Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kuil Nogoji (Kuil Hydrangea) Kumagaya | Pesona Bunga Musim Hujan

Kuil Nogoji (Kuil Hydrangea) Kumagaya | Pesona Bunga Musim Hujan
Panduan Kuil Nogoji di Menuma, Kumagaya: nikmati bunga hortensia, menara lonceng, aula utama, dan etika ziarah saat musim hujan.

Ringkasan Cepat

Sekilas daya tariknya

Kuil Nogoji (Kuil Hydrangea) di Menuma, Kota Kumagaya, Prefektur Saitama, adalah kuil bunga tempat Anda bisa menikmati aneka hydrangea yang mekar di musim hujan sekaligus ketenangan suasana kuil.

Daya tarik

Lebih dari 800 rumpun hydrangea dari 50 jenis, menara lonceng dengan lonceng bonshō yang konon dicetak pada 1701 (Genroku 14), serta Kokuzo-do.

Akses

Dari pintu utara Stasiun Kagohara jalur JR Takasaki, naik bus Yuyu Kota Kumagaya sekitar 30 menit, turun di "Ajisai-dera (Nogoji)". Dengan mobil sekitar 17 km dari Kan-Etsu Expressway IC Hanazono.

Perkiraan waktu terbaik

Hydrangea umumnya mekar terbaik sekitar awal hingga akhir Juni. Karena cara mekarnya berubah menurut tahun dan cuaca, disarankan memeriksa kondisi pembungaan.

Tarif dan jam kunjungan

Pada musim mekar, tiket kunjungan 300 yen (gratis untuk SD ke bawah), buka pukul 09.00–17.00.

Cara menikmati saat hujan dan tiap cuaca

Saat hujan, butiran air yang tersisa di bunga dan daun memberi warna yang lembut. Karena pijakan menjadi licin, kenakan sepatu antiselip; di hari cerah, siapkan perlindungan dari panasnya Kumagaya.

Hal yang perlu diperhatikan saat berziarah

Bagian dalam aula utama dilarang dimasuki, nikmati tampak luarnya dari koridor, jangan menyentuh bunga atau bangunan, dan berjalanlah dengan tenang. Karena tidak ada toilet duduk/serbaguna untuk pengunjung, sebaiknya selesaikan sebelum datang.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Saitama

Nōgō-ji (Kuil Bunga Hortensia), Kuil Bunga yang Disukai di Kumagaya

Nōgō-ji adalah kuil aliran Shingon Kōyasan yang terletak di area Menuma, Kota Kumagaya, Prefektur Saitama.

Nama resminya adalah Nōman-san Nōgō-ji, dan berlokasi di Nagaiota 1141, Kota Kumagaya.

Kuil ini disukai sebagai "Kuil Bunga Hortensia (hydrangea/ajisai)", dan pada musim hujan (tsuyu) jumlah pengunjung yang datang untuk melihat hortensia di area kuil pun meningkat.

Masa terbaik melihat hortensia umumnya sekitar awal Juni hingga akhir Juni setiap tahun. Pada periode ini kuil dibuka mulai pukul 09.00 hingga 17.00 dengan biaya tiket masuk 300 yen (gratis untuk anak SD ke bawah).

Terkadang dicari bersamaan dengan destinasi wisata arah Nagatoro, tetapi karena lokasinya berada di Kota Kumagaya, akan lebih tenang bila Anda memastikannya sebagai area terpisah saat menyusun rencana perjalanan.

Bisa Menikmati Bunga Musiman dan Suasana Kuil Sekaligus

Daya tarik Nōgō-ji bukan sekadar tempat memandang bunga, melainkan bisa menikmati hortensia bersama bangunan kuil dan keheningan area kuilnya.

Alih-alih suasana tempat wisata yang gemerlap, tempat ini lebih cocok dinikmati dengan berjalan tenang dalam udara lembap musim hujan.

Alasan Nōgō-ji Disebut "Kuil Bunga Hortensia"

Di area kuil terdapat lebih dari 800 rumpun hortensia warna-warni dari lebih dari 50 jenis.

