmati doa untuk jodoh baik di Kuil Hatori dan jalan-jalan kota.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Aichi

Apa Itu Masumida Jinja? Owari no Kuni Ichinomiya yang Tumpang Tindih dengan Nama Ichinomiya

Masumida Jinja adalah kuil Shinto (jinja) yang bersemayam di pusat Kota Ichinomiya, Prefektur Aichi.

Dewa yang dipujanya adalah Amenohoakari-no-mikoto yang dianggap sebagai leluhur pembuka wilayah Owari, dan situs resmi memperkenalkannya sebagai kuil yang lama menjadi pusat kepercayaan sebagai Owari no Kuni Ichinomiya (kuil peringkat pertama Provinsi Owari).

Mengenal Ichinomiya untuk Memperdalam Sembahyang

Ichinomiya adalah istilah yang merujuk pada kuil yang paling dihormati di suatu wilayah.

Situs wisata resmi Kota Ichinomiya pun menjelaskan bahwa Masumida Jinja adalah "Ichinomiya" yang pertama disembahyangi di Provinsi Owari, dan diperkenalkan sebagai keberadaan yang juga berkaitan dengan nama Kota Ichinomiya.

Jika berjalan setelah mengetahui hubungan antara nama tempat dan kuil, cara pandang terhadap keseluruhan kota pun sedikit berubah, bukan hanya kawasan kuil.

Dewa yang Dipuja adalah Amenohoakari-no-mikoto

Amenohoakari-no-mikoto, dewa yang dipuja Masumida Jinja, disebut sebagai "leluhur pembuka wilayah Owari" di situs resmi.

Bagi wisatawan mancanegara, ini adalah tempat untuk mengarahkan pikiran pada awal mula wilayah maupun dewa pelindung tanah setempat.

Di kuil Jepang, mengetahui terlebih dahulu nama dan sejarah dewa akan membuat waktu di depan aula sembahyang lebih hening dan bermakna.

Budaya Kuil yang Dapat Ditemui di Pusat Kota

Masumida Jinja lebih merupakan tempat kepercayaan yang hingga kini menjadi tempat warga setempat menangkupkan tangan sehari-hari, ketimbang sekadar fasilitas wisata.

Di dalam kawasan, sebaiknya Anda tidak hanya memotret, tetapi juga membungkuk di torii, berjalan tenang di jalan setapak, dan meluangkan waktu menenangkan hati di aula sembahyang.

Berbeda dengan objek wisata yang gemerlap, daya tariknya terletak pada kehidupan kota dan budaya kuil yang tumpang tindih dalam jarak dekat.

Alur Sembahyang di Masumida Jinja yang Tidak Membingungkan meski Pertama Kali

Bahkan bagi orang yang belum terbiasa sembahyang di kuil, dengan mengetahui alur dasar, Anda dapat berjalan di kawasan kuil dengan tenang.

Di Masumida Jinja, meski singgah di tengah wisata, mengutamakan sembahyang ke kuil utama terlebih dahulu akan menjadikan waktu Anda lebih tenang.

Berikut ringkasan gerakan saat sembahyang, dibagi berdasarkan hal yang perlu disadari di dalam kawasan.

Situasi Yang Dilakukan Yang Perlu Disadari
Depan torii Membungkuk sedikit Menunjukkan hormat
Jalan setapak Berjalan di tepi Melangkah tenang
Temizu Sucikan tangan-mulut Tenangkan hati
Depan aula Sembahyang Sampaikan syukur
Kuil sekitar Sembahyang berurutan Jangan tergesa

Tenangkan Hati Sebelum Melewati Torii

Torii adalah penanda yang memisahkan ruang keseharian dan ruang suci.

Jika membungkuk sedikit di pintu masuk sebelum melangkah, Anda dapat sembahyang tanpa kehilangan kesopanan meski datang sebagai wisata.

Di jalan setapak, jangan berbicara keras atau memotret sambil menghalangi jalan.

