Nikmati Perjalanan ke Jepang!

8 Wisata Sejarah Gunma | Pabrik Sutra Tomioka & Warisan Dunia

8 Wisata Sejarah Gunma | Pabrik Sutra Tomioka & Warisan Dunia
Jelajahi 8 wisata sejarah Gunma, dari Pabrik Sutra Tomioka dan warisan industri sutra hingga reruntuhan kastil serta bangunan modern, lengkap dengan tips.

Ringkasan Cepat

Daya tarik sekilas

Spot sejarah Gunma mengajak wisatawan menelusuri perkembangan budaya, mulai dari Warisan Budaya Dunia Pabrik Sutra Tomioka hingga budidaya ulat sutra, kereta api, wisma bersejarah, dan reruntuhan kastil zaman Sengoku.

8 tempat pilihan

8 tempat: Pabrik Sutra Tomioka, bekas kediaman Tajima Yahei, situs Takayama-sha, dan Arafune Cold Storage (Gugusan Warisan Industri Sutra), ditambah Jembatan Megane, Rinkokaku, reruntuhan Kastil Minowa, dan reruntuhan Kastil Kanayama.

Jika berkunjung pertama kali

Jika ragu, kunjungi Pabrik Sutra Tomioka lebih dulu. Pabrik sutra milik pemerintah yang dibangun 1872 dan terdaftar sebagai Warisan Dunia pada 2014 ini membantu memahami gambaran menyeluruh industri sutra.

Menyelami sorotan lebih dalam

Dengan membandingkan metode seiryō-iku (pemeliharaan ulat sutra dengan ventilasi dari atap koshiyane) di Bekas Kediaman Tajima Yahei, metode seion-iku (pemeliharaan dengan pengaturan suhu) di Situs Takayama-sha, serta penyimpanan telur ulat sutra menggunakan udara dingin alami di Arafune Cold Storage, Anda dapat memahami keterkaitan teknologi dari budidaya ulat sutra hingga produksi benang sutra mentah.

Warisan modernisasi dan reruntuhan kastil

Melalui Jembatan Megane (Jembatan Ketiga Usui, jembatan bata empat lengkung sepanjang sekitar 91 m dan tinggi sekitar 31 m), wisma tamu Rinkokaku, serta reruntuhan Kastil Minowa dan Kanayama (keduanya termasuk 100 Kastil Terbaik Jepang), Anda bisa membandingkan era modern dan Sengoku.

Perkiraan biaya dan waktu

Tiket masuk Pabrik Sutra Tomioka adalah 1.000 yen untuk dewasa, 250 yen untuk pelajar sekolah menengah atas dan mahasiswa, serta 150 yen untuk siswa sekolah dasar dan menengah pertama; siapkan sekitar 1–2 jam jika ingin melihatnya dengan saksama.

Tips pakaian dan cara berjalan

Reruntuhan kastil dan Arafune Cold Storage (ketinggian sekitar 840 m) memiliki banyak jalan tanah dan berbatu, jadi gunakan sepatu yang nyaman. Di Rinkokaku, pengunjung harus melepas sepatu, sehingga alas kaki yang mudah dilepas dan dipakai kembali lebih praktis.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Gunma

Cara Memilih dan Menjelajahi 8 Tempat Wisata Sejarah di Gunma

Daya tarik wisata sejarah di Gunma adalah kesempatan menelusuri berbagai lapisan budaya, tidak hanya onsen dan pemandangan pegunungan, tetapi juga industri modern, budidaya ulat sutra (yōsan), kereta api, wisma tamu, hingga reruntuhan kastil zaman Sengoku.

Dengan menjadikan Situs Warisan Dunia Pabrik Pemintalan Sutra Tomioka (Tomioka Seishijō) sebagai titik awal, Anda akan lebih mudah memahami bagaimana industri sutra menghubungkan modernisasi Jepang dengan kehidupan masyarakat setempat.

Tabel ini merangkum cara memandang setiap tempat wisata agar mudah dipilih sesuai minat perjalanan.

