Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Wisata Pulau Kagawa: 10 Pulau Terbaik di Setouchi

Wisata Pulau Kagawa: 10 Pulau Terbaik di Setouchi
10 pulau terbaik Kagawa: Naoshima, Shodoshima, Teshima, Megijima, Ogijima, Honjima, Shishijima. Seni, panorama laut, kota tua, serta tips feri dan reservasi.

Ringkasan Cepat

Daya Tarik Wisata Pulau di Kagawa

Wisata pulau di Kagawa menawarkan pengalaman berbeda di setiap pulau bersama perjalanan dengan kapal, mulai dari seni kontemporer di Naoshima dan Teshima, alam dan kisah di Shodoshima, bentang alam dan legenda Megijima serta Ogijima, hingga pemandangan kota bersejarah Honjima dan pohon kamper raksasa di Shishijima; memeriksa pelabuhan, jadwal kapal, dan hari buka terlebih dahulu akan memudahkan penyusunan rencana perjalanan.

Daya tarik utama

Total 10 tempat, termasuk Museum Seni Chichu dan Proyek Art House di Naoshima, Museum Seni Teshima, Angel Road dan Ngarai Kankakei di Shodoshima, Gua Onigashima, Mercusuar Ogijima, Distrik Pelestarian Pemandangan Kota Kasashima, serta pohon kamper raksasa di Shishijima.

Akses ke Pulau dan Titik Keberangkatan

Untuk wisata pulau di Kagawa, Pelabuhan Takamatsu menjadi titik keberangkatan menuju Naoshima, Teshima, Shodoshima, Megijima, dan Ogijima. Honjima diakses dari sisi Pelabuhan Marugame, sedangkan perjalanan ke Shishijima dimulai dari pelabuhan di sisi Kota Mitoyo. Perjalanan feri dari Pelabuhan Takamatsu ke Megijima memakan waktu sekitar 20 menit.

Panduan Biaya dan Tiket

Museum Seni Chichu bertarif 2.500 yen pada hari kerja dan 2.700 yen pada Sabtu, Minggu, serta hari libur jika dibeli secara daring; pengunjung berusia 15 tahun ke bawah gratis. Tiket terusan Proyek Art House seharga 1.200 yen. Gua Onigashima bertarif 600 yen untuk dewasa dan 300 yen untuk siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Menyesuaikan Rute dengan Hujan dan Kondisi Alam

Saat hujan, prioritaskan kunjungan di dalam ruangan. Ketika angin kencang, tunggu di dekat pelabuhan dan periksa operasional kapal. Urutan juga dapat diubah dengan menetapkan lebih dahulu tempat di tepi laut seperti Angel Road sesuai pasang surut.

Tips Perencanaan

Jangan memasukkan terlalu banyak pulau dalam satu hari. Periksa sambungan kapal, transportasi di dalam pulau, dan kapal terakhir untuk pulang, serta sisakan waktu luang. Tentukan tema terlebih dahulu, lalu pelabuhan dan kapal pulang-pergi, dan terakhir pastikan hari buka serta reservasi.

Pengalaman yang Dapat Dinikmati

Nikmati karya Monet dan Turrell di ruang bawah tanah rancangan Tadao Ando, berjalan menyusuri Proyek Art House di permukiman Honmura, menyeberangi jalur pasir yang muncul mengikuti pasang surut, menjelajahi ngarai, mengagumi pohon raksasa, dan menikmati pemandangan kota pelabuhan bersejarah.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Kagawa

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Pengetahuan dasar yang perlu diketahui sebelum memilih di antara 10 spot wisata pulau di Kagawa

Karena pemandangan dan budaya sangat berbeda dari satu pulau ke pulau lain, menentukan lebih dulu tema yang ingin dilihat akan memudahkan penyusunan rencana perjalanan.

Daripada menjejalkan beberapa pulau dalam satu hari yang sama, penting untuk memastikan koneksi kapal dan transportasi dalam pulau, lalu menyisakan waktu luang.

