Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kuil Okinogu Naha: Dasar Ziarah & Etika Ryukyu Hassha

Kuil Okinogu Naha: Dasar Ziarah & Etika Ryukyu Hassha
Panduan Kuil Okinogu di Naha: sejarah Ryukyu Hassha, area Taman Ohnoyama, etika ziarah, dan kisah Tentozan Utaki untuk pemula.

Ringkasan Cepat

Sekilas Daya Tarik

Okinogu adalah salah satu dari Delapan Kuil Ryukyu yang bersemayam di dalam Taman Ōnoyama, Naha. Di tengah kota, Anda dapat merasakan dengan tenang baik doa Okinawa maupun ziarah kuil.

Sorotan

Di Okinogu, sorotannya adalah aula utama beratap genteng merah, Tentōzan Utaki (tanah suci tempat dewa yang dipuja bersemayam) yang dicapai dengan menaiki tangga di samping aula utama, serta pemandangan kota Ōnoyama dari tempat tinggi.

Cara Menuju ke Sana

Sekitar 5 menit berjalan kaki dari Stasiun Ōnoyama-kōen jalur Yui Rail, sekitar 8 menit berkendara dari Bandara Naha, sekitar 10 menit berjalan kaki dari Pelabuhan Naha.

Perkiraan Waktu yang Dibutuhkan

Jika berjalan santai termasuk dari aula utama hingga Tentōzan Utaki, sekitar 30 menit hingga 1 jam.

Asal-usul · Keyakinan

Memiliki tradisi memuja "kayu suci Hōrai" yang ditemukan di Pelabuhan Naha pada pertengahan abad ke-15, dan sejak lama dihormati sebagai dewa keselamatan pelayaran.

Etika Berziarah

Membungkuk ringan di torii, berjalan di tepi jalan menuju kuil, dan di aula pemujaan dahulukan rasa syukur. Jangan menyentuh utaki atau tempat yang tampak seperti pohon suci, dan tunjukkan rasa hormat dengan tenang.

Jimat · Goshuin

Jimat, ofuda (jimat kertas kuil), dan goshuin (stempel kaligrafi kuil) diberikan di kantor kuil. Pendaftaran dari pukul 09.00 hingga 17.00.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Okinawa

Apa Itu Ryūkyū Hassha Okinogū | Kuil untuk Merasakan Doa Okinawa di Naha

Okinogū (kuil Shinto) berada di dalam Ōnoyama Kōen (Taman Ōnoyama) di Kota Naha, dan dikenal sebagai salah satu dari Ryūkyū Hassha (delapan kuil Shinto bersejarah Kerajaan Ryūkyū).

Meski letaknya dekat dengan pusat kota Naha—sekitar 5 menit berjalan kaki dari Stasiun Ōnoyama Kōen jalur Yui Rail dan sekitar 8 menit dengan mobil dari Bandara Naha—begitu melewati torii (gerbang kuil), hijaunya taman berpadu dengan suasana doa, sehingga Anda dapat merasakan ziarah kuil khas Okinawa dengan tenang.

Okinogū sebagai Gerbang Mengenal Ryūkyū Hassha

Ryūkyū Hassha merujuk pada delapan kuil, yaitu Naminoue-gū, Okinogū, Shikina-gū, Futenma-gū, Sueyoshi-gū, Asato Hachiman-gū, Ameku-gū, dan Kin-gū, dan sering disebut sebagai kelompok kuil penting untuk menelusuri sejarah dan kepercayaan Okinawa.

Di antaranya, Okinogū mudah dimasukkan ke dalam wisata Naha dan menjadi tempat yang mudah dibayangkan cara berjalannya, bahkan bagi wisatawan yang baru pertama kali mengunjungi kuil Shinto.

Spot Ziarah di Dalam Taman Ōnoyama

Okinogū berlokasi di dalam Taman Ōnoyama, di Ōnoyama-chō 44, Kota Naha, Prefektur Okinawa.

Di sekitarnya terdapat fasilitas umum seperti stadion atletik dan lapangan bisbol serta jalur taman, sehingga menjadi lingkungan yang memungkinkan Anda berjalan sambil menenangkan hati sebelum dan sesudah berziarah.

Tempat Berpadunya Kuil Shinto Jepang dan Rasa Tanah Suci Okinawa

Di Okinogū, Anda dapat merasakan wujud sebagai kuil Shinto dengan torii dan haiden (bangunan ibadah), sekaligus rasa yang menghubungkan ke tempat doa Okinawa, dalam satu area kuil yang sama.

