Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kuil Yaegaki: Ramalan Jodoh di Kolam Kagami & Area Kuil

Kuil Yaegaki: Ramalan Jodoh di Kolam Kagami & Area Kuil
Bersiap ke Kuil Yaegaki dengan panduan torii, jalur kuil, penyucian tangan, dan doa. Simak etika foto serta cara meminta jimat dan goshuin dengan sopan.

Ringkasan Cepat

Daya tarik Kuil Yaegaki

Kuil Yaegaki di Kota Matsue, Prefektur Shimane, adalah kuil perjodohan yang berkaitan dengan mitologi Izumo, memuja Susanoo no Mikoto dan Inata-hime no Mikoto serta dikenal atas berkah jodoh baik dan keharmonisan rumah tangga. Kunjungan ke kuil dapat dilengkapi dengan ramalan jodoh di Kolam Cermin, melihat kamelia suami-istri, serta ruang penyimpanan pusaka yang memamerkan lukisan dewa berwarna pada papan kayu, Properti Budaya Penting nasional.

Daya tarik di kompleks kuil

Kolam Cermin dan Kuil Ame no Mikagami di tempat suci bagian dalam, Hutan Sakusame, kamelia suami-istri (Renri no Tamatsubaki), serta ruang penyimpanan pusaka yang memamerkan lukisan dewa berwarna pada papan kayu, Properti Budaya Penting nasional.

Cara menuju kuil dari Stasiun JR Matsue

Dari peron bus nomor 5 di Stasiun JR Matsue, naik bus kota Matsue tujuan Yaegaki-jinja sekitar 20 menit. Dengan mobil, sekitar 15 menit dari Stasiun JR Matsue atau 6 menit dari simpang susun Matsue Chuo IC.

Biaya kunjungan

Anda bebas berdoa di kompleks kuil. Kertas ramalan Kolam Cermin berharga 100 yen per lembar; tiket ruang penyimpanan pusaka 200 yen untuk siswa SMP ke atas, 100 yen untuk siswa SD, dan gratis untuk anak kecil.

Perkiraan waktu kunjungan

Sekitar 30 menit jika hanya berdoa di Kuil Yaegaki. Siapkan setidaknya 1 jam jika ingin menikmati ramalan jodoh di Kolam Cermin atau mengunjungi ruang penyimpanan pusaka.

Etika berdoa dan perhatian saat perayaan

Membungkuklah sekali di depan torii, hindari bagian tengah jalur menuju kuil, lalu bersihkan tangan dan mulut di tempat penyucian yang dapat digunakan. Ikuti tata cara umum berupa 2 kali membungkuk, 2 kali bertepuk tangan, dan 1 kali membungkuk, dengan tetap mengutamakan petunjuk setempat; jangan mengganggu ritual Mikakushi pada 3 Mei pukul 15:00 maupun perayaan tahunan 20 Oktober.

Ramalan jodoh di Kolam Cermin

Apungkan kertas ramalan di kolam terlebih dahulu, lalu letakkan koin 10 atau 100 yen di atasnya. Konon, jika kertas tenggelam dalam 15 menit, jodoh akan segera datang; jika tenggelam di dekat Anda, jodohnya adalah seseorang yang dekat dengan Anda.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Shimane

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Panduan Tata Cara Beribadah Sebelum Mengunjungi Yaegaki-jinja

Jika pertama kali berkunjung ke Yaegaki-jinja, kuil Shinto di Kota Matsue, Prefektur Shimane, memahami urutan beribadah dan istilah yang digunakan di kompleks kuil akan membantu Anda bersikap tenang.

Selain mengikuti tata cara beribadah yang umum, utamakan petunjuk setempat dan sikap menghormati orang yang sedang berdoa.

Mengenal Yaegaki-jinja: Dewa yang Dipuja dan Berkah Perjodohan

Yaegaki-jinja adalah kuil yang berkaitan dengan mitologi Izumo dan terletak di Sakusa-chō, Kota Matsue, Prefektur Shimane.

