Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kuil Shirahige: torii di Danau Biwa & tips ziarah aman

Kuil Shirahige: torii di Danau Biwa & tips ziarah aman
Kuil Shirahige di Takashima, Shiga terkenal dengan torii merah di Danau Biwa. Foto aman tanpa menyeberang Jalan 161 dan akses dari Stasiun Omi-Takashima.

Ringkasan Cepat

Tentang Kuil Shirahige

Kuil Shirahige di Kota Takashima, Prefektur Shiga, terkenal dengan gerbang torii besar berwarna merah vermilion yang berdiri di dalam air Danau Biwa; konon merupakan kuil besar tertua di Ōmi, memuja Sarutahiko-no-Mikoto sang dewa penuntun, dan dianggap sebagai kuil induk dari seluruh Kuil Shirahige di Jepang.

Torii di tengah danau dan “Itsukushima-nya Ōmi”

Gerbang torii besar berwarna merah vermilion ini berdiri di sisi danau, di seberang jalan nasional, dan juga dijuluki “Itsukushima-nya Ōmi”; tampilannya yang seolah menyatu dengan danau berubah-ubah menurut ketinggian air, cuaca, dan arah cahaya.

Bangunan utama yang dibangun Toyotomi Hideyori

Bangunan utama (honden) di sisi gunung dari jalan nasional konon dibangun pada tahun Keichō ke-8 atas wasiat Toyotomi Hideyoshi oleh Toyotomi Hideyori dengan Katagiri Katsumoto sebagai pengawas pembangunan; bangunan utama berdenah persegi ini tersambung dengan balai pemujaan (haiden) yang dibangun kemudian.

Memotret dari dek Aiko Shirahigedai

Jangan menyeberangi Jalan Nasional 161 ke sisi torii besar karena berbahaya; potretlah danau dan torii dari dek pandang “Aiko Shirahigedai” di depan kantor kuil tanpa menyeberang jalan.

Daya tarik di dalam kompleks

Di dalam kompleks terdapat prasasti puisi Yosano Tekkan dan Akiko, serta dipuja Jurōjin dari Tujuh Dewa Keberuntungan Nishi-Ōmi yang didoakan untuk umur panjang; sebaiknya bersembahyang di haiden dan honden dahulu, lalu menuju dek pandang dan prasasti puisi.

Naruko-mairi dan Festival Besar Tahunan

Naruko-mairi, ritual Shinto khas Kuil Shirahige, adalah upacara pemberian nama kepada anak berusia dua tahun menurut hitungan usia tradisional sekaligus doa untuk pertumbuhannya; pada hari festival besar tahunan (reitaisai) saat ritual ini digelar, pengaturan tempat parkir dan jalan sekitar dapat berubah.

Cara menuju ke sana

Sekitar 3 km dari Stasiun Ōmi-Takashima jalur JR Kosei, sekitar 40 menit berjalan kaki atau sekitar 5 menit dengan taksi; dengan taksi berbagi berbasis reservasi jalur Ukawa milik Kota Takashima, turunlah di “Shirahige-jinja-mae”, dan dengan mobil gunakan Jalan Nasional 161.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Shiga

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Kuil Shirahige di Kota Takashima, Prefektur Shiga, dikenal dengan torii besar berwarna merah terang yang berdiri di perairan Danau Biwa.

Jalan nasional memisahkan torii besar di sisi danau dari bangunan kuil di sisi gunung, sehingga Anda dapat merasakan pemandangan danau dan kepercayaan kuil tua ini secara bersamaan.

Penting untuk tidak datang hanya demi berfoto, tetapi juga mengenal dewa yang dipuja, Sarutahiko no Mikoto, sejarah bangunan utama, serta festival yang diwariskan di daerah ini, lalu berziarah dan mengambil foto dari tempat yang aman.

Tentang Kuil Shirahige|Kuil Besar Tertua di Ōmi yang Memuja Sarutahiko no Mikoto

Kuil Shirahige akrab disebut “Shirahige-san” dan “Myōjin-san”, serta juga dikatakan sebagai kuil utama bagi seluruh Kuil Shirahige di Jepang.

Pusat kuil ini bukan hanya pemandangan torii besar di danau, melainkan juga kepercayaan kepada dewa yang menuntun jalan manusia.

Sarutahiko no Mikoto, Dewa Penuntun yang Dipuja

Dewa yang dipuja adalah Sarutahiko no Mikoto, yang dipercaya oleh orang-orang yang memohon umur panjang, jodoh, keturunan, keberuntungan dan kebahagiaan, keberhasilan belajar, keselamatan lalu lintas, serta keselamatan pelayaran.

