Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kingyo Sukui Jepang: Permainan Ikan Mas Festival & Poi Washi

Kingyo Sukui Jepang: Permainan Ikan Mas Festival & Poi Washi
Kingyo sukui adalah permainan menyendok ikan mas di stan festival Jepang dengan poi berbahan washi. Klasik di matsuri musim panas & ennichi.

Ringkasan Cepat

Pesona singkat

Kingyo-sukui adalah permainan tradisional Jepang yang menjadi simbol festival musim panas dan ennichi. Melalui pengalaman menangkap ikan mas dengan poi (alat serok kertas), Anda dapat menikmati budaya yatai dan suasana musim dengan santai.

Alat dan cara kerja

Menggunakan "poi", bingkai plastik bulat yang dilapisi kertas tipis. Tersedia ukuran nomor 4 sampai 7; semakin besar angkanya, semakin tipis kertasnya dan mudah robek.

Estimasi biaya

Sering kali sekitar 200–500 yen per kali, bervariasi tergantung yatai dan tempat.

Waktu yang dibutuhkan

Selesai dalam beberapa menit; berakhir saat poi robek. Pemula sering selesai dalam waktu singkat.

Tips menangkap dengan baik

Masukkan poi hampir horizontal dengan lembut, serok dari arah kepala ikan. Targetkan ikan mas yang bergerak lambat atau sudut wadah untuk meningkatkan tingkat keberhasilan.

Etika dan hal yang perlu diperhatikan

Jangan goyangkan air dengan keras, patuhi giliran. "Kabe-sukui" (menempel ke dinding) adalah tindakan terlarang. Periksa aturan tempat dan kondisi sekitar saat memotret.

Waktu dan tempat untuk menemukan

Terutama pada festival musim panas dan ennichi bulan Juli–Agustus, juga hadir di acara musiman seperti festival musim gugur. Di Yamatokoriyama, Prefektur Nara, diadakan Kejuaraan Kingyo-sukui Nasional, dan pengalaman indoor di fasilitas komersial atau toko khusus juga dapat dinikmati.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Semua area

Bersponsor

Rencanakan perjalanan ke Jepang

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Apa Itu Kingyo Sukui? Permainan Stan Festival Khas Jepang

Kingyo sukui (menangkap ikan mas) adalah permainan tradisional di stan festival Jepang yang sering dijumpai di matsuri musim panas dan ennichi (festival kuil), yaitu pengalaman menyendok ikan mas yang berenang di dalam air menggunakan alat bernama poi yang berbahan kertas washi (kertas tradisional Jepang).

Cara bermain yang paling dasar adalah dengan menyendok ikan mas yang berenang di dalam wadah dangkal berisi air, menggunakan poi yang dilapisi kertas tipis dengan gerakan yang halus.

Tidak hanya menarik untuk ditonton, hasilnya juga sangat dipengaruhi oleh cara menggerakkan tangan dan ketepatan waktu, sehingga permainan ini disukai mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Bila Anda menemui kingyo sukui di festival musim panas atau ennichi saat berlibur, ini akan menjadi pengalaman yang membuat Anda merasakan budaya stan festival Jepang dari dekat.

Gaya kingyo sukui saat ini, yaitu menyendok dengan poi berlapis kertas tipis, semakin populer setelah Kota Yamatokōriyama di Prefektur Nara, yang dikenal dengan budaya ikan mas, menyelenggarakan Kejuaraan Kingyo Sukui Nasional perdana pada tahun 1995, dan sejak itu permainan ini juga mengakar sebagai budaya daerah.

Alur Bermain dan Kisaran Harga Kingyo Sukui

Meski ini ennichi pertama Anda, mengetahui alur permainan dan kisaran harga kingyo sukui akan membantu Anda ikut bermain dengan lebih tenang.

Karena panduan rinci bisa berbeda di setiap lokasi atau stan, perhatikan penjelasan dan pengumuman di tempat sebagai langkah pertama.

