15 Tempat Wisata Terbaik di Gifu dan Cara Menyusun Rute
Wisata Gifu menarik karena dalam satu perjalanan Anda bisa memadukan Shirakawa-go (desa warisan dunia), Hida Takayama (kota tua bersejarah), Gero Onsen (kota pemandian air panas), Shinhotaka Ropeway (kereta gantung pegunungan), serta kerajinan tradisional seperti Mino washi dan pisau Seki.
Jika baru pertama kali berkunjung, akan lebih mudah menyusun itinerary bila Anda membagi kandidat tujuan berdasarkan area yang mudah dijangkau, bukan hanya berdasarkan pemandangan yang ingin dilihat.
Pertama-tama, mari kita susun daftarnya agar Anda bisa mempersempit pilihan tempat wisata sesuai tujuan perjalanan.
| Tempat | Suasana | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Shirakawa-go | Desa rumah gasshō-zukuri | Pencinta rumah tua |
| Hida Takayama | Jalan-jalan kota | Kunjungan pertama |
| Magome-juku | Kota pos | Jelajah jalur kuno |
| Kota Udatsu | Kota saudagar | Pencinta arsitektur |
| Kastil Gifu | Kastel gunung | Pencinta sejarah |
| Ukai Nagaragawa | Budaya sungai | Pengalaman malam |
| Sekigahara | Sejarah Sengoku | Wisata edukasi |
| Gero Onsen | Kota onsen | Menginap |
| Shinhotaka | Pemandangan gunung | Pencinta alam |
| Air Terjun Yōrō | Air terjun dan hutan | Jalan santai |
| Gujō Hachiman | Kota air | Jalan-jalan kota |
| Kolam Monet | Pemandangan air | Wisata foto |
| Mino washi | Kerajinan tradisional | Pencinta aktivitas budaya |
| Ubin mozaik | Arsitektur modern | Wisata dalam ruangan |
| Pandai besi Seki | Budaya pisau | Pencinta kerajinan |
Untuk Kunjungan Pertama, Fokuskan Rute pada Hida atau Kota Gifu
Pada perjalanan pertama ke Gifu, area Hida yang mencakup Shirakawa-go, Hida Takayama, dan Gero Onsen, serta area Kota Gifu di sekitar Kastil Gifu dan Sungai Nagaragawa, sering menjadi kandidat utama.
Jika mengutamakan pemandangan pegunungan, pilihlah Hida; jika ingin melihat sejarah dan budaya sungai dalam waktu singkat, area sekitar Kota Gifu lebih mudah dipadukan.
Perjalanan dari Kota Gifu ke Takayama memakan waktu sekitar 2 jam sekali jalan. Jika menambahkan Shirakawa-go, Anda perlu berganti bus, sehingga itinerary menginap lebih realistis.
Tambahkan Pengalaman Budaya untuk Mengenal Gifu Lebih Mendalam
Mino washi, pisau Seki, dan ubin Tajimi adalah tema yang memungkinkan Anda merasakan industri dan kehidupan Gifu yang sulit dipahami hanya dengan melihat pemandangan.
Tempat-tempat ini juga cocok dikunjungi saat hujan atau ketika cuaca terlalu panas maupun dingin, dan bila dipadukan dengan wisata luar ruangan akan menambah variasi perjalanan.
Banyak fasilitas ini menawarkan pameran atau lokakarya, dengan harga tiket masuk sekitar 300–500 yen, sehingga mudah disinggahi di sela-sela perjalanan.
Tempat Wisata Gifu untuk Menikmati Kota Tua dan Situs Warisan Dunia
Wisata kota tua di Gifu bukan sekadar melihat bangunan yang dilestarikan, tetapi juga menikmati suasana kawasan yang masih dihuni warga.
Karena ada jalan sempit dan jalan pemukiman, sebaiknya perhatikan posisi berhenti saat mengambil foto agar tetap aman.
Desa Shirakawa-go dengan Rumah Gasshō-zukuri
Shirakawa-go adalah salah satu destinasi wisata ikonik di Gifu, tempat rumah bergaya gasshō-zukuri berpadu dengan pemandangan desa pegunungan.