Karena warna dan bentuk bunganya sedikit berbeda-beda, ini adalah tempat di mana Anda mudah menyadari perbedaan ekspresinya bila dilihat dari dekat.

Cara Menikmati Nōgō-ji yang Cocok untuk Wisatawan Asing

Bahkan wisatawan yang belum terbiasa dengan budaya kuil Jepang pun bisa menghayati suasananya dengan berjalan tenang mengikuti alur di area kuil.

Daripada menjejalkan pengalaman yang mencolok, cara menghabiskan waktu yang cocok adalah memandang bunga, melihat penampilan luar menara lonceng dan bangunan utama, serta menikmati suara hujan dan pemandangan di sekitar jalur pejalan kaki.

Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Mengunjungi Nōgō-ji di Musim Hortensia

Karena tampilan hortensia dipengaruhi cuaca dan kondisi mekar, pengecekan sebelum kunjungan akan menentukan tingkat kepuasan perjalanan.

Karena biaya dan jam kunjungan bisa berbeda dari biasanya pada musim mekar, lebih aman untuk melihat informasinya menjelang keberangkatan.

Masa Terbaik Hortensia Berubah Tergantung Tahun

Hortensia mudah terpengaruh hujan dan suhu, sehingga meski ada patokan awal hingga akhir Juni, cara mekarnya berbeda-beda tergantung tahun.

Daripada menilai hanya dari foto, jika Anda memeriksa informasi kondisi mekar sebelum berangkat, Anda bisa mengurangi kesenjangan dengan kenyataan di lokasi.

Pada Hari Hujan Warna Hortensia Terlihat Lebih Lembut

Hortensia di hari hujan, dengan tetesan air yang tersisa pada bunga dan daun, memberi kesan yang lembap dan tenang.

Karena pijakan mudah basah, pilihlah sepatu yang tidak licin dan perhatikan cara memegang payung agar lebih mudah berjalan.

Pada Hari Cerah Waspadai Panas dan Sinar Matahari Kumagaya

Daerah sekitar Kumagaya adalah area yang terkadang mencatat suhu tertinggi di Jepang pada musim panas, sehingga pada hari cerah Anda perlu memperhatikan asupan cairan dan perlindungan dari sinar matahari.

Penting untuk tidak terlalu lama melihat bunga dan berkeliling area kuil dengan ritme yang tidak memaksakan diri.

Berikut kami rangkum tampilan menurut musim dan cuaca dari sudut pandang yang berguna untuk persiapan perjalanan.

Situasi Tampilan Hal yang diperhatikan
Gerimis Warna lembap Hati-hati pijakan
Mendung Foto lembut Berkeliling seluruhnya
Cerah Warna cerah Antisipasi panas
Sebelum/sesudah mekar Beda tiap rumpun Periksa dulu

Hal yang Wajib Dilihat di Area Kuil Nōgō-ji

Di Nōgō-ji, kesannya akan lebih dalam bila Anda memandang bunga dengan latar belakang bangunan dan sejarah kuil, bukan hanya kuantitas bunganya.

Daripada lama memotret di satu tempat, jika Anda berjalan sambil sedikit demi sedikit mengubah sudut pandang, Anda bisa merasakan suasana area kuil secara alami.

Perpaduan Menara Lonceng dan Hortensia

Menara lonceng (shōrō) Nōgō-ji adalah keberadaan penting yang menciptakan pemandangan khas kuil bunga hortensia.

Lonceng besarnya (bonshō) dikisahkan dibuat pada tahun 1701 (Genroku 14), dengan ciri khas aksara Sanskerta mantra seratus aksara yang dicetak pada bagian chi-no-ma.

Tidak hanya pemandangan dekat bunga, jika Anda memasukkan menara lonceng sebagai latar, akan tercipta komposisi yang tenang khas kuil Jepang.

Lihat Sekitar Bangunan Utama dengan Tenang dari Luar

Bagian dalam bangunan utama dilarang dimasuki, dan petunjuknya adalah melihat dari koridor di sekeliling luar bangunan utama.

Karena saat berjalan di koridor Anda perlu melepas alas kaki, ikutilah petunjuk di lokasi saat berkunjung dan bertindaklah agar tidak merusak bangunan.

