Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Jembatan Saruhashi | Struktur Unik & Ngarai Katsura

Jembatan Saruhashi | Struktur Unik & Ngarai Katsura
Panduan Jembatan Saruhashi di Otsuki: pahami struktur kayu tanpa pilar, Ngarai Katsuragawa, panorama musiman, jalur pejalan kaki, dan tips foto.

Ringkasan Cepat

Sekilas Daya Tarik

Saruhashi di Ngarai Katsuragawa, Kota Otsuki, Prefektur Yamanashi, merupakan salah satu dari Nihon Sankikyo (Tiga Jembatan Unik Jepang). Jembatan ini menggunakan struktur hanebashi, dengan empat lapis balok penyangga haneki yang menjorok dari kedua tepi tanpa tiang jembatan; pengunjung dapat mengamati strukturnya dari atas, samping, titik pandang, dan jalur setapak sambil menikmati keindahan ngarai yang ditetapkan sebagai Situs Keindahan Nasional.

Daya Tarik Utama

Empat lapis haneki yang menjorok dari kedua tepi, gelagar jembatan, dan penutup kecil menyerupai atap yang berjajar di atasnya menjadi ciri khas Saruhashi. Jembatan ini membentang di atas Ngarai Katsuragawa pada ketinggian sekitar 31 meter dari permukaan air.

Akses

Sekitar 15 menit berjalan kaki dari Stasiun Saruhashi Jalur JR Chuo. Dengan mobil, tersedia parkir gratis untuk 18 mobil biasa, dan saat ramai parkir Taman Saruhashi juga dapat digunakan.

Sejarah dan Budaya

Jembatan ini berada di titik penting tempat Koshu Kaido melintasi Sungai Katsura. Saruhashi yang ada sekarang direkonstruksi pada 1984 berdasarkan dokumen dari 1851. Jembatan ini juga dikenal melalui legenda monyet dan lukisan Utagawa Hiroshige, "Koyo Saruhashi no Zu".

Panduan Cara Berkeliling

Nikmati kedalaman lembah dari atas jembatan, amati tumpukan haneki dari samping, abadikan jembatan dan ngarai dalam satu bingkai dari titik pandang, lalu lanjutkan melalui jalur setapak menuju Taman Saruhashi. Kunci menikmati kawasan ini adalah melihatnya dari berbagai sudut.

Pemandangan Empat Musim

Pada musim semi terlihat dedaunan hijau muda, bunga hortensia mekar sekitar akhir Juni, dedaunan memerah sekitar November, dan pada musim dingin struktur jembatan lebih mudah diamati setelah daun berguguran. Wajah Ngarai Katsuragawa berubah pada setiap musim.

Etika dan Perhatian Saat Berkunjung

Beberapa bagian memiliki tangga dan tanjakan yang licin setelah hujan, jadi kenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan. Patuhi pagar pengaman dan papan petunjuk, serta bergantian saat memotret agar tidak menempati satu tempat terlalu lama.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Yamanashi

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Apa Itu Saruhashi | Jembatan Kayu Unik di Ōtsuki, Yamanashi

Saruhashi adalah jembatan kayu yang membentang di ngarai dalam Sungai Katsura yang mengalir di Kota Ōtsuki, Prefektur Yamanashi, dan Anda dapat menikmati pemandangan di mana jembatan itu sendiri menyatu dengan alam sekitarnya.

Berkat struktur unik tanpa pilar di dasar sungai, Saruhashi dikenal sebagai salah satu dari Tiga Jembatan Unik Jepang. Pesonanya dapat dinikmati dengan berjalan di atas jembatan, melihat strukturnya dari samping, dan mendongak dari jalan setapak menuju ngarai.

Ini adalah spot wisata yang mudah dikunjungi dengan transportasi umum, sekitar 15 menit berjalan kaki dari Stasiun Saruhashi di Jalur Utama Chūō JR.

Saruhashi dan Ngarai Sungai Katsura, Meishō Nasional Jepang

Saruhashi ditetapkan sebagai Meishō Nasional (Tempat Pemandangan Indah Jepang) pada tahun Shōwa ke-7 (1932) sebagai tempat di mana jembatan buatan manusia berselaras dengan pemandangan alam Ngarai Sungai Katsura.