Untuk Temizu, Utamakan Kesantunan daripada Tata Cara

Temizu adalah tindakan untuk menyucikan diri sebelum sembahyang.

Meski merasa cemas dengan urutan detail, tidak akan menjadi masalah jika Anda melakukannya dengan tenang sambil melihat arus orang di sekitar.

Di tempat air, jangan berhenti terlalu lama, dan akan terlihat alami jika Anda menyadari ada orang yang akan menggunakannya berikutnya.

Di Aula Sembahyang, Jangan Berakhir hanya dengan Permohonan

Di aula sembahyang, sebelum menyampaikan permohonan, sebaiknya Anda menyatakan rasa syukur dalam hati atas kunjungan ke tempat ini dalam perjalanan.

Kuil bukanlah alat untuk mengabulkan permohonan, melainkan tempat untuk menghadap dewa.

Daripada tampilan yang instagramable, penting untuk memiliki waktu sembahyang yang hening meski singkat.

Daya Tarik Masumida Jinja yang Ingin Dilihat di Dalam Kawasan

Di dalam kawasan Masumida Jinja, selain sembahyang ke kuil utama, terdapat tempat-tempat yang membuat Anda merasakan sejarah dan budaya wilayah.

Jika berjalan sambil mengetahui makna satu per satu, meski singgah sebentar, sembahyang akan berkesan di ingatan.

Menghadap Inti Kuil di Aula Utama dan Aula Sembahyang

Yang pertama ingin dituju adalah gohonden (aula utama) dan haiden (aula sembahyang) yang menjadi inti Masumida Jinja.

Tidak hanya mengagumi bangunannya, jika Anda menyadari bahwa tempat ini terus menjadi pusat kepercayaan wilayah, Anda dapat merasakan atmosfer kawasan lebih dalam.

Saat pengunjung banyak, sembahyanglah sambil saling memberi giliran tanpa berdiri terlalu lama di depan aula sembahyang.

Menyentuh Ciri Kota Tenun di Hatori Jinja

Di dalam kawasan terdapat Hatori Jinja.

Menurut informasi resmi, Hatori Jinja adalah kuil yang memuja Yorozuhatatoyoakitsushihime-no-mikoto, dan diperkenalkan juga upacara persembahan busana (Goihōkensai) yang berkaitan dengan Festival Tanabata Ichinomiya.

Sebagai tempat yang membuat Anda merasakan ciri khas Ichinomiya yang memiliki sejarah tenun, kuil ini layak disinggahi setelah sembahyang ke kuil utama.

Mengenal Kepercayaan Jodoh dan Keselamatan Persalinan

Situs wisata resmi Kota Ichinomiya memperkenalkan Hatori Jinja sebagai kuil yang populer sebagai dewa jodoh dan keselamatan persalinan.

Namun, cara menerima kepercayaan berbeda-beda pada tiap orang.

Saat memasukkan harapan pun, tangkupkan tangan dengan tenang di kawasan dan utamakan sikap tidak mengganggu doa pengunjung lain.

Perhatikan Juga Temizuya dan Detail Kawasan

Saat berjalan di kawasan, cobalah perhatikan bukan hanya bangunan kuil, tetapi juga temizuya, komainu (patung anjing penjaga), tōrō (lentera batu), dan penataan pepohonan.

Di kuil Jepang, dalam alur bergerak dari jalan setapak menuju aula sembahyang, tercakup urutan menyucikan, menata diri, dan berdoa.

Jika berjalan seolah mencari desain-desain kecil, Anda dapat merasakan arsitektur kuil dan penciptaan ruang kepercayaan secara alami.

Cara Menikmati Sembahyang yang Berubah Tiap Musim

Masumida Jinja memberikan kesan kawasan yang berubah tergantung musim.

Pada masa acara muncul keramaian, sementara pada masa biasa suasananya tenang sehingga mudah untuk sembahyang.

Berikut ringkasan tampilan tiap musim dengan sudut pandang yang mudah disadari wisatawan.

