Nikmati Perjalanan ke Jepang!

8 Kuil & Tempat Spiritual Miyazaki | Wisata Mitologi

8 Kuil & Tempat Spiritual Miyazaki | Wisata Mitologi
Jelajahi 8 kuil dan tempat spiritual Miyazaki, dari Aoshima dan Udo hingga Amano-Iwato di Takachiho, lengkap dengan mitologi, rute, dan etika ziarah.

Ringkasan Cepat

Daya tarik sekilas

Menyusuri kuil dan power spot (tempat yang dipercaya memiliki energi spiritual) di Miyazaki memikat karena dalam satu perjalanan bisa merasakan tepi laut Hyuga dan dunia mitologi Takachiho. Nikmati dari ziarah tepi laut Kuil Aoshima dan Udo Jingu hingga penjelajahan mitologi Takachiho.

Sorotan

Kuil Udo Jingu dengan bangunan merah menyala di dalam gua, Kuil Aoshima yang seluruh pulaunya kompleks kuil beserta Oni no Sentakuita (formasi batuan seperti papan cuci), Kuil Amano-Iwato yang meneruskan mitos Amano-Iwato, dan gua besar Amano-Yasukawara dengan tumpukan batu tak terhitung.

Spot utama

Memperkenalkan 8 pilihan—Kuil Miyazaki Jingu, Kuil Aoshima, Kuil Udo Jingu, Kuil Takachiho, Kuil Amano-Iwato, gua Amano-Yasukawara, Kuil Aratate, dan Kuil Kirishima-Higashi—sesuai tujuan perjalanan seperti ziarah tenang atau jalan-jalan tepi laut.

Perkiraan akses

Kuil Miyazaki Jingu sekitar 10 menit jalan kaki dari Stasiun JR Miyazaki-Jingu; Kuil Aoshima sekitar 10 menit jalan kaki dari Stasiun JR Aoshima (sekitar 30 menit dari Stasiun Miyazaki via Jalur JR Nichinan). Kuil Kirishima-Higashi sekitar 1 jam 30 menit berkendara dari pusat Kota Miyazaki.

Perpindahan antar area

Dari Kota Miyazaki ke Takachiho sekitar 2 jam 30 menit berkendara, ke arah Nichinan sekitar 1 jam. Untuk perpindahan antar area, beri kelonggaran waktu dan susun rencana yang tidak terlalu padat.

Etika berziarah

Membungkuk sekali di depan torii (gerbang kuil), bersuci di temizuya (tempat bersuci), lalu menuju aula sembahyang. Di depan aula, tata cara dasarnya dua kali membungkuk, dua kali bertepuk tangan, lalu sekali membungkuk. Di Kuil Amano-Iwato, pemotretan dapat dibatasi di area atau pada waktu tertentu, misalnya saat melihat objek suci atau menyaksikan kagura (tarian ritual Shinto); ikuti petunjuk di lokasi.

Cara menikmati tiap musim

Musim semi dan gugur sejuk dan cocok menyusuri jalan menuju kuil; sekitar Takachiho, daun merah musim gugur jadi sorotan. Musim panas siapkan antipanas, musim dingin udaranya jernih dan mudah menikmati budaya kagura malam.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Miyazaki

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Panduan Wisata Kuil dan Power Spot Miyazaki Berdasarkan Mitologi Jepang

Daya tarik wisata kuil dan power spot (tempat spiritual) di Miyazaki adalah Anda bisa merasakan sekaligus panorama terbuka di pesisir Hyūga-nada dan dunia mitologi di pegunungan Takachiho dalam satu perjalanan.

Tidak ada satu rute yang selalu paling baik. Dengan memilih area sesuai tujuan perjalanan, wisatawan yang baru pertama kali ke Miyazaki pun dapat berkunjung dengan nyaman.

Tabel berikut merangkum 8 kuil dan power spot Miyazaki berdasarkan area dan tujuan kunjungan.

Spot Area Cocok untuk
Miyazaki-jingū Kota Miyazaki Ziarah tenang
Aoshima-jinja Kota Miyazaki Wisata pesisir
Udo-jingū Nichinan Ziarah dan panorama
Takachiho-jinja Takachiho Pemula wisata mitologi
Amano-Iwato-jinja Takachiho Wisata mitologi
Amano-Yasugawara Takachiho Pencinta situs spiritual
Aratate-jinja Takachiho Jodoh
Kirishima-Higashi-jinja Takaharu-chō Pencinta wisata pegunungan

Memahami Mitologi Jepang agar Ziarah Kuil Miyazaki Lebih Bermakna

Di Miyazaki tersebar tempat-tempat yang dipercaya berkaitan dengan mitologi Jepang, seperti Tenson kōrin (turunnya keturunan dewa) dan Amano-Iwato (gua batu langit).

