Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Shodoshima 2 Hari 1 Malam|Panorama, Seni & Kuliner Pulau

Shodoshima 2 Hari 1 Malam|Panorama, Seni & Kuliner Pulau
Shodoshima 2 hari 1 malam: Angel Road, Taman Zaitun, Kankakei, Museum Seni Yokai, Hishio no Sato. Cicipi somen, kecap, dan zaitun; tips feri & pasang surut.

Ringkasan Cepat

Sekilas daya tarik

Rute contoh 2 hari 1 malam di Pulau Shodoshima berawal dari Pelabuhan Tonosho, mengunjungi Angel Road, Kota Labirin dan Museum Seni Yokai, Taman Zaitun, serta Hishio no Sato; pada hari kedua menikmati pemandangan menakjubkan Kankakei dan seni permanen, sekaligus mencicipi kuliner pulau seperti mi somen, kecap asin, dan zaitun.

Daya tarik utama

Angel Road tempat jalan pasir muncul saat air surut; Kota Labirin dengan gang-gang berliku yang konon dibuat sekitar 700 tahun lalu untuk berlindung dari bajak laut dan peperangan, beserta Museum Seni Yokai; Taman Zaitun dengan kincir angin bergaya Yunani; dan Kankakei, salah satu dari tiga lembah terindah di Jepang.

Cara menuju

Gerbang utamanya adalah Pelabuhan Tonosho (dari arah Takamatsu, Shin-Okayama, dan Uno). Ada pula Pelabuhan Ikeda, Sakate, dan Fukuda; menggunakan pelabuhan yang berbeda untuk kedatangan dan keberangkatan dapat mengurangi perjalanan di dalam pulau.

Kereta Gantung Kankakei

Menghubungkan Stasiun Koun di kaki gunung (ketinggian 295 m) dengan stasiun puncak (612 m) sepanjang 917 m dalam sekitar 5 menit. Tarif pulang-pergi dewasa 2,160-2,700 yen dan berbeda menurut musim.

Tips merencanakan

Angel Road dipengaruhi pasang surut, jadi periksa dulu tabel pasang surut Kota Tonosho. Jalan pasir dapat dilewati sekitar 3 jam di sekitar waktu air surut, jadi sesuaikan urutan perjalanan Anda.

Keramaian dan musim

Dedaunan musim gugur Kankakei biasanya paling indah dari awal hingga akhir November dan sangat ramai. Sediakan waktu yang cukup, dan di titik foto populer jangan menghalangi jalan serta bergantianlah dengan singkat.

Pengalaman kuliner pulau

Anda dapat mencicipi mi somen tarik tangan dengan tradisi sekitar 400 tahun, manisan yang dibuat dari kecap asin dan moromi khas Hishio no Sato, hidangan dan produk zaitun di sekitar Taman Zaitun, serta makanan laut dari Laut Pedalaman Seto, di tempat-tempat yang memperlihatkan proses pembuatan dan latar belakang daerahnya.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Kagawa

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Cara menyusun itinerary 2 hari 1 malam di Shodoshima dan tips berkelilingnya

Saat jadwal terbatas, penting untuk menjadikan Angel Road yang dipengaruhi pasang surut sebagai patokan, sekaligus menyisakan keluwesan agar bisa menukar urutan fasilitas dalam ruangan atau taman.

Daya tarik di pulau tersebar di area luas, sekitar 29 km dari timur ke barat dan 15 km dari utara ke selatan, jadi jangan menjejalkan semuanya, melainkan berkelilinglah dengan tiga poros: pemandangan, seni, dan kuliner.

Pertama, mari kita lihat alur keseluruhannya.

Urutan Tempat singgah Daya tarik utama
Hari 1 Pelabuhan Tonosho (Tonosho Port) Memulai perjalanan pulau
Hari 1 Angel Road Pemandangan pasang surut
Hari 1 Kota Labirin (Meiro no Machi) Jalan-jalan dan seni
Hari 1 Taman Zaitun Pemandangan laut dan jalan-jalan
Hari 1 Hishio no Sato Budaya kecap asin
Hari 2 Kankakei Ngarai dan karya permanen
Hari 2 Kuliner pulau Somen dan kecap asin
Hari 2 Pelabuhan yang digunakan Berangkat sesuai jalur kapal

Pisahkan pelabuhan kedatangan dan keberangkatan untuk mengurangi perpindahan di pulau

Shodoshima memiliki beberapa pelabuhan, seperti Pelabuhan Tonosho (Tonosho Port), Pelabuhan Ikeda (Ikeda-ko), Pelabuhan Sakate (Sakate-ko), dan Pelabuhan Fukuda (Fukuda-ko), dan jalur kapal yang nyaman berbeda-beda tergantung titik keberangkatanmu di sisi Honshu atau Shikoku.

