Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Taman Sainokawara: rendam kaki & onsen terbuka

Taman Sainokawara: rendam kaki & onsen terbuka
Taman Sainokawara di Kusatsu Onsen dipenuhi uap mata air panas dan iluminasi malam. Simak area rendam kaki, onsen terbuka, etika foto, dan rute dari Yubatake.

Ringkasan Cepat

Sekilas Pesona

Taman Sainokawara di pemandian air panas Kusatsu adalah tempat berjalan-jalan di mana Anda bisa merasakan dari dekat air panas yang mengalir di antara bebatuan membentuk Sungai Yugawa serta uap panas yang mengepul. Anda juga bisa mengunjungi pemandian kaki gratis dan Kuil Kusatsu Anamori Inari, sekaligus menikmati pemandian air panas terbuka Sainokawara di bagian dalam taman dan iluminasi pada malam hari.

Daya Tarik Utama

Sungai Yugawa yang mengalir berkelok di antara bebatuan, Kuil Kusatsu Anamori Inari dengan deretan gerbang torii merah, serta pemandangan berlapis yang masih menyimpan legenda ‘Oni no Sensui’ (mata air iblis).

Cara Menuju ke Sana

Taman Sainokawara berjarak sekitar 15 menit berjalan kaki dari Terminal Bus Kusatsu Onsen. Dari Yubatake, menyusuri Jalan Sainokawara, Anda bisa menuju ke sana sambil menikmati pemandangan kota pemandian air panas.

Biaya dan Jam Buka Pemandian Terbuka

Pemandian air panas terbuka Sainokawara: dewasa 800 yen, anak-anak 400 yen. April–November pukul 7:00–20:00, Desember–Maret pukul 9:00–20:00 (masuk terakhir pukul 19:30).

Cara Menikmati Siang dan Malam

Pada siang hari warna air panas dan bentuk medan bebatuan mudah diamati, sementara pada iluminasi dari matahari terbenam hingga pukul 24:00, uap air panas tampak mengambang di antara cahaya.

Musim dan Pakaian

Dengan iklim dataran tinggi pada ketinggian sekitar 1.200 m, pagi dan malam bisa terasa dingin. Dedaunan musim gugur biasanya paling indah dari akhir Oktober hingga awal November, dan pada musim dingin sebaiknya memilih sepatu antiselip agar aman.

Pengalaman dan Aktivitas

Di pemandian kaki gratis Anda bisa merasakan air panas Kusatsu dengan santai, sambil berjalan-jalan menikmati Sungai Yugawa dan bebatuan. Demi keamanan, hindari masuk ke genangan air panas.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Gunma

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Apa Itu Taman Sainokawara? Tempat Bersantai di Kusatsu dengan Air Panas yang Mengalir Bagai Sungai

Taman Sainokawara (Sainokawara Kōen) terbentang di sisi barat Kusatsu Onsen dan menjadi tempat bersantai untuk menikmati uap air panas yang mengepul serta pemandangan alam sekaligus.

Letaknya sekitar 15 menit berjalan kaki dari Terminal Bus Kusatsu Onsen, dan Anda juga bisa berjalan kaki dari Yubatake, sehingga cocok dinikmati bersama jalan-jalan menyusuri kawasan pemandian air panas.

Air panas menyembur dari berbagai titik di dalam area, konon mencapai sekitar 1.400 liter per menit, dan karena air yang menyembur mengalir di antara bebatuan membentuk sungai air panas (yukawa), pemandangan di sini berbeda dari taman kota pada umumnya.

Pemandangan Air Panas dan Uap di Antara Bebatuan

Saat memasuki taman, Anda akan melihat dasar sungai yang bertaburan bebatuan dan air panas yang mengalir di antaranya.

Tampilan uap berubah tergantung suhu dan cuaca, sehingga tempat yang sama memberi kesan berbeda pada pagi, siang, dan malam hari.

Berbeda dengan Yubatake tempat Anda memandang bangunan-bangunan kawasan pemandian air panas, di sini mudah merasakan bahwa air panas berada di tengah bentang alam.

Pemandangan dan Legenda yang Dahulu Disebut Oni no Sensui

Karena pemandangannya yang khas, kawasan ini juga disebut Oni no Sensui (mata air setan), dan masih tersimpan legenda bahwa Anda tidak boleh mengeraskan suara di sini, karena berteriak akan membuat setan muncul.

Di dalam area masih tersisa nama-nama seperti Oni no Chagama dan Oni no Sumōba, dan berjalan sambil mengetahui kisah-kisah setempat memperdalam cara Anda menangkap pemandangan.

