Tips Memilih Museum Seni dan Museum di Aomori Saat Hujan
Jika mencari tempat wisata di Aomori, prefektur di Jepang, saat hujan, jadikan museum seni dan museum sebagai pilihan utama sambil memperluas minat dari seni ke budaya Jōmon (budaya prasejarah Jepang), Nebuta Matsuri (festival lentera), Tsugaru-shamisen (musik alat petik tradisional berdawai 3), hingga ilmu penerbangan.
Pilih pameran yang ingin dikunjungi sesuai dengan area tempat menginap agar Anda lebih mudah menyusun itinerary yang memberi waktu untuk menikmati karya dan koleksi tanpa terburu-buru berpindah tempat.
Artikel ini memperkenalkan 8 museum seni dan museum yang dapat dinikmati di dalam ruangan di Kota Aomori, Kota Hirosaki, Kanagi di Kota Goshogawara, Kota Towada, Kota Hachinohe, dan Kota Misawa, beserta harga tiket masuk, jam buka, dan cara menuju lokasinya.
Pisahkan Rencana Pameran Dalam Ruangan dan Atraksi Luar Ruangan Saat Hujan
Di museum seni maupun museum lainnya, tidak semua karya dan situs arkeologi di dalam kompleks berada di dalam ruangan.
Misalnya, jalur penghubung untuk mendekati karya Aomori-ken di Aomori Kenritsu Bijutsukan (Museum Seni Prefektur Aomori), area situs Sannai-Maruyama Iseki (situs arkeologi Jōmon), alun-alun seni Towada-shi Gendai Bijutsukan (museum seni kontemporer di Towada), dan pesawat yang dipajang di Misawa-shi Ōzora Hiroba (area terbuka dengan pajangan pesawat di Misawa) semuanya merupakan atraksi luar ruangan.
Saat hujan, sebaiknya pilih berdasarkan adanya hal yang ingin Anda nikmati sepenuhnya di dalam gedung, lalu tambahkan kunjungan luar ruangan sesuai dengan kondisi cuaca.
Utamakan tempat yang mudah dicapai pulang pergi dari penginapan atau tujuan berikutnya, alih-alih memasukkan terlalu banyak lokasi yang jauh.
Beberapa perjalanan antarkota di Prefektur Aomori memakan waktu cukup lama, misalnya sekitar 60 menit dengan bus dari Stasiun Hachinohe ke Towada-shi Gendai Bijutsukan, jadi perhitungkan juga waktu perjalanan saat membuat rencana.
Pertama Kali ke Museum? Mulailah dari Hal yang Menarik Perhatian Anda
Anda tidak perlu mencoba membaca seluruh penjelasan berbahasa Jepang; mulailah dari hal yang menarik perhatian, seperti ukuran karya, bentuk peralatan, atau bunyi yang terdengar.
Sekadar membicarakan perbedaan yang Anda temukan dengan teman perjalanan pun dapat memperluas cara memandang pameran.
Beberapa tempat menyediakan panduan audio atau tur pameran bersama pemandu, jadi tanyakan pilihan panduan yang tersedia di meja penerimaan.
Berikut beberapa cara menikmati pameran sesuai dengan minat Anda.
| Minat dan gaya perjalanan | Hal yang perlu diperhatikan | Saran cara menikmati |
|---|---|---|
| Pertama kali ke museum seni | Warna dan bentuk | Pilih karya yang Anda sukai |
| Menyukai arsitektur | Material dan cahaya | Amati perbedaan antarruang |
| Tertarik pada sejarah | Peralatan dan kehidupan sehari-hari | Bayangkan cara penggunaannya |
| Berkunjung bersama anak | Ukuran dan cara kerja | Ceritakan hal yang ditemukan |
Museum di Kota Aomori untuk Menikmati Seni, Budaya Jōmon, dan Nebuta
Di Kota Aomori, Anda dapat mengenal budaya setempat dari berbagai sisi, mulai dari karya seni, temuan arkeologi, hingga bentuk artistik karya festival.
Menentukan bidang yang paling Anda sukai terlebih dahulu akan memudahkan pemilihan tujuan kunjungan.
Ketiga tempat yang diperkenalkan di sini dapat dicapai dengan bus atau berjalan kaki dari Stasiun JR Aomori atau Stasiun Shin-Aomori.
