Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Menara Jam Sapporo, Hokkaido – Ikon Bersejarah di Pusat Kota

Menara Jam Sapporo, Hokkaido – Ikon Bersejarah di Pusat Kota
Menara Jam Sapporo adalah bangunan kayu bersejarah di pusat kota Sapporo dan menjadi ikon Hokkaido. Artikel ini menjelaskan asal-usulnya sebagai aula Universitas Pertanian Sapporo, hal menarik yang bisa dilihat di dalam, jam buka dan harga tiket, serta tips rute berjalan kaki dari Stasiun Sapporo dan cara menggabungkannya dengan kunjungan ke Taman Odori dan Menara TV Sapporo.

Ringkasan Cepat

Daya tarik singkat

Menara Jam Sapporo berada dalam jarak jalan kaki dari Stasiun Sapporo; Anda bisa melihat bangunan kayu bersejarah dan jam besar, serta menikmati pameran di dalam yang memperkenalkan sejarah masa perintisan.

Poin sejarah

Menara Jam Sapporo dibangun pada 1878 sebagai aula latihan Sapporo Agricultural College, dan dikatakan jamnya mulai berjalan pada 1881.

Daya tarik arsitektur

Bergaya arsitektur yang dipengaruhi oleh Dr. William Smith Clark dari Amerika, dengan suasana bangunan kayu yang masih terasa.

Apa yang dinikmati di dalam

Melalui pameran dan materi, Anda bisa mempelajari sejarah Hokkaido dan Sapporo; penjelasan di dalam juga memudahkan memahami latar arsitekturnya.

Akses

Berlokasi di Kita 1-jo Nishi 2-chome, Chuo-ku, Sapporo; sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Sapporo.

Jam buka & tiket masuk

Jam buka 8:45–17:10 (tutup 1/1–1/3) / tiket masuk 350 yen untuk dewasa, (sebagai patokan) gratis untuk siswa SMA ke bawah.

Waktu yang lebih sepi

Musim wisata cenderung ramai; pagi hari lebih awal atau menjelang tutup biasanya relatif lebih lengang.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Apa itu Sapporo Tokeidai (Menara Jam Sapporo) di Hokkaido?

Sapporo Tokeidai (Menara Jam Sapporo; nama resmi: Kyū Sapporo Nōgakkō Enbujō atau Balai Latihan Bekas Sapporo Agricultural College) adalah bangunan bersejarah yang terletak di Sapporo, kota utama di Hokkaido.

Sering diperkenalkan dalam panduan wisata dan brosur perjalanan, menara jam ini telah lama dicintai warga dan wisatawan sebagai simbol Sapporo.

Bangunan ini didirikan pada tahun 1878 (Meiji 11) sebagai balai latihan Sapporo Agricultural College, yang kini menjadi Universitas Hokkaido, dan pada tahun 1881 (Meiji 14) menara jam ditambahkan.

Dikenal sebagai menara jam tertua di Jepang yang masih beroperasi, tempat ini telah terus menandai waktu secara akurat selama lebih dari 140 tahun.

Bangunan kayu bergaya retro dengan atap merah dan dinding putih menghadirkan suasana yang khas, menjadikannya objek wisata populer yang dikunjungi banyak orang dari Jepang maupun luar negeri.


Sejarah Sapporo Clock Tower dan maknanya

Awalnya sebagai balai latihan Sapporo Agricultural College

Sapporo Clock Tower pada awalnya dibangun sebagai balai latihan Sapporo Agricultural College.

Wakil kepala sekolah pertama, Dr. William Smith Clark, mengusulkan perlunya fasilitas latihan militer. Berdasarkan gagasan itu, wakil kepala sekolah kedua William Wheeler menangani desainnya, dan bangunan ini selesai pada tahun 1878 di bawah pengawasan teknisi bangunan Kaitakushi, Adachi Yoshiyuki, dan lainnya.

Balai latihan ini digunakan tidak hanya untuk pelatihan militer para siswa, tetapi juga sebagai tempat upacara seperti upacara masuk dan wisuda, serta untuk ceramah dan pertemuan.

Banyak lulusan terkenal, seperti Nitobe Inazō dan Uchimura Kanzō (keduanya angkatan kedua), menerima gelar mereka di sini.

Arsitektur kayu yang mengadopsi gaya Amerika

Gaya arsitektur Sapporo Clock Tower menggunakan teknik bangunan kayu bergaya Amerika, dan menjadi simbol masuknya teknologi Barat pada masa pembukaan Hokkaido.

