Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Yoro Park, Air Terjun Yoro & Alam Kaki Gunung

Yoro Park, Air Terjun Yoro & Alam Kaki Gunung

Yoro Park di Gifu cocok untuk wisata alam menuju Air Terjun Yoro dan kaki Gunung Yoro. Simak legenda mata air, tips pakaian, aturan foto, dan info taman.

Ringkasan Cepat

Sekilas Daya Tarik

Taman Yoro di Prefektur Gifu adalah spot jalan-jalan alam di kaki gunung tempat Anda bisa menikmati hijau segar, dedaunan musim gugur, dan suara air aliran jernih, dengan pusatnya "Air Terjun Yoro" yang termasuk 100 Air Terjun Terbaik Jepang.

Daya Tarik

Air Terjun Yoro setinggi 30 m dan lebar sekitar 4 m, Mata Air Kikusui yang termasuk 100 Mata Air Terbaik Jepang, legenda Yoro Koshi Monogatari (kisah anak berbakti Yoro), jalur jalan-jalan dengan 7 jembatan, serta fasilitas seni seperti Yoro Tenmei Hantenchi (Site of Reversible Destiny).

Akses

Dari Stasiun Yoro jalur Yoro Railway sekitar 10 menit berjalan kaki ke pintu masuk taman, dan ke air terjun sekitar 50 menit berjalan kaki. Dari tempat parkir berbayar Air Terjun Yoro sekitar 5 menit berjalan kaki.

Perkiraan Waktu Kunjungan

Dari tempat parkir gratis di pintu masuk air terjun sekitar 30–40 menit sekali jalan, dan dari tempat parkir berbayar sekitar 5 menit ke air terjun. Pada periode tertentu juga dioperasikan bus antar-jemput dan kart gratis.

Musim yang Disarankan

Hijau segar di musim semi dan dedaunan musim gugur pada pertengahan November hingga awal Desember sangat populer dan menjadi puncak keindahannya.

Pengalaman

Anda bisa berjalan-jalan menuju Air Terjun Yoro dan menikmatinya dengan memadukan 7 jembatan yang melintasi anak sungai yang mengalir dari air terjun, Mata Air Kikusui, dan Yoro Tenmei Hantenchi.

Catatan tentang Pakaian dan Persiapan

Karena jalur jalan-jalan menuju air terjun melewati tanjakan dan tepi air, datang dengan pakaian yang nyaman bergerak dan sepatu yang nyaman berjalan akan lebih aman.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Gifu

Apa itu Taman Yōrō | Taman Provinsi dengan Air Terjun Yōrō, Alam, dan Seni

Spot untuk Merasakan Air Terjun Yōrō dan Alam di Yōrō-chō, Prefektur Gifu

Taman Yōrō adalah taman yang dikelola provinsi yang membentang di kaki Gunung Yōrō di Yōrō-chō, Kabupaten Yōrō, Prefektur Gifu, dan merupakan taman bersejarah yang dibuka pada tahun 1880 (era Meiji ke-13).

Di dalam taman yang memanfaatkan bentuk alam, tersebar berbagai fasilitas dan tempat menarik dengan tujuan berbeda, seperti Air Terjun Yōrō yang terpilih dalam 100 Air Terjun Terbaik Jepang, Yōrō Tenmei Hantenchi (taman seni), dan Gifu Kodomo no Kuni (negeri anak-anak Gifu).

Daya tarik Taman Yōrō adalah Anda bisa menikmati seni dan spot istirahat di tengah perjalanan menuju air terjun.

Alasan Taman Yōrō Mudah Dinikmati Wisatawan Mancanegara

Karena Taman Yōrō adalah tempat yang dinikmati dengan berjalan kaki di luar ruangan, Anda bisa bersantai sambil memotret atau memandang pemandangan musiman.

Tidak seperti wisata di area perkotaan, tempat ini cocok bagi wisatawan yang ingin merasakan alam Jepang melalui udara jernih di kaki gunung dan suara air dari dekat.

