Seperti Apa Hakusan-gū dan Ashiō-sha
Hakusan-gū adalah kuil yang terletak di Hongō-chō, Kota Nisshin, Prefektur Aichi, cocok juga bagi mereka yang mencari tempat berdoa yang tenang dalam perjalanan di sekitar Nagoya.
Di dalam area kuil terdapat Ashiō-sha yang dikenal sebagai pelindung kaki dan pinggang, sehingga menjadi tempat yang mudah bermakna bagi wisatawan mancanegara yang banyak berjalan selama perjalanan.
Karena dapat ditempuh dengan bus dari stasiun kereta bawah tanah kota Nagoya, daya tariknya adalah mudah dimampiri di sela wisata Nagoya.
Asal-usul Hakusan-gū yang Lama Dikenal di Kota Nisshin
Hakusan-gū diyakini sebagai kuil yang berkaitan dengan kepercayaan Hakusan, yang memuja Gunung Hakusan (gunung suci yang membentang antara Prefektur Ishikawa dan Gifu).
Kuil ini memuja Kukurihime-no-Mikoto sebagai dewa utama, serta memperkenalkan pula Izanami-no-Mikoto dan Ōnamuchi-no-Mikoto.
Kuil ini kadang diceritakan sebagai dewa yang berkaitan dengan "ikatan", sehingga cocok untuk berdoa sambil merenungkan dengan tenang tentang hubungan antarmanusia, jodoh di tempat perjalanan, dan jalan ke depan.
Ashiō-sha, Kuil Pendamping untuk Mendoakan Kaki dan Pinggang
Ashiō-sha adalah kuil yang memuja Ashinazuchi-no-Kami, dan konon berasal dari kepercayaan para pedagang serta musafir yang dahulu melintasi Iida-kaidō (jalan raya kuno Iida) memohon keselamatan kaki di perjalanan.
Konon asal-usul Ashiō-sha adalah pemindahan (kanjō) altar kecil yang memuja dewa kaki ini ke area Hakusan-gū sekitar masa akhir perang.
Bagi orang yang banyak berjalan saat wisata, melalui gagasan melindungi kaki, Anda dapat merasakan bahwa kuil Jepang telah terhubung dengan kehidupan sehari-hari.
Latar Belakang Ashiō-sha Disebut Kuil Sepak Bola
Karena kepercayaan sebagai dewa kaki dan pinggang, kuil ini juga akrab bagi orang-orang yang terlibat dalam olahraga yang menggunakan kaki, sehingga Ashiō-sha juga disebut kuil sepak bola (kuil sakkā).
Ketika Piala Dunia Sepak Bola yang diselenggarakan bersama Jepang-Korea, kuil ini memberikan omamori dan ema (papan kayu doa) bermotif lambang timnas Jepang. Para suporter dari seluruh negeri pun datang berdoa, dan julukan ini menyebar luas.
Bagi wisatawan yang menikmati sepak bola, jika berkunjung sebagai tempat berdoa yang menghargai tubuh, bukan sekadar menang-kalah pertandingan, pemahaman Anda akan semakin mendalam.

Kepercayaan dan Ciri Bangunan Suci yang Ingin Dilihat di Ashiō-sha
Daya tarik Ashiō-sha terletak pada kejelasan permohonan dan bentuk bangunan suci modern yang dapat dirasakan di tempat yang sama.
Jika Anda melihatnya setelah sedikit mengetahui latar belakang kepercayaannya, akan muncul kesan yang bukan sekadar mengabadikan foto.
Keselamatan Kaki yang Terkandung dalam Ashinazuchi-no-Kami
Ashinazuchi-no-Kami yang dipuja di Ashiō-sha diperkenalkan sebagai dewa pelindung kaki dan pinggang, dan menarik peziarah yang memiliki kekhawatiran pada kaki-pinggang maupun yang ingin memperkuatnya.
Jika berkunjung di tengah perjalanan, akan lebih alami bila Anda menghadapinya sebagai tempat menyampaikan rasa syukur agar dapat terus berjalan dengan selamat, tanpa membatasi hanya pada kesehatan atau prestasi olahraga.
Memahami Itamitori-ishi sebagai Bagian dari Kepercayaan
Di Ashiō-sha dipuja "Itamitori-ishi" (batu penghilang nyeri), yang konon jika diusap dengan tangan dan bagian yang sakit dielus, nyerinya akan hilang.
Batu ini dijelaskan berada di bagian tengah bangunan utama Ashiō-sha, tepat di bawah tempat dewa dipuja.