Oni no Chagama konon berasal dari masa ketika air bersuhu tinggi menyembur dengan suara seperti ketel teh yang mendidih.

Alih-alih sekadar gimik wisata, legenda ini sebaiknya dipahami sebagai budaya yang menyampaikan rasa hormat terhadap tanah tempat air panas menyembur secara alami.

Menikmati Jalan-Jalan dan Berendam secara Terpisah

Cara utama menikmati taman ini adalah berjalan di sepanjang jalur setapak sambil memandang sungai air panas, bebatuan, dan pepohonan.

Jika ingin menghangatkan kaki, gunakan pemandian kaki yang telah ditentukan di dalam taman; jika ingin berendam seluruh tubuh di air panas, gunakan Sainokawara Rotenburo (pemandian terbuka) yang berada di bagian dalam.

Silakan gunakan tempat yang disiapkan sebagai pemandian kaki, dan jangan masuk ke sungai air panas atau kubangan air panas yang bertanda dilarang masuk.

Daya Tarik Taman Sainokawara|Pemandangan yang Ingin Diperhatikan sambil Berjalan

Daya tarik Taman Sainokawara tidak terkumpul di satu tempat; seiring Anda melangkah dari pintu masuk ke bagian dalam, air panas, bebatuan, pepohonan, dan lanskap yang berkaitan dengan kepercayaan muncul satu demi satu.

Daripada berjalan tergesa-gesa, berjalan sambil merasakan suara air, aroma belerang khas kawasan air panas, dan gerak uap membuat pesona khas taman ini lebih terasa.

Pemandangan Berdimensi yang Tercipta dari Sungai Air Panas dan Bebatuan

Sungai air panas tidak mengalir lurus, melainkan berkelok di antara bebatuan.

Dilihat dari jarak sedikit jauh, bebatuan di depan, uap di tengah, dan pepohonan di belakang saling bertumpuk menciptakan pemandangan yang berdimensi.

Kiat mengamatinya adalah tidak hanya melihat permukaan air, tetapi juga memasukkan bentang alam sekitar ke dalam pandangan.

Merasakan Budaya Air Panas Kusatsu di Pemandian Kaki

Pemandian kaki adalah tempat Anda bisa merasakan air panas dari dekat tanpa berganti pakaian, dan juga menjadi tempat istirahat praktis yang bisa disinggahi secara gratis di tengah jalan-jalan.

Periksa suhunya sebelum menggunakan, jangan berendam terlalu lama, dan nikmati sesuai kondisi tubuh Anda sendiri.

Menyiapkan handuk kecil untuk mengeringkan kaki akan memudahkan Anda melanjutkan jalan-jalan setelahnya.

Kuil Kusatsu Anamori Inari dengan Deretan Torii Merah

Di dalam area terdapat Kuil Kusatsu Anamori Inari (Kusatsu Anamori Inari Jinja), di tengah kehijauan atau pemandangan salju, torii merah menjadi aksen yang mencolok.

Di ujung deretan torii merah dan anak tangga batu berdiri bangunan kuil, membentuk pemandangan yang kontras dengan kehijauan atau salju di sekitarnya.

Di dalam kompleks tersedia "shōfuku no suna" (pasir pembawa keberuntungan), yang konon membawa berkah besar jika Anda bawa pulang dan taburkan.

Kuil ini bukan hanya spot foto, melainkan juga tempat keimanan.

Silakan lewat dengan tenang, tanpa menghalangi bagian tengah torii dalam waktu lama atau terus berdiri di depan para peziarah.

Sainokawara Rotenburo di Ujung Jalan-Jalan

Di bagian paling dalam taman terdapat Sainokawara Rotenburo, pemandian terbuka yang dikelilingi alam.

Jika digabung, pemandian pria dan wanita mencakup sekitar 500 meter persegi, menjadikannya salah satu pemandian terbuka terluas di Jepang.

Biaya berendam adalah 800 yen untuk dewasa dan 400 yen untuk anak (usia 3 tahun hingga usia sekolah dasar); jam bukanya 7:00 hingga 20:00 pada 1 April sampai 30 November, dan 9:00 hingga 20:00 pada 1 Desember sampai 31 Maret (masuk terakhir 19:30 pada kedua periode).

Untuk hari tutup dan pengaturan hari mandi campur, silakan periksa informasi fasilitas pada hari kunjungan Anda.

Perbedaan Siang dan Malam|Cara Menikmati Termasuk Iluminasi

Di Taman Sainokawara, pada waktu terang mudah mengenali warna dan bentang alam yang alami, sedangkan pada malam hari cahaya dan uap ditonjolkan.