Sarutahiko no Mikoto dikenal sebagai “dewa penuntun” yang menunjukkan arah untuk melangkah, dan juga berkaitan dengan ziarah untuk memohon perlindungan pada persimpangan hidup serta keselamatan perjalanan.

Berdoa untuk keselamatan lalu lintas dan pelayaran di tepi Danau Biwa, yang memiliki sejarah transportasi danau, juga merupakan sudut pandang ziarah yang khas di Kuil Shirahige.

Pemandangan yang Juga Disebut “Itsukushima dari Ōmi”

Karena torii besar berdiri di danau, Kuil Shirahige juga disebut “Itsukushima dari Ōmi”.

Penampilan torii berubah mengikuti ketinggian air, cuaca, dan arah cahaya; bukan hanya saat cerah, hari berawan atau berkabut pun memperlihatkan wajah yang menyatu dengan danau.

Penting untuk menerima perubahan pemandangan akibat kondisi alam dan tidak berpindah ke tempat berbahaya hanya demi meniru foto yang sama.

Melihat Bangunan Kuil dan Danau sebagai Satu Kesatuan

Torii besar berada di sisi danau, sedangkan aula pemujaan dan bangunan utama berada di sisi gunung di seberang jalan nasional.

Jika Anda terlebih dahulu berziarah ke bangunan kuil lalu melihat torii dari dek observasi di depan kantor kuil, kepercayaan dan pemandangannya dapat dipahami sebagai satu rangkaian.

Jangan lupa bahwa menyeberangi jalan untuk mendekati torii bukan bagian dari ziarah, melainkan tindakan berbahaya.

Sejarah Kuil Shirahige|Bangunan Utama yang Didirikan Toyotomi Hideyori

Kuil Shirahige memiliki sejarah panjang, dan bangunan kuil saat ini masih menyimpan jejak kepercayaan yang berlanjut dari abad pertengahan hingga zaman pramodern.

Dengan mengamati bentuk bangunan utama dan aula pemujaan, Anda dapat melihat bagaimana arsitektur dari berbagai masa dihubungkan hingga menjadi wujudnya sekarang.

Kuil Tua yang Konon Memiliki Sejarah Lebih dari 2.000 Tahun

Kuil Shirahige dipercaya memiliki sejarah lebih dari 2.000 tahun sejak didirikan dan merupakan kuil besar tertua di Ōmi.

Alih-alih memandang usia tua semata-mata sebagai panjangnya tahun, maknanya menjadi lebih dalam jika tempat ini dipahami sebagai lokasi orang-orang yang melintasi kawasan barat danau terus berdoa untuk keselamatan dan umur panjang.

Bangunan, monumen batu, dan festival di area kuil menunjukkan bahwa kepercayaan panjang tersebut diwariskan ke kehidupan masyarakat masa kini.

Pembangunan Bangunan Utama Berdasarkan Wasiat Hideyoshi

Bangunan utama saat ini dipercaya didirikan pada tahun ke-8 era Keichō oleh Toyotomi Hideyori berdasarkan wasiat Toyotomi Hideyoshi, dengan Katagiri Katsumoto sebagai bugyō yang mengawasi pembangunan.

Bangunan utama memiliki denah persegi yang jelas; aula pemujaan yang dibangun kembali kemudian tersambung dengannya dan membentuk komposisi atap yang kompleks seperti sekarang.

Jangan hanya melihat dari depan; dalam area yang boleh dimasuki, perhatikan pula lapisan atap serta sambungan antara bangunan utama dan aula pemujaan.

Monumen Puisi Yosano Tekkan dan Akiko

Di area kuil terdapat monumen yang memuat puisi karya Yosano Tekkan dan Yosano Akiko, penyair aliran Myōjō, ketika mereka mengunjungi Kuil Shirahige.

Jangan hanya melihat danau dan torii sebagai spot foto masa kini; Anda juga dapat menikmati tempat ini sebagai lokasi para pelancong dan budayawan masa lalu mengabadikan pemandangan dalam kata-kata.

Di sekitar monumen puisi, bacalah tulisannya dengan tenang dan jangan menghalangi jalur.

Daya Tarik Torii Besar di Danau|Cara Memotret dengan Aman dari Dek Observasi

Torii besar di danau merupakan pemandangan simbolis Kuil Shirahige, tetapi jalan nasional di depan kuil memiliki lalu lintas dan terdapat aturan keselamatan yang jelas untuk mengambil foto.