Pulau-pulau di Kagawa memiliki titik keberangkatan yang berbeda-beda, seperti Pelabuhan Takamatsu, Pelabuhan Marugame, dan pelabuhan di sisi Kota Mitoyo, sehingga mempersempit tujuan berdasarkan rute yang paling dekat dengan penginapan akan menghasilkan rencana yang tidak memberatkan.

Memilih tujuan wisata pulau Kagawa berdasarkan seni, alam, atau lanskap kota

Pertama, mari kita rangkum ciri khas setiap spot dan jenis wisatawan yang cocok.

Spot Pulau Daya tarik utama Cocok untuk
Museum Seni Chichu Naoshima Arsitektur dan cahaya Pencinta museum seni
Art House Project Naoshima Perkampungan dan karya Penggemar jalan-jalan menyusuri kota
Museum Seni Teshima Teshima Alam dan ruang Yang ingin menikmati dengan tenang
Angel Road Shōdoshima Jalan yang muncul saat air surut Yang mengutamakan pemandangan laut
Kankakei Shōdoshima Ngarai dan panorama Pencinta alam
Desa Film Dua Puluh Empat Mata Shōdoshima Film dan sastra Pencinta budaya
Gua Besar Onigashima Megijima Legenda dan gua Yang ingin merasakan nuansa petualangan
Mercusuar Ogijima Ogijima Mercusuar batu Penggemar jalan kaki keliling pulau
Kawasan Pelestarian Kota Kasashima Honjima Lanskap kota bersejarah Pencinta sejarah
Pohon Kamper Raksasa Shishijima Shishijima Pohon raksasa dan perkampungan Penggemar jalan santai menikmati alam

Pastikan lebih dulu koneksi antara pelabuhan dan kapal

Pelabuhan Takamatsu adalah titik pangkalan yang memudahkan penyusunan wisata pulau ke arah Naoshima, Teshima, Shōdoshima, Megijima, dan Ogijima.

Honjima berangkat dari sisi Pelabuhan Marugame, sedangkan Shishijima menjadikan pelabuhan di sisi Kota Mitoyo sebagai titik awal, sehingga di mana kamu menginap di dalam Prefektur Kagawa akan mengubah pulau mana yang mudah dipilih.

Sebagai contoh, dari Pelabuhan Takamatsu ke Megijima hanya sekitar 20 menit dengan feri, cukup dekat dan mudah dimasukkan ke dalam perjalanan pulang-pergi dalam sehari.

Hari operasi dan jadwal kapal bisa berubah, jadi periksa informasi resmi dari operator transportasi tidak hanya untuk keberangkatan, tetapi hingga kapal terakhir untuk kepulangan.

3 spot seni yang wajib dikunjungi di Naoshima dan Teshima

Di Naoshima dan Teshima, bukan hanya karyanya, tetapi juga arsitektur, cahaya, angin, hingga pemandangan perkampungan menjadi bagian dari pengalaman menikmati karya.

Cara yang lebih aman adalah memeriksa kalender buka dan fasilitas yang memerlukan tiket online, menetapkan lebih dulu waktu menikmati karya, baru kemudian menyusun perpindahan di dalam pulau.

1. Museum Seni Chichu | Seni Naoshima tempat kamu merasakan cahaya alami yang menembus ruang bawah tanah

Museum Seni Chichu (Chichu Art Museum) yang dirancang oleh Tadao Ando ini sebagian besar bangunannya ditanam di bawah tanah demi mempertimbangkan pemandangan Setouchi.

Museum ini dibuka pada 2004 dan merupakan salah satu fasilitas unggulan Benesse Art Site Naoshima, yang dikembangkan oleh Benesse Holdings, Inc. dan Yayasan Fukutake.

Lima karya dari seri "Water Lilies" karya Claude Monet, bersama karya James Turrell dan Walter De Maria, berpadu dengan arsitektur, dan cahaya alami membuat ekspresi ruang berubah sepanjang hari.

