Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Museum Seni Sagawa | Tiga Maestro di Taman Air

Museum Seni Sagawa | Tiga Maestro di Taman Air
Museum Seni Sagawa di Moriyama, Shiga, seakan mengapung di taman air. Nikmati karya tiga maestro, galeri Raku bawah tanah, dan ruang teh dengan reservasi.

Ringkasan Cepat

Tentang Museum Seni Sagawa

Museum Seni Sagawa di Kota Moriyama, Prefektur Shiga, dibangun seolah mengapung di atas taman air yang menempati sebagian besar area, dan terutama memperkenalkan lukisan Jepang karya Hirayama Ikuo, patung karya Sato Churyo, serta keramik karya Raku Jikinyu.

Koleksi tiga seniman

Di sini Anda dapat menikmati lukisan Jepang Hirayama Ikuo bertema Jalur Sutra, patung Sato Churyo yang menggambarkan anak-anak dan perempuan dengan hangat, serta keramik raku karya Raku Jikinyu, yaitu Raku Kichizaemon generasi ke-15, sekaligus perbedaan bahan dan ekspresinya.

Paviliun Raku Kichizaemon dan Shu-Ha-Ri

Paviliun Raku Kichizaemon terdiri atas ruang pamer bawah tanah di bawah taman air dan sebuah ruang teh yang tampak mengapung di permukaan air, dan Raku Jikinyu sendiri merancang karya dan ruang dengan konsep Shu-Ha-Ri.

Menikmati arsitektur taman air

Museum Seni Sagawa yang dibuka pada 1998 terdiri atas tiga bangunan yang mengelilingi taman air; karena atap dan tiang yang terpantul di permukaan air berubah rupa mengikuti angin dan cuaca, sebaiknya bergantian antara sudut pandang dekat dan sudut pandang menyeluruh dari kejauhan.

Etika berkunjung

Di dalam dilarang makan dan minum termasuk permen karet dan permen, seluruh area bebas rokok, hewan peliharaan tidak boleh masuk, payung panjang harap diletakkan di tempat payung, dan saat berkunjung bersama anak usia sekolah dasar atau lebih kecil, pengunjung diminta menggandeng tangannya.

Jam buka, hari tutup, dan tiket

Jam buka 9:30-17:00 dengan masuk terakhir pukul 16:30; pada dasarnya tutup pada hari Senin (jika hari libur, tutup pada hari berikutnya), masa Tahun Baru, dan masa pergantian pameran; harga tiket berbeda-beda menurut tiap pameran khusus, dan gratis bagi siswa SMP ke bawah serta bagi pemegang kartu penyandang disabilitas beserta satu orang pendamping.

Kunjungan ruang teh dan akses

Kunjungan ke ruang teh Paviliun Raku Kichizaemon berupa tur berpemandu dengan reservasi terlebih dahulu selama sekitar 30 menit, anak di bawah usia sekolah dasar tidak dapat ikut; untuk menuju ke sana sekitar 15 menit dengan bus atau taksi dari Stasiun JR Katata, dan sekitar 35 menit dari Stasiun JR Moriyama.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Shiga

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Museum Seni Sagawa di Kota Moriyama, Prefektur Shiga, menawarkan pengalaman terpadu antara lingkungan tepi air dekat Danau Biwa dan karya seni.

Sebagian besar area museum berupa taman air. Di gedung pameran yang tampak mengapung di atasnya, dipamerkan terutama karya pelukis nihonga Hirayama Ikuo, pematung Satō Chūryō, dan seniman keramik Raku Jikinyū.

Dengan mengamati bukan hanya pameran khusus, tetapi juga arsitektur, air, cahaya, ruang bawah tanah, dan ruang teh yang memerlukan reservasi, Anda dapat memahami susunan ruang khas museum ini.

Museum Seni Sagawa: harmoni taman air dan seni di Moriyama

Museum Seni Sagawa dibuka sebagai bagian dari proyek peringatan 40 tahun berdirinya Sagawa Express.

Museum ini bukan sekadar wadah penyimpanan dan pameran karya, melainkan memasukkan hubungan antara alam dan arsitektur ke dalam pengalaman apresiasi.

