Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Panduan Uesugi Jinja Yonezawa: Kastil & Sejarah Uesugi

Panduan Uesugi Jinja Yonezawa: Kastil & Sejarah Uesugi

Uesugi Jinja di bekas Kastil Yonezawa didedikasikan untuk Uesugi Kenshin. Simak parit Matsugasaki Park, museum Keishoden, dan sejarah Uesugi.

Ringkasan Cepat

Sekilas Daya Tariknya

Kuil Uesugi yang berdiri di bekas Honmaru Kastil Yonezawa mengabadikan Uesugi Kenshin; kuil di Kota Yonezawa tempat Anda bisa menelusuri sejarah Klan Uesugi bersama parit dan pemandangan bekas kastil di Matsugasaki Park.

Sorotan Utama

Aula kuil yang dirancang dengan keterlibatan Chuta Ito, panji militer "Bi" dan "Ryu" yang berkibar di Jembatan Maizuru, parit dan sakura di Matsugasaki Park, dan kuil pembantu Matsugasaki yang mengabadikan Uesugi Yozan.

Akses

Sekitar 10 menit dengan bus dari Stasiun JR Yonezawa ke halte "Uesugi-jinja-mae (Uesugi Joshien)". Dengan mobil 10–15 menit dari IC Yonezawa-Chuo, IC Yonezawa-Kita, atau IC Hachimanbara.

Tarif/Tiket Masuk

Berdoa di kuil gratis. Aula Harta/Keishoden: umum ¥700, siswa SMA/mahasiswa ¥400, siswa SD/SMP ¥300. Goshuin (cap kaligrafi kuil) ¥500 per lembar.

Puncak Musim

Musim semi: Festival Yonezawa Uesugi (29 April–3 Mei) dan sakura sekitar pertengahan April; di beberapa tahun ada pencahayaan sakura di sepanjang parit. Musim dingin: Festival Lentera Salju Uesugi dengan sekitar 200 lentera salju berjajar.

Catatan

Jembatan Hishimon di pintu selatan sedang diperbaiki dan tidak dapat dilewati. Keishoden buka akhir Maret–25 November, masuk terakhir pukul 15:45, pembayaran hanya tunai.

Pengalaman

Berjalan di jalan masuk dari Jembatan Maizuru untuk berdoa di aula, menerima goshuin (cap kaligrafi kuil) di kantor kuil, dan mengagumi baju zirah serta pedang yang terkait Uesugi Kenshin, Kagekatsu, dan Yozan di Keishoden.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Yamagata

Mengenal Uesugi Jinja: Kuil Bersejarah di Yonezawa

Uesugi Jinja (Kuil Uesugi) adalah kuil yang terletak di dalam Taman Matsugasaki, bekas situs reruntuhan utama Istana Yonezawa di Kota Yonezawa, Prefektur Yamagata.

Dewa yang dipuja adalah panglima perang periode Sengoku, Uesugi Kenshin, dan merupakan salah satu tempat wisata yang tidak boleh dilewatkan untuk memahami sejarah Yonezawa dan perjalanan keluarga Uesugi.

Karena bangunan kuil berada di dalam situs istana, ciri khas utama kuil ini adalah pengunjung tidak hanya dapat beribadah, tetapi juga sekaligus merasakan sejarah Istana Yonezawa dan keluarga Uesugi.

Jika Anda baru pertama kali berkunjung, akan lebih mudah memahami latar belakang daerah ini jika Anda berjalan melihat seluruh taman sebagai satu ruang bersejarah, bukan hanya kuilnya saja.

Sejarah Penting yang Wajib Dilihat di Uesugi Jinja

Asal-Usul Kuil sebagai Tempat Pemujaan Uesugi Kenshin

Uesugi Jinja adalah tempat yang dibentuk sebagai kuil pada periode Meiji, meneruskan tradisi penghormatan terhadap arwah Uesugi Kenshin.

Setelah itu, bangunan kuil didirikan di lokasi saat ini di bekas situs utama Istana Yonezawa, dan penguasa bijaksana yang membangkitkan kembali Wilayah Yonezawa, Uesugi Yōzan, kemudian dipuja di Matsugasaki Jinja sebagai kuil cabang.

Bangunan Kuil Saat Ini dan Karya Arsitek Itō Chūta

Kompleks bangunan kuil saat ini dibangun kembali setelah kebakaran besar Yonezawa pada periode Taisho.

