Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Gunung Shirataki Innoshima: Panorama Seto & 500 Arca Rakan

Gunung Shirataki Innoshima: Panorama Seto & 500 Arca Rakan
Gunung Shirataki di Innoshima menawarkan 500 arca Rakan dan panorama Laut Seto. Simak sejarah Murakami, rute jalan, etika ziarah, dan tips Shimanami.

Ringkasan Cepat

Apa itu Gunung Shirataki

Gunung setinggi 226 m di Pulau Innoshima, spot populer tempat Anda sekaligus menikmati kelompok sekitar 700 arca batu Gohyaku Rakan dan pemandangan Laut Pedalaman Seto

Daya tarik

Sekitar 700 arca Gohyaku Rakan besar-kecil berjajar dari Gerbang Nio hingga dekat puncak. Tiap arca berbeda ekspresi dan posturnya, dan bisa dilihat dari jarak dekat bersama bebatuan, pepohonan, serta pemandangan laut

Pemandangan

Dari dekat puncak Anda bisa memandang Laut Pedalaman Seto dan pulau-pulaunya 360 derajat, serta melihat Jembatan Innoshima di tengah keindahan banyak pulau. Sore hari juga dikenal sebagai spot matahari terbenam yang bersinar keemasan

Akses

Terletak di Shigei-cho, Innoshima; dari tempat parkir di pos kedelapan sekitar 10 menit berjalan kaki ke puncak, dari tempat parkir jalur utama sekitar 30 menit. Pintu tol yang mudah digunakan berbeda untuk arah Honshu dan arah Shikoku

Perkiraan waktu

Meski dari tempat parkir di pos kedelapan hanya sekitar 10 menit berjalan kaki dan singkat, berkeliling perlahan sambil mengamati ekspresi arca dan perubahan jalur akan terasa lebih kaya

Persiapan dan perhatian saat berjalan

Jalur dan area dekat puncak memiliki anak tangga dan jalan berbatu; hati-hati dengan pijakan setelah hujan atau saat angin kencang. Demi keamanan, berhentilah saat memotret dan perhatikan pijakan saat berjalan

Etika di tempat ibadah

Gohyaku Rakan adalah objek pemujaan. Hindari menyentuh, bersandar, atau meletakkan benda, dan jaga jarak. Karena suara bergema di atas, redam suara dan volume agar tetap tenang

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Hiroshima

Apa Itu Shirataki-yama, Tempat Wisata untuk Menikmati Gohyaku Rakan dan Laut Pedalaman Seto di Puncak Gunung Innoshima

Shirataki-yama adalah gunung setinggi 226 m di Pulau Innoshima, Kota Onomichi, Prefektur Hiroshima. Tempat wisata populer ini memungkinkan Anda menikmati kelompok arca batu yang disebut Gohyaku Rakan (Lima Ratus Arhat) dan panorama Laut Pedalaman Seto (Seto Naikai).

Di sekitar puncak gunung tersebar kelompok arca batu berukuran besar dan kecil yang berjumlah sekitar 700 buah, disebut Gohyaku Rakan. Di tengah pemandangan terbuka yang menghadap laut dan pulau-pulau, Anda dapat menghabiskan waktu di mana keimanan dan panorama saling tumpang tindih.

Alasan Mengapa Lebih Mudah Dibaca sebagai Artikel Pengenalan Tempat Wisata

Shirataki-yama bukanlah tempat untuk melihat satu bagian kuil saja, melainkan tempat yang dirasakan sambil berjalan menyusuri jalan setapak, arca batu, dek pandang, dan panorama pulau.

Oleh karena itu, daripada menghafal nama-nama daya tarik, kesan akan lebih membekas jika Anda berkunjung dengan menikmati suasana secara perlahan di puncak gunung.

Posisi Shirataki-yama dalam Perjalanan ke Innoshima

Innoshima dikenal sebagai salah satu pulau di Jalur Shimanami Kaidō, dan merupakan kawasan yang mudah dipadukan dengan arah Onomichi atau perjalanan pulau di Seto.

