Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kagawa Musim Panas 2 Hari 1 Malam|Shodoshima & Takamatsu

Kagawa Musim Panas 2 Hari 1 Malam|Shodoshima & Takamatsu
Wisata musim panas 2 hari 1 malam di Kagawa: Taman Ritsurin Takamatsu, feri ke Shodoshima: Angel Road, Taman Zaitun, Kankakei. Menginap, senja-fajar laut Seto.

Ringkasan Cepat

Daya tarik sekilas

Rencana perjalanan dua hari satu malam untuk menjelajahi Kagawa pada musim panas. Pada pagi hari, berjalan-jalanlah di Taman Ritsurin di Takamatsu, lalu menyeberang dengan feri ke Pulau Shodoshima untuk mengunjungi Angel Road, Olive Park, dan Kankakei. Nikmati pemandangan taman, laut, bukit, dan ngarai dengan santai pada pagi dan sore hari sambil menyesuaikan rencana dengan pasang surut dan jadwal feri serta menghindari waktu terpanas.

Daya tarik utama

Taman Ritsurin yang terkenal karena keindahan pemandangannya, Angel Road tempat jalan setapak berpasir muncul saat air surut, Olive Park dengan kincir angin bergaya Yunani berwarna putih, dan Kankakei, salah satu dari tiga ngarai terindah di Jepang.

Cara menuju ke sana

Sekitar 60 menit naik feri dari Pelabuhan Takamatsu ke Pelabuhan Tonosho atau Pelabuhan Ikeda. Taman Ritsurin dan Pelabuhan Takamatsu berjarak sekitar 10–15 menit dengan mobil. Di pulau, Anda dapat berkeliling dengan mobil sewaan, taksi, atau bus lokal.

Jam buka

Taman Ritsurin buka pukul 5:30–19:00 pada Juni–Agustus. Michi-no-Eki Olive Park Shodoshima buka pukul 8:30–17:00 setiap hari sepanjang tahun.

Rencana perjalanan

Hari pertama, berjalan-jalanlah di Taman Ritsurin pada pagi hari, lalu menyeberang dengan feri ke Pulau Shodoshima untuk mengunjungi Angel Road dan menikmati pemandangan senja. Hari kedua, kunjungi Olive Park dan Kankakei lalu kembali ke Takamatsu dalam perjalanan dua hari satu malam.

Tips berkeliling dengan nyaman

Berjalan di luar ruangan pada pagi hari sebelum udara semakin panas, siang hari berpindah dengan kapal atau mobil, dan sore hari menyusuri tepi laut. Periksa dulu pasang surut Angel Road dan jadwal operasional feri.

Hal yang bisa dialami

Dari Kereta Gantung Kankakei, nikmati pemandangan dinding batu, pepohonan, langit, dan laut yang membentang di ngarai melalui jendela; saat air surut, Anda dapat berjalan di jalan setapak berpasir Angel Road.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Kagawa

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Gambaran umum dan cara mengikuti contoh perjalanan 2 hari 1 malam di Kagawa saat musim panas

Poros perjalanan ini adalah berjalan di luar ruangan sebelum udara semakin panas, berpindah dengan kapal atau mobil pada siang hari, dan menikmati pemandangan tepi laut mulai sore hari.

Periksa dulu ketinggian air pasang surut di Angel Road dan jadwal keberangkatan feri, lalu sisipkan tempat singgah lainnya di depan dan belakangnya.

Mari rapikan dulu alur perjalanannya.

Urutan Area Cara menghabiskan waktu
1 Takamatsu Berjalan-jalan di Taman Ritsurin
2 Pelabuhan Takamatsu Periksa ulang jadwal kapal
3 Laut Pedalaman Seto Melihat pulau-pulau dari kapal
4 Sekitar Tonosho Berjalan mengikuti pasang surut
5 Shodoshima Menginap di pulau
6 Shodoshima bagian selatan Menuju bukit zaitun
7 Kankakei Memandang ngarai dan laut
8 Pelabuhan Kembali ke Takamatsu

Menginap semalam di Shodoshima agar ada waktu luang pada pagi dan petang

Dibandingkan gaya pulang-pergi sehari ke Takamatsu, menginap semalam di Shodoshima membuatmu tidak terlalu dikejar feri pulang-pergi, dan lebih mudah memasukkan pemandangan sore serta waktu tenang di pagi hari ke dalam rencana perjalanan.