Berbeda dari properti budaya yang berfokus pada bangunan, status meishō menilai keseluruhan lanskap yang terbentuk oleh topografi, tumbuhan, aliran air, dan struktur buatan.

Alih-alih tergesa-gesa memotret hanya jembatannya, jika Anda memasukkan dinding batu, pepohonan, dan permukaan air ke dalam komposisi, Anda akan lebih mudah merasakan alasan penetapannya.

Salah Satu dari Tiga Jembatan Unik Jepang

Saruhashi dikenal sebagai salah satu dari "Tiga Jembatan Unik Jepang", bersama Kintaikyō di Iwakuni dan Kiso no Kakehashi di Kiso.

Sebutan ini tidak membandingkan skala, melainkan menyoroti struktur dan lokasi yang berbeda dari jembatan pada umumnya.

Dari kejauhan tampak seperti jembatan kayu yang tenang, namun jika Anda melihatnya dari samping, akan terlihat bahwa komponen penopang jembatan menjulur berlapis-lapis dari tebing.

Nikmati Saruhashi Bersama Pemandangan Ngarai Sungai Katsura

Sungai Katsura mengalir jauh di bawah jembatan, dan ketinggian dari permukaan air ke jembatan mencapai sekitar 31 meter, dengan tebing terjal dan pepohonan yang berjajar di kedua tepiannya.

Karena warna permukaan air dan kepadatan pepohonan berubah menurut musim dan cuaca, kesannya berbeda setiap kali berkunjung meski dengan komposisi yang sama.

Karena ini pemandangan dengan perbedaan ketinggian, orang yang tidak menyukai tempat tinggi sebaiknya tidak memaksa mendekati pagar, dan memandanglah dari posisi yang stabil.

Struktur Saruhashi | Empat Lapis "Haneki" Tanpa Pilar di Sungai

Keunikan Saruhashi terletak pada komponen penopang yang menjorok dari tebing di kedua sisi, sehingga jembatan tidak memerlukan pilar di dasar sungai.

Panjang jembatan sekitar 30,9 meter dan lebarnya sekitar 3,3 meter, dan karena sulit dipahami hanya dari permukaan atas jembatan, jika Anda mengamati dari samping atau bawah, Anda dapat memahami kecerdikan strukturnya dengan lebih jelas.

Konsep Hanebashi yang Ditopang dari Kedua Tepian

Saruhashi dikenal dalam bentuk hanebashi (jembatan kantilever), di mana kayu dijulurkan secara bertahap dari kedua sisi lembah, lalu balok jembatan diletakkan di atasnya.

Karena di lembah yang dalam sulit memasang pilar jembatan di dasar sungai, muncullah gagasan membangun jembatan dengan memanfaatkan topografi kuat di sisi tepian.

Alih-alih melihat hanya bagian tengah, jika Anda mengamati bagaimana beban disalurkan dari kedua tepi menuju bagian tengah, ciri strukturnya akan terlihat lebih jelas.

Empat Lapis "Haneki" yang Menopang Jembatan

Di Saruhashi, "haneki" yang menjulur dari kedua tepian disusun dalam empat lapis dan menopang balok jembatan di atasnya.

Semakin tinggi lapisannya, penempatannya semakin dekat ke tengah sungai, dan komponen yang membentang dari kiri-kanan mempersempit jarak yang diseberangi jembatan.

Dalam foto, jika Anda menyadari tumpukan yang berada di bawah permukaan lantai jembatan, ciri khas Saruhashi akan terlihat lebih jelas.

Perhatikan Juga Penutup Seperti Atap Kecil

Di sisi samping, penutup seperti atap kecil bersambung di atas haneki yang menjulur.

Dengan berulangnya tingkat haneki dan penutup, pola visual yang khas terbentuk di sisi Saruhashi.

Jika mengamati secara berurutan titik pertemuan kayu, penutup, dan bebatuan, Anda akan lebih mudah memahami bagaimana jembatan membentang dari tepi menuju bagian tengah.

Istilah untuk Memahami Struktur

Jika Anda memahami istilah terkait struktur sebelum melihat jembatan di lokasi, isi papan petunjuk pun akan lebih mudah dipahami.

Tabel berikut merangkum istilah dasar yang berguna saat melihat Saruhashi.

