Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Shurakuen Daibutsu Tokai: Patung Buddha Beton 18,79m & Akses

Shurakuen Daibutsu Tokai: Patung Buddha Beton 18,79m & Akses

Shurakuen Daibutsu, Buddha beton bertulang di Tokai, Aichi, setinggi 18,79m. Nikmati panorama bukit & jalan santai taman sambil menyusuri sejarah lokal.

Ringkasan Cepat

Sekilas daya tariknya

Patung Buddha Besar Shurakuen setinggi 18,79 meter di Kota Tokai, Aichi adalah spot ziarah dan jalan-jalan yang tenang, tempat Anda dapat memandang Buddha dalam lingkungan damai yang dikelilingi hijau.

Sorotan

Patung Amida Nyorai duduk yang lebih besar daripada Buddha Besar Kamakura, Taman Shurakuen yang dilengkapi Trim Hiroba, dan pemandangan sekitar 500 pohon momiji dari 6 jenis yang mewarnai sekitar Buddha di musim gugur.

Akses

Sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun "Shurakuen" Meitetsu; mendaki tangga atau jalan menanjak dengan perbedaan ketinggian sekitar 25 meter dari stasiun.

Tiket masuk

Kunjungan ke Buddha Besar gratis, sajian teh di ruang teh "Oumeian" ¥350, area parkir Shiawase-mura untuk 212 mobil juga dapat digunakan gratis.

Estimasi waktu kunjungan

Berpusat pada ziarah ke Buddha Besar, Anda dapat memadukannya dengan jalan-jalan di Taman Shurakuen dan matcha di Oumeian.

Sejarah dan Cagar Budaya

Buddha Besar pertama di Jepang yang dibangun dari beton bertulang, dikonsekrasikan pada 1927 untuk memperingati pernikahan Kaisar Showa, dan ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kota Tokai pada 2021.

Pengalaman

Ziarah ke Buddha Besar Shurakuen berekspresi lembut, jalan-jalan di taman, matcha dan kue manis di ruang teh, serta menikmati dedaunan musim gugur dan pemandangan kota Tokai dari ketinggian.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Aichi

Apa itu Shūrakuen Daibutsu? Patung Buddha Setinggi 18,79 m di Tengah Hijaunya Kota Tōkai

Shūrakuen Daibutsu (Patung Buddha Besar Shūrakuen) adalah patung Amida Nyorai dalam posisi duduk setinggi 18,79 meter yang berada di dalam Taman Shūrakuen, Kota Tōkai, Prefektur Aichi.

Dari sekitar Stasiun Shūrakuen jalur Meitetsu, sosok patung Buddha besar ini terkadang dapat terlihat di sela-sela pepohonan.

Shūrakuen Daibutsu diresmikan dengan upacara kaigen kuyō (pentahbisan) pada tahun 1927 (Shōwa 2) untuk memperingati pernikahan Kaisar Shōwa, dan dikenal sebagai patung Buddha besar pertama di Jepang yang dibuat dari beton bertulang.

Patung ini dibangun oleh Yamada Saikichi, seorang pengusaha dari kawasan Chūkyō, yang mendanainya secara pribadi dan mendirikannya di area penginapan dan restoran "Shūrakuen" yang ia kelola sendiri.

Pada Februari 2021, patung ini ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kota Tōkai (bangunan), dan area sekitarnya juga dijaga dengan baik sebagai cagar budaya kota.

Lebih dari sekadar tempat wisata dengan atraksi yang mencolok, ini adalah spot untuk menikmati patung Buddha besar yang menyatu dengan sejarah dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Bagi pengunjung yang baru pertama kali datang, mulailah dengan memperhatikan ukuran patung Buddha besarnya, lalu lihat perlahan pepohonan di sekitarnya dan pemandangan dari area dataran tinggi—dengan begitu, Anda akan merasakan ketenangan khas tempat ini.