Pelabuhan Tonosho adalah gerbang utama yang terhubung ke arah Pelabuhan Takamatsu, Pelabuhan Shin-Okayama, dan Pelabuhan Uno, sementara Pelabuhan Ikeda terhubung dengan Pelabuhan Takamatsu, Pelabuhan Sakate dengan Pelabuhan Kobe dan Pelabuhan Takamatsu-Higashi, dan Pelabuhan Fukuda dengan Pelabuhan Himeji.

Alih-alih memakai pelabuhan yang sama untuk pergi dan pulang, memilih pelabuhan yang dekat dengan penginapan atau tempat kunjungan terakhir akan memudahkan mengurangi perpindahan di pulau.

Periksa dulu tabel pasang surut lalu sesuaikan rute

Karena jalur pasir Angel Road muncul mengikuti naik turunnya air laut, periksalah tabel pasang surut yang diterbitkan kota Tonosho di awal penyusunan rencana.

Jalur pasir umumnya bisa dilalui sekitar 3 jam sebelum dan sesudah air surut, dan jika tidak cocok dengan waktu kedatangan kapal, kamu perlu menyesuaikan dengan mengunjungi tempat lain terlebih dahulu.

Ketika waktunya tidak pas, mengunjungi Kota Labirin atau Museum Seni Yokai lebih dulu, lalu menuju pantai kemudian, adalah cara yang realistis.

Ubah jumlah tempat singgah sesuai moda transportasi

Dengan mobil sewaan, mudah menggabungkan sisi gunung dan sisi laut, sedangkan dengan bus reguler, membatasi tempat kunjungan sesuai halte dan jadwal justru lebih santai dinikmati.

Wisatawan yang tidak menyetir sebaiknya berfokus pada jalan-jalan di area Tonosho dan Taman Zaitun, dan mengamankan transportasi ke Kankakei lebih dulu akan membuat rencana lebih stabil.


Hari 1 pagi | Dari Pelabuhan Tonosho ke Angel Road

Di awal perjalanan, periksa lokasi pelabuhan tempatmu turun dari kapal dan waktu pasang surut, lalu jelajahi area Tonosho dengan luwes.

Menggabungkan pantai dengan jalan-jalan di kota memudahkanmu mengubah urutan sesuai cuaca atau keramaian.

Mari kita rangkum cara menukar urutan sesuai pasang surut dan cuaca.

Situasi Tempat yang dituju lebih dulu Tindakan berikutnya
Jalur pasir muncul Angel Road Menyusuri pantai
Dekat air pasang Kota Labirin Menunggu air surut
Hujan deras Museum Seni Yokai Menikmati dalam ruangan
Angin kencang Pusat kota Periksa juga operasional kapal

Pilih waktu menyeberang Angel Road berdasarkan tabel pasang surut

Di Angel Road, jalur pasir yang menghubungkan Pulau Bentenjima (Benten-jima) dan Pulau Yoshima (Yoshima) muncul mengikuti perubahan air, dengan patokan sekitar 3 jam sebelum dan sesudah air surut.

Jangan menunggu setelah sampai di lokasi, tetapi periksalah tabel pasang surut dan kondisi laut hari itu, dan berhati-hatilah agar tidak keluar dari area yang bisa dilalui berjalan kaki.

Di Dek Observasi Bukit Janji (Yakusoku no Oka) di dataran tinggi Pulau Bentenjima, kamu bisa memandang ke bawah ke jalur pasir sambil membunyikan Lonceng Kebahagiaan.

Pasir dan batu yang basah mudah licin, jadi sepatu yang nyaman untuk berjalan cocok digunakan.

Nikmati gang-gang Kota Labirin dan seni Museum Seni Yokai

Kota Labirin di Tonosho-Honmachi adalah kawasan tempat kamu bisa menyusuri gang-gang sempit sambil menemukan toko, kuil dan kelenteng, serta pemandangan kota tua.