Mitologi tidak perlu dipahami sebagai fakta sejarah. Dengan membacanya sebagai cerita yang diwariskan secara turun-temurun, Anda dapat memahami makna bangunan kuil, hutan, batu, dan sungai dengan lebih baik.

Terutama cerita para dewa yang disebut Himuka Sandai (tiga generasi Himuka) menjadi petunjuk yang menghubungkan kawasan Aoshima, Udo, dan Takachiho dalam satu rangkaian cerita.

Suasana Berbeda antara Tepi Laut dan Pegunungan

Aoshima-jinja dan Udo-jingū adalah power spot khas Miyazaki di mana pemandangan laut berpadu dengan ziarah.

Di kawasan Takachiho dan Kirishima, ada ketenangan yang membuat Anda merasakan hutan, batu, dan gunung itu sendiri sebagai bagian dari kepercayaan setempat.

Kuil Populer di Kota Miyazaki dan Nichinan yang Wajib Dikunjungi

Dari Kota Miyazaki hingga Pantai Nichinan, terdapat sejumlah kuil yang mudah dimasukkan ke dalam itinerary, termasuk bagi pengunjung yang baru pertama kali datang.

Mulai dari kuil yang tenang di tengah kota, kuil di pulau, hingga jingū dengan bangunan utama di dalam gua, setiap tempat menawarkan pemandangan yang berbeda meski dikunjungi dalam perjalanan singkat.

Miyazaki-jingū | Kuil Kaisar Jimmu untuk Ziarah Tenang di Kota Miyazaki

Miyazaki-jingū cocok bagi Anda yang ingin berziarah dengan tenang di dalam Kota Miyazaki.

Dewa utamanya adalah Kamuyamato Iwarebiko no Sumeramikoto (Kaisar Jimmu) yang dianggap sebagai kaisar pertama, dan bersama beliau, dipuja pula ayahnya, Ugayafukiaezu no Mikoto, dan ibunya, Tamayorihime no Mikoto.

Saat Anda berjalan menyusuri jalan ziarah panjang yang diselimuti banyak pepohonan, suasananya terasa semakin tenang meski lokasinya dekat pusat kota.

Tempat ini cocok untuk memahami tata cara dasar ziarah: melewati torii, membersihkan diri di temizuya, lalu berdoa dengan tenang di depan haiden, alih-alih mengejar pengalaman yang sensasional.

Lokasinya sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Miyazaki-jingū atau sekitar 10 menit berkendara dari Stasiun Miyazaki, sehingga cara menuju kuil dari pusat kota cukup mudah.

Aoshima-jinja | Power Spot Populer di Pulau Aoshima

Aoshima-jinja berada di Pulau Aoshima yang memiliki keliling sekitar 1,5 km, dan perjalanan menyeberangi Jembatan Yayoi menuju pulau menjadi bagian menarik dari kunjungan.

Dewa utamanya adalah Hikohohodemi no Mikoto yang dikenal dalam mitologi Umisachihiko-Yamasachihiko, beserta permaisurinya Toyotamahime no Mikoto, dan Shiozutsu no Ōkami.

Di kaki jembatan membentang formasi batu bergelombang yang disebut "Oni no Sentakuita (papan cuci raksasa)", dan Anda bisa merasakan pemandangan khas Miyazaki di tengah tanaman subtropis dan angin laut.

Kuil ini dipercaya membawa berkah jodoh, persalinan lancar, dan keselamatan pelayaran, namun jangan hanya berfokus pada permohonan; nikmati pula suasana tenang seluruh pulau.

Aksesnya mudah, sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Aoshima, dan sekitar 30 menit dari Stasiun Miyazaki dengan jalur JR Nichinan.



Udo-jingū | Kuil dalam Gua dengan Panorama Hyūga-nada

Udo-jingū merupakan salah satu jingū utama di Miyazaki bagian selatan. Bangunan utamanya yang berwarna merah berada di dalam gua laut hasil erosi (kaishoku-dō) yang menghadap Hyūga-nada.

Dewa utamanya adalah Hikonagisatake Ugayafukiaezu no Mikoto, dan tempat ini dikenal sebagai situs yang berkaitan dengan mitologi Umisachihiko-Yamasachihiko.

