Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kuil Oagata Inuyama: Ziarah Hime-no-miya & Owari Ninomiya

Kuil Oagata Inuyama: Ziarah Hime-no-miya & Owari Ninomiya
Panduan Kuil Oagata di Inuyama: Owari Ninomiya, Hime-no-miya, kolam Musuhi, aula cagar budaya, dan alur ziarah yang mudah diikuti.

Ringkasan Cepat

Daya Tarik Utama

Kuil Ōagata di Kota Inuyama, Prefektur Aichi, adalah Owari Ninomiya yang memuja dewa pembuka wilayah Owari. Di sini, Anda dapat sekaligus merasakan doa jodoh di subkuil Hime-no-miya dan bangunan kuil yang ditetapkan sebagai properti budaya penting.

Sorotan

Sorotan Kuil Ōagata adalah Hime-no-miya (Tamahime-no-mikoto) pelindung perempuan, Kolam Musuhi untuk terkabulnya jodoh baik, serta bangunan kuil bergaya "Ōagata-zukuri" dengan aula utama, aula persembahan doa, dan koridor timur-barat yang berjajar sebagai properti budaya penting.

Doa Jodoh

Hime-no-miya dikenal untuk kelahiran lancar, keturunan, dan jodoh; Kolam Musuhi di belakang aula utama adalah tempat berdoa terkabulnya jodoh baik. Berziarahlah dengan tenang dan berikan perhatian kepada orang yang sedang berdoa.

Daya Tarik Arsitektur Bangunan Kuil

Aula utama yang konon dibangun kembali oleh Tokugawa Mitsutomo pada tahun pertama era Kanbun (1661). Apresiasilah dari depan dengan hormat tata letak khas Owari yang tersusun bertahap: aula pemujaan, aula utama, aula persembahan doa, dan koridor.

Sorotan Musiman

Festival Hōnen diadakan pada Minggu tepat sebelum 15 Maret setiap tahun dan dipadati puluhan ribu orang. Hutan sekitar 340 pohon plum shidare (plum berjuntai) merah-putih mencapai puncaknya pertengahan Februari hingga pertengahan Maret.

Cara Menuju ke Sana

Sekitar 20 menit berjalan kaki dari Stasiun Gakuden jalur Meitetsu Komaki. Lokasi mudah disinggahi sebelum atau sesudah berkeliling kota bawah Kastil Inuyama atau kuil-kuil Owari.

Etika Berziarah

Membungkuk ringan di gerbang torii dan berjalan di sisi jalan pendekatan kuil. Jangan memotret orang yang sedang berdoa atau menjalani doa, dan hormati kawasan suci yang diberi shimenawa (tali suci), pagar, atau tanda larangan masuk sambil berkeliling dengan tenang.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Aichi

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Ōagata-jinja, Kuil Ni-no-miya Owari yang Mewariskan Kepercayaan Owari hingga Kini

Ōagata-jinja (kuil terkenal di Owari) yang berada di Kota Inuyama, Prefektur Aichi, adalah kuil yang telah lama dikenal sebagai Owari no Kuni Ni-no-miya (kuil peringkat kedua di wilayah Owari), tempat memuja dewa yang berkaitan dengan pembukaan lahan Owari.

Menurut tradisi kuil, konon kuil ini telah dipindahkan dari puncak Gunung Hongū ke lokasinya sekarang lebih dari dua ribu tahun lalu. Dengan mengetahui latar belakang ini, bangunan dan tempat berdoa di dalam area kuil bukan sekadar tempat wisata, melainkan tampak sebagai tempat yang mewariskan ingatan daerah.

Kuil yang Memuja Ōagata-no-Ōkami, Dewa Pembuka Lahan Owari

Dewa yang dipuja di Ōagata-jinja adalah Ōagata-no-Ōkami, yang diyakini sebagai dewa leluhur berkaitan dengan pembukaan lahan wilayah Owari.

Saat berdoa, daripada terburu-buru menyampaikan permohonan, lebih baik terlebih dahulu menyatukan tangan dengan penuh rasa hormat kepada dewa yang telah menopang daerah ini, sehingga Anda dapat menyatu dengan suasana kuil secara alami.

Kedudukannya sebagai Owari Ni-no-miya

Ōagata-jinja dikenal sebagai Owari no Kuni Ni-no-miya, dan bersama Masumida-jinja serta Atsuta-jingū merupakan salah satu kuil penting dalam perjalanan menyusuri sejarah Owari.