Bersama Gokayama di Prefektur Toyama, desa ini terdaftar sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO pada tahun 1995 dengan nama "Desa Gasshō-zukuri Shirakawa-go dan Gokayama", dan menjadi lanskap desa yang terkenal di Jepang.
Atapnya dibuat sangat curam agar mudah mengalirkan salju dan hujan, dan teknik atap jerami yang diikat dengan tali tanpa paku masih dijaga hingga kini.
Karena desa ini merupakan destinasi wisata sekaligus tempat tinggal warga, berjalanlah dengan tertib, jangan memasuki pekarangan pribadi, dan jaga volume suara.
Kota Tua Hida Takayama
Hida Takayama adalah kawasan kota tua yang berkembang di sekitar kastel. Anda dapat menyusuri jalan yang dipenuhi rumah kayu (machiya) dan tempat pembuatan sake.
Di sekitar "Sanmachi-dōri", tiga jalur di Kamimachi dan Shimomachi dipenuhi machiya yang menyimpan jejak zaman Edo. Di sini, Anda dapat melihat dari dekat keahlian pertukangan kayu Hida.
Sekadar melihat etalase toko atau menyusuri gang sempit sudah menyenangkan, sehingga kawasan ini cocok dimasukkan ke itinerary pertama di Gifu.
Magome-juku
Magome-juku adalah kota pos di jalur Nakasendō dengan deretan rumah yang berbaris di sepanjang jalan bertanjakan berlapis batu.
Ini adalah pos ke-43 dari 69 pos jalur Nakasendō yang menghubungkan Edo dan Kyoto, kini termasuk dalam Kota Nakatsugawa, Prefektur Gifu, dan merupakan tempat yang berkaitan dengan sastrawan Shimazaki Tōson.
Karena jalurnya menanjak dan menurun, gunakan sepatu yang nyaman agar dapat menikmati suasana kota dan panorama sekitarnya dengan aman.
Menuju Tsumago-juku di sebelahnya tersedia jalan setapak pegunungan sepanjang sekitar 7,3 km atau sekitar 2 jam berjalan kaki, yang juga populer bagi pencinta jelajah jalur kuno.
Kota Udatsu no Agaru di Kota Mino
Di kawasan Udatsu no Agaru di Kota Mino, Anda dapat menelusuri sejarah kota penghasil washi sambil melihat dinding pencegah kebakaran yang masih terdapat pada rumah-rumah saudagar.
"Udatsu" adalah dinding pencegah kebakaran yang dibuat lebih tinggi satu tingkat di kedua ujung atap untuk mencegah penyebaran api, dan karena hanya rumah kaya yang bisa membuatnya, ini menjadi asal-usul ungkapan "udatsu ga agaru" (menjadi sukses).
Pada tahun 1999, kawasan ini ditetapkan sebagai Distrik Pelestarian Kelompok Bangunan Tradisional Penting Nasional dan mempertahankan tampilan kota saudagar dari zaman Edo dengan baik.
Dengan memperhatikan detail bangunan, Anda dapat memahami kecerdikan para saudagar sekaligus teknik pencegahan kebakaran pada masa lalu.
Tempat Wisata Gifu untuk Mengenal Sejarah Kastel dan Budaya Sungai
Area sekitar Kota Gifu dan Sekigahara cocok bagi mereka yang ingin mengenal zaman Sengoku dan budaya sungai.
Bila memadukan reruntuhan kastel dan tepi sungai di luar ruangan dengan fasilitas pameran, wisatawan yang tidak paham sejarah pun akan lebih mudah menangkap latar belakangnya.
Kastil Gifu dan Sekitar Gunung Kinka
Kastil Gifu adalah kastel gunung yang berkaitan dengan panglima perang era Sengoku, Saitō Dōsan dan Oda Nobunaga. Kastel ini berdiri di puncak Gunung Kinka setinggi 329 m.
Dahulu disebut Kastil Inabayama, dan konon pada tahun 1567 Nobunaga merebutnya, lalu mengubah nama daerah menjadi "Gifu" dan nama kastel menjadi Kastil Gifu, menjadikannya basis penyatuan Jepang.