Jam buka adalah pukul 10.00 hingga 17.00 (masuk terakhir pukul 16.00), dan tiket masuk yang dibeli online seharga 2.500 yen pada hari kerja dan 2.700 yen pada akhir pekan serta hari libur; anak berusia 15 tahun ke bawah gratis.

Area yang boleh difoto di dalam museum ditetapkan hanya sampai sebelum meja resepsionis, jadi simpan kamera saat berada di depan karya dan pusatkan perhatian pada sensasi cahaya dan material.


2. Art House Project | Mengenal kehidupan dan karya Honmura dengan berjalan kaki

Art House Project adalah proyek seni yang merenovasi rumah-rumah kosong dan bangunan lain yang tersebar di distrik Honmura, Naoshima, dengan menghidupkan ruang itu sendiri sebagai karya seni.

Dimulai dari "Kadoya" pada 1998, tujuh rumah dibuka untuk umum: Kadoya, Minamidera, Kinza, Kuil Gōō, Ishibashi, Gokaisho, dan Haisha.

Karena kamu berjalan menyusuri perkampungan tempat orang-orang tinggal, tidak seperti berkeliling museum, gang-gang, deretan rumah, kuil, dan geliat kehidupan sehari-hari tampak silih berganti.

Tiket terusan seharga 1.200 yen jika dibeli online; "Minamidera" dan "Kinza" tidak termasuk, "Minamidera" memerlukan slot tanggal dan waktu, "Kinza" sepenuhnya dengan reservasi, dan keduanya tidak boleh difoto.

Selain kondisi pemotretan yang berbeda-beda menurut fasilitasnya, di luar karya pun diperlukan kepedulian terhadap warga, seperti tidak memotret pintu masuk rumah atau lahan pribadi.

3. Museum Seni Teshima | Ruang organik tempat angin dan suara masuk

Museum Seni Teshima (Teshima Art Museum) yang berdiri di atas bukit di Teshima ini diciptakan oleh seniman Rei Naito dan arsitek Ryue Nishizawa.

Dengan struktur cangkang beton berbentuk tetesan air tanpa tiang, bangunan ini berdiri seakan menyatu dengan lahan sawah berundak yang telah dipulihkan.

Angin, suara, dan cahaya masuk melalui bukaan bangunan, menghubungkan alam sekitar dengan ruang di dalamnya secara lembut.

Jam buka berbeda menurut musim: pukul 10.00 hingga 17.00 dari Maret sampai September, dan pukul 10.00 hingga 16.00 dari Oktober sampai Februari; sebagai aturan, hari tutup adalah Selasa dari Maret sampai November, dan Selasa hingga Kamis dari Desember sampai Februari.

Tempat yang boleh difoto terbatas pada bagian luar serta di dalam kafe dan toko, jadi memeriksa cara menggunakan ponsel atau kamera sebelum masuk membuatmu bisa menikmati dengan tenang.

3 spot wisata untuk menikmati alam dan kisah-kisah di Shōdoshima

Shōdoshima memiliki pelabuhan dan tempat wisata yang tersebar di seluruh pulau, sehingga kamu bisa memadukan pesisir, pegunungan, dan fasilitas budaya.

Tentukan lebih dulu pelabuhan kedatangan dan moda transportasi, lalu sesuaikan urutannya dengan kondisi hari itu, seperti tinggi pasang dan status operasi transportasi.

4. Angel Road | Jalan pasir yang terbentuk oleh pasang surut air laut

Angel Road adalah tempat pemandangan indah di pesisir Shōdoshima, tempat jalan pasir muncul di antara pulau-pulau saat air laut surut.

Jalan itu muncul pada dua kali air surut dalam sehari, dan rentang waktu yang bisa dilalui dapat diperiksa pada tabel pasang surut yang diterbitkan oleh kota Tonoshō.

Karena ini bukan tempat yang bisa dilewati dengan cara yang sama kapan saja, memeriksa tabel pasang surut resmi untuk menentukan waktu kunjungan menjadi hal yang mutlak perlu.

Di area berpasir atau basah, pijakan mudah goyah, jadi pilih sepatu yang nyaman untuk berjalan, dan begitu air mulai pasang jangan memaksakan diri terus maju.