Konon nama kuil dan nama dewanya berasal dari legenda bahwa sang anak lahir sebelum Toyotamahime no Mikoto selesai memasang atap rumah bersalin dengan bulu burung kormoran (u).

Ada banyak daya tarik seperti jalan ziarah di sepanjang tebing, "Chichi-iwa (batu susu)" di belakang bangunan utama, dan tradisi melempar undama (bola keberuntungan) ke Kame-ishi (batu kura-kura) untuk menguji keberuntungan. Meski banyak yang mengambil foto, penting untuk memperhatikan agar tidak menghalangi alur peziarah di sekitar haiden.


Kuil dan Power Spot di Takachiho untuk Menelusuri Mitologi Jepang

Takachiho merupakan kawasan utama untuk menelusuri mitologi Miyazaki.

Jika Anda tidak sekadar mengunjungi kuil secara terpisah, melainkan menyusun rute yang menghubungkan Amano-Iwato, sungai, gua, dan hutan, perjalanan Anda akan seperti menyusuri adegan-adegan mitologi.

Takachiho-jinja | Kuil Utama dan Pintu Masuk Wisata Mitologi Takachiho

Takachiho-jinja adalah kuil kuno yang konon didirikan sekitar 1900 tahun lalu dan telah lama dihormati sebagai kuil utama dari 88 kuil kawasan Takachiho.

Dewa utamanya adalah Takachiho Sumegami, sebutan kolektif untuk Himuka Sandai beserta pasangan mereka, serta Jissha Daimyōjin yang berpusat pada Mikeirino no Mikoto, kakak Kaisar Jimmu.

Kuil ini dipercaya memberi berkah bagi pertanian, perlindungan dari bala, dan perjodohan.

Setibanya di Takachiho, tempat ini juga direkomendasikan sebagai persinggahan pertama untuk berziarah dan menenangkan diri sebelum menuju spot mitologi berikutnya.

Pada banyak hari, aula kagura di kompleks kuil menampilkan Takachiho Kagura, yaitu repertoar utama yokagura (tarian sakral malam), pada pukul 20.00-21.00 dengan durasi sekitar 1 jam.

Amano-Iwato-jinja | Menelusuri Mitos Amaterasu Ōmikami dan Gua Amano-Iwato

Amano-Iwato-jinja adalah kuil yang mewariskan mitologi Amano-Iwato yang tercatat dalam Kojiki dan Nihon Shoki, dan terbagi menjadi Nishi Hongū dan Higashi Hongū dengan Sungai Iwato di antaranya.

Di Nishi Hongū, gua batu Amano-Iwato tempat Amaterasu Ōmikami dipercaya bersembunyi dipuja sebagai objek suci, dan Anda bisa memujanya dengan panduan pendeta dari yōhaijo (tempat pemujaan dari kejauhan) di belakang bangunan kuil.

Higashi Hongū konon adalah tempat pertama Amaterasu Ōmikami bersemayam setelah keluar dari gua batu.

Jika Anda berkunjung setelah sedikit mengenal isi mitologi, makna tata ruang yang dipisahkan oleh sungai dan tempat pemujaan akan lebih mudah dipahami.

Amano-Yasugawara | Power Spot untuk Berdoa di Tepi Sungai Iwato

Amano-Yasugawara adalah gua besar yang konon menjadi tempat berkumpulnya tak terhitung dewa (yaoyorozu no kami) untuk bermusyawarah saat Amaterasu Ōmikami bersembunyi di Amano-Iwato, dan juga disebut Gyōbo-ga-Iwaya.

Di dalam gua yang lebarnya sekitar 40 m dan kedalamannya sekitar 30 m, terdapat tumpukan batu yang tak terhitung jumlahnya. Pemandangannya sangat berkesan, tetapi tempat ini sebaiknya dihormati sebagai lokasi berdoa, bukan sekadar latar foto wisata.

Tempat ini dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar 10 menit (sekitar 600 m satu arah) menyusuri Sungai Iwato dari Nishi Hongū, dan karena ada bagian jalur yang alami dan tidak beraspal, akan lebih aman jika menuju ke sana dengan sepatu yang nyaman untuk berjalan.


Aratate-jinja | Kuil untuk Berkah Seni Pertunjukan dan Jodoh

Aratate-jinja adalah kuil yang memuliakan dua dewa, yaitu Sarutahiko no Mikoto yang dikenal sebagai penunjuk jalan dalam mitos turunnya keturunan dewa, dan Ame-no-Uzume no Mikoto yang menari dalam mitologi Amano-Iwato.