Ini bukanlah sesuatu yang memastikan khasiat medis. Jika Anda menerimanya sebagai budaya kepercayaan Jepang yang mewujudkan permohonan menjadi doa, makna pengalaman akan tersampaikan dengan lembut.
Keindahan Arsitektur Bangunan Suci yang Mengingatkan pada Tabi dan Waraji
Bangunan suci Ashiō-sha diperkenalkan tampak seperti bentuk waraji (sandal jerami) atau tabi (kaus kaki Jepang) jika dilihat dari udara, memiliki simbolisme khas kuil yang memuja dewa kaki.
Bangunan suci sekarang yang menggabungkan kayu-kayu tipis dinilai memiliki desain orisinal, dan meraih Good Design Award pada tahun 2020.
Saat memandang atap berlekuk dan tekstur kayu, Anda akan menyadari bahwa suasana kuil tradisional dan sensasi arsitektur baru saling berpadu.
Utamakan Perhatian pada Tempat Berdoa Sebelum Memotret
Bangunan suci yang orisinal memang menjadi daya tarik yang membuat ingin difoto, tetapi kuil adalah tempat peziarah mempersembahkan doa.
Jika Anda mengutamakan papan tanda setempat untuk boleh atau tidaknya memotret dan batas masuk, serta tidak terlalu mendekat ke arah orang yang sedang berdoa, Anda dapat berkunjung dengan tenang.

Alur Kunjungan Pertama ke Hakusan-gū
Meski pertama kali, jika Anda memahami dasar kunjungan kuil, Anda dapat berjalan di area kuil dengan tenang.
Daripada menghafal tata cara secara rinci, yang penting adalah sikap masuk dengan tenang, menyampaikan rasa syukur, dan menghormati sekitar.
Berikut alur saat mengelilingi Hakusan-gū dan Ashiō-sha, dibagi menjadi tindakan dan poin yang dilihat.
| Alur | Tindakan | Poin yang Dilihat |
|---|---|---|
| Pintu masuk | Masuk sambil membungkuk | Torii dan jalur ziarah |
| Bangunan utama | Berdoa dengan tenang | Suasana Hakusan-gū |
| Ashiō-sha | Doakan kaki-pinggang | Bangunan suci dan batu |
| Loket kuil | Cek benda pemberian | Barang terkait kaki |
Membungkuk di Depan Torii Sebelum Masuk
Karena torii dianggap sebagai pintu masuk ke kawasan suci, jika Anda membungkuk ringan sebelum melewatinya, perasaan perjalanan akan beralih dari keseharian menjadi doa.
Bagian tengah jalur ziarah kadang dianggap sebagai jalan lewat dewa, jadi jika tidak ramai, berjalan sedikit di tepi akan lebih sopan.
Kelilingi Bangunan Utama dan Ashiō-sha dengan Tenang
Jika Anda berdoa di bangunan utama Hakusan-gū lalu menuju Ashiō-sha, Anda dapat berjalan sambil merasakan suasana seluruh area kuil.
Di Ashiō-sha, sebaiknya rapikan secara singkat permohonan yang dekat dengan diri Anda, seperti kesehatan kaki-pinggang, keselamatan perjalanan, atau harapan pada olahraga.
Cek Omamori dan Ofuda di Loket Kuil
Di Hakusan-gū, tersedia pula panduan tentang omamori, ofuda (jimat kertas), serta layanan pengiriman untuk orang yang berada jauh.
Ashiō-sha juga dikenal menyediakan omamori untuk memohon kesehatan kaki-pinggang serta benda pemberian bertema sepak bola.
Jika ada yang ingin Anda terima di lokasi, akan lebih tenang bila memeriksa panduan loket kuil dan pengumuman pada hari kunjungan sebelum berkunjung.
Jangan Memaksakan Diri pada Hari Kaki Terasa Kurang Nyaman
Justru karena ini tempat mendoakan kaki-pinggang, penting pula memiliki kesadaran untuk menyesuaikan jarak berjalan dan beban tanjakan sesuai kondisi tubuh.
Pada hari hujan atau panas terik, perhatikan sepatu antiselip dan asupan cairan, serta berjalan tanpa terburu di area kuil agar kunjungan menjadi lebih tenang.

Etika Kunjungan yang Perlu Diketahui Wisatawan Mancanegara
Di kuil, daripada melakukan tata cara keagamaan dengan sempurna, sikap yang mengutamakan keheningan dan kebersihan justru disambut baik.
Bahkan jika tidak mengerti bahasanya, dengan mengamati gerakan peziarah di sekitar, Anda akan lebih mudah bertindak secara alami.