Jika Anda mampir sebelum atau sesudah mengunjungi kota bawah kastil Inuyama (Inuyama-jōkamachi) dan kuil-kuil di sekitar Owari, Anda akan lebih mudah merasakan bahwa kepercayaan daerah ini terus berlanjut seiring dengan budaya kastil dan kota.

Ketahui Cara Baca dan Penulisan dalam Bahasa Inggris (Oagata Shrine)

Ōagata-jinja dibaca "ō-agata-jinja", dan dalam bahasa Inggris kadang ditulis sebagai Oagata Shrine.

Karena cara bacanya sulit dipahami hanya dari tampilan kanji, sebaiknya Anda mencatat nama dalam bahasa Jepang maupun penulisan romaji untuk pencarian peta dan panduan transportasi agar lebih tenang.

Rasakan Makna Jodoh dan Doa di Hime-no-miya dan Kolam Musuhi

Tempat yang terutama perlu diingat oleh wisatawan yang mengunjungi Ōagata-jinja adalah Hime-no-miya, yang dikenal sebagai dewa pelindung perempuan.

Semakin masuk ke bagian dalam area kuil, semakin terasa keheningan yang berbeda dari tempat wisata ramai, dan wajahnya sebagai tempat berdoa pun semakin mendalam.

Menyatukan Tangan di Hime-no-miya

Di Hime-no-miya dipuja Tamahime-no-Mikoto, yang sejak dahulu diyakini sebagai dewa pelindung perempuan.

Kuil ini dikenal untuk permohonan seperti kelahiran yang lancar, dikaruniai anak, dan jodoh. Namun, wisatawan mancanegara tidak perlu terlalu memusingkan klasifikasi permohonan yang rinci, dan dapat berdoa dengan niat menyampaikan rasa syukur atas kesehatan, keluarga, serta pertemuan yang baik.

Memandang Kolam Musuhi dengan Tenang

Di belakang bangunan utama terdapat kolam Musuhi (musuhi-ike) yang berkaitan dengan doa terkabulnya jodoh yang baik.

Di sekitar kolam, sebaiknya rendahkan suara, dan jika mengambil foto, perhatikan agar sosok orang yang sedang berdoa tidak ikut terfoto, sehingga Anda dapat menjaga suasana sakral selama berkunjung.

Sikap Hati Sebelum Mengucapkan Permohonan

Berdoa di kuil bukanlah prosedur untuk mengabulkan permohonan, melainkan juga waktu untuk menunjukkan rasa syukur dan hormat.

Jika Anda merapikan permohonan secara singkat dalam hati sebelum menyatukan tangan, bahkan wisatawan yang tidak mengerti bahasanya pun dapat berdoa dengan lebih tenang.

Ubah Cara Berkunjung Sesuai Tujuan Perjalanan

Sekitar Hime-no-miya tidak hanya cocok untuk urusan jodoh, tetapi juga bagi orang yang ingin menenangkan perasaan sendiri dengan tenang.

Minat Wisatawan Cara Berkunjung Sikap Hati
Kunjungan pertama Cek jalur Tidak terburu
Jodoh Ke Hime-no-miya Berdoa tenang
Pencinta arsitektur Lihat bangunan Jaga jarak
Untuk foto Cek papan tanda Hindari orang

Melihat Arsitektur Kuil Owari pada Bangunan Suci Warisan Budaya Penting

Bangunan suci Ōagata-jinja bukan hanya tempat berdoa, tetapi juga menjadi petunjuk untuk mengenal arsitektur kuil wilayah Owari.

Bangunan utama (honden), saibunden, serta koridor timur-barat ditetapkan sebagai Warisan Budaya Penting Nasional. Bahkan hanya dengan memandang dari depan, Anda dapat menikmati komposisi tenang yang terbentuk dari tumpukan atap dan bangunan.

Pandang Bangunan Utama dari Depan dengan Rasa Hormat

Bangunan utama adalah bangunan inti tempat dewa bersemayam, berbeda dari benda pameran fasilitas wisata.

Konon bangunan ini dibangun kembali pada tahun pertama era Kanbun (1661) oleh Tokugawa Mitsutomo, tuan wilayah Owari. Cara memandang yang baik adalah tidak terlalu mendekat, memilih tempat berhenti, dan menikmati suasana arsitektur dalam batas yang tidak mengganggu alur peziarah.