5. Kankakei | Panorama menakjubkan yang menyuguhkan ngarai dan Laut Pedalaman Seto sekaligus

Kankakei adalah lanskap ngarai yang membentang di pegunungan Shōdoshima, yang termasuk salah satu dari tiga keindahan ngarai terbesar di Jepang.

Dari kereta gantung yang beroperasi sejak 1963, muncul sudut pandang yang memandang ke bawah ke arah tebing batu dan pepohonan, sementara di sisi puncak kamu dapat menjumpai pemandangan luas yang mencakup Laut Pedalaman Seto.

Dedaunan hijau segar biasanya paling indah dari akhir April sampai awal Mei, dan daun musim gugur dari awal sampai akhir November, sehingga pemandangannya sangat berubah menurut musim.

Operasi dan cara pemandangan terlihat juga berubah menurut cuaca, jadi periksa informasi resmi pada hari itu.

6. Desa Film Dua Puluh Empat Mata | Menuju dunia gedung sekolah kayu dan sastra

Desa Film Dua Puluh Empat Mata adalah fasilitas wisata yang melestarikan dan merenovasi set terbuka film "Dua Puluh Empat Mata" yang dirilis pada 1987, berdasarkan novel karya Sakae Tsuboi.

Dimulai dari film yang dirilis pada 1954, disutradarai oleh Keisuke Kinoshita dan dibintangi Hideko Takamine, melalui gedung sekolah kayu, ruang pemutaran bergaya retro, serta pameran yang menyentuh latar belakang karya, kamu bisa menelusuri kaitan Shōdoshima dengan film dan sastra.

Di dalam kompleksnya juga terdapat Museum Sastra Sakae Tsuboi, dan meskipun tidak mengenal karyanya, kamu tetap bisa menikmati pemandangan pesisir dan arsitektur sekolah tempo dulu.

Jika membaca ringkasan ceritanya sebelum berkunjung, pemahamanmu terhadap pameran akan semakin mendalam.


2 spot untuk menikmati kota pelabuhan dan legenda di Megijima dan Ogijima

Megijima dan Ogijima yang ditempuh dari Pelabuhan Takamatsu adalah tempat yang semakin kamu berjalan, semakin terasa bentang alam pulaunya, seperti gua, perkampungan di lereng, gang sempit, dan mercusuar.

Ada ruas dengan banyak tanjakan dan tangga, jadi bawalah barang seringan mungkin dan kenakan sepatu antiselip.

7. Gua Besar Onigashima | Kisah raksasa yang diwariskan di Megijima

Megijima dikenal dengan legenda Onigashima (pulau raksasa), dan di Gua Besar Onigashima (Onigashima Daikutsu) di lereng Gunung Washigamine kamu bisa menyusuri ruang-ruang bertema kisah tersebut.

Gua ini memiliki kedalaman sekitar 400 m, dan biaya masuk gua sebagai acuan adalah 600 yen untuk dewasa dan 300 yen untuk pelajar SD dan SMP.

Jika memeriksa transportasi dalam pulau dan panduan gua di pusat informasi sekitar pelabuhan sebelum berangkat, kamu akan lebih mudah menyelaraskan waktu dengan kapal kepulangan.

Lingkungan di dalam gua berbeda dengan di luar, jadi berjalanlah sambil memperhatikan pijakan dan hindari menyentuh benda pameran atau permukaan batu.


8. Mercusuar Ogijima | Mercusuar batu tanpa cat yang kamu temui di ujung gang

Perkampungan Ogijima membentang dengan rumah-rumah yang bertumpuk di lereng, dan berjalan menyusuri gang sempit serta tangga itu sendiri menjadi daya tarik wisata pulau.

Mercusuar Ogijima di ujung utara pulau adalah mercusuar bergaya Barat yang pertama kali dinyalakan pada 1895 (Meiji 28), sebuah bangunan yang menuturkan transportasi laut era modern.