Bangunan ini memakai struktur yang disebut balloon frame, yang hingga kini masih menyampaikan ciri khas arsitektur era pionir.

Aset budaya penting nasional yang terus menandai waktu

Pada tahun 1970 (Shōwa 45), Sapporo Clock Tower ditetapkan sebagai Aset Budaya Penting Nasional.

Selain itu, pada tahun 2009, sebagai menara jam tertua di Jepang yang masih beroperasi, tempat ini juga diakui sebagai “Mechanical Heritage (Warisan Mekanik)” oleh Japan Society of Mechanical Engineers.

Sumber tenaga jam ini bukan listrik, melainkan beban pemberat, dan hingga sekarang jam ini terus bekerja berkat proses pemutaran manual.

Bagi para wisatawan, keberadaannya sebagai simbol Sapporo yang menghubungkan masa lalu dan masa kini terasa sangat istimewa.


Daya tarik dan pesona Sapporo Clock Tower

Menara jam yang telah berdetak lebih dari 140 tahun

Ciri terbesar Sapporo Clock Tower adalah menara jam bandul buatan Howard Company dari Amerika yang berada di puncak bangunan.

Sejak dipasang pada tahun 1881, selain suku cadang habis pakai seperti kawat dan sekrup, jam ini tetap beroperasi dengan komponen asli saat itu.

Suara lonceng jernih yang berbunyi setiap pergantian jam menandai waktu di Kota Sapporo, dan khususnya pada pukul 12.00 Anda bisa mendengar bunyi lonceng paling banyak.

Keindahan bangunan kayu dan pameran sejarah

Saat memasuki gedung, Anda dapat melihat langsung struktur bangunan kayu dari era Meiji yang masih dipertahankan, sehingga terasa seolah merasakan napas sejarah dari dekat.

Lantai pertama merupakan ruang pameran yang memperkenalkan sejarah Clock Tower dan perjalanan Sapporo Agricultural College melalui panel foto, video, dan model besar.

Lantai kedua adalah aula yang merekonstruksi ruang pertemuan era Meiji, dengan patung duduk bergaya bangku milik Dr. Clark. Tempat ini populer karena pengunjung bisa duduk di sampingnya untuk berfoto kenang-kenangan.

Jam kembar buatan Howard Company yang sama juga dipamerkan, sehingga Anda dapat mempelajari mekanisme menara jam dari dekat.

Iluminasi malam

Setelah matahari terbenam, Sapporo Clock Tower diterangi lampu LED dan berubah menjadi pemandangan yang fantastis.

Cahaya yang memantul pada dinding putih, dan pada musim dingin kontrasnya dengan salju yang menumpuk, terlihat sangat indah sehingga menghadirkan pesona berbeda dari siang hari.

Iluminasi berlangsung hingga pukul 21.30, sehingga mampir saat berjalan-jalan malam juga sangat direkomendasikan.


Info akses Sapporo Tokeidai dan tips wisata

Akses

  • Lokasi:Kita 1-jō Nishi 2-chōme, Chūō-ku, Sapporo, Hokkaido
  • Stasiun terdekat:Sekitar 10 menit berjalan kaki dari Pintu Selatan Stasiun Sapporo (JR), atau sekitar 5 menit berjalan kaki dari Stasiun Ōdōri (subway)

Jam buka dan harga tiket masuk

  • Jam buka:8:45–17:10 (masuk hingga 17:00)
  • Hari tutup:Awal tahun (1 Januari–3 Januari)
  • Harga tiket masuk:Dewasa 350 yen, mahasiswa 150 yen (dengan kartu pelajar), siswa SMA dan SMP ke bawah gratis (dengan kartu pelajar). Setiap tanggal 16, warga Sapporo dapat masuk gratis

Waktu kunjungan di dalam gedung umumnya sekitar 30–40 menit.

Jika datang sebelum pukul 12.00, Anda dapat mendengar lonceng penanda jam dari dekat.

Tempat wisata di sekitar

Setelah mengunjungi Sapporo Clock Tower, Anda juga disarankan berkeliling ke tempat wisata terdekat seperti “Ōdōri Kōen (Taman Ōdōri)”, “Sapporo TV Tower”, dan “Hokkaidō-chō Kyū Honchōsha (Gedung Kantor Pemerintah Hokkaido Lama / Akarenga Chōsha)”.

Karena semuanya berada dalam jarak jalan kaki, Anda dapat menikmati berjalan di kota sambil merasakan sejarah dan budaya Sapporo.