Shirataki-yama menambahkan pengalaman memandang pulau dari atas, yang sulit terlihat hanya dengan bergerak di sepanjang pantai.

Istilah yang Perlu Diketahui Saat Baru Pertama Kali Berkunjung

Dalam informasi wisata, selain "Shirataki-yama", terkadang ditulis "Shirataki-yama dan Gohyaku Rakan".

Saat mencari di mesin pencari atau peta, dengan menggabungkan kata Innoshima, Onomichi, dan Gohyaku Rakan, Anda akan lebih mudah membedakannya dari gunung dengan nama yang sama.

Dengan mengenali kata-kata kunci yang membantu memahami Shirataki-yama, papan petunjuk dan papan informasi setempat akan lebih mudah dibaca.

Kata Sudut Pandang
Gohyaku Rakan Kelompok arca batu
Kannon-dō Tempat keimanan
Shugen Keimanan gunung
Tatō-bi Pulau dan laut

Melihat dengan Tenang Gohyaku Rakan di Shirataki-yama

Daya tarik utama Shirataki-yama adalah sekitar 700 arca batu berukuran besar dan kecil yang berjajar dari gerbang Niōmon hingga sekitar puncak gunung.

Karena setiap arca memiliki ekspresi dan posisi yang berbeda, jika Anda menyaksikan tidak hanya banyaknya jumlah, tetapi juga perbedaan sentuhan tangan yang tersisa pada batu, waktu berjalan akan terasa lebih tenang.

Kelompok Arca Batu Ditempatkan di Tengah Panorama Gunung

Gohyaku Rakan bukanlah karya yang dipisahkan rapi seperti pameran dalam ruangan, melainkan berada dekat dengan bebatuan, pepohonan, dan pemandangan laut.

Karena arca batu dan alam berada pada jarak yang dekat, tercipta kesan tiga dimensi dan ketenangan yang sulit tersampaikan hanya melalui foto.

Melihat Perlahan Perbedaan Ekspresi

Arca rakan memiliki wajah yang tampak tenang, wajah yang tampak sedang merenung, dan wajah yang terasa akrab.

Bagi wisatawan mancanegara, meski tanpa pengetahuan rinci tentang agama Buddha, Shirataki-yama mudah dinikmati karena Anda dapat menghadapinya dengan perasaan seperti melihat ekspresi manusia.

Menerima Sejarah sebagai "Hal yang Diwariskan"

Shirataki-yama disebut dulunya merupakan tempat latihan para pertapa shugenja, dan juga diwariskan sebagai tempat di mana Murakami Shinkurando Yoshimitsu, pemimpin generasi keenam Innoshima Murakami Suigun (pasukan laut), mendirikan Kannon-dō pada tahun 1569 (era Eiroku ke-12).

Pada akhir era Edo, yaitu tahun 1827 (era Bunsei ke-10), disebutkan bahwa Kashiwabara Denroku dan para muridnya mengukir kelompok arca batu selama sekitar 3 tahun, dan pada tahun 1830 (era Bunsei ke-13) berupaya mewujudkan dunia yang suci di puncak gunung.

Menjaga Jarak sebagai Tempat Keagamaan

Arca batu, sebelum menjadi objek foto wisata, adalah benda yang telah diperlakukan sebagai objek keimanan.

Hindari tindakan seperti menyentuh, memanjat, atau meletakkan benda. Saat melihat dari dekat pun, akan lebih tenang jika Anda memperhatikan pijakan kaki dan orang-orang di sekitar.

Jika Anda memiliki sudut pandang melihat arca batu terlebih dahulu, hal yang terlihat akan berbeda meski di jalan setapak yang sama.

