Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Jalan-jalan Jozenji-dori, Sendai: zelkova, patung & sekitar

Jalan-jalan Jozenji-dori, Sendai: zelkova, patung & sekitar
Jelajahi Jozenji-dori di Sendai, dengan pepohonan zelkova dan patung perunggu. Panduan jalur hijau, musim, foto, acara, kereta bawah tanah, dan tempat sekitar.

Ringkasan Cepat

Daya tarik sekilas

Jozenji-dori di Sendai adalah jalan berpepohonan zelkova (keyaki) sepanjang sekitar 700 m yang melambangkan “Kota Pepohonan”, sebuah poros jalan santai di pusat kota tempat Anda dapat berjalan menikmati rimbun pepohonan dan patung-patung perunggu di jalur hijau tengah. Mudah dijangkau dari Stasiun kereta bawah tanah Kotodai-koen, dan Anda juga bisa menikmati wajah deretan pohon yang berubah tiap musim serta pemandangan saat ada acara.

Sorotan jalan berpepohonan

166 pohon zelkova dalam 4 baris, berusia lebih dari 60 tahun, menjulurkan dahannya menaungi jalan. Jalan ini menghubungkan Taman Nishi dan Taman Kotodai, dan suasananya berbeda antara sisi jalan raya dan bagian dalam jalur hijau tengah.

Cara menuju ke sana

Titik awalnya adalah Stasiun Kotodai-koen, dua stasiun dari Stasiun Sendai dengan kereta bawah tanah Jalur Namboku. Begitu naik ke permukaan, Anda langsung sampai di deretan pohon zelkova Jozenji-dori. Dengan bus, halte “Jozenji-dori Shiyakusho-mae” praktis.

Perkiraan waktu berjalan santai

Bagian yang berpepohonan sekitar 700 m sekali jalan. Jika berjalan sambil berhenti menikmati patung dan berteduh di bawah pohon, alokasikan sekitar 20–30 menit.

Pemandangan tiap musim

Pada musim semi ada daun muda dan sinar matahari yang menembus dedaunan, musim panas ada naungan pohon yang rimbun, musim gugur ada daun yang berubah warna kontras dengan permukaan jalan, musim dingin ada garis dahan dan iluminasi.

Menikmati patung

Di jalur hijau tengah terdapat sekelompok karya dari proyek “pembangunan kota dengan patung”: “Kenangan Musim Panas” (Greco), “Wanita Mandi” (Crocetti), “Odysseus” (Manzu).

Hal yang perlu diperhatikan saat berjalan dan memotret

Karena bersebelahan dengan jalan permukiman, jangan menghalangi jalur, jangan menyentuh patung, dan jaga jarak. Pada hari ada acara, lalu lintas dan cara menonton berubah, ikutilah arahan petugas.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Miyagi

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Apa Itu Jozenji-dori? Jalan Berpohon Zelkova yang Menjadi Ikon Sendai

Daya tarik Jozenji-dori (Jōzenji-dōri) bukan sekadar banyaknya pohon, melainkan bagaimana jalan, pepohonan, seni, dan budaya warga terasa menyatu menjadi satu lanskap kota yang berkesinambungan.

Pohon zelkova (keyaki) berjajar seolah menghubungkan Taman Nishi (Nishi Park) dan Taman Kōtōdai (Kōtōdai Park), dan saat berjalan di jalur hijau tengah, meski berada di pusat kota yang ramai kendaraan, kamu bisa merasa seakan masuk ke dalam rimbunan pohon.

Ruas jalan berpohon ini sepanjang sekitar 700 meter, membentang dari Kokubuncho 3-chome hingga Kasugamachi di Distrik Aoba.

Lanskap kota Sendai yang benar-benar mencerminkan "Kota Pepohonan" (Mori no Miyako)

Sendai dijuluki "Kota Pepohonan" (Mori no Miyako), dan pepohonan di dalam kota membentuk kesan kota ini.

Pohon zelkova di Jozenji-dori tersusun dalam 4 baris berjumlah 166 pohon, dengan pohon besar berusia lebih dari 60 tahun yang menjulurkan dahannya menaungi jalan.