Musim semi saat dedaunan hijau muda (shinryoku) indah, serta pertengahan November hingga awal Desember saat daun musim gugur (momiji) berada pada puncaknya, adalah periode yang sangat populer.

Karena area taman luas, Anda tidak akan mudah tersesat jika menentukan tempat yang ingin dituju terlebih dahulu sebelum berjalan.

Daya Tarik Utama Sebelum Menuju Air Terjun Yōrō

Air Terjun Yōrō, Spot Terkenal yang Masuk 100 Air Terjun Terbaik Jepang

Air Terjun Yōrō adalah pemandangan alam yang mewakili Taman Yōrō.

Air terjun ini dikenal karena terpilih dalam 100 Air Terjun Terbaik Jepang.

Tingginya 30 m dan lebarnya sekitar 4 m, dan Anda bisa melihat dari dekat aliran air yang jatuh menghantam bebatuan.

Sejak dahulu juga dikenal sebagai tempat termasyhur yang dikunjungi para sastrawan dan seniman, serta disebut juga "Air Terjun Bakti" (Kōkō no Taki).

Karena sekitar air terjun pijakannya mudah basah, akan lebih aman jika Anda mengunjunginya dengan sepatu yang nyaman untuk berjalan.

Latar Belakang Kisah Anak Berbakti Yōrō dan 100 Mata Air Terbaik

Di sekitar Air Terjun Yōrō diwariskan "Yōrō Kōshi Monogatari" (kisah anak berbakti Yōrō), yang menceritakan air terjun yang berubah menjadi sake.

Air Terjun Yōrō dan Kikusui-sen (mata air) diperkenalkan sebagai 100 Mata Air Terbaik (Meisui Hyakusen) oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Kikusui-sen juga dicintai sebagai mata air yang mewakili daerah ini.

Jika Anda berjalan setelah mengetahui legenda yang berkaitan dengan air, Anda bisa menikmati tidak hanya pemandangan, tetapi juga kisah daerah ini.

Spot Menarik yang Ingin Disinggahi di Sekitar Air Terjun Yōrō

Kuil Yōrō dan Mata Air Kikusui-sen

Di sekitar Air Terjun Yōrō terdapat tempat menarik yang memadukan alam dan kepercayaan, seperti Yōrō-jinja (kuil) dan Kikusui-sen.

Kikusui-sen berada di dalam area Yōrō-jinja, dan merupakan spot yang diperkenalkan sebagai mata air yang menyembur dari pegunungan Yōrō.

Diwariskan pula sebagai mata air jernih yang konon pernah dipakai mandi oleh Kaisar Genshō, sehingga Anda bisa merasakan latar belakang 100 Mata Air Terbaik.

Di tempat yang bersuasana tenang, hindari berbicara terlalu keras dan usahakan tidak mengganggu orang yang sedang beribadah atau berjalan-jalan.

Menikmati Jembatan dan Jalan Setapak

Di sungai kecil yang mengalir dari air terjun, terbentang 7 jembatan dengan ciri yang berbeda-beda.

Jembatan-jembatan di dalam taman dicintai sebagai tempat istirahat saat berjalan-jalan dan untuk berfoto.

Saat berhenti di atas jembatan, akan lebih aman jika Anda tidak menghalangi arus lalu lalang orang.

Cara Menjelajahi Taman Yōrō untuk Wisatawan Mancanegara Pemula

Menyiapkan Sepatu dan Pakaian untuk Mengantisipasi Jalan Setapak yang Licin

Taman Yōrō adalah taman luar ruangan yang memanfaatkan bentuk alam.

Karena jalan setapak bisa menjadi licin tergantung cuaca, disarankan untuk datang dengan pakaian yang nyaman bergerak dan sepatu yang nyaman untuk berjalan.

Khususnya saat menuju air terjun, akan lebih nyaman jika Anda menganggap lingkungannya berbeda dari jalan perkotaan yang beraspal.

Memeriksa Cuaca, Keamanan, dan Penutupan Sementara

Jika keamanan tidak dapat dipastikan karena hujan lebat, salju lebat, atau angin kencang, Taman Yōrō terkadang ditutup sementara.