Sudut Pandang Titik Perhatian
Ekspresi Perbedaan wajah
Posisi Tangan dan tubuh
Penempatan Hubungan dengan jalan
Permukaan batu Jejak waktu

Menikmati Panorama Laut Pedalaman Seto dan Keindahan Gugusan Pulau di Shirataki-yama

Di sekitar puncak Shirataki-yama, menanti pemandangan yang memandang luas Laut Pedalaman Seto dan pulau-pulau dengan visibilitas 360 derajat.

Bukan hanya laut saja atau gunung saja, melainkan jembatan, pulau, dan suasana pelabuhan terlihat saling tumpang tindih, sehingga ini adalah tempat yang memudahkan Anda memahami topografi Shimanami Kaidō secara langsung.

Memandang dengan Mengubah Arah di Dek Pandang

Di dek pandang, jika Anda memandang sambil sedikit demi sedikit mengubah arah tubuh, bukan hanya satu arah saja, cara pulau-pulau bertumpuk akan terlihat berbeda.

Sebelum berfoto, dengan berkeliling sekali dan mencari arah di mana laut terlihat luas atau arah yang memudahkan memasukkan arca batu dan laut bersamaan, Anda akan lebih mudah membuat komposisi khas Shirataki-yama.

Mencari Pemandangan yang Memperlihatkan Jembatan Innoshima

Disebutkan bahwa dari Shirataki-yama, Anda dapat memandang Jembatan Innoshima (Innoshima Ōhashi) beserta keindahan gugusan pulau besar dan kecil yang mengapung di Laut Pedalaman Seto.

Jembatan juga merupakan simbol perjalanan antarpulau, jadi jika Anda menemukannya di tengah pemandangan laut, rasa sedang menjelajahi Shimanami Kaidō akan semakin kuat.

Kesan Pemandangan Berubah Tergantung Cuaca dan Waktu

Pemandangan di puncak gunung bukan hanya menarik di hari yang cerah.

Di hari berawan, warna laut menjadi tenang, dan di hari berangin, garis punggung pulau terkadang terlihat jelas. Saat sore hari, tempat ini juga dikenal sebagai tempat menikmati matahari terbenam yang memandang Laut Pedalaman Seto bersinar keemasan.

Karena cara pemandangan terlihat berubah tergantung musim dan cuaca, daripada memaksakan kondisi saat kunjungan, kunjungan akan terasa lebih alami jika Anda menerima cahaya hari itu.

Dengan merangkum cara pemandangan terlihat per musim, Anda akan lebih mudah memilih cara membidik foto atau suasana berjalan.

Musim Cara Merasakan
Semi (musim semi) Sakura dan arca batu
Panas (musim panas) Hijau yang pekat
Gugur (musim gugur) Warna daun musim gugur (kōyō)
Dingin (musim dingin) Jalan setapak yang tenang

Cara Menyusuri dan Cara Menuju Shirataki-yama yang Tidak Membingungkan Wisatawan Mancanegara

Karena Shirataki-yama adalah tempat wisata pegunungan, persiapannya sedikit berbeda dengan kuil atau museum di perkotaan.

Di lokasi, jika Anda lebih dulu memikirkan kemudahan berjalan, cuaca, dan sarana transportasi untuk pulang, Anda akan lebih mudah mengarahkan perasaan ke arca batu dan panorama.

Anggap Pijakan Kaki sebagai Jalan Gunung, Bukan Tempat Wisata

Di jalan setapak dan sekitar puncak gunung terdapat tanjakan dan jalan berbatu, sehingga setelah hujan atau di hari berangin kencang perlu perhatian pada pijakan kaki.

Jika berjalan sambil berfoto, pandangan sulit menunduk ke bawah, jadi akan lebih aman jika Anda memiliki kebiasaan berhenti untuk memotret dan melihat pijakan kaki saat berjalan.

Pastikan Cara Menuju dan Pintu Tol Terlebih Dahulu sebelum Menyusun Rencana

Shirataki-yama berada di Innoshima Shigei-chō. Jika menuju dengan mobil, gerbang tol (interchange) yang mudah digunakan berbeda antara arah dari pulau utama Honshu dan arah Shikoku.