1. Aomori Kenritsu Bijutsukan: Nikmati Aomori-ken dari Dalam Gedung Saat Hujan
Aomori Kenritsu Bijutsukan menyimpan karya seniman yang memiliki kaitan dengan Aomori, termasuk Munakata Shikō, seniman cetak cukil kayu, dan Nara Yoshitomo, seniman kontemporer.
Karya Aomori-ken oleh Nara Yoshitomo berada di luar ruangan, tetapi dapat dilihat melalui kaca dari ruang pameran tetap.
Saat hujan, Anda dapat mengamati hubungan antara karya dan ruang di sekelilingnya dari dalam gedung tanpa harus merencanakan keluar.
Aomori-ken Renraku Tsūro, jalur penghubung luar ruangan untuk mendekati Aomori-ken, memiliki 2 bagian tangga naik turun dan memerlukan waktu pulang pergi sekitar 10–15 menit, serta ditutup ketika salju mulai turun, sehingga perlu dibedakan dari cara melihat karya dari dalam gedung.
Selain datang khusus untuk sebuah karya terkenal, periksa juga pameran yang berlangsung pada hari kunjungan agar pengalaman menikmati seni lebih beragam.
Jam buka adalah 9.30–17.00 dengan batas masuk pukul 16.30, dan harga tiket reguler pameran tetap atau pameran koleksi adalah 700 yen untuk umum, 400 yen untuk mahasiswa, serta gratis untuk pelajar SMA dan pengunjung berusia 18 tahun ke bawah.
Dari Stasiun JR Aomori, naik bus kota Aomori tujuan Sannai-Maruyama Iseki sekitar 20 menit, atau dari pintu timur Stasiun Shin-Aomori naik bus rute Nebutan-gō sekitar 10 menit; keduanya turun di halte Kenritsu Bijutsukan-mae.
Di dalam gedung tersedia loker dan kafe 4-hiki no Neko, yang berarti 4 ekor kucing, dengan jam buka 10.30–16.30 dan pesanan terakhir pukul 16.00, sehingga Anda dapat menikmati kunjungan dengan santai sambil beristirahat meski hari hujan.
2. Sannai-Maruyama Iseki dan Jōmon Jiyūkan: Mengenal Kehidupan Jōmon di Sanmaru Museum
Di Sanmaru Museum yang berada di Jōmon Jiyūkan, pusat pameran di Sannai-Maruyama Iseki, Anda dapat mempelajari budaya Jōmon melalui benda-benda yang ditemukan di situs tersebut.
Sannai-Maruyama Iseki merupakan sisa permukiman besar dari periode Jōmon sekitar 5.900–4.200 tahun lalu, yang pada Juli 2021 terdaftar sebagai salah satu komponen Situs Warisan Budaya Dunia Jōmon Prehistoric Sites in Northern Japan, yaitu kelompok situs Jōmon di Hokkaido dan Tōhoku bagian utara.
Pamerannya mencakup dogū (patung tanah liat) besar berbentuk pipih, taishu (liontin besar) dari batu giok, serta tiang kayu besar dari pohon kastanye, dan tampilan yang menggunakan figur manusia turut membantu membayangkan kehidupan pada masa itu.
Selain pola pada gerabah, coba pikirkan bagaimana material diolah dan digunakan agar kehidupan masa lalu terasa lebih dekat.
Rencanakan kunjungan ke situs luar ruangan yang memiliki bangunan besar bertiang tertanam dan bangunan besar berlantai cekung secara terpisah dari kunjungan ke pameran dalam ruangan; ketika hujan deras, beralihlah untuk mengamati temuan arkeologi dengan saksama di ruang pameran.
Tur pameran gratis bersama pemandu biasanya berlangsung 2 kali sehari, mulai pukul 10.30 dan 14.30 selama sekitar 15 menit, kecuali pada masa pelatihan, Golden Week (periode libur panjang Jepang pada akhir April hingga awal Mei), dan Nebuta Matsuri, jadi ikutilah jika waktunya sesuai.
Jam buka adalah 9.00–17.00, diperpanjang hingga 18.00 selama Golden Week dan 1 Juni–30 September, dengan batas masuk 30 menit sebelum tutup; hari tutup adalah Senin ke-4 setiap bulan, atau hari berikutnya jika bertepatan dengan hari libur nasional, 30 Desember–1 Januari, serta hari penataan internal.
