Gunma saat musim gugur, 2 hari 1 malam: pisahkan kunjungan Teriha-kyō dan Kusatsu Onsen per hari
Meski sama-sama berada di Prefektur Gunma, Teriha-kyō dan Kusatsu Onsen dipisahkan pegunungan. Membagi hari 1 untuk menikmati dedaunan musim gugur dari mobil sekaligus perjalanan panjang, lalu hari 2 untuk berjalan-jalan di kota Kusatsu Onsen, membuat jadwal lebih ringan.
Teriha-kyō tidak memiliki tempat parkir maupun jalur pejalan kaki, dan tidak dapat dicapai dengan transportasi umum. Karena itu, contoh rute ini mengasumsikan perjalanan dengan mobil.
Fokus pada 1 pengalaman utama setiap hari
Pada hari pertama, utamakan menikmati Teriha-kyō dari jendela mobil. Setelah tiba di Kusatsu Onsen, batasi kegiatan pada pemandian penginapan dan area sekitar Yubatake agar tidak perlu terburu-buru melewati jalan pegunungan yang gelap.
Pada hari 2, gabungkan onsen yang menerima pengunjung tanpa menginap dengan Taman Sai-no-Kawara Kōen dalam jangkauan berjalan kaki, sehingga tidak perlu berkali-kali memindahkan mobil.
Periksa perkembangan warna daun dan informasi jalan menjelang keberangkatan
Perubahan warna daun di pegunungan dipengaruhi ketinggian dan suhu. Warna dedaunan di Teriha-kyō dan Kusatsu Onsen belum tentu sama pada hari yang sama.
Jangan menetapkan waktu kunjungan hanya berdasarkan tanggal puncak warna pada tahun-tahun sebelumnya. Periksa informasi dedaunan terbaru, pembatasan jalan, dan cuaca sebelum berangkat.
Tentukan kerangka perjalanan 2 hari terlebih dahulu
Gunakan tabel berikut sebagai dasar, lalu sesuaikan urutannya dengan waktu tiba di penginapan, informasi operasional pemandian, dan waktu matahari terbenam di pegunungan.
| Waktu | Pengalaman utama | Perhatian saat perjalanan |
|---|---|---|
| Pagi hari 1 | Menikmati Teriha-kyō dari jendela mobil | Jangan mencari tempat untuk berhenti |
| Siang hingga sore hari 1 | Perjalanan menuju Kusatsu Onsen | Lewati jalan pegunungan selagi terang |
| Menjelang petang hari 1 | Yubatake dan pemandian penginapan | Batasi pada area yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki |
| Hari 2 | Kusatsu Santō dan taman | Beri jeda antarwaktu berendam |
Pagi hari 1: nikmati dedaunan musim gugur Teriha-kyō dari jendela mobil
Teriha-kyō adalah ngarai dengan 11 air terjun besar dan kecil yang tersebar di sepanjang Sungai Yunokoya-gawa. Konon, nama air terjunnya diberikan oleh Mizuhara Shūōshi.
Di ngarai ini, 11 air terjun besar dan kecil tersebar di sepanjang sekitar 5 km aliran Sungai Yunokoya-gawa.
Pahami bahwa tempat ini bukan untuk dijelajahi dengan berjalan kaki
Menurut panduan setempat, tidak tersedia tempat parkir maupun jalur pejalan kaki. Jadi, tempat ini bukan lokasi untuk berjalan turun mendekati air terjun atau memarkir mobil di bahu jalan demi berfoto.
Penumpang dapat menikmati keindahan ngarai dari jendela, sedangkan pengemudi perlu berkonsentrasi pada ruas sempit dan kendaraan dari arah berlawanan tanpa teralihkan oleh pemandangan.
Nikmati 11 air terjun melalui nama dan variasi aliran airnya
Mengenal nama air terjun seperti Senryū-no-Taki, Iwana-no-Taki, Hakuryū-no-Taki, dan Yamabiko-no-Taki lewat peta sebelumnya akan memberi cerita pada pemandangan yang sekilas terlihat dari jendela.
Selain daun merah dan kuning, perhatikan juga putihnya air, batu hitam, serta hijau tua pepohonan yang selalu hijau untuk melihat lapisan warna seluruh ngarai.
Utamakan melintas dengan aman daripada mengambil foto
Mencari tempat berhenti langsung di lokasi dapat membahayakan kendaraan di belakang dan pejalan kaki. Karena itu, prinsip dasarnya adalah tetap tidak menghentikan mobil, sekalipun tujuannya berfoto.
Jika penumpang mengambil foto, jangan mengeluarkan tangan atau peralatan dari jendela, dan jangan menghalangi rambu jalan maupun pandangan pengemudi.
Siang hingga sore hari 1: melintasi jalan pegunungan menuju Kusatsu Onsen
Perjalanan dari Teriha-kyō ke Kusatsu Onsen cukup panjang karena melintasi kawasan pegunungan. Jangan menambah tempat wisata di tengah jalan; utamakan istirahat dan bahan bakar.