Kepercayaan yang Diwariskan di Kokūzō-dō

Di area kuil terdapat Kokūzō-dō yang memuja Kokūzō Bosatsu (Bodhisattva Akasagarbha), yang berkaitan dengan kepercayaan sebagai dewa pelindung bagi yang lahir di tahun Kerbau dan Macan, serta menganugerahkan kebijaksanaan dan keberkahan.

Bagi wisatawan asing, ini menjadi kesempatan untuk memahami bahwa kuil Jepang bukan sekadar tempat melihat bunga, tetapi juga tempat doa bagi masyarakat setempat.

Ketertarikan pada Langit-langit Kotak dan Hiasan Interior

Di dalam bangunan utama dikisahkan terdapat daya tarik seperti langit-langit kotak (gōtenjō) yang menggambarkan lukisan 16 Rakan, tetapi area yang bisa dilihat perlu mengikuti aturan di lokasi.

Jika Anda memisahkan antara tempat yang boleh dimasuki dan tempat yang hanya bisa dilihat, Anda bisa menikmatinya sambil tetap menghormati budaya kuil.

Berikut kami rangkum cara berpikir saat mengubah sudut pandang di area kuil, dari sisi foto maupun apresiasi.

Objek yang dilihat Cara menikmati Hal yang diperhatikan
Hortensia Lihat perbedaan warna Jangan sentuh dahan
Menara lonceng Masukkan ke latar Jangan halangi jalan
Sekeliling bangunan utama Apresiasi dengan tenang Patuhi area masuk
Jalan batu saat hujan Foto juga pijakan Sepatu antilicin

Etika yang Perlu Dijaga saat Beribadah dan Berkunjung di Nōgō-ji

Nōgō-ji adalah kuil yang sebelum menjadi tempat wisata, telah dijaga sebagai tempat ibadah.

Wisatawan asing bisa tinggal dengan tenang bila memperhatikan kepedulian pada orang sekitar dan bangunan sebelum mengambil foto.

Jaga Keheningan di Area Kuil

Berbicara dengan suara keras atau berdiri lama di jalan dapat mengganggu peziarah dan pengunjung lain.

Terutama di musim hortensia orang mudah berkumpul, jadi penting memiliki kesadaran untuk memberi tempat pada orang berikutnya setelah memotret.

Jangan Menyentuh Bunga dan Bangunan

Hortensia adalah bagian dari pemandangan yang dinikmati banyak orang, jadi prinsipnya jangan menarik dahan atau menyentuh bunga.

Bangunan dan koridor kuil juga memiliki nilai budaya, jadi jangan bersandar atau meletakkan barang di atasnya.

Utamakan Petunjuk di Lokasi untuk Pemotretan

Boleh tidaknya pemotretan dan area yang boleh dimasuki diutamakan dari petunjuk dan pengumuman di lokasi.

Bila ada orang lain yang ikut terfoto, diperlukan kepedulian untuk menjaga jarak agar orang lain tidak merasa tidak nyaman, dan bila perlu mengubah sudut.

Berikut kami rangkum perilaku yang mudah membingungkan di kuil bagi wisatawan dalam bentuk perilaku yang boleh dan yang sebaiknya dihindari.

Boleh Yang sebaiknya dihindari Alasan
Berjalan tenang Bicara dengan suara keras Mengganggu ibadah
Memberi jalan Menempati lama Mencegah keramaian
Apresiasi dari luar Masuk tanpa izin Menghormati aturan
Memandang bunga Menyentuh dahan Melindungi pemandangan

Cara Menuju Nōgō-ji, Periksa Petunjuk dan Masukkan ke Rencana tanpa Memaksakan Diri

Saat menuju Nōgō-ji, akan lebih tenang bila Anda memeriksa kondisi operasional transportasi.

Karena pada musim bunga terkadang muncul petunjuk khusus atau acara, penting untuk tidak hanya mengandalkan ulasan lama.