Perhatikan Tata Letak Bangunan Khas Owari yang Disebut "Ōagata-zukuri"

Bangunan suci Ōagata-jinja disebut "Ōagata-zukuri" dan diperkenalkan sebagai tata letak yang mewariskan ciri khas wilayah Owari.

Jika Anda memandangnya sambil menyadari hubungan antara haiden (ruang berdoa), honden, saibunden, dan koridor, Anda akan memahami bahwa ruang menuju hadapan dewa ditata secara bertahap.

Cara Pandang Semakin Mendalam dengan Mengetahui Istilah Arsitektur

Anda tidak perlu menghafal semua istilah khusus, tetapi dengan sekadar mengetahui kata dasarnya, akan bertambah hal yang patut diperhatikan di depan bangunan suci.

Istilah Poin yang Dilihat Kesan
Honden Inti bagian dalam Sakral
Haiden Tempat berdoa Ruang terbuka
Koridor Deretan kiri-kanan Kedalaman
Atap Tumpukan Ketenangan

Kunjungan Kuil Pertama Tidak Membingungkan Jika Tahu Alurnya

Bahkan wisatawan yang belum terbiasa dengan kuil Jepang pun dapat berdoa dengan tenang jika mengetahui alur dasarnya.

Yang penting bukanlah menghafal tata cara secara rinci dengan sempurna, melainkan bersikap tenang di hadapan dewa dan menghormati doa peziarah di sekitar.

Gerak dari Torii hingga Hadapan Dewa

Di depan torii (gerbang kuil), membungkuk ringan, dan di jalur ziarah menjaga kesadaran untuk menghindari bagian tengah, sehingga Anda dapat menunjukkan rasa hormat khas kuil Jepang.

Jika temizuya (tempat menyucikan diri) tersedia, sucikan tangan dan mulut, lalu di depan haiden tenangkan hati sebelum berdoa.

Situasi Yang Dilakukan Hal yang Diperhatikan
Depan torii Membungkuk ringan Berhenti sejenak
Jalur ziarah Berjalan di tepi Saling mengalah
Temizuya Menyucikan tangan Gunakan dengan tenang
Depan haiden Berdoa Menjaga antrean

Cek Panduan Setempat untuk Goshuin, Omamori, dan Ofuda

Jika Anda ingin menerima goshuin (stempel kunjungan kuil) atau omamori (jimat), periksalah papan pengumuman di kantor kuil atau panduan pada hari itu.

Benda pemberian kuil bukanlah suvenir, melainkan diperlakukan sebagai tanda doa yang diterima di kuil, sehingga wajar untuk menyimpannya dengan baik setelah dibawa pulang.

Di Area Kuil, Perhatian pada Foto dan Etika Menentukan Kesan Perjalanan

Ōagata-jinja adalah tempat berdoa, dan saat mengambil foto pun penting untuk tidak mengganggu perasaan peziarah.

Di tempat yang tidak jelas boleh atau tidaknya memotret, sikap memeriksa papan tanda dan bertanya ke kantor kuil bila perlu akan membawa ketenangan.

Jangan Memotret Orang yang Sedang Berdoa

Foto di kuil sebaiknya berpusat pada suasana bangunan dan jalur ziarah, serta hindari memotret orang yang sedang berdoa atau menerima doa.

Saat banyak orang, alih-alih menunggu untuk memotret, mengutamakan berdoa dan bergerak singkat akan menjadikan perjalanan lebih tenang.

Hormati Papan Larangan Masuk dan Kawasan Suci

Tempat dengan shimenawa (tali suci), pagar, pintu, atau papan yang membatasi masuk adalah batas untuk menjaga kawasan suci.

Hindari melewati batas demi mencari sudut foto, dan pandanglah dengan tenang dari jangkauan yang terlihat.

Tindakan yang Boleh dan yang Sebaiknya Dihindari di Area Kuil

Saat ragu, memandang kuil sebagai "tempat berdoa yang tenang" akan memudahkan penilaian.

Situasi Tindakan Baik Tindakan yang Dihindari
Jalur ziarah Berjalan di tepi Menghalangi jalan
Depan bangunan suci Menunggu dengan tenang Berbicara keras
Saat memotret Lihat papan tanda Memotret dekat tanpa izin
Loket kuil Menjaga giliran Berlama-lama di tempat itu

Hōnen-sai dan Kebun Plum | Nikmati Acara Musiman dan Alam Tanpa Memaksakan

Di Ōagata-jinja, acara yang berakar pada kepercayaan dan alam di dalam area kuil juga menjadi kesenangan perjalanan.