Pilih rute berdasarkan informasi lalu lintas hari itu
Kondisi jalan pegunungan dapat berubah akibat cuaca, batu runtuh, pekerjaan jalan, atau penutupan musiman. Sebelum berangkat, cocokkan pemberitahuan pengelola jalan dengan layanan peta.
Jangan memaksakan diri masuk ke jalan sempit hanya karena ditampilkan sebagai rute terpendek. Jika ragu saat harus berpapasan dengan kendaraan lain, pilih memutar melalui jalan utama.
Usahakan tiba di Kusatsu sebelum matahari terbenam
Pada musim gugur, bagian jalan pegunungan yang teduh lebih cepat gelap sehingga daun gugur dan permukaan jalan basah makin sulit terlihat. Karena itu, jangan menghabiskan waktu di Teriha-kyō melebihi rencana.
Periksa batas waktu kedatangan penginapan. Jika kemungkinan terlambat, kurangi tempat singgah dan hubungi penginapan.
Parkirkan mobil di Kusatsu, lalu beralih berjalan kaki
Setelah memarkir mobil di penginapan atau tempat parkir yang dapat digunakan, berjalan kaki dengan Yubatake sebagai pusat kegiatan membuat Anda tidak perlu berulang kali mengemudi di jalan sempit kota onsen.
Titipkan barang bawaan di penginapan dan bawa tas kecil saja saat keluar, agar kedua tangan leluasa digunakan di jalan batu yang basah dan tanjakan.
Menjelang petang hari 1: berkenalan dengan Kusatsu lewat Yubatake dan pemandian penginapan
Pada hari kedatangan, fokus pada pemandangan Yubatake dan onsen penginapan tanpa mengunjungi banyak pemandian. Dengan begitu, tubuh dapat beristirahat setelah mengemudi sambil menyesuaikan diri dengan air Kusatsu.
Lihat bagaimana onsen membentuk kota di Yubatake
Di Yubatake, Anda dapat mengamati air panas yang melimpah mengalir melalui talang kayu, sementara uap dan aroma belerang menyebar di pusat kota.
Di tempat yang ramai pejalan kaki, jangan berhenti mendadak untuk berfoto atau mengulurkan tangan ke instalasi yang dialiri air panas maupun ke bagian dalam pagar.
Batasi berendam pertama pada penginapan atau satu pemandian
Air Kusatsu sangat asam dan kadang terasa panas, jadi saat pertama kali masuk, berendamlah sebentar dan siram tubuh dengan air pemandian terlebih dahulu agar terbiasa dengan suhunya.
Jika memiliki luka pada kulit atau mengkhawatirkan kondisi kesehatan, jangan memaksakan diri. Setelah berendam, minumlah air dan beristirahat di kamar.
Saat berjalan malam hari, waspadai pijakan dan udara dingin
Meski tubuh terasa hangat setelah berendam, udara luar dapat membuatnya cepat dingin. Bawa pakaian luar dan gunakan sepatu yang tidak licin.
Agar lebih tenang, nikmati makan atau berjalan-jalan di area yang jalur pulangnya ke penginapan sudah Anda pahami, tanpa memasuki gang yang minim penerangan.
Pagi hari 2: pilih pemandian Kusatsu Santō sesuai tujuan
Kusatsu Santō terdiri dari 3 pemandian, yaitu Ōtaki-no-Yu, Goza-no-Yu, dan Sai-no-Kawara Rotenburo. Tata kolam dan lokasinya berbeda, sehingga tidak perlu terburu-buru mengunjungi semuanya.
Rasakan perbedaan kolam di Ōtaki-no-Yu
Selain pemandian besar dan kolam luar ruangan, Ōtaki-no-Yu memiliki Awase-yu, yaitu berendam bergiliran di kolam dengan suhu berbeda untuk merasakan budaya mandi Kusatsu.
Tidak memaksakan diri melanjutkan ke kolam yang lebih panas, dan berhenti pada suhu yang sesuai kondisi tubuh, juga merupakan cara menikmati onsen yang tepat.
Padukan Yubatake dan arsitektur di Goza-no-Yu
Goza-no-Yu berada dekat Yubatake. Di sini, Anda dapat menikmati air panas sekaligus bangunan kayu yang mengangkat budaya terapi onsen pada masa lalu.
Mudah disisipkan dalam rute berjalan-jalan di kota, tempat ini cocok bagi Anda yang lebih mengutamakan sejarah dan pemandangan sekitar Yubatake daripada berendam lama.
Gabungkan Sai-no-Kawara Rotenburo dengan berjalan di taman
Sai-no-Kawara Rotenburo adalah kolam pemandian luar ruangan besar yang dikelilingi alam dan dapat dicapai setelah berjalan melalui Taman Sai-no-Kawara Kōen.