Harga dan Estimasi Waktu untuk Satu Kali Main

Di stan festival, kingyo sukui umumnya dikenakan biaya sekitar 200–500 yen per giliran.

Jumlah poi yang diberikan per giliran dan jumlah ikan mas yang boleh dibawa pulang berbeda-beda di tiap stan, jadi periksa apakah ada daftar harga yang dipampang.

Estimasi waktunya beberapa menit hingga poi robek, dan bagi yang belum terbiasa, bisa selesai dalam 1–2 menit.

Cara Menggunakan Alat Bernama Poi

Alat yang digunakan untuk kingyo sukui disebut poi, terdiri dari bingkai plastik berbentuk lingkaran yang dilapisi kertas washi.

Kertas pada poi memiliki nomor seri seperti nomor 4 hingga nomor 7, dan semakin besar angkanya, semakin tipis kertasnya sehingga lebih mudah robek.

Karena kertasnya lemah terhadap air, menggerakkannya dengan kuat atau mengayunkannya lama di dalam air akan membuatnya cepat robek.

Pada awalnya, mengamati gerakan peserta lain atau mendengarkan penjelasan dari penjaga stan akan membantu Anda menangkap alur permainan.

Daripada terburu-buru, ambil napas sejenak dan amati situasinya terlebih dahulu agar Anda lebih tenang.

Cara Menerima Ikan yang Sudah Berhasil Disendok Tergantung Kedai

Perlakuan terhadap ikan mas yang berhasil disendok berbeda di setiap lokasi atau stan.

Boleh tidaknya dibawa pulang, jumlah maksimum yang dapat dibawa pulang, dan cara memasukkannya ke kantong plastik harus mengikuti panduan di tempat.

Bila Anda tidak menemukan panduan, jangan memutuskan sendiri, melainkan tanyakan langsung kepada penjaga stan untuk keamanan.

Khususnya saat bepergian, pertimbangkan juga sebelumnya apakah hotel atau penginapan Anda memungkinkan untuk merawat ikan mas.

Cara Menikmati Kingyo Sukui dan Tips Agar Berhasil Menyendok

Cara menikmati kingyo sukui tidak hanya soal seberapa banyak ikan yang berhasil disendok.

Cukup mengamati gerakan ikan mas dan mencoba dengan tenang pun sudah cukup untuk merasakan suasana khas matsuri musim panas.

Jangan Menggerakkan Poi Terlalu Cepat

Bila Anda menggerakkan poi secara tiba-tiba, hambatan air akan memberikan beban besar pada kertas washi sehingga cepat robek.

Triknya adalah mengamati gerakan ikan dari dekat permukaan air, lalu memasukkan poi dengan tenang pada sudut yang hampir horizontal, bukan miring.

Ikan mas akan lebih stabil terangkat dan kertas tidak terlalu terbebani bila Anda menyendoknya dari arah kepala ke ekor.

Mengikuti Gerakan Ikan Lebih Baik daripada Mengejar

Bila Anda terus memaksa mengejar ikan yang berenang menjauh, gerakan poi cenderung kasar sehingga kertas justru cepat robek.

Lebih mudah menikmati pengalaman tersebut bila Anda menunggu ikan mas mendekat, lalu menyendoknya dengan menyesuaikan gerakan alaminya.

Tingkat keberhasilan akan meningkat bila Anda mengincar ikan yang gerakannya lambat atau ikan yang sedang beristirahat di sudut wadah.

Nikmati Suasana Kedai Meski Tidak Berhasil

Di stan festival atau ennichi, pengalaman itu sendiri lebih berkesan daripada banyaknya ikan yang berhasil disendok.

Bahkan hanya dengan mencoba bersama teman atau keluarga, atau dengan mengamati orang lain bermain, daya tarik kingyo sukui sudah cukup terasa.