Harga tiket masuk adalah 500 yen untuk umum, 250 yen untuk mahasiswa, dan gratis untuk pelajar SMA ke bawah, sedangkan pameran khusus dikenai biaya terpisah.
Dari Stasiun JR Aomori, perjalanan memerlukan sekitar 30–40 menit dengan bus kota atau bus rute Nebutan-gō, dan sekitar 15 menit dengan Nebutan-gō dari pintu timur Stasiun Shin-Aomori.
3. Nebuta no Ie Wa Rasse: Melihat Lentera Nebuta Raksasa dari Dekat di Dekat Stasiun Aomori
Nebuta no Ie Wa Rasse (pusat budaya Nebuta), yang terletak di sisi laut stasiun dan hanya 1 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Aomori, memperkenalkan sejarah dan teknik pembuatan karya untuk Aomori Nebuta Matsuri.
Di Nebuta Hall dalam gedung dipamerkan 4 nebuta besar yang pernah diarak dalam festival, sehingga Anda dapat menikmati bentuk artistiknya di dalam ruangan meski di luar musim festival.
Setelah melihat keseluruhan bentuknya, bandingkan ekspresi wajah, goresan garis, dan gerak tokohnya untuk mengamati ciri ekspresi masing-masing pembuat.
Perubahan tema dan gaya nebuta juga diperkenalkan, jadi selain mengambil foto, perhatikan pula orang-orang dan teknik yang telah menopang festival ini.
Di Nebuta Hall, pertunjukan langsung nebuta-bayashi (musik pengiring festival Nebuta) diadakan 4 kali sehari, sehingga Anda dapat merasakan kekuatan bunyi festival di dalam ruangan.
Waktu kunjungan yang disarankan sekitar 30 menit, atau sekitar 60 menit jika mengikuti kegiatan interaktif festival.
Jam buka pada Mei–Agustus adalah 9.00–19.00 dengan batas masuk 18.30, dan pada September–April adalah 9.00–18.00 dengan batas masuk 17.30; harga tiket masuk adalah 620 yen untuk umum, 460 yen untuk pelajar SMA, serta 260 yen untuk pelajar SD dan SMP.
Tempat ini tutup pada 9 dan 10 Agustus untuk penggantian seluruh nebuta yang dipamerkan, serta pada 31 Desember dan 1 Januari untuk libur akhir dan awal tahun.
Di dekat meja informasi umum di lantai 1 tersedia loker dengan uang jaminan 100 yen yang dikembalikan; barang yang terlalu besar untuk masuk loker dapat dititipkan di meja informasi agar Anda lebih leluasa berkeliling.
Museum di Hirosaki dan Kanagi serta Tsugaru Shamisen Kaikan: Arsitektur Bata dan Musik Tsugaru
Di Hirosaki, Anda dapat menikmati seni kontemporer yang memanfaatkan karakter bangunan, sedangkan di Kanagi, Kota Goshogawara, Anda dapat mendengarkan Tsugaru-shamisen, menghadirkan pengalaman budaya berbeda melalui penglihatan dan pendengaran.
4. Hirosaki Renga Sōko Bijutsukan: Arsitektur Bata dan Seni Kontemporer
Hirosaki Renga Sōko Bijutsukan (museum seni di gudang bata Hirosaki) menampilkan seni kontemporer sambil mewarisi sejarah gudang bata yang merupakan peninggalan industri.
Bangunan ini dibangun sebagai pabrik minuman beralkohol pada periode Meiji dan Taishō, serta menjadi tempat produksi massal cider, minuman beralkohol dari apel, yang pertama di Jepang pada 1954 setelah perang.
Renovasinya menjadi museum ditangani oleh arsitek Tane Tsuyoshi, sehingga selain karya seni, bangunannya sendiri juga layak diperhatikan.
Atap titanium berwarna Cider Gold yang berubah nuansa sesuai dengan sudut cahaya menjadi simbol museum ini.
Saat berjalan sambil mengamati tekstur dinding bata dan keterhubungan ruang, Anda dapat menikmati hubungan antara pameran dan arsitekturnya.
Tanpa terburu-buru memahami makna karya, perhatikan bagaimana material dan penempatannya mengubah kesan bangunan.
Sebelum datang, periksa pameran yang sedang berlangsung dan kesesuaiannya dengan minat Anda agar lebih mudah menentukan pilihan.
