Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Panduan Hasedera Kamakura | Kannon, Gua Benten & Bunga

Panduan Hasedera Kamakura | Kannon, Gua Benten & Bunga
Jelajahi Kuil Hasedera di Kamakura: temui Kannon Sebelas Wajah, masuk ke Gua Benten, nikmati bunga musiman dan panorama Yuigahama. Cek rute kunjungan aman.

Ringkasan Cepat

Sekilas tentang Hasedera

Kuil Hasedera di Kamakura adalah tempat suci Kannon yang menghadap laut, tempat pengunjung dapat menyusuri tangga batu untuk melihat Kannon Bermuka Sebelas, Gua Benten-kutsu, dan halaman kuil yang dipenuhi bunga.

Kannon Bermuka Sebelas sebagai Arca Utama

Arca utama di Aula Kannon adalah patung berdiri Bodhisatwa Kannon Bermuka Sebelas setinggi 9,18 meter dan dianggap sebagai salah satu patung Buddha kayu terbesar di Jepang.

Daya Tarik Gua Benten-kutsu

Gua Benten-kutsu di area bawah halaman kuil adalah gua gelap yang dikelilingi batuan dasar, dengan ukiran Benzaiten dan 16 Bocah Pengiring di dindingnya.

Pemandangan Yuigahama

Saat berjalan dari Aula Kannon ke Teras Kaiko, pemandangan Yuigahama dan kota Kamakura terbentang, sehingga lokasi Hasedera yang dekat dengan laut dapat terasa jelas.

Cara Menjelajahi Area Kuil

Pengunjung dapat mengikuti perubahan ketinggian dengan berjalan secara berurutan dari gerbang Sanmon dan area bawah, tangga batu dan Aula Jizo, Aula Kannon, Aula Amida dan tempat penyimpanan sutra, lalu Teras Kaiko.

Hydrangea dan Tanah Suci Bunga

Beragam hydrangea dapat dinikmati di jalur jalan kaki berpemandangan, tetapi masa berbunga dan perubahan warnanya bergantung pada cuaca, sedangkan cara masuk dapat disesuaikan ketika ramai.

Persiapan untuk Berjalan

Karena Aula Kannon dan Teras Kaiko berada di lereng gunung dengan rangkaian tangga batu, gunakan sepatu yang nyaman dan sudah biasa dipakai serta perhatikan pijakan saat hujan atau ramai. Periksa panduan resmi sesaat sebelum kunjungan mengenai jam penerimaan, biaya masuk, dan cara penggunaan jalur jalan kaki.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Kanagawa

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Hal yang pertama dilihat di Hase-dera, Kamakura

Di Hase-dera, Kamakura, ruang doa dan lanskap taman bertumpuk secara tiga dimensi saat Anda bergerak dari Gerbang Sanmon melalui kompleks bawah, tangga batu, Aula Kannon di lereng tengah, hingga dataran tinggi yang menghadap laut.

Daripada berjalan hanya dengan kesan bahwa tempat ini terkenal akan bunga, hubungkan bangunan-bangunan yang berpusat pada arca utama, keyakinan di gua batu, dan pemandangan yang memanfaatkan lereng agar dapat memahami asal-usul kuil secara lebih mendalam.

Memahami perbedaan ketinggian kompleks dari Gerbang Sanmon

Setelah tiba di Gerbang Sanmon yang menggantung lentera merah, jangan langsung terburu-buru masuk lebih jauh. Petunjuk pertama adalah memastikan topografi kawasan kuil yang membentang dari kaki hingga lereng tengah Gunung Kannon-yama.

Kompleks bawah di sekitar Kolam Hōjō relatif datar, tetapi tangga batu berlanjut dari pertengahan jalan menuju Aula Kannon, sehingga Anda dapat sekaligus memperkirakan perubahan pemandangan dan beban berjalan kaki.

Menempatkan Aula Kannon sebagai pusat ziarah

Aula Kannon, inti kompleks kuil, menyimpan arca berdiri Bodhisatwa Kannon Berwajah Sebelas sebagai arca utama. Meskipun berkunjung untuk menikmati bunga atau pemandangan, memulai dengan merapatkan tangan dan berdoa dengan tenang akan membentuk urutan yang sesuai untuk kunjungan ke kuil.

