Apa Itu Shirataki-yama, Tempat Wisata untuk Menikmati Gohyaku Rakan dan Laut Pedalaman Seto di Puncak Gunung Innoshima
Shirataki-yama adalah gunung setinggi 226 m di Pulau Innoshima, Kota Onomichi, Prefektur Hiroshima. Tempat wisata populer ini memungkinkan Anda menikmati kelompok arca batu yang disebut Gohyaku Rakan (Lima Ratus Arhat) dan panorama Laut Pedalaman Seto (Seto Naikai).
Di sekitar puncak gunung tersebar kelompok arca batu berukuran besar dan kecil yang berjumlah sekitar 700 buah, disebut Gohyaku Rakan. Di tengah pemandangan terbuka yang menghadap laut dan pulau-pulau, Anda dapat menghabiskan waktu di mana keimanan dan panorama saling tumpang tindih.
Alasan Mengapa Lebih Mudah Dibaca sebagai Artikel Pengenalan Tempat Wisata
Shirataki-yama bukanlah tempat untuk melihat satu bagian kuil saja, melainkan tempat yang dirasakan sambil berjalan menyusuri jalan setapak, arca batu, dek pandang, dan panorama pulau.
Oleh karena itu, daripada menghafal nama-nama daya tarik, kesan akan lebih membekas jika Anda berkunjung dengan menikmati suasana secara perlahan di puncak gunung.
Posisi Shirataki-yama dalam Perjalanan ke Innoshima
Innoshima dikenal sebagai salah satu pulau di Jalur Shimanami Kaidō, dan merupakan kawasan yang mudah dipadukan dengan arah Onomichi atau perjalanan pulau di Seto.
Shirataki-yama menambahkan pengalaman memandang pulau dari atas, yang sulit terlihat hanya dengan bergerak di sepanjang pantai.
Istilah yang Perlu Diketahui Saat Baru Pertama Kali Berkunjung
Dalam informasi wisata, selain "Shirataki-yama", terkadang ditulis "Shirataki-yama dan Gohyaku Rakan".
Saat mencari di mesin pencari atau peta, dengan menggabungkan kata Innoshima, Onomichi, dan Gohyaku Rakan, Anda akan lebih mudah membedakannya dari gunung dengan nama yang sama.
Dengan mengenali kata-kata kunci yang membantu memahami Shirataki-yama, papan petunjuk dan papan informasi setempat akan lebih mudah dibaca.
| Kata | Sudut Pandang |
|---|---|
| Gohyaku Rakan | Kelompok arca batu |
| Kannon-dō | Tempat keimanan |
| Shugen | Keimanan gunung |
| Tatō-bi | Pulau dan laut |

Melihat dengan Tenang Gohyaku Rakan di Shirataki-yama
Daya tarik utama Shirataki-yama adalah sekitar 700 arca batu berukuran besar dan kecil yang berjajar dari gerbang Niōmon hingga sekitar puncak gunung.
Karena setiap arca memiliki ekspresi dan posisi yang berbeda, jika Anda menyaksikan tidak hanya banyaknya jumlah, tetapi juga perbedaan sentuhan tangan yang tersisa pada batu, waktu berjalan akan terasa lebih tenang.
Kelompok Arca Batu Ditempatkan di Tengah Panorama Gunung
Gohyaku Rakan bukanlah karya yang dipisahkan rapi seperti pameran dalam ruangan, melainkan berada dekat dengan bebatuan, pepohonan, dan pemandangan laut.
Karena arca batu dan alam berada pada jarak yang dekat, tercipta kesan tiga dimensi dan ketenangan yang sulit tersampaikan hanya melalui foto.
Melihat Perlahan Perbedaan Ekspresi
Arca rakan memiliki wajah yang tampak tenang, wajah yang tampak sedang merenung, dan wajah yang terasa akrab.
Bagi wisatawan mancanegara, meski tanpa pengetahuan rinci tentang agama Buddha, Shirataki-yama mudah dinikmati karena Anda dapat menghadapinya dengan perasaan seperti melihat ekspresi manusia.