Tempat Wisata Tema Cocok untuk Perjalanan
Pabrik Pemintalan Sutra Tomioka Industri modern Pertama kali
Rumah Tua Tajima Yahei Budidaya ulat sutra Memahami budaya
Situs Takayama-sha Pendidikan budidaya ulat sutra Pendalaman
Arafune Fuketsu Penyimpanan bibit ulat sutra Alam dan sejarah
Jembatan Megane Warisan kereta api Jalan-jalan
Rinkokaku Arsitektur modern Pencinta bangunan
Reruntuhan Kastil Minowa Kastil dataran-gunung Sejarah Sengoku
Reruntuhan Kastil Kanayama Kastil gunung Jalan-jalan reruntuhan kastil

Jika Pertama Kali, Jadikan Pabrik Pemintalan Sutra Tomioka sebagai Titik Awal

Jika bingung dalam perjalanan sejarah Gunma, mengunjungi Pabrik Pemintalan Sutra Tomioka terlebih dahulu akan memudahkan Anda menangkap gambaran keseluruhan.

Pabrik Pemintalan Sutra Tomioka adalah pabrik pemintalan sutra mekanis yang didirikan oleh pemerintah Meiji pada tahun 1872 dan terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 2014.

Jika kemudian memperluas perhatian ke Rumah Tua Tajima Yahei, Situs Takayama-sha, dan Arafune Fuketsu, Anda akan memahami jaringan daerah yang tidak hanya memintal sutra di pabrik, tetapi juga memelihara ulat sutra, menghasilkan kokon (mayu), menyimpan telur ulat sutra (sanshu), dan menyebarkan teknologi.


Memadukan Warisan Modernisasi dan Reruntuhan Kastil

Dengan memadukan warisan industri modern dan reruntuhan kastil zaman Sengoku, Anda dapat memahami sejarah Gunma dari lebih banyak sudut.

Setelah melihat arsitektur kereta api dan wisma tamu lalu berjalan di reruntuhan kastil, perbedaan teknologi, politik, dan transportasi pada setiap zaman akan lebih mudah dipahami.

Mengunjungi Pabrik Pemintalan Sutra Tomioka dan Kelompok Warisan Industri Sutra

Pabrik Pemintalan Sutra Tomioka dan Situs Terkait Industri Sutra merupakan Situs Warisan Dunia utama di Gunma, tempat pengunjung dapat mempelajari hubungan antara teknologi pemintalan sutra dan budidaya ulat sutra.

Warisan Dunia ini terdiri dari 4 aset komponen, yaitu Pabrik Pemintalan Sutra Tomioka, Rumah Tua Tajima Yahei, Situs Takayama-sha, dan Arafune Fuketsu, yang semuanya ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional.

Jangan hanya memperhatikan bangunan bata merah. Dengan memahami istilah seperti kokon, benang sutra mentah (kiito), telur ulat sutra, dan fuketsu (celah batu berudara dingin), Anda dapat menikmati kunjungan dengan pemahaman yang lebih mendalam.

Pelajari istilah dasar industri sutra sebelum berkunjung agar pameran dan penjelasan lebih mudah dipahami.

Istilah Arti Tempat Melihat
Pemintalan sutra Menarik benang dari kokon Pabrik Pemintalan Sutra Tomioka
Budidaya ulat sutra Membesarkan ulat sutra Tajima / Takayama
Bibit ulat sutra Telur ulat sutra Tajima / Arafune
Fuketsu Menggunakan udara dingin Arafune Fuketsu

Pabrik Pemintalan Sutra Tomioka | Warisan Dunia yang Mewakili Tempat Wisata Sejarah Gunma

Pabrik Pemintalan Sutra Tomioka adalah destinasi bersejarah yang dikenal sebagai pabrik pemintalan sutra mekanis berskala besar yang didirikan pemerintah.

Dibangun pada tahun 1872 berdasarkan rencana insinyur Prancis Paul Brunat, tempat ini menjadi lokasi penting untuk menceritakan sejarah industri Jepang, karena menjalankan proses pengambilan benang sutra mentah dari kepompong dengan sistem modern.

Tiga bangunan—Sōshijō (ruang pemintalan), Higashi-Okimayujō (gudang kokon timur), dan Nishi-Okimayujō (gudang kokon barat)—ditetapkan sebagai Harta Nasional pada tahun 2014. Bangunan-bangunan ini menjadi warisan budaya penting yang menggambarkan modernisasi Jepang.