Spot Foto & Hal yang Wajib Dilihat di Shūrakuen Daibutsu

Hal yang paling mengesankan dari Shūrakuen Daibutsu adalah sosoknya yang besar dan tetap memancarkan kehadirannya dari kejauhan, meski dikelilingi oleh hijaunya pepohonan.

Tinggi patung sebesar 18,79 meter dikatakan lebih besar daripada Kamakura Daibutsu (sekitar 11,5 meter).

Ketika Anda mendekat dan mendongak, Anda akan merasakan tinggi dan volume yang sulit ditangkap hanya melalui foto.

Selain melihatnya dari depan, dengan mengambil sedikit jarak dan memandangnya bersama pepohonan, Anda akan mendapatkan pemandangan khas patung Buddha besar yang berada di tengah kota.

Patung Buddha berada di area dataran tinggi, sehingga dari sekitarnya Anda bisa memandang pemandangan pabrik baja yang berjejer serta lanskap kota Tōkai.

Tempat ini bisa dinikmati bukan hanya sebagai patung Buddha bersejarah, tetapi juga sebagai spot untuk memandang pemandangan kota Tōkai yang memadukan industri, kawasan permukiman, dan hijaunya alam.

Tips Foto: Sertakan Ruang di Sekitarnya

Memotret patung Buddha saja dalam ukuran besar memang memberikan kesan yang dramatis, tetapi sebagai catatan perjalanan, menyertakan suasana pepohonan dan jalur menuju kuil akan menyampaikan suasana khas Shūrakuen.

Jika ada peziarah atau orang yang sedang berjalan-jalan di sekitar, perhatikan agar orang lain tidak terlalu jelas terlihat di dalam foto Anda.

Dengan mengubah posisi—dari depan patung, dari sudut serong, atau dari kejauhan di dataran tinggi—Anda bisa mendapatkan foto dengan suasana yang berbeda-beda.

Sekitar Taman Shūrakuen Juga Menarik untuk Dikunjungi

Di sekitar Shūrakuen Daibutsu terdapat Taman Shūrakuen.

Shiawase-mura (Desa Kebahagiaan) adalah fasilitas yang terdiri dari Taman Shūrakuen, Pusat Kesehatan dan Kesejahteraan, serta Pusat Pertukaran Kesehatan dan Komunitas (Kenkō Fureai Kōryūkan).

Setelah melihat patung Buddha besar, berjalan sebentar di dalam taman akan membantu Anda merasa segar kembali meskipun waktu kunjungan singkat.

Di Taman Shūrakuen terdapat dek kayu di atas kolam, lapangan trim, dan rumah teh "Ōmeian".

Di Ōmeian, Anda bisa menikmati teh dengan kue manis seharga 350 yen.

Tempat ini juga memungkinkan Anda menikmati perubahan warna pepohonan sesuai musim—pada musim gugur (musim daun berguguran), sekitar 500 pohon momiji dari 6 jenis seperti Iroha-momiji dan Yama-momiji menghiasi taman.

Layanan minum teh tersedia pukul 10.00–16.00 (pemesanan terakhir 15.45), dan tutup setiap hari Senin (atau hari kerja berikutnya jika Senin adalah hari libur) serta libur akhir/awal tahun.

Perkiraan waktu kunjungan: sekitar 15–30 menit jika hanya melihat patung Buddha, dan sekitar 1–1,5 jam jika ditambah dengan berjalan-jalan di taman.

Cara Menuju Shūrakuen Daibutsu & Tips Berjalan yang Perlu Diketahui

Lokasinya berada di Arao-chō Nishikaima 2-1, Kota Tōkai.

Anda bisa mencapainya dengan berjalan kaki sekitar 10 menit dari Stasiun Shūrakuen jalur Meitetsu.

Jika menuju dari stasiun, ada rute yang mengharuskan menaiki tangga atau jalan menanjak menuju lokasi patung Buddha.

Jika langsung dari Stasiun Shūrakuen Meitetsu, Anda perlu menaiki tangga atau jalan menanjak yang curam dengan beda tinggi sekitar 25 meter.