Menerima Sejarah sebagai "Hal yang Diwariskan"
Shirataki-yama disebut dulunya merupakan tempat latihan para pertapa shugenja, dan juga diwariskan sebagai tempat di mana Murakami Shinkurando Yoshimitsu, pemimpin generasi keenam Innoshima Murakami Suigun (pasukan laut), mendirikan Kannon-dō pada tahun 1569 (era Eiroku ke-12).
Pada akhir era Edo, yaitu tahun 1827 (era Bunsei ke-10), disebutkan bahwa Kashiwabara Denroku dan para muridnya mengukir kelompok arca batu selama sekitar 3 tahun, dan pada tahun 1830 (era Bunsei ke-13) berupaya mewujudkan dunia yang suci di puncak gunung.
Menjaga Jarak sebagai Tempat Keagamaan
Arca batu, sebelum menjadi objek foto wisata, adalah benda yang telah diperlakukan sebagai objek keimanan.
Hindari tindakan seperti menyentuh, memanjat, atau meletakkan benda. Saat melihat dari dekat pun, akan lebih tenang jika Anda memperhatikan pijakan kaki dan orang-orang di sekitar.
Jika Anda memiliki sudut pandang melihat arca batu terlebih dahulu, hal yang terlihat akan berbeda meski di jalan setapak yang sama.
| Sudut Pandang | Titik Perhatian |
|---|---|
| Ekspresi | Perbedaan wajah |
| Posisi | Tangan dan tubuh |
| Penempatan | Hubungan dengan jalan |
| Permukaan batu | Jejak waktu |

Menikmati Panorama Laut Pedalaman Seto dan Keindahan Gugusan Pulau di Shirataki-yama
Di sekitar puncak Shirataki-yama, menanti pemandangan yang memandang luas Laut Pedalaman Seto dan pulau-pulau dengan visibilitas 360 derajat.
Bukan hanya laut saja atau gunung saja, melainkan jembatan, pulau, dan suasana pelabuhan terlihat saling tumpang tindih, sehingga ini adalah tempat yang memudahkan Anda memahami topografi Shimanami Kaidō secara langsung.
Memandang dengan Mengubah Arah di Dek Pandang
Di dek pandang, jika Anda memandang sambil sedikit demi sedikit mengubah arah tubuh, bukan hanya satu arah saja, cara pulau-pulau bertumpuk akan terlihat berbeda.
Sebelum berfoto, dengan berkeliling sekali dan mencari arah di mana laut terlihat luas atau arah yang memudahkan memasukkan arca batu dan laut bersamaan, Anda akan lebih mudah membuat komposisi khas Shirataki-yama.
Mencari Pemandangan yang Memperlihatkan Jembatan Innoshima
Disebutkan bahwa dari Shirataki-yama, Anda dapat memandang Jembatan Innoshima (Innoshima Ōhashi) beserta keindahan gugusan pulau besar dan kecil yang mengapung di Laut Pedalaman Seto.
Jembatan juga merupakan simbol perjalanan antarpulau, jadi jika Anda menemukannya di tengah pemandangan laut, rasa sedang menjelajahi Shimanami Kaidō akan semakin kuat.
Kesan Pemandangan Berubah Tergantung Cuaca dan Waktu
Pemandangan di puncak gunung bukan hanya menarik di hari yang cerah.
Di hari berawan, warna laut menjadi tenang, dan di hari berangin, garis punggung pulau terkadang terlihat jelas. Saat sore hari, tempat ini juga dikenal sebagai tempat menikmati matahari terbenam yang memandang Laut Pedalaman Seto bersinar keemasan.
Karena cara pemandangan terlihat berubah tergantung musim dan cuaca, daripada memaksakan kondisi saat kunjungan, kunjungan akan terasa lebih alami jika Anda menerima cahaya hari itu.
Dengan merangkum cara pemandangan terlihat per musim, Anda akan lebih mudah memilih cara membidik foto atau suasana berjalan.
| Musim | Cara Merasakan |
|---|---|
| Semi (musim semi) | Sakura dan arca batu |
| Panas (musim panas) | Hijau yang pekat |
| Gugur (musim gugur) | Warna daun musim gugur (kōyō) |
| Dingin (musim dingin) | Jalan setapak yang tenang |

Cara Menyusuri dan Cara Menuju Shirataki-yama yang Tidak Membingungkan Wisatawan Mancanegara
Karena Shirataki-yama adalah tempat wisata pegunungan, persiapannya sedikit berbeda dengan kuil atau museum di perkotaan.