Saat berkunjung, perhatikan tidak hanya skala bangunan dan tekstur batanya, tetapi juga sejarah tempat ini sebagai lokasi pekerja perempuan peserta pelatihan (denshū kōjo) dari seluruh Jepang mempelajari teknologi baru.

Karena banyak area kunjungan berfokus pada eksterior, gunakan papan penjelasan atau panduan audio untuk memahami fungsi bangunan dan alasan pelestariannya.

Harga tiket masuk adalah 1.000 yen untuk dewasa, 250 yen untuk siswa SMA/mahasiswa, dan 150 yen untuk siswa SD/SMP. Untuk melihat kawasan dengan saksama, alokasikan sekitar 1–2 jam.


Rumah Tua Tajima Yahei | Mengetahui Kecerdikan Petani Ulat Sutra

Rumah Tua Tajima Yahei ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional pada tahun 2012 sebagai tempat penting untuk mengetahui perkembangan industri budidaya ulat sutra modern.

Bangunan utama, bekas ruang pemeliharaan ulat sutra (sanshitsu), gudang daun murbei (kuwaba), dan peninggalan fasilitas penyimpanan telur ulat sutra masih tersisa, sehingga pengunjung dapat memahami kecerdikan para peternak ulat sutra.

Tajima Yahei menyempurnakan metode budidaya ulat sutra "seiryō-iku" yang mengutamakan ventilasi. Prinsip tersebut tercermin pada koshiyane (struktur ventilasi di atap).

Dengan memperhatikan struktur atap dan sistem ventilasinya, pengunjung dapat memahami pentingnya sirkulasi udara dalam pemeliharaan ulat sutra.

Situs Takayama-sha | Tempat Belajar yang Menyebarkan Teknologi Budidaya Ulat Sutra

Situs Takayama-sha adalah aset komponen Warisan Dunia yang ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional pada tahun 2009 sebagai tempat dilakukannya penelitian dan pengajaran metode budidaya ulat sutra.

Pendirinya, Takayama Chōgorō, mengembangkan metode budidaya ulat sutra "seion-iku" yang memadukan ventilasi dan pengaturan suhu. Metode ini kemudian menjadi standar nasional.

Melalui ruang ulat sutra, bangunan tambahan, dan jejak yang tersisa di sekitarnya, Anda bisa membayangkan alur penyebaran teknologi budidaya ulat sutra dari daerah ke seluruh negeri.

Pabrik Pemintalan Sutra Tomioka berfokus pada penarikan benang dari kokon, sedangkan Situs Takayama-sha berperan dalam pengembangan teknologi budidaya ulat sutra pada tahap sebelumnya.

Arafune Fuketsu | Fasilitas Penyimpanan Bibit Ulat Sutra yang Memanfaatkan Udara Dingin Alami

Arafune Fuketsu adalah fasilitas yang menyimpan bibit ulat sutra dengan memanfaatkan udara dingin alami yang menyembur dari celah batu, dan ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional pada tahun 2010.

Dengan pendinginan alami, fasilitas ini membantu mengatur waktu penetasan telur ulat sutra sehingga pemeliharaan pada musim panas dan musim gugur menjadi memungkinkan. Sistem ini turut menopang industri sutra.

Karena berada di lahan miring pegunungan setinggi sekitar 840 m, saat berkunjung sebaiknya pilih sepatu yang nyaman untuk berjalan dan pakaian yang mudah bergerak agar lebih aman.

Menelusuri Modernisasi Gunma melalui Kereta Api dan Wisma Tamu

Perkembangan industri sutra juga didukung oleh transportasi untuk mengangkut orang dan barang, bangunan penerima tamu, serta pusat pertukaran masyarakat.

Dengan mengunjungi Jembatan Megane dan Rinkokaku, Anda dapat melihat sisi modernisasi Gunma yang tidak tampak jika hanya berfokus pada industri sutra.

Jembatan Megane | Warisan Kereta Api Bata yang Tersisa di Usui Pass

Jembatan Megane adalah jembatan bata dengan 4 bentang lengkung yang dikenal sebagai Jembatan Ketiga Usui (Usui Daisan Kyōryō).

Jembatan ini selesai dibangun pada tahun 1892, memiliki panjang total sekitar 91 m dan tinggi sekitar 31 m dari dasar sungai, serta merupakan salah satu jembatan lengkung bata terbesar yang masih berdiri di Jepang.