Disarankan datang dengan sepatu yang nyaman untuk berjalan.

Saat hujan atau kondisi pijakan kurang aman, pilihlah rute yang aman dan jangan memaksakan diri.

Jika datang menggunakan kursi roda, masuk dari area parkir Shiawase-mura akan lebih mudah karena hanya sekitar 200 meter dari pintu masuk menuju area kuil.

Parkir Shiawase-mura menyediakan 212 slot, jam operasional 8.30–21.30, dan biaya masuk taman maupun parkir gratis.

Fasilitas seperti toilet multifungsi, peminjaman kursi roda, serta jalur pemandu untuk penyandang tunanetra juga telah disediakan.

Jika datang dengan bus besar atau bus mikro, gunakan parkir khusus dengan sistem first-come-first-served dan reservasi terlebih dahulu.

Etika yang Perlu Dijaga Saat Beribadah & Berkunjung

Shūrakuen Daibutsu adalah tempat yang mudah dikunjungi sebagai wisata, tetapi juga merupakan patung Buddha yang dicintai oleh masyarakat setempat.

Hindari berbicara dengan suara keras atau mengambil foto dalam waktu lama di dekat orang yang sedang beribadah atau berjalan-jalan.

Saat memotret, perhatikan agar tidak menghalangi jalur, tidak menampilkan wajah orang lain dalam ukuran besar, dan jangan memasuki area yang dilarang.

Bagi wisatawan asing, di depan kuil atau patung Buddha di Jepang, etika yang mudah dipahami adalah: melihat dengan tenang, sedikit membungkukkan kepala (eshaku), dan mengikuti gerakan orang di sekitar.

Tidak perlu menghafal tata cara khusus dengan sempurna.

Yang terpenting adalah menghormati tempat ini sebagai lokasi yang dekat dengan ranah keimanan.

Cara Menikmati Setiap Musim & Hal yang Perlu Dicek Sebelum Berkunjung

Shūrakuen Daibutsu menampilkan suasana yang berbeda di sekitarnya tergantung musim.

Pada musim semi (musim sakura) dan awal musim panas, sosok patung di tengah hijaunya pepohonan sangat berkesan, sedangkan pada musim gugur (musim daun berguguran) Anda bisa menikmatinya bersama warna-warni dedaunan.

Di Taman Shūrakuen, pada musim gugur Anda bisa menikmati sekitar 500 pohon momiji besar dan kecil dari 6 jenis termasuk Iroha-momiji.

Puncak musim daun musim gugur (kōyō) biasanya pertengahan November hingga awal Desember, dan pada periode ini terkadang diadakan "Festival Momiji Taman Shūrakuen".

Namun, informasi mengenai acara, iluminasi, dan penggunaan fasilitas dapat berubah setiap tahun.

Sebaiknya jangan menganggapnya pasti—periksa informasi acara sebelum berkunjung.

Jika Anda ingin melihat patung Buddha dengan tenang, hindari periode dan waktu acara yang ramai agar bisa menikmatinya dengan lebih tenang.

Kesimpulan | Tips Menikmati Shūrakuen Daibutsu dengan Tenang

Shūrakuen Daibutsu adalah spot di mana Anda bisa menyentuh sejarah lokal di tengah pemandangan hijau dan lanskap kota Tōkai.

Selain mendongak menatap patung Buddha besar dari beton bertulang setinggi 18,79 meter dari dekat, dengan sedikit menjauh dan memandangnya bersama pepohonan serta pemandangan dari dataran tinggi, daya tarik tempat ini akan lebih terasa.

Jika baru pertama kali berkunjung, pilihlah sepatu yang nyaman dan waspadai jalan menanjak dan tangga.

Dengan berjalan-jalan di dalam taman, waktu singkat pun bisa menjadi momen perjalanan yang tenang.

Meski menjadi tempat wisata, ini juga merupakan tempat penting yang berakar pada kehidupan masyarakat setempat.