Siang hari mudah memeriksa jalur dan pijakan kaki, dan malam hari Anda bisa menikmati perbedaan pemandangan karena iluminasi.

Siang Hari Amati Aliran Air Panas dan Bentang Alam

Siang hari mudah memeriksa warna air, bentuk bebatuan, dan jarak ke pepohonan, sehingga cocok untuk memahami struktur di dalam taman.

Di tempat yang pandangannya memutih karena cahaya berlawanan atau uap, sedikit mengubah posisi berdiri membuat garis tepi sungai air panas lebih mudah terlihat.

Mereka yang ingin berkeliling pemandian kaki dan kuil dengan santai pun akan lebih mudah bergerak jika berfokus pada waktu terang.

Malam Hari, Iluminasi untuk Menikmati Uap yang Mengambang dalam Cahaya

Iluminasi Taman Sainokawara berlangsung dari matahari terbenam hingga 24:00.

Uap mengambang di latar gelap, dan pepohonan serta bebatuan menampilkan wajah yang berbeda dari siang hari.

Namun, karena salju yang menumpuk, hujan, dan pembekuan mengubah kondisi pijakan, berikan perhatian bukan hanya pada pemandangan, tetapi juga pada jalur.

Jika kita rangkum bagaimana segala sesuatu terlihat dan fokus tindakan menurut siang dan malam, hasilnya sebagai berikut.

Waktu Tampilan Hal yang Perlu Diperhatikan
Pagi Uap yang tenang Periksa pijakan
Siang Bentang alam jelas Kenali tata letak taman
Sore Cahaya berubah Siapkan penghangat
Malam Cahaya dan uap Utamakan jalur

Pemandangan dan Pakaian per Musim|Bersiap Menghadapi Perubahan Iklim Dataran Tinggi

Kusatsu Onsen berada di pegunungan pada ketinggian sekitar 1.200 meter, sehingga meski pada musim yang sama, suhu yang terasa bisa berbeda antara siang dan pagi atau sore.

Karena di taman ini Anda berjalan di luar ruangan, bersiap menghadapi perbedaan suhu, hujan, dan salju lebih penting dibanding hari yang hanya dihabiskan di dalam toko-toko kawasan pemandian air panas.

Musim Semi, Perhatikan Tunas Baru dan Hawa Dingin yang Tersisa

Pada musim semi Anda bisa menikmati kontras antara tunas baru pepohonan dan uap, tetapi bahkan pada hari yang terasa hangat, angin dingin bisa saja masih tersisa.

Kenakan pakaian berlapis dengan jaket tipis yang bisa dilepas saat kepanasan agar lebih mudah menyesuaikan diri.

Musim Panas, Nikmati Warna Kehijauan dan Sungai Air Panas

Pada musim panas kehijauan di sekitar menjadi pekat, dan perbedaan warna dengan air panas yang mengalir di atas bebatuan menjadi jelas.

Meski ketinggiannya tinggi dan pagi serta malam sejuk, setelah hujan bebatuan dan jalur menjadi licin, sehingga alas kaki dengan sol yang stabil lebih cocok.

Musim Gugur, Daun Musim Gugur dan Uap Saling Bertumpuk

Pada musim gugur pepohonan yang berubah warna dan uap putih saling bertumpuk, dan biasanya dari akhir Oktober hingga awal November mudah menampilkan nuansa musim bahkan melalui foto.

Karena suhu yang dirasakan cenderung turun ketika matahari mulai terbenam, bawalah pakaian penghangat pada hari-hari Anda menetap hingga iluminasi malam.

Musim Dingin, Menyeimbangkan Pemandangan Salju dan Keselamatan

Pada musim dingin kontras antara salju dan uap terasa mengesankan, tetapi di tempat yang membeku, melangkah dengan langkah kecil adalah hal penting.

Memilih sepatu antiselip dan tidak berjalan dengan tangan di dalam saku akan memudahkan Anda menopang tubuh saat terpeleset.

Berikut kami rangkum pemandangan utama tiap musim dan barang yang perlu dibawa.

Musim Ciri Pemandangan Persiapan
Musim semi Tunas baru dan uap Pakaian berlapis
Musim panas Hijau pekat dan sungai air panas Perlengkapan hujan
Musim gugur Daun musim gugur dan bebatuan Pakaian penghangat
Musim dingin Salju dan uap Sepatu antiselip

Etika Memotret dan Jalan-Jalan|Menjaga Pemandangan Kawasan Air Panas

Di Taman Sainokawara, meski mudah terpikat oleh uap dan torii, di sekitar Anda juga ada orang yang berjalan-jalan, pengguna pemandian kaki, dan peziarah.