Dari tempat parkir Hachigōme (sekitar pos kedelapan pendakian), puncak gunung dapat dicapai sekitar 10 menit berjalan kaki; dari tempat parkir di jalur utama omotesandō, patokannya sekitar 30 menit berjalan kaki. Jika menggunakan transportasi umum atau taksi, jumlah jadwal dan koneksi memengaruhi rencana perjalanan, jadi akan lebih tenang jika Anda memastikannya kepada perusahaan transportasi atau pusat informasi wisata sebelum berangkat.

Lebih Cocok "Melihat Perlahan" daripada "Mendaki Terburu-buru"

Di Shirataki-yama, jika Anda hanya menjadikan tiba di puncak gunung sebagai tujuan, Anda mudah melewatkan ekspresi arca batu dan perubahan jalan setapak.

Jika Anda menumpuk gerakan-gerakan kecil seperti menoleh ke belakang di tengah jalan, melihat cara arca batu berjajar, dan mencari arah laut terlihat, kesan yang lebih kuat akan muncul bahkan dalam kunjungan singkat sekitar 10 menit berjalan kaki.

Menyusuri Shirataki-yama dengan Memahami Tata Krama Ibadah, Pemotretan, dan Kunjungan

Di Shirataki-yama, penting untuk menyelaraskan kesenangan sebagai wisata dengan penghormatan terhadap tempat keimanan.

Daripada menghafal tata cara yang sulit, akan terasa alami jika Anda menyadari dasar-dasar berjalan dengan tenang, tidak merusak arca batu, dan tidak mengganggu orang lain yang menikmati pemandangan.

Jangan Menyentuh Arca Batu atau Bangunan

Karena arca batu berada di luar ruangan, terasa akrab, tetapi perlu diperlakukan sebagai objek yang memiliki nilai budaya.

Hindari tindakan seperti bersandar, duduk di atasnya, menggerakkannya dengan tangan, atau meletakkan hiasan, dan jagalah jarak saat melihat.

Jangan Terlalu Banyak Memasukkan Orang Sekitar saat Berfoto

Saat berfoto, perhatikan agar tidak hanya arca batu dan pemandangan, tetapi juga pengunjung dan wisatawan lain tidak ikut terfoto.

Di tempat ramai, dengan menunggu sebentar, mengubah sudut, atau membuat komposisi tanpa wajah terlihat, Anda lebih mudah menjaga suasana tenang di lokasi.

Luangkan Waktu sambil Menjaga Volume Suara

Di puncak gunung, suara terkadang bergema lebih dari dugaan.

Pemotretan video, panggilan telepon, dan pemutaran musik mudah mengganggu ketenangan sekitar, jadi sebaiknya dilakukan secara singkat hanya saat diperlukan.

Bawa Pulang Sampah

Di tempat yang dekat dengan alam, sampah kecil sekalipun membebani panorama dan pengelolaan.

Jika membawa minuman atau camilan, kembalikan kemasan dan wadah ke dalam barang bawaan Anda, sehingga orang yang berkunjung berikutnya dapat menikmati pemandangan yang sama.

Berikut rangkuman tata krama yang mudah disadari wisatawan dalam bentuk yang mudah dipertimbangkan di lokasi.

Situasi Tindakan Baik Tindakan yang Dihindari
Depan arca batu Menjaga jarak Menyentuh
Saat memotret Berhenti dulu Memotret sambil berjalan
Puncak gunung Menahan suara Volume keras
Setelah istirahat Membawa sampah Meninggalkan begitu saja

Memadukan Shirataki-yama dengan Perjalanan ke Onomichi dan Shimanami Kaidō

Shirataki-yama tetap membekas meski dikunjungi sendiri, tetapi jika dipadukan dengan perjalanan ke Onomichi atau Shimanami Kaidō, Anda dapat menikmati kontras antara kota laut dan dataran tinggi pulau.