Bagi wisatawan asing, alih-alih sekadar melihatnya sebagai spot wisata, kesannya akan lebih mendalam bila menghadapinya sebagai tempat doa yang selama ini dijaga warga setempat.

Riwayat Okinogū | Legenda Kayu Suci dan Doa Keselamatan Pelayaran

Dengan mengetahui riwayat Okinogū, Anda akan melihat latar belakang bagaimana laut Naha dan kepercayaan saling terhubung.

Bila Anda memahami garis besar kisahnya sebelum menyusuri area kuil, cara Anda memandang torii dan haiden pun akan berubah.

Legenda Kayu Suci yang Berkaitan dengan Pelabuhan Naha

Riwayat Okinogū, dengan merujuk pada naskah "Ryūkyū-koku Yuraiki" yang disusun oleh Kerajaan Ryūkyū pada 1713, menuturkan bahwa pada pertengahan abad ke-15 sebatang kayu suci (reiboku) yang ditemukan di Pelabuhan Naha dipuja di sini.

Konon ada benda yang bercahaya di Pelabuhan Naha, dan kayu tua yang diangkat itu diperlakukan sebagai "kayu suci Hōrai (negeri keabadian dalam legenda)", lalu dibangun kuil untuk memujanya.

Legenda ini dapat dibaca sebagai ingatan kepercayaan khas Okinawa yang selama ini terhubung dengan dunia luar melalui laut.

Kepercayaan sebagai Dewa yang Memohon Keselamatan Pelayaran

Okinogū diyakini sebagai dewa keselamatan pelayaran yang bersemayam di Pelabuhan Naha dan dihormati oleh banyak orang, termasuk raja.

Dewa yang dipuja adalah Tenju Kume Ryūgū Ō Onkami, dan juga diyakini sebagai Amaterasu Ōmikami.

Bagi wisatawan yang menyeberangi laut untuk mengunjungi Okinawa, doa keselamatan pelayaran secara alami juga selaras dengan harapan akan perjalanan yang selamat.

Cara Menyusuri Area Okinogū | Dari Torii hingga Tentōzan Utaki

Di Okinogū, daripada terburu-buru melihat haiden saja, daya tariknya akan lebih terasa bila Anda menikmati perlahan alur dari pintu masuk menuju area kuil.

Orang yang belum terbiasa dengan tata cara kuil pun dapat berziarah dengan tenang bila mengganti suasana hati di setiap tempat berhenti.

Berikut alur yang sebaiknya diperhatikan saat berziarah, dirangkum berdasarkan tindakan dan sudut pandang.

Momen Yang Dilakukan Yang Diperhatikan
Depan torii Membungkuk sedikit Pintu masuk area kuil
Temizuya Menyucikan tangan Gerak yang tenang
Depan haiden Menenangkan hati Bangunan atap genteng merah
Sekitar dataran tinggi Berjalan tenang Suasana doa

Mengganti Suasana Hati di Depan Torii

Torii dapat dimaknai sebagai penanda yang memisahkan bagian dalam dan luar kuil.

Daripada melewatinya sambil berbicara dengan suara keras, memperlambat sedikit langkah dan masuk dengan membungkuk ringan akan membuat ziarah terasa lebih alami.

Di Haiden, Dahulukan Rasa Syukur daripada Permintaan

Dalam ziarah kuil, daripada tergesa menyampaikan permintaan, terlebih dahulu menata rasa syukur atas keselamatan perjalanan dan keseharian dalam hati akan membuat Anda lebih tenang.

Meski ada kotak sesajen atau lonceng, penting untuk menunggu giliran agar tidak menghalangi gerak peziarah lain di sekitar.

Beri Penghormatan pada Tentōzan Utaki sebagai Tanah Suci

Di puncak tangga di samping honden (bangunan utama) terdapat Tentōzan Utaki, yang dikenal sebagai tanah suci tempat dewa Okinogū bersemayam.

Dari dataran tinggi ini Anda dapat memandang lanskap kota Ōnoyama, dan tempat ini dikenalkan sebagai lokasi dengan udara yang bersih mengalir di sekitarnya.

Utaki (tempat suci Okinawa) dimaknai sebagai tempat yang berkaitan erat dengan doa Okinawa, jadi akan lebih tenang bila Anda berjalan sambil memperhatikan foto dan volume suara percakapan.