Dewa utama yang dipuja adalah Susanoo-no-Mikoto, yang menaklukkan Yamata-no-Orochi, ular raksasa berkepala 8, serta Inatahime-no-Mikoto yang kemudian menjadi istrinya.

Selain itu, kuil ini juga memuja Ōnamuchi-no-Mikoto dan Aohata-Sakusahiko-no-Mikoto.

Menurut tradisi kuil, Susanoo-no-Mikoto membangun pagar berlapis 8 di Sakusame-no-Mori, hutan di bagian dalam kompleks, untuk menyembunyikan Inatahime-no-Mikoto; setelah menaklukkan ular raksasa, keduanya menikah dan membuka jalan bagi ikatan perjodohan di tempat ini.

Nama kuil berasal dari syair yang diyakini digubah Susanoo-no-Mikoto, dengan pembuka “Yakumo tatsu Izumo yaegaki”, tentang awan berlapis dan pagar berlapis 8 di Izumo.

Berkat kisah tersebut, kuil ini dikenal sebagai tempat memohon jodoh yang baik dan keharmonisan rumah tangga.

Mengunjungi Kuil sebagai Tempat Berdoa

Beribadah di kuil merupakan bentuk penyampaian rasa hormat dan syukur kepada para dewa.

Saat mengagumi bangunannya pun, jika ada orang yang sedang beribadah di depan Anda, tunggulah di tempat yang tidak mengganggu waktunya.

Ketika berbagi kesan dengan teman perjalanan, jaga volume suara dan simpan ponsel saat berada di hadapan altar agar lebih mudah memusatkan perhatian pada ibadah.

Istilah Dasar untuk Memahami Petunjuk di Kompleks Kuil

Di kuil, nama suatu tempat dapat memberi petunjuk tentang kegiatan yang dilakukan di ruang tersebut.

Tata letak bangunan dan fasilitas berbeda di setiap kuil, jadi bedakan antara mengenal nama tempat dan memastikan area yang boleh dimasuki.

Berikut istilah dasar yang digunakan dalam petunjuk di kuil.

Istilah Cara baca Arti umum
Keidai keidai Area kompleks kuil
Sandō sandō Jalan menuju bangunan kuil
Temizuya temizuya (chōzuya) Tempat menyucikan tangan dan mulut
Haiden haiden Bangunan untuk memanjatkan doa
Honden honden Bangunan tempat dewa dipuja

Etika Berjalan Melewati Torii dan Sandō di Yaegaki-jinja

Saat melangkah melewati torii, gerbang kuil, menghormati kuil dan memperhatikan kelancaran lalu lintas pejalan kaki akan membantu Anda beribadah dengan nyaman.

Menata Diri Sebelum Melewati Torii

Torii dihormati sebagai batas yang memisahkan bagian dalam dan luar kuil.

Cara masuk yang sopan adalah merapikan penampilan dan membungkuk ringan sebelum melewatinya.

Jika ingin memeriksa peta atau barang bawaan di pintu masuk, menepilah ke tempat yang tidak menghalangi orang lewat sebelum berhenti.

Hindari Bagian Tengah Sandō dan Ikuti Petunjuk Setempat

Ada tata cara berjalan dengan menghindari bagian tengah sandō karena bagian tersebut dianggap sebagai jalan bagi para dewa.

Bagian tengah sandō ini disebut seichū, dan ada pula kebiasaan menundukkan kepala ringan ketika melintasinya.

Namun, penting juga untuk tetap mengikuti arahan jalur dan menghindari bertabrakan dengan orang lain meskipun sedang berusaha menaati tata cara.

Beri jalan secara wajar ketika ada orang dari arah berlawanan dan perhatikan jarak dengan orang di depan saat berjalan.