Konon gang-gang berkelok yang rumit ini dibuat sekitar 700 tahun lalu untuk melindungi diri dari bajak laut dan peperangan, dan jalan-jalan yang seolah membuatmu tersesat itu sendiri menjadi daya tarik.

Museum Seni Yokai (MeiPAM) yang tersebar di seluruh Kota Labirin menerapkan gaya menikmati karya dengan berkeliling gedung nomor 1 hingga nomor 4 yang direnovasi dari rumah tua dan gudang, dan menyimpan lebih dari 1.000 karya seni yokai.

Daya tariknya adalah kamu tidak hanya menikmati pameran, tetapi juga suasana kotanya sendiri.

Boleh atau tidaknya memotret di dalam gedung atau memotret karya bisa berbeda tergantung tempat, jadi periksalah papan petunjuk di pintu masuk dan ikuti arahan staf.

Hari 1 siang | Berkeliling Taman Zaitun dan Hishio no Sato

Pada siang hari, berpindahlah dari area Tonosho ke sisi selatan pulau, dan nikmati perubahan pemandangan dari laut yang cerah ke deretan kota gudang kecap asin.

Karena di ruas ini daya tariknya tersebar, sisakan waktu longgar, termasuk waktu untuk makan dan berbelanja.

Nikmati pemandangan kincir angin Yunani dan laut di Michi-no-Eki Taman Zaitun Shodoshima

Michi-no-Eki Taman Zaitun Shodoshima (Michi-no-Eki Shodoshima Olive Park) adalah tempat yang darinya kamu bisa memandang Laut Pedalaman Seto dari bukit yang dikelilingi sekitar 2.000 pohon zaitun.

Sambil berkeliling di antara kincir angin Yunani putih dan jalur taman, kamu bisa menikmati pemandangan khas Shodoshima yang terbentuk oleh laut, langit, dan daun zaitun.

Di dalam taman juga masih tersisa set lokasi syuting film Kiki's Delivery Service, dan tempat ini populer untuk meminjam sapu ajaib dan berfoto di depan kincir angin.

Jam operasionalnya 8:30–17:00 dan buka sepanjang tahun, tetapi karena setiap fasilitas di dalam taman memiliki syarat penggunaan yang berbeda, periksalah informasi operasional jika berencana makan atau berbelanja.

Berfoto di tempat populer tanpa menghalangi jalur dan bergantianlah

Di titik foto populer, prinsip dasarnya adalah jangan terlalu terpaku pada satu komposisi, sisakan ruang agar orang di sekitar bisa lewat, dan bergantianlah dalam waktu singkat.

Jangan masuk ke dalam tanaman atau memotret di tempat terlarang, dan nikmatilah dalam batas yang ditunjukkan papan petunjuk.

Rasakan budaya fermentasi pulau yang berusia 400 tahun di Hishio no Sato

Hishio no Sato adalah kawasan tempat berkumpulnya pabrik kecap asin dan tsukudani serta gudang moromi (moromi), dengan pagar papan hitam dan tampilan luar gudang yang membentuk pemandangan kota yang khas.

Pembuatan kecap asin di Shodoshima memiliki sejarah sekitar 400 tahun, kini masih berjajar lebih dari 20 gudang kecap asin dan pabrik tsukudani yang mewarisi metode kuno, dan pemandangan kotanya bahkan diakui sebagai Warisan Industri Modernisasi Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri.

Ada juga pelaku usaha yang mengadakan kunjungan dan cicipan, tetapi perlu tidaknya reservasi dan kondisi penerimaan berbeda-beda tiap fasilitas, jadi lebih tenang bila menentukan lebih dulu toko yang akan disinggahi dan mengonfirmasinya.

Pilih penginapan yang memudahkan bergerak ke Kankakei keesokan harinya

Penginapan juga bisa kembali ke sekitar Tonosho, tetapi memilihnya sesuai arah keberangkatan pagi berikutnya, misalnya di sekitar Kusakabe, Ikeda, atau Taman Zaitun, akan memudahkan mengatur perpindahan.

Jika memilih penginapan yang termasuk makan malam, memeriksa apakah hidangannya memuat masakan berbahan makanan laut, zaitun, dan kecap asin pulau ini memungkinkanmu menikmati kuliner pulau tanpa perlu berpindah.

Hari 2 | Nikmati pemandangan menakjubkan Kankakei dan karya seni permanen Sora no Tama

Pada hari 2, jadikan pemandangan gunung sebagai pusat, dan menujulah ke Kankakei pada waktu ketika cuaca stabil.