Perhatikan Juga Doa-Doa Kecil di Kuil Cabang dan Area Kuil

Sebagai kuil cabang Okinogū, diperkenalkan Ebisu Jinja, Ōnoyama Yomochi Jinja, Ikei Jinja, Ginama Jinja, dan Iheya Amagoto Jinja.

Kuil-kuil cabang ini bersemayam tidak hanya di dalam Kota Naha, tetapi juga di berbagai daerah Okinawa seperti Kota Uruma, Desa Kunigami, dan Desa Iheya.

Dengan mengarahkan perhatian tidak hanya ke honden, tetapi juga ke area kuil dan tempat doa terkait, Anda dapat merasakan bahwa Okinogū berada dalam jalinan kepercayaan yang luas.

Etika Berziarah di Okinogū yang Perlu Diketahui Wisatawan Asing

Untuk mengunjungi Okinogū dengan nyaman, akan sangat membantu bila Anda menggabungkan kesadaran akan sopan santun yang umum dijaga di kuil Shinto Jepang dengan penghormatan terhadap tanah suci Okinawa.

Anda tidak perlu menghafal tata cara yang rumit secara sempurna, tetapi sikap menjaga keheningan akan tersampaikan.

Berikut dirangkum secara sederhana sebagai acuan tindakan yang mudah membuat ragu saat berziarah.

Momen Perilaku Baik Perilaku yang Dihindari
Torii Membungkuk sedikit Masuk sambil berlari
Jalan menuju kuil Berjalan di tepi Menghalangi jalan
Haiden Berdoa dengan tenang Bicara dengan suara keras
Pemotretan Memeriksa sekitar Memotret orang
Sekitar utaki Memberi penghormatan Menyentuh sembarangan

Utamakan Kepedulian pada Orang dan Kawasan Suci saat Memotret

Di tempat yang tidak jelas boleh atau tidaknya memotret, lebih aman memeriksa papan pengumuman di sekitar atau keadaan peziarah sebelum memotret.

Di dekat orang yang sedang berdoa, pendeta Shinto, bagian dalam tempat pemberian jimat, dan utaki, mengutamakan sopan santun daripada foto wisata akan memudahkan Anda menghindari masalah.

Perhatikan Kesan yang Rapi pada Pakaian Meski Sedang Berwisata

Meski wisata Okinawa cenderung membuat orang berpakaian santai, mengunjungi kuil dengan pakaian yang bersih dan rapi akan terasa lebih alami.

Melepas topi atau kacamata hitam sebelum berdoa akan lebih mudah menyampaikan penghormatan.

Jangan Menyentuh Utaki atau Tempat yang Tampak seperti Pohon Suci

Di tempat doa Okinawa, batu, pohon, tempat pembakaran dupa, dan area yang tampak seperti tempat ibadah kadang dijaga dengan penuh penghormatan.

Justru untuk benda yang tidak Anda pahami maknanya, sikap tidak menyentuh, tidak memindahkan, dan menyaksikannya dengan tenang akan lebih aman.

Cara Menikmati Okinogū Bersama Taman Ōnoyama

Okinogū dapat dinikmati baik sebagai ziarah kuil tersendiri maupun sebagai tempat mampir di sela jalan-jalan kota Naha.

Bila Anda memadukan hijaunya taman, bangunan kuil beratap genteng merah, dan udara dataran tinggi, Anda dapat merasakan doa Okinawa yang masih tersisa di tengah kota.

Berikut dirangkum sudut pandang yang sebaiknya diperhatikan di area kuil, berdasarkan minat wisatawan.

Minat Tempat yang Dilihat Kesan
Sejarah Papan riwayat Doa laut
Arsitektur Sekitar honden Ekspresi genteng merah
Alam Sekitar dataran tinggi Angin dan hijau
Kepercayaan Sekitar utaki Keheningan

Pandang Honden Beratap Genteng Merah sebagai Lanskap Khas Okinawa

Honden Okinogū dikenal sebagai bangunan dengan atap genteng merah (akagawara) yang khas Okinawa.

Bila Anda memperhatikan warna dan bentuk atapnya, Anda dapat merasakan karakter alam Okinawa yang berbeda dari kuil Shinto di Jepang daratan.

Sediakan Waktu untuk Menenangkan Hati di Dalam Taman

Okinogū yang berada di dalam Taman Ōnoyama memiliki lokasi yang memudahkan Anda menikmati kesan yang tersisa sambil berjalan sebelum dan sesudah berziarah.