Konon ini adalah tempat kedua dewa menikah dan tinggal, dan nama kuil berasal dari kisah mereka membangun tempat tinggal secara tergesa-gesa dari kayu kasar (araki) yang baru ditebang.

Asosiasi Pariwisata Kota Takachiho pun memperkenalkannya sebagai kuil yang dipercaya membawa berkah untuk seni pertunjukan dan jodoh.

Kompleks kuilnya kecil dan mempertahankan suasana khidmat, sehingga terasa berbeda dari objek wisata yang ramai.

Berikut kami rangkum secara singkat hubungan mitologi yang perlu dipahami di Takachiho.

Istilah Mitologi Tempat Berkaitan Makna Singkat
Amano-Iwato Amano-Iwato-jinja Kisah dewi yang bersembunyi
Kamuhakari Amano-Yasugawara Musyawarah para dewa
Himuka Sandai Takachiho-jinja Silsilah para dewa
Sarutahiko no Mikoto Aratate-jinja Jodoh dan bimbingan


Kuil di Kawasan Kirishima untuk Mengenal Kepercayaan Gunung

Wisata power spot Miyazaki tidak terbatas pada Takachiho.

Jika Anda menuju kaki pegunungan Kirishima, Anda akan bertemu kuil yang memperlihatkan tradisi pemujaan gunung dan penghormatan terhadap alam.

Kirishima-Higashi-jinja | Kuil di Pegunungan yang Memandang Takachiho no Mine

Kirishima-Higashi-jinja bersemayam di kaki timur puncak suci pegunungan Kirishima, Takachiho no Mine, dan memiliki wilayah suci terpisah yang mencakup kawasan Ama-no-Sakahoko (tombak langit terbalik) di puncak gunung.

Berada di lereng gunung yang menghadap Danau Miike, ini adalah tempat untuk merasakan ketenangan dan kesucian gunung yang berbeda dari kuil tepi laut.

Karena jaraknya sekitar 1 jam 30 menit berkendara dari pusat Kota Miyazaki dan kondisi kunjungannya sangat bergantung pada cuaca dan keadaan jalan, memeriksa kondisi setempat melalui informasi resmi akan membantu Anda merencanakan kunjungan dengan aman.

Sisakan Waktu Longgar dalam Itinerary Kuil Pegunungan

Untuk kuil di pegunungan, perjalanan menuju lokasi merupakan bagian dari pengalaman.

Jika Anda memaksakan Takachiho dan Kirishima dalam hari yang sama, waktu akan lebih banyak habis untuk berpindah daripada berziarah.

Jika Anda menyisakan waktu untuk mengambil foto, berdoa, dan mendengarkan suara sekitar, Anda akan lebih mudah menghayati suasana spiritual alam Miyazaki.

Etika Ziarah Kuil Miyazaki yang Perlu Diketahui Wisatawan Mancanegara

Sebelum menjadi objek wisata, kuil adalah tempat berdoa bagi masyarakat setempat.

Anda tidak perlu menghafal tata cara yang sulit dengan sempurna, tetapi cukup menunjukkan sikap hormat dan tenang agar pengalaman ziarah terasa lebih alami.

Tata Cara Ziarah Dasar dari Torii hingga Haiden

Sebelum melewati torii, membungkuklah sedikit, dan di jalur menuju kuil, berjalanlah dengan tertib tanpa menghalangi orang lain.

Jika temizuya (tempat penyucian) bisa digunakan, sucikan tangan dan mulut sebelum menuju haiden agar Anda bisa merasakan budaya ziarah Jepang secara alami.

Di depan haiden, tata cara umum adalah "ni-rei ni-hakushu ichi-rei (dua kali membungkuk, dua kali bertepuk tangan, lalu sekali membungkuk)", dilakukan setelah memasukkan uang persembahan dengan tenang.

Aturan Fotografi di Area Kuil

Meski fotografi diperbolehkan di halaman kuil, sebaiknya tahan diri untuk memotret tepat di depan haiden atau dekat orang yang sedang berdoa.

Di tempat yang ada tanda larangan memotret, saat upacara sedang berlangsung, atau di bagian dalam bangunan kuil, ikutilah petunjuk yang ada.

Pada objek suci di Amano-Iwato-jinja dan sebagian pertunjukan kagura, fotografi dapat dibatasi. Periksalah aturan sebelum mengambil gambar.