Kankakei adalah salah satu dari tiga ngarai terindah di Jepang bersama Ngarai Akaishi (Akaishi) dan Ngarai Osugidani (Osugidani), serta merupakan tempat pemandangan yang mewakili Taman Nasional Setonaikai (Seto Inland Sea National Park).

Dinding batu dan vegetasi yang berbeda dari pantai, serta pemandangan yang menghadap ke bawah ke Laut Pedalaman Seto, menyampaikan kekayaan bentang alam Shodoshima.

Nikmati perjalanan udara sekitar 5 menit dengan kereta gantung

Di kereta gantung Kankakei (Kankakei Ropeway), kamu bisa memandang batu-batu terjal dan vegetasi ngarai dari udara.

Kereta gantung ini menghubungkan Stasiun Koun (Koun Station) di kaki gunung setinggi 295 m dengan stasiun puncak setinggi 612 m sepanjang total 917 m dalam waktu sekitar 5 menit, dan tarif pulang pergi dewasa 2.160–2.700 yen, berbeda-beda menurut musim.

Dedaunan musim gugur biasanya paling indah pada awal hingga akhir November setiap tahun, dan karena periode ini sangat ramai, kunjungilah dengan waktu yang longgar.

Operasionalnya bisa terpengaruh angin dan cuaca, jadi periksalah status operasional sebelum berangkat, dan susun rencana agar bisa beralih ke jalan-jalan di sekitar puncak atau kota lain saat layanan dihentikan.

Menuju karya seni permanen di puncak Sora no Tama/Kankakei

Sekitar 10 menit berjalan kaki dari stasiun puncak Kankakei terdapat karya permanen Sora no Tama/Kankakei, tempat kamu bisa merasakan hubungan antara alam, manusia, dan seni.

Ini adalah dek pemandangan bola besi karya pematung Aoki Noe (Aoki Noe) yang dipamerkan di Setouchi Triennale, yang seiring waktu berkarat dan menyatu dengan pemandangan ngarai.

Alih-alih hanya memotong bagian karyanya saja, jika kamu memandang termasuk bentang batu, langit, hingga laut yang jauh, akan lebih mudah membayangkan makna penempatannya di sini.

Jangan menapakkan kaki pada bagian logam atau mencondongkan badan keluar, dan berhati-hatilah karena licin saat hujan.

Patuhi aturan pelestarian alam

Di seluruh kawasan Kankakei, pengunjung diminta untuk tidak memetik tumbuhan, tidak menangkap satwa liar, tidak menggunakan api, dan membawa pulang sampah.

Saat berjalan di jalur gunung, jangan masuk dengan perasaan yang sama seperti di tempat wisata beraspal, periksalah cuaca, pakaian, dan kondisi tubuh, lalu tetaplah dalam batas yang tidak memaksakan diri.

Cara memilih kuliner Shodoshima | Somen / Kecap asin / Zaitun

Kuliner Shodoshima, alih-alih sekadar menderetkan makanan khas, jika dinikmati di tempat yang memperlihatkan latar belakang pembuatannya akan lebih mudah membekas dalam kenangan perjalanan.

Karena hari buka dan cara reservasi rumah makan bisa berubah, penting juga untuk tidak mempersempit pilihan hanya ke satu tempat.

Mari kita rangkum kombinasi antara yang ingin kamu makan dan tempat yang disinggahi.

Tema kuliner Cara memilih Tempat yang cocok
Somen tarik tangan Makan atau pengalaman Sekitar tempat pembuatan mi
Kecap asin / Moromi Masakan atau hidangan manis Hishio no Sato
Zaitun Masakan atau oleh-oleh Sekitar taman
Makanan laut Laut Pedalaman Seto Makan malam di penginapan Penginapan tepi laut

Periksa hari buka dan reservasi untuk somen yang ditarik dengan tangan

Somen tarik tangan Shodoshima adalah budaya kuliner khas pulau yang telah berlangsung sekitar 400 tahun, dengan ciri metode menarik mi hingga tipis menggunakan minyak wijen, dan dianggap sebagai salah satu dari tiga wilayah penghasil somen terbesar di Jepang.

Selain mi kering, ada pula fasilitas yang menyediakan makan atau pengalaman pembuatan.