Jika memilih penginapan di area dekat Pelabuhan Tonosho atau Angel Road, atau area yang mudah menuju tujuan pagi hari berikutnya, kamu bisa mengurangi perpindahan barang bawaan.

Pilih transportasi dalam pulau sesuai jumlah tempat singgah

Jika mengunjungi beberapa tempat pemandangan, menggunakan mobil sewaan atau taksi memudahkan penyesuaian urutan dengan pasang surut dan jadwal kapal.

Jika berkeliling dengan bus reguler, periksa jadwal dan batasi tujuan ke tempat seperti Angel Road dan Taman Olive agar perjalanan tidak terlalu memaksakan.

Pastikan dulu rute feri dan jadwal pasang surut

Rute ke Shodoshima mencakup layanan yang menghubungkan Pelabuhan Takamatsu dengan Pelabuhan Tonosho, dan layanan yang menghubungkan Pelabuhan Takamatsu dengan Pelabuhan Ikeda, jadi pilih pelabuhan yang sesuai dengan penginapan dan tempat pengambilan mobil.

Feri Shodoshima (Shikoku Ferry Group) yang menghubungkan Pelabuhan Takamatsu dan Pelabuhan Tonosho memakan waktu sekitar 60 menit, dan pada dasarnya beroperasi 15 kali sehari.

Feri Kokusai Ryobi yang menghubungkan Pelabuhan Takamatsu dan Pelabuhan Ikeda juga memakan waktu sekitar 60 menit, dan bisa dipilih sesuai akses menuju penginapan atau arah Taman Olive.

Angel Road terlihat berbeda mengikuti pasang surut air, dan feri pun bisa berubah operasinya karena cuaca atau perawatan, jadi tinjau kembali informasi operasional sehari sebelumnya dan pada hari keberangkatan.

Hari 1 pagi|Berjalan menyusuri Taman Ritsurin (Tempat Pemandangan Indah Khusus) di Takamatsu

Awal rute model 2 hari 1 malam di Kagawa saat musim panas cocok dengan berjalan menyusuri Taman Ritsurin (Ritsurin-koen), taman yang mewakili Takamatsu, pada pagi hari.

Di taman yang ditetapkan sebagai Tempat Pemandangan Indah Khusus tingkat nasional ini, kamu bisa menikmati pemandangan tempat kolam, jembatan, pohon pinus, dan Gunung Shiun (Shiun-zan) di belakangnya bertumpuk, sambil mengganti posisi berjalan.

Taman ini juga dikenal sebagai taman yang terpilih meraih tiga bintang, penilaian tertinggi dalam Michelin Green Guide Japon, dan pemandangan kehijauan musim panas yang terpantul di permukaan air cocok menjadi pembuka perjalanan Setouchi.

Masuk ke taman pada pagi buta sebelum udara semakin panas

Jam buka Taman Ritsurin pada Juni〜Agustus adalah 5:30〜19:00.

Pada musim panas, jika mulai berjalan sejak waktu pagi setelah memeriksa status pembukaan, kamu lebih mudah mengatur waktu di luar ruangan dan menyisakan kelonggaran untuk perjalanan kapal setelahnya.

Periksa peta taman di pintu masuk, dan berkelilinglah dalam batas yang tidak memaksakan dengan berpusat di Taman Selatan sambil memanfaatkan naungan pohon dan tempat istirahat.

Melihat Nanko dan jembatan yang bertumpuk dari Hiraiho

Di sekitar Hiraiho (Hiraiho), kamu bisa memandang pemandangan khas Taman Ritsurin tempat Nanko (Nanko), jembatan, bangunan, dan pohon pinus bertumpuk.

Jangan berhenti di tempat yang menghalangi jalur taman; jika memotret sambil menggeser sudut pandang sebelum dan sesudah menyeberangi jembatan atau ke sisi seberang kolam, komposisi taman pun tersampaikan.

Beristirahat dan memeriksa jadwal kapal sebelum menuju Pelabuhan Takamatsu

Setelah keluar dari taman, selesaikan makan siang dan pengisian cairan di dalam ruangan, lalu periksa cara naik kapal, tempat naik, dan nama pelabuhan tujuan dari perusahaan kapal yang akan kamu gunakan.

Karena antara Pelabuhan Takamatsu dan Taman Ritsurin memakan waktu kira-kira 10〜15 menit dengan mobil, kamu bisa menyambungkan jalan-jalan pagi ke naik kapal siang dengan mulus.