Dahan zelkova menaungi celah di antara bangunan, dan seluruh jalan berubah suasananya menurut warna daun serta cara cahaya masuk.

Jika kamu berhenti dan mendongak, kamu akan menyadari perbedaan antara pemandangan dari tepi jalan dan pemandangan dari dalam jalur hijau tengah.

Poros jalan santai sepanjang sekitar 700 m yang menghubungkan Taman Nishi dan Taman Kōtōdai

Pohon zelkova di Jozenji-dori membentang seolah menghubungkan Taman Nishi dan Taman Kōtōdai.

Berjalan menyusuri jalan ini memudahkanmu memahami letak taman, fasilitas budaya, dan arah kawasan pertokoan.

Jaraknya sekitar 700 meter sekali jalan, dan jika berjalan sambil berhenti di patung-patung serta di bawah naungan pohon, sekitar 20–30 menit bisa dijadikan patokan.

Alih-alih menjejalkan jadwal, menyisakan ruang untuk berhenti di patung yang menarik perhatian atau di bawah naungan pohon akan menjadikannya cara menikmati yang khas jalan ini.

Ruang publik yang juga menjadi panggung berbagai acara

Jozenji-dori juga dikenal sebagai panggung untuk merasakan budaya warga, mulai dari perayaan musiman hingga acara musik.

Setiap tahun pada bulan September digelar "Jozenji Streetjazz Festival", dan pada musim dingin ada "SENDAI Pageant of Starlight", yang menjadikan jalan ini panggung yang semarak.

Pada hari jalan-jalan biasa dan hari penyelenggaraan acara, arus lalu-lalang dan suasananya bisa sangat berbeda.

Jika berkunjung untuk suatu acara, periksa tanggal, area lokasi, pembatasan lalu lintas, dan cara menonton melalui informasi resmi dari penyelenggara atau pemerintah setempat.

Cara Menuju Jozenji-dori dan dari Mana Mulai Berjalan

Jika ini kunjungan pertamamu, menjadikan Stasiun Kōtōdai-kōen (Kōtōdai-kōen Station) di jalur kereta bawah tanah Namboku Sendai (Sendai Subway Namboku Line) sebagai titik awal memudahkanmu masuk ke jalan berpohon zelkova.

Stasiun Kōtōdai-kōen berjarak 2 stasiun dari Stasiun Sendai (Sendai Station), dan begitu keluar dari stasiun kamu langsung bisa mencapai pohon zelkova Jozenji-dori.

Karena Jozenji-dori bukan satu fasilitas tunggal, alih-alih mencari pintu masuk, lebih mudah memeriksa lokasimu saat ini dan arah yang ingin dituju di peta sebelum mulai berjalan.

Naik ke Permukaan dari Stasiun Kereta Bawah Tanah Kōtōdai-kōen

Begitu keluar dari Stasiun Kōtōdai-kōen di jalur Namboku, kamu langsung bisa mencapai Jozenji-dori.

Setelah naik ke permukaan, periksa dahulu letak pohon zelkova dan jalur hijau tengah, lalu berpindahlah dengan aman menggunakan penyeberangan pejalan kaki.

Jika menggunakan bus, halte "Jozenji-dori Shiyakusho-mae" (depan Balai Kota) cukup praktis.

Pintu keluar stasiun dan alur pejalan kaki di sekitarnya bisa berubah karena konstruksi atau acara, jadi utamakan papan petunjuk di lokasi.

Tentukan Mau Berjalan ke Timur atau ke Barat

Menentukan arah sesuai rencana di taman atau di pusat kota memungkinkanmu berjalan santai tanpa bolak-balik di jalan yang sama.

Menuju arah Taman Nishi memudahkanmu merasakan kesinambungan pepohonan, sedangkan dari sisi Taman Kōtōdai mudah berpindah ke kawasan pusat kota.

Saat menyeberang jalan di tengah perjalanan, patuhi lampu lalu lintas dan petunjuk di lokasi, serta jangan mendekat ke badan jalan sambil memotret.

Menikmati Pohon Zelkova Jozenji-dori Menurut Musim

Karena zelkova berubah warna daun, kepekatan naungan, dan tampilan dahannya menurut musim, kesannya pun tidak tetap meski di tempat yang sama.