Namun, karena acara dan puncak masa mekar bunga berubah setiap tahun, sebaiknya periksa jadwal acara dan kondisi mekar sebelum berkunjung agar lebih tenang.

Hōnen-sai (Minggu Menjelang 15 Maret) Menjadi Kesempatan Mengenal Doa Daerah

Hōnen-sai di Ōagata-jinja diadakan setiap tahun pada hari Minggu menjelang 15 Maret, dikenal sebagai upacara memohon panen berlimpah dan keselamatan negara, serta ramai dikunjungi puluhan ribu orang.

Jika Anda berkunjung pada hari upacara, dengan memiliki kesadaran bahwa Anda ikut serta dalam tempat berdoa yang diwariskan warga daerah, bukan sekadar untuk foto dan menonton, makna pengalaman Anda akan semakin mendalam.

Kebun Plum Shidare-ume Mekar Puncak Pertengahan Februari hingga Pertengahan Maret

Di area kuil terdapat kebun plum yang mengumpulkan sekitar 340 pohon shidare-ume (plum menjuntai) merah putih. Saat festival plum pada pertengahan Februari hingga pertengahan Maret setiap tahun, warna lembut menambah suasana khidmat kuil.

Saat memandang bunga dari dekat pun, jangan menyentuh dahan atau berhenti terlalu lama di jalur, dan nikmatilah dengan niat berbagi pemandangan bersama peziarah lain.

Bedakan Cara Menikmati Setiap Musim

Jika Anda menentukan tujuan kunjungan lebih dahulu, tindakan Anda tidak akan berantakan bahkan pada hari yang ramai.

Minat Yang Dilihat Perhatian
Upacara Barisan doa Beri ruang jalan
Bunga Kebun plum Tak sentuh dahan
Arsitektur Bangunan suci Lihat dengan tenang
Jalan-jalan Jalur ziarah Saling mengalah

Cara Berpikir dan Akses Saat Digabung dengan Wisata Inuyama

Ōagata-jinja adalah kuil yang mudah dipadukan dengan wisata sejarah di dalam Kota Inuyama.

Bahkan pada hari mengelilingi kota bawah kastil dan fasilitas budaya, di kuil sebaiknya perlambat langkah dan beralih dari suasana wisata ke suasana berdoa agar kesan menjadi tertata.

Kunjungi Sebelum atau Sesudah Spot Wisata Sejarah

Untuk perjalanan bertema sejarah Inuyama, dengan menambahkan Ōagata-jinja sebelum atau sesudah melihat kastil dan deretan kota, Anda dapat memperhatikan bukan hanya budaya samurai, tetapi juga kepercayaan daerah.

Karena ada berbagai sudut pandang seperti arsitektur, upacara, dan doa jodoh, bahkan untuk mampir singkat pun Anda dapat memilih daya tarik sesuai minat sendiri.

Sekitar 20 Menit Jalan Kaki dari Stasiun Gakuden Meitetsu | Beri Kelonggaran Waktu untuk Transportasi Umum dan Jalan Kaki

Anda dapat menuju ke sana dengan sekitar 20 menit jalan kaki dari Stasiun Gakuden (Stasiun Gakuden) jalur Meitetsu Komaki.

Wisatawan mancanegara sebaiknya memeriksa cara baca nama stasiun dan nama kuil terlebih dahulu, serta juga melihat sarana transportasi pulang, agar tidak panik saat berpindah tempat.

Rangkuman | Tips agar Tidak Bingung pada Kunjungan Pertama

Ōagata-jinja adalah Owari Ni-no-miya di Inuyama, tempat Anda dapat merasakan sekaligus kepercayaan terhadap dewa pembuka lahan Owari, doa di Hime-no-miya, dan bangunan suci Warisan Budaya Penting.

Jika berkunjung untuk pertama kali, dengan menyadari alur menenangkan hati di torii terlebih dahulu, menyatukan tangan dengan tenang di haiden, lalu menuju Hime-no-miya dan kolam Musuhi, Anda dapat mengelilingi area kuil dengan tenang.