Di dalam aula, jangan menghalangi alur orang di belakang. Alih-alih hanya memperhatikan tinggi arca, amatilah dengan tenang ciri-cirinya berupa sebelas wajah, tongkat shakujō, vas bunga, dan alas batu.

Menganggap pemandangan laut sebagai bagian dari jalur ibadah

Ketika melanjutkan perjalanan dari Aula Kannon ke Kaikō Terrace, pemandangan Yuigahama dan kota Kamakura terbuka, sehingga Anda dapat merasakan melalui topografi bahwa tempat ini merupakan situs suci Kannon yang dekat dengan laut.

Tempat Hal utama yang diperhatikan Yang dapat dipahami
Gerbang Sanmon Lentera dan susunan pintu masuk Batas memasuki kawasan kuil
Kompleks bawah Kolam, taman, dan Gua Benten-kutsu Keyakinan terkait air dan gua batu
Aula Kannon Kannon Berwajah Sebelas dan bagian dalam aula Pusat ziarah
Kaikō Terrace Pemandangan kota dan Yuigahama Perbedaan ketinggian Gunung Kannon-yama

Kannon Berwajah Sebelas dan awal mula Hase-dera

Nama resmi Hase-dera adalah Kaikōzan Jishōin Hase-dera. Kuil ini dipercaya didirikan pada 736, tahun ke-8 era Tenpyō, dan merupakan tempat ziarah ke-4 dari 33 Situs Suci Kannon Bandō.

Legenda arca Kannon yang menyeberangi laut

Menurut tradisi kuil, pada 721, tahun ke-5 era Yōrō, 2 arca Kannon Berwajah Sebelas dibuat dari 1 pohon kamper. Satu arca ditempatkan di Hase-dera, Nara, sedangkan 1 arca lainnya dihanyutkan ke laut agar mencapai tanah yang memiliki ikatan takdir.

Kisah arca yang terdampar di Semenanjung Miura lalu dibawa ke Kamakura menghubungkan tanah yang menghadap laut dengan keyakinan Kannon sekaligus menyampaikan hubungan antara 2 kuil bernama Hase-dera.

Arca utama setinggi 9,18 meter

Arca berdiri Bodhisatwa Kannon Berwajah Sebelas sebagai arca utama dipercaya memiliki tinggi 9,18 meter. Karena sebelas wajah di atas kepala, tongkat shakujō di tangan kanan, vas bunga di tangan kiri, dan sosok yang berdiri di atas alas batu, arca ini disebut Kannon Berwajah Sebelas gaya Hase-dera.

Jangan memahami ukurannya hanya melalui angka. Gerakkan pandangan dari kaki ke atas kepala sambil memperhatikan kesan yang diberikan oleh sosok frontal yang kuat dan ketinggian aula kepada peziarah agar pemahaman semakin dalam.

Arca utama ini dianggap sebagai salah satu arca Buddha kayu terbesar di Jepang. Ketika menatap ke atas di dalam aula, Anda dapat merasakan ukuran yang melampaui angka.

Tempat ke-4 dalam ziarah Bandō

Bandō Sanjūsankasho adalah tradisi ziarah mengunjungi situs-situs suci Kannon di seluruh wilayah Kantō, dan Hase-dera telah menerima peziarah dari wilayah luas, melampaui kuil Buddha dan kuil Shinto di Kamakura.

Jangan terburu-buru hanya demi mendapatkan goshuin. Dengan menghadap arca utama di Aula Kannon serta memahami sejarah kuil dan bangunan di sekitarnya, makna mengunjungi tempat-tempat ziarah akan terlihat.

