Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kediaman Mōri Chōfu | Rumah Samurai & Taman Kota Kastel

Kediaman Mōri Chōfu | Rumah Samurai & Taman Kota Kastel
Panduan Kediaman Mōri Chōfu: rumah samurai, taman Jepang bertembok putih, kamar Kaisar Meiji, tips foto, dan etika kunjungan.

Ringkasan Cepat

Daya Tarik Sekilas

Kediaman samurai Chōfu Mōri-tei yang bertahan di kota kastil Chōfu, Kota Shimonoseki, Prefektur Yamaguchi. Dengan bangunan utama bergaya kediaman samurai dan taman Jepang kaiyū-shiki (mengelilingi kolam), Anda bisa merasakan budaya samurai dan ruang khas Jepang dengan tenang.

Sorotan

Bangunan utama megah yang selesai pada 1903, taman kaiyū-shiki yang dikelilingi dinding putih, serta anzaisho (kediaman sementara) tempat Kaisar Meiji menginap. Ada pula kedai teh "Enmoku-an".

Akses

Sekitar 23 menit naik bus dari Stasiun JR Shimonoseki, atau 15 menit dari Stasiun JR Chōfu, turun di "Jōkamachi Chōfu", lalu 10 menit berjalan kaki. Dengan mobil sekitar 25 menit dari IC Shimonoseki. Alamat: Chōfu Sōsha-machi 4-10, Kota Shimonoseki.

Biaya Masuk

Dewasa ¥210, siswa SD/SMP ¥100, usia 65 tahun ke atas ¥100 (warga Kota Shimonoseki/Kitakyūshū). Rombongan 20 orang ke atas ¥160 dewasa/¥80 siswa SD/SMP; pemegang buku penyandang disabilitas dan sejenisnya gratis.

Jam Buka

09.00–17.00 (masuk terakhir 16.40). Hari tutup 28 Desember–4 Januari.

Perkiraan Waktu

Kunjungan sekitar 30 menit–1 jam. Bila ingin bersantai memandang taman, sediakan waktu lebih longgar.

Pengalaman

Anda bisa menikmati bersantai di ruang tatami memandang taman dari beranda (engawa), teh hijau swalayan, wajah taman yang berubah tiap musim seperti dedaunan merah dan hijau segar, serta tur berpemandu di dalam kediaman selama 5–10 menit (sepanjang tahun).

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Yamaguchi

Apa Itu Chōfu Mōri-tei | Daya Tarik Kediaman Samurai yang Tersisa di Kota Kastil Chōfu

Chōfu Mōri-tei adalah kediaman bersejarah yang tersisa di kota kastil Chōfu, Kota Shimonoseki, Prefektur Yamaguchi. Ini merupakan spot wisata tempat Anda dapat mengenal budaya samurai melalui ruang tatami yang tenang dan taman Jepang.

Daripada fasilitas wisata yang ramai, tempat ini lebih cocok untuk meresapi perlahan wujud bangunan, ruang kosong taman, dan suasana ruang tatami.

Biaya masuknya terjangkau, yakni 210 yen untuk dewasa dan 100 yen untuk pelajar SD-SMP, sehingga tempat ini menarik untuk disinggahi dengan santai meski dalam waktu singkat.

Mengenal Kediaman Samurai yang Berkaitan dengan Keluarga Mōri Chōfu

Chōfu Mōri-tei adalah kediaman yang selesai dibangun pada tahun 1903 (Meiji 36) oleh Mōri Mototoshi, kepala keluarga generasi ke-14 keluarga Mōri Chōfu.

Terdapat bangunan utama yang megah bergaya kediaman samurai serta taman Jepang bergaya klasik yang dikelilingi tembok putih, yang hingga kini menyampaikan suasana bersejarah kota kastil Chōfu.

Di dalam kompleks, terbentang taman bergaya chisen-kaiyū-shiki (taman berjalan mengelilingi kolam) yang ditata dengan kolam, lumut, batu, dan pohon kaede (maple Jepang).

Melihat Anzaisho yang Berkaitan dengan Kaisar Meiji

Chōfu Mōri-tei juga dikenal sebagai anzaisho (kediaman sementara) tempat Kaisar Meiji menginap pada tahun 1902 (Meiji 35).