Dibangun sepenuhnya dari batu Aji (Aji stone), sejenis granit, mercusuar tanpa cat seperti ini tergolong langka di seluruh negeri dan terdaftar sebagai Benda Cagar Budaya Berwujud Terdaftar Jepang.

Saat menuju mercusuar, sediakan cukup waktu agar tidak ketinggalan kapal kepulangan, dan di dalam perkampungan tahanlah suara serta utamakan lalu lintas warga.

2 spot untuk menyentuh sejarah dan alam pulau di Honjima dan Shishijima

Bagi yang ingin menghabiskan waktu berbeda dari wisata pulau yang berpusat pada seni, Honjima yang masih menyimpan kota pelabuhan bersejarah dan Shishijima yang menjaga pohon raksasa sangatlah cocok.

Jika menjadikan berjalan dengan tenang menyusuri lanskap kota dan alam sebagai tujuan, alih-alih banyaknya fasilitas wisata, kamu akan merasakan ciri khas masing-masing pulau.

9. Kawasan Pelestarian Kota Kasashima | Menyusuri kota pelabuhan Shiwaku

Di distrik Kasashima di Honjima, jalan-jalan sempit membentang seperti jaring, dan rumah-rumah tradisional serta kuil dan wihara masih terjaga berkelompok.

Ini adalah kota pelabuhan yang berjaya sebagai basis angkatan laut Shiwaku dan kapal dagang Shiwaku, dan pada 1985 (Shōwa 60) ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Kelompok Bangunan Tradisional Penting nasional.

Ketika berjalan di antara dinding putih, kisi-kisi kayu, dan gang yang berkelok, kamu bisa mengamati dari dekat bentuk arsitektur dan kehidupan yang dipupuk oleh kota pelabuhan Setouchi ini.

Karena kawasan pelestarian ini bukan kota untuk pajangan, melainkan juga tempat tinggal, jangan mengintip ke dalam rumah dan masuklah hanya ke fasilitas yang ditandai boleh dikunjungi.

10. Pohon Kamper Raksasa Shishijima | Pohon raksasa yang mengakar di lereng pulau

Pohon Kamper Raksasa (Ōkusu) Shishijima berdiri di tengah lereng gunung pulau, sebuah spot alam tempat kamu bisa melihat dari dekat batang tebal dan cabang-cabang yang menjulur ke segala arah.

Konon usianya sekitar 1.200 tahun, rentang cabangnya terpanjang mencapai sekitar 26 m, dan pada 1970 (Shōwa 45) ditetapkan sebagai Monumen Alam Prefektur Kagawa.

Jalan dari pelabuhan menuju pohon kamper ada tanjakan curam, jadi pilih sepatu yang nyaman untuk berjalan, siapkan minuman, dan melangkahlah sesuai ritmemu sendiri.

Yang penting, jangan menginjak bagian pangkal atau menyentuh cabang, melainkan menikmatinya dari jarak yang tidak merusak pohon dan lingkungan sekitar yang telah lama dijaga masyarakat.

Kiat perencanaan agar wisata pulau Kagawa tidak mudah gagal

Dalam wisata pulau, kamu tidak hanya perlu memeriksa ketiga hal—kapal, fasilitas, dan transportasi dalam pulau—secara terpisah, tetapi juga merangkainya sebagai alur satu hari yang sama.

Alih-alih menambah tempat yang ingin dikunjungi, pastikan ada cukup jeda agar tidak ketinggalan kapal kepulangan, serta waktu untuk berhenti sejenak di pulau.

Tentukan hendak menjadikan Takamatsu, Marugame, atau Mitoyo sebagai pangkalan

Jika menjadikan Naoshima, Teshima, Shōdoshima, Megijima, dan Ogijima sebagai kandidat, menjadikan sekitar Pelabuhan Takamatsu sebagai pangkalan akan memudahkan perbandingan rute.

Periksa akses ke Honjima dari sisi Pelabuhan Marugame dan ke Shishijima dari sisi Kota Mitoyo; alih-alih memaksakan bolak-balik dari penginapan yang sama, memadukannya dengan tempat wisata sebelum dan sesudahnya lebih realistis.