Dibuka di lokasi yang menghadap Danau Biwa

Museum ini dibuka pada Maret 1998 di Moriyama, dengan pemandangan Danau Biwa serta Gunung Hiei dan Pegunungan Hira.

Dengan tujuan menjadi museum yang terbuka bagi masyarakat lokal dan dunia, museum menyebarkan budaya seni melalui pameran, kuliah, dan workshop.

Saat berkunjung, perhatikan bukan hanya karya, tetapi juga pantulan langit, gunung, dan permukaan air di sekeliling pada bangunan.

3 bangunan yang mengapung di taman air

3 bangunan ditempatkan mengelilingi taman air dan menampilkan wajah berbeda menurut musim dan waktu.

Permukaan air memantulkan atap dan pilar; pada hari berangin, pantulan bergoyang sehingga pemandangan di tempat yang sama tidak pernah tetap.

Mengganti sudut pandang dekat dengan pandangan keseluruhan dari jauh membantu memahami hubungan ruang pamer dan area luar.

Menikmati arsitektur dan pameran sebagai satu kesatuan

Koridor menuju ruang pamer, taman air dari jendela, dan tangga menuju bawah tanah semuanya menjadi bagian pengalaman di Museum Seni Sagawa.

Jangan terburu-buru mengejar karya; rasakan perubahan cahaya dan suara antarruang untuk melihat maksud desain ruangnya.

Jangan turun ke taman air atau memasuki area terlarang; amati arsitektur dari tempat yang ditentukan di dalam dan luar museum.

Koleksi 3 seniman: Hirayama Ikuo, Satō Chūryō, dan Raku Jikinyū

Inti Museum Seni Sagawa adalah koleksi 3 seniman dengan bahan dan ekspresi berbeda.

Dengan melihat nihonga, patung, lalu keramik, Anda dapat mengenal beragam tema seperti manusia, perjalanan, doa, dan upacara minum teh.

Lukisan nihonga Hirayama Ikuo

Hirayama Ikuo adalah pelukis nihonga yang berkarya dengan tema jalur penyebaran agama Buddha ke timur dan Jalur Sutra.

Museum menyimpan banyak karya Hirayama dan memamerkan koleksinya dengan tema yang berganti.

Selain warna pemandangan jauh dan gerak kecil figur, pikirkan bagaimana gagasan tentang perjalanan dan perdamaian muncul dalam komposisi.

Patung Satō Chūryō

Satō Chūryō adalah pematung yang menggambarkan orang-orang dekat, seperti anak-anak dan perempuan, dengan pandangan hangat.

Untuk karya tiga dimensi, jangan hanya melihat bagian depan. Ubah sudut dalam batas yang diizinkan agar ekspresi, postur, dan garis pakaian tampak berbeda.

Jangan menyentuh alas atau karya; rasakan kehadiran manusia melalui hubungannya dengan ruang.

Keramik teh Raku Jikinyū

Raku Jikinyū mewarisi tradisi keramik Raku sebagai Raku Kichizaemon generasi ke-15 dan terus mengejar bentuk baru.

Raku Kichizaemon Hall terutama memperkenalkan mangkuk teh Raku hitam yakinuki, mangkuk Raku hitam, dan wadah air yang dibuat sejak tahun 2000.

Selain bentuk dan permukaan, bayangkan sensasi tubuh ketika memegang mangkuk dan suasana upacara teh agar makna pameran semakin luas.

Raku Kichizaemon Hall: ruang bawah tanah di bawah taman air

Raku Kichizaemon Hall terdiri atas ruang pamer bawah tanah yang tertanam di bawah taman air dan ruang teh yang tampak mengapung di permukaan.

Ciri utamanya adalah karya dan ruang sama-sama digagas oleh sang seniman.

Ruang pamer yang mengekspresikan shuhari

Konsepnya adalah “shuhari”: menjaga tradisi, mematahkannya, lalu melepaskan diri untuk menuju ekspresi baru.

Rute turun ke bawah tanah menciptakan peralihan dari ruang sehari-hari yang terang ke ruang pamer tenang, sehingga pengunjung mudah berkonsentrasi.

