Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Panduan Pulau Okishima, Danau Biwa | Desa Nelayan Tenang

Panduan Pulau Okishima, Danau Biwa | Desa Nelayan Tenang
Okishima adalah pulau terbesar di Danau Biwa, Shiga, tempat budaya nelayan tetap hidup. Naik kapal dari Pelabuhan Horikiri; cek jadwal, tarif, dan parkir.

Ringkasan Cepat

Tentang Pulau Okishima

Okishima di Kota Omihachiman, Prefektur Shiga, adalah pulau terbesar di Danau Biwa dan disebut sebagai satu-satunya pulau berpenghuni di Jepang yang berada di danau air tawar, tempat cara hidup berbasis perikanan dan transportasi perahu masih berlanjut hingga kini.

Menyeberang ke pulau dengan perahu Okishima Tsusen

Pulau ini tidak memiliki jembatan; penyeberangan dilakukan dari Pelabuhan Horikiri di seberang dengan perahu Okishima Tsusen yang dikelola asosiasi warga, sekitar 10 menit sekali jalan dengan tarif dewasa 500 yen, dan merupakan jalur pelayaran sehari-hari yang juga digunakan untuk bekerja dan bersekolah.

Fasilitas dan jadwal perahu

Perahu berkapasitas 50 orang dan dilengkapi fasilitas bebas hambatan serta AC, tetapi tidak ada toilet di dalam perahu maupun di Pelabuhan Horikiri; ada beberapa keberangkatan dari pagi hingga malam, meski sebagian keberangkatan dini hari tidak beroperasi pada hari Minggu dan hari libur nasional.

Perikanan dan budaya ikan danau

Banyak warga terlibat dalam perikanan, dan metode menangkap ikan Danau Biwa seperti ayu, wakasagi, udang sujiebi, nigorobuna, dan trout Biwa diwariskan turun-temurun; perahu dan alat tangkap di pelabuhan adalah peralatan kerja, jadi amatilah dari kejauhan.

Daya tarik kuil Buddha dan kuil Shinto

Kuil Okutsushima yang dipuja terkait keselamatan pelayaran, serta Kuil Saifukuji yang mewariskan kaitannya dengan Biksu Rennyo yang berlindung dari badai dan menyimpan “Kohan no Myogo” serta “Shoshinge” sebagai pusaka kuil, menyampaikan kepercayaan pulau ini.

Museum Okishima dan etika berjalan-jalan

Museum Okishima memamerkan alat tangkap dan kehidupan era Showa, tetapi kunjungan perlu memastikan hari buka dan syarat reservasi; gang-gang sempit di pulau adalah jalan permukiman, jadi jangan masuk ke lahan pribadi dan bawa kembali sampah Anda.

Akses ke Pelabuhan Horikiri

Untuk menuju Pelabuhan Horikiri, naik bus Ohmi Railway jurusan Kyukamura dari pintu utara Stasiun JR Omi-Hachiman dan turun di Pelabuhan Horikiri setelah sekitar 35 menit; dengan mobil, gunakan tempat parkir khusus pengunjung dekat pelabuhan, dan karena jumlah keberangkatan sedikit, rencanakan perjalanan pergi dan pulang sebagai satu kesatuan.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Shiga

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Okinoshima di Kota Ōmihachiman, Prefektur Shiga, merupakan pulau terbesar di Danau Biwa sekaligus pulau berpenghuni yang kehidupan warganya masih berlanjut hingga kini.

Tidak ada jembatan yang menghubungkan pulau ini; pengunjung perlu naik kapal Okinoshima Tsūsen dari Pelabuhan Horikiri di seberang.

Di pulau ini terdapat pelabuhan nelayan, rumah-rumah, sekolah, kuil dan wihara, serta gang-gang sempit. Kawasan ini bukan permukiman yang dibangun sebagai fasilitas wisata, melainkan tempat untuk merasakan langsung kehidupan sehari-hari yang berdampingan dengan Danau Biwa.

Apa itu Okinoshima? Pulau berpenghuni dengan kehidupan sehari-hari di Danau Biwa

Daya tarik Okinoshima bukan hanya pemandangan danau, melainkan juga cara hidup yang bertumpu pada perikanan dan transportasi kapal yang masih berlangsung sampai sekarang.

Pengunjung perlu menyadari bahwa mereka memasuki ruang hidup warga pulau dan berjalan dengan tenang.