Pelayaran langsung dari pulau ke pulau terkadang berbeda kondisinya menurut hari operasi dan musim, jadi jangan menilai bahwa kamu bisa berpindah hanya berdasarkan kedekatan di peta.

Periksa lebih dulu kalender buka dan hal yang perlu direservasi

Fasilitas seni di Naoshima dan Teshima berbeda-beda dalam hari buka dan penanganan tiketnya menurut masing-masing fasilitas.

Setelah tanggal ditentukan, lihat kalender buka resmi, dan untuk fasilitas yang menganjurkan pembelian online, mengamankan tiket lebih awal—seolah memesan kapal—akan membuat rencana perjalanan lebih stabil.

Untuk fasilitas di Shōdoshima, kereta gantung, dan bus dalam pulau pun, periksa apakah ada penutupan sementara atau perubahan operasi, baik sebelum berangkat maupun pada hari itu.

Menukar urutan dengan melihat pasang surut, angin, dan hujan

Tempat pemandangan pesisir, kereta gantung, dan kapal dipengaruhi oleh kondisi alam, jadi penting untuk tidak terlalu berpaku pada urutan yang tetap.

Jika merapikan cara berpikir untuk tiap kondisi, kamu akan lebih mudah mengubah rencana di lokasi.

Kondisi Pemeriksaan prioritas Cara menyesuaikan
Tinggi pasang Tabel pasang surut resmi Tetapkan pesisir lebih dulu
Angin kencang Operasi kapal Menunggu di dekat pelabuhan
Hujan Pijakan dan fasilitas Utamakan menikmati di dalam ruangan
Panas Tempat istirahat Bagi-bagi waktu berjalan

Hormati aturan pemotretan dan kehidupan di pulau

Boleh atau tidaknya memotret karya berbeda menurut fasilitas, dan bahkan untuk karya luar ruangan pun bisa ada syarat mengenai penggunaan pribadi atau peralatan.

Di perkampungan, sebelum memotret karya, pastikan tidak ada rumah, jemuran, atau warga yang masuk ke dalam bingkai.

Mari kita rangkum hal-hal penting yang umum dalam bentuk yang mudah diperiksa sebelum memotret.

Tempat Cara memotret Hal yang diperhatikan
Museum Seni Chichu Hanya sampai area sebelum resepsionis Karya di dalam tidak boleh difoto
Art House Project Menurut fasilitas Ada fasilitas pengecualian
Museum Seni Teshima Bagian luar, dll. Ruang di dalam tidak boleh difoto
Perkampungan pulau Utamakan kehidupan Jangan masuk lahan pribadi

Rangkuman | Susunlah wisata pulau Kagawa mulai dari tema dan kapal

Wisata pulau Kagawa berubah kesannya menurut pulau yang kamu pilih—mulai dari seni kontemporer Naoshima dan Teshima, alam dan kisah Shōdoshima, bentang alam dan legenda Megijima dan Ogijima, hingga sejarah dan alam Honjima dan Shishijima.

Pertama tentukan tema yang ingin dilihat, lalu pelabuhan dan kapal pulang-pergi, dan terakhir periksa hari buka fasilitas, reservasi, serta aturan pemotretan, maka rencana perjalanan pun tidak akan memberatkan.