Usahakan tiba di pelabuhan dengan waktu longgar, bukan tepat sebelum keberangkatan, dan pastikan sekali lagi apakah situasi operasional berubah atau tidak.


Hari 1 siang|Naik feri ke Shodoshima dan Angel Road

Begitu meninggalkan Pelabuhan Takamatsu, perpindahan itu sendiri berubah menjadi waktu untuk menikmati pemandangan Laut Pedalaman Seto.

Selama pelayaran sekitar 60 menit, sambil memandang pulau-pulau kecil dan kapal yang berlalu-lalang, periksa sekali lagi urutan perpindahan setelah tiba di Shodoshima.

Di atas kapal, bersiaplah menghadapi sinar matahari dan angin

Di kapal yang bisa keluar ke luar ruangan, rapikan barang bawaan agar topi atau kertas tidak terbawa angin, dan patuhi area terlarang serta arahan awak kapal.

Bahkan di laut pun jangan terus berjemur di bawah sinar matahari langsung dalam waktu lama; setelah melihat pemandangan, kembalilah ke kabin untuk beristirahat.

Setelah tiba di Shodoshima, titipkan barang bawaan agar dapat berkeliling dengan ringan

Setelah tiba di pelabuhan, berpindahlah ke mobil sewaan, taksi, atau bus reguler yang sudah dipesan, dan letakkan barang besar di penginapan atau tempat penitipan yang tersedia sebelum mulai berwisata.

Karena Pelabuhan Tonosho dan Pelabuhan Ikeda berada di lokasi berbeda, tentukan sesuai ketinggian air apakah menuju Angel Road dulu atau mengunjungi tempat lain lebih dulu.

Kunjungi Angel Road bertepatan dengan air surut

Angel Road adalah pemandangan alam tempat, saat air surut, muncul jalan pasir yang menuju pulau di lepas pantai, dan juga dicintai sebagai "Tempat Suci bagi Pasangan Kekasih".

Jalan pasir muncul sekitar 2 kali sehari, dan rentang waktu yang bisa diseberangi berubah setiap hari, jadi jadikan perkiraan waktu kemunculan yang diumumkan Kota Tonosho sebagai patokan.

Jangan menilai hanya dari waktu yang kamu periksa sebelum perjalanan; pada hari itu pun periksa panduan pasang surut, dan kunjungi dengan sepatu yang nyaman untuk berjalan di pasir basah dan area berbatu.

Ubah cara menikmatinya sesuai kondisi air

Jangan menganggap benar hanya waktu ketika jalan bisa diseberangi; pemandangan jalan pasir yang perlahan muncul, atau pemandangan yang kembali tersembunyi ke laut, juga bisa dinikmati sebagai pengalaman khas pulau.

Saat permukaan laut mendekat, jangan maju lebih jauh; ikuti panduan setempat dan batas area yang boleh dimasuki, lalu segera kembali.

Cara menghabiskan waktu sesuai perubahan air dapat dirangkum sebagai berikut.

Kondisi air Cara terlihat Tindakan
Sebelum jalan muncul Permukaan laut luas Menunggu di tempat pandang
Saat jalan mulai terlihat Gosong pasir memanjang Periksa pijakan kaki
Saat jalan melebar Menuju ke pulau Berjalan di area yang dipandu
Saat air kembali Jalan menyempit Segera kembali


Malam di Shodoshima|Menikmati pemandangan senja Setouchi dan waktu ala pulau

Di penghujung hari pertama, jangan menambah terlalu banyak tempat wisata; habiskan waktu perlahan di sekitar penginapan saat warna langit dan laut berubah.

Dari dek pandang dekat Angel Road kamu bisa memandang Laut Pedalaman Seto saat senja, tetapi karena pemandangan sore bergantung pada cuaca, jangan memadatkan rencana dengan asumsi pasti bisa melihatnya, dan sisakan cukup kelonggaran untuk sekadar menikmati jika bisa berjalan-jalan.

Pilih tempat menginap berdasarkan alur gerak pagi berikutnya

Sekitar Tonosho mudah dijangkau dari pelabuhan dan Angel Road, sementara penginapan dekat Pelabuhan Ikeda atau bagian tengah pulau kadang lebih mudah menuju arah Taman Olive.

Ada tidaknya antar-jemput, disediakan tidaknya makan malam, dan waktu check-in terakhir berbeda-beda tiap penginapan, jadi periksa informasi fasilitas penginapan sebelum memesan.