Desainnya melibatkan arsitek asal Yonezawa, Itō Chūta, sehingga tempat ini berkesan tidak hanya sebagai kuil yang memuja tokoh sejarah, tetapi juga sebagai arsitektur kuil modern yang mengesankan.

Garis sumbu dari jalan masuk menuju aula ibadah dan suasana megah khas bangunan kayu juga memberikan pengalaman yang berharga bagi penggemar arsitektur.

Spot yang Wajib Dikunjungi di Area Uesugi Jinja

Parit dan Pemandangan Reruntuhan Istana Yonezawa di Taman Matsugasaki

Di sekeliling kuil membentang Taman Matsugasaki dengan parit berisi air yang masih terpelihara.

Di dalam taman, situs-situs bersejarah yang berhubungan dengan keluarga Uesugi tersebar, dan pemandangan khas reruntuhan Istana Yonezawa masih terjaga hingga kini.

Musim sakura sangat berkesan, dan setiap tahunnya sekitar pertengahan April, sekitar 200 pohon sakura bermekaran di sepanjang parit.

Pada musim sakura, ada tahun di mana lampu penerangan (light-up) dilakukan sekitar pukul 18.00 hingga 21.00, dan pemandangan sakura malam yang terpantul di permukaan air parit adalah spot foto yang tidak boleh dilewatkan.

Saat beribadah di musim semi, akan lebih terasa kekhasan Uesugi Jinja jika Anda berjalan tidak hanya di sekitar bangunan kuil, tetapi juga mencakup pemandangan dari seberang parit.

Mengunjungi Keishōden, Museum Harta Kuil

Keishōden yang bersebelahan adalah museum harta Uesugi Jinja.

Museum ini menyimpan peninggalan dan tulisan tangan Uesugi Kenshin, Uesugi Kagekatsu, dan Uesugi Yōzan, serta koleksi baju zirah, pedang, lukisan, dan dokumen, dengan pameran baju zirah, pedang, dan dokumen kuno yang berhubungan dengan keluarga Uesugi.

Jika mampir setelah beribadah, pemahaman tentang sejarah keluarga Uesugi akan semakin mendalam.

Jam buka Keishōden adalah pukul 9.30 hingga 16.00, dengan masuk terakhir pukul 15.45.

Periode buka adalah dari akhir Maret hingga 25 November, dengan harga tiket masuk 700 yen untuk umum, 400 yen untuk siswa SMA dan mahasiswa, serta 300 yen untuk siswa SD dan SMP.

Jika ingin mengunjungi bersama ibadah kuil, sebaiknya konfirmasi terlebih dahulu termasuk hari libur museum.

Cara Beribadah dan Goshuin di Uesugi Jinja

Alur Ibadah dan Etiket

Saat pertama kali berkunjung, setelah melewati torii (gerbang kuil), akan lebih tenang menjelajahi area kuil jika Anda berjalan sambil memperhatikan hubungan posisi jalan masuk dan bangunan kuil.

Di Jembatan Maizuru di tengah jalan masuk, panji-panji perang "Bi" dan "Ryū" berkibar, memberikan suasana yang erat kaitannya dengan Uesugi Kenshin.

Bahkan pada periode ramai, di depan aula ibadah sebaiknya beribadah dengan tenang sambil memperhatikan alur pengunjung di sekitar, agar tidak merusak suasana.

Jika Ingin Menerima Goshuin Uesugi Jinja

Goshuin (cap/stempel kunjungan kuil) dapat diterima di kantor administrasi Uesugi Jinja.

Tersedia 2 jenis, yaitu "Uesugi Jinja" dan "Matsugasaki Jinja", dengan waktu pelayanan dari pukul 8.30 hingga 17.00, dan tersedia juga cap tertulis sebelumnya.

Hatsuhoryō (biaya ucapan terima kasih) adalah 500 yen per cap.

Karena Matsugasaki Jinja tidak berpenjaga sepanjang tahun, goshuin kuil tersebut juga dilayani di kantor administrasi Uesugi Jinja.

Selain itu, pembayaran di kotak persembahan dan tiket masuk Keishōden dilakukan dengan uang tunai.