Mengetahui perbedaan tiap musim memudahkanmu memilih latar foto dan tempat untuk berhenti.

Perubahan lanskapnya secara ringkas adalah sebagai berikut.

Musim Tampilannya Hal yang diperhatikan
Musim semi Daun muda merekah Cahaya cerah yang menembus dedaunan
Musim panas Hijau kian pekat Naungan yang pekat
Musim gugur Daun berubah warna Kontras dengan permukaan jalan
Musim dingin Dahan tampak menonjol Siluet patung

Di Musim Semi, Nikmati Daun Muda dan Cahaya Lembut

Pada musim semi, daun yang bertunas membuat deretan pohon tampak cerah, dan cahaya yang masuk dari sela dahan pun terasa ringan.

Alih-alih memandang pohon satu per satu, menatap batang dan daun muda yang bertumpuk ke arah ujung jalan lebih menyampaikan kesinambungan deretan pohon.

Di Musim Panas, Resapi Kedalaman Naungan Pohon

Pada musim panas, dedaunan bertumpuk sehingga tercipta bayangan yang dalam di bagian dalam jalur hijau tengah.

Bahkan pada hari yang terik, menyadari perbedaan antara naungan pohon dan sisi jalan yang terang memudahkanmu menangkap ciri Jozenji-dori, tempat kota dan alam berdampingan.

Di Musim Gugur, Ikuti Perubahan Warna dengan Santai

Pada musim gugur, tiap pohon berubah warna dengan cara berbeda, sehingga seluruh jalan tidak selalu berwarna sama pada saat bersamaan.

Pada musim daun gugur (kōyō), memandang bersamaan daun-daun yang jatuh di kakimu, warna batang, dan deretan pohon yang membentang ke kejauhan membuatmu bisa merasakan pergantian musim secara lebih nyata.

Di Musim Dingin, Pikirkan Dahan dan Lampu Hias secara Terpisah

Pada masa daun sedikit, bentuk dahan dan siluet patung mudah terlihat, memberi kesan tenang yang berbeda dari musim lain.

Pada musim dingin, "SENDAI Pageant of Starlight" menghiasi pohon zelkova dengan lampu, dan isi acara serta periodenya berbeda pada tiap penyelenggaraan.

Jangan menilai hanya dari namanya; periksa informasi acara dan petunjuk transportasi sebelum berkunjung.

Mengagumi Patung-Patung Perunggu di Jalur Hijau Tengah

Di sepanjang jalur hijau tengah, patung-patung perunggu ditempatkan agar selaras dengan pohon zelkova, sehingga berjalan santai terasa seperti mengunjungi galeri terbuka.

Karya-karya ini merupakan rangkaian karya yang dipasang melalui program "Membangun Kota dengan Patung" yang dimulai Kota Sendai pada tahun 1977.

Alih-alih hanya melihat karya dari depan, memandang juga hubungannya dengan pepohonan, jalan, dan bangunan di sekitarnya memudahkanmu membayangkan maksud dari lokasi pemasangannya.

Karya-karya representatif di jalur hijau tengah Jozenji-dori beserta penciptanya adalah sebagai berikut.

Karya Pencipta Sudut pandang saat mengamati
Kenangan Musim Panas (Natsu no Omoide) Greco Sikap tubuh dan gerak tangan
Perempuan yang Mandi (Suiyoku no Onna) Crocetti Lekuk tubuh manusia
Odysseus Manzù Kesan massa dan kontur

Mengamati Patung dengan Petunjuk Nama Karya dan Penciptanya

"Kenangan Musim Panas" adalah karya Emilio Greco, "Perempuan yang Mandi" karya Venanzo Crocetti, dan "Odysseus" karya Giacomo Manzù, semuanya karya para pematung Italia.

Ketiga patung ini juga diperkenalkan sebagai spot foto yang selaras dengan jalan berpohon zelkova.

Bahkan wisatawan yang mengetahui namanya dalam bahasa asing, jika juga mencatat judul karyanya dalam bahasa Jepang, akan lebih mudah mencocokkannya dengan papan petunjuk di lokasi dan informasi wisata.