Sebagian ruangan yang berkaitan dengan masa sebelum bangunan selesai itu masih dipertahankan hingga kini sebagai ruang yang mengenang keadaan saat itu.

Anzaisho adalah istilah yang berarti istana sementara tempat kaisar menginap saat berada di luar.

Meresapi Bangunan dan Taman sebagai Satu Kesatuan

Daya tarik kediaman ini terletak pada pengalaman menikmati keseluruhan ruang seolah memandang taman dari beranda (engawa), bukan memisahkan bangunan utama saja atau taman saja.

Bagi yang berkunjung pertama kali, akan lebih mudah dipahami bila memperhatikan sudut pandang rendah rumah Jepang, ketenangan ruang tatami, serta kontras antara tembok putih dan hijau tanaman.

Wisatawan asing yang belum terbiasa dengan istilah bersejarah akan lebih mudah mengamati bila menguasai istilah berikut.

Istilah Arti Sudut Pandang
Bangunan utama (omoya) Bangunan pusat Tatami dan beranda
Tembok putih Pagar kediaman Keselarasan dengan lingkungan kota
Anzaisho Istana sementara Bobot sejarah
Taman Jepang Taman bergaya Jepang Ruang kosong dan musim

Meresapi Hunian Jepang dan Ketenangan di Bangunan Utama

Di bangunan utama, daripada terburu-buru mencari kemewahan, bila Anda menelusuri hubungan antarruang dan arah pandang yang terbuka ke taman, estetika hunian Jepang akan terlihat.

Bila memandang ruang dari sudut pandang rendah yang dekat dengan tatami, taman di luar jendela dan hiasan tokonoma (ceruk hias) akan terlihat lebih tenang.

Merendahkan Tubuh saat Memandang Ruang Tatami

Ruang tatami dibuat dengan asumsi merasakan ruang dari posisi dekat lantai, berbeda dengan budaya duduk di kursi.

Bila memandang taman dari dekat meja rendah (zataku) atau beranda, Anda bisa merasakan bagaimana bagian dalam dan luar bangunan terhubung dengan mulus.

Perhatikan Bunga Liar Musiman

Di bangunan utama dirangkai bunga liar musiman, yang menambahkan kesan kehidupan yang lembut pada bangunan bersejarah.

Di taman juga bisa dilihat bunga empat musim seperti tsuwabuki dan asebi. Bila Anda mengamati bukan hanya hiasan besar tetapi juga bunga kecil dan cara penataan wadahnya, keindahan sederhana shitsurai (penataan interior) Jepang akan tersampaikan.

Beristirahat Sambil Memandang Taman

Di Chōfu Mōri-tei, cara menghabiskan waktu dengan beristirahat sejenak sambil memandang taman juga menjadi salah satu daya tariknya.

Di dalam kediaman disediakan teh hijau swalayan, dan terdapat pula ruang teh "Enmoku-an".

Karena ada atau tidaknya sajian matcha (teh hijau Jepang) dan acara bisa berubah tergantung kondisi operasional, lebih aman memeriksa informasi di lokasi sebelum menggunakannya.

Daya Tarik Taman Jepang | Menikmati Wajah Tembok Putih, Dedaunan Musim Gugur, dan Hijau Segar

Taman chisen-kaiyū-shiki Chōfu Mōri-tei berkesan dengan pemandangan berlatar bangunan serta suasana tenang yang dikelilingi tembok putih.

Karena objek utamanya berganti tiap musim, Anda bisa menjumpai wajah yang berbeda menurut waktu kunjungan meski di tempat yang sama.

Terutama musim hijau segar dan musim gugur dengan momiji adalah periode populer ketika taman tampak semakin memukau.

Meresapi Taman sebagai Tempat untuk Dipandang, Bukan untuk Dilewati

Di taman Jepang, selain melihat bunga dan pohon dari dekat, waktu untuk memandang keseluruhan taman dari dalam ruangan juga penting.

Bila Anda menaruh pandangan sedikit lebih jauh, batu, tanaman, tembok putih, dan bangunan akan tampak menyatu sebagai satu pemandangan.