Jam buka area pameran pada Maret–November adalah 9.00–17.00 dan pada Desember–Februari adalah 9.30–17.00; tempat ini umumnya tutup setiap Selasa, atau hari berikutnya jika bertepatan dengan hari libur nasional, serta pada akhir dan awal tahun, tetapi buka setiap hari selama Hirosaki Sakura Matsuri (festival bunga sakura Hirosaki) dan Hirosaki Neputa Matsuri (festival lentera Hirosaki).
Harga tiket pameran berbeda sesuai dengan pameran, tetapi gratis untuk pelajar SMA ke bawah, sementara masuk ke bangunan dan penggunaan perpustakaan tidak dikenai biaya.
Dari Stasiun JR Hirosaki, berjalan kaki sekitar 20 menit, atau naik bus sirkular Dotemachi milik Kōnan Bus sekitar 9 menit menuju halte Nakadotemachi, lalu berjalan kaki 4 menit.
Karena tempat parkir umum museum dioperasikan sebagai uji coba untuk periode terbatas, periksa syarat penggunaannya dan pertimbangkan transportasi umum atau parkir berbayar di sekitarnya, lalu titipkan barang di loker koin dalam gedung dengan uang jaminan 100 yen yang dikembalikan.
5. Tsugaru Shamisen Kaikan: Mengenal Budaya Tsugaru-shamisen melalui Pameran dan Musik Langsung
Tsugaru Shamisen Kaikan (pusat pameran dan pertunjukan Tsugaru-shamisen) di Kanagi, Kota Goshogawara, yang dikenal sebagai tempat lahirnya Tsugaru-shamisen, memperkenalkan sejarah alat musik ini, lagu rakyat, dan seni pertunjukan daerah.
Selain pameran tentang struktur shamisen dan asal-usulnya, panggung pertunjukan di aula serbaguna biasanya menyajikan musik langsung 5 kali sehari dengan durasi masing-masing sekitar 20 menit.
Saat mendengarkan pertunjukan, perhatikan dinamika suara, irama, dan gerak tangan pemain agar dapat menikmatinya melalui pengalaman yang berbeda dari penjelasan verbal.
Namun, tempat ini tutup selama musim dingin pada 1 Desember–31 Maret, jadi jangan menganggapnya dapat dikunjungi sepanjang tahun hanya karena merupakan tempat wisata dalam ruangan.
Jam buka adalah 9.00–16.00, dengan harga tiket masuk 600 yen untuk umum, 400 yen untuk pelajar SMA dan mahasiswa, serta 250 yen untuk pelajar SD dan SMP.
Tersedia pula tiket gabungan dengan Dazai Osamu Kinenkan Shayōkan, museum peringatan penulis Dazai Osamu, seharga 1.000 yen untuk umum.
Periksa hari buka dan jadwal pertunjukan, lalu rencanakan perjalanan dari Stasiun Kanagi pada jalur Tsugaru Tetsudō (kereta lokal Tsugaru), yang berjarak sekitar 7 menit berjalan kaki.
Museum Seni dan Sains di Towada, Hachinohe, dan Misawa: Seni Kontemporer hingga Dunia Penerbangan
Di Towada, Hachinohe, dan Misawa, Anda dapat memilih tujuan sesuai dengan minat, mulai dari ekspresi seni kontemporer dan seni yang berakar pada daerah hingga teknologi penerbangan.
Jangan menganggap tempat-tempat di kota yang berbeda dapat dikunjungi dalam satu rangkaian berjalan kaki; tentukan dahulu sarana transportasi dan pameran yang ingin dinikmati.
6. Towada-shi Gendai Bijutsukan: Perhatikan Ukuran dan Detail Karya Ron Mueck
Pameran tetap Towada-shi Gendai Bijutsukan berfokus pada karya seni kontemporer yang dipesan khusus untuk lokasi ini dari seniman terkenal dunia seperti Kusama Yayoi dan Ron Mueck.
Standing Woman karya Ron Mueck meninggalkan kesan kuat melalui ukuran yang lebih besar daripada manusia sebenarnya serta detail kulit dan rambutnya.
Coba ubah sedikit jarak atau sudut pandang untuk membandingkan bagaimana ekspresinya terasa berbeda.
Di sekitar museum juga terdapat karya luar ruangan, termasuk alun-alun seni dan perabot jalan, tetapi saat hujan sebaiknya rencanakan kunjungannya secara terpisah dari pameran dalam gedung.