Berdiskusi dengan Teman Perjalanan di Luar Jalur

Membicarakan arah berikutnya atau tempat berkumpul akan lebih lancar jika dilakukan di tempat aman di luar arus pejalan kaki.

Beri tahu anak-anak batas area berjalan sejak awal dan dekatkan barang bawaan besar ke tubuh agar tidak mudah menyenggol orang yang berpapasan.

Jika khawatir mengenai mobilitas, tanyakan kepada petugas setempat tentang undakan dan jalur yang dapat dilalui.

Makna Temizu dan Cara Menyucikan Diri di Temizuya

Temizu adalah tata cara menyucikan tangan dan mulut sebelum beribadah sekaligus menenangkan pikiran.

Jika fasilitasnya dapat digunakan, ikuti petunjuk yang tersedia di tempat.

Dasar Temizu dengan Gayung

Dalam tata cara umum yang menyediakan hishaku, gayung bertangkai, pegang gayung dengan tangan kanan untuk membasuh tangan kiri terlebih dahulu, lalu pindahkan ke tangan kiri untuk membasuh tangan kanan.

Untuk berkumur, tampung air di telapak tangan kiri dan jangan menempelkan mulut langsung pada gayung.

Setelah berkumur, alirkan kembali air ke tangan kiri dan perhatikan posisi tangan agar air bekas membasuh tidak kembali ke bak.

Pastikan Cara Menggunakan Fasilitas Jika Belum Paham

Jika tidak ada gayung atau tersedia petunjuk penggunaan, pastikan metode yang sesuai dengan fasilitas di hadapan Anda.

Siapkan saputangan agar mudah diambil sebelum beribadah sehingga Anda tidak perlu mencari-cari barang di depan tempat air.

Setelah selesai, beri tempat kepada orang berikutnya dan rapikan barang bawaan di lokasi yang tidak mengganggu orang sekitar.

Tata Cara Berdoa di Haiden dan Sikap Saat Memohon Jodoh

Di hadapan altar, inti ibadah adalah menata sikap tubuh serta memusatkan hati pada rasa syukur dan permohonan.

Jika ada petunjuk mengenai cara memberi penghormatan, ikuti tata cara kuil tersebut.

Memahami Urutan 2 Kali Membungkuk, 2 Kali Bertepuk Tangan, dan 1 Kali Membungkuk

Membungkuk dan kashiwade, tepukan tangan dalam ibadah Shinto, merupakan gerakan untuk menyampaikan rasa hormat dan syukur kepada dewa.

Secara umum, tata cara dasarnya adalah nihai nihakushu ippai: membungkuk dalam-dalam sebanyak 2 kali, menyatukan tangan setinggi dada dan bertepuk tangan 2 kali, lalu membungkuk 1 kali lagi.

Cara memberi penghormatan berbeda antarkuil, sehingga tata cara yang Anda pelajari di suatu tempat belum tentu berlaku sama di semua tempat.

Sebagai contoh, di Prefektur Shimane yang sama, tata cara ibadah biasa di Izumo Taisha, kuil besar Izumo, adalah 2 kali membungkuk, 4 kali bertepuk tangan, dan 1 kali membungkuk.

Jika menemukan petunjuk yang belum dikenal, jangan terburu-buru; bacalah gambar atau penjelasannya sebelum mendekati altar agar tetap tenang.

Menata Hati Sebelum Memohon Ikatan yang Baik

Sebelum berdoa, renungkan dalam hati hal-hal yang Anda syukuri dan permohonan yang ingin Anda utamakan.

Anda tidak perlu menyamakan permohonan dengan teman perjalanan; setiap orang dapat menghargai dan memusatkan perhatian pada perasaannya sendiri.

Jika meminta orang lain memotret gerakan ibadah Anda, pastikan terlebih dahulu bahwa pemotretan diizinkan dan jangan mengganggu ibadah orang lain.