Ema dan Omikuji Lebih Menyenangkan jika Mengetahui Maknanya

Ema, omikuji, amulet, dan benda suci dari kuil bukan sekadar suvenir, tetapi juga memiliki makna keagamaan.

Setelah menarik omikuji, bacalah isinya, dan jika ada tempat khusus untuk mengikatnya di halaman kuil, ikutilah petunjuknya.

Tabel berikut merangkum situasi yang sering membingungkan wisatawan saat berziarah.


Situasi Boleh Sebaiknya Dihindari
Jalan ziarah Berjalan dengan tenang Berlari
Temizuya Menunggu giliran Menggunakan terlalu lama
Di depan haiden Berdoa singkat Berbicara keras
Foto Cek tanda petunjuk Memotret orang dari dekat tanpa izin
Amulet dan benda suci Memperlakukan dengan hati-hati Memperlakukan sembarangan

Musim Terbaik dan Itinerary Wisata Kuil Miyazaki

Suasana kuil di Miyazaki dapat berubah menurut musim dan cuaca, meski lokasinya sama.

Cahaya dan angin di pesisir, serta kelembapan dan warna pepohonan di pegunungan, dapat memperkuat kesan perjalanan. Karena itu, pilihlah rute yang realistis sesuai waktu yang tersedia.

Pemandangan Kuil Miyazaki Menurut Musim

Musim semi dan musim gugur memiliki iklim yang relatif sejuk dan nyaman untuk berjalan kaki, sehingga cocok untuk perjalanan menyusuri hutan dan jalan ziarah kuil dengan santai.

Terutama di sekitar Takachiho, pada musim gugur Anda bisa menikmati perubahan warna ngarai dan hutan kuil (daun musim gugur).

Pada musim panas (Juli-Agustus), sambil berhati-hati terhadap sinar matahari dan panas, memilih waktu kunjungan pagi dan beristirahat di tempat teduh akan membuat kunjungan lebih nyaman.

Pada musim dingin (Desember-Februari), udara jernih dan ada hari-hari di mana pemandangan tepi laut serta gunung terlihat lebih tajam, dan juga merupakan waktu yang baik untuk mengenal budaya yokagura.

Musim Cara Menikmati Hal yang Perlu Diperhatikan
Semi Berjalan di jalur kuil Siapkan pakaian berlapis
Panas Ziarah tepi laut Cegah sengatan panas
Gugur Berjalan di hutan Selesaikan perjalanan sebelum gelap
Dingin Ziarah tenang Pakaian hangat

Susun Itinerary Miyazaki Berdasarkan Area

Untuk kunjungan pertama ke Miyazaki, susun rute berdasarkan tiga area: Kota Miyazaki dan Pantai Nichinan, Takachiho untuk wisata mitologi, serta Kirishima untuk mengenal kepercayaan gunung.

Karena dari Kota Miyazaki ke Takachiho sekitar 2 jam 30 menit berkendara dan ke arah Nichinan sekitar 1 jam, disarankan menyisakan waktu yang cukup untuk perpindahan antararea.

Daripada memperbanyak jumlah kuil, jika Anda menentukan pengalaman yang ingin dicari di setiap tempat, kelelahan perpindahan akan berkurang dan kenangan ziarah pun lebih mudah membekas.

Kesimpulan | Menjelajahi Situs Mitologi Miyazaki dengan Tenang

Daya tarik kuil dan power spot Miyazaki terletak pada hubungan antara laut, gua, hutan, gunung, dan kepercayaan setempat.

Aoshima-jinja dan Udo-jingū menawarkan pemandangan pesisir. Takachiho-jinja, Amano-Iwato-jinja, dan Amano-Yasugawara membawa Anda ke situs-situs mitologi, sedangkan Kirishima-Higashi-jinja memperkenalkan kepercayaan gunung.

Bagi wisatawan mancanegara, yang penting bukanlah menghafal tata cara secara rinci, melainkan menghormati kuil sebagai tempat berdoa dan menjaga ketenangan.