Jangan menjejalkan terlalu banyak agenda, dan bila Anda berjalan menyusuri area kuil dan taman secara berurutan, Anda dapat menyadari waktu tenang yang ada di tengah kota Naha.

Cara Berpikir Saat Ingin Menerima Jimat dan Goshuin

Di Okinogū, diperkenalkan benda pemberian berupa jimat (omamori), ofuda (jimat lembaran), dan goshuin (stempel bukti ziarah).

Benda pemberian ini tidak hanya menjadi kenang-kenangan perjalanan, tetapi jika diperlakukan dengan penuh penghormatan sebagai wujud menerima doa, maknanya akan lebih mendalam.

Memilih dengan Tenang di Tempat Pemberian Jimat

Bila ingin menerima jimat atau goshuin, ikuti petunjuk di kantor kuil atau tempat pemberian jimat, tunggu giliran, dan berkonsultasi agar lebih tenang.

Saat ragu, pilihlah dengan tenang benda yang dekat dengan tujuan perjalanan atau harapan Anda, dan setelah menerimanya jangan memperlakukannya secara sembarangan di dalam kantong.

Periksa Jam Operasional Kantor Kuil

Jam operasional kantor kuil adalah pukul 09.00 hingga 17.00.

Namun, karena penanganan bisa berubah karena upacara atau acara, bila Anda memiliki permohonan doa khusus atau pertanyaan, memastikan situasi penanganan di kantor kuil akan lebih aman.

Terima Goshuin sebagai Catatan Ziarah

Goshuin bukan sesuatu yang dikumpulkan seperti stempel biasa, dan bila dimaknai sebagai bukti telah berziarah, hal itu akan menambah pemahaman terhadap budaya.

Saat menyerahkan buku goshuin, rapikan halaman yang dibuka dan jangan lupa memberi salam kepada orang yang melayani.

Cara Menuju Okinogū dan Informasi yang Perlu Diketahui Sebelum Berziarah

Okinogū dekat dari Bandara Naha dan merupakan kuil yang mudah diakses dengan transportasi umum.

Dengan memahami sarana transportasi dan perkiraan waktu sebelum berziarah, Anda dapat memasukkannya ke dalam rencana wisata Naha tanpa beban.

Titik Berangkat Sarana Perkiraan Waktu Tempuh
Bandara Naha Mobil Sekitar 8 menit
Stasiun Ōnoyama Kōen Jalan kaki Sekitar 5 menit
Pelabuhan Naha Jalan kaki Sekitar 10 menit

Akses dengan Yui Rail Praktis

Dari Bandara Naha, naiklah monorel kota Okinawa "Yui Rail" menuju Stasiun Ōnoyama Kōen, lalu dari sana berjalan kaki sekitar 5 menit hingga tiba di torii Okinogū.

Karena tempat parkir setiap fasilitas di sekitar Taman Ōnoyama terbatas, akan lebih aman bila Anda mempertimbangkan penggunaan monorel, bus, atau taksi.

Periksa Jam Kunjungan dan Perkiraan Ziarah

Ziarah ke area kuil sendiri mudah dilakukan sepanjang siang hari, sedangkan pemberian jimat dan goshuin di kantor kuil berlangsung dengan acuan pukul 09.00 hingga 17.00.

Bila Anda ingin berjalan santai termasuk dari honden hingga Tentōzan Utaki, siapkan sekitar 30 menit hingga 1 jam agar dapat berziarah dengan tenang.

Kesimpulan

Okinogū dari Ryūkyū Hassha adalah tempat di mana Anda dapat menyentuh doa Okinawa sekaligus ziarah kuil di tengah kota Naha.

Bila Anda menyusurinya setelah mengetahui legenda kayu suci dan kepercayaan keselamatan pelayaran, keheningan area kuil akan terasa bukan sekadar pemandangan wisata, melainkan waktu doa yang telah lama diwariskan.

Bagi Anda yang baru pertama kali berkunjung, akan lebih tenang bila menyadari untuk membungkuk di torii, menyampaikan rasa syukur di haiden, dan memberikan penghormatan dengan tenang pada tanah suci seperti Tentōzan Utaki.

