Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Situs Kastel Hagi & Taman Shizuki | Tembok Batu Kota Kastel

Situs Kastel Hagi & Taman Shizuki | Tembok Batu Kota Kastel
Panduan Situs Kastel Hagi dan Taman Shizuki: tembok batu, parit, Kuil Shizukiyama, kedai teh, dan rute kota kastel.

Ringkasan Cepat

Daya Tarik Sekilas

Taman Shizuki (reruntuhan Kastil Hagi) adalah situs bersejarah tempat Anda bisa menyusuri bekas Kastil Hagi—yang mulai dibangun Mōri Terumoto pada 1604—sebagai taman. Menara utama telah hilang, tetapi tembok batu, parit, kuil, dan kedai teh masih tersisa, sehingga Anda bisa merasakan asal-usul kota kastil.

Sorotan

Tembok batu keputihan dari granit Gunung Shizuki, parit yang memantul di permukaan air, bekas menara utama yang dulu berlantai lima, serta Kuil Shizukiyama dan kedai teh Hanae yang terkait keluarga Mōri.

Akses

Turun di "Hagi-jōato/Shizuki Kōen Iriguchi" bus keliling Hagi Maru jalur barat, lalu 5 menit berjalan kaki. Sekitar 30 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Higashi-Hagi; dengan mobil, 4 menit berjalan kaki dari Parkir Shizuki Pertama yang gratis (51 mobil biasa).

Biaya Masuk

Dewasa/mahasiswa/siswa SMA ¥220, siswa SMP/SD ¥100. Tersedia tiket terusan dengan Nagaya Kediaman Hagi Keluarga Asa-Mōri.

Perkiraan Waktu

Berjalan santai mengelilingi taman sekitar 30 menit–1 jam dengan langkah perlahan.

Cara Menikmati Tiap Musim

Di musim semi, perpaduan sakura Midori-Yoshino dan Somei-Yoshino dengan tembok batu dan parit; saat dedaunan hijau segar, kontras granit dan hijau; di musim gugur–dingin, dedaunan berkurang sehingga siluet tembok batu dan bentang alam bisa dinikmati.

Rute Menjelajahi Kota Kastil Sekitar

Setelah melihat pusat kastil di reruntuhan Kastil Hagi, memperluas ke kota kastil Hagi dan kawasan kediaman samurai—yang juga merupakan komponen Warisan Dunia "Situs Revolusi Industri Meiji Jepang"—membuat lanskap sejarah saling terhubung.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Yamaguchi

Apa Itu Taman Shizuki di Situs Kastil Hagi | Situs Kastil yang Menyimpan Sejarah Hagi

Taman Shizuki di Situs Kastil Hagi (Hagi-jōato Shizuki Kōen) adalah situs bersejarah tempat Anda dapat menyusuri reruntuhan Kastil Hagi yang tersisa di kaki Gunung Shizuki sebagai sebuah taman.

Kastil Hagi adalah kastil yang pembangunannya dimulai oleh Mōri Terumoto (panglima yang kalah dalam Pertempuran Sekigahara) pada 1604 (Keichō 9) dan selesai pada 1608 (Keichō 13), serta dikenal pula dengan nama lain "Shizuki-jō".

Bangunan seperti menara utama (tenshu) dan gerbang memang tidak lagi ada, tetapi tembok batu, parit, kuil, dan ruang teh tersebar di sini, sehingga Anda dapat merasakan bagaimana kota istana (jokamachi) Hagi terbentuk.

Struktur Kastil Hagi yang Memanfaatkan Gunung Shizuki dan Laut Jepang

Kastil Hagi dikenal sebagai kastil di dataran-perbukitan (hirayamajiro) dengan benteng bernama Tsume no Maru di puncak Gunung Shizuki, serta honmaru, ni no maru, dan san no maru di kaki gunung.

Karena dibangun dengan memanfaatkan bentang alam Gunung Shizuki yang menghadap Laut Jepang, ketika menyusuri situs kastil, Anda dapat melihat bahwa bentang alam itu sendiri digunakan untuk pertahanan.