Berikut tindakan yang ingin diperhatikan saat berada di Ashiō-sha, bersama tindakan yang sebaiknya dihindari.
| Situasi | Tindakan Baik | Tindakan yang Dihindari |
|---|---|---|
| Jalur ziarah | Berjalan dengan tenang | Menghalangi jalan |
| Depan bangunan suci | Menunggu giliran | Berlama-lama di depan bangunan suci |
| Memotret | Cek papan tanda | Memotret orang berdoa |
| Saat menyentuh batu | Menyentuh dengan hati-hati | Memperlakukan kasar |
Rapikan Doa dengan Tenang dan Singkat
Saat berdoa, daripada menderetkan banyak permohonan, menyampaikan rasa syukur dan satu harapan dengan tenang lebih sesuai dengan tempat ini.
Anda tidak perlu berbicara lama dengan bersuara, cukup memikirkan keselamatan perjalanan dan rasa syukur pada tubuh dalam hati pun sudah cukup.
Cara Bersikap terhadap Itamitori-ishi
Jika menyentuh Itamitori-ishi, periksa apakah ada peziarah lain yang menunggu, dan berdoa secara singkat sambil saling mengalah akan membuat Anda berkunjung dengan nyaman.
Batu dan bangunan suci adalah sesuatu yang telah dijaga banyak orang, jadi jangan memukul keras atau meletakkan benda di atasnya.
Utamakan Papan Tanda di Area Kuil
Hal seperti memotret, masuk, dan perlakuan benda pemberian, papan tanda setempat serta panduan kuil menjadi dasar bahan penilaian.
Dengan memeriksa lebih dahulu dan mengikuti panduan hari itu di lokasi, wisatawan pun dapat berdoa dengan tenang.

Hal yang Ingin Dirasakan Sekalian di Area Kuil Hakusan-gū
Meski berkunjung hanya untuk Ashiō-sha, jika Anda berjalan perlahan di area Hakusan-gū, akan tampak luasnya kepercayaan daerah.
Dengan memperhatikan kuil-kuil kecil dan acara musiman, Anda akan lebih mudah memahaminya bukan hanya sebagai tempat wisata, tetapi sebagai tempat yang telah dijaga warga daerah.
Hakusan-gū sebagai Dewa Ikatan
Kukurihime-no-Mikoto, dewa utama Hakusan-gū, dikenal sebagai "dewa ikatan" yang menyatukan dan mengikat segala sesuatu.
Jika Anda berdoa sambil memikirkan orang yang Anda temui di perjalanan, jodoh dengan tempat, dan jalan Anda ke depan, hal itu akan terhubung secara alami dengan permohonan di Ashiō-sha.
Kesenangan Mengelilingi Kuil Pendamping
Di area kuil, selain Ashiō-sha, diperkenalkan pula beberapa kuil lain, masing-masing dengan dewa dan kepercayaan yang berbeda.
Daripada mengelilingi satu per satu dengan terburu, dengan sekadar berhenti di depan kuil yang menarik perhatian dan membaca nama serta asal-usulnya, pemahaman Anda akan semakin mendalam.
Cek Acara Musiman Sebelum Berkunjung
Di Hakusan-gū, tersedia informasi acara tahunan dan upacara.
Jika Anda ingin berkunjung menyesuaikan acara, karena panduan tentang jadwal dan kunjungan bisa berubah, akan lebih tenang bila melihat panduan menjelang keberangkatan.
Istilah dan Cara Pandang untuk Menikmati Ashiō-sha Lebih Mendalam
Istilah kuil mungkin terasa sulit, tetapi dengan sedikit mengetahui makna katanya, cara pandang terhadap area kuil akan berubah.
Di Ashiō-sha, kepercayaan terkait kaki, doa pada batu, dan keterkaitan dengan olahraga juga bisa menjadi bahan obrolan perjalanan.
Berikut kata-kata yang mudah Anda temui saat berdoa, dirangkum bersama cara pandangnya.
| Istilah | Makna | Poin yang Dilihat |
|---|---|---|
| Ashinazuchi-no-Kami | Dewa kaki | Pusat permohonan |
| Itamitori-ishi | Batu doa | Sentuh dengan hati-hati |
| Tabi | Alas kaki Jepang | Bentuk bangunan suci |
| Ema | Papan doa | Budaya tulisan doa |
Mengenal Ashinazuchi-no-Kami
Ashinazuchi-no-Kami diperkenalkan sebagai dewa pusat Ashiō-sha, dan terhubung dengan doa memohon keselamatan serta kesehatan kaki-pinggang.
Jika Anda menyatukan tangan setelah mengetahui namanya, akan menjadi jelas kepada apa Anda berdoa, sehingga meski doa singkat pun akan berkesan.