Istilah Tempat Dilihat Hal yang Diperhatikan
Haneki Sisi samping jembatan Menjulur dari tepian
Balok jembatan Bawah permukaan lantai Menopang permukaan jembatan
Bebatuan Kedua tepian Fondasi struktur
Penutup Di atas haneki Bentuk yang bersambung

Sejarah dan Budaya Saruhashi | Kōshū Kaidō, Legenda, dan Ukiyo-e

Saruhashi berfungsi sebagai jalur lalu lintas, tetapi struktur yang langka dan keindahan ngarai membuatnya dikenang oleh para pengelana dan budayawan.

Dengan menggabungkan sudut pandang struktur, sejarah jalan raya, legenda, dan seni, kunjungan Anda akan terasa lebih bermakna.

Jembatan yang Menopang Kōshū Kaidō

Saruhashi dibangun di titik di mana Kōshū Kaidō menyeberangi Sungai Katsura, dan telah menopang lalu lintas di daerah pegunungan.

Dikenal sebagai salah satu pemandangan paling menonjol di sepanjang Kōshū Kaidō, banyak sastrawan dan seniman yang mengunjunginya dan menuliskannya dalam catatan perjalanan serta karya.

Membayangkan titik penting jalan raya yang dahulu ramai dilalui orang dan barang, dari pemandangan tenang saat ini, juga menjadi salah satu cara menikmatinya.

Jembatan Saat Ini Dipulihkan Berdasarkan Dokumen Lama

Saruhashi yang ada saat ini direkonstruksi secara teliti pada tahun Shōwa ke-59 (1984), dengan merujuk pada dokumen tahun Kaei ke-4 (1851).

Jembatan ini sebaiknya dipahami bukan sebagai struktur lama yang dibiarkan apa adanya, melainkan sebagai lanskap budaya yang direkonstruksi berdasarkan catatan sejarah untuk diwariskan kepada generasi mendatang.

Di sekitarnya juga terlihat jembatan dan fasilitas saluran air dari zaman berbeda, sehingga Anda dapat membandingkan perubahan lalu lintas dan teknik sipil dalam satu lembah.

Legenda Monyet sebagai Asal-usul Nama Jembatan

Mengenai nama jembatan, ada legenda bahwa gagasan pembangunan jembatan diperoleh dari kawanan monyet yang saling menopang tubuh satu sama lain untuk terhubung dan menyeberang ke tepian seberang.

Ini bukan dokumen sejarah yang membuktikan asal usul struktur, melainkan sebaiknya diterima sebagai cerita yang menunjukkan bagaimana orang-orang mewariskan kisah penyeberangan lembah yang sulit.

Jika melihat jembatan setelah mengetahui legendanya, bentuk yang membentang dari kedua tepian ke tengah akan terasa selaras dengan gambaran tentang sesuatu yang "terhubung".

"Kōyō Saruhashi no Zu" yang Dilukis Utagawa Hiroshige

Saruhashi juga dikenal melalui "Kōyō Saruhashi no Zu" yang dilukis oleh Utagawa Hiroshige, seorang seniman ukiyo-e.

Dalam lukisan itu, bukan hanya jembatan, tetapi juga dinding batu terjal, aliran air, dan pepohonan sekitar ditonjolkan, menyampaikan bahwa Saruhashi telah dinilai melalui keseluruhan pemandangannya.

Di lokasi, alih-alih mencoba mereproduksi sempurna komposisi yang sama, Anda dapat menikmatinya dengan membandingkan bagaimana perbedaan ketinggian jembatan dan lembah diekspresikan.

Spot Foto Saruhashi | Rute dari Atas Jembatan hingga Jalan Setapak

Struktur Saruhashi dan ngarai sulit dipahami dari satu arah saja. Ubah sudut pandang secara bertahap, mulai dari atas jembatan, sisi samping, hingga bagian bawah.

Karena ada tangga dan tanjakan, berjalanlah tanpa memaksakan diri sambil memperhatikan kondisi pijakan.

Pertama Rasakan Kedalaman Lembah dari Atas Jembatan

Setelah tiba di jembatan, pertama-tama seberangi perlahan sambil memeriksa papan lantai, pagar, dan pandangan hingga tepian seberang.

Di sekitar bagian tengah, permukaan Sungai Katsura terlihat sekitar 31 meter di bawah, sehingga Anda dapat merasakan bahwa jembatan melintasi lembah yang dalam.