Siapkan Ungkapan Bahasa Jepang Saat Membutuhkan Bantuan

Jika tidak dapat membaca petunjuk berbahasa Jepang, tunjuk tempat atau tulisan yang belum dipahami sambil bertanya dengan kalimat singkat agar maksud Anda mudah tersampaikan.

Menampilkan kalimat yang telah diterjemahkan di layar untuk diperlihatkan juga berguna saat bepergian.

  • “Sanpai no sahō o oshiete kudasai” — Tolong ajari saya tata cara beribadah.
  • “Kono saki ni haitte mo yoi desu ka” — Bolehkah saya masuk ke area di depan ini?
  • “Kono annai wa dō iu imi desu ka” — Apa arti petunjuk ini?

Jika orang yang ditanya sedang melayani orang lain, tunggulah sebentar dan tentukan inti pertanyaan sebelum menyapanya.

Tata Cara Ramalan Jodoh di Kagami-no-Ike, Yaegaki-jinja

Saat mengunjungi Yaegaki-jinja, cobalah pula ramalan jodoh di Kagami-no-Ike, kolam di bagian dalam kompleks kuil.

Mengetahui langkah ramalan dan cara membaca hasilnya akan membantu Anda menunggu dengan tenang di tepi kolam.

Asal-usul Oku-no-In, Kagami-no-Ike, dan Hutan Sakusame-no-Mori

Kagami-no-Ike adalah kolam Oku-no-In, tempat suci bagian dalam, yang berada di Hutan Sakusame-no-Mori di bagian belakang kompleks.

Menurut legenda, Inatahime-no-Mikoto menggunakan airnya untuk minum dan bercermin ketika bersembunyi di balik pagar berlapis 8 agar terhindar dari Yamata-no-Orochi.

Delapan pagar yang melindungi Inatahime-no-Mikoto disebut Ōgaki, Nakagaki, Mangaki, Nishigaki, Manjōgaki, Kitagaki, Sodegaki, dan Himigaki.

Di belakang kolam berdiri Ame-no-Mikagami-no-Yashiro, kuil yang memuja Inatahime-no-Mikoto; merapatkan tangan dan berdoa dengan hening sebelum meramal dapat membantu menenangkan hati.

Cara Mendapatkan Kertas Ramalan dan Langkah Meramal Jodoh

Kertas ramalan dapat diperoleh di loket pemberian benda suci dalam kompleks kuil, dengan hatsuhoryō, persembahan, sebesar 100 yen per lembar.

Setibanya di Kagami-no-Ike, apungkan kertas di permukaan air, lalu letakkan koin 10 yen atau 100 yen perlahan di atasnya.

Setelah itu, tunggulah dengan tenang di tepi kolam sambil memperhatikan kertas yang tenggelam.

Konon, ramalan ini dapat digunakan untuk berbagai ikatan dan permohonan, tidak hanya cinta atau pernikahan, serta boleh dilakukan mewakili orang lain.

Membaca Hasil Ramalan dari Waktu dan Lokasi Tenggelamnya Kertas

Jika kertas tenggelam cepat dalam 15 menit, ikatan diyakini akan terjalin segera; jika memerlukan 30 menit atau lebih, ikatan diyakini akan datang lebih lambat.

Konon, kertas yang tenggelam di dekat Anda menandakan hubungan dengan orang yang dekat, sedangkan yang tenggelam jauh menandakan hubungan dengan orang dari tempat jauh.

Berikut cara kertas tenggelam dan makna yang dipercaya.

Cara tenggelam Makna yang dipercaya
Tenggelam dalam 15 menit Ikatan terjalin segera
Memerlukan 30 menit atau lebih untuk tenggelam Ikatan datang lebih lambat
Tenggelam di dekat Anda Ikatan dengan orang yang dekat
Tenggelam jauh Ikatan dengan orang dari tempat jauh

Etika Meramal di Kagami-no-Ike

Setelah mengapungkan kertas, bergeserlah sedikit agar orang yang datang belakangan dapat mendekati kolam, lalu lanjutkan mengamati.