Bagi wisatawan mancanegara, daya tariknya terletak pada kesempatan menyentuh topografi dan budaya keimanan Seto yang berbeda dari wisata kota.

Memadukan dengan Jalan-jalan di Kota Onomichi

Di pusat kota Onomichi, Anda lebih mudah menikmati perjalanan dengan berjalan menyusuri jalan menanjak, kuil, dan pemandangan kota pelabuhan.

Jika menambahkan Shirataki-yama, Anda dapat merasakan perbedaan antara Seto yang dilihat dari tepi laut dan Seto yang dilihat dari puncak gunung.

Menambah Kedalaman pada Perjalanan Pulau di Shimanami Kaidō

Di Shimanami Kaidō, gerakan menyeberangi jembatan itu sendiri mudah menjadi kenangan perjalanan.

Di Shirataki-yama, Anda dapat memandang kembali dari tempat tinggi pulau-pulau yang telah Anda lewati dan Jembatan Innoshima, sehingga kesan tiga dimensi muncul dalam rute perjalanan.

Cocok untuk yang Ingin Menyisipkan Waktu Tenang

Jika menyisipkan tempat tenang seperti Shirataki-yama di tengah perjalanan yang berpusat pada belanja atau kuliner, irama perjalanan menjadi tertata.

Bagi yang berminat pada kuil, alam, foto, atau sejarah, jika Anda tidak terburu-buru menghabiskan waktu di puncak gunung dan membagi waktu untuk arca batu maupun pemandangan, Anda akan lebih mudah merasa puas.

Jika memikirkan cara menikmati Shirataki-yama berdasarkan minat perjalanan, Anda juga lebih mudah menentukan cara menghabiskan waktu bersama rombongan.

Wisatawan Cara Menikmati
Pencinta foto Laut dan arca batu
Pencinta sejarah Membaca asal-usul
Perjalanan keluarga Berjalan tanpa memaksakan
Perjalanan sendiri Memandang dengan tenang

Rangkuman: Shirataki-yama, Tempat Menikmati Gohyaku Rakan dan Pemandangan Seto dengan Tenang

Shirataki-yama di Innoshima adalah spot setinggi 226 m di mana kelompok arca batu sekitar 700 Gohyaku Rakan dan panorama Laut Pedalaman Seto saling tumpang tindih pada jarak yang dekat.

Meski tidak mengetahui seluruh detail sejarah, hanya dengan melihat ekspresi arca batu, berjalan menyusuri jalan setapak, dan memandang Jembatan Innoshima serta pulau-pulau dari puncak gunung, kedalaman akan bertambah pada perjalanan Seto Anda.

Sebelum berkunjung, akan lebih tenang jika Anda memastikan transportasi, cuaca, dan informasi setempat, lalu menuju ke sana dengan pakaian yang nyaman untuk berjalan.