Bahkan saat berkunjung pada Hōnen-sai atau musim plum pertengahan Februari hingga pertengahan Maret, jika Anda memeriksa jadwal acara dan kondisi mekar serta bersikap menghormati peziarah dan kebiasaan daerah, perjalanan akan menjadi waktu yang lebih mendalam daripada sekadar wisata.

"

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Oagata Shrine adalah Ninomiya Provinsi Owari di Inuyama, Prefektur Aichi, kuil tua yang memuja Oagata Okami, dewa pembuka lahan Owari. Menurut riwayat kuil, konon telah lebih dari dua ribu tahun sejak pindah dari puncak Gunung Hongu ke lokasi sekarang, satu kuil yang menuturkan sejarah Owari sejajar dengan Masumida Shrine dan Atsuta Shrine. Cara membacanya "Oagata Jinja", dan ejaan Inggrisnya Oagata Shrine, praktis untuk dicatat saat mencari di peta.
A. Karena di kuil pendamping Hime no Miya di dalam kompleks dipuja Tamahime no Mikoto, yang dianggap dewa pelindung perempuan. Sejak lama dipercaya sebagai dewa persalinan aman, permohonan momongan, penyakit wanita, dan jodoh, sehingga pengunjung perempuan tak pernah putus. Dikenal sebagai "kuil perempuan" yang berpasangan dengan Tagata Shrine di Komaki yang memuja dewa laki-laki, dan tak sedikit peziarah yang mengunjungi kedua kuil.
A. Bangunan utama serta Saibunden dan koridor timur-barat merupakan Properti Budaya Penting negara, dan konon dibangun kembali pada 1661 (Kanbun 1) oleh Tokugawa Mitsutomo, pemimpin Domain Owari. Gaya khas yang menata aula pemujaan, bangunan utama, Saibunden, dan koridor secara bertahap disebut "gaya Oagata", peninggalan berharga yang menyampaikan ciri khas kawasan Owari. Memandang dari agak jauh di depan akan membuat Anda menikmati kedalaman tenang yang lahir dari tumpukan atap.
A. Kolam Musuhi adalah kolam untuk memohon terkabulnya jodoh baik, terletak dekat Hime no Miya di belakang bangunan utama. "Musuhi" mengandung dua makna sekaligus: musuhi yang melahirkan segala sesuatu dan enmusubi yang mempertemukan orang. Airnya konon mengalir dari Gunung Hongu yang menjadi objek pemujaan, tempat suci yang menjaga ketenangan. Menahan suara dan menjaga agar orang yang berdoa tidak masuk ke dalam foto akan membuat Anda tidak merusak suasananya.
A. Dari Stasiun Nagoya, menuju Stasiun Inuyama dengan Meitetsu, lalu berganti hingga Stasiun Gakuden. Dari Stasiun Meitetsu Nagoya ke Stasiun Gakuden kira-kira sekitar 45 menit, dan dari stasiun ke kuil sekitar 20 menit berjalan kaki. Bagian akhir berjalan melewati kawasan permukiman, jadi melihat jadwal kereta pulang lebih dulu akan memudahkan mengatur waktu kunjungan.
A. Oagata Shrine memiliki tempat parkir untuk peziarah, jadi untuk ziarah biasa Anda bisa datang dengan mobil. Karena jalan sekitar mudah macet saat Festival Plum atau Honen Matsuri, mempertimbangkan pilihan berjalan dari Stasiun Meitetsu Gakuden juga akan lebih menenangkan. Tiba pada pagi hari akan membuat Anda lebih tenang berkeliling tanjakan kompleks dan kebun plum.
A. Goshuin (tulisan tinta kenang-kenangan berdoa) bisa diperoleh di tempat pemberian di depan bangunan kuil. Karena kadang keluar goshuin musiman terbatas, memastikan jenisnya di depan kuil pada jam-jam awal akan memudahkan memilih. Setelah berdoa, berkeliling ke Hime no Miya dan kolam Musuhi akan memudahkan memahami alur kompleks.
A. Membungkuk ringan di depan torii (gerbang kuil), lalu berjalan di tepi jalan menuju kuil dan hindari bagian tengah yang dianggap sebagai jalur lewat dewa. Bersihkan tangan dan mulut di temizuya (tempat penyucian) sebelum berdoa di aula pemujaan dengan hati tenang. Anda tidak perlu menghafal tata cara secara sempurna; yang paling penting adalah bersikap tenang dan tidak mengganggu peziarah lain.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.