Sebagai warisan terkait kereta api sistem Abt di bekas Jalur Utama Shinetsu, jembatan ini ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional pada tahun 1993 sebagai "Fasilitas Kereta Api Bekas Usui Pass".

Selain melihat jembatan dari bawah, nikmati pegunungan di sekitarnya dari jalur pejalan kaki "Apt-no-Michi" untuk membayangkan upaya besar yang diperlukan agar kereta api dapat melintasi medan sulit.

Rinkokaku | Arsitektur Modern Bergaya Jepang yang Digunakan sebagai Wisma Tamu

Rinkokaku di Kota Maebashi adalah bangunan bersejarah yang dibangun pada tahun 1884 sebagai wisma tamu.

Kompleks yang terdiri dari gedung utama, bangunan tambahan, dan ruang minum teh ini ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional pada tahun 2018. Pengunjung dapat menikmati interior arsitektur bergaya Jepang yang tenang serta pemandangan taman.

Pada era Meiji dan Taishō, bangunan bersejarah ini juga digunakan sebagai tempat singgah sementara (anzaisho) bagi kaisar dan putra mahkota.

Karena kunjungan di dalam gedung dilakukan dengan melepas sepatu, memilih sepatu yang mudah dilepas-pasang akan memudahkan pergerakan.

Jika ada petunjuk untuk melindungi bangunan, ikutilah instruksi setempat dan bersikaplah tenang.

Membaca Bentang Alam Zaman Sengoku di Reruntuhan Kastil

Reruntuhan kastil di Gunma bukan tempat untuk melihat menara utama (tenshukaku), melainkan destinasi untuk memahami sistem pertahanan yang memanfaatkan bentang alam sambil berjalan.

Dengan mengenal istilah seperti kuruwa (area pertahanan), hori (parit), dorui (tanggul tanah), dan ishigaki (dinding batu), Anda akan menyadari bahwa gundukan maupun tikungan jalan memiliki fungsi tertentu.

Berikut rangkuman istilah yang sering ditemui di reruntuhan kastil beserta titik yang perlu dilihat.

Istilah Titik yang Dilihat Kesan
Kuruwa Kompartemen datar Basis pertahanan
Hori Cekungan dalam Pertahanan
Dorui Gundukan tanah Pembatas
Ishigaki Cara menyusun batu Teknologi

Reruntuhan Kastil Minowa | Kastil Dataran-Gunung yang Menjadi Inti Nishi-Kozuke

Reruntuhan Kastil Minowa (Minowa-jō Ato) adalah kastil di perbukitan dataran (hirayamajiro) dari zaman Sengoku yang terletak di sisi tenggara Gunung Haruna (Haruna-san). Situs ini ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional pada tahun 1987.

Kastil ini dibangun sebagai markas daimyo klan Nagano pada zaman Sengoku dan menjadi salah satu reruntuhan kastil utama di Gunma. Situs ini juga terpilih sebagai salah satu dari 100 Kastil Terkenal Jepang.

Karena kuruwa utama ditata di atas punggungan dan dikompartemenkan oleh parit yang luas, Anda bisa merasakan struktur pertahanan sambil berjalan.

Jangan hanya menuju pusat kastil; amati kedalaman parit dan pola jalan yang berbelok untuk memahami strategi perancangan kastil pada zaman Sengoku.

Reruntuhan Kastil Kanayama | Kastil Gunung yang Memanfaatkan Bentang Alam

Reruntuhan Kastil Kanayama (Kanayama-jō Ato) adalah kastil gunung (yamajiro) dari zaman Sengoku yang memanfaatkan keseluruhan bentang alam Gunung Kanayama di Kota Ōta. Situs ini ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional.

Dikenal sebagai kastil gunung yang kokoh, dan juga salah satu dari 100 Kastil Terkenal Jepang.

Reruntuhan seperti horikiri (parit pemotong), dorui, dan ishigaki masih tersisa, sehingga Anda bisa merasakan wujud kastil yang menggunakan punggungan dan lereng gunung untuk pertahanan.

Selain ishigaki dan kolam yang telah direstorasi, perhatikan kontur tanah dan bidang pandang untuk merasakan ketegangan khas sebuah kastil gunung.