Tanpa menyentuh karya atau menaiki alasnya, bandingkan tampilan bentuknya dengan sedikit mengubah jarakmu.

Melihat Pohon Zelkova dan Patung sebagai Satu Lanskap

Pada hari cerah, cahaya yang menembus dedaunan jatuh ke permukaan patung; pada hari mendung, kontur dan kesan bahannya tampak lebih tenang.

Mengamati dari depan, dari sisi serong, dan dari posisi yang sedikit lebih jauh memperlihatkan perbedaan antara sudut saat patung membaur dengan pepohonan di belakangnya dan sudut saat bangunan kota tampak menonjol.

Bahkan saat mengagumi karya, jangan menghalangi ruang lalu-lalang; sisakan lebar yang cukup agar pejalan kaki lain bisa lewat.

Fotografi dan Etika Berjalan Santai|Menyusuri Ruang Publik dengan Nyaman

Karena Jozenji-dori adalah tempat jalan sehari-hari berdampingan dengan ruang jalan santai, perlu kehati-hatian agar tidak menghentikan pergerakan orang di sekitar demi memotret.

Menentukan komposisi dalam waktu singkat dan mengutamakan arus pejalan kaki, sepeda, dan kendaraan memungkinkanmu menikmati lanskap sekaligus menjaga keselamatan.

Perilaku saat memotret secara ringkas adalah sebagai berikut.

Situasi Perilaku yang dianjurkan Perilaku yang dihindari
Jalur hijau tengah Berhenti di sisi tepi Menghalangi jalan
Titik penyeberangan Mematuhi lampu lalu lintas Berhenti di badan jalan
Sekitar patung Menjaga jarak Menyentuh karya
Saat acara Mengikuti arahan petugas Masuk ke area terbatas

Periksa Keselamatan Lalu Lintas Sebelum Memotret Orang

Saat memotret orang, periksa juga apakah ada orang atau kendaraan di arah tempat pemotret melangkah mundur.

Alih-alih memaksakan komposisi berdiri di tengah deretan pohon, memanfaatkan kedalaman dari tepi trotoar atau jalur hijau lebih kecil kemungkinannya mengganggu lalu lintas.

Ubah Sudut Tanpa Menyentuh Patung

Di dekat karya, jangan bersandar pada alas atau patung; ubahlah posisi berdirimu sendiri untuk memotret.

Alih-alih memindahkan daun gugur atau tanaman untuk merapikan bingkai, memotret kondisi musim itu apa adanya menjadikannya rekaman yang lebih khas lokasi tersebut.

Bedakan Hari Acara dari Hari Berjalan Santai Biasa

Pada hari yang ada acara musik atau pertunjukan cahaya, area menonton dan cara lalu-lalang bisa berbeda dari biasanya.

Saat ramai, hindari peralatan yang memakan tempat seperti tripod, dan utamakan aturan pemotretan, pembatasan akses, dan arahan staf yang ditetapkan penyelenggara.

Rangkuman|Menyentuh Kehijauan Kota dan Budaya Khas Sendai di Jozenji-dori

Jozenji-dori adalah kawasan jalan santai di pusat Sendai tempat berpadunya 4 baris 166 pohon zelkova, jalur hijau tengah, patung-patung perunggu, dan acara budaya musiman.

Mulailah berjalan dari stasiun kereta bawah tanah Kōtōdai-kōen dan amati ekspresi pepohonan serta ketiga patung dengan ritmemu sendiri; bahkan dalam perjalanan singkat pun kamu bisa merasakan lanskap kota "Kota Pepohonan".