  • Amati gerakan ikan mas dengan cermat
  • Masukkan poi dengan tenang pada sudut yang hampir horizontal
  • Sendok dari arah kepala, jangan biarkan ekor menumpuk di poi
  • Jangan menilai baik atau buruk hanya dari jumlah hasil
  • Nikmati suasana matsuri secara keseluruhan

Etika dan Hal yang Perlu Diperhatikan saat Bermain Kingyo Sukui di Kedai

Agar bisa menikmati kingyo sukui dengan menyenangkan, perhatian terhadap orang sekitar dan etika juga penting.

Khususnya di lokasi matsuri musim panas yang ramai, sedikit perhatian akan membuat suasana semakin baik.

Jangan Mengguncang Air Terlalu Keras

Mengguncang air dalam wadah dengan keras akan menyulitkan peserta lain untuk bermain, dan juga membuat ikan mas terkejut sehingga gerakannya menjadi agresif.

Saat giliran Anda, sebaiknya masukkan poi dengan setenang mungkin sebagai bagian dari etika.

Jaga Antrean dan Tempat Menunggu

Di stan populer, antrean kadang terbentuk.

Jangan menyerobot, dan bila ada panduan, ikuti urutan barisan dan tempat menunggu.

Perhatikan Tindakan yang Dilarang

Kabe-sukui, yaitu menyendok dengan menggosokkan poi ke dinding wadah, sering kali dilarang di stan atau kejuaraan.

Dengan mematuhi aturan, penjaga stan dan peserta lain pun bisa bermain dengan nyaman.

Perhatikan Etika Foto dan Panduan di Sekitar

Di matsuri, banyak momen yang membuat Anda ingin mengambil foto atau video, tetapi cara pengambilannya perlu disesuaikan dengan situasi.

Bila penjaga stan atau pengunjung lain ikut terekam, jangan lupa untuk memerhatikan aturan pengambilan gambar dan privasi orang di sekitar.

Cara Pandang yang Membuat Kingyo Sukui Lebih Berkesan saat Liburan

Kingyo sukui tidak hanya sekadar permainan, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk merasakan suasana budaya matsuri Jepang.

Mengamati tata letak stan, sapaan antarpengunjung, dan cara keluarga menikmati permainan akan membuat Anda merasakan suasana matsuri daerah dengan lebih nyata.

Nikmati Bersama Suasana Ennichi

Daripada menjadikan kingyo sukui sebagai satu-satunya tujuan, menikmatinya bersama cahaya chōchin (lampion kertas), suara stan, dan keramaian sekitar akan memperdalam kesan pengalaman Anda.

Berjalan-jalan sambil melihat stan yang menarik perhatian, lalu ikut bermain secara alami juga merupakan cara menikmati yang menyenangkan.

Musim dan Tempat untuk Mencoba Kingyo Sukui

Kingyo sukui paling sering ditemukan di matsuri musim panas dan ennichi pada Juli–Agustus, dan di beberapa daerah juga muncul di matsuri musim gugur atau stan saat hatsumōde (kunjungan kuil pertama) di bulan Januari.

Bila ingin merasakan pengalaman yang lebih serius, ada acara khusus seperti Kejuaraan Kingyo Sukui Nasional yang diselenggarakan di Yamatokōriyama, Prefektur Nara, pada Minggu ke-3 bulan Agustus (atau Minggu ke-4 bila Agustus memiliki 5 hari Minggu).

Selain itu, ada juga pusat perbelanjaan dan toko khusus ikan mas yang menyediakan kingyo sukui dalam ruangan.

Terima Perbedaan Aturan di Tempat

Di matsuri atau acara, penjelasan cara bermain dan tata kelola sedikit berbeda menurut daerah atau stan.

Daripada terpaku pada cara yang biasa Anda lakukan, menyesuaikan dengan cara di lokasi tersebut akan membuat pengalaman liburan terasa lebih nyaman.

Rangkuman | Tips Menikmati Kingyo Sukui dengan Santai

Hal terpenting dalam menikmati kingyo sukui adalah tidak terlalu fokus hanya pada hasil tangkapan.