Pulau terbesar di Danau Biwa

Okinoshima terletak di lepas pantai Kota Ōmihachiman dan merupakan pulau terbesar di Danau Biwa.

Tempat ini disebut sebagai satu-satunya pulau di danau air tawar di Jepang yang masih dihuni, dan juga sangat langka di dunia.

Jangan hanya memperhatikan ukuran pulau; amati pula budaya hidup yang menyatukan transportasi danau, perikanan, dan komunitas.

Kapal menunjang perjalanan kerja dan sekolah

Kapal merupakan sarana yang menghubungkan pulau dengan daratan. Okinoshima Tsūsen bukan kapal wisata, melainkan jalur transportasi sehari-hari yang juga digunakan warga untuk bekerja dan bersekolah.

Saat naik kapal, dahulukan mobilitas warga dan jangan memenuhi lorong atau tempat duduk dengan bagasi besar.

Kondisi layanan dapat berubah akibat cuaca buruk dan faktor lain, jadi periksa informasi operasional pada hari kunjungan.

Perikanan dan budaya ikan danau

Banyak warga Okinoshima bekerja sebagai nelayan, dan beragam metode penangkapan spesies Danau Biwa seperti ayu, wakasagi, suji-ebi, nigorobuna, dan biwamasu masih diwariskan.

Kapal nelayan dan alat tangkap yang berjajar di pelabuhan bukan benda pajangan untuk berfoto, melainkan peralatan kerja yang berharga.

Jangan memasuki area kerja atau menyentuh jaring dan kapal; amati kehidupan pulau dengan tenang dari kejauhan.

Cara naik Okinoshima Tsūsen | Perjalanan sekitar 10 menit dari Pelabuhan Horikiri

Cara umum menuju Okinoshima adalah naik Okinoshima Tsūsen yang dikelola perkumpulan warga dari Pelabuhan Horikiri.

Karena jumlah pelayaran terbatas, sebelum menuju pulau tentukan bukan hanya kapal keberangkatan, tetapi juga kapal untuk pulang.

Kapal reguler dari Pelabuhan Horikiri

Perjalanan satu arah dari Pelabuhan Horikiri ke Okinoshima memakan waktu sekitar 10 menit, dengan tarif dewasa 500 yen.

Kapal berkapasitas 50 orang serta dilengkapi fasilitas aksesibilitas dan pendingin udara, tetapi tidak tersedia toilet baik di kapal maupun di Pelabuhan Horikiri.

Ikuti petunjuk di lokasi mengenai cara pembayaran dan tempat naik kapal, lalu datanglah ke pelabuhan lebih awal, bukan tepat sebelum keberangkatan.

Periksa jadwal pergi dan pulang

Ada beberapa pelayaran dari pagi hingga malam, tetapi sebagian pelayaran pagi tidak beroperasi pada hari Minggu dan hari libur nasional.

Jarak waktu antar-pelayaran siang yang mudah digunakan wisatawan pun dapat cukup panjang; jika mulai berjalan-jalan tanpa memperhitungkan waktu kembali ke pelabuhan, Anda mungkin harus menunggu lama.

Jadwal dapat berubah, jadi gunakan jadwal pada hari kunjungan sebagai acuan.

Etika di jalur transportasi warga

Okinoshima Tsūsen adalah kapal yang menopang kehidupan warga pulau, bukan kapal pesiar yang hanya ditujukan bagi wisatawan.

Di tempat naik dan turun, tunggu penumpang turun terlebih dahulu, rapikan barang bawaan, dan hindari berbicara keras di dalam kapal.

Saat memotret di pelabuhan atau kapal, jangan mengambil foto wajah atau aktivitas kerja awak dan penumpang lain dari jarak dekat tanpa izin.

Daya tarik Okinoshima | Berjalan melewati pelabuhan nelayan, tempat ibadah, dan museum

Untuk menjelajahi Okinoshima, Anda dapat berangkat dari pelabuhan, melewati gang-gang permukiman, lalu menghubungkan kuil, wihara, museum, dan pemandangan tepi danau.

Jalannya sempit, jadi jangan berjalan sambil hanya melihat peta; perhatikan sepeda, kendaraan kerja, dan lalu lintas warga.

Pelabuhan nelayan dan lanskap permukiman tepi danau

Setelah turun dari kapal, tampak pemandangan khas Okinoshima berupa pelabuhan dengan deretan kapal nelayan dan rumah-rumah yang memanjang di tepi danau.