Karena penutupan jangka panjang dijadwalkan pada 1 April 2027–31 Maret 2028 untuk renovasi sistem pendingin dan pemanas ruangan, pastikan tanggal perjalanan Anda tidak bertepatan dengan masa tutup jika ingin menikmati pameran dalam gedung.
Selama penutupan, karya luar ruangan seperti alun-alun seni tetap dapat dilihat, kecuali sebagian yang tidak dibuka karena kondisi pekerjaan, tetapi tempat ini tidak dapat dipilih untuk menikmati seni di dalam ruangan saat hujan.
Jam buka adalah 9.00–17.00 dengan batas masuk pukul 16.30; museum tutup setiap Senin, atau hari berikutnya jika bertepatan dengan hari libur nasional, serta pada akhir dan awal tahun; harga tiket adalah 1.800 yen untuk umum, atau 1.000 yen selama pergantian pameran temporer, dan gratis untuk pelajar SMA ke bawah.
Perjalanan dengan bus memerlukan sekitar 35 menit dari Stasiun Shichinohe-Towada pada jalur Tōhoku Shinkansen, sekitar 60 menit dari Stasiun Hachinohe dengan turun di halte Kanchōgai-dōri lalu berjalan kaki 5 menit, atau sekitar 30 menit dari Stasiun Misawa dengan turun di halte Kanchōgai-dōri lalu berjalan kaki 5 menit.
Di dalam museum tersedia sarana untuk menikmati pameran seperti panduan audio, serta cube cafe & shop untuk beristirahat di sela-sela kunjungan.
7. Hachinohe-shi Bijutsukan: Pameran dan Kegiatan Pengunjung Bertemu di Giant Room
Hachinohe-shi Bijutsukan (Museum Seni Kota Hachinohe) menghargai kegiatan bersama warga selain penyelenggaraan pameran.
Museum ini dibuka sebagai museum baru pada 3 November 2021 dengan konsep Art Farm untuk Pertemuan dan Pembelajaran.
Ciri khasnya adalah Giant Room, ruang besar yang dapat ditata secara fleksibel dengan partisi bergerak dan furnitur, dirancang sebagai tempat berkumpul, bertemu, dan belajar melalui seni.
Koleksinya yang berjumlah sekitar 3.000 karya, termasuk karya yang berkaitan dengan Hachinohe, mencakup lukisan gaya Jepang dan Barat, seni cetak, kaligrafi, patung, serta kerajinan, termasuk karya Munakata Shikō dan seniman lainnya.
Periksa pameran dan kegiatan yang berlangsung di dalam museum pada hari kunjungan, lalu pilih yang sesuai dengan minat Anda.
Jika naik kereta, pastikan tidak tertukar antara Stasiun Hachinohe dan Stasiun Hon-Hachinohe; dari Stasiun Hachinohe, naik jalur JR Hachinohe sekitar 10 menit menuju Stasiun Hon-Hachinohe, lalu periksa rute berjalan kaki sekitar 10 menit dari sana.
Jika naik bus, berangkat dari pintu timur Stasiun Hachinohe dan turun di halte Mikkamachi atau Yōkamachi pada Chūshingai Terminal, lalu berjalan kaki 2 menit.
Jam buka adalah 10.00–19.00, sehingga tetap buka setelah sore hari, kecuali 28 Desember dan 2–3 Januari yang tutup pukul 17.00; hari tutup umumnya Selasa, atau hari kerja berikutnya jika bertepatan dengan hari libur nasional, serta akhir dan awal tahun.
Karena harga tiket berbeda untuk setiap pameran, periksa situs resmi sebelum berkunjung.
Di dalam museum tersedia loker dengan uang koin yang dikembalikan, kursi roda pinjaman, ruang menyusui, serta toilet serbaguna dengan fasilitas bagi pengguna stoma.
8. Aomori Kenritsu Misawa Kōkū Kagakukan: Mengenal Pesawat dan Sains Bersama Anak Saat Hujan
Aomori Kenritsu Misawa Kōkū Kagakukan (museum sains penerbangan Prefektur Aomori di Misawa), yang dibuka pada 2003, mengusung tema Langit Luas dan Penerbangan untuk mempelajari sejarah penerbangan yang berkaitan dengan Aomori serta ilmu pengetahuannya.