Selain itu, Sapporo Clock Tower dan Akarenga Chōsha juga menawarkan diskon masuk timbal balik.


Ringkasan: Menikmati pesona Sapporo Tokeidai

Sapporo Clock Tower adalah bangunan berharga yang menceritakan sejarah dan perkembangan Hokkaido.

Wibawa bangunan kayu dari era Meiji, menara jam yang terus berdetak selama lebih dari 140 tahun, dan suara lonceng yang menggema di pusat Kota Sapporo memberikan kesan mendalam bagi setiap pengunjung.

Saat berkunjung ke Sapporo, jangan lewatkan kesempatan untuk masuk ke dalam gedung dan merasakan sejarah pembukaan Hokkaido melalui pameran yang tersedia.


Karena berada di pusat Kota Sapporo, tempat ini mudah dimasukkan ke dalam rencana perjalanan dan juga sangat cocok dijadikan titik awal wisata Sapporo.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Ini adalah bangunan bersejarah yang dibangun pada 1878 sebagai aula latihan Sapporo Agricultural College (kini Hokkaido University) dan ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional. Bangunan kayu bergaya Midwest Amerika ini dipasangi jam buatan Howard, dan dikenal sebagai menara jam aktif yang telah terus berdetak selama lebih dari 140 tahun—termasuk yang tertua di Jepang.
A. Tiket masuk: dewasa 350 yen, siswa SMA/mahasiswa 150 yen, dan siswa SMP ke bawah gratis. Jam buka 08:45–17:10 (masuk hingga 17:00). Di lantai 2 ada aula dengan pameran tentang Dr. Clark dan sejarah Sapporo Agricultural College; jika meluangkan sekitar 30 menit untuk melihat lebih teliti, kesan “spot mengecewakan” bisa berubah.
A. Dari pintu keluar selatan JR Sapporo Station sekitar 10 menit berjalan kaki. Jika lewat jalur pejalan bawah tanah (Chikaho), Anda bisa berjalan lebih nyaman tanpa terlalu terpengaruh cuaca; keluar di Exit 9, dan lokasinya tepat di depan. Odori Park dan TV Tower juga masih dalam jarak berjalan kaki, jadi cocok digabung untuk wisata pusat Sapporo.
A. Karena bangunannya berada di pusat kota dan dikelilingi gedung-gedung, sehingga sering terasa lebih kecil dibanding bayangan dari foto. Namun, ketika masuk ke dalam, pameran tentang sejarah pembukaan Hokkaido pada era Meiji cukup lengkap. Banyak yang mengatakan mendengar bunyi lonceng tepat di pergantian jam di aula lantai 2 terasa mengesankan—jadi sayang jika hanya melihat eksterior lalu pulang.
A. Jika memotret dari teras foto di bagian depan (platform foto dua tingkat), gedung sekitar lebih kecil kemungkinannya ikut masuk sehingga hasilnya lebih rapi. Malam hari ada iluminasi, dan pemandangan malam bersalju di musim dingin sering dinilai sangat indah. Iluminasi biasanya dari setelah matahari terbenam hingga sekitar pukul 22.00, dan memotret eksterior bebas meski tanpa masuk.
A. Jika hanya melihat eksterior, sekitar 10–15 menit. Jika termasuk masuk dan melihat pameran, patokannya 30 menit hingga 1 jam. Di aula lantai 2 ada penjelasan tentang mekanisme lonceng; momen lonceng berbunyi tepat pergantian jam cukup menarik. Jika berada di lantai 2 sedikit sebelum tepat jam (menit 00), Anda bisa merasakan bunyinya dari dekat.
A. Dalam radius sekitar 5 menit berjalan kaki, ada banyak tempat populer untuk soup curry dan Sapporo ramen. Jika berjalan ke arah Odori Park, ada juga restoran jingisukan khas Sapporo, jadi tidak sulit mencari opsi makan siang atau malam. Pada musim dingin, banyak wisatawan menggabungkan kunjungan ini dengan lokasi Sapporo Snow Festival di Odori Park.
A. Di dalam gedung ada panel penjelasan berbahasa Inggris, Mandarin, dan Korea, serta audio guide multibahasa. Tempat ini juga populer bagi wisatawan mancanegara; topik tentang Dr. Clark dan sejarah pembukaan Hokkaido menarik bagi pengunjung berbahasa Inggris dan membantu memahami sisi sejarah pertukaran Jepang–AS pada era Meiji.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.