Jika Anda memeriksa informasi operasional sebelum berangkat, Anda akan lebih mudah menanggapi perubahan rencana.

Hindari berjalan-jalan setelah tutup atau pada waktu gelap, dan berjalanlah pada waktu yang masih terang dengan waktu yang cukup luang.

Cara Menuju Taman Yōrō dan Informasi Dasar Penggunaan Taman

Cara Menuju dari Stasiun Yōrō Jalur Yōrō Tetsudō dan Tempat Parkir

Jika menggunakan transportasi umum, Anda dapat mencapai Taman Yōrō dengan berjalan kaki sekitar 10 menit dari Stasiun Yōrō di jalur Yōrō Tetsudō.

Karena jarak dari Stasiun Yōrō hingga Air Terjun Yōrō diperkirakan sekitar 50 menit berjalan kaki, jika tujuan utama Anda adalah air terjun, akan lebih praktis jika mempertimbangkan penggunaan tempat parkir atau shuttle di dalam taman.

Saat berkunjung dengan mobil, di dalam taman tersebar tempat parkir gratis dan berbayar yang sesuai dengan fasilitas tujuan.

Dari tempat parkir berbayar Air Terjun Yōrō, perkiraan ke air terjun sekitar 5 menit berjalan kaki, dan dari tempat parkir gratis pintu masuk air terjun, perkiraannya 30–40 menit sekali jalan.

Karena bus shuttle gratis dan shuttle cart dari/ke Stasiun Yōrō terkadang beroperasi dalam periode terbatas, akan lebih tenang jika Anda memeriksa informasi operasionalnya.

Memeriksa Jam Buka, Hari Libur, dan Masing-masing Fasilitas

Jam buka keseluruhan Taman Yōrō adalah pukul 9.00–17.00, dan hari libur adalah hari Selasa (jika hari libur nasional, maka hari berikutnya) serta akhir-awal tahun.

Karena masing-masing fasilitas di dalam taman memiliki jam penggunaan dan harga tiket yang berbeda, jika Anda juga mengunjungi Yōrō Tenmei Hantenchi atau fasilitas olahraga, periksalah informasi tiap fasilitas.

Meski hanya berjalan di sekitar air terjun, kondisinya bisa berubah karena cuaca atau pekerjaan konstruksi.

Hal yang Perlu Diperhatikan tentang Pemotretan, Barang Bawaan, dan Hewan Peliharaan di Taman Yōrō

Etika Pemotretan Foto dan Siaran Langsung

Pemotretan di dalam taman dilarang jika menjadi tindakan yang mengganggu pengunjung lain.

Pengunjung diminta menahan diri dari pemotretan yang menguasai suatu tempat untuk sementara waktu, serta siaran langsung yang mengganggu orang lain.

Pemotretan komersial terkadang memerlukan izin, dan karena proses pengajuan ke Prefektur Gifu (Kantor Pekerjaan Umum Ōgaki) memakan waktu sekitar 2–3 minggu, jika hal ini berlaku, periksalah terlebih dahulu.

Barang Larangan dan Aturan Hewan Peliharaan

Di dalam taman, hal-hal seperti penggunaan api, pemasangan tenda, dan membawa sepeda masuk ke area fasilitas diinformasikan sebagai hal yang dilarang.

Pesawat tanpa awak seperti drone dan pesawat radio kontrol juga termasuk barang yang dilarang dibawa.

Hewan peliharaan (anjing peliharaan) boleh diajak, namun Anda perlu mematuhi area larangan membawa masuk dan mengikuti aturan penggunaan taman dengan hewan peliharaan.

Kesimpulan | Menikmati Alam Kaki Gunung dengan Air Terjun Yōrō sebagai Pusat Kunjungan

Taman Yōrō adalah tempat untuk mengenal legenda 100 Mata Air Terbaik, Kuil Yōrō, jalan setapak dengan jembatan, dan fasilitas seni, dengan Air Terjun Yōrō sebagai pusat kunjungan.