Tahun Tradisi dan peristiwa kuil Objek yang diperiksa di kompleks
721 Tradisi pembuatan arca Kannon Berwajah Sebelas Wujud arca utama dan kisah tentang laut
736 Tradisi pendirian Hase-dera Pusat situs suci Kannon
1264 Prasasti tersisa pada lonceng kuil lama Pusaka kuil di Museum Kannon
1923 Bangunan rusak akibat Gempa Besar Kantō Kompleks saat ini yang telah dibangun kembali
1986 Aula Kannon saat ini selesai dibangun Ruang ibadah yang melindungi arca utama

Memahami Aula Kannon dan bangunan kuil melalui arsitektur

Aula Kannon yang berkali-kali dibangun kembali

Aula Kannon telah berulang kali dibangun kembali sepanjang sejarahnya yang panjang. Setelah mengalami kerusakan besar akibat Gempa Besar Kantō, bangunan saat ini selesai pada 1986.

Jangan menganggap arsitektur kuno bertahan utuh. Jika Anda melihatnya sebagai sejarah keberlanjutan pembangunan ulang bangunan untuk melindungi arca utama dan keyakinan, makna wujudnya saat ini akan terlihat.

Di luar aula, tataplah atap besar dan fondasi yang tinggi; di dalam, perhatikan kedalaman serta ketinggian langit-langit yang menyelubungi arca utama untuk merasakan kecerdikan arsitektur dalam menempatkan arca raksasa.

Menghubungkan Aula Amida-dō dan gudang sutra Kyōzō

Aula Amida-dō menyimpan arca duduk Buddha Amida yang disebut Yakuyoke Amida. Prasasti di dalam arca menunjukkan bahwa patung tersebut dahulu merupakan arca utama Seigan-ji di dekatnya.

Kyōzō memiliki rak sutra berputar rinzō yang menyimpan seluruh kanon Buddhis, serta menyampaikan budaya Buddha yang menghubungkan membaca sutra dengan tindakan memutar rak buku.

Jangan mencampuradukkan asal-usul setiap aula. Perhatikan bahwa berbagai objek keyakinan—Kannon, Amida, dan kitab suci—hidup berdampingan dalam kompleks yang sama.

Keyakinan yang terukir di Benten-kutsu dan kompleks bawah

Menyiapkan langkah sebelum memasuki gua batu

Di balik Kolam Hōjō di kompleks bawah terdapat Benten-kutsu, yang dipercaya sebagai tempat Kōbō Daishi menjalani laku pertapaan, dan pengunjung masuk ke ruang gelap yang dikelilingi batuan alami.

Di dalam gua terdapat bagian dengan langit-langit rendah dan pijakan basah, jadi periksa bagian atas kepala serta perbedaan ketinggian, jaga jarak dari orang di depan, dan bergeraklah dengan kecepatan yang tidak memaksakan diri.

Menelusuri Benzaiten dan Enam Belas Dōji

Pada dinding gua terukir Benzaiten dan Enam Belas Dōji yang mengikutinya. Gerakan menuju bagian terdalam itu sendiri menjadi pengalaman menyembah arca-arca di dalam gua secara berurutan.

Jangan hanya berfokus memotret dalam kegelapan. Amati penempatan arca yang muncul dalam cahaya dan permukaan batu yang tidak rata untuk memahami ruang doa yang berbeda dari aula buatan manusia.

Mengalihkan pandangan kembali ke Jizō-dō dan Kolam Hōjō

Setelah keluar dari Benten-kutsu, lihat kembali Kolam Hōjō dan Jizō-dō untuk memahami susunan tepi air, gua batu, dan tangga batu yang berkumpul di kompleks bawah.

Di sekitar Jizō-dō berjajar arca Jizō yang didirikan untuk peringatan arwah. Jangan hanya menikmati jumlah dan ekspresinya, tetapi bersikaplah tenang karena tempat ini merupakan ruang tempat doa-doa pribadi bertumpuk.

Menikmati bunga dan pemandangan Yuigahama melalui topografi

Mengukur jarak dari laut di Kaikō Terrace

Dari Kaikō Terrace, pandangan terbuka menuju Yuigahama, lanskap kota Kamakura, dan arah Semenanjung Miura, sehingga posisi Hase-dera di antara laut dan gunung dapat dilihat sekaligus.

Jarak pandang berubah menurut cuaca, jadi jangan menganggap pulau atau gunung tertentu pasti terlihat. Bandingkan garis pantai, deretan atap, dan ketinggian lereng.