Daripada mengambil foto yang bagus, utamakan berbagi jalur dan tidak merusak kawasan air panas yang alami.

Tentukan Komposisi tanpa Menghalangi Jalur

Sebelum memotret, periksa apakah itu tempat Anda bisa berhenti, dan di jalur sempit selesaikan pemotretan dalam waktu singkat.

Jika menggunakan tripod atau membawa barang berukuran besar, pilih posisi yang tidak menghambat arus orang, dan saat ramai sebaiknya hindari penggunaan tripod.

Perhatikan Wisatawan Lain dan Peziarah

Di pemandian kaki dan kuil, sesuaikan komposisi agar wajah orang asing tidak terambil dari dekat.

Bahkan ketika memotret seseorang sebagai objek utama, jangan menempati tempat dalam waktu lama, dan jika ada orang menunggu di belakang, bergantianlah.

Jangan Masuk ke Bebatuan atau Kubangan Air Panas

Keluar dari jalur setapak demi foto itu berbahaya, karena Anda tidak dapat mengetahui suhu atau kekuatan tanahnya.

Jangan naik ke atas bebatuan atau memasukkan tangan dan kaki ke sungai air panas; amatilah dari area yang diizinkan tanpa melewati papan penunjuk atau pagar.

Malam Hari, Utamakan Pemeriksaan Keselamatan daripada Lampu Kilat

Pada malam hari, jangan berjalan sambil hanya menatap layar; saat memotret, berhentilah sepenuhnya di tempat yang aman.

Karena mengarahkan cahaya kuat ke orang lain membuat silau, periksa keadaan sekitar sebelum memotret.

Jika kami rangkum secara ringkas hal-hal yang perlu diperhatikan pada tiap situasi, hasilnya sebagai berikut.

Situasi Perilaku yang Diharapkan Perilaku yang Dihindari
Jalur setapak Memotret singkat di tepi Menempati jalur
Pemandian kaki Perhatikan pengguna Foto wajah dari dekat
Kuil Utamakan ibadah Menghalangi torii
Malam hari Berhenti lalu memotret Main ponsel sambil berjalan

Akses dan Cara Berjalan ke Taman Sainokawara|Menghubungkan Yubatake dan Kawasan Air Panas

Taman Sainokawara berjarak sekitar 15 menit berjalan kaki dari Terminal Bus Kusatsu Onsen.

Dari sekitar Yubatake, rute yang melewati Sainokawara-dōri mudah diikuti, dan Anda bisa menuju taman sambil menikmati toko-toko dan lanskap kota kawasan pemandian air panas.

Saat Berangkat, Jadikan Sainokawara-dōri sebagai Penanda

Jika berangkat dari Yubatake, memeriksa lokasi Anda saat ini dan arah pintu masuk taman di peta sebelum mulai berjalan akan membantu Anda agar tidak tersesat.

Karena di Sainokawara-dōri berjajar toko oleh-oleh dan rumah makan, mengingat tempat-tempat yang Anda singgahi untuk berbelanja atau makan sebagai penanda perjalanan pulang juga berguna.

Jika berencana pergi pada malam hari, cobalah berjalan sekali saat masih terang, atau tanyakan rute yang aman di tempat menginap.

Jika dengan Mobil, Periksa Ketentuan Penggunaan Tempat Parkir

Jika berkunjung dengan mobil, periksa jam penggunaan, tarif, dan ketentuan jenis kendaraan tempat parkir di sekitar Taman Sainokawara melalui informasi tempat parkir.

Kawasan pemandian air panas ramai pejalan kaki, dan pengaturan jalan serta tempat parkir bisa berubah menurut musim atau acara.

Setelah parkir, jangan memaksakan jarak terpendek; gunakan rute pejalan kaki yang ditunjukkan.

Rangkuman|Kiat Menikmati Taman Sainokawara dengan Aman

Taman Sainokawara adalah tempat jalan-jalan yang khas Kusatsu Onsen, tempat air panas yang mengalir di atas bebatuan, uap yang mengepul, pepohonan, sebuah kuil, dan pemandian terbuka membentuk satu pemandangan yang menyambung.

Siang hari mudah memeriksa bentang alam di dalam taman dan pemandian kaki, dan malam hari Anda bisa menikmati perbedaan suasana karena iluminasi.

Tidak masuk ke kubangan air panas alami, tidak menghalangi jalur atau ibadah, dan memilih sepatu serta pakaian yang sesuai musim, semuanya membuat kunjungan lebih nyaman.