Bagi yang baru pertama kali berkunjung, akan lebih mudah berjalan jika menjadikan air terjun sebagai tujuan utama dan mempersempit tempat menarik yang ingin dituju.

Sebelum berkunjung, periksalah status pembukaan dan aturan penggunaan, lalu nikmatilah alam kaki gunung dengan perlahan menggunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Yoro Falls adalah air terjun terkenal setinggi sekitar 30 m dan lebar sekitar 4 m, yang terpilih dalam "100 Air Terjun Terbaik Jepang". Karena legenda bakti anak yang muncul dalam kumpulan kisah "Jikkinsho" dari zaman Kamakura, air terjun ini juga disebut "Air Terjun Bakti". Tersedia jalan setapak yang bisa membawa Anda dekat ke kolam air terjun, sehingga Anda bisa merasakan kekuatan percikan airnya.
A. Ini adalah kisah bakti seorang anak penebang kayu yang miskin, di mana air terjun berubah menjadi sake kesukaan ayahnya dan memancar keluar. Konon Kaisar Gensho yang terkesan dengan kisah ini mengubah nama era menjadi "Yoro" pada tahun 717. Ini adalah anekdot langka terkait penggantian nama era di Jepang, yang diwariskan hingga ke nama tempat dan nama perusahaan sake.
A. Kikusui-sen adalah mata air terkenal yang memancar di area Kuil Yoro, terpilih dalam "100 Mata Air Terbaik" oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Air ini dikenal sebagai "air peremajaan", konon ketika Kaisar Gensho membasuh bagian yang sakit dengan air ini, rasa sakitnya sembuh. Ini menjadi tempat singgah tersembunyi, di mana banyak orang membawa botol plastik untuk mengambil airnya.
A. Dari Stasiun Yoro (Yoro Railway), pintu masuk taman dapat dicapai sekitar 10 menit berjalan kaki, dan menuju air terjun sekitar 50 menit berjalan kaki. Karena sepanjang perjalanan terus menanjak landai, jika hanya menargetkan air terjun, menggunakan parkir Yoro Falls berbayar dapat mempersingkat jarak berjalan kaki menjadi sekitar 5-10 menit. Memilih sesuai stamina dan cuaca akan terasa lebih ringan.
A. Area parkir yang dikelola taman gratis, sedangkan parkir swasta Yoro Falls yang paling dekat dengan air terjun berbayar. Dari parkir gratis di pintu masuk taman, Anda perlu berjalan sekitar 30–40 menit satu arah, jadi pilihlah berdasarkan apakah Anda ingin menghemat biaya atau mengurangi jarak berjalan. Pada musim daun merah, area parkir cepat penuh, jadi datang lebih awal akan lebih aman.
A. Yoro Tenmei-Hantenchi di dalam taman bertarif 850 yen untuk dewasa, 550 yen untuk pelajar SMA, dan 350 yen untuk pelajar SD-SMP, dengan masuk terakhir pukul 16:30. Ini adalah seni interaktif karya seniman Shusaku Arakawa dan penyair Madeline Gins, di mana Anda dapat merasakan sensasi unik berjalan di tanah miring dan lapangan berbentuk mangkuk. Nikmatilah dengan sepatu yang nyaman untuk berjalan.
A. Daun merah biasanya mencapai puncak pada pertengahan November hingga awal Desember, ketika pohon momiji dan kaede di kaki Gunung Yoro berubah menjadi merah dan kuning. Jalan setapak menuju air terjun berubah menjadi terowongan momiji, dan waktu pagi saat cahaya miring menembus daun adalah yang paling cerah. Akhir pekan ramai, jadi kunjungan di hari kerja menjadi pilihan tepat.
A. Gifu Kodomo no Kuni di dalam taman tidak memungut biaya masuk dan dilengkapi kolam renang serta area permainan atletik, sehingga populer bagi keluarga. Tempat ini buka pukul 9:00–16:30 dan tutup lebih awal daripada area air terjun, jadi sebaiknya kunjungi area bermain anak terlebih dahulu lalu lanjutkan ke air terjun pada sore hari.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.