Kuncinya adalah berkunjung dengan tenang dan tidak melupakan kepedulian terhadap sekitar—inilah cara menikmati Shūrakuen Daibutsu dengan menyenangkan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Shurakuen Daibutsu adalah patung Buddha Amida duduk setinggi 18,79 m di Kota Tokai, Prefektur Aichi. Upacara pembukaan mata diadakan pada 1927 untuk memperingati pernikahan Kaisar Showa, dan patung ini juga dikenal sebagai Buddha besar pertama di Jepang yang dibuat dari beton bertulang. Daya tariknya termasuk pemanfaatan teknologi arsitektur modern pada patung Buddha.
A. Shurakuen Daibutsu setinggi 18,79 m dan dikatakan lebih besar dari Buddha Besar Nara maupun Kamakura. Saat dibangun, patung ini termasuk salah satu patung Buddha besar yang menonjol ukurannya di Jepang, dan karena berdiri di luar ruangan, Anda bisa mendekat hingga dasar alas dan memandangnya ke atas. Selain ukuran angka, jarak dekat untuk merasakan volume wajah dan tangan juga menjadi daya tariknya.
A. Dibangun pada 1927 (Showa 2) oleh Yamada Saikichi, pengusaha kawasan Chukyo yang juga dikenal sebagai penemu Moriguchi-zuke, dengan dana pribadinya. Biaya pembangunan dikatakan 150.000 yen pada masa itu (sekitar 240 juta yen nilai sekarang), dan produksinya ditangani Sankodo yang dipimpin pengrajin Yamada Mitsuyoshi. Latar belakang langka sebagai Buddha besar modern atas prakarsa pribadi masih diceritakan hingga sekarang.
A. Berziarah ke Shurakuen Daibutsu gratis, dan Anda dapat berkunjung bebas selama jam buka taman. Karena Anda bisa mendekat hingga sangat dekat dengan alas tanpa pagar pembatas, banyak warga setempat terlihat berdiri di depan kotak persembahan untuk meletakkan tangan dengan khidmat. Meskipun gratis, nilai kunjungannya tinggi, dan layak dilihat juga oleh penggemar seni Buddha modern.
A. Dari Stasiun Nagoya naik Meitetsu Nagoya Line / Tokoname Line ke Stasiun Shurakuen sekitar 20 menit dengan tarif sekitar 460 yen, lalu jalan kaki sekitar 10 menit. Lokasinya juga sekitar 25 menit dengan Meitetsu dari Chubu Centrair International Airport, sehingga mudah disisipkan di hari pertama tiba atau saat ada waktu senggang sebelum keberangkatan.
A. Parkir "Shiawase-mura" yang bersebelahan dapat digunakan gratis dengan 212 slot untuk mobil. Jam operasional 8:30-21:30, dan dari parkir sisi timur hanya sekitar 2 menit jalan kaki ke Buddha besar, sehingga rutenya nyaman. Pada akhir pekan musim momiji dan siang hari parkir cenderung penuh, sehingga datang pagi-pagi atau menjelang sore akan terasa lebih lancar.
A. Untuk Buddha besar saja sekitar 15-30 menit, dan 1 hingga 1,5 jam jika ditambah berkeliling Shurakuen Park. Rute jalan-jalan seperti dek kayu di atas kolam dan plaza Trim cukup lengkap, dan jika membawa anak, beristirahat di area permainan akan membuat kunjungan terasa ringan. Karena jarak berjalan kaki cukup panjang, kenakan pakaian yang nyaman.
A. Dari Stasiun Shurakuen ke Buddha besar memerlukan jalan kaki sekitar 10 menit, tetapi Anda perlu menaiki tangga atau jalan menanjak curam dengan selisih ketinggian sekitar 25 m. Koper atau sepatu hak tinggi cukup memberatkan, sehingga sepatu kets atau alas kaki yang nyaman adalah pilihan terbaik. Pada musim panas ada bagian yang minim tempat teduh, jadi siapkan minuman dan topi agar tidak cepat lelah.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.