Di lokasi, jika Anda lebih dulu memikirkan kemudahan berjalan, cuaca, dan sarana transportasi untuk pulang, Anda akan lebih mudah mengarahkan perasaan ke arca batu dan panorama.
Anggap Pijakan Kaki sebagai Jalan Gunung, Bukan Tempat Wisata
Di jalan setapak dan sekitar puncak gunung terdapat tanjakan dan jalan berbatu, sehingga setelah hujan atau di hari berangin kencang perlu perhatian pada pijakan kaki.
Jika berjalan sambil berfoto, pandangan sulit menunduk ke bawah, jadi akan lebih aman jika Anda memiliki kebiasaan berhenti untuk memotret dan melihat pijakan kaki saat berjalan.
Pastikan Cara Menuju dan Pintu Tol Terlebih Dahulu sebelum Menyusun Rencana
Shirataki-yama berada di Innoshima Shigei-chō. Jika menuju dengan mobil, gerbang tol (interchange) yang mudah digunakan berbeda antara arah dari pulau utama Honshu dan arah Shikoku.
Dari tempat parkir Hachigōme (sekitar pos kedelapan pendakian), puncak gunung dapat dicapai sekitar 10 menit berjalan kaki; dari tempat parkir di jalur utama omotesandō, patokannya sekitar 30 menit berjalan kaki. Jika menggunakan transportasi umum atau taksi, jumlah jadwal dan koneksi memengaruhi rencana perjalanan, jadi akan lebih tenang jika Anda memastikannya kepada perusahaan transportasi atau pusat informasi wisata sebelum berangkat.
Lebih Cocok "Melihat Perlahan" daripada "Mendaki Terburu-buru"
Di Shirataki-yama, jika Anda hanya menjadikan tiba di puncak gunung sebagai tujuan, Anda mudah melewatkan ekspresi arca batu dan perubahan jalan setapak.
Jika Anda menumpuk gerakan-gerakan kecil seperti menoleh ke belakang di tengah jalan, melihat cara arca batu berjajar, dan mencari arah laut terlihat, kesan yang lebih kuat akan muncul bahkan dalam kunjungan singkat sekitar 10 menit berjalan kaki.
Menyusuri Shirataki-yama dengan Memahami Tata Krama Ibadah, Pemotretan, dan Kunjungan
Di Shirataki-yama, penting untuk menyelaraskan kesenangan sebagai wisata dengan penghormatan terhadap tempat keimanan.
Daripada menghafal tata cara yang sulit, akan terasa alami jika Anda menyadari dasar-dasar berjalan dengan tenang, tidak merusak arca batu, dan tidak mengganggu orang lain yang menikmati pemandangan.
Jangan Menyentuh Arca Batu atau Bangunan
Karena arca batu berada di luar ruangan, terasa akrab, tetapi perlu diperlakukan sebagai objek yang memiliki nilai budaya.
Hindari tindakan seperti bersandar, duduk di atasnya, menggerakkannya dengan tangan, atau meletakkan hiasan, dan jagalah jarak saat melihat.
Jangan Terlalu Banyak Memasukkan Orang Sekitar saat Berfoto
Saat berfoto, perhatikan agar tidak hanya arca batu dan pemandangan, tetapi juga pengunjung dan wisatawan lain tidak ikut terfoto.
Di tempat ramai, dengan menunggu sebentar, mengubah sudut, atau membuat komposisi tanpa wajah terlihat, Anda lebih mudah menjaga suasana tenang di lokasi.
Luangkan Waktu sambil Menjaga Volume Suara
Di puncak gunung, suara terkadang bergema lebih dari dugaan.
Pemotretan video, panggilan telepon, dan pemutaran musik mudah mengganggu ketenangan sekitar, jadi sebaiknya dilakukan secara singkat hanya saat diperlukan.
Bawa Pulang Sampah
Di tempat yang dekat dengan alam, sampah kecil sekalipun membebani panorama dan pengelolaan.