Pintu masuk rumah, tempat menjemur, dan gudang kerja adalah ruang pribadi warga; jangan memasukinya demi mengambil foto.

Dari jalan umum, pandanglah hubungan antara danau dan permukiman, serta rasakan suara kehidupan dan aktivitas pelabuhan sebagai irama waktu pulau.

Okitsushima-jinja dan sejarah pulau

Okitsushima-jinja di pulau ini sejak dahulu dipuja dalam kaitannya dengan keselamatan pelayaran di Danau Biwa.

Konon, sebelum warga menetap, Okinoshima dipuja sebagai pulau para dewa.

Beribadahlah dengan tenang di dalam kawasan; jika ada persiapan festival atau kegiatan masyarakat, dahulukan penggunaan oleh warga.

Saifuku-ji dan legenda Guru Rennyo

Saifuku-ji menyimpan kisah hubungannya dengan Guru Rennyo, yang tiba di Okinoshima untuk berlindung dari badai di Danau Biwa.

Saifuku-ji mewariskan “Kohan no myōgō” dan “Shōshinge”, yang dipercaya ditulis langsung oleh Guru Rennyo, sebagai pusaka wihara.

Tempat ini memperlihatkan bahwa kepercayaan di pulau tidak hanya berkaitan dengan perikanan dan keselamatan pelayaran, tetapi juga dengan sejarah Jōdo Shinshū.

Syarat untuk melihat pusaka dan beribadah di dalam bangunan tidak selalu sama; jangan masuk tanpa izin dan ikuti petunjuk di lokasi.

Mengenal kehidupan di Museum Okishima

Di Museum Okishima, Anda dapat mempelajari kehidupan warga pulau melalui peralatan menangkap ikan dan pameran kehidupan era Shōwa.

Sebelum berkunjung, periksa hari buka dan syarat reservasi.

Jika ingin mengunjungi museum, hubungi Koperasi Perikanan Okinoshima terlebih dahulu.

Cara berjalan di pulau | Menyusuri jalan kehidupan warga dengan tenang

Okinoshima memiliki gang sempit dan tangga, dan berjalan di permukiman tepi danau itu sendiri merupakan pengalaman perjalanan.

Namun, banyak gang merupakan jalur yang digunakan warga setiap hari, bukan jalur pejalan kaki untuk wisatawan.

Jangan memasuki lahan pribadi

Aturan dasarnya adalah tidak memasuki halaman rumah, dermaga kecil, tempat penyimpanan alat tangkap, atau area kerja pelabuhan tanpa izin.

Tempat yang tampak seperti jalan di peta mungkin mengarah ke lahan rumah warga; jika ragu, kembalilah melalui jalan semula.

Mintalah izin sebelum memotret warga, dan jangan mengambil foto anak-anak atau orang yang sedang bekerja tanpa persetujuan.

Persiapan makanan dan pengelolaan sampah

Tempat makan dan penjualan di pulau memiliki hari operasional serta syarat reservasi masing-masing, sehingga belum tentu dapat digunakan pada hari kunjungan.

Siapkan air minum yang diperlukan dan bawa pulang semua wadah serta kemasan yang Anda bawa ke pulau; jangan tinggalkan sampah.

Jika ingin memesan bekal atau hidangan ikan danau, tanyakan syarat reservasi kepada pelaku usaha di pulau.

Berjalan dengan tempo tenang

Jangan berjalan berjajar memenuhi jalan sempit; jika ada sepeda, gerobak, atau warga yang lewat, berhentilah dan beri jalan.

Jangan berbicara keras atau memutar musik di dekat rumah, terutama jagalah ketenangan lingkungan pada pagi dan sore hari.

Rencanakan jangkauan berjalan dan kapal pulang agar tidak perlu berlari di gang-gang sempit.

Rute yang disarankan | Kembali ke pelabuhan berdasarkan jadwal kapal

Di Okinoshima, menyusun rencana yang memastikan Anda dapat naik kapal pulang lebih penting daripada jumlah tempat yang dikunjungi.

Anda juga dapat mendatangi tempat yang jauh dari pelabuhan terlebih dahulu, lalu mengunjungi area sekitar pelabuhan dalam perjalanan kembali.

Periksa kapal pulang setelah tiba

Setelah turun dari kapal, pertama-tama pastikan waktu dan tempat naik untuk perjalanan pulang.