Menuju puncak gunung memakan waktu sekitar 4 menit dengan Gifu Kinkazan Ropeway, dan tiket masuk menara utama biasanya 200 yen untuk dewasa dan 100 yen untuk anak-anak.
Dari sekitar puncak gunung terbentang pemandangan Sungai Nagaragawa dan Dataran Nōbi.
Karena menara utama dan fasilitas terkait terkadang ditutup untuk renovasi, periksa informasi terbaru sebelum berkunjung agar tidak kecewa saat tiba.
Ukai di Sungai Nagaragawa, Gifu
Ukai (penangkapan ikan dengan burung kormoran) di Sungai Nagaragawa adalah pertunjukan budaya malam khas Gifu, ketika permukaan sungai, cahaya obor, dan gerakan ushō (pawang kormoran) berpadu.
Ini adalah metode penangkapan ikan tradisional dengan sejarah lebih dari 1.300 tahun, dilakukan setiap malam dari 11 Mei hingga 15 Oktober setiap tahun, kecuali saat bulan purnama musim gugur dan saat air meluap.
Perahu penonton dapat dipesan secara daring atau melalui loket. Periksa jadwal operasional dan cara pemesanan menjelang hari kunjungan.
Museum Peringatan Medan Perang Sekigahara Gifu
Museum Peringatan Medan Perang Sekigahara Gifu dibuka pada tahun 2020 dan menyajikan sejarah Pertempuran Sekigahara melalui video serta pameran.
Daya tarik utamanya adalah "Ground Vision" yang diproyeksikan di lantai dan teater imersif yang menghadirkan suasana pertempuran. Tayangan video berlangsung sekitar 25 menit; harga tiket masuk umumnya 500 yen untuk dewasa, 300 yen untuk siswa SMA dan mahasiswa, serta gratis untuk siswa SMP ke bawah.
Pergerakan pasukan Timur dan Barat yang sulit dipahami hanya dari nama tempat medan perang akan lebih mudah dimengerti bila Anda berjalan di sekitarnya setelah melihat pameran.
Menikmati Alam Gifu dengan Onsen dan Pemandangan Pegunungan
Wisata alam Gifu mencakup gunung, sungai, air terjun, dan onsen yang dapat dipadukan dalam satu perjalanan.
Karena pemandangan di banyak tempat cepat berubah mengikuti cuaca, siapkan rencana cadangan jika panorama menjadi tujuan utama perjalanan.
Gero Onsen
Gero Onsen dikenal sebagai salah satu dari Tiga Sumber Air Panas Terbaik Jepang bersama Arima Onsen dan Kusatsu Onsen, dengan kota onsen yang membentang di sepanjang Sungai Hida.
Air panasnya bersifat alkalis dengan pH 9,2 dan dikenal dengan julukan "Bijin no Yu" (pemandian kecantikan) karena terasa lembut di kulit.
Gero Onsen cocok untuk perjalanan menginap yang santai maupun sebagai bagian dari rute menuju Hida Takayama atau Nakasendō.
Shinhotaka Ropeway
Shinhotaka Ropeway adalah destinasi populer untuk menikmati panorama Alpen Utara dari kawasan Okuhida Onsen.
Ropeway kedua adalah satu-satunya gondola dua tingkat di Jepang, dan dari dek observasi Stasiun Nishihotakaguchi setinggi 2.156 m terbentang panorama 360 derajat pegunungan Yari dan Hotaka.
Karena status operasional di area pegunungan bisa berubah akibat cuaca atau pemeriksaan, sebaiknya periksa dulu status operasional hari itu sebelum berangkat.
Air Terjun Yōrō
Air Terjun Yōrō adalah air terjun ikonik di Kota Yōrō, dengan tinggi 30 m dan lebar sekitar 4 m. Tempat ini terpilih dalam 100 Air Terjun Terbaik Jepang dan 100 Mata Air Terbaik Jepang.