Pemandian luar ruangan mudah dipengaruhi cuaca. Pertimbangkan udara dingin atau hujan, lalu masukkan waktu berganti pakaian dan mengeringkan rambut ke dalam jadwal.
| Pemandian | Pengalaman utama | Kombinasi kegiatan |
|---|---|---|
| Ōtaki-no-Yu | Awase-yu | Menjadikan berendam kegiatan utama |
| Goza-no-Yu | Budaya terapi onsen dan arsitektur | Berjalan di sekitar Yubatake |
| Sai-no-Kawara | Suasana lapang di luar ruangan | Berjalan-jalan di taman |
Siang hingga sore hari 2: kenali perbedaan air sambil menyusuri kota onsen
Daripada menambah frekuensi berendam pada siang hingga sore hari, berjalanlah dari Yubatake ke Taman Sai-no-Kawara Kōen dan luangkan waktu mengamati hubungan antara sumber air panas dan kota agar perjalanan terasa lebih mendalam.
Sisipkan istirahat saat berkeliling pemandian
Jika mengunjungi beberapa pemandian, hindari berendam segera setelah makan atau setelah minum alkohol, dan minumlah air serta beristirahat setelah berendam di setiap pemandian.
Jam buka, batas waktu masuk, tarif, dan hari tutup dapat berubah. Lihat informasi operasional pada hari kunjungan dan sisakan kelonggaran agar bisa mengurangi 1 pemandian dari rencana.
Bedakan pemandian bersama warga dan fasilitas wisata
Kusatsu juga memiliki pemandian bersama yang dikelola warga setempat, tetapi ketentuan penggunaan bagi wisatawan berbeda di setiap tempat.
Pilih pemandian yang secara jelas menyatakan terbuka bagi pengunjung, jangan masuk tanpa izin ke pemandian kecil di permukiman, dan hormati ruang kehidupan warga.
Tenangkan tubuh sebelum perjalanan pulang
Seusai berendam terakhir, jangan langsung mulai mengemudi. Beristirahatlah sampai keringat reda, lalu pastikan tidak mengantuk atau pusing akibat terlalu panas saat berendam.
Periksa kondisi jalan pulang. Jika sangat lelah, pertimbangkan untuk mengakhiri wisata dan berangkat lebih awal.
Poin keselamatan di Teriha-kyō dan Kusatsu Onsen
Perjalanan ini memerlukan kewaspadaan pada kondisi yang berbeda, yaitu jalan ngarai tanpa jalur pejalan kaki dan onsen bersuhu panas. Utamakan keselamatan daripada banyaknya pemandangan atau frekuensi berendam.
Jangan merencanakan turun dari mobil untuk menikmati Teriha-kyō
Panduan setempat menyarankan menikmati pemandangan dari dalam mobil. Karena itu, penting untuk tidak berhenti di bahu jalan demi mencari lokasi foto di media sosial atau berjalan di badan jalan.
Jika pengemudi ingin menikmati pemandangan, bertukarlah mengemudi dengan penumpang di fasilitas wisata lain atau tempat istirahat yang aman, dan hindari melirik pemandangan saat mobil melaju.
Siapkan perlengkapan dan antisipasi cuaca pegunungan
Simpan perlengkapan hujan, pakaian hangat, dan minuman di mobil, serta periksa bahan bakar sebelum masuk jalan pegunungan agar tetap tenang saat menghadapi kemacetan atau pengalihan rute.
Jika kabut atau hujan lebat mengurangi jarak pandang, melewatkan Teriha-kyō dan beralih ke fasilitas dalam ruangan di Minakami atau Kusatsu akan lebih aman.
Perhatikan iritasi dan suhu air Kusatsu
Siram tubuh terlebih dahulu lalu masuk perlahan, dan hindari tindakan yang memperparah iritasi, seperti mencuci muka, menggosok mata, atau memaksakan diri bertahan terlalu lama.
Patuhi papan petunjuk dan arahan petugas di setiap pemandian. Jika merasa tidak nyaman setelah keluar, batalkan sesi berendam berikutnya.
Ringkasan: padukan perjalanan melihat daun musim gugur dan onsen tanpa berlebihan
Dalam perjalanan musim gugur di Gunma selama 2 hari 1 malam, nikmati Teriha-kyō dengan aman dari mobil pada hari pertama lalu menuju Kusatsu Onsen. Menjelajahi Yubatake dan Kusatsu Santō dengan berjalan kaki keesokan harinya membuat alam dan budaya onsen dapat dinikmati pada waktu masing-masing.
Jangan mengandalkan parkir atau berjalan kaki di Teriha-kyō, dan periksa informasi jalan serta dedaunan menjelang kunjungan. Di Kusatsu, utamakan jeda berendam dan kondisi tubuh, lalu batasi jumlah pemandian agar perjalanan tetap nyaman.















Ulasan (0)