Cara Menuju Uesugi Jinja dan Tips Saat Berkunjung

Akses dengan Transportasi Umum dan Mobil

Dari Stasiun JR Yonezawa, Anda dapat menuju "Uesugi Jinja-mae (Uesugi Jōshien)" dengan bus.

Waktu naik bus sekitar 10 menit, dan setelah turun Anda dapat langsung menuju jalan masuk kuil.

Dengan mobil, Anda dapat menuju dari Yonezawa Chūō IC, Yonezawa Kita IC, atau Hachimanbara IC di Tōhoku Chūō Expressway, semuanya sekitar 10 hingga 15 menit dari IC.

Tentang Parkir Uesugi Jinja

Tidak ada tempat parkir khusus untuk pengunjung umum di dalam kuil.

Jika berkunjung dengan mobil, Anda dapat menggunakan "Omatsuri Hiroba Parking" yang dikelola kota di sisi utara luar parit, dengan kapasitas sekitar 300 unit kendaraan.

Selama periode festival sakura dan festival Uesugi, tempat parkir sering penuh, sehingga sebaiknya datang dengan waktu yang cukup.

Jam Buka Gerbang dan Kondisi Akses

Jam buka gerbang adalah pukul 6.00 hingga 17.00 pada musim semi, musim panas, dan musim gugur (musim daun berubah warna), serta pukul 7.00 hingga 17.00 pada musim dingin.

Setelah pukul 17.00, Anda tidak dapat melanjutkan ke depan aula kuil, tetapi masih bebas masuk ke dalam taman.

Selain itu, Jembatan Hishimon di pintu selatan dapat berada dalam masa perbaikan sehingga tidak dapat digunakan.

Karena pilihan pintu masuk berubah, sebaiknya konfirmasi panduan sebelum berkunjung.

Cara Menikmati Uesugi Jinja Setiap Musim

Musim Semi: Yonezawa Uesugi Matsuri Berbarengan dengan Sakura

Festival tahunan (reitaisai) Uesugi Jinja diadakan setiap tanggal 29 April, tanggal peringatan wafat Uesugi Kenshin menurut penanggalan modern.

Dari tanggal ini hingga 3 Mei adalah periode Yonezawa Uesugi Matsuri, dan pada 3 Mei diakhiri dengan arak-arakan mikoshi (tandu dewa) serta rekonstruksi Pertempuran Kawanakajima di tepi Sungai Matsukawa.

Musim semi adalah waktu yang mudah untuk menikmati karakter historis kuil bersama pemandangan sakura Taman Matsugasaki secara bersamaan.

Bagi yang ingin menikmati ibadah dan menjelajahi reruntuhan Istana Yonezawa sekaligus, musim ini sangat layak untuk dijelajahi dengan berjalan kaki.

Musim Dingin: Menjadi Tempat Utama Uesugi Yuki Tōrō Matsuri

Di musim dingin, Taman Matsugasaki tempat Uesugi Jinja berada menjadi tempat utama Uesugi Yuki Tōrō Matsuri (festival lentera salju), biasanya diadakan pada hari Sabtu kedua bulan Februari dan hari berikutnya.

Pemandangan malam dengan sekitar 200 lentera salju dan sekitar 1.000 lampion bonbori salju yang berjajar memberikan kesan fantastis yang sangat berbeda dengan musim semi atau musim gugur.

Penyalaan dimulai sekitar pukul 17.30, dengan waktu penyelenggaraan yang berbeda-beda tergantung jadwalnya.

Karena tempat yang sama terlihat sangat berbeda tergantung musim, Uesugi Jinja adalah kuil yang menarik untuk dikunjungi berkali-kali, bukan hanya sekali, dengan mengubah waktu kunjungan.

Kesimpulan | Tips Menikmati Uesugi Jinja dengan Tenang

Uesugi Jinja adalah kuil yang memuja Uesugi Kenshin sekaligus tempat yang mewariskan ingatan lokasi bekas reruntuhan utama Istana Yonezawa hingga saat ini.

Jangan hanya berhenti pada ibadah, tetapi dengan melihat juga parit Taman Matsugasaki, pemandangan reruntuhan Istana Yonezawa, dan Keishōden, hubungan antara Yonezawa dan keluarga Uesugi akan terlihat lebih menyeluruh.

Jam buka gerbang, pelayanan goshuin, dan kondisi lalu lintas Jembatan Hishimon dapat berubah.