Air terjun ini juga dikenal lewat "Legenda Anak Berbakti Yōrō" yang menceritakan air terjun berubah menjadi sake, dan di Taman Yōrō sekitarnya tersedia jalur setapak untuk merasakan air dan hijaunya alam.
Setelah hujan atau pada musim dingin, perhatikan kondisi jalur dan gunakan pakaian serta sepatu yang sesuai agar kunjungan tetap aman dan nyaman.
Menjelajahi Kota Air dan Spot Foto Terbaik di Gifu
Gifu juga memiliki tempat wisata yang mengandalkan keindahan alami kanal, kolam, dan aliran sungai, bukan atraksi buatan.
Karena pemandangan tepi air berubah mengikuti cuaca dan musim, jangan hanya berfokus pada foto. Padukan dengan wisata kota di sekitarnya agar pengalaman lebih lengkap.
Gujō Hachiman
Gujō Hachiman dikenal sebagai kota kastel bersejarah yang dikelilingi kanal air, di mana Anda bisa menikmati kota tua dan pemandangan air jernih sekaligus.
Daya tariknya adalah mata air "Sōgi-sui" yang terpilih sebagai nomor 1 dari 100 Mata Air Terbaik oleh Kementerian Lingkungan Hidup, serta Kastil Gujō Hachiman yang dibangun kembali pada tahun 1933 sebagai menara kastel hasil rekonstruksi kayu tertua di Jepang.
Pada musim panas diadakan "Gujō Odori", sehingga kota ini dicintai sebagai kota air dan tarian.
Karena kanal berada dekat dengan permukiman warga, hindari mencondongkan badan ke tepi air saat memotret dan hormati aktivitas masyarakat setempat.
Kolam Tanpa Nama (Kolam Monet)
Kolam tanpa nama di Itadori, Kota Seki, memiliki air jernih, bunga teratai, dan ikan koi (nishikigoi) yang mengingatkan pada lukisan Claude Monet.
Ini adalah kolam penampungan yang memanfaatkan mata air Gunung Kōga di sisi jalan menuju Kuil Nemichi; warnanya berubah tergantung sudut pandang dan musim, dan namanya berasal dari kesannya yang mengingatkan pada lukisan "Water Lilies" karya pelukis Claude Monet.
Periode terbaik untuk berkunjung adalah sekitar akhir Mei hingga akhir Oktober saat bunga teratai mekar. Tempat ini dapat dinikmati gratis tanpa biaya masuk.
Karena kolam ini bukan fasilitas wisata berskala besar, bergantianlah dengan pengunjung lain dan hindari menggunakan tripod atau menempati satu lokasi terlalu lama.
Tempat Wisata Indoor di Gifu untuk Mengenal Kerajinan Tradisional
Dengan memasukkan wisata indoor, itinerary menjadi lebih fleksibel saat cuaca buruk dan budaya kerajinan Gifu lebih mudah dipahami.
Karena jadwal pameran dan lokakarya berbeda di setiap fasilitas, periksa ketersediaannya terlebih dahulu jika aktivitas tersebut menjadi tujuan utama.
Balai Desa Mino Washi
Di Balai Desa Mino Washi, Anda bisa mempelajari sejarah, teknik, dan pemanfaatan modern Mino washi melalui pameran.
Balai ini memperkenalkan teknik pembuatan kertas tangan "Hon-Minoshi" yang terdaftar sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, dengan tiket masuk 500 yen untuk dewasa dan 250 yen untuk siswa SD dan SMP.
Pengalaman membuat kertas dari bahan kōzo (biaya tambahan 500 yen, durasi sekitar 20–30 menit) dapat menjadi kenang-kenangan sekaligus cara memahami kerajinan Jepang secara langsung.
Museum Ubin Mozaik Kota Tajimi
Museum Ubin Mozaik Kota Tajimi adalah fasilitas dengan arsitektur unik yang terletak di Kasahara-chō, daerah yang dikenal sebagai penghasil ubin.
Daya tarik utamanya adalah fasad bertema tambang tanah liat yang dirancang oleh arsitek Fujimori Terunobu. Museum ini dibuka pada tahun 2016; harga tiket pameran tetap 310 yen dan gratis untuk siswa SMA ke bawah.