Jika Anda menghabiskan waktu dengan penghormatan terhadap tempat keimanan, Shirataki-yama akan memberikan waktu gunung yang tenang dan berkesan bahkan bagi wisatawan mancanegara yang baru pertama kali berkunjung ke Jepang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Gunung Shirataki (Shiratakiyama) adalah titik pemandangan setinggi 226,9 meter di Pulau Innoshima. Di sini Anda bisa menikmati sekaligus kumpulan sekitar 700 patung batu Gohyaku Rakan dan keindahan gugusan pulau Laut Pedalaman Seto. Tempat ini dulunya merupakan lokasi pelatihan para pertapa, dan karena patung-patung batu ditempatkan di antara bebatuan serta pepohonan, Anda dapat merasakan dimensi dan keheningan yang sulit tersampaikan lewat foto.
A. Ini adalah kumpulan patung batu yang diselesaikan pada tahun 1830 oleh saudagar kaya Shigei bernama Kashihara Denroku dan rekan-rekannya selama sekitar tiga tahun. Cirinya adalah upaya untuk mewujudkan dunia "Ikkankyo" di puncak gunung, yaitu ajaran yang didasarkan pada gagasan bersama dari Shinto, Konfusianisme, Buddha, dan Kristen. Karena tiap patung memiliki ekspresi yang berbeda, Anda bisa berjalan sambil mencari-cari wajah, bahkan tanpa mengetahui sejarahnya.
A. Konon, aula ini didirikan pada tahun 1569 oleh Murakami Shinkurodo Yoshimitsu, kepala generasi keenam Pasukan Air Murakami Innoshima, sebagai pos pengawasan Selat Mekari. Letak puncaknya yang dapat memandang lalu lintas laut Seto secara menyeluruh merupakan jejak masa lalu ketika para bajak laut menggunakannya untuk mengawasi jalur pelayaran. Inilah daya tarik khas Gunung Shirataki, di mana alasan keindahan panoramanya bisa dipahami dari sejarahnya.
A. Dari sekitar puncak, Anda bisa memandang Laut Pedalaman Seto dan pulau-pulaunya 360 derajat, termasuk Jembatan Innoshima di jalur Shimanami Kaido. Daripada puas dengan satu arah, jika sedikit demi sedikit mengubah arah badan, susunan pulau pun berubah, dan Anda bisa menemukan arah saat laut tampak luas atau saat patung batu dan laut bisa masuk dalam satu bingkai. Sore hari, Laut Seto berwarna keemasan terbentang luas, sehingga tempat ini juga dikenal sebagai lokasi matahari terbenam.
A. Dengan mobil, dari "IC Innoshima Kita" jalur Shimanami Kaido ke Gunung Shirataki sekitar 10 menit. Jika menggunakan transportasi umum, naik bus tujuan Pelabuhan Habu Innoshima dari Stasiun JR Onomichi sekitar 30 menit, turun di "Innoshima Kita IC Iriguchi", lalu berjalan kaki ke titik awal pendakian. Karena jadwal bus terbatas, akan lebih mudah menyusun waktu kunjungan jika lebih dulu memastikan jam keberangkatan untuk perjalanan pulang.
A. Dari tempat parkir di pos kedelapan (hachigome) di Shirataki Flower Line yang dekat puncak, waktu berjalan kaki sekitar 10 menit, sedangkan dari tempat parkir jalur utama ziarah sekitar 30 menit. Sisi pos kedelapan berukuran kecil dengan kapasitas sekitar 10 mobil dan tidak bisa dimasuki bus wisata, jadi untuk rombongan atau saat parkir penuh, sisi jalur utama lebih aman. Meski jaraknya pendek, jalannya berupa tangga batu, jadi lebih aman memperhitungkan juga waktu untuk berhenti dan menikmati pemandangan sambil menoleh ke belakang.
A. Tidak ada biaya masuk atau biaya kunjungan untuk melihat kuil maupun situs bersejarah, dan Anda bisa masuk gratis ke area Gohyaku Rakan maupun puncak. Tidak ada jam kunjungan tetap sehingga bebas berjalan-jalan, tetapi hampir tidak ada mesin penjual otomatis atau kios, dan toilet pun terbatas. Jika menyelesaikan urusan minuman dan toilet di minimarket dekat kaki gunung atau IC, di atas Anda bisa fokus pada pemandangan dan patung batu.
A. Karena jalur ziarah berupa jalan gunung dengan banyak tangga batu, hindari sandal atau sepatu hak tinggi, dan sepatu yang nyaman untuk berjalan seperti sepatu kets sangat disarankan. Saat sehabis hujan atau hari berangin, batu menjadi licin, dan berjalan sambil memotret membuat pandangan menunduk sehingga berbahaya. Jika mengambil foto sambil berhenti dan terbiasa melihat pijakan saat berjalan, Anda bisa mencegah terjatuh meski di jalur ziarah yang banyak undakannya.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.