Somen segar dan pengalaman bisa memiliki keterbatasan pada hari buka, cara penyajian, dan syarat reservasi, jadi periksalah kalender operasional sebelum memasukkannya ke dalam itinerary.

Nikmati kecap asin melalui masakan dan jalan-jalan di kota

Di Hishio no Sato, kamu bisa menikmati aroma dan rasa fermentasi melalui masakan, bumbu, dan hidangan manis yang menggunakan kecap asin dan moromi.

Ada pula toko tempat kamu bisa mencicipi hidangan manis khas gudang, seperti es krim lembut moromi dan puding yang dibuat dengan kecap asin.

Karena gudang dan pabrik juga merupakan tempat produksi, jangan masuk ke tanah pribadi, dan patuhi batas yang boleh dikunjungi serta arahan toko.

Pilih produk zaitun dengan menentukan dulu kegunaannya

Karena jenisnya banyak, seperti minyak zaitun, produk olahan, kue, dan kosmetik, menentukan lebih dulu apakah kamu mencari yang untuk memasak, dibawa pulang, atau untuk hadiah akan memudahkan pemilihan.

Saat membeli produk cair, periksa juga syarat bagasi moda transportasi pulang dan penerbangan.

Tips perjalanan untuk menghindari kendala: transportasi, reservasi, dan barang bawaan

Untuk perjalanan 2 hari 1 malam di Shodoshima, kunci keberhasilannya adalah menghubungkan kapal, transportasi di pulau, pasang surut, dan informasi operasional sebelum memilih tempat.

Khususnya, agar tidak ketinggalan kapal pulang, jangan menambah terlalu banyak tempat kunjungan pada hari terakhir.

Mari kita bandingkan cara menyusun rencana menurut moda transportasi.

Moda transportasi Cocok untuk perjalanan Hal yang perlu diperhatikan
Mobil sewaan Berkeliling luas Jalan gunung dan pengembalian
Bus reguler Membatasi ke sedikit titik Utamakan jadwal
Taksi Membuat perpindahan ringkas Atur sebelumnya
Jalan kaki Jalan-jalan di kota Tonosho Batasi cakupan

Periksa feri dan bus secara terpisah

Jangan hanya memeriksa jadwal feri dan kapal penumpang, tetapi periksa secara berkesinambungan juga sambungan bus setelah tiba di pelabuhan serta cara pengambilan mobil sewaan.

Karena bus reguler di pulau memiliki ruas dengan jumlah keberangkatan terbatas, mencari tahu lebih dulu waktu transit akan lebih menenangkan.

Untuk mengantisipasi pembaruan jadwal atau perubahan mendadak, melihat pengumuman operator transportasi baik sebelum perjalanan maupun pada hari itu akan lebih menenangkan.

Tetapkan lebih dulu waktu makan dan pengalaman yang memerlukan reservasi

Makan atau pengalaman somen, kunjungan gudang, taksi, dan sebagainya bisa memerlukan reservasi sebelumnya atau memiliki kapasitas penerimaan terbatas.

Menjadikan tempat yang sudah kamu reservasi sebagai poros itinerary, lalu menempatkan tempat pemandangan dan jalan-jalan di sebelum dan sesudahnya, membuat rencana tidak mudah berantakan.

Berpakaianlah menyesuaikan pantai sekaligus gunung

Di pantai mudah terkena angin, dan di puncak Kankakei setinggi 612 m suhu yang dirasakan bisa berbeda dari dataran rendah, sehingga jaket yang mudah dilepas-pakai akan berguna.

Karena kamu akan berjalan di pasir, jalan berbatu, dan tanjakan, pilihlah sepatu yang tidak licin dan nyaman untuk berjalan lama.

Sisakan ruang pada barang bawaan

Karena kecap asin, somen, produk zaitun, dan sebagainya berbeda bentuk dan beratnya, jika berencana membeli oleh-oleh, memiliki tas lipat dan bahan peredam akan praktis.

Untuk barang bawaan besar, periksa apakah penginapan atau pelabuhan memiliki layanan penitipan, agar kamu bisa bergerak ringan saat jalan-jalan di kota atau naik turun tangga.

Rangkuman | Kelilingi Shodoshima 2 hari 1 malam dengan poros pasang surut dan transportasi

Itinerary 2 hari 1 malam Shodoshima menjadi lebih mudah disusun ketika kamu memeriksa pasang surut Angel Road, lalu menghubungkan secara berurutan kota dan seni Tonosho, Taman Zaitun, Hishio no Sato, dan Kankakei.