Jangan menjulurkan tubuh ke kolam atau memasukkan tangan ke air untuk menggerakkan kertas; tunggu hingga kertas tenggelam secara alami.

Hindari memotret kertas atau ekspresi orang lain tanpa izin dan hormati waktu masing-masing orang saat menunggu hasilnya.

Hasil ramalan bisa memerlukan lebih dari 30 menit, jadi datanglah dengan waktu yang cukup agar tidak merasa terburu-buru.

Spot Wisata Yaegaki-jinja: Meoto-tsubaki dan Lukisan Dinding Warisan Budaya Penting

Di kompleks Yaegaki-jinja terdapat pohon kamelia yang berkaitan dengan kisah perjodohan serta lukisan dinding bergambar dewa-dewa kuno yang layak dilihat sambil beribadah.

Renri-no-tamatsubaki atau Meoto-tsubaki, Simbol Ikatan Suami Istri

Di kompleks kuil tumbuh meoto-tsubaki, kamelia pasangan, yang disebut Renri-no-tamatsubaki.

Konon, 2 pohon kamelia yang ditanam Inatahime-no-Mikoto menyatu di atas permukaan tanah, sehingga dianggap melambangkan ikatan suami istri.

Ada 3 pohon Renri-no-tamatsubaki di kompleks kuil.

Karena pohon ini dilindungi bersama tradisi keagamaannya, jangan menyentuh cabang atau daun maupun bersandar padanya untuk berfoto.

Lukisan Dewa pada Papan, Warisan Budaya Penting di Gudang Pusaka

Gudang pusaka menyimpan dan memamerkan Itae-chakushoku-shinzō, lukisan dewa berwarna pada papan yang dahulu menjadi lukisan dinding honden.

Lukisan ini menggambarkan 6 dewa pada 3 panel papan dan secara tradisi dikaitkan dengan Kose no Kanaoka, pelukis istana periode Heian, meskipun kayunya diketahui berasal dari pohon yang ditebang pada abad ke-13.

Pada 1959, tahun ke-34 era Shōwa, karya ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Penting Jepang dan termasuk lukisan dewa pada papan tertua di negara ini.

Harga tiket masuknya adalah 200 yen untuk siswa SMP ke atas, 100 yen untuk siswa SD, dan gratis untuk anak usia prasekolah.

Untuk aturan memotret di dalam gudang pusaka, ikuti pengumuman atau arahan petugas loket.

Etika Memotret dan Berkeliling Kompleks Yaegaki-jinja

Sebelum memotret, periksa petunjuk di setiap lokasi dan keadaan orang-orang di sekitar.

Jangan berasumsi bahwa area luar ruangan pasti boleh difoto atau pintu terbuka berarti Anda boleh masuk.

Bedakan Izin Memotret Tempat dan Orang yang Masuk dalam Foto

Walaupun suatu lokasi boleh difoto, belum tentu Anda boleh memotret dari dekat orang yang sedang berdoa.

Jika ingin menjadikan seseorang sebagai subjek utama, mintalah persetujuannya; jika sulit, pilih arah atau komposisi tanpa orang di dalamnya.

Jika benda persembahan orang lain memuat nama atau permohonan, berhati-hatilah dalam menangani foto yang memperlihatkan informasi pribadi tersebut dengan jelas.

Saling Memberi Ruang Saat Memotret dan Melihat-lihat

Saat memeriksa foto pun, tetap perhatikan sekitar dan segera beri jalan jika ada orang yang hendak lewat.

Alih-alih semua teman perjalanan terpaku pada layar, bergantianlah memotret agar tidak terlalu lama menempati jalur atau tempat ibadah.

Berikut hal yang perlu diperhatikan selama berkeliling, berdasarkan situasinya.