Kompleks kastil di kaki gunung dikelilingi parit tiga lapis, dan di honmaru yang menjadi pusat pemerintahan terdapat istana (goten) penguasa domain (daimyō).

Kini Dicintai sebagai Taman: Situs Kastil Hagi

Area taman saat ini ditata sebagai taman yang mudah untuk disusuri, sambil tetap menyimpan suasana situs kastil.

Harga tiket masuk 220 yen untuk dewasa, mahasiswa, dan siswa SMA, 100 yen untuk siswa SMP dan SD, dan merupakan tiket terusan dengan Nagaya Kediaman Hagi Keluarga Asa Mōri (Kyū Asa Mōri-ke Hagi Yashiki Nagaya).

Jam buka bervariasi menurut musim: April–Oktober 08.00–18.30, November–Februari 08.30–16.30, dan Maret 08.30–18.00.

Tempat ini cocok bukan hanya bagi mereka yang ingin mengenal sejarah lebih dalam, tetapi juga bagi wisatawan mancanegara yang ingin menikmati pemandangan tepi air yang tenang dan rimbunan pepohonan.

Cara Memandang Berubah jika Mengenal Istilah Situs Kastil

Di situs kastil Jepang, meski bangunannya tak lagi ada, ada kenikmatan tersendiri dalam membaca ruang kala itu dari bentuk tembok batu dan parit.

Dengan mengenal terlebih dahulu istilah yang Anda temui di dalam taman, isi papan petunjuk maupun peta pun akan lebih mudah dipahami.

Mari kita tata istilah yang sering ditemui di situs kastil beserta cara memandangnya di Taman Shizuki di Situs Kastil Hagi.

Istilah Poin yang Dilihat
Tembok batu Cara penyusunan
Parit Hamparan tepi air
Honmaru Bekas bagian pusat
Tsume no Maru Pertahanan di atas gunung

Daya Tarik Taman Shizuki di Situs Kastil Hagi | Menyusuri Tembok Batu, Parit, dan Bekas Menara Utama dengan Tenang

Daya tarik Taman Shizuki di Situs Kastil Hagi terletak pada bentang alam yang tersisa dan tumpukan batu, alih-alih pada bangunan rekonstruksi yang mencolok.

Dengan berhenti satu per satu, Anda dapat menikmati baik struktur sebagai kastil maupun suasana tenang sebagai taman.

Perhatikan Sudut, Lengkung, dan Tekstur Granit pada Tembok Batu

Tembok batu adalah struktur praktis yang menopang pertahanan kastil, sekaligus kini menjadi elemen penting yang membentuk lanskap khas situs kastil.

Tembok batu Situs Kastil Hagi terutama menggunakan granit dari Gunung Shizuki, dengan ciri permukaan batu yang keputihan dan keras.

Alih-alih hanya memandang dari depan, dengan melihat bagian sudut maupun garis yang mengikuti tepi air, Anda dapat merasakan garis besar kastil secara lebih tiga dimensi.

Parit adalah Batas yang Memisahkan Kastil dan Kota Istana

Parit berfungsi sebagai batas air untuk melindungi kastil.

Di tempat tembok batu dan pepohonan terpantul di permukaan air, Anda dapat menyadari bahwa ruang yang dulunya fasilitas militer, kini diwariskan sebagai lanskap yang tenang.

Bayangkan Bangunan yang Hilang di Bekas Menara Utama

Dahulu di honmaru kaki gunung berdiri menara utama lima tingkat, tetapi dibongkar pada 1874 (Meiji 7), sehingga kini bangunannya sendiri tidak dapat dilihat.

Justru karena itu, di bekas menara utama, disarankan menyusuri sambil membayangkan tempat yang dulunya menjadi pusat kastil, dengan tinggi tembok batu dan hamparan bidang datar sebagai petunjuk.