Hal terpenting adalah tidak menyeberangi jalan nasional demi mendekati torii.

Jangan Menyeberangi Jalan Nasional 161

Jalan Nasional 161 melintas di antara kuil dan danau, dan menyeberanginya sangat berbahaya sehingga jangan dilakukan.

Jangan menyeberang ke sisi torii, mencondongkan tubuh ke jalur kendaraan, atau berhenti di dekat bagian tengah jalan.

Pada sore atau pagi hari pun jangan beranggapan bahwa kendaraan tidak akan datang; patuhi aturan yang sama tanpa memandang waktu.

Melihat Torii dari Aiko Shirahige-dai

Saat memotret torii besar di danau, gunakan dek observasi “Aiko Shirahige-dai” yang disediakan di depan kantor kuil.

Dari dek observasi, Anda dapat melihat danau dan torii tanpa menyeberangi jalan, sehingga keselamatan peziarah dan kendaraan yang melintas dapat sama-sama dijaga.

Saat ramai, bergantianlah menggunakan tempat, jangan melampaui pagar atau menguasai jalur dengan tripod, dan ambil foto dalam waktu singkat.

Menikmati Perubahan Cahaya dan Permukaan Danau

Kesan torii berubah mengikuti cahaya miring pagi dan sore, langit biru, cuaca mendung, serta kondisi ombak.

Saat menunggu momen dengan kondisi yang baik pun, tetaplah berada dalam area aman di dek observasi dan kompleks kuil serta jangan berpindah ke jalan raya.

Jika memasukkan bukan hanya pantulan permukaan danau, tetapi juga bangunan kuil di sisi gunung, pepohonan sekitar, dan posisi torii, Anda dapat mengabadikan keseluruhan pemandangan Kuil Shirahige.

Daya Tarik Area Kuil|Mengunjungi Bangunan Utama, Jurōjin, dan Monumen Puisi

Selain torii besar di danau, di kompleks kuil Anda juga dapat melihat beragam unsur budaya seperti bangunan kuil, kepercayaan kepada Tujuh Dewa Keberuntungan, dan monumen puisi.

Dalam ziarah singkat sekalipun, menentukan urutan kunjungan membantu Anda memahami latar belakang kuil dan tidak berakhir dengan sekadar mengambil foto.

Berziarah dari Aula Pemujaan Menuju Bangunan Utama

Setelah tiba, periksa tempat penyucian tangan dan petunjuk di area kuil, lalu berdoalah dengan tenang di aula pemujaan.

Bangunan utama terletak di belakang aula pemujaan, jadi jangan memasuki area terlarang demi melihat arsitektur dari dekat; amati atap dan pilarnya dari area yang diizinkan.

Saat festival atau doa berlangsung, batasi percakapan dan suara kamera, serta utamakan kelancaran ritual.

Jurōjin dari Tujuh Dewa Keberuntungan Nishi-Ōmi

Kuil Shirahige memuja Jurōjin, salah satu dari Tujuh Dewa Keberuntungan Nishi-Ōmi.

Kepercayaan Shirahige untuk umur panjang dan kepercayaan kepada Jurōjin bertemu di kompleks kuil, sehingga tempat ini akrab sebagai tujuan berdoa untuk kesehatan dan panjang umur.

Jika bertujuan mengikuti ziarah Tujuh Dewa Keberuntungan, periksa petunjuk mengenai pemberian benda suci dan tata cara ziarah di setiap kuil.

Mengatur Urutan Ziarah dan Pengambilan Foto

Mengelompokkan unsur utama di kompleks kuil berdasarkan fungsinya memudahkan Anda merencanakan cara berjalan.

Tempat Sudut pandang Perhatian
Aula pemujaan dan bangunan utama Dewa penuntun Utamakan ritual
Aiko Shirahige-dai Torii besar di danau Dilarang menyeberangi jalan nasional
Monumen puisi dan Jurōjin Budaya dan umur panjang Biarkan jalur tetap terbuka

Jika Anda menyelesaikan ziarah ke bangunan kuil terlebih dahulu lalu menuju dek observasi, monumen puisi, dan lokasi lain, alur pergerakan orang juga lebih mudah diperhatikan.

Naruko-mairi dan Festival|Mengenal Doa yang Diteruskan di Masyarakat

Kepercayaan Kuil Shirahige diwariskan tidak hanya melalui ziarah para pelancong individu, tetapi juga oleh keluarga setempat dan festival.