Periksa perubahan akibat cuaca atau pengumuman setempat, lalu pilih pelayaran yang memberi cukup waktu untuk kembali ke pelabuhan.

Meski telah memesan makanan atau museum, sesuaikan waktu mulai dengan mengacu pada jadwal kapal.

Kelompokkan tempat menarik berdasarkan fungsinya

Dengan mengelompokkan objek utama di pulau, Anda lebih mudah membagi waktu kunjungan yang terbatas.

Lokasi Tema yang diamati Hal yang perlu diperhatikan
Pelabuhan nelayan dan tepi danau Perikanan dan lanskap Jangan mengganggu pekerjaan
Kuil dan wihara Kepercayaan pulau Beribadah dengan tenang
Museum Sejarah kehidupan Periksa hari buka

Daripada terburu-buru mengunjungi semuanya, pilih tema yang menarik bagi Anda di antara perikanan, kepercayaan, dan budaya hidup agar dapat mengenal Okinoshima dengan santai.

Menunggu kapal di sekitar pelabuhan

Kembalilah ke pelabuhan sebelum waktu kapal pulang dan tunggu di tempat yang tidak menghalangi antrean naik kapal atau pengangkutan barang warga.

Jika ketinggalan kapal, tidak ada transportasi alternatif seperti taksi di pulau dan Anda harus menunggu pelayaran berikutnya.

Jika berkunjung menjelang malam, periksa cahaya yang tersisa dan kapal terakhir, serta hindari berjalan di kawasan permukiman pada malam hari semata-mata untuk wisata.

Akses ke Pelabuhan Horikiri | Naik bus atau gunakan tempat parkir khusus

Untuk mencapai Pelabuhan Horikiri, tempat naik Okinoshima Tsūsen, Anda dapat naik bus dari Stasiun Ōmihachiman atau berkendara dan memakai tempat parkir khusus.

Jangan parkir sembarangan di jalan sekitar pelabuhan; gunakan area yang ditetapkan bagi pengunjung pulau.

Bus reguler dari Stasiun Ōmihachiman

Dari pintu utara Stasiun JR Ōmihachiman, naik bus Ōmi Railway tujuan Kyūkamura dan turun di Pelabuhan Horikiri.

Perjalanan memakan waktu sekitar 35 menit, tetapi jumlah layanan sedikit dan sambungan dengan kapal terkadang kurang nyaman.

Pastikan hari dan jadwal operasi kepada operator transportasi, lalu rencanakan bus dan kapal untuk pergi serta pulang sebagai satu rangkaian.

Gunakan tempat parkir khusus pengunjung jika berkendara

Jika datang dengan mobil, gunakan tempat parkir khusus pengunjung dekat Pelabuhan Horikiri lalu berjalan kaki ke pelabuhan.

Area di samping pelabuhan dan jalan sekitarnya bukan tempat parkir bebas; terdapat pula peringatan tentang penindakan oleh polisi.

Periksa terlebih dahulu lokasi tempat parkir di halaman panduan dan perhitungkan waktu berjalan kaki agar tidak ketinggalan keberangkatan kapal.

Ringkasan | Mengenal kehidupan yang berdampingan dengan Danau Biwa di Okinoshima

Okinoshima adalah pulau berpenghuni tempat cara hidup yang bertumpu pada transportasi kapal dan perikanan, serta terkait erat dengan Danau Biwa, masih berlanjut hingga kini.

Dengan berjalan melewati pelabuhan nelayan, Okitsushima-jinja, Saifuku-ji, dan Museum Okishima, Anda dapat mengenal bukan hanya pemandangan danau, tetapi juga kepercayaan serta budaya hidup pulau.