Membandingkan Cara Tampak Tiap Musim

Bila menyadari perbedaan musim, cara menikmati taman akan lebih mendalam.

Musim Kesan Poin Perhatian
Musim semi (haru) Lembut Warna bunga rumput
Awal musim panas Segar Bayangan hijau segar
Musim gugur (aki) Tenang Daun kaede dan tembok putih
Musim dingin (fuyu) Hening Bentuk ranting dan ruang kosong

Memotret dengan Komposisi yang Tak Merusak Ketenangan

Bila memotret, jangan hanya mengambil sudut terlalu lebar; masukkan shōji, tiang, atau beranda ke tepi bingkai agar kedalaman khas Chōfu Mōri-tei muncul.

Menunggu agar pengunjung lain tidak ikut terpotret juga merupakan kepedulian penting saat mengunjungi kediaman yang tenang.

Alur dan Cara Menikmati Kunjungan Pertama

Bila baru pertama kali mengunjungi Chōfu Mōri-tei, dengan berjalan dari pintu masuk ke bangunan utama, memandang taman, lalu beristirahat, Anda bisa memahami suasana kediaman tanpa memaksakan diri.

Perkiraan waktu kunjungan sekitar 30 menit hingga 1 jam. Bila ingin menghabiskan waktu santai memandang taman, lebih aman menyediakan waktu berlebih.

Karena keterangan di dalam bangunan dan area yang boleh dimasuki bisa berubah menurut operasional hari itu, prinsipnya berjalan dengan mengutamakan petunjuk di lokasi.

Merasakan Peralihan Ruang di Pintu Masuk

Saat masuk dari jalan kota kastil menuju kediaman, suasana beralih menjadi ketenangan yang berbeda dari jalan-jalan di kota.

Di sekitar gerbang dan tembok putih, meresapi perlahan suasana sebelum memasuki kediaman bersejarah akan membekas dalam ingatan.

Memeriksa Rute dan Papan Petunjuk di Bangunan Utama

Di dalam bangunan utama, penting untuk membedakan antara ruang yang dibuka untuk umum dan tempat yang tidak boleh dimasuki.

Karena fusuma, shōji, tokonoma, dan ranma (kisi hias di atas pintu) memiliki banyak bagian yang rapuh, lebih aman melihat dari jarak sedikit jauh tanpa menyentuh.

Manfaatkan Tur Berpemandu di Dalam Kediaman

Tur berpemandu di dalam kediaman, di mana petugas menjelaskan ciri arsitektur dan latar sejarah, diselenggarakan sepanjang tahun.

Waktunya singkat, sekitar 5–10 menit, cocok bagi yang ingin memahami daya tariknya dengan cepat.

Karena pada saat ramai bisa saja tidak dapat dilayani, sebaiknya yang berminat memeriksanya di resepsi pada hari itu.

Keluar dengan Kesan yang Membekas Setelah Memandang Taman

Bila di akhir Anda meluangkan waktu memandang taman, sejarah bangunan dan ketenangan taman akan membekas sebagai satu pengalaman.

Bila menoleh ke gerbang dan tembok putih di akhir kunjungan, ketenangan yang Anda lihat di kediaman akan lebih mudah membekas.

Alur kunjungan akan lebih berkesan bila Anda mengubah sudut pandang tiap situasi ketimbang berkeliling terburu-buru.

Situasi Yang Dilihat Yang Disadari
Pintu masuk Gerbang dan tembok putih Masuk dengan tenang
Bangunan utama Tatami dan ruangan Periksa petunjuk
Beranda Bentangan taman Sudut pandang rendah
Istirahat Kesan taman Waktu yang cukup

Cara Menuju, Biaya Masuk, dan Jam Buka Chōfu Mōri-tei

Chōfu Mōri-tei berada di Chōfu Sōsha-machi 4-10, Kota Shimonoseki, Prefektur Yamaguchi, terletak di pusat kota kastil Chōfu.

Mudah diakses baik dengan transportasi umum maupun mobil, dan lokasinya mudah dimasukkan ke dalam rencana perjalanan.