Jika membawa minuman atau camilan, kembalikan kemasan dan wadah ke dalam barang bawaan Anda, sehingga orang yang berkunjung berikutnya dapat menikmati pemandangan yang sama.
Berikut rangkuman tata krama yang mudah disadari wisatawan dalam bentuk yang mudah dipertimbangkan di lokasi.
| Situasi | Tindakan Baik | Tindakan yang Dihindari |
|---|---|---|
| Depan arca batu | Menjaga jarak | Menyentuh |
| Saat memotret | Berhenti dulu | Memotret sambil berjalan |
| Puncak gunung | Menahan suara | Volume keras |
| Setelah istirahat | Membawa sampah | Meninggalkan begitu saja |

Memadukan Shirataki-yama dengan Perjalanan ke Onomichi dan Shimanami Kaidō
Shirataki-yama tetap membekas meski dikunjungi sendiri, tetapi jika dipadukan dengan perjalanan ke Onomichi atau Shimanami Kaidō, Anda dapat menikmati kontras antara kota laut dan dataran tinggi pulau.
Bagi wisatawan mancanegara, daya tariknya terletak pada kesempatan menyentuh topografi dan budaya keimanan Seto yang berbeda dari wisata kota.
Memadukan dengan Jalan-jalan di Kota Onomichi
Di pusat kota Onomichi, Anda lebih mudah menikmati perjalanan dengan berjalan menyusuri jalan menanjak, kuil, dan pemandangan kota pelabuhan.
Jika menambahkan Shirataki-yama, Anda dapat merasakan perbedaan antara Seto yang dilihat dari tepi laut dan Seto yang dilihat dari puncak gunung.
Menambah Kedalaman pada Perjalanan Pulau di Shimanami Kaidō
Di Shimanami Kaidō, gerakan menyeberangi jembatan itu sendiri mudah menjadi kenangan perjalanan.
Di Shirataki-yama, Anda dapat memandang kembali dari tempat tinggi pulau-pulau yang telah Anda lewati dan Jembatan Innoshima, sehingga kesan tiga dimensi muncul dalam rute perjalanan.
Cocok untuk yang Ingin Menyisipkan Waktu Tenang
Jika menyisipkan tempat tenang seperti Shirataki-yama di tengah perjalanan yang berpusat pada belanja atau kuliner, irama perjalanan menjadi tertata.
Bagi yang berminat pada kuil, alam, foto, atau sejarah, jika Anda tidak terburu-buru menghabiskan waktu di puncak gunung dan membagi waktu untuk arca batu maupun pemandangan, Anda akan lebih mudah merasa puas.
Jika memikirkan cara menikmati Shirataki-yama berdasarkan minat perjalanan, Anda juga lebih mudah menentukan cara menghabiskan waktu bersama rombongan.
| Wisatawan | Cara Menikmati |
|---|---|
| Pencinta foto | Laut dan arca batu |
| Pencinta sejarah | Membaca asal-usul |
| Perjalanan keluarga | Berjalan tanpa memaksakan |
| Perjalanan sendiri | Memandang dengan tenang |
Rangkuman: Shirataki-yama, Tempat Menikmati Gohyaku Rakan dan Pemandangan Seto dengan Tenang
Shirataki-yama di Innoshima adalah spot setinggi 226 m di mana kelompok arca batu sekitar 700 Gohyaku Rakan dan panorama Laut Pedalaman Seto saling tumpang tindih pada jarak yang dekat.
Meski tidak mengetahui seluruh detail sejarah, hanya dengan melihat ekspresi arca batu, berjalan menyusuri jalan setapak, dan memandang Jembatan Innoshima serta pulau-pulau dari puncak gunung, kedalaman akan bertambah pada perjalanan Seto Anda.
Sebelum berkunjung, akan lebih tenang jika Anda memastikan transportasi, cuaca, dan informasi setempat, lalu menuju ke sana dengan pakaian yang nyaman untuk berjalan.
Jika Anda menghabiskan waktu dengan penghormatan terhadap tempat keimanan, Shirataki-yama akan memberikan waktu gunung yang tenang dan berkesan bahkan bagi wisatawan mancanegara yang baru pertama kali berkunjung ke Jepang.