Etika Berkunjung yang Perlu Diketahui Wisatawan Mancanegara

Di tempat wisata sejarah, kesadaran untuk tidak merusak properti budaya dan mewariskannya bagi wisatawan berikutnya lebih penting daripada sekadar berfoto.

Karena aturan pemotretan dan akses berbeda di setiap fasilitas, berkunjunglah setelah memeriksa papan petunjuk setempat.

Jangan Menyentuh Properti Budaya

Bangunan dan reruntuhan tua bisa lebih rapuh daripada tampak luarnya.

Patuhi aturan dasar: jangan melewati pagar atau tali pembatas, jangan bersandar pada dinding atau tiang, dan jangan menyentuh benda pameran.

Di Reruntuhan Kastil dan Fuketsu, Perhatikan Pijakan

Kunjungan ke reruntuhan kastil dan fuketsu banyak dilakukan di luar ruangan serta dapat melintasi tangga batu, jalan tanah, dan lahan miring.

Setelah hujan atau pada musim dengan banyak daun gugur, ada tempat yang licin, jadi pilihlah sepatu yang nyaman untuk berjalan dan jangan memaksakan diri masuk lebih dalam.

Di Ruang yang Tenang, Kendalikan Volume Suara

Di bangunan seperti Rinkokaku dan properti budaya yang menyerupai rumah tinggal, nikmati kunjungan dengan tenang agar tidak mengganggu suasana sekitar.

Meski berkunjung dalam rombongan, saat mendengarkan penjelasan jangan menghalangi jalur, dan lakukan pemotretan di posisi yang tidak mengganggu alur pergerakan pengunjung lain.

Tips Berkunjung Berdasarkan Musim dan Pilihan Pakaian

Tempat wisata sejarah di Gunma mencakup lokasi dalam dan luar ruangan, sehingga pakaian yang sesuai musim penting untuk kenyamanan.

Khusus untuk reruntuhan kastil dan situs warisan di kawasan pegunungan, persiapkan diri seperti saat berjalan di jalur alam, bukan sekadar berkunjung ke objek wisata perkotaan.

Berikut ringkasan pemandangan setiap musim dan persiapan yang disarankan.

Musim Tampilan Persiapan
Semi Dedaunan mulai menghijau Jaket tipis
Panas Naungan pohon terasa nyaman Antisipasi panas
Gugur Daun musim gugur Sepatu yang nyaman untuk berjalan
Dingin Bangunan mudah dilihat Pakaian hangat

Pada Hari yang Berpusat di Luar Ruangan, Utamakan Kemudahan Berjalan

Saat mengunjungi Reruntuhan Kastil Minowa, Reruntuhan Kastil Kanayama, Arafune Fuketsu, dan Jembatan Megane, Anda kemungkinan akan berjalan lebih lama.

Akhir Oktober hingga pertengahan November populer untuk melihat daun musim gugur. Karena rute dapat mencakup jalan tanah dan batu, pilih sepatu dengan pijakan stabil, bukan hanya yang terlihat bagus untuk foto.

Pada Hari Kunjungan Bangunan, Sepatu yang Mudah Dilepas-Pasang Praktis

Di bangunan yang dikunjungi dengan melepas sepatu seperti Rinkokaku, sepatu yang mudah dilepas-pasang praktis.

Pada bangunan properti budaya, kadang ditetapkan aturan untuk melindungi lantai dan tatami, jadi berkunjunglah dengan tenang mengikuti petunjuk.

Kesimpulan | Menikmati Tempat Wisata Sejarah Gunma melalui Alur Budaya

Wisata sejarah Gunma tidak terbatas pada Pabrik Pemintalan Sutra Tomioka. Daya tariknya semakin lengkap melalui rumah peternak ulat sutra, situs pendidikan budidaya ulat sutra, fasilitas penyimpanan telur ulat sutra, warisan kereta api, wisma tamu, dan reruntuhan kastil.

Dengan menjelajahi 4 aset komponen Warisan Budaya Dunia Pabrik Pemintalan Sutra Tomioka dan Kelompok Warisan Industri Sutra, keterkaitan antara manusia dan teknologi yang menopang industri sutra akan mulai terlihat.

Dengan menambahkan Jembatan Megane dan Rinkokaku, Anda bisa merasakan peran yang dimainkan Gunma pada era modernisasi dari sisi arsitektur dan transportasi.