Situasi Yang perlu diperhatikan Yang perlu dihindari
Di dekat pengunjung yang beribadah Jaga jarak agar tidak mengganggu doa Memotret dari dekat tanpa izin
Memotret di jalur pejalan kaki Utamakan orang yang lewat Menempati lokasi terlalu lama
Pintu masuk bangunan Periksa petunjuk akses Masuk ke bagian dalam tanpa izin
Melihat benda persembahan Hormati permohonan pribadi Membagikan foto dengan nama yang terbaca

Panduan Mendapatkan Omamori dan Goshuin di Yaegaki-jinja

Jika tertarik pada benda yang diberikan kuil, pahami maknanya serta pastikan ketersediaan dan prosedur penerimaan benda yang Anda inginkan.

Omamori Perjodohan dan Ema untuk Menitipkan Permohonan

Secara umum, omamori, jimat kuil, dihargai sebagai benda yang dibawa untuk memperoleh perlindungan dewa.

Yaegaki-jinja memberikan beragam omamori, termasuk Enmusubi-mamori untuk perjodohan, Bi-no-omamori untuk kecantikan, serta Kōtsū-anzen-shintai-kenzen-mamori untuk keselamatan lalu lintas dan kesehatan.

Persembahan untuk omamori tersebut adalah 500 yen bagi Enmusubi-mamori, serta 800 yen bagi Bi-no-omamori dan Kōtsū-anzen-shintai-kenzen-mamori.

Ema adalah papan kayu untuk menuliskan permohonan lalu mempersembahkannya kepada kuil.

Jika ada benda yang diinginkan, sampaikan dengan menunjukkan nama atau contohnya, dan bertanyalah jika ragu tentang pilihan atau cara memperlakukannya.

Saat menulis ema, Anda juga dapat menjaga privasi dengan tidak menuliskan alamat, kontak, atau informasi pribadi melebihi yang diperlukan, karena papan tersebut mungkin terlihat oleh orang lain.

Menerima Goshuin sebagai Bukti Kunjungan Ibadah

Goshuin adalah cap dan kaligrafi kuil yang diterima sebagai bukti telah beribadah di sana.

Jika menginginkannya, utamakan ibadah terlebih dahulu, lalu pastikan prosedur pelayanan pada hari kunjungan.

Mengingat urutan dan cara pengambilan yang dijelaskan di loket akan membantu Anda menunggu dengan tenang.

Jika jadwal pulang sudah ditentukan, tanyakan perkiraan waktu pengambilan sebelum mengajukan permohonan dan putuskan sesuai waktu yang tersedia.

Jika Ingin Mengikuti Doa untuk Jodoh Baik atau Keharmonisan Rumah Tangga

Yaegaki-jinja menerima berbagai gokitō, doa yang dipimpin pendeta, untuk jodoh baik, keharmonisan rumah tangga, persalinan lancar, perlindungan dari kesialan, dan Shichi-go-san, kunjungan syukur bagi anak-anak.

Persembahan untuk gokitō mulai dari 5.000 yen.

Jika ingin mengikuti gokitō, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu kepada kantor kuil tentang prosedur pendaftaran dan waktu yang diperlukan.

Cara Menuju Yaegaki-jinja, Jam Kunjungan, dan Perkiraan Biaya

Yaegaki-jinja berjarak sekitar 15 menit dengan mobil dari Stasiun JR Matsue dan mudah dipadukan dengan wisata di Kota Matsue.

Cara Menuju Kuil dengan Bus atau Mobil dari Stasiun JR Matsue

Jika menggunakan transportasi umum, naiklah Bus Kota Matsue tujuan “Yaegaki-jinja” dari Stasiun JR Matsue; perjalanan memerlukan sekitar 20 menit.

Di Stasiun Matsue, naiklah di peron bus nomor 5 dan periksa jadwal keberangkatan terlebih dahulu.