Periksa tarif dan jam buka pemandian terbuka serta ketentuan penggunaan tempat parkir melalui informasi fasilitas dan tempat parkir, dan berjalanlah sambil memperhatikan lingkungan dan budaya kawasan pemandian air panas.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Taman Sainokawara adalah area jalan-jalan gratis di sisi barat Kusatsu Onsen, tempat air panas mengalir seperti sungai. Di berbagai titik taman, sekitar 1.400 liter air panas menyembur setiap menit, dan taman ini ditetapkan sebagai kawasan khusus Taman Nasional Joshin'etsu-kogen. Jika berjalan dari Yubatake, Anda bisa membandingkan secara berkesinambungan kota air panas yang ditata oleh manusia dengan pemandangan alami air panas yang mengalir di sela-sela bebatuan.
A. Karena pemandangan air panas yang menyembur mengepulkan uap di mana-mana dulu ditakuti, tempat ini disebut "Oni no Sensui" (Mata Air Iblis). Ada legenda bahwa berteriak keras akan memunculkan iblis, dan masih tersisa nama-nama tempat seperti "Oni no Chagama" (Ketel Iblis) dan "Oni no Sumoba" (Arena Sumo Iblis). Jika tidak dibaca sekadar sebagai cerita seram, melainkan sebagai budaya yang menunjukkan rasa hormat pada panas dan semburan air panas yang melampaui kekuatan manusia, nama-nama di dalam taman menjadi lebih mudah dipahami.
A. Dari Yubatake ke pintu masuk Taman Sainokawara sekitar 10-15 menit berjalan kaki, menyusuri jalan Sainokawara-dori. Anda bisa berjalan hampir lurus mengikuti jalan yang dipenuhi toko oleh-oleh dan rumah makan, jadi rutenya relatif mudah dikenali meski baru pertama kali datang. Jika hendak menuju iluminasi malam, sebaiknya lihat dulu pintu masuk dan percabangan jalan pulang selagi masih terang, agar tidak mudah tersesat setelah gelap.
A. Taman Sainokawara memiliki pemandian kaki yang bisa digunakan gratis saat berjalan-jalan. Anda bisa menikmati air panas tanpa berganti pakaian, tetapi masukkan kaki perlahan karena suhu air dan kondisi pijakan berubah tergantung cuaca. Membawa handuk kecil untuk mengelap kaki dan kantong untuk handuk basah membuat Anda bisa mengenakan sepatu kembali dengan nyaman dan melanjutkan jalan-jalan.
A. Biaya masuk 800 yen untuk dewasa dan 400 yen untuk anak (usia 3 tahun hingga SD). Jam buka pukul 7:00-20:00 pada 1 April-30 November, dan 9:00-20:00 pada 1 Desember-31 Maret, dengan masuk terakhir pukul 19:30 pada kedua periode. Dengan luas gabungan area pria dan wanita sekitar 500 meter persegi, tempat ini merupakan pemandian terbuka yang luas, dan karena tidak ada penyewaan handuk, Anda perlu membeli handuk resmi (handuk kecil seharga 380 yen) atau membawa sendiri.
A. Pemandian terbuka Sainokawara tidak melarang masuk hanya karena pengunjung memiliki tato. Tempat ini secara resmi menyatakan kebijakan menerima beragam latar belakang budaya, sehingga wisatawan asing pun bisa menikmatinya asalkan menjaga etika. Lakukanlah "かけ湯" (menyiramkan air panas ke tubuh sebelum berendam) dan patuhi etika berendam dasar dengan tidak mencelupkan handuk ke dalam kolam.
A. Di ujung deretan torii merah dan tangga batu berdiri bangunan kuil berwarna merah, sebuah spot foto yang menonjol berlatar hijaunya dedaunan atau pemandangan salju. Konon pada era Meiji dewa yang dipuja di sana berasal dari pemisahan roh Anamori Inari di Haneda, Tokyo, dan di dalam kompleksnya tersedia "招福の砂" (pasir pembawa keberuntungan) yang dipercaya membawa berkah seperti kelancaran usaha bila dibawa pulang dan ditaburkan di rumah. Karena ini juga tempat ibadah, lewatilah dengan tenang tanpa lama-lama menghalangi bagian tengah torii.
A. Iluminasi berlangsung dari matahari terbenam hingga pukul 24:00, sehingga Anda bisa menikmati pemandangan malam yang menakjubkan saat uap air panas tampak putih mengambang berlatar gelap. Pesona malam adalah tampilannya yang berbeda dari pemandangan siang saat kontur medan terlihat jelas. Namun, karena salju dan es mudah mengubah kondisi pijakan, penting untuk mengutamakan pengecekan keselamatan jalur daripada hanya menatap layar.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.