Agar tidak menghalangi alur gerak orang yang lewat, penting untuk tidak berdiri lama di tengah jembatan bahkan saat memotret.

Melihat Tumpukan "Haneki" dari Sisi Samping

Struktur yang khas Saruhashi menjadi lebih mudah dipahami jika Anda memindahkan sudut pandang ke sisi samping jembatan.

Amatilah bagaimana empat lapis haneki membentang dari bebatuan kiri-kanan menuju tengah, serta hubungan permukaan jembatan yang diletakkan di atasnya.

Jika Anda mengabadikan bersama warna jembatan kayu dengan hijaunya sekitar atau daun musim gugur (momiji), sehingga kontras antara struktur buatan dan alam akan terlihat jelas.

Mengabadikan Jembatan dan Ngarai Sungai Katsura dalam Satu Bingkai dari Posisi Pandang

Di posisi pandang sekitar, Anda lebih mudah memasukkan sisi samping Saruhashi, dinding batu, dan Sungai Katsura dalam satu bingkai.

Kesan jembatan sangat berubah antara komposisi memandang dari atas dan komposisi mendongak dari posisi dekat permukaan air.

Jangan keluar dari pagar pengaman atau melangkah ke lereng, dan memotretlah dari tempat yang telah ditata.

Menyusuri Jalan Setapak Menuju Taman Saruhashi

Dari sekitar Saruhashi menuju arah Taman Saruhashi tersedia jalan setapak yang tertata, sehingga Anda dapat berjalan-jalan sambil melihat pemandangan Sungai Katsura.

Di tengah jalan ada tangga dan kemiringan, dan pada masa setelah hujan atau saat banyak daun gugur menjadi licin, sehingga sepatu yang nyaman untuk berjalan cocok digunakan.

Dengan membedakan setiap sudut pandang, Anda dapat merencanakan pengambilan gambar seperti pada tabel berikut.

Sudut Pandang Peran Utama Komposisi yang Cocok
Atas jembatan Kedalaman lembah Memandang ke bawah
Sisi samping jembatan Haneki Mendekat dari samping
Posisi pandang Jembatan dan ngarai Mengambil foto panorama
Jalan setapak Air dan dinding batu Mendongak dari bawah

Musim Terbaik dan Spot Foto Saruhashi | Pemandangan Sungai Katsura

Di Saruhashi, meski bentuk jembatan sama, warna pepohonan, cahaya ke permukaan air, dan tampilan dinding batu berubah setiap musim.

Alih-alih terpaku hanya pada masa terbaik tertentu, jika Anda memperhatikan hubungan antara struktur dan alam pada setiap musim, Anda dapat mengapresiasinya dengan tenang.

Musim Semi hingga Awal Musim Panas: Daun Muda dan Hortensia

Pada musim semi, pepohonan yang bertunas membuat ngarai tampak cerah, dan pada awal musim panas, hortensia (ajisai) mencapai masa terbaiknya di jalan setapak yang menuju Taman Saruhashi.

Hortensia biasanya mencapai puncak mekar pada akhir Juni. Ketika dedaunan semakin lebat dan sebagian jembatan tertutup, komposisi yang membingkai haneki di sela pepohonan juga menarik, tidak hanya foto keseluruhan jembatan.

Pada hari hujan, warna hijau tampak lebih pekat, tetapi tangga dan lantai kayu menjadi licin, utamakan keselamatan daripada mendapatkan foto.

Musim Gugur: Jembatan Kayu dan Momiji

Pada musim gugur, pepohonan ngarai berubah warna, dan Anda dapat menikmati pemandangan di mana warna jembatan kayu yang tenang berpadu dengan daun merah dan kuning (momiji).

Masa terbaik daun musim gugur (momiji) kira-kira sekitar November, namun karena waktu puncaknya berubah sesuai kondisi cuaca, periksalah panduan Kota Ōtsuki atau Asosiasi Pariwisata Kota Ōtsuki sebelum berkunjung.

Saat banyak orang, jangan berdiam di tempat yang sama, dan bergantianlah menggunakan spot foto dan pindah setelah selesai.

Musim Dingin: Mudah Mengamati Struktur

Setelah daun berguguran, sisi samping jembatan dan dinding batu lebih mudah terlihat dari sela ranting, sehingga cocok bagi mereka yang ingin mengapresiasi struktur sebagai fokus, seperti empat lapis haneki.