Jangan berjalan cepat sebelum mata terbiasa dengan gelap; perhatikan langkah dan petunjuk museum.

Hubungan karya dengan ruang upacara teh

Raku Jikinyū sendiri menggagas dan mengawasi desain ruang pamer dan ruang teh, menjadikan cara menampilkan karya sebagai bagian ekspresi.

Jangan menganggap mangkuk teh hanya karya yang selesai di dalam vitrin. Bayangkan proses membuat teh dan berhadapan dengan orang lain untuk memahami makna bentuknya.

Isi pameran berubah menurut periode, jadi periksa halaman pameran sebelum berkunjung.

Ruang teh dengan pandangan sejajar permukaan air

Ruang teh terdiri atas ruang kecil yang terendam dan ruang besar yang tampak mengapung, membawa gagasan bahwa manusia dan alam berhadapan pada ketinggian pandang yang sama.

Berbeda dari ruang pamer biasa, bagian dalam dikunjungi melalui tur berpemandu yang memerlukan reservasi.

Ada ketentuan usia dan kemampuan berjalan, jadi periksa catatan pada halaman reservasi.

Daya tarik taman air dan arsitektur: cahaya, pantulan, dan ketenangan

Arsitektur Museum Seni Sagawa menarik bukan hanya di bawah langit biru, tetapi juga saat mendung, hujan, atau berangin.

Dengan mengikuti batas antara air dan bangunan, Anda dapat merasakan desain yang menyambungkan luar dan dalam secara visual.

Atap dan pilar yang terpantul di air

Atap rendah yang memanjang dan pilar terpantul di taman air, membuat garis bangunan tampak meluas ke atas dan bawah.

Saat angin lemah, air menjadi seperti cermin; ketika berombak, bentuknya pecah dan perubahan alam menciptakan wajah arsitektur.

Saat memotret, jangan menutup jalur atau melewati pagar dan batas tepi air.

Perubahan cahaya antarruang pamer

Cahaya alami terasa di koridor dan lobi, sedangkan pencahayaan ruang pamer diatur untuk melindungi karya.

Ketika tiba-tiba masuk ke tempat gelap, berhentilah sampai mata menyesuaikan agar tidak menyentuh karya atau pengunjung lain.

Perhatikan pula perbedaan intensitas cahaya menurut bahan untuk membandingkan cara memamerkan nihonga, patung, dan keramik.

Memasukkan pemandangan musim

Pegunungan jauh dan langit di atas taman air berubah setiap musim, menjadi latar berbeda pada tiap kunjungan.

Seperti pameran, pemandangan arsitektur juga memiliki rupa yang hanya muncul sekali; meski cuaca tidak sesuai harapan, nikmatilah cahaya hari itu.

Etika dan aturan museum: menjaga ruang pamer yang tenang

Museum dikelilingi taman air dan permukaan bangunan keras, sehingga suara mudah bergema.

Periksa aturan untuk melindungi karya sekaligus menjaga pengalaman pengunjung lain.

Aturan makan, merokok, dan hewan peliharaan

Makan dan minum, termasuk permen karet dan permen, dilarang; simpan botol plastik di tas atau loker.

Seluruh area bebas rokok dan hewan peliharaan tidak boleh masuk.

Jika menggunakan anjing pendamping atau membutuhkan dukungan khusus, hubungi museum terlebih dahulu.

Percakapan dan kunjungan bersama anak

Karena suara mudah bergema, berbicaralah pelan meski sedang membahas karya.

Saat bersama anak usia sekolah dasar atau lebih muda, pengunjung diarahkan menggandeng tangan mereka dan tidak terlalu mendekati karya.

Jika anak perlu istirahat, keluarlah sejenak dari ruang pamer dan lanjutkan dengan ritme nyaman.

Menitipkan payung dan barang

Payung panjang tidak boleh dibawa masuk; gunakan tempat payung di pintu masuk.

Titipkan barang besar atau benda yang mudah menyentuh karya di loker agar berjalan dengan aman.

Tempat dan karya yang boleh difoto berbeda menurut pameran; periksa papan di pintu masuk dan setiap ruang.