Agar tidak bingung di lokasi, sebaiknya konfirmasi panduan sebelum berangkat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Uesugi Shrine adalah kuil yang berada di dalam Matsugasaki Park di Yonezawa, Prefektur Yamagata, yang mengabadikan panglima perang zaman Sengoku, Uesugi Kenshin, sebagai dewa. Kuil ini berdiri di reruntuhan honmaru Kastil Yonezawa sehingga parit dan tanggul tanah masih tersisa, dan daya tarik utamanya adalah dapat berziarah sambil merasakan sejarah kota benteng dengan sakura di musim semi dan pemandangan salju di musim dingin.
A. Karena mengabadikan Uesugi Kenshin yang disebut "Dewa Perang" dan dianggap tidak terkalahkan seumur hidup, kuil ini diyakini memberi berkah keberuntungan dalam pertandingan, kemujuran, kelancaran studi, dan kemakmuran bisnis. Banyak orang berziarah sebelum ujian masuk atau pertandingan olahraga, dan kuil ini dipilih sebagai destinasi perjalanan yang kuat saat menghadapi momen penting dalam hidup.
A. Berziarah di area kuil gratis, dengan jam buka 6:00-17:00 pada musim semi, panas, dan gugur, serta 7:00-17:00 pada musim dingin. Aula harta karun "Keishoden" memerlukan biaya tambahan 700 yen untuk umum, 400 yen untuk siswa SMA/universitas, dan 300 yen untuk siswa SD/SMP, dan jika Anda berziarah pagi-pagi lalu menunggu pembukaan Keishoden (9:30), Anda dapat menikmati aula kuil yang tenang di pagi hari dengan tenang.
A. Dari depan Stasiun JR Yonezawa, naik bus jalur sirkular pusat kota atau jalur Shirabu Onogawa Onsen sekitar 10 menit, dan turun di "Uesugi Jinja Mae (Uesugi Joshien)". Tarif jalur sirkular pusat kota 200 yen sekali naik, dan bus pulang lebih jarang pada jam tertentu. Karena halte bus terpusat di area Uesugi Joshien, memeriksa jadwal pulang terlebih dahulu akan memudahkan pergerakan.
A. Aula harta karun ini menyimpan sekitar 1.000 koleksi keluarga Uesugi seperti baju zirah, pedang, dan surat, dan helm dengan hiasan depan "Ai" milik Naoe Kanetsugu menjadi daya tarik terbesar. Buka pada 9:30–16:00 (masuk terakhir 15:45) dari akhir Maret hingga 25 November, dan tutup di musim dingin, jadi bagi yang ingin melihat helm tersebut, kunjungan musim semi hingga musim gugur perlu direncanakan.
A. Goshuin (tulisan tinta sebagai kenang-kenangan ziarah) Uesugi Shrine dan Matsugasaki Shrine dapat diperoleh di kantor administrasi Uesugi Shrine seharga 500 yen masing-masing. Jam pelayanan 8:30–17:00, dan buku goshuin tersedia dalam 2 warna, ungu dan merah, seharga 1.500 yen masing-masing. Karena halaman pertama akan diisi langsung, ini juga cocok bagi yang ingin mulai mengoleksi goshuin di tempat tujuan.
A. Di area kuil dan Matsugasaki Park terdapat sekitar 200 pohon sakura, dan musim mekar biasanya pada pertengahan-akhir April. Kombinasi "Sakasa-zakura" (refleksi sakura terbalik) di permukaan parit dengan Jembatan Maizuru berwarna merah dan dinding batu menjadi spot foto terkemuka di Yonezawa, dan jika Anda berkunjung sekitar pukul 16:00 saat sinar miring sore hari, kelopak bunga akan bersinar keemasan.
A. Festival Lampion Salju Uesugi biasanya diadakan selama 2 hari pada Sabtu dan Minggu kedua bulan Februari di sekitar Uesugi Shrine dan Matsugasaki Park. Sekitar 200 lampion salju dan 1.000 yuki-bonbori (lampion kecil dari salju) dipasang, dan pencahayaan dimulai sekitar pukul 17:30. Karena permukaan tanah sering tertutup salju padat dan beku, sebaiknya siapkan sepatu bot tahan air, sol anti-licin, dan sarung tangan agar nyaman berjalan hingga malam.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.