Mengutamakan musim dan pijakan di jalur panorama

Beragam hortensia ditanam di jalur panorama, tetapi masa berbunga dan warnanya berubah sesuai cuaca, sedangkan metode masuk dapat disesuaikan saat ramai.

Jangan memastikan puncak musim bunga secara mutlak. Periksa informasi resmi mengenai mekarnya bunga dan petunjuk hari itu, lalu bedakan tempat untuk berhenti dan tempat untuk melintas di jalur sempit.

Memahami ungkapan “tanah suci bunga” di kompleks

Hase-dera menggambarkan kompleksnya yang diselimuti bunga empat musim sebagai “tanah suci bunga”, menghubungkan warna-warni taman dengan bayangan tentang dunia ideal Buddhis.

Alih-alih hanya mengejar setiap bunga, nikmati susunan keseluruhan tempat permukaan kolam, hijaunya tangga batu, atap aula, dan birunya laut berganti seiring Anda berjalan.

Urutan mengelilingi Hase-dera dengan aman dan tenang

Memperkirakan stamina sebelum menaiki tangga batu

Aula Kannon dan Kaikō Terrace berada di lereng, jadi periksa tempat beristirahat serta rute kembali sebelum menaiki tangga batu, dan berjalanlah dengan sepatu yang sudah nyaman digunakan.

Saat hujan atau ramai, pijakan lebih sulit terlihat. Gunakan pegangan tangan dan jangan tiba-tiba berhenti di tengah tangga untuk memotret.

Memisahkan ruang ibadah dan pemotretan

Di Aula Kannon dan Jizō-dō, dahulukan orang yang beribadah, periksa tanda di lokasi tentang izin memotret, dan jangan memotret arca atau bagian dalam aula tanpa izin.

Di titik pandang pun jangan lama berdiri di tengah jalur. Jika saling memberi ruang untuk menikmati pemandangan, peziarah dan wisatawan dapat berbagi tempat yang sama dengan tenang.

Memeriksa informasi yang berubah melalui panduan resmi

Jam penerimaan, biaya masuk, cara menggunakan jalur, acara, dan pameran dapat berubah, jadi periksa panduan resmi Hase-dera dan Museum Kannon tepat sebelum berkunjung.

Jika waktu terbatas, jadikan Aula Kannon, Benten-kutsu, dan Kaikō Terrace sebagai poros utama. Jika ada waktu lebih, perluas kunjungan ke Amida-dō, Kyōzō, dan taman agar dapat berjalan tanpa memaksakan diri.

Urutan Tempat yang dilalui Yang diperiksa
1 Gerbang Sanmon dan kompleks bawah Topografi, kolam, dan lokasi Benten-kutsu
2 Tangga batu dan Jizō-dō Pijakan, istirahat, dan tempat peringatan arwah
3 Aula Kannon Kannon Berwajah Sebelas dan alur ibadah
4 Amida-dō dan Kyōzō Objek keyakinan setiap aula
5 Kaikō Terrace Yuigahama dan bentangan kota