Ingatan Keluarga Mōri yang Tersisa pada Ruang Teh dan Kuil

Di dalam taman juga tersisa elemen yang berkaitan dengan keluarga Mōri, seperti Kuil Shizukiyama-jinja dan ruang teh Hanae Chatei.

Kuil Shizukiyama-jinja memuja lima arwah dewa (Mōri Motonari, Takamoto, Terumoto, Takachika, dan Motonori) beserta para penguasa domain Hagi dari generasi ke generasi, sedangkan Hanae Chatei disebut sebagai ruang teh tempat penguasa domain tersebut menikmati upacara minum teh yang dipindahkan ke sini.

Jika situs kastil tidak hanya dipandang sebagai fasilitas militer, tetapi juga dibaca sebagai tempat budaya, doa, dan interaksi para penguasa domain serta pengikutnya, kedalaman penjelajahan pun akan bertambah.

Saat memotret, dengan memeriksa alur pergerakan di sekitar dan ada-tidaknya peziarah sebelum menentukan komposisi, Anda bisa menikmatinya dengan lebih tenang.

Lokasi Petunjuk Komposisi Kepedulian
Tembok batu Dari sudut miring Beri ruang jalur
Parit Masukkan permukaan air Jangan dekat pagar
Bekas menara utama Abadikan keluasannya Hindari berlama-lama
Kuil Perhatikan torii Utamakan ibadah

Cara Menyusuri Taman Shizuki di Situs Kastil Hagi | Sudut Pandang agar Tidak Tersesat meski Pertama Kali

Jika baru pertama kali berkunjung, alih-alih mengejar kronologi rinci sejak awal, akan lebih mudah dipahami jika Anda menyusuri dengan sensasi masuk dari sisi luar kastil menuju pusat.

Dengan melihat tembok batu, parit, bekas honmaru, kuil, dan ruang teh secara terhubung, kesatuan sebagai satu situs kastil pun akan terlihat.

Waktu yang diperlukan untuk mengelilingi taman kira-kira 30 menit hingga 1 jam dengan berjalan perlahan.

Pahami Garis Besar Kastil Hagi di Sekitar Pintu Masuk

Sebelum dan sesudah masuk taman, sadari bagaimana kastil dan kota di sekitarnya terhubung sambil melihat posisi parit dan tembok batu.

Bahkan saat menggabungkannya dengan jalan-jalan menyusuri kota istana Hagi, dengan mengenal batas kastil sebelum berjalan, cara memandang kawasan kediaman samurai maupun jalur kota pun akan berubah.

Ubah Pijakan dan Ketinggian Pandangan di Bagian Pusat

Di sekitar bekas honmaru, alih-alih hanya batu dan undakan di bawah kaki, disarankan melihat keseluruhan dari tempat yang sedikit menjauh.

Dengan berulang kali bergerak melihat tekstur dari dekat lalu melihat struktur dari jauh, situs kastil tanpa bangunan pun tidak akan mudah terasa membosankan.

Lanskap Situs Kastil Hagi yang Berubah menurut Musim | Nikmati Bukan Hanya Sakura, tetapi Juga Kehijauan dan Tepi Air

Taman Shizuki di Situs Kastil Hagi memang berkesan kuat dengan bunga di musim semi, tetapi ekspresi tepi air dan pepohonan berubah menurut setiap musim.

Tanpa memandang waktu kunjungan, dengan melihat perbandingan antara kerasnya tembok batu dan lembutnya tumbuhan, foto maupun penjelajahan pun akan memiliki variasi.

Nikmati Perpaduan Situs Kastil dan Sakura di Musim Semi

Menjelang pertengahan Maret hingga awal April, sakura jenis Midori Yoshino dan Somei Yoshino di dalam taman mekar dengan waktu yang bergeser, dan berpadu dengan tembok batu serta permukaan air parit, membuat situs kastil bersuasana lembut.

Karena musim sakura cenderung ramai, susurilah sambil saling mengalah untuk tempat memotret, dan jangan menutup jalur.