Pameran, reservasi, dan tiket: periksa sebelum berkunjung

Harga tiket Museum Seni Sagawa ditetapkan sesuai isi pameran khusus.

Ada masa tutup untuk pergantian pameran dan pameran dengan reservasi, jadi periksa kalender acara dan halaman pameran sebelum menentukan tanggal.

Jam buka dan hari tutup

Jam buka 09.30–17.00, dengan waktu masuk terakhir pukul 16.30.

Pada prinsipnya museum tutup hari Senin; jika bertepatan dengan hari libur, museum tutup keesokan harinya, serta tutup pada libur akhir dan awal tahun dan masa pergantian pameran.

Penutupan sementara dapat ditetapkan, jadi konfirmasikan status pada hari kunjungan.

Periksa harga setiap pameran

Saat pameran khusus berlangsung, harga tiket berbeda menurut pameran.

Siswa SMP ke bawah gratis; pemegang kartu disabilitas dan satu pendamping juga gratis, tetapi bukti seperti kartu pelajar diperlukan.

Untuk pameran yang memerlukan reservasi online, periksa slot waktu dan ketentuan jumlah orang.

Kunjungan ruang teh memerlukan reservasi

Kunjungan ruang teh Raku Kichizaemon Hall merupakan tur sekitar 30 menit di dalam bangunan dengan panduan staf.

Tur tidak menyediakan matcha dan memiliki ketentuan, termasuk anak yang belum masuk SD tidak dapat ikut.

Tanggal, biaya, dan ketersediaan tidak tetap; periksa persyaratan pada halaman khusus.

Cara menuju Museum Seni Sagawa: bus dari Stasiun Katata atau Moriyama

Museum jauh dari stasiun kereta, sehingga gunakan bus atau taksi dari Stasiun Katata maupun Stasiun Moriyama.

Jika pameran memiliki waktu reservasi, berangkatlah lebih awal dengan memperhitungkan keterlambatan bus.

Sekitar 15 menit dari Stasiun Katata

Dari arah Kyoto, Osaka, atau sisi barat danau, turun di Stasiun Katata pada Jalur JR Kosei lalu gunakan bus Kōjaku Kōtsū atau taksi.

Waktu perjalanan sekitar 15 menit.

Periksa tujuan, halte, dan jadwal pada informasi operasional perusahaan transportasi.

Sekitar 35 menit dari Stasiun Moriyama

Dari sisi Jalur Biwako, turun di Stasiun JR Moriyama lalu naik bus Ōmi Railway atau taksi.

Waktu perjalanan sekitar 35 menit dan dapat berubah menurut kondisi jalan.

Periksa bus pulang saat tiba agar tidak menunggu lama setelah museum tutup.

Gunakan parkir gratis untuk mobil

Museum menyediakan parkir gratis bagi pengunjung yang datang dengan mobil.

Pameran khusus dan akhir pekan dapat ramai; masukkan waktu parkir dan datang lebih awal dari slot reservasi.

Jangan parkir di jalan sekitar atau di luar fasilitas; ikuti rambu pintu masuk dan arahan staf.

Ringkasan: menikmati karya, taman air, dan arsitektur sebagai satu pengalaman

Museum Seni Sagawa memadukan karya Hirayama Ikuo, Satō Chūryō, dan Raku Jikinyū dengan arsitektur yang mengapung di taman air dalam satu pengalaman.

Dengan menjelajahi paviliun di atas tanah, Raku Kichizaemon Hall bawah tanah, dan ruang teh berreservasi, Anda dapat merasakan hubungan bahan, cahaya, air, dan alam dari sudut berbeda.