Di dalam museum terdapat 3 zona, yaitu penerbangan, sains, dan antariksa; pajangan seperti replika pesawat Miss Veedol dan YS-11 dapat memperluas ketertarikan pada pesawat ke cara terbang dan keajaiban sains.
Jika berkunjung bersama anak, nikmati sambil saling berbagi temuan, misalnya membicarakan perubahan yang terjadi sebelum dan setelah mengoperasikan suatu perangkat.
Sebagian wahana interaktif memiliki syarat seperti usia atau tinggi badan, jadi periksa ketentuan partisipasi dan status operasional pada hari kunjungan.
Misawa-shi Ōzora Hiroba di sekitarnya merupakan area luar ruangan dengan pajangan pesawat, sehingga saat hujan sebaiknya fokus pada pameran di dalam gedung agar kunjungan lebih nyaman.
Jam buka adalah 9.00–17.00 dengan batas masuk pukul 16.30; museum tutup setiap Senin, atau hari berikutnya jika bertepatan dengan hari libur nasional, serta 30 Desember–1 Januari; harga tiket masuk adalah 700 yen untuk umum dan gratis bagi pengunjung berusia di bawah 18 tahun, termasuk hingga 31 Maret pertama setelah ulang tahun ke-18, serta pelajar SMA ke bawah.
Perjalanan memerlukan sekitar 6 menit dengan taksi dari Bandara Misawa atau sekitar 15 menit dengan mobil dari Stasiun Misawa, dan MISAWA Gurutto Bus juga beroperasi pada Sabtu, Minggu, hari libur nasional, dan hari tertentu lainnya.
Perbandingan Harga Tiket, Hari Tutup, dan Akses 8 Museum di Aomori
Berikut rangkuman harga tiket umum, hari tutup utama, dan perkiraan akses untuk 8 tempat yang diperkenalkan.
Harga tiket dan hari tutup dapat berbeda menurut pameran dan musim.
| Nama tempat | Harga tiket umum | Hari tutup utama | Perkiraan akses |
|---|---|---|---|
| Aomori Kenritsu Bijutsukan | Pameran tetap 700 yen | Periksa kalender resmi | Sekitar 20 menit dengan bus dari Stasiun Aomori |
| Sannai-Maruyama Iseki (Sanmaru Museum) | 500 yen | Senin ke-4 setiap bulan | Sekitar 15 menit dengan bus dari Stasiun Shin-Aomori |
| Nebuta no Ie Wa Rasse | 620 yen | 9 dan 10 Agustus, 31 Desember dan 1 Januari | 1 menit berjalan kaki dari Stasiun Aomori |
| Hirosaki Renga Sōko Bijutsukan | Berbeda menurut pameran | Selasa | Sekitar 20 menit berjalan kaki dari Stasiun Hirosaki |
| Tsugaru Shamisen Kaikan | 600 yen | 1 Desember–31 Maret | Sekitar 7 menit berjalan kaki dari Stasiun Kanagi |
| Towada-shi Gendai Bijutsukan | 1.800 yen (1.000 yen saat pergantian pameran temporer) | Senin | Sekitar 35 menit dengan bus dari Stasiun Shichinohe-Towada |
| Hachinohe-shi Bijutsukan | Berbeda menurut pameran | Selasa | Sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Hon-Hachinohe |
| Aomori Kenritsu Misawa Kōkū Kagakukan | 700 yen | Senin | Sekitar 6 menit dengan mobil dari Bandara Misawa |
Banyak tempat memindahkan hari tutup rutinnya ke hari berikutnya jika bertepatan dengan hari libur nasional dan juga tutup pada akhir serta awal tahun, jadi periksa rinciannya di situs resmi masing-masing tempat.
Tips Wisata Museum di Aomori Saat Hujan: Hari Tutup, Reservasi, dan Etika Foto
Sebelum berangkat, selain jam operasional, periksa juga bagian pameran yang dapat dilihat serta aturan di dalam gedung.
Periksa Rencana Penutupan Jangka Panjang dan Ketersediaan Pameran
Aomori Kenritsu Bijutsukan juga dijadwalkan tutup untuk renovasi pada 27 September 2027–14 April 2028, jadi jangan hanya mengandalkan jadwal hari tutup reguler.
Periksa secara terpisah apakah Anda dapat memasuki tempatnya dan apakah pameran atau kegiatan yang dituju dapat diikuti, serta cari tahu kebutuhan reservasi dan batas akhir penerimaan.