Setelah makan malam, periksa situasi operasional hari berikutnya

Pada malam hari, sambil menikmati budaya kuliner pulau, periksa cuaca pagi berikutnya, kondisi jalan, informasi operasional kereta gantung, dan feri kepulanganmu.

Shodoshima dikenal sebagai pulau tempat kamu bisa menjumpai hidangan dan produk yang berkaitan dengan kecap asin (shōyu), mi somen, dan zaitun, tetapi apa yang disajikan berbeda-beda menurut toko dan musim.

Hari 2 pagi|Memandang Setouchi di Taman Olive Shodoshima

Pada hari kedua, menujulah ke stasiun tepi jalan (michi-no-eki) Taman Olive Shodoshima sebelum udara semakin panas.

Di atas bukit yang dikelilingi kebun zaitun sekitar 2.000 pohon berdiri kincir angin gaya Yunani berwarna putih, sebuah tempat untuk memotret foto berkesan pulau dengan latar laut dan langit.

Jam operasionalnya dari pukul 8.30 hingga 17.00, dan karena buka sepanjang tahun, ini tempat yang mudah dimasukkan sebagai tempat singgah pagi hari kedua.

Manfaatkan perbedaan ketinggian bukit untuk memandang Laut Pedalaman Seto

Alih-alih hanya mendekati kincir angin, menumpuk ranting zaitun, rerumputan, kincir angin putih, dan laut dari posisi yang agak jauh akan menghasilkan komposisi yang menyampaikan keluasan lahan.

Di dalam taman yang memiliki tanjakan dan turunan, jangan berjalan tergesa-gesa; sisipkan istirahat sambil memanfaatkan naungan pohon dan fasilitas dalam ruangan.

Di kincir angin gaya Yunani, saling bergiliran

Kincir angin gaya Yunani berwarna putih adalah tempat foto populer, tetapi penting untuk tidak menempati tempat yang sama terlalu lama, dan saling bergiliran dengan orang di sekitar.

Di jalan setapak dan rerumputan, periksa batas area yang boleh dimasuki, dan memotretlah tanpa menginjak tanaman atau menarik ranting.

Kenali juga sejarah budidaya zaitun

Setelah memotret, mengarahkan perhatian pada kaitan antara Shodoshima dan budidaya zaitun melalui pameran tentang zaitun serta jalur jalan-jalan akan memperdalam pemahamanmu tentang perjalanan.

Shodoshima dikenal sebagai tempat lahirnya budidaya zaitun di Jepang, dan di dalam taman kamu bisa menyentuh sejarah itu melalui pepohonan zaitun dan produk terkait.

Jika akan membawa pulang makanan atau produk berbahan tumbuhan ke luar negeri, periksa sendiri juga aturan pembawaan masuk di negara tujuanmu.

Hari 2 siang|Memandang langit, laut, dan ngarai dari kereta gantung Kankakei

Setelah Taman Olive, berpindahlah ke sisi gunung, dan nikmati sisi Shodoshima yang berbeda dari tepi laut di Kankakei (Kankakei).

Kankakei terhitung sebagai salah satu dari tiga ngarai indah Jepang, dan pada musim panas mudah menangkap ngarai yang berselimut kehijauan dan Laut Pedalaman Seto dalam satu pandangan, sehingga bentang alam pulau terasa secara tiga dimensi.

Di jalan gunung, sediakan waktu yang cukup dan periksa cuaca

Di jalan menuju Kankakei, jangan mengalihkan pandangan untuk melihat pemandangan, dan ketika hujan, kabut, atau angin kencang mengubah jarak pandang, utamakan keselamatan di atas pemandangan.

Jika menggunakan bus reguler atau bus wisata, periksa hari operasional dan tempat naik-turun pada jadwal.

Memandang kedalaman ngarai dari kereta gantung

Kereta gantung Kankakei terus beroperasi sejak dibuka pada tahun 1963 (Showa 38), menghubungkan Stasiun Koun (Koun) dengan stasiun puncak, dan memungkinkanmu memandang dari jendela kabin pemandangan tebing batu, pepohonan, langit, dan laut yang berkesinambungan.

Karena angin kencang atau pemeriksaan dapat mengubah operasinya, periksa informasi operasional sebelum berangkat, dan memotretlah di dalam kabin dengan memperhatikan sekitar.