Di Reruntuhan Kastil Minowa dan Reruntuhan Kastil Kanayama, Anda bisa menikmati kesenangan membaca bentang alam, bukan kemegahan bangunan.

Untuk kunjungan pertama, pilih satu tema yang menarik, periksa status akses dan aturan kunjungan, lalu susun perjalanan sejarah dengan jadwal yang tidak terlalu padat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Pabrik Sutra Tomioka adalah pabrik pemintalan sutra bertenaga mesin yang didirikan oleh pemerintah pada era Meiji pada 1872. Tempat ini terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia pada 2014, sedangkan bangunan pemintalan serta gudang kokon timur dan barat berstatus Harta Nasional. Berdasarkan rancangan insinyur Prancis Paul Brunat, pabrik ini berperan sebagai pusat penyebaran teknologi pemintalan sutra modern di Jepang.
A. Harga tiket masuk Pabrik Sutra Tomioka adalah 1.000 yen untuk dewasa, 250 yen untuk siswa SMA dan mahasiswa, serta 150 yen untuk siswa SD dan SMP. Siswa SMA dan mahasiswa perlu menunjukkan kartu pelajar, sedangkan anak prasekolah masuk gratis. Pengguna Kereta Joshin Dentetsu juga dapat memilih tiket paket yang mencakup perjalanan pulang-pergi dan tiket masuk.
A. Dari Stasiun Takasaki, naik Kereta Joshin Dentetsu selama sekitar 40 menit menuju Stasiun Joshu-Tomioka. Dari stasiun tersebut, Pabrik Sutra Tomioka dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar 15 menit melalui pusat kota. Karena Kereta Joshin Dentetsu tidak menerima kartu IC transportasi seperti Suica atau PASMO, siapkan uang tunai untuk membeli tiket.
A. Waktu kunjungan Pabrik Sutra Tomioka diperkirakan sekitar 1–2 jam jika ingin melihatnya dengan saksama. Sebagian area kunjungan berfokus pada bagian luar bangunan, sehingga mengikuti tur berpemandu dapat membantu memahami fungsi setiap bangunan. Tur berlangsung sekitar 40 menit dengan biaya 200 yen untuk dewasa dan 100 yen untuk siswa SMP ke bawah.
A. Pabrik Sutra Tomioka buka pukul 09.00–17.00, dengan penerimaan terakhir pukul 16.30. Tempat ini tutup pada 29–31 Desember dan terkadang dapat ditutup sementara. Untuk memotret gudang bata merah dengan lebih leluasa, hindari waktu sekitar tengah hari ketika rombongan wisata cenderung datang, lalu pilih pagi hari atau setelah pukul 15.00.
A. Keempat aset tersebut memiliki peran berbeda dalam proses pemeliharaan ulat sutra, penyimpanan telur ulat sutra, dan pemintalan. Kediaman Lama Tajima Yahei dan Situs Takayama-sha berperan dalam pemeliharaan ulat, Arafune Fuketsu dalam penyimpanan telur, dan Pabrik Sutra Tomioka dalam pemintalan. Dengan melihat urutan membesarkan ulat, menyimpan telur, dan menarik benang dari kokon, pengunjung dapat memahami sistem industri sutra di kawasan ini secara menyeluruh.
A. Biaya kunjungan Arafune Fuketsu adalah 500 yen untuk dewasa, dan tempat ini ditutup pada musim dingin dari 1 Desember hingga 31 Maret. Jam kunjungannya pukul 09.30–16.00, dengan pendaftaran terakhir pukul 15.30. Lokasinya berada di lereng pada ketinggian sekitar 840 m dan harus dicapai melalui tanjakan curam dari area parkir, jadi kenakan sepatu yang nyaman dan bawa jaket bahkan pada musim panas.
A. Jembatan Ketiga Usui adalah jembatan bata dengan empat bentang lengkung yang selesai dibangun pada 1892 dan memiliki tinggi sekitar 31 m. Jembatan ini dikenal sebagai "Megane-bashi" atau Jembatan Kacamata, serta ditetapkan sebagai aset budaya penting nasional. Bagian atasnya dapat dilalui melalui jalur pejalan kaki "Apt no Michi"; melihat dari bawah lalu berjalan di atasnya membantu pengunjung memahami skala strukturnya.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.