Musim Kesan Kawasan Cara Menikmati
Musim semi Udara lembut Bunga dan aula
Musim panas Suasana acara Budaya Tanabata
Musim gugur Jalan setapak tenang Jalan santai hening
Musim dingin Suasana jernih Waktu berdoa

Musim Semi Mudah Dipadukan dengan Jalan-jalan Kota

Musim semi (musim mekarnya bunga) adalah musim yang mudah memadukan sembahyang kuil dengan jalan-jalan kota Ichinomiya.

Jika berjalan sambil memperhatikan pepohonan kawasan dan jalanan sekitar, Anda dapat menikmati bukan hanya bangunan kuil, tetapi juga wajah kota.

Jika ingin menghindari keramaian, mengecek informasi terbaru soal acara dan masa mekar bunga (sakura) di panduan resmi sebelum berkunjung akan membuat Anda lebih tenang.

Musim Panas Menjadi Gerbang Mengenal Budaya Tanabata

Masumida Jinja juga dikenal sebagai tempat yang berkaitan dengan budaya Tanabata Ichinomiya.

Di halaman upacara keagamaan situs resmi pun, Festival Tanabata Ichinomiya tercantum sebagai salah satu acara.

Daripada hanya melihat dekorasi yang gemerlap, mengetahui latar belakang Hatori Jinja dan kota tenun akan memperdalam cara pandang terhadap Tanabata.

Jika Ingin Sembahyang dengan Tenang, Rasakan Suasana Keseharian

Pada masa tanpa acara, Anda lebih mudah menemui warga setempat yang sembahyang seperti biasa.

Jika tidak menjejalkan rencana wisata terlalu padat dan sedikit berhenti di kawasan, Anda dapat merasakan bahwa kuil berada di tengah kehidupan kota.

Meski bukan pengalaman mencolok, ini menjadi waktu untuk menenangkan hati di tengah perjalanan.

Berjalan sambil Memahami Foto dan Etika Kawasan

Kuil adalah tempat berdoa sebelum menjadi spot foto.

Situs resmi Sanshūden (aula pertemuan) Masumida Jinja menolak pemotretan oleh vendor eksternal maupun fotografer lepas, dan mengimbau agar pemotretan pribadi/hobi umum serta pemotretan cosplay dinikmati dalam batas kewajaran.

Agar mudah menilai saat memotret, berikut pembagian tindakan di kawasan antara yang boleh (OK) dan yang sebaiknya dihindari.

OK Yang Sebaiknya Dihindari
Pemotretan tenang Menguasai lama
Hindari orang Foto orang tanpa izin
Utamakan upacara Menghalangi jalan
Ikuti panduan Pemotretan komersial
Bicara pelan Suara keras

Utamakan Upacara Keagamaan dan Pengunjung

Meski di tempat yang tampak bisa dipotret, pada dasarnya tahanlah pemotretan saat doa atau upacara keagamaan sedang berlangsung.

Panduan resmi pun menyatakan bahwa di dalam kuil maupun area, upacara keagamaan orang yang datang untuk sembahyang atau berdoa menjadi prioritas utama.

Sebelum mengarahkan kamera, pastikan tidak ada orang yang sedang berdoa maupun staf di sekitar.

Pedulikan Foto yang Menampilkan Orang

Dalam wisata ke Jepang, Anda mungkin ingin mengabadikan foto kenangan, tetapi menghindari komposisi yang menampilkan pengunjung lain secara besar akan lebih aman.

Terutama, tahanlah memotret anak-anak, orang yang sedang berdoa, maupun peserta pernikahan atau shichi-go-san (upacara anak) tanpa izin.

Jika ingin memotret suasana kawasan, menggunakan sebagian bangunan kuil, kedalaman jalan setapak, atau bayangan pepohonan akan menghasilkan foto yang tenang.

Akses dan Cara Menghabiskan Waktu di Sekitar (Cara Menuju)

Masumida Jinja berada di lokasi yang mudah dikunjungi dengan berjalan kaki dari stasiun kereta.