Jika Pergi dengan Bus Yūyū dari Stasiun Kagohara

Ada rute naik bus Yūyū "Glider Wagon" Kota Kumagaya dari pintu utara Stasiun Kagohara jalur JR Takasaki, lalu turun setelah sekitar 30 menit di halte "Ajisai-dera (Nōgō-ji)".

Periksalah hari dan jadwal operasional bus terlebih dahulu, dan akan lebih tenang bila Anda berangkat setelah mengecek hingga bus pulangnya.

Jika Pergi dengan Mobil

Untuk mobil, ada petunjuk sekitar 17 kilometer dari pintu keluar tol Hanazono Jalan Tol Kan-Etsu, atau sekitar 21 kilometer dari pintu keluar tol Isesaki Jalan Tol Kita-Kantō.

Karena penanganan parkir dan kendaraan besar perlu pengecekan petunjuk di lokasi, untuk wisata rombongan akan lebih aman bila menghubungi lebih awal.

Jika Dikombinasikan dengan Arah Nagatoro

Meski ingin dikombinasikan dengan wisata Nagatoro, Nōgō-ji perlu dimasukkan ke rencana sebagai tempat di Kota Kumagaya.

Karena meski sama-sama di Prefektur Saitama, arah perjalanannya berbeda, ada juga cara dengan memisahkan hari yang tujuan utamanya melihat bunga dan hari menikmati jelajah alam Nagatoro.

Tips Menghabiskan Waktu dengan Nyaman di Nōgō-ji saat Hari Hujan atau Panas

Pada musim hortensia, baik hari hujan maupun hari cerah masing-masing memiliki daya tariknya.

Namun, karena di area kuil sebagian besar waktu dihabiskan berjalan di luar ruangan, persiapan yang sesuai cuaca akan menentukan kenyamanan perjalanan.

Pada Hari Hujan Perhatikan Pijakan dan Cara Memegang Payung

Pada hari hujan, meski suasana foto mudah muncul, pijakan menjadi mudah licin.

Karena membuka payung sambil fokus memotret mudah mengenai orang sekitar, di tempat ramai diperlukan kesadaran untuk bergerak secukupnya.

Pada Hari Panas Sisipkan Istirahat Singkat

Pada hari cerah warna bunga terlihat cerah, tetapi panas membuat Anda mudah merasa lelah.

Siapkan minuman dan jangan berdiri terlalu lama di area kuil agar Anda bisa berkunjung dengan tenang sampai akhir.

Periksa Terlebih Dahulu Kondisi Toilet di Nōgō-ji

Diinformasikan bahwa tidak ada toilet duduk untuk pengunjung (termasuk toilet multifungsi).

Bila Anda merasa khawatir, akan lebih tenang bila menyelesaikannya sebelum berangkat atau di fasilitas sekitar seperti Stasiun Kagohara.

Jika dirangkum cara berpikir persiapan menurut cuaca, Anda tidak akan mudah panik di lokasi.

Cuaca Persiapan Cara menghabiskan waktu
Hujan Sepatu antilicin Berjalan perlahan
Mendung Jas hujan ringan Berkeliling luas
Cerah Minuman Sisipkan istirahat
Hari gerah Jangan memaksakan Apresiasi singkat

Kesimpulan | Untuk Anda yang Pertama Kali Beribadah ke Nōgō-ji (Kuil Bunga Hortensia)

Nōgō-ji (Kuil Bunga Hortensia) adalah tempat di area Menuma, Kota Kumagaya, di mana Anda bisa menikmati pemandangan bunga musim hujan bersama suasana tenang kuil sekaligus.

Karena kondisi mekar hortensia, masa terbaik awal hingga akhir Juni, biaya tiket masuk 300 yen, jam kunjungan, dan transportasi perlu diperiksa sesuai musim, akan lebih tenang bila Anda berangkat setelah melihat petunjuk menjelang kunjungan.

Jika Anda mengetahui lebih dahulu pembatasan masuk ke dalam bangunan utama, apresiasi dari koridor, serta tidak adanya toilet duduk/multifungsi, Anda tidak akan mudah kebingungan di lokasi.

