Apa itu Shūrakuen Daibutsu? Patung Buddha Setinggi 18,79 m di Tengah Hijaunya Kota Tōkai
Shūrakuen Daibutsu (Patung Buddha Besar Shūrakuen) adalah patung Amida Nyorai dalam posisi duduk setinggi 18,79 meter yang berada di dalam Taman Shūrakuen, Kota Tōkai, Prefektur Aichi.
Dari sekitar Stasiun Shūrakuen jalur Meitetsu, sosok patung Buddha besar ini terkadang dapat terlihat di sela-sela pepohonan.
Shūrakuen Daibutsu diresmikan dengan upacara kaigen kuyō (pentahbisan) pada tahun 1927 (Shōwa 2) untuk memperingati pernikahan Kaisar Shōwa, dan dikenal sebagai patung Buddha besar pertama di Jepang yang dibuat dari beton bertulang.
Patung ini dibangun oleh Yamada Saikichi, seorang pengusaha dari kawasan Chūkyō, yang mendanainya secara pribadi dan mendirikannya di area penginapan dan restoran "Shūrakuen" yang ia kelola sendiri.
Pada Februari 2021, patung ini ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kota Tōkai (bangunan), dan area sekitarnya juga dijaga dengan baik sebagai cagar budaya kota.
Lebih dari sekadar tempat wisata dengan atraksi yang mencolok, ini adalah spot untuk menikmati patung Buddha besar yang menyatu dengan sejarah dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Bagi pengunjung yang baru pertama kali datang, mulailah dengan memperhatikan ukuran patung Buddha besarnya, lalu lihat perlahan pepohonan di sekitarnya dan pemandangan dari area dataran tinggi—dengan begitu, Anda akan merasakan ketenangan khas tempat ini.

Spot Foto & Hal yang Wajib Dilihat di Shūrakuen Daibutsu
Hal yang paling mengesankan dari Shūrakuen Daibutsu adalah sosoknya yang besar dan tetap memancarkan kehadirannya dari kejauhan, meski dikelilingi oleh hijaunya pepohonan.
Tinggi patung sebesar 18,79 meter dikatakan lebih besar daripada Kamakura Daibutsu (sekitar 11,5 meter).
Ketika Anda mendekat dan mendongak, Anda akan merasakan tinggi dan volume yang sulit ditangkap hanya melalui foto.
Selain melihatnya dari depan, dengan mengambil sedikit jarak dan memandangnya bersama pepohonan, Anda akan mendapatkan pemandangan khas patung Buddha besar yang berada di tengah kota.
Patung Buddha berada di area dataran tinggi, sehingga dari sekitarnya Anda bisa memandang pemandangan pabrik baja yang berjejer serta lanskap kota Tōkai.
Tempat ini bisa dinikmati bukan hanya sebagai patung Buddha bersejarah, tetapi juga sebagai spot untuk memandang pemandangan kota Tōkai yang memadukan industri, kawasan permukiman, dan hijaunya alam.
Tips Foto: Sertakan Ruang di Sekitarnya
Memotret patung Buddha saja dalam ukuran besar memang memberikan kesan yang dramatis, tetapi sebagai catatan perjalanan, menyertakan suasana pepohonan dan jalur menuju kuil akan menyampaikan suasana khas Shūrakuen.
Jika ada peziarah atau orang yang sedang berjalan-jalan di sekitar, perhatikan agar orang lain tidak terlalu jelas terlihat di dalam foto Anda.
Dengan mengubah posisi—dari depan patung, dari sudut serong, atau dari kejauhan di dataran tinggi—Anda bisa mendapatkan foto dengan suasana yang berbeda-beda.