Harganya sekitar 200–500 yen per giliran, dan dengan memahami nomor seri poi dan aturan tiap stan, menangani poi dengan hati-hati, serta menjaga etika terhadap sekitar, pemula pun dapat ikut serta dengan tenang.

Bila Anda menjumpai stan kingyo sukui di matsuri musim panas atau ennichi, nikmatilah dengan tenang sebagai pengalaman langsung merasakan budaya stan festival khas Jepang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Kingyo-sukui adalah permainan khas festival musim panas Jepang yang menggunakan alat "poi" berlapis kertas Jepang untuk mengangkat ikan mas dari kolam. Dalam beberapa menit sebelum kertas robek, peserta menguji teknik halus untuk menangkap sebanyak mungkin, dan ikan yang berhasil ditangkap dapat dibawa pulang. Permainan ini berakar dari budaya akhir zaman Edo.
A. Kingyo-sukui dipercaya mulai pada akhir zaman Edo, awalnya menggunakan tangan langsung atau jaring kawat. Pada akhir Meiji hingga Taisho, gaya membawa pulang ikan dan penggunaan poi berlapis washi mulai menyebar. Ikan mas yang berasal dari Tiongkok berakar dalam budaya festival musim panas Jepang dengan sejarah sekitar 200 tahun.
A. Poi adalah alat berbentuk lingkaran plastik berlapis washi, dengan ukuran 4 hingga 7, di mana angka lebih besar berarti kertas lebih tipis dan mudah robek. Kejuaraan nasional resmi menggunakan ukuran 5 sebagai standar. Sisi yang dilapisi kertas adalah "permukaan depan", dan memegangnya dengan permukaan depan menghadap atas membuat tekanan air lebih merata; ini adalah teknik kecil yang jarang dijelaskan di yatai.
A. Harga kingyo-sukui biasanya 200–500 yen per kali main, tergantung yatai dan daerah. Umumnya 1 poi = 1 kali main, tetapi ada juga yatai murah hati yang membolehkan "berapa pun sampai poi robek", jadi konfirmasi aturan ke pemilik di awal akan menghindari kesalahpahaman.
A. Memasukkan poi ke air dengan sudut dangkal 35–45 derajat membuatnya lebih tahan robek. Hindari membuat batas antara bagian kering dan basah pada kertas, dan bidik ikan kecil yang gerakannya lambat dari arah kepala. Jangan menempelkan sirip ekor ke poi atau mengejar ikan; menunggu dengan tenang hingga ikan mendekat akan meningkatkan tingkat keberhasilan.
A. Tiga etika utama: tidak mengocok air dengan keras, mengikuti antrean, dan tidak melakukan "kabe-sukui" yaitu menggesekkan poi ke dinding. Kabe-sukui dilarang di banyak yatai dan akan diberi teguran. Saat memotret, perhatikan posisi agar tidak menghalangi pengunjung lain yang sedang memegang poi, sehingga semua bisa menikmati suasana dengan nyaman.
A. Kingyo-sukui paling mudah ditemukan di festival musim panas dan ennichi (hari pasar/festival kuil) pada Juli–Agustus, tetapi kadang juga muncul di festival musim gugur dan yatai hatsumoude (kunjungan pertama ke kuil pada awal tahun). Jika ingin mencoba sepanjang tahun, "Kochikuya Kingyo-sukui Doujou" di Yamatokoriyama, Nara, terkenal dengan sistem pemeringkatan resmi. Tempat ini menarik karena memungkinkan wisatawan merasakan budaya kingyo bahkan saat hujan atau di luar musim festival.
A. Ikan mas yang berhasil ditangkap biasanya dimasukkan ke kantong plastik di yatai dan dapat dibawa pulang, umumnya sudah termasuk dalam harga main. Membiarkan ikan terlalu lama di kantong berisiko kekurangan oksigen dan perubahan suhu, jadi pulanglah dalam 1–2 jam agar aman. Untuk perjalanan jauh, mintalah pemilik yatai menambah udara dalam kantong.

Bersponsor

Rencanakan perjalanan ke Jepang

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.