Panduan akses resmi menginformasikan bahwa lokasinya di Masumida 1-chome, Kota Ichinomiya, Prefektur Aichi, dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari Stasiun JR Owari-Ichinomiya maupun Stasiun Meitetsu Ichinomiya.

Berikut ringkasan cara menghabiskan waktu sebelum dan sesudah sembahyang, sesuai gaya perjalanan.

Tipe Perjalanan Cara Memadukan Cocok untuk
Pertama kali Fokus kuil utama Pemula kuil
Jalan-jalan kota Jelajah sekitar Pencinta foto
Wisata budaya Ke Hatori Jinja Pencinta sejarah
Perjalanan tenang Sembahyang pagi Solo traveler
Wisata keluarga Berjalan santai Bersama anak

Saat Menuju dari Stasiun, Nikmati Juga Suasana Kota

Di jalan menuju kuil dari stasiun, Anda dapat merasakan suasana kawasan perkotaan Ichinomiya.

Jika mengalihkan pandangan ke wajah pertokoan (shotengai) dan jalanan yang mudah terlewat saat hanya berpindah ke objek wisata besar, kehidupan wilayah akan mulai terlihat.

Saat berjalan, jangan tiba-tiba berhenti sambil melihat peta; mengeceknya di tepi jalan akan lebih aman.

Setelah Sembahyang, Berjalanlah sambil Menyisakan Kesan

Setelah sembahyang selesai, daripada langsung tergesa ke tujuan berikutnya, disarankan juga untuk menoleh ke arah kuil dari luar kawasan.

Kuil bukan bangunan tunggal, melainkan ada dengan terhubung pada jalan setapak dan kota sekitarnya.

Setelah mengetahui hubungan antara nama tempat Ichinomiya dan Masumida Jinja, kesan jalan-jalan kota pun akan menjadi lebih berdimensi.

Bergeraklah Wajar Sesuai Cuaca

Karena banyak momen berjalan di area terbuka di kawasan kuil, penting untuk tidak memaksakan diri pada hari hujan maupun hari panas.

Saat pijakan basah, berjalanlah perlahan agar tidak terpeleset di tangga batu atau jalan setapak.

Di kuil, diperlukan juga kepedulian untuk tidak berlari maupun menghalangi jalan orang dengan payung.

Kesimpulan: Menyentuh Sejarah Ichinomiya di Masumida Jinja

Masumida Jinja adalah kuil yang membuat Anda merasakan sejarah sebagai Owari no Kuni Ichinomiya serta asal-usul terbentuknya kota Ichinomiya.

Jika sembahyang setelah mengetahui dewa yang dipuja dan latar belakang Hatori Jinja, makna akan lahir pada tiap tempat di kawasan.

Bagi wisatawan mancanegara, ini adalah spot yang tenang untuk menyentuh kepercayaan dan kehidupan wilayah sambil mempelajari tata cara kuil Jepang.

Saat memotret pun, utamakan orang yang sembahyang dan upacara keagamaan, serta pentingkan sikap berjalan dengan tenang.

Jika berkunjung ke Ichinomiya, cobalah masukkan waktu untuk menangkupkan tangan di Masumida Jinja ke dalam perjalanan Anda.

"