Sekitar Taman Shūrakuen Juga Menarik untuk Dikunjungi
Di sekitar Shūrakuen Daibutsu terdapat Taman Shūrakuen.
Shiawase-mura (Desa Kebahagiaan) adalah fasilitas yang terdiri dari Taman Shūrakuen, Pusat Kesehatan dan Kesejahteraan, serta Pusat Pertukaran Kesehatan dan Komunitas (Kenkō Fureai Kōryūkan).
Setelah melihat patung Buddha besar, berjalan sebentar di dalam taman akan membantu Anda merasa segar kembali meskipun waktu kunjungan singkat.
Di Taman Shūrakuen terdapat dek kayu di atas kolam, lapangan trim, dan rumah teh "Ōmeian".
Di Ōmeian, Anda bisa menikmati teh dengan kue manis seharga 350 yen.
Tempat ini juga memungkinkan Anda menikmati perubahan warna pepohonan sesuai musim—pada musim gugur (musim daun berguguran), sekitar 500 pohon momiji dari 6 jenis seperti Iroha-momiji dan Yama-momiji menghiasi taman.
Layanan minum teh tersedia pukul 10.00–16.00 (pemesanan terakhir 15.45), dan tutup setiap hari Senin (atau hari kerja berikutnya jika Senin adalah hari libur) serta libur akhir/awal tahun.
Perkiraan waktu kunjungan: sekitar 15–30 menit jika hanya melihat patung Buddha, dan sekitar 1–1,5 jam jika ditambah dengan berjalan-jalan di taman.
Cara Menuju Shūrakuen Daibutsu & Tips Berjalan yang Perlu Diketahui
Lokasinya berada di Arao-chō Nishikaima 2-1, Kota Tōkai.
Anda bisa mencapainya dengan berjalan kaki sekitar 10 menit dari Stasiun Shūrakuen jalur Meitetsu.
Jika menuju dari stasiun, ada rute yang mengharuskan menaiki tangga atau jalan menanjak menuju lokasi patung Buddha.
Jika langsung dari Stasiun Shūrakuen Meitetsu, Anda perlu menaiki tangga atau jalan menanjak yang curam dengan beda tinggi sekitar 25 meter.
Disarankan datang dengan sepatu yang nyaman untuk berjalan.
Saat hujan atau kondisi pijakan kurang aman, pilihlah rute yang aman dan jangan memaksakan diri.
Jika datang menggunakan kursi roda, masuk dari area parkir Shiawase-mura akan lebih mudah karena hanya sekitar 200 meter dari pintu masuk menuju area kuil.
Parkir Shiawase-mura menyediakan 212 slot, jam operasional 8.30–21.30, dan biaya masuk taman maupun parkir gratis.
Fasilitas seperti toilet multifungsi, peminjaman kursi roda, serta jalur pemandu untuk penyandang tunanetra juga telah disediakan.
Jika datang dengan bus besar atau bus mikro, gunakan parkir khusus dengan sistem first-come-first-served dan reservasi terlebih dahulu.

Etika yang Perlu Dijaga Saat Beribadah & Berkunjung
Shūrakuen Daibutsu adalah tempat yang mudah dikunjungi sebagai wisata, tetapi juga merupakan patung Buddha yang dicintai oleh masyarakat setempat.
Hindari berbicara dengan suara keras atau mengambil foto dalam waktu lama di dekat orang yang sedang beribadah atau berjalan-jalan.
Saat memotret, perhatikan agar tidak menghalangi jalur, tidak menampilkan wajah orang lain dalam ukuran besar, dan jangan memasuki area yang dilarang.
Bagi wisatawan asing, di depan kuil atau patung Buddha di Jepang, etika yang mudah dipahami adalah: melihat dengan tenang, sedikit membungkukkan kepala (eshaku), dan mengikuti gerakan orang di sekitar.
Tidak perlu menghafal tata cara khusus dengan sempurna.
Yang terpenting adalah menghormati tempat ini sebagai lokasi yang dekat dengan ranah keimanan.
Cara Menikmati Setiap Musim & Hal yang Perlu Dicek Sebelum Berkunjung
Shūrakuen Daibutsu menampilkan suasana yang berbeda di sekitarnya tergantung musim.
Pada musim semi (musim sakura) dan awal musim panas, sosok patung di tengah hijaunya pepohonan sangat berkesan, sedangkan pada musim gugur (musim daun berguguran) Anda bisa menikmatinya bersama warna-warni dedaunan.
Di Taman Shūrakuen, pada musim gugur Anda bisa menikmati sekitar 500 pohon momiji besar dan kecil dari 6 jenis termasuk Iroha-momiji.
Puncak musim daun musim gugur (kōyō) biasanya pertengahan November hingga awal Desember, dan pada periode ini terkadang diadakan "Festival Momiji Taman Shūrakuen".
Namun, informasi mengenai acara, iluminasi, dan penggunaan fasilitas dapat berubah setiap tahun.
Sebaiknya jangan menganggapnya pasti—periksa informasi acara sebelum berkunjung.
Jika Anda ingin melihat patung Buddha dengan tenang, hindari periode dan waktu acara yang ramai agar bisa menikmatinya dengan lebih tenang.
Kesimpulan | Tips Menikmati Shūrakuen Daibutsu dengan Tenang
Shūrakuen Daibutsu adalah spot di mana Anda bisa menyentuh sejarah lokal di tengah pemandangan hijau dan lanskap kota Tōkai.
Selain mendongak menatap patung Buddha besar dari beton bertulang setinggi 18,79 meter dari dekat, dengan sedikit menjauh dan memandangnya bersama pepohonan serta pemandangan dari dataran tinggi, daya tarik tempat ini akan lebih terasa.
Jika baru pertama kali berkunjung, pilihlah sepatu yang nyaman dan waspadai jalan menanjak dan tangga.
Dengan berjalan-jalan di dalam taman, waktu singkat pun bisa menjadi momen perjalanan yang tenang.
Meski menjadi tempat wisata, ini juga merupakan tempat penting yang berakar pada kehidupan masyarakat setempat.
Kuncinya adalah berkunjung dengan tenang dan tidak melupakan kepedulian terhadap sekitar—inilah cara menikmati Shūrakuen Daibutsu dengan menyenangkan.