Jika berkunjung pada hari acara, periksa petunjuk lalu lintas dan penggunaan kompleks yang berbeda dari hari biasa.

Naruko-mairi untuk Mendoakan Pertumbuhan Anak

Naruko-mairi adalah ritual pemberian nama kepada anak berusia 2 tahun menurut hitungan usia tradisional dan mendoakan pertumbuhannya dengan selamat.

Ini merupakan salah satu acara utama Kuil Shirahige dan mewariskan budaya setempat ketika keluarga memohon kepada dewa agar anak mereka tumbuh dengan baik.

Jika menyaksikan sebagai peziarah, berhati-hatilah agar tidak mengganggu jalur atau pengambilan foto keluarga yang sedang menerima doa.

Periksa Petunjuk Lalu Lintas pada Hari Festival Tahunan Utama

Festival tahunan utama yang menyelenggarakan Naruko-mairi didatangi banyak peziarah, sehingga pengoperasian tempat parkir dan jalan sekitar dapat berubah.

Pada hari acara mungkin tersedia petunjuk tentang tempat parkir sementara dan transportasi umum, jadi periksa informasi hari itu dari kuil dan asosiasi pariwisata.

Parkir di jalan mengganggu lalu lintas dan kehidupan masyarakat, jadi gunakan hanya tempat yang ditentukan.

Cara Menuju Kuil Shirahige|Berangkat dari Stasiun Ōmi-Takashima

Kuil Shirahige berjarak sekitar 3 kilometer dari Stasiun Ōmi-Takashima di Jalur JR Kosei.

Anda perlu memilih antara berjalan kaki, taksi, atau taksi bersama dengan reservasi sambil mempertimbangkan juga sarana untuk pulang.

Berjalan Kaki atau Naik Taksi dari Stasiun Ōmi-Takashima

Dari Stasiun Ōmi-Takashima diperlukan sekitar 40 menit dengan berjalan kaki dan sekitar 5 menit dengan taksi.

Jika berjalan kaki, pertimbangkan tenaga dan cuaca untuk perjalanan pulang, bukan hanya berangkat, serta periksa trotoar dan rute yang aman.

Jangan memaksakan diri pada malam hari atau saat cuaca buruk; jika mempertimbangkan taksi, pastikan kondisi operasinya sebelum tiba di stasiun.

Periksa Taksi Bersama dengan Reservasi

Tersedia pula cara menggunakan Jalur Ukawa dari taksi bersama dengan reservasi Kota Takashima dan turun di “Shirahige Jinja-mae”.

Cara reservasi, hari operasi, dan jadwal dapat berubah, jadi periksa petunjuk transportasi Kota Takashima sebelum menggunakannya.

Pusat informasi wisata di stasiun juga memberikan informasi penyewaan sepeda, tetapi jumlahnya terbatas dan keselamatan saat berkendara di jalan nasional harus sangat diperhatikan.

Dengan Mobil, Ikuti Petunjuk dan Arahan Kuil

Dengan mobil, gunakan Jalan Nasional 161 untuk menuju kuil.

Ketentuan parkir dapat berubah pada hari acara atau saat ramai; utamakan arahan petugas setempat dan petunjuk hari itu, serta jangan berhenti di jalan nasional atau jalan sekitar.

Hindari mengemudi sambil teralihkan oleh torii; pengemudi baru boleh menikmati pemandangan setelah selesai parkir dengan aman.

Rangkuman|Merasakan Pemandangan Danau dan Kepercayaan kepada Dewa Penuntun di Kuil Shirahige

Kuil Shirahige adalah tempat kepercayaan kuil tua yang memuja Sarutahiko no Mikoto berpadu dengan pemandangan torii besar yang berdiri di Danau Biwa.

Dengan mengenal bangunan utama yang didirikan Toyotomi Hideyori, Naruko-mairi, monumen puisi, dan Jurōjin, Anda dapat melihat sejarah dan budaya setempat di luar torii besar di danau.