Jika Anda memilih kuil yang sesuai itinerary sambil memeriksa panduan ziarah dan transportasi melalui informasi resmi, perjalanan mitologi Miyazaki akan terasa lebih bermakna.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Di Miyazaki terdapat sejumlah tempat yang dipercaya berkaitan dengan mitos Tenson Kōrin dan Ama-no-Iwato, seperti Takachiho Shrine, Amano Iwato Shrine, dan Amano Yasukawara. Aoshima Shrine, Udo Jingu, dan Takachiho juga terhubung melalui kisah Hyūga Sandai. Secara ringkas, Aoshima berkaitan dengan kisah Umisachihiko–Yamasachihiko, Udo dengan kelahiran keturunannya, dan Takachiho dengan Tenson Kōrin.
A. Seluruh Pulau Aoshima, yang kelilingnya sekitar 1,5 km, merupakan bagian dari area Aoshima Shrine, sehingga pengunjung dapat berziarah sambil menyeberangi Jembatan Yayoi. Kuil ini memuja Hikohohodemi-no-Mikoto dari mitos Umisachihiko dan Yamasachihiko, serta dikenal dengan berkah untuk jodoh, kelancaran persalinan, dan keselamatan pelayaran. Di ujung jembatan terdapat Oni-no-Sentakuita, formasi dasar laut terangkat yang terlihat paling luas saat air surut.
A. Untama di Udo Jingu adalah bola keberuntungan yang dilempar ke cekungan pada Kameishi di bawah tebing depan bangunan utama. Harganya 200 yen untuk 5 buah; pria melempar dengan tangan kiri dan wanita dengan tangan kanan. Jika bola masuk ke cekungan di punggung Kameishi, permohonan dipercaya akan terkabul. Karena lemparan dilakukan dari tempat yang lebih tinggi, perkirakan jarak dengan tenang dan nikmati ritualnya tanpa terburu-buru.
A. Udo Jingu berjarak sekitar 50 menit berkendara dari Miyazaki IC, dan bangunan kuilnya berdiri di dalam gua laut yang menghadap ke Hyuga-nada. Tersedia 3 lokasi parkir gratis. Parkir yang paling dekat dengan kantor kuil hanya berjarak sekitar 1 menit berjalan kaki, tetapi pada akhir pekan cenderung penuh sejak pagi. Parkir yang lebih jauh biasanya lebih lengang, dan sebagai gantinya berjalan sedikit di jalan menuju kuil, Anda bisa menikmati pemandangan dinding batu dan laut dengan santai.
A. Di Kaguraden dalam area Takachiho Shrine, empat tarian utama ditampilkan setiap malam selama sekitar 1 jam mulai pukul 20.00, dengan tiket masuk dewasa 1.000 yen. Reservasi internet (sekitar 200 kursi) diterima mulai 30 hari sebelum hari pertunjukan hingga pukul 17.00 pada hari-H, dan tersedia pula sekitar 50-60 kursi untuk pendaftaran langsung di hari itu. Ini adalah bagian dari "Takachiho no Yokagura", warisan budaya rakyat takbenda penting yang ditetapkan negara. Karena ditonton sambil duduk di lantai, di musim dingin terasa dingin, sehingga membawa jaket atau selimut lutut akan membuat lebih nyaman.
A. Objek suci di Nishi-Hongu Amano Iwato Shrine adalah Ama-no-Iwato, yang terletak di tebing seberang Sungai Iwato. Pengunjung melihatnya dari yōhaijo di belakang bangunan kuil dengan mengikuti penjelasan pendeta yang diadakan beberapa kali sehari. Karena yōhaijo merupakan area suci dengan pembatasan fotografi, ikuti arahan petugas; mengunjungi Higashi-Hongu juga membantu memahami rangkaian mitos Iwato.
A. Amano Yasukawara berada sekitar 10 menit berjalan kaki dari Nishi-Hongu melalui jalur sepanjang Sungai Iwato, dengan jarak sekitar 600 m sekali jalan. Gua besar ini dipercaya sebagai tempat para dewa berkumpul untuk berunding, dan banyak tumpukan batu menciptakan pemandangan khas. Beberapa bagian jalur berupa permukaan alami yang mudah basah, jadi gunakan sepatu yang nyaman dan tidak licin. Jangan merobohkan batu yang telah disusun dan jagalah ketenangan karena kawasan ini merupakan tempat berdoa.
A. Aratate Shrine dikenal dengan berkah untuk seni pertunjukan dan jodoh. Kuil ini memuja Sarutahiko-no-Mikoto, dewa penunjuk jalan, serta Ame-no-Uzume-no-Mikoto yang dikenal melalui tarian dalam mitologi. Di area kuil terdapat Shichifuku Tokuju Bangi, papan kayu yang dipukul tujuh kali dengan palu sambil menyampaikan permohonan; suasananya tenang dan sering menarik pengunjung dari kalangan seni pertunjukan.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.