Jika Anda menjaga prinsip dasar yaitu tidak menyentuh bunga, memberi jalan, dan berjalan tenang, wisatawan asing pun bisa menikmati waktu khas kuil Jepang dengan nyaman.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Ini adalah kuil aliran Shingon Koyasan di Menuma, Kota Kumagaya, Prefektur Saitama, dengan nama resmi Nomanzan Nogoji. Kuil tua ini konon didirikan oleh Gyoki pada tahun 743 (Tenpyo 15) dan dipugar oleh Kobo Daishi Kukai pada awal zaman Heian. Karena lebih dari 800 rumpun hydrangea dari 50 jenis mekar di pekarangannya, kuil ini dijuluki "Kuil Hydrangea", dengan Dainichi Nyorai sebagai objek pemujaan utamanya.
A. Karena di pekarangannya ditanam lebih dari 800 rumpun hydrangea warna-warni dari 50 jenis. Ada kisah bahwa para penghuni kuil terus merawatnya dalam waktu lama hingga mencapai skala saat ini, sehingga terasa hangat, berbeda dengan taman yang sekadar dibuat untuk wisata. Karena warna dan bentuk bunga berbeda di tiap rumpun, mendekat untuk membandingkan perbedaan ekspresinya akan menambah penemuan.
A. Waktu terbaik melihat hydrangea Kuil Nogoji biasanya sekitar awal hingga akhir Juni. Hydrangea dipengaruhi hujan dan suhu sehingga di bulan Juni yang sama pun cara mekarnya bergeser tiap tahun, jadi memeriksa informasi mekar dari Kota Kumagaya atau asosiasi pariwisata sebelum berangkat dapat mencegah kekecewaan di lokasi. Setelah hujan reda, warnanya terlihat sangat cerah.
A. Pada masa mekar hydrangea, biaya kunjungan (biaya masuk kuil) adalah 300 yen, dan dibuka pukul 9.00 hingga 17.00. Pelajar SD ke bawah gratis, dan di luar musim bunga, kunjungan biasanya gratis. Karena resepsinya kecil dan pembayaran tunai, menyiapkan uang receh akan membuat pendaftaran lancar.
A. Dari pintu utara Stasiun JR Kagohara di Jalur Takasaki, naik Bus Yuyu Kota Kumagaya "Glider Wagon" lalu turun di "Ajisai-dera (Nogoji)" sekitar 30 menit. Karena jalur ini jarang beroperasi, mencatat jadwal bus pulang sebelum berangkat akan mencegah Anda tertahan di lokasi. Pada masa puncak mekar, ada tahun di mana disediakan bus antar-jemput gratis dari pintu utara Stasiun Kagohara.
A. Sekitar 17 km dari IC Hanazono di Tol Kan-Etsu, dan sekitar 21 km dari IC Isesaki di Tol Kita-Kanto. Kuil memiliki tempat parkir tetapi jumlahnya terbatas dan mudah penuh di akhir pekan saat puncak mekar, jadi tiba pagi hari akan memudahkan parkir. Untuk kunjungan kendaraan besar atau rombongan, menghubungi lebih awal akan lebih aman.
A. Memasukkan menara lonceng dengan lonceng besar yang dicor pada tahun 1701 (Genroku 14) sebagai latar akan menghasilkan satu jepretan tenang khas kuil. Jangan berhenti terlalu lama di satu tempat; berjalanlah sambil sedikit demi sedikit mengubah sudut pandang untuk menangkap suasana pekarangan. Karena tanda di lokasi paling diutamakan mengenai boleh tidaknya memotret dan area yang boleh dimasuki, periksa arahan di pintu masuk, dan di lorong usahakan tidak membuka tripod serta tidak menghentikan arus orang.
A. Untuk merasakan kekhasan Menuma, "Menuma Inari Zushi" yang diakui sebagai 100-Year Food oleh Badan Kebudayaan adalah pilihan standar. Karena bentuknya panjang dan lebih cocok dibawa pulang ketimbang dimakan sambil jalan, jika melihat toko yang buka sebelum berziarah, membelinya lebih dulu akan menghindari kehabisan dan praktis pula sebagai makan siang dalam perjalanan.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.