Periksa pameran, tiket, reservasi, hari tutup, dan jadwal bus sebelum datang; patuhi etika apresiasi yang tenang dan sediakan waktu cukup.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Museum Seni Sagawa adalah museum tepi air di Kota Moriyama, Prefektur Shiga, yang dibuka pada tahun 1998 sebagai proyek peringatan 40 tahun Sagawa Express. Sebagian besar areanya berupa taman air, dan gedung pameran yang tampak mengapung di atas air menampilkan lukisan gaya Jepang, patung, dan keramik. Selain karyanya, ciri khasnya adalah pengunjung dapat menikmati ruang itu sendiri, tempat air, cahaya, dan arsitektur menyatu menjadi satu.
A. Inti dari Museum Seni Sagawa adalah koleksi tiga seniman: pelukis gaya Jepang Hirayama Ikuo, pematung Sato Churyo, dan seniman keramik Raku Jikinyu. Hirayama dikenal dengan Jalur Sutra, Sato dengan sosok manusia yang akrab, dan Raku dengan teknik membentuk dengan tangan (手づくね, tezukune, membentuk dengan tangan) serta membuat perangkat teh keramik Raku yang dipakai dalam upacara minum teh. Melihat ketiganya secara bergiliran, yang berbeda baik dari bahan maupun ekspresi, membuat Anda dapat menjumpai beragam tema.
A. Paviliun Raku Kichizaemon adalah sayap bangunan yang terdiri atas ruang pamer bawah tanah yang terbentang di bawah taman air museum dan sebuah rumah teh yang tampak mengapung di atas air. Dengan konsep “shu-ha-ri” (守破離, yaitu mempelajari, mendobrak, lalu melampaui bentuk), seniman Raku Jikinyu sendiri merancang baik karya maupun ruangnya. Alur turun dari lantai dasar yang terang menuju ruang bawah tanah yang tenang menciptakan lingkungan yang membuat Anda dapat berkonsentrasi pada karya.
A. Di taman air, atap dan tiang yang memanjang rendah terpantul di permukaan air, dan daya tariknya adalah melihat garis luar bangunan seakan meluas ke atas dan ke bawah. Pada hari dengan sedikit angin, permukaan air tampak seperti cermin, sedangkan ketika air berombak, bentuk pantulannya pecah; perubahan alam pun mengubah ekspresi arsitektur. Meski langit tidak cerah, hari mendung atau hujan punya ketenangan tersendiri, jadi sebaiknya datang dengan sudut pandang menikmati cahaya hari itu.
A. Museum Seni Sagawa buka dari pukul 9:30 hingga 17:00, dengan masuk terakhir pukul 16:30. Pada dasarnya tutup pada hari Senin; jika Senin bertepatan dengan hari libur nasional, museum tutup pada hari berikutnya, dan juga tutup pada masa Tahun Baru serta selama pergantian pameran. Karena mungkin ada penutupan sementara dan pergantian pameran, memeriksa status buka di kalender acara sebelum berkunjung akan lebih menenangkan.
A. Tiket masuk Museum Seni Sagawa ditetapkan untuk setiap pameran khusus yang sedang berlangsung, sehingga berbeda-beda menurut pamerannya. Pelajar SMP ke bawah gratis jika didampingi wali, dan orang yang menunjukkan kartu penyandang disabilitas beserta satu pendamping juga gratis. Pelajar SMA dan mahasiswa menunjukkan kartu pelajar/mahasiswa, sedangkan pengguna diskon disabilitas menunjukkan kartunya. Untuk pameran yang memerlukan pemesanan daring, periksa pula slot waktunya.
A. Dari arah Kyoto/Osaka atau sisi Kosei (barat danau), turunlah di Stasiun Katata jalur JR Kosei, lalu naik bus Kojaku Kotsu atau taksi sekitar 15 menit. Dari sisi jalur Biwako, turunlah di Stasiun JR Moriyama, lalu naik bus Ohmi atau taksi yang memakan waktu sekitar 35 menit. Untuk pameran dengan waktu pemesanan, perhitungkan kemungkinan bus terlambat dan buat rencana yang longgar dengan memeriksa jadwal kepulangan juga.
A. Di dalam dilarang makan dan minum, termasuk permen karet dan permen, dan botol plastik sebaiknya disimpan di dalam tas atau dititipkan di loker koin. Payung panjang tidak boleh dibawa masuk, jadi gunakan tempat payung di pintu masuk, dan seluruh area bebas rokok. Karena suara mudah bergema di ruang ini, berbicara dengan suara pelan saat membahas karya membantu pengunjung lain juga menikmatinya dengan tenang.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.