Warna Tembok Batu Semakin Menonjol pada Musim Dedaunan Hijau Muda

Pada masa Mei–Juni ketika hijau pepohonan semakin pekat, kontras dengan granit keputihan tembok batu dan permukaan air parit menjadi lebih mudah dilihat.

Pada hari yang terik, cara menghabiskan waktu dengan memandang keseluruhan situs kastil secara perlahan sambil beristirahat di bawah rindang pohon terasa cocok.

Nikmati Keheningan dan Garis Bentuk di Musim Gugur dan Musim Dingin

Menjelang pertengahan November hingga Desember, jumlah dedaunan berubah, sehingga garis tembok batu dan bentang alam menjadi lebih mudah terlihat.

Bagi Anda yang ingin melihat struktur situs kastil dengan saksama tanpa hanya mengandalkan kemeriahan bunga, ada nuansa musim yang tenang.

Dengan mengetahui tampilan setiap musim, Anda dapat menikmati cara yang berbeda meski di tempat yang sama.

Musim Tampilan Cara Menikmati
Musim semi Bunga dan tembok batu Saling mengalah
Dedaunan hijau muda Kehijauan dan tepi air Lihat bayangan-cahaya
Musim gugur Warna yang teduh Lihat garis bentuk
Musim dingin Lanskap yang sunyi Baca strukturnya

Wisata Hagi yang Dipadukan dengan Kota Istana | Membaca dalam Konteks Warisan Dunia

Taman Shizuki di Situs Kastil Hagi akan lebih membekas jika disusuri sebagai pintu masuk untuk memahami asal-usul kota istana Hagi, alih-alih sebagai spot yang berdiri sendiri.

Dengan memperluas sudut pandang dari situs kastil ke kota di sekitarnya, pusat pemerintahan, kehidupan kalangan samurai, dan aktivitas kawasan warga kota terhubung sebagai satu lanskap sejarah.

Kota Istana Hagi Meluas dengan Kastil Hagi sebagai Pusatnya

Kota istana Hagi dikenal sebagai kawasan bersejarah yang mencakup situs kastil, bekas kawasan samurai kelas atas, dan bekas kawasan warga kota.

Jika Anda menyusuri kota setelah melihat pusat kastil di Situs Kastil Hagi, akan lebih mudah memahami makna dinding putih, tembok tanah, dan jalan-jalan sempit.

Perhatikan Belokan Jalan di Kawasan Kediaman Samurai

Di kawasan kediaman samurai sekitarnya, bukan hanya bangunan, bentuk jalan pun patut diperhatikan.

Jalur yang tidak membiarkan orang berjalan lurus serta cara tembok bersambung menyampaikan bahwa kota istana dibuat dengan mempertimbangkan pertahanan sekaligus kehidupan.

Menjadi Petunjuk untuk Mengenal Situs Revolusi Industri Jepang Zaman Meiji

Kota istana Hagi diperkenalkan sebagai salah satu aset penyusun "Situs Revolusi Industri Meiji Jepang" yang terdaftar sebagai Warisan Dunia pada tahun 2015.

Menyusuri situs kastil juga menjadi petunjuk untuk mengenal latar belakang masyarakat kawasan yang bergerak dari akhir zaman Edo menuju era modern.

Ubah Urutan Wisata sesuai Tujuan

Jika mengutamakan sejarah, alur alami adalah melihat pusat kastil di Taman Shizuki di Situs Kastil Hagi lalu berjalan ke kota istana.

Jika mengutamakan foto atau jalan-jalan kota, alur menyusuri kota istana lebih dulu lalu menutupnya dengan bersantai di taman juga cocok.

Cara Menuju Taman Shizuki di Situs Kastil Hagi dan Informasi Dasar

Taman Shizuki di Situs Kastil Hagi terletak di Horiuchi, Kota Hagi, Prefektur Yamaguchi, dan berada di lokasi yang mudah dijangkau baik dengan transportasi umum maupun mobil.