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Masumida Shrine adalah kuil peringkat Ichinomiya Provinsi Owari di Kota Ichinomiya, Prefektur Aichi, dan kuil berpangkat tinggi yang bahkan menjadi asal nama tempat Ichinomiya. Dewa yang dipuja adalah Amenohoakari-no-Mikoto, yang dianggap cucu Amaterasu Omikami, dengan sejarah lebih dari 2.650 tahun sejak didirikan. "Ichinomiya" adalah gelar bagi kuil yang dulu dianggap paling berpangkat tinggi di tiap provinsi, dan kuil ini mengumpulkan kepercayaan sebagai pelindung utama kawasan Owari.
A. Amenohoakari-no-Mikoto sebagai dewa yang dipuja adalah leluhur pembuka lahan Owari yang mendewakan matahari, dan diperkenalkan membawa berkah keberuntungan pekerjaan, kenaikan pangkat, keberuntungan dan tolak bala, serta kelestarian keturunan. Air suci yang menyembur dari Shinsuisha di area kuil konon menyembuhkan penyakit Kaisar Shirakawa pada zaman Heian, dan merupakan air keramat yang dipersembahkan kepada Kaisar Meiji sebagai "air jamuan". Meminumnya seteguk sebagai kenang-kenangan kunjungan membuat Anda merasakan latar mengapa kuil ini dikenal dengan "keberuntungan".
A. Hatori Shrine dikenal sebagai tempat berdoa untuk jodoh dan kelancaran persalinan, dan dewa yang dipuja adalah Yorozuhatatoyoakitsushihime-no-Mikoto, dewi tenun. Jimat khasnya "Unmei no Beniito" berupa satu set dua benang merah, di mana satu diikatkan di Hatori Shrine dan satu lagi dibawa pulang untuk menjalin jodoh baik. Dewi ini dikaitkan dengan Orihime dalam legenda Tanabata, dan mengetahui asal-usul Ichinomiya Tanabata Matsuri bersama doa jodoh juga menyenangkan.
A. Dari Stasiun Meitetsu Nagoya ke Stasiun Meitetsu Ichinomiya, patokannya sekitar 15–20 menit dengan jalur utama Nagoya dan ongkos 400 yen. Setelah turun, sekitar 8 menit berjalan kaki, dan bila naik JR, Stasiun Owari-Ichinomiya juga sekitar 8 menit berjalan kaki. Karena kedua stasiun bersebelahan, memilah Meitetsu dan JR untuk berangkat dan pulang membuat Anda bisa memilih jalur yang lebih lengang bahkan saat ramai, sehingga praktis.
A. Di sisi barat Masumida Shrine ada tempat parkir khusus, dengan sekitar 80 slot mobil dan sekitar 5 slot bus wisata. Biayanya 100 yen per jam untuk mobil, dan 2.000 yen per unit untuk bus wisata. Karena saat hatsumode dan musim festival langsung penuh, memasukkan parkir koin di depan Stasiun Ichinomiya yang beberapa menit berjalan kaki ke dalam pertimbangan akan lebih tenang.
A. Goshuin (tulisan tinta kenang-kenangan kunjungan) bisa diterima di loket pemberian, dengan penerimaan pukul 9 hingga 17. Tersedia dua jenis, yaitu goshuin Masumida Shrine bertuliskan "Owari-no-Kuni Ichinomiya" dan goshuin Hatori Shrine dalam area kuil. Bila menuliskan dua kuil berdampingan, akan lebih mudah dilihat kembali sebagai catatan perjalanan.
A. Gokito (doa yang dipimpin pendeta kuil Shinto) didaftarkan di loket pemberian pada hari itu, dan selain doa rombongan tidak memerlukan reservasi terlebih dahulu. Jam penerimaan pukul 9 hingga 16; kunjungan itu sendiri gratis dan hanya gokito yang berbayar. Karena jenis permohonan dan nama disampaikan di loket, memastikan nama teman seperjalanan terlebih dahulu membuat prosesnya lancar.
A. Tokasai adalah festival reguler Masumida Shrine yang tiap tahun digelar pada 3 April, dan disebut juga "festival kuda" karena kuda hias diarak berjalan. Berasal dari ritual tolak bala menyucikan kekotoran dengan ranting persik, dan di area kuil juga dipersembahkan ritual yabusame. Kirab utamanya adalah tandu yang membawa objek pemujaan diarak melewati kawasan pertokoan Honmachi-dori, lalu kembali dari otabisho diikuti kuda persembahan tiap distrik. Sebelum hari itu juga diadakan festival tanzaku dan ritual hosha (memanah untuk doa keselamatan).

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.