Dengan mobil, perjalanan memerlukan sekitar 15 menit dari Stasiun JR Matsue atau sekitar 6 menit dari simpang susun Matsue-chūō di Jalan Tol San'in.

Tersedia tempat parkir kendaraan pribadi, tetapi tidak ada tempat parkir khusus bus wisata, jadi rombongan sebaiknya memastikan hal ini sebelum berkunjung.

Jam Kunjungan, Lama Berkunjung, dan Perkiraan Biaya

Area kuil dapat dikunjungi dengan bebas, dan layanan pertanyaan tersedia pukul 9:00–17:00, tetapi jam akhir pelayanan benda kuil dan gudang pusaka perlu diperiksa secara terpisah.

Waktu beribadah sekitar 30 menit, tetapi jika juga ingin menikmati ramalan di Kagami-no-Ike dan melihat gudang pusaka, sediakan lebih dari 1 jam agar nyaman.

Berikut informasi dasar yang perlu diperiksa sebelum berkunjung.

Hal Keterangan
Alamat 227 Sakusa-chō, Kota Matsue, Prefektur Shimane
Kunjungan ibadah Bebas; layanan pertanyaan pukul 9:00–17:00
Tiket masuk gudang pusaka 200 yen untuk siswa SMP ke atas, 100 yen untuk siswa SD, gratis untuk anak usia prasekolah
Kertas ramalan Kagami-no-Ike 100 yen per lembar, tersedia di loket benda suci
Akses Sekitar 20 menit dengan bus kota atau sekitar 15 menit dengan mobil dari Stasiun JR Matsue
Kontak 0852-21-1148

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berkunjung pada Hari Upacara

Pada 3 Mei mulai pukul 15:00, Mikakushi-shinji, ritual kuno yang berkaitan dengan kisah persembunyian Inatahime-no-Mikoto di balik pagar berlapis 8, dilaksanakan bersama Kinensai, upacara memohon panen yang baik.

Pada hari tersebut, arak-arakan suci dengan mikoshi, tandu kuil, bergerak dari honden menuju Meoto-sugi, pohon sugi pasangan di Oku-no-In; jika kebetulan berada di sana, beri jalan agar tidak menghalangi rutenya.

Selama upacara seperti festival tahunan pada 20 Oktober, ritual keagamaan diutamakan, jadi ikuti petunjuk pendeta atau petugas setempat saat memotret dan melihat-lihat.

Panduan Akhir: Hormati Yaegaki-jinja dan Ikuti Petunjuk Setempat

Memahami istilah dan tata cara dasar yang digunakan di kuil akan memudahkan Anda menentukan sikap saat pertama kali beribadah di Yaegaki-jinja.

Pahami makna temizu dan penghormatan, lalu ikuti petunjuk setempat untuk ramalan jodoh Kagami-no-Ike, pemotretan, dan penerimaan benda kuil.