Dengan memahami moda transportasi dan waktu tempuh sebelum berkunjung, memadukannya dengan jalan-jalan menyusuri kota istana pun akan lebih mudah.

Cara Menuju dengan Bus dan Mobil

Gunakan rute jalur barat bus keliling kota Hagi Junkan Māru Bus (100 yen sekali naik), turun di "Hagi-jōato Shizuki Kōen Iriguchi", lalu berjalan sekitar 5 menit.

Dari Stasiun JR Higashi-Hagi sekitar 30 menit berjalan kaki, dan jika membawa mobil, tersedia Area Parkir Pertama Shizuki gratis (51 mobil biasa dan 2 bus besar), dengan jarak sekitar 4 menit berjalan kaki dari area parkir ke pintu masuk taman.

Ringkasan Harga Tiket dan Jam Buka

Harga tiket masuk 220 yen untuk dewasa, mahasiswa, dan siswa SMA, 100 yen untuk siswa SMP dan SD, dan dapat digunakan sebagai tiket terusan dengan Nagaya Kediaman Hagi Keluarga Asa Mōri.

Jam buka: April–Oktober 08.00–18.30, November–Februari 08.30–16.30, dan Maret 08.30–18.00.

Etika yang Perlu Diketahui Wisatawan Mancanegara

Taman Shizuki di Situs Kastil Hagi adalah tempat wisata sekaligus memiliki sifat sebagai situs bersejarah, kuil, dan taman.

Dengan menyadari untuk tidak merusak benda cagar budaya serta tidak mengganggu waktu peziarah maupun warga setempat, Anda dapat menghabiskan waktu dengan nyaman.

Jangan Menyentuh Tembok Batu atau Peninggalan di Situs Bersejarah

Tembok batu dan struktur tua adalah benda cagar budaya yang lebih rapuh daripada tampak dalam foto.

Hindari perilaku seperti memanjat, duduk, atau meletakkan barang, dan pada dasarnya pandanglah dari jalur yang telah ditentukan.

Utamakan Peziarah di Kuil

Di sekitar Kuil Shizukiyama-jinja, utamakan alur pergerakan ibadah dibanding memotret.

Saat berhenti di depan torii atau aula sembahyang, periksa apakah ada orang di belakang, dan usahakan volume suara yang tenang.

Saat menyusuri situs bersejarah dan kuil pada hari yang sama, lebih aman untuk mengganti perilaku sesuai tempatnya masing-masing.

Situasi Perilaku Baik Perilaku yang Dihindari
Depan tembok batu Lihat dari jauh Memanjat
Dekat parit Periksa pijakan Menjulurkan badan
Kuil Utamakan ibadah Memotret dengan berisik
Sekitar ruang teh Lihat dengan tenang Berlama-lama

Kesimpulan | Mengenang Jejak Kota Istana di Taman Shizuki di Situs Kastil Hagi

Taman Shizuki di Situs Kastil Hagi adalah tempat di mana Anda dapat merasakan struktur Kastil Hagi melalui tembok batu dan parit, serta menyentuh budaya yang berkaitan dengan keluarga Mōri melalui Kuil Shizukiyama-jinja dan Hanae Chatei.

Kastil yang pembangunannya dimulai pada 1604 dan selesai pada 1608 ini memang telah kehilangan menara utamanya, tetapi jika Anda menyusuri sambil membayangkan wujud kastil yang hilang dengan berpatokan pada papan petunjuk dan bentang alam, pemahaman akan semakin mendalam.