Bandingkan pemandangan jauh dan dekat di dek pandang puncak

Di puncak, jika kamu berpindah tempat pandang sambil melihat secara berurutan batu dan pepohonan yang dekat, lereng bidang tengah, dan laut yang jauh, kedalaman pemandangan lebih mudah ditangkap.

Pada hari yang banyak awan, jangan hanya mengejar pemandangan jauh; alihkan sudut pandang ke pemandangan dekat gunung, seperti kabut dan gradasi kehijauan.

Turun gunung dengan menghitung mundur dari feri kepulangan

Saat kembali ke pelabuhan, penting untuk menghitung mundur termasuk waktu turun gunung, pengembalian mobil, dan prosedur naik kapal, serta tidak terus berwisata hingga tepat sebelum keberangkatan.

Di atas kapal yang kembali ke Takamatsu, kamu bisa memandang pulau-pulau Laut Pedalaman Seto sambil mengenang pemandangan dua hari: taman, gosong pasir, bukit zaitun, dan ngarai.

Persiapan dan kiat perpindahan yang minim gagal untuk perjalanan Kagawa musim panas

Dalam perjalanan 2 hari 1 malam musim panas, menyesuaikan rencana dengan kondisi yang sulit diubah seperti pasang surut, jadwal kapal, dan panas lebih penting daripada menambah tempat wisata.

Kombinasikan luar ruangan dan dalam ruangan secara bergantian, dan susun agar meski salah satu bagian dipersingkat, seluruh perjalanan tidak berantakan.

Jika menetapkan peran tiap rentang waktu, kamu lebih mudah bergerak sambil menghindari panas.

Rentang waktu Cara menghabiskan waktu yang cocok Hal yang perlu diperhatikan
Pagi Jalan-jalan taman dan bukit Siapkan minuman
Siang Berpindah dengan kapal atau mobil Istirahat dalam ruangan
Sore Pemandangan gunung Periksa operasional
Menjelang malam Berjalan di tepi laut Kembali sebelum gelap

Selesaikan langkah antipanas sebelum berpindah

Bawa minuman, topi, alat pengelap keringat, dan perlengkapan antisinar matahari, dan siapkan di pelabuhan atau di kota sebelum berpindah, jangan hanya mengandalkan kios di tempat wisata.

Musim panas di Setouchi memiliki sinar matahari yang kuat dan suhu yang mudah naik, jadi jika merasa tidak enak badan, kurangi rencana dan beristirahatlah di tempat ber-AC atau di tempat teduh.

Miliki juga keputusan untuk tidak menyeberang ke pulau saat cuaca buruk

Pada hari yang diperkirakan terdampak angin kencang atau topan, perubahan operasi feri atau kereta gantung memengaruhi seluruh perjalanan, jadi utamakan pengumuman masing-masing operator.

Untuk berjaga jika tidak bisa menyeberang ke pulau, menyiapkan rencana cadangan untuk beralih ke tempat-tempat di dalam kota Takamatsu seperti Taman Ritsurin atau Yashima (Yashima) akan memudahkanmu menyesuaikan diri.


Ringkas barang bawaan hingga muatan untuk satu malam agar bepergian ringan

Karena ada pantai berpasir, naik-turun kapal, dan jalan menanjak, jangan membawa barang besar ke mana-mana; jika mengumpulkan barang penting ke dalam tas kecil, kamu lebih mudah bergerak.

Mengombinasikan sepatu yang nyaman untuk berjalan, pakaian berbahan sejuk, dan jaket tipis untuk menghadapi AC memudahkanmu menyesuaikan diri dengan perbedaan lingkungan luar ruangan dan dalam kapal.

Rangkuman|Perjalanan Kagawa 2 hari 1 malam musim panas, berkelilinglah santai mengikuti pasang surut dan kapal

Rute model 2 hari 1 malam di Kagawa musim panas, ketika menyeberang dari Taman Ritsurin di Takamatsu ke Shodoshima lalu menghubungkan Angel Road, Taman Olive, dan Kankakei, memungkinkanmu menikmati pemandangan yang berbeda-beda: taman, laut, bukit, dan ngarai.

Kunci keberhasilannya adalah memeriksa lebih dulu ketinggian air Angel Road dan operasi feri, serta menginap semalam di Shodoshima untuk menyisakan waktu pagi dan sore.