Saat ada acara, periksa arahan penyelenggara, dan berhati-hatilah memotret tanpa menghalangi lalu lintas serta bertindak sesuai papan petunjuk di lokasi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Jozenji-dori adalah jalan sepanjang sekitar 700 meter yang ditumbuhi deretan pohon zelkova di Distrik Aoba, Sendai, dan menjadi jalur berjalan santai yang menghubungkan Taman Nishi dengan Taman Kotodai. Jalan ini dikenal sebagai pemandangan yang melambangkan “kota pepohonan”, dan saat berjalan di sisi dalam promenade hijau tengah, Anda bisa merasakan dikelilingi rimbunnya pepohonan meski berada di tengah pusat kota yang dilalui kendaraan. Ini bukan satu fasilitas tunggal, melainkan tempat langka yang daya tariknya adalah jalan itu sendiri.
A. Pohon zelkova di Jozenji-dori terdiri atas 166 pohon yang berjajar dalam 4 baris, dengan pohon-pohon besar berusia lebih dari 60 tahun yang merentangkan dahannya menaungi jalan. Karena cara dahan saling bertumpang tindih terlihat sangat berbeda saat dipandang dari tepi jalan dibandingkan saat menengadah dari sisi dalam promenade hijau tengah, berhenti sejenak dari kedua sudut pandang akan lebih menonjolkan kesan dimensi barisan pohon itu.
A. Naik jalur Namboku kereta bawah tanah Sendai dua stasiun hingga Stasiun Kotodai-koen; keluar dari Pintu Selatan 1 atau Pintu Taman 1 langsung sampai di Jozenji-dori. Dengan bus, Anda bisa memakai halte “Jozenji-dori Shiyakusho-mae”. Karena Pintu Selatan 3 berada di sisi jalan Higashi-nibancho, bila menuju barisan pohon zelkova dapat mengurangi risiko tersesat dengan mengikuti arah yang bertanda “定禅寺通” (Jozenji-dori) pada papan petunjuk pintu keluar.
A. Jaraknya sekitar 700 meter sekali jalan, dan bila berjalan sambil berhenti di patung-patung serta berteduh, perkiraannya sekitar 20 hingga 30 menit. Menuju sisi Taman Nishi menyambungkan Anda ke hamparan hijau yang berkelanjutan, sedangkan keluar ke sisi Taman Kotodai menghubungkan ke pusat kota, sehingga menentukan arah sesuai tujuan, alih-alih berjalan bolak-balik di jalur yang sama, membuat penjelajahan lebih efisien.
A. Di sepanjang promenade tengah berjajar tiga patung perunggu karya pematung Italia: “Kenangan Musim Panas” (Emilio Greco), “Wanita yang Sedang Mandi” (Venanzo Crocetti), dan “Odysseus” (Giacomo Manzu). Bila dinikmati sambil memahami sejarah program “penataan kota dengan patung” yang dimulai Kota Sendai pada tahun anggaran 1977, jalan ini terasa seperti museum seni terbuka.
A. Jozenji-dori berganti suasana di tiap musim, menghadirkan daun muda di musim semi, naungan pepohonan di musim panas, dedaunan merah di musim gugur, serta ranting dan hiasan lampu di musim dingin. Di musim panas promenade tengah banyak menyediakan tempat teduh, sementara di musim dingin angin lebih mudah berembus, jadi siapkanlah minuman atau pakaian hangat sesuai musim. Cara barisan pohon yang tidak berubah warna serentak menjadi satu warna pun merupakan daya tarik khas jalan ini.
A. SENDAI Hikari no Pageant biasanya diselenggarakan pada musim dingin, tetapi tanggal pelaksanaan, jam penyalaan lampu, ruas area, dan jumlah LED berubah pada setiap penyelenggaraan. Di Jozenji-dori dapat terjadi keramaian dan pembatasan lalu lintas, dan area yang bisa dilalui pejalan kaki kadang berbeda dari saat berjalan santai biasa. Memahami cakupan lokasi acara melalui informasi tahun penyelenggaraan dan memadukan transportasi umum seperti kereta bawah tanah akan memudahkan perjalanan.
A. Festival Jazz Jalanan Jozenji adalah acara musik yang biasanya diadakan pada bulan September. Berbagai lokasi di pusat Sendai, seperti Jozenji-dori dan Taman Kotodai, menjadi panggung, dan beragam musisi turut tampil. Karena arus orang dan pembatasan lalu lintas berbeda dari hari berjalan santai biasa, menentukan lebih dahulu cakupan lokasi acara dan rute perjalanan akan memudahkan berkeliling saat Anda datang untuk menonton pertunjukan.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.