Sebelum berkunjung ke Jepang, periksa harga tiket masuk, jam buka, acara, dan status penyajian teh, lalu di lokasi habiskan waktu dengan tetap menghormati situs bersejarah dan kuil.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Reruntuhan Kastel Hagi Taman Shizuki adalah taman situs bersejarah tempat Anda bisa menyusuri bekas Kastel Hagi (bernama lain Kastel Shizuki), yang mulai dibangun Mori Terumoto pada 1604 dan selesai pada 1608. Menara utamanya dibongkar pada 1874 dan tidak lagi ada, tetapi tembok batu granit, parit tiga lapis, kuil Shinto, dan ruang teh masih tersisa, memberikan keunikan tersendiri dalam menafsirkan ruang masa lalu dari reruntuhan kastel yang tanpa bangunan.
A. Kastel Hagi adalah kastel dataran-bukit (hirayamajiro) yang berlatar Gunung Shizuki setinggi 145 m, dengan tsumemaru di puncak gunung dan honmaru, ninomaru, serta sanmaru di kaki gunung, dengan ciri khas struktur yang memanfaatkan bentuk pesisir Laut Jepang untuk pertahanan. Di kaki gunung dahulu juga terdapat menara utama lima lapis. Jika menyusurinya sambil menyadari bahwa bentuk lahan itu sendiri menjadi garis pertahanan, kecerdikan rancangan kastel ini akan lebih terasa.
A. Biaya masuknya 220 yen untuk dewasa, mahasiswa, dan pelajar SMA, serta 100 yen untuk pelajar SMP dan SD. Tiket ini merupakan tiket gabungan dengan Kyu-Asa Mori-ke Hagi Yashiki Nagaya yang berada di kota istana yang sama. Mengunjungi keduanya sekaligus akan menguntungkan karena Anda bisa menikmati budaya samurai Hagi secara utuh.
A. Jam buka berubah menurut musim: April-Oktober pukul 08.00 hingga 18.30, November-Februari pukul 08.30 hingga 16.30, dan Maret pukul 08.30 hingga 18.00. Pada musim dingin saat penutupan lebih awal, bayangan pada tembok batu tampak indah pada sore hari ketika cahaya mulai lembut, jadi datang menjelang sore sebelum jam tutup dapat memberi kedalaman pada foto.
A. Naik bus keliling Hagi "Maru Bus" jalur barat (100 yen sekali naik), turun di "Hagijo Ato Shizuki Koen Iriguchi", lalu jalan kaki sekitar 5 menit. Dari Stasiun JR Higashi-Hagi sekitar 30 menit jalan kaki, dan bisa dicapai tanpa terburu-buru sekalian jalan-jalan menyusuri kota. Dengan sepeda sewaan, Anda bisa tiba sekitar 15 menit sambil melewati jalan tembok putih kota istana; ingatlah bahwa Hagi banyak jalan datar sehingga berkeliling dengan sepeda terasa nyaman.
A. Tersedia Parkir Shizuki Pertama gratis (51 mobil biasa, 2 kendaraan besar), sekitar 4 menit jalan kaki ke pintu masuk taman. Bisa dicapai sekitar 20 menit dari Edo IC di Ogori-Hagi Road. Pada akhir pekan saat puncak musim sakura, parkir mudah penuh sejak pagi, jadi tiba tepat setelah taman buka akan menghindarkan Anda dari penuhnya parkir dan keramaian.
A. Berjalan santai mengelilingi reruntuhan kastel di kaki gunung diperkirakan 30 menit hingga 1 jam. Jika ingin mendaki lebih jauh hingga bekas tsumemaru di puncak Gunung Shizuki, sediakan sekitar 20-30 menit sekali jalan di jalur pendakian yang curam. Puncaknya adalah benteng kastel sungguhan yang dikelilingi tembok batu, jadi sepatu yang nyaman untuk berjalan seperti sepatu kets lebih aman.
A. Sakura biasanya paling indah dari akhir Maret hingga awal April, dengan sekitar 600 pohon Somei-Yoshino yang berpadu dengan tembok batu dan permukaan air parit. Yang patut diperhatikan adalah "Midori-Yoshino" yang hanya tersisa satu pohon di dalam taman. Cirinya adalah kelopak putih dan kelopak dasar berwarna hijau, dan mekar sedikit lebih awal daripada Somei-Yoshino.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.