Karena ada tidaknya salju dan pembekuan berbeda tiap hari, pada musim dingin periksalah cuaca dan informasi transportasi, serta pilihlah sepatu yang tidak licin.

Silakan gunakan tabel berikut sebagai acuan tampilan per musim.

Musim Ciri Pemandangan Fokus Pemotretan
Musim semi Bertunas Jembatan dan daun muda
Awal musim panas Hydrangea Sela pepohonan
Musim gugur Ngarai berubah warna Kontras dengan jembatan
Musim dingin Pemandangan lewat ranting Struktur dan dinding batu

Cara Menuju Saruhashi dan Etika Kunjungan

Saruhashi dapat dicapai dengan berjalan kaki dari stasiun kereta, tetapi di sekitarnya terdapat jalan raya, tanjakan, dan tangga, sebaiknya periksa rute dan cuaca terlebih dahulu.

Karena ini tempat di mana cagar budaya dan jalan yang digunakan warga sehari-hari berdekatan, perhatikanlah tidak hanya sesama pengunjung, tetapi juga lalu lintas warga setempat.

Jika Berjalan dari Stasiun JR Saruhashi

Dengan transportasi umum, Stasiun Saruhashi di Jalur Utama Chūō JR adalah yang terdekat, dan dari stasiun tiba di Saruhashi dengan berjalan kaki sekitar 15 menit.

Di trotoar dan persimpangan, perhatikan lalu lintas kendaraan, dan periksa tidak hanya aplikasi peta tetapi juga papan petunjuk setempat.

Pastikan jadwal kereta pulang dan status layanan melalui informasi resmi operator transportasi, seperti JR East, pada hari kunjungan.

Area Parkir untuk Pengunjung yang Datang dengan Mobil

Jika berkunjung dengan mobil, di sekitar Saruhashi tersedia area parkir gratis dengan kapasitas 18 mobil penumpang, dan saat ramai Anda juga dapat menggunakan area parkir Taman Saruhashi.

Karena area parkir mudah penuh pada musim momiji atau saat hortensia bermekaran, datanglah lebih awal atau sisihkan waktu tambahan.

Saruhashi dapat dinikmati sambil berjalan melintasi jembatan.

Hal yang Perlu Dijaga di Jembatan dan Jalan Setapak

Di atas jembatan, jangan menghalangi jalur, dan jika membentangkan peralatan seperti tripod pun, utamakan lalu lintas di sekitar.

Di jalan setapak, ikutilah pagar dan petunjuk, serta pada dasarnya jangan memasuki area terlarang, tempat berbatu, atau lereng curam.

Bawalah pulang makanan, minuman, dan sampah, jangan mematahkan atau memetik tanaman, dan jagalah lingkungan ngarai yang tenang.

  • Pilih sepatu yang nyaman untuk berjalan, dan antisipasi tangga serta permukaan jalan basah
  • Periksa informasi operasi dan kunjungan melalui panduan pemerintah daerah, asosiasi pariwisata, dan operator transportasi
  • Sadari bergantian saat memotret, dan jangan menempati tempat yang sama terlalu lama
  • Patuhi pagar pengaman dan papan petunjuk, dan jangan memotret dari posisi berbahaya

Kesimpulan | Menikmati Struktur Saruhashi dan Ngarai Sungai Katsura dari Berbagai Sudut

Saruhashi adalah Meishō Nasional yang memadukan struktur hanebashi dengan empat lapis haneki tanpa pilar di dasar sungai dan pemandangan dalam Ngarai Sungai Katsura. Jembatan ini juga dikenal sebagai salah satu dari Tiga Jembatan Unik Jepang.

Jangan berhenti hanya di atas jembatan. Dengan berpindah ke sisi samping, titik pandang, dan jalan setapak, Anda dapat menikmati teknik sipil, sejarah Kōshū Kaidō, dan lanskap yang diabadikan Utagawa Hiroshige sebagai satu kesatuan.