Untuk makan, pilihlah yang sesuai dengan itinerary dari somen tarik tangan, kecap asin, zaitun, dan makanan laut Laut Pedalaman Seto, dan periksa hari buka serta syarat reservasi lewat informasi tiap fasilitas.

Tentukan dulu pelabuhan dan kapal pulang, lalu sisakan ruang pada hari terakhir, maka akan menjadi perjalanan pulau yang bisa menikmati baik pemandangan maupun kuliner tanpa terburu-buru.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Hari pertama sebaiknya berfokus di sekitar Pelabuhan Tonosho dan Angel Road, lalu hari kedua menyusuri Kankakei dan bagian timur pulau agar rute lebih efisien. Karena Angel Road hanya bisa dilalui pada waktu tertentu sesuai pasang surut, tentukan jadwalnya terlebih dahulu, lalu sisipkan Kota Labirin dan waktu makan sebelum atau sesudahnya. Cara ini mengurangi bolak-balik di jalur yang sama di dalam pulau.
A. Sebagai patokan, jalur pasir Angel Road muncul sekitar 3 jam sebelum dan sesudah waktu surut. Ketinggian air berubah setiap hari, sehingga waktu untuk menyeberang bisa jatuh pada dini hari atau malam. Pada hari yang tidak cocok dengan waktu kedatangan kapal, susuri dulu sekitar Pelabuhan Tonosho dan geser kunjungan ke waktu yang lebih terang dan aman.
A. Dari Pelabuhan Takamatsu ke Pelabuhan Tonosho, feri memakan waktu sekitar 60 menit dan kapal cepat sekitar 35 menit. Pelabuhan Tonosho juga terhubung dengan Pelabuhan Shin-Okayama, tetapi layanan langsung ke Pelabuhan Uno saat ini tidak termasuk rute utama. Pilih feri jika membawa kendaraan, atau kapal cepat jika berjalan kaki dan ingin menghemat waktu.
A. Perjalanan dengan Ropeway Kankakei memakan waktu sekitar 5 menit sekali jalan, dan tarif pulang pergi untuk dewasa adalah 2.160–2.700 yen tergantung musim. Dari gondola berkapasitas 40 orang, Anda bisa memandang tebing batu dan Laut Pedalaman Seto; memilih sisi jendela yang berbeda saat naik dan turun memberi pemandangan yang berbeda. Layanan dapat dihentikan saat angin kencang.
A. Daun musim gugur di Kankakei biasanya paling indah dari awal hingga akhir November, dan tempat ini termasuk salah satu dari tiga ngarai berpemandangan indah di Jepang. Waktu perubahan warna bisa lebih cepat atau lambat tergantung ketinggian dan cuaca, sementara antrean ropeway dapat memanjang pada akhir pekan. Berkunjung pada pagi hari dan menyiapkan alternatif untuk jalan maupun ropeway akan memudahkan perjalanan.
A. Michi-no-Eki Taman Zaitun Shodoshima biasanya buka pukul 8:30 hingga 17:00 dan buka sepanjang tahun. Di kincir angin putih bergaya Yunani, Anda bisa berfoto dengan sapu yang dipinjamkan gratis. Menentukan posisi orang yang melompat dan orang yang memotret lebih dulu, serta memberi jalan bagi pengunjung lain, membantu menyelesaikan pemotretan dengan cepat.
A. Kota Labirin adalah kawasan yang masih menyimpan gang-gang rumit dari sekitar 700 tahun lalu, sedangkan Museum Seni Yokai adalah fasilitas pameran yang tersebar di 4 gedung. Di dalamnya Anda bisa melihat lebih dari 1.000 karya yokai, dan berjalan melewati rumah tua dan gudang pun menjadi bagian dari pengalaman pameran. Di gang sempit, berjalanlah dengan tenang dan jangan menghalangi jalur keseharian warga.
A. Di Hishio no Sato, Anda bisa mengenal tradisi pembuatan kecap dan tsukudani yang telah berlangsung sekitar 400 tahun, sekaligus menikmati pemandangan gudang dengan deretan pagar kayu hitam. Di sekitarnya terdapat lebih dari 20 pabrik terkait, dan kawasan ini juga diakui sebagai Warisan Industri Modern. Mencicipi manisan yang dibuat dari moromi membantu memahami budaya fermentasi lewat aroma dan rasa.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.