Ringkasan Hase-dera di Kamakura

Hase-dera di Kamakura adalah situs suci Kannon tempat berbagai unsur bertumpuk secara tiga dimensi: Kannon Berwajah Sebelas yang dipercaya menyeberangi laut, Aula Kannon yang berkali-kali dibangun kembali, Benten-kutsu dengan Benzaiten dan Enam Belas Dōji terukir pada dinding batu, dataran tinggi yang menghadap Yuigahama, serta taman empat musim. Dengan berjalan secara berurutan dari Gerbang Sanmon melalui kompleks bawah dan Aula Kannon hingga Kaikō Terrace, Anda dapat membaca keyakinan, arsitektur, dan topografi sebagai satu kisah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Hasedera konon didirikan pada tahun 736, merupakan kuil nomor 4 dalam Ziarah 33 Tempat Suci Kannon Bandō, dan menjadi salah satu pusat utama pemujaan Kannon di Kamakura. Menurut legenda kuil, arca utamanya dipahat dari satu pohon kamper, dihanyutkan ke laut, lalu terdampar di Semenanjung Miura; arca ini juga dipercaya berpasangan dengan Hasedera di Nara. Kuil ini juga dikenal sebagai Kuil Bunga, dengan warna-warni empat musim yang menyelimuti kawasan kuil.
A. Arca utama Kannon Bermuka Sebelas memiliki tinggi 9,18 m dan termasuk salah satu patung Buddha kayu terbesar di Jepang. Bentuk khasnya disebut “gaya Hasedera”, dengan sebelas muka di atas kepala dan tongkat biksu di tangan kanan. Di dalam aula, jika Anda perlahan mendongak dari kaki arca, Anda dapat merasakan langsung volumenya yang menjulang di hadapan Anda; pengalaman melihatnya dengan mata sendiri lebih bernilai daripada melalui foto.
A. Bentenkutsu adalah gua batu yang dipercaya sebagai tempat Kōbō Daishi pernah menjalani pertapaan. Pada dindingnya terukir Benzaiten dan Enam Belas Dewa Anak. Di dalam gua juga dipuja Ugajin, dewa dalam kepercayaan rakyat yang dianggap sebagai dewa yang sama dengan Benzaiten. Gua ini terletak di balik Kolam Hōjō di bagian bawah kawasan kuil, dan menawarkan pengalaman ruang doa di dalam gua batu yang berbeda dari aula buatan manusia. Di dalam, ikuti petunjuk di lokasi dan perhatikan langkah serta ruang di atas kepala.
A. Biaya masuk Hasedera adalah 400 yen untuk dewasa dan 200 yen untuk siswa sekolah dasar, dengan penerimaan biasa dimulai pukul 8.00. Penerimaan biasanya berakhir pukul 16.30 dan kuil ditutup pukul 17.00. Dari April hingga Juni, penerimaan diperpanjang sampai pukul 17.00 dan penutupan sampai pukul 17.30. Jam dapat berubah karena acara musiman, jadi sebaiknya periksa juga pengumuman untuk tanggal kunjungan Anda.
A. Dari Stasiun Kamakura, naik kereta Enoden ke Stasiun Hase, lalu berjalan kaki sekitar 5 menit dari stasiun. Jika menggunakan bus umum dari Stasiun Kamakura, turun di “Hase Kannon”, lalu berjalan kaki sekitar 5 menit. Pada hari libur, jalan raya dan Enoden dapat padat, jadi sediakan waktu yang cukup dan pilih sarana transportasi sambil memperhatikan kondisi lalu lintas untuk perjalanan pulang.
A. Bunga hortensia di Hasedera biasanya mencapai puncak keindahannya sekitar bulan Juni dan menghiasi Jalur Jalan Kaki Berpemandangan. Di sepanjang jalur, Anda dapat melihat lebih dari 40 varietas dengan sekitar 2.500 tanaman, dan Pantai Yuigahama juga terlihat dari bagian atas. Kondisi mekar dan cara penggunaan jalur berubah menurut tahun dan cuaca, jadi memeriksa informasi bunga resmi serta panduan masuk pada hari kunjungan akan memudahkan Anda datang saat bunga sedang paling indah.
A. Waktu yang diperlukan bergantung pada apakah Anda hanya melihat Aula Kannon atau juga mengunjungi Gua Bentenkutsu dan Jalur Jalan Kaki Berpemandangan. Jadikan Aula Kannon, Gua Bentenkutsu, dan Teras Kaikō sebagai titik utama, lalu sediakan waktu tambahan jika Anda juga mengunjungi Museum Kannon atau mencoba menyalin sutra. Karena kawasan kuil memiliki tangga batu dan jalan menanjak, sebaiknya susun rencana yang tidak berlebihan dan sertakan waktu istirahat.
A. Goshuin diberikan pukul 8.00~16.00 di kantor stempel di dalam Aula Kannon. Goshuin diterima sebagai tanda bahwa Anda telah beribadah di hadapan arca utama; ketika menitipkan buku goshuin, Anda akan menerima kartu nomor dan kembali untuk mengambilnya setelah waktu yang sesuai. Pada Januari, April, Mei, dan Juni, pada prinsipnya hanya tersedia goshuin di lembar kertas dan tidak ada penulisan langsung di buku goshuin.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.