Karena pijakan dan pemandangan berubah menurut musim dan cuaca, periksalah panduan sebelum berkunjung, dan berjalan-jalanlah sambil mengutamakan keselamatan dan perhatian terhadap warga setempat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Saruhashi adalah jembatan kayu jenis hanebashi yang membentang di atas ngarai Sungai Katsura di Kota Otsuki, Prefektur Yamanashi. Jembatan ini dikenal sebagai salah satu dari Tiga Jembatan Unik Jepang. Tanpa tiang penyangga di dasar sungai, strukturnya menggunakan empat lapis balok penopang yang menjorok dari kedua sisi tebing. Untuk memahami konstruksinya, lihatlah jembatan dari samping agar balok penopang beratap dan kedalaman ngarai terlihat jelas.
A. Saruhashi disebut sebagai salah satu dari Tiga Jembatan Unik Jepang bersama Kintai-kyo di Iwakuni dan Kakehashi di Kiso karena struktur serta lokasinya yang khas. Kata “unik” tidak menunjukkan peringkat berdasarkan ukuran, melainkan merujuk pada bentuk yang berbeda dari jembatan pada umumnya. Pelajari cara kerja hanebashi, yang menggunakan balok bertingkat dari kedua tepi, sebelum menyeberang agar Anda lebih mudah membandingkannya dengan dua jembatan lainnya.
A. Saruhashi memiliki panjang sekitar 30,9 m dan lebar sekitar 3,3 m, dengan tinggi dari permukaan air Sungai Katsura ke jembatan sekitar 31 m. Tanpa menancapkan tiang di dasar sungai, strukturnya menumpuk kayu penopang empat lapis dari kiri dan kanan lalu menjulurkannya ke tengah. Setelah memandang ngarai dari atas jembatan lalu berpindah ke sisi samping, Anda bisa memahami sekaligus ketinggian dan cara penopangannya yang sulit dipahami hanya dari angka.
A. Saruhashi yang ada saat ini merupakan jembatan kayu hasil pemugaran pada 1984 berdasarkan dokumen dari 1851. Jembatan dan ngarai di sekitarnya ditetapkan sebagai Tempat Pemandangan Indah Nasional pada 1932. Menurut legenda, gagasan pembangunannya muncul setelah seseorang melihat monyet-monyet berbaris menyeberangi ngarai. Cerita tersebut mudah dihubungkan dengan struktur jembatan yang menjorok dari kedua tepi menuju bagian tengah.
A. Saruhashi dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar 15 hingga 20 menit dari Stasiun Saruhashi di Jalur JR Chuo, menuju arah Jalan Nasional 20. Dari Stasiun Otsuki, Stasiun Saruhashi hanya berjarak satu pemberhentian dengan kereta lokal, sehingga penumpang kereta ekspres perlu berganti kereta di Stasiun Otsuki. Rute berjalan kaki memiliki tanjakan dan beberapa persimpangan, jadi selain menggunakan aplikasi peta, ikuti juga papan penunjuk bertuliskan Meisho Saruhashi.
A. Di dekat Saruhashi tersedia tempat parkir gratis. Jika penuh, area parkir di sekitar Taman Saruhashi atau Lapangan Serbaguna Saruhashi dapat menjadi alternatif. Dari sisi taman, jembatan dapat dicapai dalam sekitar 10 menit melalui jalan setapak. Pada musim daun gugur atau saat hortensia bermekaran, lebih praktis memarkir kendaraan agak jauh dan berjalan menyusuri ngarai daripada menunggu tempat kosong di samping jembatan.
A. Untuk mengunjungi Saruhashi tidak diperlukan reservasi atau tiket masuk, dan Anda bisa menyeberangi jembatan dengan bebas tanpa membayar. Karena tidak ada loket tiket atau gerbang pemeriksaan, Anda juga tidak perlu menyiapkan uang tunai atau kartu untuk berkunjung. Karena jembatan ini digunakan sebagai jalan warga, Anda bisa berkunjung dengan tenang jika tidak berhenti lama di tengah dan menepi saat ada orang lewat.
A. Menyeberangi Saruhashi hanya memerlukan beberapa menit, tetapi siapkan sekitar 30 hingga 60 menit jika ingin melihat bagian atas, sisi samping, dan jalan setapak di sekitarnya. Mulailah dengan melihat kedalaman ngarai dari atas jembatan, lalu pindah ke samping untuk mengamati empat lapis balok penopang. Terakhir, lihatlah jembatan dari posisi yang lebih rendah agar jembatan kayu dan ngarai dapat masuk dalam satu bingkai foto.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.