Periksa perjalanan pergi-pulang Okinoshima Tsūsen dan akses ke Pelabuhan Horikiri, lalu kunjungi dengan tenang pulau tempat kehidupan sehari-hari berlangsung ini sambil menghormati lahan pribadi, aturan fotografi, kewajiban membawa pulang sampah, dan lalu lintas warga.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Okishima adalah pulau terbesar di Danau Biwa, terletak di lepas pantai Kota Omihachiman, Prefektur Shiga, dan merupakan pulau berpenghuni yang hingga kini masih dihuni orang. Adanya orang yang menetap secara permanen di sebuah pulau di danau air tawar konon merupakan satu-satunya contoh di Jepang, dan tergolong langka bahkan dalam skala dunia. Daya tariknya adalah Anda bisa merasakan langsung kehidupan sehari-hari itu sendiri, yang berlandaskan perikanan dan transportasi perahu, bukan pemandangan kota yang dibuat untuk pariwisata.
A. Okishima tidak memiliki jembatan, sehingga Anda menyeberang dengan naik perahu penumpang “Okishima Tsusen” dari Pelabuhan Horikiri di seberang. Sekali jalan memakan waktu sekitar 10 menit dengan tarif dewasa 500 yen, dan perahu berkapasitas 50 orang ini juga merupakan jalur kehidupan yang dipakai warga pulau untuk pergi bekerja dan bersekolah. Karena ini bukan perahu wisata, saat naik utamakanlah pergerakan warga dan jangan menghalangi tempat duduk atau lorong dengan barang bawaan besar.
A. Di Okishima, banyak warga yang terlibat dalam perikanan dan menangkap ikan Danau Biwa dengan berbagai metode. Sasarannya antara lain ayu (ikan manis), wakasagi (sejenis ikan smelt), udang suji, nigorobuna (sejenis ikan mas crucian), dan trout Biwa. Perahu dan jaring nelayan di pelabuhan bukanlah barang pameran, melainkan alat kerja, jadi mohon untuk tidak masuk atau menyentuh area kerja dan mengamatinya dari kejauhan.
A. Kuil Okutsushima dipuja terkait dengan keselamatan pelayaran di Danau Biwa, dan konon sebelum ada permukiman, pulau ini dianggap sebagai “pulau dewa”. Di Kuil Saifuku-ji terdapat legenda bahwa Rennyo, seorang biksu aliran Jodo Shinshu, datang ke pulau untuk berlindung dari badai, dan di sana tersimpan benda-benda seperti “Torafu no Myogo” (gulungan gantung bertuliskan nama Buddha) yang diyakini merupakan tulisan tangannya sendiri. Di dalam area kuil diperlukan ibadah yang tenang.
A. Okishima Tsusen menghubungkan Pelabuhan Horikiri dan Okishima dalam waktu sekitar 10 menit sekali jalan, dengan tarif dewasa 500 yen. Ada beberapa pemberangkatan dari pagi hingga malam, tetapi pemberangkatan dini hari tidak beroperasi pada hari Minggu. Karena pada siang hari pun jarak antarpemberangkatan cukup renggang, setibanya di pulau periksalah lebih dulu waktu perahu kembali. Karena jadwal bisa berubah, jadikan jadwal terbaru pada hari keberangkatan Anda sebagai acuan.
A. Dari pintu keluar utara Stasiun JR Omihachiman, naik bus Ohmi Railway jurusan Kyukamura dan turun di Pelabuhan Horikiri, memakan waktu sekitar 35 menit dengan tarif 720 yen sekali jalan. Karena jumlah bus sedikit dan koneksinya dengan perahu terkadang kurang praktis, rencanakan bus dan perahu untuk perjalanan pergi dan pulang sebagai satu paket. Jika naik mobil, dari tempat parkir khusus pengunjung pulau di dekat pelabuhan, sekitar 5 menit berjalan kaki Anda akan sampai di pelabuhan.
A. Sebagian besar gang sempit di Okishima adalah jalan kehidupan warga, bukan jalur pejalan kaki untuk wisata. Jangan masuk tanpa izin ke halaman rumah, dermaga kecil, tempat penyimpanan alat tangkap, maupun area kerja di tempat sandar perahu, dan meski tampak seperti jalan, jika mengarah ke rumah warga sebaiknya berbalik. Saat memotret warga, mintalah izin, dan berhati-hatilah untuk tidak memotret anak-anak atau orang yang sedang bekerja tanpa persetujuan.
A. Rumah makan dan tempat penjualan di pulau memiliki hari operasional dan syarat reservasi, sehingga belum tentu dapat digunakan pada hari kunjungan Anda. Siapkan minuman yang diperlukan sebelumnya, dan pada dasarnya bawalah kembali sampah yang Anda bawa, jangan tinggalkan di pulau. Jika menginginkan bento atau masakan ikan danau, memastikan syarat reservasi kepada pelaku usaha di pulau sejak awal akan membuat Anda tidak kerepotan pada hari itu.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Kumpulan Artikel Rekomendasi

Artikel rangkuman yang menampilkan artikel ini

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.