Sebagian periode tersebut bertepatan dengan penutupan jangka panjang Towada-shi Gendai Bijutsukan pada 1 April 2027–31 Maret 2028, sehingga Anda perlu lebih berhati-hati jika mengunjungi museum di Aomori pada tahun fiskal 2027.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat ke Museum Aomori pada Musim Dingin, Desember–Maret
Pada musim dingin dengan salju lebat di Aomori, bagian yang dibuka dan jam operasional dapat berubah menurut musim meski fasilitasnya berada di dalam ruangan.
Tsugaru Shamisen Kaikan tutup selama musim dingin pada 1 Desember–31 Maret, dan jalur Aomori-ken Renraku Tsūro di Aomori Kenritsu Bijutsukan juga ditutup ketika salju mulai turun.
Nebuta no Ie Wa Rasse tutup pukul 18.00 pada September–April, sedangkan Hirosaki Renga Sōko Bijutsukan baru buka pukul 9.30 pada Desember–Februari, jadi sediakan waktu lebih longgar pada musim dingin.
Bus dapat terlambat di jalan bersalju, jadi rencanakan perjalanan agar tiba lebih awal dari batas waktu masuk terakhir.
Ikuti Petunjuk Museum untuk Foto, Perlengkapan Hujan, dan Barang Bawaan
Di ruang pameran Hachinohe-shi Bijutsukan, hindari pengambilan foto dan video kecuali ada tanda khusus yang mengizinkannya.
Sementara itu, di Nebuta no Ie Wa Rasse, pengambilan foto dan video diperbolehkan untuk unggahan wisata pribadi, tetapi penggunaan komersial memerlukan izin.
Aturan di tempat lain belum tentu sama, jadi sebelum memotret, periksa tanda di dekat karya atau petunjuk petugas.
Berikut perilaku yang perlu diperhatikan di dalam museum menurut situasinya.
| Situasi | Hal yang perlu dilakukan | Hal yang perlu dihindari |
|---|---|---|
| Pengambilan foto dan video | Periksa tanda boleh atau tidaknya | Memotret tanpa izin |
| Saat melihat karya | Amati dari jarak yang ditentukan | Menyentuh tanpa izin |
| Perlengkapan hujan dan barang besar | Periksa tempat penyimpanan | Menghalangi lorong |
| Ponsel | Gunakan dalam mode senyap | Memutar suara yang terdengar oleh orang di sekitar |
Sebelum memasuki ruang pameran, letakkan payung basah di tempat payung dan barang besar di loker atau tempat lain yang ditentukan oleh masing-masing fasilitas.
Siapkan Informasi Multibahasa serta Bus dan Kereta untuk Perjalanan Pulang
Jika ingin menggunakan penjelasan pameran atau panduan audio selain bahasa Jepang, pastikan setiap tempat mendukung bahasa yang Anda perlukan.
Situs resmi Aomori Kenritsu Bijutsukan, Sannai-Maruyama Iseki, dan Nebuta no Ie Wa Rasse memiliki halaman berbahasa Inggris, Mandarin, dan Korea yang berguna untuk mencari informasi sebelum kunjungan.
Simpan juga nama tempat dalam bahasa Jepang di peta, lalu periksa rute dari stasiun atau halte ke pintu masuk serta jadwal kereta dan bus untuk perjalanan pulang agar lebih mudah bepergian.
Karena bus lokal dan Tsugaru Tetsudō beroperasi dengan frekuensi terbatas, periksa perjalanan pulang sebelum berangkat.
Rangkuman
Museum seni dan museum di Aomori menjadi pintu masuk untuk mengenal kehidupan, festival, musik, dan teknologi setempat, selain menikmati karya.
Saat hujan, pilih tempat berdasarkan pameran yang ingin Anda nikmati di dalam ruangan, lalu tentukan kunjungan luar ruangan sesuai dengan cuaca.
Status pembukaan berbeda untuk setiap tempat, khususnya penutupan musim dingin dan penutupan jangka panjang pada tahun fiskal 2027, jadi gunakan pula daftar harga tiket dan hari tutup sebagai acuan.
Dengan memeriksa status operasional dan isi pameran pada tanggal perjalanan, perubahan rencana pun dapat menjadi kesempatan untuk menikmati wisata budaya yang memperdalam minat Anda.








Ulasan (0)