Kurangi tempat singgah sesuai panas dan cuaca, jangan tergesa-gesa menikmati pemandangan, dan nikmati perjalanan mengikuti waktu Setouchi yang lambat dan santai.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Rencana dasar yang santai adalah menghabiskan hari pertama di Takamatsu, menyeberang ke Shodoshima pada sore hari, lalu berkeliling pulau pada hari kedua. Memadukan Taman Ritsurin pada pagi hari, Angel Road pada sore hari, serta Olive Park dan Kankakei keesokan harinya membuat pemandangan berubah dari taman, laut, bukit, hingga ngarai. Menginap semalam di Shodoshima dan memanfaatkan waktu sejuk pagi dan sore dapat mengurangi perjalanan di tengah hari.
A. Feri dari Pelabuhan Takamatsu ke Pelabuhan Tonosho memakan waktu sekitar 60 menit, dengan tarif dewasa sekali jalan 700 yen. Ada maksimal 15 pelayaran per hari, tetapi sebagian pelayaran pada hari kerja tidak tersedia bagi penumpang umum, jadi pilih dulu pelayaran yang akan digunakan sebelum menyusun rencana di pulau. Loket feri menerima kartu kredit, sedangkan kapal cepat hanya menerima uang tunai; siapkan metode pembayaran yang sesuai dengan layanan yang digunakan.
A. Taman Ritsurin adalah taman berjalan dengan kolam yang dibuat pada zaman Edo, dan merupakan taman cagar budaya terluas di Jepang di antara yang ditetapkan sebagai Tempat Pemandangan Indah Khusus nasional. Taman ini meraih penilaian tertinggi tiga bintang dalam Michelin Green Guide Japon, dan daya tariknya adalah keindahan "pemandangan pinjaman", di mana kolam, jembatan, pohon pinus, dan Gunung Shiun di belakangnya bertumpuk seperti lukisan yang berbeda di setiap titik saat berjalan.
A. Biaya masuk 500 yen untuk dewasa dan 170 yen untuk anak (pelajar SD dan SMP), dan pada musim panas Juni hingga Agustus taman buka sejak pagi, pukul 5:30 sampai 19:00. Masuk gratis pada Hari Tahun Baru dan pada 16 Maret, hari peringatan pembukaan taman; selain itu, jika masuk pagi-pagi sebelum udara benar-benar panas, Anda bisa berjalan sejuk di area teduh sekitar Nanko (kolam selatan) dan masih menyisakan waktu untuk perjalanan ke Pelabuhan Takamatsu setelahnya.
A. Jalur pasir Angel Road muncul sekitar 3 jam sebelum dan sesudah waktu surut, kira-kira 2 kali sehari. Waktu untuk menyeberang berubah setiap hari, jadi periksa tabel pasang surut sebelum perjalanan dan pada hari itu juga, lalu kembali dengan waktu longgar sebelum jalur menyempit. Di gosong pasir, jangan menghalangi lalu-lalang orang lain, dan demi keselamatan hindari tempat basah serta batu yang licin. Perubahan permukaan laut tepat sebelum dan sesudah jalur muncul juga menarik untuk dilihat.
A. Jika ingin mengunjungi beberapa tempat pemandangan, mobil sewaan atau taksi lebih praktis dan memungkinkan Anda menyesuaikan urutan kunjungan dengan kondisi pasang surut dan jadwal feri. Shodoshima Olive Bus juga beroperasi di pulau, tetapi frekuensinya terbatas. Jika menggunakan bus, batasi tujuan menjadi dua atau tiga tempat, seperti Angel Road dan Olive Park, agar perjalanan tidak terlalu terikat jadwal.
A. Jam operasionalnya 8:30 sampai 17:00, masuk gratis, dan buka sepanjang tahun, sehingga mudah dimasukkan dalam rencana pagi hari kedua. Di antara sekitar 2.000 pohon zaitun berdiri kincir angin putih bergaya Yunani, lambang persahabatan dengan Pulau Milos di Yunani. Memotretnya dari jarak agak jauh dengan dahan, hamparan rumput, dan laut dalam satu bingkai akan menonjolkan luasnya pemandangan.
A. Shodoshima dikenal sebagai tempat lahirnya budidaya zaitun di Jepang, yang berawal dari bibit impor dari Amerika Serikat pada tahun 1908 (Meiji tahun ke-41). Iklim Setouchi yang hangat dan mirip pesisir Mediterania membantu tanaman zaitun tumbuh dengan baik. Di Olive Park, pameran dan jalur pejalan kaki memperkenalkan sejarah ini dan memberi konteks pada pemandangan yang dinikmati.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.