Memeriksa Biaya Masuk dan Jam Buka

Biaya masuk 210 yen untuk dewasa, 100 yen untuk pelajar SD-SMP, dan 100 yen untuk usia 65 tahun ke atas (warga Kota Shimonoseki/Kota Kitakyūshū). Untuk rombongan 20 orang lebih, menjadi 160 yen untuk dewasa dan 80 yen untuk pelajar SD-SMP.

Pemegang buku disabilitas (shōgaisha techō) dan buku pendidikan luar biasa (ryōiku techō) gratis.

Jam buka 09.00–17.00 (masuk terakhir 16.40), dengan hari libur 28 Desember–4 Januari.

Cara Menuju dengan Kereta, Bus, dan Mobil

Dari Stasiun JR Shimonoseki sekitar 23 menit dengan bus, dari Stasiun JR Chōfu sekitar 15 menit dengan bus; keduanya turun di halte bus "Jōkamachi Chōfu" lalu berjalan kaki sekitar 10 menit.

Dengan mobil, sekitar 25 menit dari Shimonoseki IC di Chūgoku Expressway. Informasi operasional dapat diperiksa melalui telepon (083-245-8090).

Poin Isi
Lokasi Chōfu Sōsha-machi 4-10, Kota Shimonoseki
Biaya masuk Dewasa 210 yen / Siswa SD-SMP 100 yen
Jam buka 09.00–17.00 (terakhir 16.40)
Hari libur 28 Desember–4 Januari

Etika Kunjungan yang Perlu Diketahui Wisatawan Asing

Karena Chōfu Mōri-tei adalah tempat untuk mengunjungi bangunan bersejarah, diperlukan sikap berjalan dengan tenang dan kepedulian agar tidak merusak pameran maupun perabot bangunan.

Aturan mengenai memotret dan area yang boleh dimasuki mengutamakan papan petunjuk di lokasi dan arahan staf.

Menahan Suara dan Gerakan di Ruang Tatami

Di ruang tatami, jangan berlari atau berbicara dengan suara keras, dan jangan mengganggu waktu pengunjung lain yang sedang memandang taman.

Bila barang bawaan besar, lebih aman berjalan dengan mendekatkannya ke tubuh agar tidak menyenggol tembok atau shōji.

Periksa Aturan Lokasi untuk Memotret

Boleh atau tidaknya memotret di dalam bangunan dan pada benda pameran bisa berbeda menurut tempatnya.

Di tempat yang ada larangan memotret, jangan memotret; dan di tempat yang boleh memotret pun, sebaiknya menahan diri menggunakan lampu kilat atau tripod.

Menikmati Tanpa Menyentuh Taman dan Perabot Bangunan

Tanaman, batu, lumut di taman, serta perabot bangunan lebih mudah rusak daripada yang terlihat.

Di taman Jepang, meresapi keselarasan keseluruhan dari jarak tertentu lebih penting daripada memastikannya lewat sentuhan.

Sikap saat berkunjung akan lebih mudah dijalankan bila dirangkum seperti berikut.

Situasi Tindakan Baik Tindakan yang Ditahan
Ruang tatami Berjalan tenang Berlari
Perabot bangunan Melihat dari jauh Menyentuh
Foto Periksa petunjuk Memotret tanpa izin
Taman Memandang pemandangan Masuk ke area tanaman

Kesimpulan | Tips Menikmati Chōfu Mōri-tei dengan Tenang

Chōfu Mōri-tei adalah kediaman tempat Anda bisa merasakan dengan tenang sejarah kota kastil Chōfu melalui bangunan utama bergaya kediaman samurai, taman Jepang chisen-kaiyū-shiki, dan anzaisho yang berkaitan dengan Kaisar Meiji.

Bagi wisatawan asing, ini adalah spot untuk merasakan ruang kediaman samurai, ruang hening taman Jepang, sekaligus cara menikmati waktu di ruang tatami.

Saat berkunjung, lebih aman bila selalu ingat untuk memeriksa papan petunjuk dan arahan staf di lokasi, berjalan dengan tenang, serta memandang tanpa menyentuh bangunan maupun taman.