Dengan memahami bagaimana ubin kecil dalam beragam warna dan bentuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari, Anda dapat menikmati pameran sekaligus arsitektur museumnya.
Balai Warisan Pandai Besi Seki
Di Balai Warisan Pandai Besi Seki, Anda bisa mengenal teknik penempaan dan budaya pisau yang diwariskan di Seki melalui pameran.
Balai ini memperkenalkan sejarah pandai besi Seki yang telah berlangsung lebih dari 700 tahun serta memamerkan pedang Jepang karya empu seperti "Kanemoto" dan "Kanesada". Harga tiket masuknya 300 yen untuk dewasa, 200 yen untuk siswa SMA, dan 100 yen untuk siswa SD dan SMP.
Jadwal demonstrasi penempaan pedang tradisional dapat berubah menurut musim. Jika demonstrasi menjadi tujuan utama, periksa jadwalnya terlebih dahulu.
Tips Menyusun Perjalanan Wisata Gifu
Karena jangkauan perpindahan di dalam Prefektur Gifu luas, penting untuk tidak menjejalkan terlalu banyak tempat wisata sekaligus.
Bila membaginya per area seperti Hida, Kota Gifu, Chūnō, Tōnō, dan Seinō, perjalanan akan lebih santai tanpa dikejar waktu tempuh.
| Tujuan perjalanan | Kombinasi | Suasana |
|---|---|---|
| Wisata klasik | Shirakawa-go + Takayama | Jepang kuno |
| Wisata onsen | Takayama + Gero | Cocok menginap |
| Wisata sejarah | Kastil Gifu + Sekigahara | Budaya Sengoku |
| Wisata tepi air | Gujō + Kolam Monet | Pemandangan tenang |
| Wisata kriya | Mino + Seki | Kriya |
Periksa Transportasi Umum per Area
Di dalam Prefektur Gifu ada tempat yang bisa dijangkau dengan kereta atau bus, tetapi di tempat wisata pegunungan atau pinggiran perlu diperhatikan frekuensi dan sambungannya.
Setelah menentukan hari kunjungan, periksa jadwal operator transportasi dan pastikan jadwal perjalanan pulang.
Pilih Tempat yang Tampilannya Berubah menurut Musim
Shirakawa-go, Shinhotaka, Air Terjun Yōrō, dan Gujō Hachiman memiliki pemandangan dan kemudahan berjalan yang berubah menurut musim.
Pemandangan salju Shirakawa-go serta daun musim gugur (momiji) Hida dan Okuhida dipengaruhi kondisi musim, sehingga perlu persiapan menghadapi udara dingin dan tumpukan salju.
Bila menjadikan pemandangan salju atau daun musim gugur sebagai tujuan, karena juga dipengaruhi cuaca dan kondisi lalu lintas, penting membuat rencana yang tidak memaksakan diri.
Hormati Kawasan yang Masih Dihuni Warga
Shirakawa-go, Magome-juku, Gujō Hachiman, dan kota tua Mino adalah destinasi wisata yang juga masih dihuni warga.
Jangan memasuki lahan pribadi, menghalangi jalan saat memotret, atau berbicara terlalu keras agar kunjungan tidak mengganggu masyarakat setempat.
Kesimpulan
Daftar 15 tempat wisata terbaik di Gifu mencakup destinasi klasik seperti Shirakawa-go dan Hida Takayama, serta Kastil Gifu, Sungai Nagaragawa, Gero Onsen, Gujō Hachiman, Mino washi, dan kerajinan pandai besi Seki.
Pada perjalanan pertama, lebih mudah menyusun jadwal yang santai bila Anda menentukan dulu pemandangan yang ingin dilihat, lalu menghubungkan tempat wisata di area yang sama.
Karena jam buka, status operasional, ketersediaan aktivitas, dan ketentuan masuk dapat berubah, periksa informasi terbaru sebelum berangkat. Setelah itu, nikmati kota tua, alam, dan budaya khas Gifu dengan nyaman.













Ulasan (0)