Meski mampir di sela wisata Naha, jangan terburu-buru dengan rencana, dan nikmatilah kesan yang tersisa dari Okinogū berpadu dengan udara Taman Ōnoyama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Okinogu Shrine (Okinogu) adalah salah satu dari Ryukyu Hassha yang berdiri di dalam Taman Onoyama, Kota Naha. Dewa yang dipuja adalah Amamikujo Ryuguo Onokami (juga diwariskan sebagai Amaterasu Omikami). Awalnya diyakini bermula dari pemujaan "kayu suci Horai" yang ditemukan di Pelabuhan Naha sekitar abad ke-15, lalu berkembang sebagai kuil untuk doa keselamatan pelayaran yang dihormati bahkan oleh raja Ryukyu.
A. Asal-usul Okinogu Shrine adalah legenda kayu suci Horai yang tercatat dalam "Ryukyu Koku Yuraiki" yang disusun tahun 1713. Diwariskan bahwa kayu tua yang bercahaya diangkat dari Pelabuhan Naha, lalu dibangunlah kuil untuk memujanya. Di baliknya ada kepercayaan khas Okinawa yang terhubung dengan dunia luar melalui laut, dan berjalan di area kuil setelah mengetahui asal-usulnya akan memperdalam cara Anda memandang bangunan pemujaan.
A. Ryukyu Hassha adalah delapan kuil yang mendapat perlakuan istimewa dari pemerintah kerajaan Ryukyu. Ini merujuk pada Naminoue-gu, Okinogu, Shikina-gu, Futenma-gu, Sueyoshi-gu, Asato Hachiman-gu, Ameku-gu, dan Kin-gu. Okinogu berada di dalam Taman Onoyama di pusat Kota Naha, dan karena berada dalam jarak berjalan kaki dari stasiun monorel, kuil ini sering dipilih sebagai titik awal ziarah delapan kuil.
A. Dari Bandara Naha ke Okinogu Shrine, naik monorel Okinawa "Yui Rail" ke Stasiun Onoyama Koen sekitar 10 menit, lalu setelah turun berjalan kaki sekitar 5 menit hingga tiba di torii pertama. Dengan mobil sekitar 8 menit, tetapi karena Taman Onoyama berbagi tempat parkir dengan stadion dan lapangan bisbol sehingga mudah penuh, menggunakan monorel lebih pasti pada hari penyelenggaraan pertandingan.
A. Goshuin (tulisan tinta kenangan ziarah) Okinogu bisa diterima di kantor kuil, dan goshuin khusus maupun doa dari jauh mulai sekitar 1.000 yen sebagai hatsuho-ryo (persembahan yang diserahkan ke kuil). Goshuin dari kuil cabang Ihyea Amagumo Shrine dan Ebisu Shrine juga dibagikan. Karena jenisnya berubah menurut musim dan upacara, menerima satu per satu dengan cermat sebagai bukti ziarah akan memperdalam pemahaman terhadap budaya.
A. Pemberian jimat (ofuda yang dikenakan) dan goshuin (tulisan tinta kenangan ziarah) di kantor kuil kira-kira dari pukul 9 pagi hingga 5 sore. Penerimaan doa dipandu dari pukul 9 pagi hingga 4 sore. Ziarah di area kuil bisa dilakukan di siang hari, tetapi karena benda pemberian disimpan pada malam hari, bila ingin menerima cendera mata, tiba sebelum sore akan lebih aman.
A. Tentozan Utaki (Tentozan Utaki, tanah suci untuk berdoa) adalah area suci di dataran tinggi di samping bangunan utama. Sebagai tanah dewa tempat dewa yang dipuja bersemayam, tempat ini dianggap sebagai power spot tertua di Okinogu. Dari atas bukit deretan bangunan Onoyama dapat terlihat luas, tetapi karena utaki adalah tempat yang terhubung erat dengan doa Okinawa, berjalanlah dengan tenang tanpa menyentuh batu maupun tempat dupa.
A. Bila menjelajah dengan santai dari bangunan utama hingga Tentozan Utaki, kira-kira sekitar 30 menit hingga 1 jam. Di area kuil juga ada Benzaiten Shrine dengan hutan dan air terjun yang indah, dan berjalan hingga dataran tinggi mengikuti jalur akan membuat Anda merasakan langsung kontur khas Okinawa. Karena bisa berjalan berkelanjutan dengan hijaunya Taman Onoyama, menyisakan waktu untuk menikmati kesan tanpa menjejalkan rencana akan meningkatkan kepuasan.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.