Anda bisa merasakan suasana sejarah yang tersisa di kota kastil Chōfu melalui kediaman dan taman yang tenang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Chofu Mori-tei adalah kediaman bergaya rumah samurai yang selesai dibangun pada tahun 1903, terletak di kota istana Chofu, Kota Shimonoseki, Prefektur Yamaguchi. Kediaman ini dibangun oleh Mori Mottoshi, kepala keluarga Mori Chofu generasi ke-14, dan Anda bisa mengunjungi taman Jepang yang dikelilingi tembok putih serta bangunan utama beralas tatami. Dibanding Kozanji atau Taman Chofu yang ramai wisatawan, tempat ini lebih sepi sehingga bisa dinikmati dengan tenang.
A. Chofu Mori-tei dikenal karena pada tahun 1902, sebelum kediaman selesai, dijadikan anzaisho (kediaman sementara kaisar) tempat Kaisar Meiji menginap. Ruangan yang mengingatkan pada suasana saat itu masih dipertahankan hingga kini. Daripada kemegahan penampilan luarnya, daya tarik kunjungan justru terletak pada bobot sejarah "siapa yang pernah menginap di sini".
A. Taman bergaya kolam dengan jalur berkeliling ini terlihat paling indah pada awal musim panas dengan hijau segarnya dan pada musim gugur dengan daun berwarnanya. Daun maple biasanya paling indah dari pertengahan hingga akhir November, dan kontras tembok putih dengan daun merah sangat menawan untuk difoto. Setelah hujan reda, warna batu taman dan lumut tampak lebih pekat, jadi tak perlu berpaku pada cuaca cerah untuk menikmati keindahan taman yang tenang. Jadwalnya berubah tiap tahun, jadi sebaiknya dipastikan lebih dulu.
A. Biaya masuknya terjangkau, yaitu 210 yen untuk dewasa dan 100 yen untuk pelajar SD-SMP. Warga usia 65 tahun ke atas yang tinggal di Kota Shimonoseki atau Kota Kitakyushu dikenai 100 yen, dan pemegang buku disabilitas atau buku pendidikan terapi bisa masuk gratis dengan menunjukkannya. Karena Taman Chofu di sebelahnya memakai tiket terpisah, jika ingin mengunjungi keduanya, siapkan tiket masing-masing agar proses di loket lebih lancar.
A. Jam buka pukul 09.00 hingga 17.00, dengan masuk terakhir pukul 16.40. Hari liburnya hanya pada akhir dan awal tahun, 28 Desember hingga 4 Januari, jadi hampir buka sepanjang tahun. Karena Anda akan berjalan di ruangan tatami, saat hujan periksa dulu apakah kaus kaki basah di pintu masuk agar kunjungan lebih nyaman. Di musim dingin tatami terasa dingin, jadi kaus kaki tebal akan membuat kaki lebih nyaman.
A. Dari Stasiun JR Shimonoseki naik bus Sanden Kotsu sekitar 23 menit, dari Stasiun JR Chofu sekitar 15 menit, keduanya turun di halte "Jokamachi Chofu" lalu jalan kaki sekitar 10 menit. Banyak rute yang punya beberapa bus per jam, tetapi menjelang sore frekuensinya berkurang, jadi lebih aman memeriksa jadwal pulang lebih dulu. Dengan mobil, sekitar 25 menit dari Shimonoseki IC di Chugoku Expressway.
A. Waktu kunjungan diperkirakan 30 menit hingga 1 jam. Jika hanya melihat bangunan utama secara menyeluruh, sekitar 30 menit sudah cukup; jika ingin menikmati teh sambil memandang taman dari beranda, sediakan sekitar 1 jam agar lebih santai. Dengan memandang taman dari tatami pada tingkat pandangan yang rendah, Anda bisa merasakan langsung desain asli ruang gaya Jepang yang menyatukan dalam dan luar ruangan.
A. Di dalam kediaman tersedia teh hijau swalayan, dan Anda bisa menikmatinya secara gratis sambil memandang taman. Selain itu, jamuan matcha dengan kue tradisional musiman di ruang teh dikenai biaya, dengan harga matcha 600 yen. Meski kunjungan singkat, duduk beberapa menit di beranda saja sudah menjadi istirahat yang menyenangkan di sela jalan-jalan keliling kota istana. Ketersediaannya sebaiknya dipastikan di loket pada hari kunjungan.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.