Karena pulau adalah tempat wisata sekaligus tempat tinggal orang-orang, sediakan waktu yang leluasa dan nikmati dengan saksama hingga gang-gang yang tenang dan pemandangan laut.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Perjalanan menjelajahi pulau-pulau di Kagawa adalah perjalanan dengan kapal mengunjungi pulau-pulau di Laut Pedalaman Seto sambil menikmati seni, alam, sejarah, dan kehidupan setempat. Naoshima, Teshima, Shodoshima, Megijima, dan Ogijima memiliki pemandangan serta budaya yang berbeda. Tentukan lebih dahulu satu tema yang paling ingin dilihat, lalu batasi rencana pada pulau-pulau yang mudah dihubungkan dalam rute kapal yang sama agar tersedia cukup waktu untuk transit dan perjalanan di dalam pulau.
A. Area sekitar Takamatsu Port merupakan basis menginap yang praktis untuk menuju Naoshima, Teshima, Shodoshima, Megijima, dan Ogijima. Marugame Port adalah titik keberangkatan utama menuju Honjima, sedangkan Miyanoshita Port di Mitoyo adalah titik utama menuju Shishijima, sehingga sebaiknya gunakan pelabuhan yang berbeda alih-alih pulang-pergi semuanya dari Takamatsu. Jika akan naik kapal pertama keesokan pagi, memilih penginapan yang dapat dicapai dengan berjalan kaki dari tempat naik kapal akan memudahkan transit sambil membawa bagasi.
A. Tiket Chichu Art Museum secara online berharga ¥2.500 pada hari kerja dan ¥2.700 pada akhir pekan serta hari libur, sedangkan pengunjung berusia 15 tahun ke bawah gratis. Pembelian di loket berharga ¥2.800 pada hari kerja dan ¥3.000 pada akhir pekan serta hari libur. Jam buka biasanya pukul 10.00–17.00, dengan penerimaan terakhir pukul 16.00. Setiap slot waktu memiliki batas kapasitas, jadi pilih slot yang memperhitungkan waktu perjalanan dari pelabuhan, bukan tepat setelah kapal tiba, agar tidak terlambat.
A. Art House Project adalah program di kawasan Honmura, Naoshima, yang menjadikan rumah dan ruang itu sendiri sebagai karya seni untuk dinikmati. Ada tujuh karya yang dibuka untuk umum, tetapi tiket gabungan seharga ¥1.200 mencakup lima tempat selain Minamidera dan Kinza. Minamidera dan Kinza masing-masing berharga ¥600 serta menggunakan slot waktu tertentu, sehingga menentukan urutan berjalan kaki lebih dahulu akan memudahkan penyesuaian waktu reservasi dan perjalanan.
A. Angel Road di Shodoshima dapat dilalui selama sekitar tiga jam sebelum dan sesudah waktu air surut. Waktu penyeberangan berubah setiap hari, jadi periksa tabel pasang surut Tonosho Town dan kembali ke daratan lebih awal saat air mulai pasang. Gunakan sepatu yang tidak licin di batu basah dan pasir, serta jangan memasuki lahan pribadi di luar Nakayoshima tanpa izin.
A. Kehijauan baru di Kankakei Gorge biasanya berada pada puncaknya dari akhir April hingga awal Mei, sedangkan dedaunan musim gugur dari awal hingga akhir November. Kereta gantung yang dibuka pada 1963 memberikan pemandangan ngarai berbatu unik dan Laut Pedalaman Seto selama sekitar lima menit. Warna dan suhu terasa berbeda antara puncak dan kaki gunung, jadi bawa jaket tipis dan bandingkan pemandangan di kedua sisi selama perjalanan pulang-pergi.
A. Biaya masuk Onigashima Cave adalah ¥600 untuk siswa SMA ke atas, serta ¥300 untuk siswa SD dan SMP. Gua ini memiliki kedalaman sekitar 400 m dan menampilkan ruang bertema kisah oni serta genteng onigawara. Bagian dalam dapat terasa sejuk bahkan pada musim panas, jadi luaran tipis berguna jika masuk saat masih berkeringat. Gunakan bus penghubung dari pelabuhan dan pilih jadwal pulang lebih dahulu agar sempat mengejar kapal.
A. Ogijima Lighthouse selesai dibangun pada 1895 sebagai mercusuar bergaya Barat dari granit tanpa cat. Mercusuar batu tanpa cat ini termasuk salah satu dari sedikit yang ada di Jepang, dan mercusuar, bekas tempat istirahat petugas, serta bekas gudang nomor 1 kini ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Jepang. Jalan dari permukiman menuju mercusuar terus menanjak dan bertangga, jadi hitung mundur waktu mulai berjalan dari jadwal kapal pulang agar dapat kembali ke pelabuhan tanpa terburu-buru.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.