Memandang Itamitori-ishi sebagai Sebuah Cerita
Itamitori-ishi adalah bentuk kepercayaan yang mudah dipahami, yang mengubah rasa sakit dan kekhawatiran tubuh menjadi doa melalui tindakan menyentuh batu.
Bagi wisatawan mancanegara, ini menjadi contoh yang mudah dipahami bahwa tindakan "menyentuh" dan "mengelus" di kuil Jepang terhubung dengan doa.
Jadikan Julukan Kuil Sepak Bola sebagai Bahan Obrolan Perjalanan
Julukan kuil sepak bola muncul ketika kepercayaan terhadap dewa kaki menyebar luas seiring terhubung dengan budaya olahraga modern melalui momen Piala Dunia Sepak Bola Jepang-Korea.
Jika berkunjung bersama teman seperjalanan yang gemar olahraga, akan alami bila membicarakannya bukan hanya sebagai doa kemenangan, tetapi juga sebagai harapan agar menikmati tanpa cedera.
Akses ke Hakusan-gū dan Hal yang Ingin Dicek Sebelum Berkunjung
Sebelum menuju Hakusan-gū, jika Anda memeriksa lebih dahulu cara pergi, loket kuil, serta ada atau tidaknya upacara dan acara, Anda akan lebih mudah menyusun rencana.
Lokasi Hakusan-gū adalah 519 Miyashita, Hongō-chō, Kota Nisshin, Prefektur Aichi, dan dapat diakses dari pusat kota Nagoya baik dengan transportasi umum maupun mobil.
Karena kuil bisa terpengaruh oleh acara daerah dan cuaca, akan lebih tenang bila tidak hanya bergantung pada informasi aplikasi perjalanan, tetapi juga melihat pengumuman di lokasi dan dari kuil.
Lihat Informasi yang Diperlukan Sebelum Berkunjung
Di Hakusan-gū, tersedia informasi seperti asal-usul, panduan area kuil, Ashiō-sha, omamori dan ofuda, serta akses.
Jika Anda memeriksa informasi yang diperlukan sebelum berdoa, waktu tersesat di lokasi akan berkurang, dan Anda dapat fokus pada doa serta menjelajahi area kuil.
Akses dengan Kereta dan Bus
Jika Anda naik Bus Meitetsu dari Stasiun "Akaike", stasiun akhir jalur Tsurumai kereta bawah tanah kota Nagoya, lalu turun di halte bus "Hakusan", Anda tiba dengan sekitar 2 menit jalan kaki.
Anda juga dapat menggunakan rute dari Stasiun "Hoshigaoka" jalur Higashiyama kereta bawah tanah, naik Bus Meitetsu menuju "Iwasaki Ontake-guchi", lalu sekitar 10 menit jalan kaki.
Wisatawan mancanegara sebaiknya memeriksa rute yang sesuai jam saat ini di aplikasi panduan transit, serta lebih dahulu mencari jadwal bus pulang agar perpindahan menjadi tenang.
Jika Berkunjung dengan Mobil dan Tempat Parkir
Jika dengan mobil, Anda dapat menuju ke sana sekitar 5 menit dari Stasiun "Nisshin" jalur Meitetsu Toyota.
Tempat parkir tersedia untuk sekitar 80 mobil pada waktu biasa, dan saat acara juga tersedia panduan tempat parkir sementara.
Berkunjunglah dengan Sepatu yang Nyaman untuk Berjalan
Dalam perjalanan mengunjungi Ashiō-sha, berdoa itu sendiri menjadi bagian dari pengalaman berjalan.
Di area kuil, perhatikan perbedaan tangga batu dan permukaan jalan, serta saat memotret pun periksa pijakan kaki agar dapat berkunjung dengan aman.
Rangkuman | Merapikan Doa dengan Tenang di Hakusan-gū dan Ashiō-sha
Hakusan-gū dan Ashiō-sha adalah spot berdoa di Kota Nisshin, Prefektur Aichi, tempat kepercayaan Hakusan yang berakar di daerah berpadu dengan doa melindungi kaki-pinggang.
Jika Anda berkunjung setelah mengetahui Ashinazuchi-no-Kami, Itamitori-ishi, bangunan suci yang mengingatkan pada tabi, serta julukan kuil sepak bola yang berasal dari Piala Dunia Sepak Bola Jepang-Korea, meski singgah singkat pun Anda akan mudah merasakan maknanya.
Meski ragu akan tata cara, jika Anda berjalan dengan tenang, menjaga giliran, dan mengikuti papan tanda setempat, wisatawan mancanegara pun dapat berdoa dengan tenang.
"





Ulasan (0)