Jangan menyeberangi jalan nasional; ambil foto dari Aiko Shirahige-dai, periksa transportasi pulang-pergi dari Stasiun Ōmi-Takashima serta petunjuk pada hari acara, dan berziarahlah dengan keselamatan sebagai prioritas utama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Kuil Shirahige adalah kuil tua di Kota Takashima yang terkenal dengan gerbang torii besar berwarna merah terang di perairan Danau Biwa, serta memuja Sarutahiko-no-Mikoto. Sarutahiko-no-Mikoto dianggap sebagai “dewa penuntun” yang menunjukkan jalan ke depan bagi manusia, dan sejak lama dipuja untuk memohon umur panjang, jodoh, serta keselamatan lalu lintas. Dengan memandang gerbang torii di sisi danau bersama bangunan kuil di lereng gunung, pengunjung dapat menikmati pemandangan sekaligus merasakan suasana spiritualnya.
A. Karena gerbang torii besarnya berdiri di danau, Kuil Shirahige juga disebut “Itsukushima dari Omi” dan konon merupakan kuil besar tertua di Omi. Pemandangan torii berubah mengikuti tinggi air, cuaca, dan arah cahaya, sehingga tampak menyatu dengan danau baik saat cerah, mendung, maupun berkabut. Jangan berpindah ke tempat berbahaya hanya untuk meniru komposisi foto tertentu; nikmati pemandangan hari itu dari lokasi yang aman.
A. Bangunan utama (honden) yang sekarang konon dibangun pada tahun 1603 (tahun ke-8 era Keicho) oleh Toyotomi Hideyori, dengan Katagiri Katsumoto sebagai bugyo (penanggung jawab yang mengepalai pembangunan). Ini dilakukan mengikuti wasiat Toyotomi Hideyoshi, dan bugyo adalah pejabat yang mengawasi pekerjaan tersebut. Bangunan utama memiliki denah persegi dan terhubung dengan "haiden", bangunan untuk beribadah yang dibangun ulang pada era Meiji, sehingga membentuk struktur atap yang rumit.
A. Naruko-mairi adalah ritual Shinto untuk memberikan nama panggilan kepada anak berusia 2 tahun menurut hitungan tradisional di hadapan dewa, sekaligus mendoakan pertumbuhannya agar sehat dan selamat. Dalam hitungan usia tradisional, anak dianggap berusia 1 tahun sejak tahun kelahirannya; ritual ini diadakan setiap tahun pada festival besar musim gugur tanggal 5 dan 6 September. Saat menyaksikannya, tetaplah tenang dan jangan menghalangi jalan atau sesi foto keluarga yang sedang menerima doa.
A. Cara paling aman memandang gerbang torii besar di tengah danau Kuil Shirahige adalah dari dek pandang "Aiko Shirahige-dai" di depan kantor kuil, tanpa menyeberangi jalan nasional. Di antara kuil dan danau membentang Jalan Nasional Rute 161, dan menyeberang sangat berbahaya sehingga jangan pernah dilakukan. Di dek pandang, saling bergantian dan berbagi tempat; prinsip dasarnya adalah memotret dalam waktu singkat tanpa memanjat pagar atau menghalangi jalur dengan tripod.
A. Menyeberangi Jalan Nasional Rute 161 yang membentang di antara kuil dan gerbang torii besar sangat berbahaya, sehingga tidak boleh dilakukan. Menyeberang ke sisi torii, menjulurkan badan ke jalan raya, atau berhenti di tengah jalan dapat menyebabkan kecelakaan. Kendaraan tetap dapat melintas pada sore maupun pagi buta, jadi pandanglah torii dari tempat aman seperti Aiko Shirahige-dai kapan pun Anda berkunjung.
A. Kuil Shirahige berjarak sekitar 3 kilometer dari Stasiun Omi-Takashima di jalur JR Kosei, sekitar 40 menit berjalan kaki, atau bisa juga naik taksi. Pilihan lain adalah taksi berbagi dengan reservasi jalur Ukawa milik Kota Takashima menuju halte "Shirahige-jinja-mae" (depan Kuil Shirahige). Pusat informasi wisata di stasiun juga menyediakan penyewaan sepeda, tetapi perhatikan keselamatan saat melaju di jalan nasional, dan akan lebih tenang bila menentukan lebih dulu moda transportasi untuk pulang.
A. Kuil Shirahige memiliki tempat parkir untuk sekitar 50 mobil, tetapi pengaturannya dapat berubah pada hari acara atau saat ramai. Gunakan Jalan Nasional Rute 161 dan jangan kehilangan konsentrasi karena melihat gerbang torii; hindari pula berhenti di jalan nasional maupun jalan sekitarnya. Parkirlah sesuai arahan petugas atau petunjuk yang berlaku hari itu, lalu nikmati pemandangan dari dek pandang atau area kuil.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Kumpulan Rute Rekomendasi

Rute yang menampilkan artikel ini

Kumpulan Artikel Rekomendasi

Artikel rangkuman yang menampilkan artikel ini

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.