Bertanya ketika ragu tentang tata cara serta berbagi ruang dengan pengunjung lain akan membantu Anda beribadah dengan tenang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Kuil Yaegaki di Kota Matsue dikenal sebagai kuil untuk menjalin ikatan baik dan memuja Susanoo no Mikoto, yang konon menaklukkan Yamata no Orochi, serta Inadahime no Mikoto. Nama kuil berasal dari syair Susanoo no Mikoto yang dimulai dengan Yakumo tatsu Izumo yaegaki…. Di area kuil juga ada monumen syair untuk memperingati pemindahan tempat bersemayam dewa pada 2005. Dengan membaca monumennya sambil mencari tulisan Yaegaki, Anda dapat mengaitkan nama kuil dengan kisah pasangan dewa tersebut.
A. Untuk meramal hubungan di Mirror Pond, apungkan kertas ramalan seharga 100 yen di air, lalu letakkan perlahan koin 10 atau 100 yen di atasnya. Ambil kertas di loket pemberian benda suci di area kuil sebelum menuju kolam. Saat terkena air, tulisan berisi nasihat dewa akan muncul, jadi perhatikan juga pesannya, bukan hanya seberapa cepat kertas tenggelam. Anda dapat menyampaikan harapan selain percintaan atau melakukan ramalan atas nama orang lain sambil memikirkannya.
A. Menurut kepercayaan, kertas yang tenggelam dalam 15 menit menandakan ikatan akan datang lebih cepat, sedangkan 30 menit atau lebih menandakan lebih lambat; tenggelam dekat berarti dengan orang di sekitar, dan tenggelam jauh berarti dengan orang dari tempat jauh. Ini adalah tradisi ramalan untuk mengharapkan datangnya ikatan, bukan jaminan waktu atau pasangan yang sesungguhnya. Jika kertas hanyut, jangan memaksakan diri mengejarnya atau menjulurkan tubuh ke atas air; amati dengan tenang dari tempat berpijak yang aman.
A. Dari peron bus nomor 5 di Stasiun JR Matsue, naik bus kota Matsue tujuan Yaegaki Jinja sekitar 20 menit, lalu turun di halte Yaegaki Jinja dan berjalan sekitar 1 menit. Tarif dapat dibayar dengan kartu IC transportasi seperti ICOCA atau Suica. Jumlah layanan tidak banyak, jadi foto jadwal bus pulang di halte begitu tiba agar tidak terburu-buru setelah berdoa.
A. Kunjungan area kuil gratis, sedangkan gedung koleksi pusaka mengenakan biaya 200 yen untuk pelajar SMP ke atas dan 100 yen untuk pelajar SD; anak kecil gratis. Gedung ini melestarikan dan memamerkan lukisan dewa berwarna pada papan kayu yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Jepang pada 1959. Lukisan dinding tersebut menggambarkan 6 dewa, termasuk Susanoo no Mikoto dan Inadahime no Mikoto. Mengenali nama dewa terlebih dahulu akan membantu Anda menghubungkan karya dengan dewa yang dipuja di kuil, selain sekadar melihat lukisan kuno.
A. Alokasikan sekitar 30 menit untuk area kuil saja, atau sekitar 1 jam jika termasuk Mirror Pond dan gedung koleksi pusaka. Tentukan terlebih dahulu tempat yang ingin Anda kunjungi di antara aula pemujaan, gedung koleksi pusaka, dan Mirror Pond. Waktu menunggu kertas ramalan tenggelam tidak selalu sama, jadi jangan memulai ramalan ketika waktu transportasi pulang sudah dekat agar Anda dapat menunggu hasilnya dengan tenang.
A. Di Kuil Yaegaki, tata cara dasarnya sama seperti banyak kuil Shinto lainnya, yaitu membungkuk dua kali, bertepuk tangan dua kali, lalu membungkuk sekali (2 kali membungkuk, 2 kali bertepuk tangan, 1 kali membungkuk). Izumo Taisha menggunakan empat tepukan, tetapi tata cara empat tepukan juga digunakan di kuil lain. Jika mengunjungi keduanya dalam sehari, ingat kembali jumlah tepukan yang berlaku di masing-masing kuil sebelum berdoa agar tidak tertukar. Utamakan petunjuk tata cara di depan aula pemujaan jika tersedia.
A. Omamori untuk menjalin ikatan baik (benda yang dikenakan sambil membawa harapan) berharga 500 atau 800 yen, tergantung jenisnya. Omamori ikatan baik berharga 500 yen, sedangkan omamori benang jodoh, omamori kerang jodoh, dan omamori kecantikan masing-masing 800 yen; ema (papan kayu untuk menulis harapan) berukuran besar 800 yen dan kecil 500 yen. Hitung total barang yang ingin diambil dan siapkan uang kecil agar dapat menyerahkan persembahan dengan tenang di loket. Untuk hadiah, pertimbangkan pula apakah bentuknya cocok dengan tas yang biasa digunakan penerima.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.